
Sementara itu kembali di ruangan Putri Ririn bersama dengan Kepala Pelayan Astorius yang sedang membicarakan Kapten Galih……
“Jadi bagaimana menurutmu sebagai mantan komandan ksatria ?......” ....Ucap Putri Ririn....
“Menurut saya, dia tidak bisa dilawan lagi kalaupun kita mengerahkan semua ksatria kita yang ada terjadi pembunuhan massal……” ....Ucap Astorius si Kepala Pelayan....
“Maksudmu adalah ?.......”....Ucap Putri Ririn....
“Saya sangat senang jika dia selalu ada si pihak kita dan apalagi anda juga menyukainya itu bisa jadi takdir kalian berdua bisa dipertemukan disini lalu kekuatan dia juga tidak seperti orang biasa…….” ....Ucap Astorius....
“Aku sangat menyukainya tapi belum bisa mengungkapkan sepenuhnya tentang perasaan ini……”....Ucap Putri Ririn....
“Tuan putri, cinta bisa tumbuh kapan saja dengan seiringnya waktu memang benar kata rakyat kita anda lebih mirip dengan ibu anda dan saya harap anda mau menerimanya sebelum terlambat……”....Ucap Astorius....
“Memang benar situasi kita yang semakin lama semakin buruk yang tidak menentu arahnya……”....Ucap Putri Ririn....
“Apa anda siap mendengarkan hal yang gila tentang Komandan Galih ?.......”....Ucap Astorius....
“Bagaimana ?........”....Ucap Putri Ririn....
“Raja iblis sebenarnya adalah dia……Saat melawannya, saya sudah menggunakan kemampuan dan kekuatan penuh saya lalu dia bisa menyadari jebakan sihir yang saya pasang tapi entah bagaimana dia bisa menghindarinya bahkan menghancurkan semuanya……”....Ucap Astorius....
“Apa dia sekuat itu tapi tidak mungkin ?......”....Ucap Putri Ririn....
“Bagi anda memang tidak mungkin tapi bagi saya itulah yang saya rasakan dan lagi saat berhadapannya, tubuh saya tidak mau bergerak akibat tekanan yang dia punya terlalu besar dari manusia umumnya jika saya tidak menyerah sebelum pedangnya bisa mengenai leher saya dapat dipastikan saya mati……..”....Ucap Astorius....
“Kenapa dia menarik pedangnya saat di akhir ?.....”....Ucap Putri Ririn....
“Saya rasa dia mempelajari lawanya lalu menguji kekuatannya setelah itu baru mengeluarkan kekuatan penuh yang mengerikan itu……..”....Ucap Astorius....
“Kenapa kami tidak bisa melihat hal itu ?.......”....Ucap Putri Ririn....
“Saya percaya dia telah membunuh puluhan mungkin ribuan dengan kekuatan sebesar itu pantas saja jika dia bisa menang dengan anjing-serigala yang pernah hadapi bahkan mengatasi naga api lalu pedangnya saya bisa merasakan sosok yang lebih gelap dari Komandan Galih yang sekarang tapi dia bisa mengendalikannya dengan hatinya seperti pahlawan dulu…..”....Ucap Astorius....
“Bagaimana jika dia memang benar reinkarnasi dari Raja Iblis dan Pahlawan itu sendiri ?....”....Ucap Putri Ririn....
“Jika itu kenyataannya, saya tidak ingin melawannya lagi karena kemungkinan saya menang tidak ada lalu berdasarkan cerita anda terkait masa lalu dengan dia mungkin saja ada hubungannya dengan kekuatan yang dia punya sekarang ini……”....Ucap Astorius....
“Kekuatan seperti Raja Iblis tapi masih dengan hati seorang Pahlawan…….Aku jadi semakin tertarik dengannya…..”....Ucap Putri Ririn....
“Saya hanya bisa berharap jika dia mau menjadi aliansi kita seterusnya……”....Ucap Astorius....
“Kau benar…….Sebenarnya siapa dia sesungguhnya……..Manusia atau Iblis asli……”....Ucap Putri Ririn....
“Bisa memotong pedang ini padahal pedang ini adalah pedang mithril yang jarang ksatria atau orang lain punya, saya tidak menyangkanya…….”....Ucap Astorius....
“Untuk sekarang kita rahasiakan ini dari siapapun dan hanya kita berdua yang tahu lalu siapapun yang melihat kemampuan dia tadi bilang pada mereka untuk merahasikannya agar tidak menyebar ke orang-orang…….Ini adalah permintaanku……”....Ucap Putri Ririn....
“Baik, tuan putri…….Permintaan anda adalah perintah bagiku……..”....Ucap Astorius....
“Bagaimana dengan rombongan Komandan Galih yang lain ?.......”....Ucap Putri Ririn....
“Penyihir Nana tingkat atas, Dewi Kematian Rara, High elf Lulala dan satu ksatria hijau Wanita ada disini sedang diberi banyak pertayaan oleh ksatria khusus lainnya dan terutama Komandan Galih bersama utusan perwakilan yang pergi ke kediaman yang sudah kita siapkan……”....Ucap Astorius....
“Perlakukan mereka semua dengan baik seperti bangsawan lain atau tamu penting akan repot jika dia melapor lagi ke dewannya….”....Ucap Putri Ririn....
__ADS_1
"Baik, Tuan Putri dan saya mendengar anda bersama Boses pergi ke balik gerbang......"....Ucap Astorius....
“Tentang masalah di Kota Venezia, ya ?.....Darimana kau mendengarnya ?.....”....Ucap Putri Ririn....
“Dari Boses dan ksatria khusus lainnya yang bilang bahwa itu terjadi sampai anda harus ikut kesana untuk menyelesaikannya…..”....Ucap Astorius....
“Semacam itulah…….”....Ucap Putri Ririn....
"Kalau saya boleh bertanya, apa yang anda lihat dari dunia mereka....."....Ucap Astorius....
"Jujur saja, peradaban mereka lebih maju lalu di setiap negara mereka ada kedamaian lalu jika terjadi perang kebanyakan dari mereka tidak akan berperang secara terbuka kecuali situasinya memang sudah tidak memungkinkan lagi....."....Ucap Putri Ririn....
"Dunia yang sangat menarik....."....Ucap Astorius....
"Memang benar jika kau punya waktu luang, aku sarankan kau pergi ke kota yang ada di Bukit Avatra.....Benar-benar berbeda dengan kita....."....Ucap Putri Ririn....
"Baik, saya terima saran anda....."....Ucap Astorius....
Kembali lagi kepada rombongan Kapten Galih yang sampai di kediaman Duta Besar Rachel nantinya……
“Komandan Galih kita sudah sampai……” ....Ucap Ksatria Boses....
“Kediaman yang sangat bagus dan luas tapi aku tidak menyangkanya kalau sebesar ini…….” ....Ucap Kapten Galih....
“Kapten……..” ...Ucap Letnan 1 Andrian....
“360 check…..Kau ke kiri, aku ke kanan…..Kita berkumpul lagi disini….Weapon tight...” ....Ucap Kapten Galih....
“Yes, sir……” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Mari kita masuk kedalam……” ....Ucap Asisten Dimas....
“Untuk kali ini, kami mengizinkannya dan aku yakin Putri Ririn akan mengerti tentang itu bilang saja kami sudah memberi izinnya……” ....Ucap Asisten Dimas....
“All clear……” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Sama disini juga……” ....Ucap Kapten Galih....
“Mari kita masuk…..” ....Ucap Asisten Dimas....
“Baiklah, tuan utusan……” ....Ucap Ksatria Boses....
Setelah itu, mereka semua masuk kedalam bangunan tersebut dan melihat sekeliling bagian dalamnya......
“Bisa jelaskan tentang hal yang ada disini……” ....Ucap Asisten Dimas....
“Disini terdiri dengan 8 kamar pribadi dan 8 kamar tamu termasuk kamar pelayan lalu ada ruang berkumpul di lantai ini sedangkan untuk semua kamar pribadi ada diatas lalu ada pemandangan sampai ke gerbang kediaman ini lalu ruangan yang biasa dipakai ada di bawah dan disini ada ruangan bawah tanah, ruang memasak ada dibelakang termasuk ruang makannya, kamar mandi ada di lantai bawah dekat dengan dapur………” ....Ucap Ksatria Boses sambil menujukkan ruangannya dan menuju lantai 2....
“Bagaimana menurutmu, Utusan Dimas ?........” ....Ucap Kapten Galih....
“Boses, bisa tinggalkan kami disini…….” ....Ucap Asisten Dimas....
“Tentu saja, kalau begitu saya permisi dulu…..” ....Ucap Ksatria Boses lalu pergi meninggalkan mereka....
“Menurutku, ini lebih dari cukup tapi dari segi keamananya……” ....Ucap Kapten Galih....
__ADS_1
“Letnan……..” ....Ucap Asisten Dimas....
“Dari penilaianku, tempat ini mudah diterobos jika kita tidak memasang sistem keamanan…..” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Penilaian kita sama dan lagi ruangan basement bisa jadi tempat kita menyimpan beberapa perlengkapan untuk keadaan darurat lalu kita harus mengganti semua jendela dengan kaca anti balistik level 3 lalu memasang kamera di setiap sudut bangunan ini didalam dan diluar lalu mengganti pintu depan dan belakang kemudian jendela yang harus dikunci……Apa ada tambahan ?......” ....Ucap Kapten Galih....
“Ruangan basement apa perlu kita pasang pelat lapisan baja dengan tulang dan sensor gerak bawah tanah dan memasang kamera infrared termasuk mode malam dari 4 sudut………” ....Ucap Letnan 1 Andrian.....
“Buat catatan tentang itu lalu minta ke Mayor Vipta termasuk perlengkapan dan senjata untuk di basement…….” ....Ucap Kapten Galih....
“Baik, kapten……” ....Ucap Letnan 1 Andrian sambil membuat catatan....
“Satu hal lagi, para ksatria khusus tidak bisa langsung masuk kesini karena batas mereka adalah rumput disana jika mereka menginjakknya maka dianggap melanggar perjanjian yang kita buat……” ....Ucap Asisten Dimas....
“Begitu, tapi jika ada situasi darurat itu tidak akan menguntungkan mereka disini karena mereka harus mempertahankan di area terbuka sambil menahan musuh sampai bantuan tiba maksimal hanya beberapa jam saja korban jiwa mulai berjatuhan…..” ....Ucap Kapten Galih....
“Bagaimana ini ?......” ....Ucap Asisten Dimas....
“Apa kita tidak bisa membiarkan mereka untuk masuk kesini ?......” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Mereka masuk kesini artinya mereka akan mati bersama Duta Besar sebagai utusan kita jelas membuat situasi menjadi lebih rumit lebih baik bertahan di luar tapi dengan utusan kita aman, kecuali jika……” ....Ucap Kapten Galih....
“Jika kita mengizinkan dan mengundang mereka mundur termasuk merawat yang terluka ke dalam sini karena situasi darurat karena alasan itu bisa menjadi tidak bisa dipatahkan oleh perjanjian atau intervensi manapun…….” ....Ucap Asisten Dimas....
“Tepat sekali atau ada bangsawan mereka yang ikut kesini dan kedua situasi itu sedang terjadi…….” ....Ucap Kapten Galih....
“Keputusannya ada di tanganku dan Duta Besar, bukan begitu ?……” ....Ucap Asisten Dimas....
“Ya itu terserah pada kalian, menginjakkan kaki di rumput itu artinya sama saja mereka meminta perlindungan pada kita dan sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat……” ....Ucap Kapten Galih....
“Seberapa cepat tim taktis terdekat yang ada sampai sebelum bantuan utama kita tiba ?.....” ....Ucap Asisten Dimas....
“Dari tempat persembunyian kita tidak lebih dari setengah jam jika menggunakan kendaran untuk menerobos atau setidaknya kami perlu meninggalkan satu tim disini sebagai keamanan tambahan untuk mengulur waktu…….” ....Ucap Kapten Galih....
“Memberikan daya tempur sambil memberikan kita waktu……” ....Ucap Asisten Dimas.....
“Tapi kembali lagi kepada keputusan kalian nanti…..” ....Ucap Kapten Galih....
“Kalau aku tidak akan mempermasalahkannya tapi masalahnya jika ini sudah diluar dari hubungan diplomatik……” ....Ucap Asisten Dimas....
“Lempar saja padaku, untuk urusan itu lagipula aku yang bertanggung jawab penuh urusan itu……” ....Ucap Kapten Galih....
“Ada lagi yang mau dibicarakan ?.....” ....Ucap Asisten Dimas....
“Pak, kita harus memasang APAR dan meletakkan perlengkapan medis untuk disini…..” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Benar juga, hampir lupa…….Minta P3K, DVIB, Back Board, dan perlengkapan medis tingkat menengah jika terjadi pendarahan lalu untuk infus dan semacamnya…….” ....Ucap Kapten Galih....
“Yes sir……” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Semoga saja hal buruk tidak terjadi…..” ....Ucap Asisten Dimas.....
“Aku juga ingin berharap seperti itu……” ....Ucap Kapten Galih yang melihat keluar Jendela.....
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?
__ADS_1
Bagaimana dengan Operasi Pegasus tahap 2 ?
Tunggu.............Chapter 113 ???????????????