
Pukul 14.00
Sementara itu, Mayor Vipta yang pergi melapor ke Jenderal Isekawa yang berada di ruangannya sedangkan Letnan Galih yang pergi untuk beristirahat......
Mayor Vipta : “Lapor, Jenderal.....” ....Sambil duduk.....
Jenderal Isekawa : “Silakan, Mayor Vipta.......” ....Sambil berdiri.....
Mayor Vipta : “Tamu VVIP kita ingin ikut bersama Letnan Galih dan 3 gadis yang selalu disampingnya akan berangkat besok pagi, saya juga telah menyerahkan surat perintah anda kepada Letnan Galih.....” .....Melihat Jenderal Isekawa....
Jenderal Isekawa : “Kerja bagus.....” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Lalu ada yang ingin saya sampaikan kepada anda tentang makhluk buas tingkat-S yang anda perintahkan untuk mencarinya.....”
Jenderal Isekawa : “Ada berita rupanya ?......Jadi bagaimana ?......”
Mayor Vipta : “Sebaiknya anda lihat sendiri, ini ada data yang sudah diambil pertarungan dengan pilot F-16 kita.....” ...... Menyerahkan berkas data......
Jenderal Isekawa : “Menarik sekali. Kemampuan tempur dan kemampuan lainnya sudah setara dengan kita lalu naga ini punya kecerdasaan dan membuat pilot kita kesulitan....” ....Melihat berkas data yang sudah dikumpulkan.....
Mayor Vipta : “Benar, Jenderal.....”
Jenderal Isekawa : “Bagaimana tentang laporan intel kita di dunia kita ?....”
Mayor Vipta : “Menurut intel di dunia kita, setiap negara lain mengirimkan 8 orang agen elit pembunuhnya dan ada 4 negara yang mengirim lalu tujuan mereka adalah menculik tamu VVIP kita berserta 3 gadis Letnan Galih......”
Jenderal Isekawa : “Mengirimkan agen sebanyak itu, apa mereka tidak berlebihan ?. Yahhh.....Lagipula lawan mereka adalah Letnan Galih seandaikan saya menjadi mereka, saya akan mengirimkan seluruh batalion bahkan 1 divisi.....”
Mayor Vipta : “Benar sekali, Jenderal. Mereka terlalu naif dan egois.....”
Jenderal Isekawa : “Saya punya misi khusus untukmu, Mayor Vipta.....”
Mayor Vipta : “Siap, Jenderal.....”
Jenderal Isekawa : “Misimu adalah berbicara dengan orang ini......Karena berkat orang ini, kita akan dapat melewati wilayahnya dengan sumber daya yang baru......”.....Menyerahkan berkas.....
Mayor Vipta : “Orang ini adalah seorang bangsawan.....” .....Melihat berkas.....
Jenderal Isekawa : “Benar, nama dia adalah Bangsawan Lugia yang ikut bertempur di bukit ini dan dia terluka ditemukan oleh Unit Pengintai ke-1 lalu dibawa kesini dengan cepat agar menerima perawatan.....”
Mayor Vipta : “Sebagai tanda balas budi, anda ingin meminta izin darinya untuk melewati wilayah itu karena sarang naga yang tinggal di wilayah itu ditambah takut terjadi kesalahpahaman antara kekaisaran yang akan salah sangka bahwa kita akan menyerang duluan......”
Jenderal Isekawa : “Benar dan hal ini hanya kita bertiga yang boleh tahu. Saya, kamu, dan Letnan Galih.....”
Mayor Vipta : “Baiklah, Jenderal. Ada 1 hal lagi yang ingin kubicarakan, apakah penduduk yang dievakuasi kesini diizinkan membangun kota alih-alih karena Letnan Galih sudah menyelamatkan mereka ?....”
__ADS_1
Jenderal Isekawa : “Izin penuh diberikan dan suruh pasukan kita juga ikut membantu.....”
Mayor Vipta : “Sir, yes sir. Kalau begitu saya permisi dulu.....” .....Meninggalkan ruangan....
Jenderal Isekawa : “Baiklah.....”
Dengan segera, Mayor Vipta memerintahkan pasukan untuk ikut dalam membangun kota. Sementara itu anak-anak yang sudah dievakuasi oleh Letnan Galih sedang bermain dengan Nana, Rara, dan Lulala sedangkan Letnan Galih mempersiapkan pakaian dinasnya dan tanpa sengaja Ksatria Ririn dan Boses melihat Letnan Galih......
Ksatria Ririn : “Permisi.....”.....Bunyi pintu diketuk....
Letnan 1 Galih : “Yaaa, ada apa ?.....Ahhhh......ternyata kalian.....”
Ksatria Ririn : “Aku tidak sengaja melihat anda di kamar ini.....”
Letnan 1 Galih : “Ahhh.....Tentu saja, ini kamarku dan silakan masuk kalian berdua.....”
Ksatria Boses : “Terima kasih.....”
Letnan 1 Galih : “Silakan duduk disini, aku akan membuatkan minuman.....”
Ksatria Ririn : “Baiklah......” .....Sambil duduk....
Setelah itu Letnan Galih membuatkan teh hangat juga mengambil cemilan dan melihat kamar Letnan Galih yang memiliki dapur, kamar mandi, dan memiliki kamar tidur yang terpisah dalam 1 ruangan.....
Letnan 1 Galih : “Silakan dicoba tehnya....” ....Sambil duduk....
.
Letnan 1 Galih : “Itu adalah minuman yang terbuat dari daun khusus di pegunungan yang disaring menjadi daun kering kemudian dijadikan teh dan lalu ini adalah gula yang memberikan rasa manis pada makanan atau minuman....” ....Melihat Ksatria Ririn....
Ksatria Boses : “Lalu apa ini ?....” .....Memakan camilan dan terkejut.....
Letnan 1 Galih : “Itu adalah biskuit yang terbuat dari susu....” .....Melihat Ksatria Boses.....
Ksatria Ririn : “Kurasa ini sudah cukup membuat kami terkejut....” .....Melihat Letnan Galih.....
Letnan 1 Galih : “Apakah ada masalah atau sebagainya ?.....”
Ksatria Ririn : “Tidak, kami disini ingin bertanya.....”
Letnan 1 Galih : “Ingin bertanya apa ?.....”
Ksatria Ririn : “Apa tujuan kalian disini kemari sebenarnya?....”
Letnan Galih : “Tujuan, ya......Kekaisaran kalian yang menyerang kami duluan, kami disini mencari 5.000 warga kami dan kami juga mencurigai beberapa orang di kekaisaran termasuk kakakmu.....” .....Wajah dingin.....
__ADS_1
Ksatria Ririn dan Boses terkejut mendengarnya.....
Ksatria Boses : “Apa buktinya ?....”
Letnan 1 Galih : “Sampai saat ini belum ada tapi menurut mata-mata kami sebaliknya....” .....Melihat Ksatria Boses.....
Ksatria Ririn : “Begitu, ya.....Kakakku memang sejak dari dulu tidak pernah berubah selalu ingin menguasai wilayah baru.....”
Letnan 1 Galih : “Aaaahhhhh.......Aku terlalu banyak bicara, sebaiknya mulai sekarang kalian menjaga jarak terutamamu, Rin....Kami akan melakukan perdamaian atau kami bisa melenyapkan kalian semua dalam sekali serangan dan semua tergantung besok atas laporanku.....”
Ksatria Ririn : “Laporanmu ya.....” .....Merenung.....
Letnan 1 Galih : “Tenang saja, saat ini masih belum ada bukti keterlibatan “Ksatria Mawar Biru” bahkan bila ada sekalipun, aku tidak akan ragu-ragu lagi membunuh kalian semua.....”
Ksatria Ririn : “Ak.....aku.....aku mengerti......”
Letnan 1 Galih : “Aahhh.....Untuk sekarang lupakan ucapanku tadi, apa tidak ada pertanyaan lain selain pertanyaan yang tadi ?.....”
Ksatria Boses : “Bagaimana tentang duniamu ?......Ceritakan duniamu ?.....”
Letnan 1 Galih : “Dunia kami sama seperti kalian, banyak yang menginginkan peperangan demi kekuasaan tapi banyak juga yang menginginkan perdamaian lalu teknologi yang kami gunakan lebih maju dan berkembang diantara kalian karena kami lebih mementingkan rakyat dari pada nyawa kami sendiri disini....”
Ksatria Ririn : “Lalu kemana hilangnya 5.000 orang ?....”
Letnan 1 Galih : “Entahlah......Kami masih mencari tahu sampai saat ini dan mengenai pasukan kekaisaran yang menyerang kami, semua itu atas perintah kakakmu.....” ....Melihat Ksatria Ririn....
Ksatria Ririn : “Begitu, ya......”
Letnan 1 Galih : “Benar dan saranku untuk menjaga jarak darinya lalu untuk hubungan kita berdua sebaiknya harus diputuskan......”
Ksatria Boses : “Beraninya berbicara seperti itu ke komandan kami.....” ....Menatap Letnan Galih.....
Letnan 1 Galih : “Lalu apa yang harus kukatakan apalagi pada kalian !!!.....Aku juga sebenarnya takut tentang apa yang akan terjadi selanjutnya......Apakah kami akan pergi dari sini ??.....Apakah kami akan menyerang kalian semua......Aku tidak tahu dan itu yang kukhawatirkan.....” .....Memukul meja dan melihat ke arah mereka berdua.....
Ksatria Ririn : “Boses, tenanglah sedikit. Apa yang dikatakan dia ada benarnya.....Kemungkinan cepat atau lambat di kekaisaran akan ada kudeta.....” ....Melihat Ksatria Boses.....
Ksatria Boses : “Kalau begitu, maafkan aku sebesar-besarnya....”
Letnan 1 Galih : “Aku juga yang sudah membentak kalian, maafkan aku.....”
Ksatria Ririn : “Tidak apa-apa karena itu sudah sewajarnya terjadi......” .....Sambil tersenyum melihat Letnan Galih....
Bagaimana Letnan Galih yang akan menghadapi Dewan Parlemen bersama 3 gadis dari dunia sana ?
Apakah Ksatria Ririn menerima persetujuan perdamaian dari Dunia Letnan Galih ?
__ADS_1
Apakah saat disana akan menemui masalah baru ?
Tunggu......Episode 25 Sebuah Rumah part 2.......