
Sementara itu, Kapten Galih yang sedang memasak makan siang dan secara tiba-tiba Mayor Vipta memanggilnya.....
Mayor Vipta : “Apa kau mendengarkanku, Kapten Galih ?........Ini markas, Over.......” ....Memanggil lewat radio.....
Kapten Galih : “Ini, Wolf.......Tentu saja aku mendengarnya. Aku masih punya telinga......Over.....” ....Membalas radio....
Mayor Vipta : “Apa sedang sibuk ?......”
Kapten Galih : “Tidak, memangnya ada apa ?......”
Mayor Vipta : “Segera kembali ke markas untuk mempersiapkan rencana terhadap kekaisaran......”
Kapten Galih : “Baik, aku akan kembali kurang dari beberapa hari lagi dan mempersiapkan rencana selagi masih disini tapi memangnya apa yang terjadi sebenarnya ?......”
Mayor Vipta : “Masalah persiapan dan strategi yang kita lakukan kalau masalah soal izin ini itu sudah dibereskan tapi tetap kami membutuhkan seorang pengamat ahli mengenai masalah tentang ini......”
Kapten Galih : “Bagaimana dengan Utusan Kekaisaran ?.....”
Mayor Vipta : “Itu sudah diurus oleh anak buahmu......”
Kapten Galih : “Ahhhh.......Begitu rupanya, aku mengerti.........” ....Menutup radio....
Mayor Vipta : “Sampai jumpa lagi di markas.......Kapten Galih....Kapten Galih........”
Operator radio : “Sambungannya dimatikan, pak......” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Dasar orang itu.......” ....Sambil memberikan radionya kepada operator radio....
Sedangkan di tempat lain yang jauh, tempat Kapten Galih sedang berlatih.........
Kapten Galih : “Ya, ampun. Benar-benar mengganggu saja tapi jika kita mulai bergerak maka entah kejadian baik atau buruk yang akan menimpa pada kita semua.......” ....Berjalan ke arah tempat camp....
Kapten Galih : “Pada akhirnya, aku juga yang harus membuat rencana untuk nanti......Hah.......Lelahnya.....”
Penyihir Nana : “Ada apa, Galih ?......” ....Melihat Kapten Galih....
Kapten Galih : “Tidak, bukan apa-apa hanya ada binatang yang mengganggu tadi saat memasak.......” .....Melihat Nana.....
Dewi Rara : “Baunya enak.....” ....Mencium bau makanan....
Kapten Galih : “Ini makanan kalian. Hati-Hati masih panas......” ....Memberikan makanan masing-masing....
Penyihir Nana : “Baiklah, terima kasih......” ....Mengambil makanannya....
Kapten Galih : “Bukan masalah besar dan silakan dimakan......”
__ADS_1
Kembali lagi kepada pasukan Kapten Galih bersama dengan Utusan Kekaisaran yang membawa pesan dari Ksatria Ririn.........
Letnan 1 Andrian : “Selanjutnya, kita pergi ke restoran kita karena sudah jamnya makan dan kita tidak bisa kembali pada jam ini......” ....Melihat Sersan 1 Sultan....
Sersan 1 Sultan : “Apakah kita tidak pergi ke tempat biasa, Letnan ?.......” ....Sambil menyetir mobil....
Letnan 1 Andrian : “Tidak, itu malah lebih berbahaya karena sebelum kita tahu siapa saja mata-mata kekaisaran disini yang sedang menyamar jika kita pergi ke tempat itu. Tidak ada jaminan bahwa informasi yang kita punya sekarang akan bocor dan pasti kekaisaran akan mendengarnya sendiri langsung tapi untuk kali ini adalah membendung semua informasi yang kita punya tanpa menyebabkan kecurigaan sedikitpun bagi mata-mata musuh.......”
Sersan Mayor Wica : “Lalu bagaimana dengan utusan kekaisaran ?.......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Terpaksa kita harus memberikan informasi palsu untuk mencegah terjadinya kebocoran untuk sementara kita tidak bisa mempercayai siapapun kecuali diantara kita dengan pasukan Khusus Ksatria.......”
Sersan 1 Sultan : “Bagaimana jika salah satu dari mereka akan berkhianat ?......”
Ksatria Boses : “Jadi itu rencana kalian ?.......”
Letnan 1 Andrian : “Apa ????......Sejak kapan bisa berbicara dengan bahasa kami ?......” ....Terkejut....
Ksatria Boses : “Hanya sedikit dan itu diajarkan oleh komandan yang belajar dari Kapten Galih saat kita kembali dari gerbang......” ....Melihat semuanya....
Prajurit 1 Charen : “Berarti dari tadi mendengar pembicaraan kami ?......” ....Melihat Ksatria Boses....
Ksatria Boses : “Hanya sedikit lagipula saya mengerti bahwa tentang keadaan kalian sendiri......”
Letnan 1 Andrian : “Apa boleh buat, akan aku jelaskan rencananya jadi dengar baik-baik kalian semua. Saat ini, kita belum bisa menemukan pengintai musuh tapi dugaanku adalah mereka mempunyai koneksi di dalam bangsawan yang ada di Kota Venezia kemudian meneruskan ke ibukota kerajaan entah jabatannya memegang sebagai apa yang pasti kalau melakukan pekerjaan seperti ini biasanya adalah pengurus kerajaan alias pelayan kerajaan.......”
Ksatria Boses : “Anda mencurigai siapa diantara para pelayan bangsawan Venezia ? .......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Waktu itu, saat kita memperkenalkan diri di aula bangsawan Venezia hanya ada 1 orang yang tidak ada di ruangan itu.....”
Sersan 1 Sultan : “Siapa Letnan ?.......”
Letnan 1 Andrian : “Asisten kepala pelayan yang namanya laki-laki disebutkan oleh Kepala Pelayan tapi dia tidak ada di ruangan itu bersama kita makanya aku curiga.......”
Ksatria Boses : “Apakah anda punya buktinya untuk memberatkannya ?.....”
Letnan 1 Andrian : “Ada. Anehnya stempel bangsawan bisa dijual khusus di pasaran biasanya mengirim pesan surat disini menggunakan stempel biasa seperti kantor pos tapi malah dijual bebas di pasar gelap ditambah tidak ada yang tahu siapa yang mengeluarkan dan mendistribusikannya karena tidak ada informasi dari bangsawan lalu dengan adanya pertempuran kita waktu itu mungkin dia sengaja memanfaatkan situasi.......” ....Melihat ke belakang....
Sersan Mayor Wica : “Berarti itu salah satu cara komunikasi mereka dan satu-satunya cara adalah menemukan pengintai itu segera atau menyingkirkan barisan tengah dalam komunikasi mereka......”
Letnan 1 Andrian : “Itu tepat sekali. Hanya itu pilihan yang kita punya.......”
Sersan Mayor Wica : “Tidak ada yang tahu selanjutnya seperti apa.....”
Letnan 1 Andrian : “Sepertinya pekerjaan kita bertambah lagi.......”
__ADS_1
Sersan 1 Sultan : “Kita sampai, Letnan.......”
Letnan 1 Andrian : “Kita turun disini dan makan dulu sambil kita bicarakan lagi kedepannya......”
Ksatria Boses : “Baiklah.......”
Setelah makan di restoran khusus dari balik gerbang, tempat darimana tentara khusus datang........
Letnan 1 Andrian : "Kita bicarakan hal yang tadi disini......"
Sersan 1 Sultan : “Bagaimana Letnan ?.......”
Letnan 1 Andrian : “Bagi kalian para ksatria khusus sudah saatnya untuk memilih posisi pihak dari Pro-kedamaian atau Pro-perang sendiri ?......Keputusannya ada di tangan kalian masing-masing lalu ikuti hati kalian.......”
Ksatria Boses : “Kami ksatria khusus sudah memilih untuk setia di samping putri kekaisaran dari kecil jadi mengenai itu kami memilih untuk ikut bersama putri dan pihak prajurit khusus dari balik gerbang.......”
Letnan 1 Andrian : “Begitu rupanya. Jadi apakah kalian pernah melihat kematian kalian sendiri ?......”
Sersan Mayor Wica : “Letnan !!!......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Diam dan duduk Sersan Wica !!!!!........Kita harus tahu mereka sebenarnya berada di pihak siapa ?. Jika di pihak teman kita, dia pasti tahu jawabannya dan begitu juga sebaliknya kalau ada Kapten disini bahkan dia juga akan melakukan hal ini......”
Tiba-tiba suasana menjadi tegang di tempat mereka duduk.......
Kstaria Boses : “Kami sudah melihat kedepan tentang apa yang akan terjadi jika berperang melawan kalian dan kami sudah siap untuk mempertaruhkan nyawa kami untuk membuat pemerintahan baru sebenarnya tanpa ada yang mengendalikan dari belakang.......”
Letnan 1 Andrian : “Jawaban kalian diterima. Kalian layak berada di pihak kami......” ....Melihat Ksatria Boses sambil tersenyum....
Ksatria Boses : “Apa tadi itu sebuah ujian ?.......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Kira-kira seperti itu. Sudah saatnya kembali mengantar kalian ke tempat barak kalian......” ....Melihat jam dan pergi dari sana....
Prajurit 1 Charen : "Bagaimana dengan tagihannya ?......"
Letnan 1 Andrian : "Sudah, kalian tenang saja aku sudah membayarnya kepada seseorang diatas kita....."
Sersan 1 Sultan : "Memangnya kepada siapa, Letnan ?......"
Letnan 1 Andrian : "Rahasia. Sersan Sultan....."
Bagaimana kelanjutan ceritanya ?
Apa yang akan terjadi selanjutnya kepada Kapten Galih dan Pro-kedamaian lainnya ?
Tunggu........Episode 82 ????????????
__ADS_1