Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 72 Mayor Vipta & Duta Besar Rachel


__ADS_3

Sedangkan disaat yang bersamaan ketika Asisten Dimas dan Letnan 1 Andrian sampai di barak pasukan Kapten Galih, Duta Besar Rachel dan Mayor Vipta sampai di kota.....


Duta Besar Rachel : “Jadi ini kotanya.......” ....Melihat kota dari jendela mobil.....


Mayor Vipta : “Mereka membangunnya seperti ini dan untuk petugas keamanan terdiri dari kita dan merekrut dari mereka.....” ....Sambil menyetir mobil....


Duta Besar Rachel : “Jadi, tempat favorit disini bagi pasukan dimana dan jelaskan detailnya......”


Mayor Vipta : “Tempat itu ada seperti toko klontong yang menjual barang-barang kita dengan mereka dan menjual kamus bahasa lalu tempat minum disini bagi kita bahkan ada lebih dari 5 tempat minum seperti itu......”


Duta Besar Rachel : “Kalau begitu, kita berhenti disini......” ....Melihat salah satu bar dan restoran....


Mayor Vipta : “Apa kau yakin ? .......” ....Melihat Duta Besar Rachel dan parkir di depan bangunan tersebut....


Duta Besar Rachel : “Tentu saja......”


Mayor Vipta : “Baiklah.......”


Kemudian Mayor Vipta berhenti di salah satu tempat minum favorit Kapten Galih dan pasukannya........


Mayor Vipta : “Jadi mau pesan apa ?......” ....Melihat menu dan Duta Besar Rachel....


Duta Besar Rachel : “Ini lalu ini kemudian ini dilanjutkan dengan itu......” ....Menunjukkan menu....


Mayor Vipta : “Wahhhh........Setidaknya aku mengerti, kenapa perutmu itu tidak gendut kalau makannya sebanyak ini......”


Duta Besar Rachel : “Tidak apa-apa bukan ?........”


Mayor Vipta : “Kalau begitu, aku hanya pesan bir saja.....”


Duta Besar Rachel : “Hah.....Tidak seru......”


Mayor Vipta : “Pelayan ??!!!!.......” ....Memanggil pelayan....


Pelayan : “Baik, pesan apa ?......” ....Melihat pesanan Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Pesan ini lalu yang ini dan yang itu kemudian minuman ini dan ini juga......” ....Melihat pelayan....


Pelayan : “Baik, silakan ditunggu.....” ....Berjalan pergi....


Mayor Vipta : “Terima kasih......”

__ADS_1


Duta Besar Rachel : “Untuk yang bisa menggunakan bahasa kita, mereka cukup terdengar lumayan fasih dan lagi itu bukanlah manusia......” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Rata-rata ras di kota ini terdiri dari manusia, campuran, dwarf, elf, dan lainnya bahkan menurut Kapten Galih ada beberapa macam lagi di dunia ini......” ....Melihat Duta Besar Rachel yang duduk didepannya....


Duta Besar Rachel : “Lalu untuk berkomunikasi dengan kita pasti mereka juga menggunakan kamus ini bukan kemudian menjadi barang yang diperjualbelikan......”


Mayor Vipta : “Untuk itu, kami memberikannya gratis pada pengungsi yang dievakuasi dan kalau diperjualbelikan hanya beberapa toko dan harganya juga lumayan mahal bagi disini jadinya tidak sembarang orang yang membeli lalu mengendalikan orang-orang untuk tidak membawa kamus ini keluar daerah ini......”


Duta Besar Rachel : “Begitu, jadi ada yang spesial dari tempat ini ?......”


Mayor Vipta : “Kira-kira bisa dibilang seperti itu, ini adalah tempat favoritnya Kapten Galih dan pasukannya kalau mereka gajian kecil dan tempat mahal ada di sekitar sini juga beberapa blok dari sini. Tadinya, aku ingin mengajakmu kesana tapi kau memilih disini jadi apa boleh buat......”


Duta Besar Rachel : “Tempat mahal itu adalah ?.....”


Mayor Vipta : “Tempat itu adalah restoran yang kita buat dengan koki dan pelayan kita lalu yang bekerja dan makan disana adalah pasukan kita terlebih kadang-kadang orang seperti kau makan dan minum teh disana jadi orang seperti mereka tidak berani datang kesana karena kalangan yang berbeda maka dinamai “mahal”.......”


Duta Besar Rachel : “Satu orangpun belum pernah ?......”


Mayor Vipta : “Belum pernah tapi ada pengecualian kepada orang-orang yang membantu di sekitar Kapten Galih.....”


Duta Besar Rachel : “Menarik sekali, jadi siapakah orang-orang ini ?......”


Mayor Vipta : “Kurasa ada 4 orang jika termasuk putri kekaisaran dan bisa bertambah mungkin......”


Mayor Vipta : “Justru itu hal yang ingin kubicarakan denganmu......”


Duta Besar Rachel : “Memangnya ada apa ?......”


Mayor Vipta : “Memang tidak salah jika mengirim dia kesini tapi masalahnya akan baru dimulai sekarang karena ada cerita sendiri diantara putri kekaisaran dengan dia pasti hubungan mereka berdua akan diuji......”


Duta Besar Rachel : “Lalu kamu ingin meminta saranku harus bagaimana ?.......”


Mayor Vipta : “Tidak, bukan mengenai hal itu. Mencegah kejadian yang lalu kembali terulang dan melindungi mereka sebaik mungkin......”


Duta Besar Rachel : “Kejadian pemboman waktu itu pada keluarga dia, ya ?. Walaupun tidak bisa mencegah mereka mengebom tapi hal itu tidak bisa terhindarkan lagi dan tidak bisa dijadikan landasan jika kejadian yang sama terulang kembali disini......”


Mayor Vipta : “Memang benar, disini yang aku khawatirkan adalah jika aku gagal melindungi dia sudah sekian lama dia bertarung sendiri tanpa ada orang yang berada di sisinya lalu demi kepentingan orang banyak......"


Duta Besar Rachel : “Setidaknya tidak hampir semua keluarganya tewas. Adiknya saat ini masih diluar negeri dan akan kembali dalam waktu dekat......”


Mayor Vipta : “Sudah umur berapa ya kira-kira ?. Tapi kenapa harus kembali ?.....”

__ADS_1


Duta Besar Rachel : “Umur 25 tahun dan dia secantik ibunya terakhir yang kuingat lalu dia kembali kesini untuk bertemu dengan kakaknya. Semua tugas yang kuberikan diluar negeri selama ini sudah dibereskan semua jadi tidak ada alasan lagi ditambah aku juga sudah berjanji kepadanya untuk segera pulang menemui kakaknya jadi aku tidak punya pilihan lain.......”


Mayor Vipta : “Saat itu, kita memindahkan adiknya keluar negeri dan dibawah tanggung jawabmu dalam keadaan pingsan sementara sang kakak harus bertempur melindunginya ditambah dia juga menyimpan dendam pribadi kepada musuhnya.......”


Duta Besar Rachel : “Sejak laporan dia sampai keatas mejaku, aku terkejut karena Kapten Galih bilang semuanya mungkin terjadi di dunia ini.....”


Mayor Vipta : “Aku takut akan kehilangan dia sekali lagi sebagai keluargaku dan jika benar terjadi aku tidak akan memaafkan diriku ini.......”


Duta Besar Rachel : “Orang itu dari dulu selalu saja tidak pernah meminta apapun padahal kita selalu minta tolong kepadanya lalu sebagai utang budi tapi dia beranggapan seolah-olah tidak pernah membutuhkannya. Dia bukanlah tipe yang pintar dalam menyembunyikan perasaan sendiri.....”


Mayor Vipta : “Dulu dia adalah orang yang pemalu, pendiam, dan grogi jika bertemu wanita tapi sejak bertemu pandangan pertamanya dia mulai berubah pada saat itu aku kehilangan saat pertama kali kemudian saat pengeboman waktu itu menjadi yang kedua lalu disini adalah puncak kekhawatiranku sebenarnya......”


Duta Besar Rachel : “Dia tidak bisa mati secepat itu, kau tidak bisa membunuh serigala dengan tangan kosong tapi jujur saja kalau mengenai hal ini. Aku juga bisa merasakan hal yang sama ketika berada disini tapi aku berpikir positif bahwa hanya itu adalah halusinasi saja......”


Mayor Vipta : “Apa kamu tidak bisa menambah pekerjaan bagi adiknya ?......”


Duta Besar Rachel : “Kalau berbicara memang mudah tapi melakukannya yang sulit, dia sudah benar-benar menyelesaikan semua tugasnya jadi aku bisa berbuat apa lagi.....”


Mayor Vipta : “Pasti organisasi yang dibawah naungan “Big Seven” sudah mendengar hal ini dan melakukan pergerakkan.....”


Duta Besar Rachel : Organisasi ??......Big Seven ??.......Memangnya ada yang seperti itu ?.....”


Mayor Vipta : “Kekuatan asli dari 7 orang terkuat di dunia kita adalah kekuatan, kekuasaan, dan pengaruh. Setiap anggota memiliki organisasi yang berisi orang-orang yang tidak diterima oleh masyarakat sampai mantan tentara sekalipun dan organisasi yang paling berbahaya adalah milik Kapten Galih karena banyak di dalam organisasi itu berutang budi kepadanya dan mengikuti dia sampai ke ujung dunia sekalipun lalu jumlah orang yang ada didalamnya setara dengan jumlah pasukan yang ada disini jika mendengar pimpinan mereka mati. Mereka akan membalas dendam tanpa panjang lebar dimanapun pepimpin musuh mereka berada......”


Duta Besar Rachel : “Jadi itulah yang membuat Kapten Galih harus tetap hidup ?......”


Mayor Vipta : “Bukan hanya itu saja, mungkin organisasinya sudah mengawasi dan mengintai sejak lama termasuk menyingkirkan ancaman-ancaman bagi adiknya.....”


Duta Besar Rachel : “Jadi, apa nama organisasinya tapi seperti tentara bayaran yang dibawah kendali Kapten Galih ?......”


Mayor Vipta : “Black Wolf adalah namanya dan itu yang mengerikan kekuatan dari Big Seven sendiri.....”


Duta Besar Rachel : “Bagaimana denganmu sendiri ?. Bukankah kamu masih jadi anggota Big Seven ?.......”


Mayor Vipta : “Tentu saja aku juga punya tapi kalau jumlah tidak sebanyak Kapten Galih dan jika disatukan kekuatan kami hampir mampu menggulingkan 1 negara dengan kekuatan militer penuh......”


Duta Besar Rachel : “Aku mengerti, sangat penting untuk membuat dia tetap hidup dan melindunginya tapi aku juga tahu kau berbohong pada saat di ruangan Jenderal tadi.....” ....Melihat Mayor Vipta dengan tajam....


Apa yang diinginkan Mayor Vipta ?


Apa yang akan terjadi selanjutnya ?

__ADS_1


Apakah kebohongan Mayor Vipta terbongkar ?


Tunggu.........Episode 73 ?????????


__ADS_2