
S****edangkan di sisi lain\, markas utama militer\, Mayor Vipta sedang berkumpul bersama dengan Jenderal Isekawa dan Duta Besar Rachel di ruangan Jenderal…….
“Jenderal, pasukan pegasus sudah sudah memasuki ibukota dan sedang melanjutkan misi dari informasi terakhir laporan…….” ....Ucap Mayor Vipta yang berdiri di depan Jenderal Isekawa dan Duta Besar Rachel....
“Bagaimana dengan yang lain ?.....” ....Ucap Jenderal Isekawa....
“Kapten Galih dan Asisten Dimas sudah membuat kontak dengan Putri Ririn tanpa diketahui siapapun dan mereka akan pergi ke kediamannya hari ini…….” ....Ucap Mayor Vipta....
“Aku harap tidak memberikan perintah untuk mengirimkan jet tempur kesana……” ....Ucap Jenderal Isekawa....
“Anda akan baik-baik saja……” ....Ucap Duta Besar Rachel....
“Mayor, apa rencana selajutnya ?........” ....Ucap Jenderal Isekawa....
“Operasi Pegasus Tahap 2…….” ....Ucap Mayor Vipta...
“Kapan bisa dimulai ?.....” ....Ucap Jenderal Isekawa....
“Saya butuh tanda tangan anda dan Duta Besar Rachel agar memulai operasinya…….” ....Ucap Mayor Vipta....
“Berikan dokumennya……” ....Ucap Duta Besar Rachel....
“Tahap 2 ya ?........” ....Ucap Jenderal Isekawa....
“Bagaimana dengan bangsawan yang ada di Kota Venezia ?......” ....Ucap Duta Besar Rachel....
“Kalau dari gelar, dia bisa dibilang penguasa wilayah disana tapi dia belum cukup umur untuk memerintah makanya digantikan oleh perwakilan diplomasi dari pihak Putri Ririn……” ....Ucap Mayor Vipta....
“Segera buat surat untuk mengurus hal itu, kita akan memindahkan pasukan utama kesana tapi kita menunggu persetujuannya dan Putri Ririn lalu hubungi Kapten Galih untuk mengurus hal ini juga…..” ....Ucap Jenderal Isekawa kepada Mayor Vipta....
“Kalau begitu saya permisi dulu……” ....Ucap Mayor Vipta sambil meninggalkan ruangan....
“Baiklah….” ....Ucap Jenderal Isekawa....
“Memindah pasukan utama kesana….....Apa tidak terlalu berlebihan ?....” ....Ucap Duta Besar Rachel....
“Ya, cepat atau lambat Putra Mahkota Pertama pasti sedang mengintai wilayah itu lalu menyerangnya itu yang dia pikirkan setelah operasi ini dimulai kalau aku jadi aku akan melakukan hal yang sama…….” ....Ucap Jenderal Isekawa sambil berdiri dan melihat ke jendela ruangannya....
“Tempat yang strategis jika ingin menguasai seluruh wilayah di kekaisaran lalu ada keuntungan sendiri jika menguasainya tapi bagian sulitnya adalah mempertahankannya…..” ...Ucap Duta Besar Rachel....
“Benar…..” ....Ucap Jenderal Isekawa....
“Tapi berdasarkan persetujuan dibuat oleh mereka dengan kekaisaran yang lama itu bisa dihapus secara sepihak walaupun kota itu adalah kota yang netral……” ....Ucap Duta Besar Rachel...
“Apapun itu, kita tidak bisa membiarkan kota itu jatuh begitu saja terlebih tempat berkumpulnya pasukan kita di kekaisaran juga disana…….” ....Ucap Jenderal Isekawa....
Kembali kepada pasukan Kapten Galih yang pergi ke kediaman Putri Ririn…..
“Boses, kita akan pergi ke kediaman Putri Ririn……” ....Ucap Kapten Galih....
“Baik, Komandan Galih…….” ....Ucap Ksatria Boses....
“Yang akan pergi adalah aku, Letnan Andrian, Asisten Dimas, Prajurit Charen, dan tentu saja kalian bertiga…..” ....Ucap Kapten Galih....
“Tidak masalah…….” ....Ucap Ksatria Boses....
“Aku ingin melihat bagian dalam istana…..” ....Ucap Penyihir Nana....
“Baik…..Baik……Aku mengerti sedangkan sisanya akan berada disini sambil mencari info dan menyebarkan rumor di kalangan orang disekitar sini dan yang bertanggung jawab saat kami tidak ada adalah Letnan Irhamna dan Sersan Mayor Wica…….” ....Ucap Kapten Galih....
“Sir, Yes sir……” ....Ucap semua pasukan....
“Kalau begitu kita berangkat….” ....Ucap Ksatria Boses....
Setelah itu Kapten Galih bersama yang lainnya berangkat ke kediaman Putri Ririn dari tempat persembuyian yang jaraknya hanya setengah jam menggunakan kuda…….
“Selamat datang di kediamanku, Komandan Galih………” ....Ucap Putri Ririn...
“Kapten, jika sersan Sultan melihat ini……” ....Ucap Letnan 1 Andrian dengan berbisik dan melihat pelayan dan ksatria khususnya adalah wanita cantik....
“Aku juga paham dan lebih baik tidak memberitahukannya……” ....Ucap Kapten Galih dengan Berbisik...
“Komandan Galih, bagaimana dengan perjalananmu ?......” ....Ucap Putri Ririn....
“Baik-baik saja Putri Ririn…..” ....Ucap Kapten Galih....
“Kalau begitu mari masuk ke dalam…..” ....Ucap Putri Ririn....
“Aku merasa ada hawa yang buruk datang ke kita….” ....Ucap Kapten Galih kepada rombongannya....
“Tapi aku tidak merasakannya…..”....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Dia datang…..Persiapkan diri kalian……” ....Ucap Asisten Dimas....
__ADS_1
Tiba-tiba ada yang menyerang dengan Kapten Galih dengan kekuatan penuh sampai tidak ada yang menyadarinya kecuali Asisten Dimas……..
“Hooo…….dapat menghentikan seranganku dengan cepat……”....Ucap Kepala Pelayan sambil menyerang...
“Kau juga pasti bukan orang biasa…….” ....Ucap Asisten DImas sambil menahan serangan dengan katana pemberian Kapten Galih....
“Ahhhhh……..Dimulai lagi…….”....Ucap Putri Ririn....
“Kesalahan yang kau buat adalah menunjukkan wajahmu dengan cepat dan secara terang-terangan menyerangku…..” ....Ucap Kapten Galih....
“Kapten……” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Tidak apa-apa, orang ini tidak berniat membunuh kita tapi memang dari awal sudah mengincarku saat masuk kesini…..”....Ucap Kapten Galih....
“Hebat juga bisa tahu tentang itu…..”....Ucap Kepala Pelayan dan mundur ke arah lain...
“Tunggu sebentar !!!!!.......” ....Ucap Ksatria Boses....
“Maafkan aku, Komandan Galih…..Aku tidak bermaksud seperti itu tapi……”....Ucap Putri Ririn....
“Aku mengerti, anda berhutang penjelasan kepadaku……”....Ucap Kapten Galih....
“Aku lihat orang yang menahan seranganku bukan orang biasa pada umumnya…..”....Ucap Kepala Pelayan...
“Dia adalah salah satu perwakilan dari kami…..”....Ucap Kapten Galih....
“Perkenalkan, saya adalah Dimas. Salah satu utusan perwakilan dari kami……”....Ucap Asisten Dimas sambil memasukkan kembali katananya....
"Jadi bagaimana komandan Galih, apa anda menerima tantangan dari saya ?......”....Ucap Kepala Pelayan...
“Tantangan diterima tapi kurasa kita harus pindah tempat……”....Ucap Kapten Galih....
“Bagaimana dengan taman belakang kediaman ini ?.....”....Ucap Putri Ririn....
“Tentu saja dan kalau boleh saya ingin membawa penonton……”....Ucap Kepala Pelayan...
“Aku terima…..”....Ucap Kapten Galih....
“Kapten, Bukankah kita disini untuk membuat perjanjian……”....Ucap Letnan 1 Andrian dengan berbisik....
“Itu bisa diatur nanti……..”....Ucap Kapten Galih dengan berbisik....
Setelah itu, Kapten Galih dan yang lainnya pindah ke halaman belakang untuk melihat pertarungannya….
“Tunggu sebentar…….” ....Ucap Kapten Galih....
“Kapten, Apa kau yakin melakukan ini ?.....” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Sangat sudah lama tidak ada orang yang mau mengajak duel…….” ....Ucap Kapten Galih sambil melepaskan perlengkapannya dan senapan kepada Letnan 1 Andrian....
“Dia sangat cepat tapi aku berhasil mengimbanginya tadi, berhati-hatilah…..” ....Ucap Asisten Dimas....
“Terima kasih, Dimas……” ....Ucap Kapten Galih....
“Ini akan jadi tontonan yang seru......” ....Ucap Prajurit 1 Charen....
“Baik, saya akan menjelaskan peraturannya. Ini adalah pertarungan latih tanding, siapapun yang bisa menjatuhkan senjata lawan atau lawan sendiri yang bilang menyerah maka sudah diputuskan bahwa orang itu akan dianggap sebagai pemenangnya lalu tidak diizinkan untuk membunuh……..Apa sudah jelas ?....” ....Ucap Ksatria Boses....
“Jelas…”....Ucap Kepala Pelayan....
“Aku paham……”....Ucap Kapten Galih...
“Kalau begitu, kita mulai pertarungannya……..” ....Ucap Ksatria Boses....
“Apa anda menggunakan pedang itu dalam sarungnya ?....”....Ucap Kepala Pelayan....
“Hei, kakek jika kau punya waktu untuk berbicara kenapa tidak menyerangku seperti tadi ?......”....Ucap Kapten Galih...
“Kalau begitu, aku tidak akan segan-segan……”....Ucap Kepala Pelayan....
“Majulah…….”....Ucap Kapten Galih...
Setelah itu, Kepala Pelayan menyerang Kapten Galih dengan kekuatan penuhnya……
“Apa dia dapat menahan seranganku meski hanya menggunakan sarung pedangnya saja ?......” ....Ucap Kepala Pelayan dalam hatinya....
“Giliranku, kakek tua……” ....Ucap Kapten Galih....
Lalu Kapten Galih berbalik menyerangnya dengan kekuatan minimum…….
“Belum pernah ada orang seperti anda yang mampu mendekati saya secepat ini…..” ....Ucap Kepala Pelayan....
“Karena aku berbeda dari yang lain…….” ....Ucap Kapten Galih....
__ADS_1
Sedangkan yang menonton pertarungan ini…….
"Cepat sekali......" ....Ucap Penyihir Nana....
"Kepala Pelayan bukan tandinganku tapi berbeda dengan dia...." ....Ucap Dewi Rara...
"Apa mereka berdua manusia ?......" ....Ucap Elf Lulala....
“Aku akan bertaruh kepada Kepala Pelayan itu…..” ....Ucap Prajurit 1 Charen....
“Ingat, misi kita disini…..Tapi aku percaya dengan Kapten Galih…..” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Kalian semua, lihat baik-baik sejak awal kapten Galih sudah menguasai jalannya pertarungan ini dari awal dan dia akan menjadi pemenangnya……” ....Ucap Asisten Dimas....
“Bagaimana anda tahu ?......” ....Ucap Prajurit 1 Charen....
“Karena Kapten kalian sudah sekelas monster…..Ahhh tidak…..Lebih tepatnya iblis……” ....Ucap Asisten Dimas sambil tersenyum kecil....
“Aku tidak percaya…..”....Ucap Prajurit 1 Charen....
“Tidak masalah jika tidak percaya tapi setidaknya kalian belajar dari pertarungan ini…..Hidup matinya seseorang tergantung diri kalian sendiri dan jangan ragu-ragu dalam menyerang….....Membunuh atau dibunuh......Sangat indah sekali bisa melihat Raja Iblis menggunakan pedangnya.....” ....Ucap Asisten Dimas....
Sedangkan di sisi lain…….
“Putri, apakah menurut anda kakek akan kalah ?.....” ....Ucap Ksatria Avi....
“Entahlah, aku sangat menantikan hasilnya….” ....Ucap Putri Ririn....
“Tapi kenapa daritadi Komandan Galih tidak menarik pedangnya ?......” ....Ucap Ksatria Avi....
“Aku juga penasaran tentang itu tapi kurasa dia punya alasan tersendiri…….” ....Ucap Putri Ririn....
Kembali ke pertarungan…..
“Anda sangat hebat bisa sampai membuat saya terpojok…..” ....Ucap Kepala Pelayan....
“Waktunya berhenti bermain-main, kakek itu baru 5 persen tenagaku belum ada apa-apanya kalau sekarang kau akan melihat wujud asliku……” ....Ucap Kapten Galih sambil menarik pedangnya....
“Apa maksud anda ?.....” ....Ucap Kepala Pelayan....
“Akan aku tunjukkan…..” ....Ucap Kapten Galih....
Kemudian Kapten Galih melepaskan kekuatan penuhnya dan menarik pedangnya…….
“Tidak mungkin, orang yang mempunyai aura seberat ini hanya raja iblis tapi kenapa bisa dia memiliki tekanan seberat ini ?......Dan lagi pedang itu bukan pedang biasa....” ....Ucap Kepala Pelayan dalam hatinya....
“Ohhh…..Jadi anda dapat melihatnya ya ?......Kau tidak berbohong dihadapanku....” ....Ucap Kapten Galih....
“Tubuhku tidak mau digerakkan……Kalau aku diam saja pasti akan mati……..”....Ucap Kepala Pelayan dalam hatinya....
“Kakek, giliranku untuk menyerang…….” ....Ucap Kapten Galih kepada Kepala Pelayan....
“Dia datang mendekatiku……”....Ucap Kepala Pelayan dalam hatinya....
Setelah itu, Kapten Galih memotong pedang Kepala Pelayan dan menghunuskan pedangnya ke leher Kepala Pelayannya…..
“Aku menyerah…….” ....Ucap Kepala Pelayan....
“Pertarungan dihentikan…..Pemenangnya adalah Komandan Galih !!!!!!......” ....Ucap Ksatria Boses yang juga terkejut....
Sementara itu, semua Ksatria Khusus yang lain kaget termasuk Putri Ririn yang melihat pertarungan tersebut……
“Akhirnya selesai juga…..” ....Ucap Kapten Galih sambil mengembalikan katananya ke sarung....
“Selamat Kapten Galih…..” ....Ucap Asisten Dimas sambil berjalan kearahnya dan menepuk tangan....
“Kapten, bagaimana anda melakukannya ?......” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Rahasia…..” ....Ucap Kapten Galih....
“Aku tidak percaya ini…..” ....Ucap Prajurit 1 Charen....
“Kau memang selalu tidak percaya…..” ....Ucap Kapten Galih....
“Tadi adalah pertarungan yang sangat hebat, saya lupa belum memperkenalkan diri saya. Saya adalah Astorius. Kepala Pelayan disini dan mantan komandan ksatria sebelum raja yang sekarang…..” ....Ucap Astorius sambil membungkuk di hadapan Kapten Galih....
“Begitu rupanya……” ....Ucap Kapten Galih....
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?
Bagaimana dengan misi Kapten Galih berikutnya ?
Tunggu.........Chapter 111 ????????????????
__ADS_1