
Masih kembali dalam rapat operasi gabungan.....
Kapten Galih : “Kita akan dikirim tanpa ada bantuan sama sekali dan menembak adalah ketika situasi berubah menjadi darurat atau melihat ancaman. Jangan buang-buang peluru dan persediaan yang ada lalu jangan ada peluru nyasar terkena penduduk kekaisaran......” ....Duduk di kursinya....
Mayor Vipta : “Benar dan bantuan terdekat hanya ada dari jet tempur yang terbang diatas 2.000 meter dengan jarak 80 sampai 100 KM dari ibukota kekaisaran dan markas cabang bisa lebih jauh dari itu atau sudah bisa terlambat jadi jangan membuat keributan sedikitpun.....” ....Berdiri....
Letnan 1 Andrian : “Apa kode sandi kita, Mayor ?.....” ....Duduk di kursinya....
Mayor Vipta : “Baik tapi catat dan ingat ini. 4 tim sebelumnya adalah Scorpion, 6 tim yang akan dikirim adalah Pegasus, Duta Besar Rachel adalah White Eagle, Asisten Dimas adalah Black Eagle, markas cabang adalah Phyton, dan markas pusat masih sama adalah Wolfden......”
Letnan 1 Andrian : “Roger.....”
Mayor Vipta : “Operasi Pegasus ini juga mencakup pembangunan dan mengamankan markas cabang di Ibukota Venesia dan menjadi tugas Unit Penyerang ke-1, 2, 3, dan 4 termasuk menambah jumlah pasukan ksatria khusus yang terluka disana juga menaikkan moral mereka. Total ada 18.000 pasukan sedangkan sisanya ada di markas pusat disini.....”
Jenderal Isekawa : “Selanjutnya adalah rencana Duta Besar Rachel......”
Duta Besar Rachel : “Saat dibalik gerbang, putri kekaisaran sudah menandatangani surat pengembalian tawanan perang dan sebagian diantaranya adalah Pro-perang. Kami akan mengembalikan mereka sebagai etiket baik dari kami agar negosiasi dapat berjalan dengan mulus......” ....Duduk di kursinya....
Letnan Kolonel Jimbo : “Jika situasi memburuk ?.......” ...Duduk di kursinya....
Duta Besar Rachel : “Kita kembali ke awal lagi dan memulai dari nol.......”
Jenderal Isekawa : “Baiklah, kita harus memprioritaskan untuk siapa yang kita lindungi dan selamatkan duluan jika scenario terburuk terjadi. Mayor Vipta, kita istirahat dulu......”
Mayor Vipta : “Baik, Jenderal. Dengarkan aku, kita akan rapat lagi nanti setelah jam makan siang. Kita kembali kesini setelah jam 13.00. Terserah kalian jika ada perbedaan pendapat diantara kalian, asalkan jangan lakukan di ruangan ini !!!!!!......”
Jenderal Isekawa : “Ayo......Duta Rachel dan Dimas......” ....Sambil berdiri....
Duta Besar Rachel : “Baik, Jenderal......”
Letnan 1 Andrian : “Anda tidak istirahat, Kapten ?......” ....Sambil berdiri....
__ADS_1
Kapten Galih : “Aku akan tunggu disini saja seperti mereka dan ada snack juga yang disediakan.....” ....Sambil mengerjakan laporan dan melihat Ksatria khusus bersama Penyihir Nana....
Letnan 1 Andrian : “Baiklah, kalau begitu aku juga........” ....Duduk kembali....
Kapten Galih : “Jadi apakah ada yang terjadi sesuatu selama aku tidak ada ?......”
Letnan 1 Andrian : “Tidak ada tapi sebenarnya ada.......Mungkin......” ....Melihat Kapten Galih....
Kapten Galih : “Baiklah, apa masalahnya ?.......”
Setelah itu, Letnan 1 Andrian menceritakan semuanya kepada Kapten Galih tentang apa yang terjadi saat Kapten Galih tidak ada.......
Kapten Galih : “Jadi begitu ceritanya......”
Letnan 1 Andrian : “Jadi bagaimana Kapten ?......”
Kapten Galih : “Jawabannya adalah tidak bisa dan ada urusan yang lebih penting saat ini......”
Kapten Galih : “Letnan, saat ini tidak ada yang bisa kita lakukan untuk Lulala dan dia tidak termasuk dalam prioritas kita terlebih walaupun aku juga ingin membantunya nyatanya akan membuat dia lebih memburuk dalam kondisi mentalnya lalu hanya waktu yang bisa menyelesaikan urusannya. Dulu, aku juga sama memiliki keadaan seperti dia tapi aku disadarkan kembali dan sebelum aku sadar aku merasa tersesat dan tidak bisa keluar bahkan melupakannya.......” ....Menutup laporannya dan melihat Letnan 1 Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Kapten.....”
Kapten Galih : “Intinya adalah jika kalian mencoba menyembuhkan dia akan hanya memperburuk keadaannya untuk sementara kita hanya bisa melihatnya seperti itu dan tidak ada pilihan lain lalu ketika kau juga mempunyai tanggung jawab yang berat maka resiko yang ditimbulkan juga semakin tinggi, jangan mencoba melakukan tindakan bodoh dalam hal ini. Lebih baik kita mengamati dulu setelah itu aku akan memikirkan caranya tapi ini mungkin ada kaitan dengan naga yang membunuh keluarganya......”
Letnan 1 Andrian : “Sejak kita kembali dari perlindungan evakuasi dan beberapa orang di markas kita ada yang menganggap bahwa dia tidak punya harapan hidup lagi......”
Kapten Galih : “Dia masih punya hanya saja tidak sadar dan menyadarkan kembali akan membuat dia secara tidak langsung sadar tapi menghadapi kenyataan yang ada bahwa keluarganya saat ini sudah tidak ada lalu hanya ada menambah beban dipikirannya rasanya akan menyakitkan bagi dirinya......”
Letnan 1 Andrian : “Baik......”
Kapten Galih : “Dalam kasus ini, masalahnya adalah 1 : 10 lalu pilihannya juga sedikit. Tidak ada yang bisa kita lakukan untuk sementara waktu......”
__ADS_1
Kemudian rapat besar dimulai kembali dan semuanya berkumpul lagi di tempatnya......
Mayor Vipta : “Kita lanjutkan kembali mengenai Operasi Pegasus bila ada yang kurang jelas. Kalian bisa tanyakan sekarang juga atau sudah jelas semua, kalian bisa menerima rincian dan detail masing-masing tugas yang akan diberikan nanti kepada setiap pasukan.......”
Jenderal Isekawa : “Mayor Vipta, lanjutkan ke Operasi Blue Protocol......”
Mayor Vipta : “Baik, Jenderal. Operasi Blue Protocol adalah operasi penyelamatan dan membebaskan sandera dari tangan musuh, kabar baru yang kami terima dari unit yang telah diterjunkan bahwa fraksi Pro-perang akan melakukan kudeta di kekaisaran yang baru di ibukota kekaisaran. Saat itu terjadi, kita akan menyelamatkan VVIP dan VIP dengan cepat lalu membawanya kembali ke Ibukota Venesia termasuk mundur dari ibukota kekaisaran, kita akan menyelamatkan aset-aset kita dulu dan membangun aliansi baru.......”
Letnan Kolonel AU : “Bagaimana dengan VVIP dan VIP kita ?......” ....Duduk di kursinya....
Mayor Vipta : “Orang-orang penting yang kita selamatkan adalah orang-orang yang ingin bekerja sama dengan kita dan lokasi penyelamatan harus menunggu instruksi lebih lanjut tentang hal ini. Kita akan mengirimkan 3.000 pasukan ke ibukota kekaisaran dengan terjun payung dari pesawat yang ada setelah itu mengambil dan mengamankan paket kemudian pasukan yang ikut dalam misi ini akan dijemput oleh helikopter penjemput dan titik kumpul ada di Ibukota Venesia. Kita akan menjemput semua tanpa ada satupun yang ditinggalkan jadi ingat pastikan kalian tidak lupa ada yang tertinggal......”
Jenderal Isekawa : “Kalaupun ada yang tertinggal, kalian akan diselamatkan oleh unit pendukung terdekat disana, kita akan menyerang sarang lebah jadi bantuan musuh juga sangat banyak ada sekitar 200.000 pasukan kekaisaran dan kita hanya 3.000 pasukan dikirim untuk menyelamatkan buat semua tembakan berharga dan tidak membuang sumber daya percuma......”
Mayor Vipta : “Ksatria khusus disini akan menjaga mereka dengan seluruh jaminan di kediaman utusan kita tapi......”
Kapten Galih : “Hanya menunggu waktu kudeta saja, saat mereka mulai kewalahan dengan jumlah yang banyak lalu selanjutnya adalah bagian yang tidak enak dan tidak bisa kami bayangkan, bukan begitu ?......”
Mayor Vipta : “Benar.....”
Kapten Galih : “Intinya adalah kita dobrak masuk, tembak musuh, dan keluar dengan cepat ditambah kita tidak bisa memakai bantuan sama sekali.....”
Mayor Vipta : “Kira-kira seperti itu......”
Kolonel Fauzan : “Baiklah, itu adalah resiko kami terima karena memang sudah jadi pekerjaan kami......” ....Duduk di kursinya....
Mayor Vipta : “Bahan bakar pesawat hanya cukup untuk menerjunkan pasukan di ibukota kekaisaran dan kembali ke markas pusat dan titik pengisian ulang ada di Kota Venesia. Helikopter tempur, tank, artileri darat akan difokuskan di markas cabang termasuk barang-barang logistik lain......”
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?
Apakah rencana Kapten Galih terhadap Elf Lulala ?
__ADS_1
Tunggu.......Episode 85 ?????????