
Kolonel Fauzan : “30-50 orang dan mereka semua dari arah Selatan tapi mereka berada di 4 titik berbeda.....Over.....”
Jenderal Isekawa : “Jalankan sesuai rencana dan tetap waspada.....Over and out.....” ....Menutup radio....
Kolonel Fauzan : “Solid Copy.....Over and Out....” ....Menutup radio....
Jenderal Isekawa : “Mereka sudah menggigit umpannya Mayor Vipta, mari kita menjalankan rencana.....” ....Duduk dan sambil melihat layar monitor....
Mayor Vipta : “Baik, Jenderal......Semua yang ada di ruangan ini fokuskan untuk melindungi tamu kita dan membantu pasukan yang berada di lapangan lalu siapkan helikopter dan drone untuk membantu dan pasang senjatanya, kalau perlu kirim pesawat pengebom......Kali ini kita tidak sedang bermain-main !!!!!......Mari kita mulai permainannya anak-anak !!!!......” ....Berdiri dan berbicara dengan lantang....
Orang-orang yang berada di ruangan : “Sir, yes sir !!!!.....” ....Berdiri....
Jenderal Isekawa : “Lalu untuk sisanya kita serahkan kepada Letnan Galih.....”
Mayor Vipta : “Ya....Kami berharap banyak padamu dan kami juga berhutang budimu, Letnan....Tidak....Kapten Galih....” ....Sambil duduk dan melihat layar monitor....
Sementara itu, Letnan Galih dan rombongannya yang hampir sampai menuju Villa pribadi milik Jenderal Isekawa.....
Letnan 2 Andrian : “Tapi Letnan, saya masih penasaran dengan orang-orang yang anda lumpuhkan dan kenapa saya yang harus membawa tas ini ? Lalu apa isinya ?......” ....Duduk dan melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Baik, akan kujelaskan apa yang terjadi......” ....Duduk dan melihat ke arah luar jendela mobil.....
1 jam setengah yang lalu saat Letnan Galih mengejar beberapa orang yang tak dikenal dan terus membuntuti rombongan Letnan Galih.....
Letnan 1 Galih : “Heiiiii......Sebaiknya kau diam dan menjawab beberapa pertanyaanku kalau tidak, kau akan berakhir seperti temanmu yang terbaring disana dan batok kepalanya sudah kulubangi......Apa kau mengerti ?.....” ....Sambil menodongkan pistolnya dan mengintimidasi....
Orang tak dikenal : “Baik.....Baik akan aku jawab pertanyaan anda.....Tolong jangan bunuh aku.....” ....Ketakutan dan melihat temannya sudah tewas....
Letnan 1 Galih : “Akan aku pertimbangkan hal itu. Jadi cepat katakan siapa yang mengirimmu membuntuti kami ?......” ....Menatap tajam....
Orang tak dikenal : “Yang mengirimku adalah pihak Amerika. Perintah untukku adalah mangambil salah satu dari mereka dan melenyapkan para pelindungnya......”
Letnan 1 Galih : “Dimana lokasi markasmu ??......Dimana !!!......Cepat katakan !!!!......”
Orang tak dikenal : “Kami ada dimana-mana. Sejak kedatangan kalian disini dan semua ini adalah perintah presiden kami.....” ....Melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Baiklah, aku akan melepaskanmu....” ....Sambil melepaskan cengkramannya....
Orang tak dikenal : “Terima kasih......Terima kasih banyak.....” ....Bersujud dan tertunduk....
Letnan 1 Galih : “Satu hal lagi yang aku ingin tanyakan.....Apa kau punya uang ?” ....Sambil melihat orang itu....
Orang tak dikenal : “Aku punya 2.500.000 juta tunai di dompetku.....Akan aku berikan setengahnya.....” ....Sambil mengambil dompetnya....
Letnan 1 Galih : “Baiklah tapi ada satu hal lagi yang ingin kau tahu......Aku ini seorang pembohong......Jadi sampai jumpa lagi di neraka......” ....Menodongkan senjatanya dan menembaknya......Tidak terdengar suara letupan pistol karena senjatanya telah di pasangkan peredam suara....
Orang tak dikenal : “Tidak !!!!......” ....Melihat Letnan Galih yang menodongkan pistolnya dan menembaknya....
Letnan 1 Galih : “Berisik kau tahu itu kan.....” ....Mengembalikan senjatanya dan menyembunyikan dibalik pakaiannya....
__ADS_1
Kembali ke masa sekarang, Letnan Galih yang menceritakan seluruh kejadiannya kepada Letnan Andrian.....
Letnan 2 Andrian : “Apa anda membunuhnya ?.....” ....Sambil terkejut....
Letnan 1 Galih : “Tenang saja, peluru yang aku gunakan itu adalah peluru bius, dia tidak akan bangun selama 3-6 jam sedangkan untuk orang yang pertama adalah timah asli. Biarkan mereka tahu siapa penguasa dan pelindung di negara ini....."
Letnan 2 Andrian : “Wahhh......Aura anda sepertinya sedang mengamuk....” ....Melihat aura Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Biasa saja....”
Letnan 2 Andrian : “Bagaimana dengan isi tas ini ?......” ....Melihat tas Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Ahhhhh.....itu hanya action figurku......” ....Bingung menjelaskannya....
Letnan 2 Andrian : “Apa ????!!!!.......” ....Tidak menyangka....
Letnan 1 Galih : “Habisnya kita tidak pergi ke barakku yang disini dan juga ini adalah special edition action figure jika kau menghancurkan, membuang, dan atau membanting tas itu. Kau tahu kan, apa akibatnya ?.......” ....Melihat Letnan Andrian dan mengeluarkan auranya....
Letnan 2 Andrian : “Aku paham Letnan.....Sangat paham.....” ....Sambil ketakutan melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Bagus.....Jaga tas itu selalu didekatmu.....” .....Sambil tersenyum kearahnya....
Letnan 2 Andrian : “Sir, yes sir.....” ....Tegas....
Setelah itu, tidak lama kemudian Letnan Galih dan rombongannya sampai di Villa pribadi milik Jenderal.....
Letnan 1 Galih : “Disini juga tidak apa-apa karena ini juga sudah cukup......Terima kasih sudah mengantarkan kami.....Lalu titipkan salamku pada Inspektur Lee.....” ....Sambil turun dari mobil dan melihat supir....
Supir : “Sama-sama Letnan.....Baik, Letnan....”
Letnan 1 Galih : “Kita turun dari mobil......”
Letnan 2 Andrian : “Baik, Letnan.....” ....Turun dari mobil....
Kemudian iringan mobil itu pergi dan menyisakan Letnan Galih beserta rombongannya untuk masuk kedalam Villa dengan berjalan kaki sejauh 120 meter dari gerbang.....
Letnan 1 Galih : “Kita sudah sampai....” ....Sambil membukakan gerbang Villa....
Ksatria Ririn : “Indahnya.....Lihat lampu-lampu itu.....” ....Melihat lampu-lampu yang indah dan cantik....
Ksatria Boses : “Lihat kolam ikan itu.....” ....Sambil melihat ikan yang ada di kolamnya....
Letnan 1 Galih : “Kalian belum melihat di dalam villa ini, Prajurit Charen ajak mereka kedalam dan tolong bantu mereka menaruh bawaan mereka di kamarnya masing-masing setelah itu terserah kalian lalu Letnan Andrian bersamaku.....” ....Melihat Letnan Andrian dan Prajurit Charen....
Letnan 2 Andrian dan Prajurit 1 Charen : “Baik, pak.....” ....Melihat Letnan Galih....
Tidak lama kemudian, mereka semua masuk ke Villa itu dan para wanitanya mandi sedangkan Letnan Galih dan Letnan Andrian saling bertukar posisi jaga.....
Ksatria Ririn : “Ini berbeda dengan dunia di seberang sana.....” ....Sambil membuka pakaiannya....
__ADS_1
Prajurit 1 Charen : “Tentu saja karena diseberang sana kamar dan pemandian air panasnya terpisah...." ....Melihat Ksatria Ririn....
Dewi Rara : “Sepertinya aku sedang melihat seseorang dari jauh sana.....” ....Sambil menatap jauh diseberang....
Prajurit 1 Charen : “Ada apa ?......Ada masalah ?.....” ....Melihat Rara....
Dewi Rara : “Tidak ada, hanya firasatku saja mungkin.....” ....Sambil melihat Prajurit Charen....
Prajurit 1 Charen : “Mungkin saja karena kita kelelahan untuk hari ini.....”
Elf Lulala : “Ayo.....Mandi.....” ....Sambil masuk ke kolam pemandian air panas....
Dewi Rara : “Tentu saja.....” ....Masuk ke kolam pemandian air panas....
Sedangkan dari seberang jauh Dewi Rara melihat, ada prajurit Kolonel Fauzan dan Kolonel Fauzan yang sedang berpatroli di bagian belakang musuh lalu mengawasi pergerakkan musuh.....
Kolonel Fauzan : “Kita dapat 1 lagi....” ....Menembak musuh dengan peredam suara....
Prajurit : “Benar, kolonel.....” ....Melihat Villa menggunakan teropong....
Kolonel Fauzan : “Aku ingin membuka topengnya....” .....Sambil membuka topeng musuh....
Prajurit : “Apa !!!......Ini tidak mungkin !!!....” ....Jatuh dan tertegun terkejut....
Kolonel Fauzan : “Jangan keras-keras.....Memangnya ada apa ?” ....Sambil melihat prajuritnya....
Prajurit : “Dia melihatku dari Villa.....Cewek....Tidak....Gadis loli sedang menatapku.....” ....Berdiri tapi sambil terkejut....
Kolonel Fauzan : “Tidak mungkin jarak dari sini menuju Villa itu 1,2 KM....Jadi mustahil.....” ....Melihat Prajuritnya....
Prajurit : “Aku tidak bercanda Kolonel......” ....Melihat Kolonel Fauzan....
Kolonel Fauzan : “Baiklah, yang terpenting kau melihat ini dulu....Mereka membawa Night Vision seperti kita....” ....Mengambil Night Visionnya sebagai bukti ke markas pusat....
Prajurit : “Kita harus mundur dulu dari sini dan melaporkan ini pada markas pusat kemudian kita menuju Villa.....”....Sambil berpikir....
Kolonel Fauzan : “Aku sependapat denganmu......Ayo kita kembali.....” ....Berjalan menjauh dari tempat mereka berada....
Prajurit : “Baik, Kolonel.....” ....Mengikuti Kolonel Fauzan yang sedang berjalan....
Bagaimana kelanjutan kisah Letnan Galih dan rombongannya ?
Apa yang selanjutnya akan terjadi ?
Apakah mereka berhasil selamat dari kepungan beberapa musuh yang sedang mengincar mereka ?
Misteri seperti apa yang akan membongkar rahasia Letnan Galih ?
Tunggu........Episode 36 Ancaman Liburan Part 5
__ADS_1