Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 12 Ancaman & Teman


__ADS_3

Kemudian Letnan Galih pergi dari Desa Codex untuk pergi ke Desa Elf yang berada ditengah-tengah hutan tapi sebelum meninggalkan Desa Codex, para penduduk Desa Codex mengucapkan “Hati-hati dijalan” Sambil Letnan Galih melambaikan tangan kepada penduduk Desa Codex. Setelah itu di tengah perjalanan, Letnan Galih menghubungi Mayor Vipta dengan menggunakan radio.....


Letnan 1 Galih : “Cormorant 1......Cormorant 1 to Wolfden....” .....Lewat radio.....


Mayor Vipta : “This is Wolfden.....Cormorant 1 go head....” .....Membalas lewat radio.....


Letnan 1 Galih : “Saya sedang menuju Desa Elf yang berada di tengah hutan lalu kami telah melewati Desa Codex yang keadaannya sama seperti Desa Amara tapi berhasil bertahan dari bandit, ganti...."


Mayor Vipta : “Baiklah.....Lalu untuk sebagian anggotamu akan sampai 20 menit lagi menuju markas, ganti....”


Letnan 1 Galih : “Terima kasih, Mayor.....Ganti dan keluar.....”


Mayor Vipta : “Merepotkan saja....Ganti dan keluar”


Kemudian Letnan Galih menutup radio karena sebentar lagi akan sampai di Desa Elf di tengah hutan lalu dari jauh Kopral 1 Sultan melihat bahwa hutannya sedang kebakaran....


Kopral 1 Sultan : “Pak, sebaiknya anda lihat hutan itu yang sedang terbakar....Apa mungkin kebakaran hutan ?” .....Sambil mengemudi dan melihat hutan.....


Letnan 1 Galih : “Sayangnya aku juga tidak tahu apa yang terjadi lebih baik tancap gas dan lihat apa yang terjadi....


Kopral 1 Sultan : “Baik, pak....”


Setelah itu, Kopral Sultan menancap gas pergi ke dataran tinggi untuk melihat apa yang terjadi setelah itu semuanya turun dari kendaraan untuk melihat apa yang terjadi.....Lalu Letnan Galih keluar dari kendaraan dan meneropong ke depan untuk melihat apa yang terjadi dan kemudian dari jauh muncul makhluk terbang mengeluarkan nafas api.....


Sersan Kepala Irhamna : “Itu Naga...!!!”


Sersan 1 Wica : “Apa yang dilakukan naga disini ?”


Letnan 1 Galih : “Sepertinya, kita harus membatalkan rencana semula....Naga seperti itu karena sifat naga yang ambigu, menyerang orang-orang secara acak” ....Melihat naga dengan teropong....


Sebagian anggota pasukan : “Baik.....”


Tiba-tiba hujan turun kemudian memadamkan api yang membakar hutan tersebut setelah api padam. Letnan Galih beserta pasukannya bergegas menuju Desa Elf....


Letnan Galih : “Hitung semua korban tewas dan cek berapa banyak rumah lalu Kopral Sultan bersamaku !!”


Sebagian anggota pasukan : “Baik, pak....”


Kemudian Letnan Galih dan Kopral Sultan berkeliling melihat apakah ada yang selamat atau tidak sedangkan sisa anggota lain menyisir Desa Elf.....


Kopral 1 Sultan : “Pak.....” .....Melihat Elf yang hangus terbakar dan memegang senjata.....


Letnan 1 Galih : “Aku tahu itu....Jangan dilihat terus....” ....Sambil memegang senjata.....


Kopral 1 Sultan : “Pak, menurutmu kenapa naga itu datang ?”


Letnan 1 Galih : “Aku tidak tahu sama sekali dan lagi tanahnya juga masih terasa panas”

__ADS_1


Kemudian Kopral Sultan pergi mengambil kendaraan kesini bersama dengan Kopral Wahyu sedangkan Letnan Galih menunggu disamping sumur dan Prajurit Charen datang untuk melapor.....


Prajurit 2 Charen : “Pak, saya ingin laporan....”


Letnan 1 Galih : “Lanjutkan, Prajurit....” ....Sambil duduk di pinggir sumur....


Prajurit 2 Charen : “Aku sudah menghitung bahwa ada 15 rumah di desa ini dan untuk jumlah korban tewas ada 15 orang....”


Letnan 1 Galih : “Jumlah korbannya terlalu sedikit, harusnya setiap rumah memiliki 3-4 orang itu berarti sudah puluhan yang jatuh, terlebih lagi ini adalah Desa Elf kemungkian 1 pohonnya ada 3-4 rumah maka sudah ratusan jiwa......” ....Mengambil ember dan melemparkan ke sumur untuk mengambil air.....


Prajurit 2 Charen : “Suara apa itu ?...” ....Mendengarkan dentuman.....


Letnan 1 Galih : “Aku akan mengeceknya.....”.....Mengambil senter di sakunya....


Prajurit 2 Charen : “Itu apa ?, Letnan” .....Melihat kedalam sumur.....


Letnan 1 Galih : “Itu.....Makhluk itu.....Gadis Elf !!!!.....Cepat ambilkan tali !!!!!... ” ......Melihat kedalam sumur dan menatap ke Prajurit Charen........(tahu itu Elf karena hobi otaku Letnan)


Prajurit 2 Charen : “Baik, pak....”


Kemudian Letnan 1 Galih pergi turun ke dalam sumur untuk menyelamatkan gadis itu bersama dengan sebagian anggotanya karena sebagian anggota lagi mengawal Penduduk Desa Amara juga gadis elf itu pingsan....


Kapten Richard : “Apa itu sungguh-sungguh Elf ???...”


Sersan 1 Wica : “Sepertinya begitu....” .....Mengecek kondisinya di Unit 1....


Letnan 1 Galih : “Hentikan kalian berdua, kalian tidak usah panik karena ini ras Elf. Tugas kita disini adalah menyelamatkan dia, sisanya adalah tanggung jawabku dan aku berjanji yang akan mengurusnya....”


Sersan 1 Wica & Kapten Richard : “Siap, pak....”


Letnan 1 Galih : “Jadi, Bagaimana keadaannya ?....”


Sersan 1 Wica : “Gadis ini keadaannya sudah stabil tapi saya tidak tahu tentang mentalnya mungkin mengalami syok.....”


Letnan 1 Galih : “Begitu, ya....Yosh....Ayo kembali ke Desa Codex untuk bertanya kepada kepala Desa Codex....”


Kapten Richard : “That was good idea, sir...”


Letnan 1 Galih : “Benar.....Kopral 1 Sultan, persiapan keberangkatan. Kita akan kembali ke Desa Codex...”


Kopral 1 Sultan : “Baik.....Letnan....”


Letnan 1 Galih : “Cihhhh......Tadi bandit sekarang naga selanjutnya apa ? Tapi tidak masalah karena sudah ada gadis elf.....” ....Berbicara kepada diri sendiri.....Sambil naik ke kendaraan....


Kopral 1 Sultan : “Semua sudah beres, pak....”


Letnan 1 Galih : “Jalan.....”

__ADS_1


Setelah itu, Letnan Galih pergi dengan terburu-buru bersama sebagian pasukannya kembali ke Desa Codex untuk bertemu dengan Kepala Desa Codex. Akhirnya merekapun sampai....


Letnan 1 Galih : “Kepala Desa, apa anda mengenalnya ?....” ....Menatap Kepala Desa.....


Kepala Desa Codex : “Maafkan saya, tuan Galih. Saya tidak mengenalnya dan apa yang terjadi pada Desa Elf ?” .....Melihat gadis elf.....


Letnan 1 Galih : “Desa Elf diserang naga yang mengeluarkan api.....”


Kepala Desa Codex : “Apa ?!!!!” ....Terkejut....


Letnan 1 Galih : “Ada apa memangnya ?”


Kepala Desa Codex : “Kita harus mengevakuasi desa segera kalau tidak naga api akan segera datang kesini. Mengungsi ke rumah saudara masing-masing atau saya lebih baik ke Bukit Avatra....” ....Menatap Letnan Galih.....


Letnan 1 Galih : “Baiklah, saya mengerti. Akan saya bantu evakuasi dan pengawalan ke Bukit Avatra saja.....”


Kepala Desa Codex : “Baik, kami akan pergi ke Bukit Avatra. Mohon bantuannya....”


Letnan 1 Galih : “Kami akan membantu anda.....”


Kepala Desa Codex : "Saya mengucapkan terima kasih banyak"


Letnan 1 Galih : "Sudah menjadi tanggung jawabku, Kepala Desa...."


Setelah itu Letnan Galih bersama pasukannya membantu mengevakuasi ke Bukit Avatra lalu ada kejadian gerobak salah satu warga terbalik kemudian kudanya menjadi lepas kendali tanpa disadari didepan kuda itu ada seorang gadis manusia sepertinya penyihir....


Letnan 1 Galih : “Bagaimana kondisinya ?!!!” ....Melihat gadis kecil yang kesakitan.....


Sersan 1 Wica : “Kondisi syok dan kemungkinan terkena ke bagian tengkorak belakang menyebabkan gegar otak!!! Dan kamu menyingkirlah dari sini.....” .....Sambil menolong gadis kecil dengan pertolongan pertama....


Gadis penyihir manusia : “Saya bisa meringankan lukanya...”


Sersan 1 Wica : “Baiklah, tolong bantu aku....”


Tiba-tiba kuda yang stres berada didepan mereka dan akan menerjang mereka dengan Letnan Galih reflek sigap menangkap kudanya lalu menjatuhkan ke tanah dan mengambil pisau yang ada di kopel kanan & langsung membunuhnya.......


Letnan 1 Galih : “Kalian tidak apa-apa....hosh...” .....Terengah-engah bersimba darah dan melihat ke arah Sersan Wica & gadis penyihir itu.....


Sersan 1 Wica : “Kami tidak apa-apa, terima kasih Letnan...”


Letnan 1 Galih : “Tidak masalah.....” ....Sambil berdiri....


Apakah ancamannya sudah berakhir atau masih berlanjut ?


Bagaimana Letnan Galih yang akan bertanggung jawab ke semua penduduk desa semua tentang tugas-tugasnya ?


Tunggu.........Episode 13 Ancaman kelas S dan Rumah baru

__ADS_1


__ADS_2