
Kembali kepada Jenderal Isekawa dan Mayor Vipta yang sedang berbicara di ruangan Jenderal.....
Mayor Vipta : “Ibukota Mizucia memiliki 3 tembok pertahanan. Pertama, tembok luar dihuni oleh orang-orang miskin dan rakyat biasa dan disana ada fasilitas penjara bawah tanah untuk semua orang lalu yang kedua, tembok tengah yang dihuni oleh para bangsawan, anggota senat, dan beberapa orang penting lainnya kemudian tembok yang terakhir adalah milik kerajaan, disana tempat raja tinggal dan beberapa petinggi lainnya. Seperti itu Jenderal.....” .....Sambil menunjukkan peta ibukota Mizucia.....
Jenderal Isekawa : “Bagaimana keamanan dan kekuatan mereka ?......” .....Sambil duduk melihat peta.....
Mayor Vipta : “Keamanan mereka di tembok pertama hanya berisikan prajurit jaga sedangkan tembok kedua dan ketiga dijaga dengan ketat bahkan setiap jalanan di dalam tembok kedua dan ketiga diawasi. Lalu untuk kekuatan mereka sekitar 150.000 pasukan belum termasuk prajurit bayaran dan lainnya kira-kira sampai 450.000 pasukan.....”
Jenderal Isekawa : “Berapa seluruh jumlah penduduk di tembok pertama dan kedua ?”
Mayor Vipta : “Seluruh jumlahnya 300.000 penduduk....”
Jenderal Isekawa : “Ahhh....Akan merepotkan kalau kita menyerang, kita akan menyerang kemudian lari sambil mereka ada dibelakang kita....”
Mayor Vipta : “Kalau dihitung jumlah kekuatan kita sekitar 600.000 pasukan yang terdiri dari 2 Angkatan, lebih dari 30 Divisi, dan lebih 65 Batalion......”
Jenderal Isekawa : “Belum terhitung dengan Pasukan Cadangan yang dibawa Kolonel Fauzan seminggu lagi sekitar 300.000 pasukan.....”
Mayor Vipta : “Anda belum menambahkan beberapa Letkol yang mempunyai pasukan lagi sekitar 100.000 pasukan......”
Jenderal Isekawa : “Jadi total keseluruhan kita adalah 1.000.000 lebih pasukan, dari segi senjata kita memang menang tapi dari segi jumlah kita tidak tahu hanya demi mencari 5.000 orang yang hilang saat itu, panglima sampai mengeluarkan dana yang besar bahkan memobilisasi hampir seperempat banyak kendaraan tempur darat dan udara.....”
Mayor Vipta : “Apa yang anda pikirkan, Jenderal ?.....”
Jenderal Isekawa : “Saat kita pertama kali disini, kita langsung disambut dengan 50.000 tentara musuh dengan berbagai macam makhluk yang belum pernah kita lihat dan jumlah kita hanya 10.000 pasukan.....”
Mayor Vipta : “Berarti ada kemungkinan jumlah mereka lebih dari itu.....”
Jenderal Isekawa : “Mungkin tapi untuk meyakinkan kita suruh Unit Intel cari tahu berapa jumlah kekuatan aslinya dan suruh Unit Pengintai ke-1 untuk masuk kedalam kalau bisa menuju tempat pro kedamaian.....”
Mayor Vipta : “Bagaimana dengan naga yang kita lawan, Jenderal ?.....”
Jenderal Isekawa : “Untuk sementara kita tunda dulu lalu fokuskan mengirim perwakilan perdamaian ditambah lagi kita harus mengamankan jalur perdagangan lalu sisanya berjaga disini tapi bagaimana seandaikan ada orang yang meminta bantuan kita melawan naga itu.....”
Mayor Vipta : “Cuman ada 1 orang hebat yang mau menerimanya.....”
Jenderal Isekawa : “Siapa orang itu ?.....”
Mayor Vipta : “Kapten Galih tentunya, Jenderal......”
Jenderal Isekawa : "Haahh.....Ujung-ujungnya kita akan mengadakan rapat besar-besaran kalau kita harus membagi pasukan kita menjadi setengah....."
__ADS_1
Mayor Vipta : "Benar, Jenderal....."
Sementara itu kembali ke barak Kapten Galih dengan Ksatria Ririn yang sedang mengobrol......
Kapten Galih : “Ahhh......Sebaiknya aku memanggilkan seseorang untuk mengantarkanmu....” .....Sambil bangun dari tempat tidurnya.....
Ksatria Ririn : “Tapi bagaimana dengan anda sendiri ?.....” ....Melihat Kapten Galih berjalan keluar barak....
Kapten Galih : “Tenang saja aku akan baik-baik saja, tunggu disini......” .....Sambil membuka pintu baraknya.....
Ksatria Ririn : “Tapi.......”
Kapten Galih : “Tunggu saja disitu !!!!.....Aku akan kembali......” ....Sambil berlari....
Ksatria Ririn : “Ahahaha......Kapten Galih, kamu adalah orang yang lucu juga.....” .....Melihat Kapten Galih yang pergi berlari mencari orang untuk mengantarkan Ksatria Ririn.....
Sedangkan berada di tempat minum Letnan 1 Andrian dan pasukan Kapten Galih.....
Sersan 1 Sultan : “Tapi siapa kira-kira yang mau menerima Kapten Galih sebagai pendamping hidup......” ....Duduk dan melihat semua orang yang ada di meja itu....
Sersan Mayor Wica : “Entahlah.....Aku juga tidak tahu.....” ....Duduk dan melihat Sersan 1 Sultan.....
Letnan 1 Andrian : “Kurasa aku......” ....Duduk dan melihat semua orang yang ada di meja itu....
Prajurit 1 Charen : “Itu mungkin saja terjadi karena Kapten Galih adalah orang yang suka menyimpan rahasia.....” ....Duduk dan melihat semua orang yang ada di meja itu....
Ksatria Boses : “Memangnya siapa wanita tersebut ?.....” ....Duduk dan melihat semua orang yang ada di meja itu....
Penyihir Nana : “Sampai sekarang kami masih tidak tahu berapa banyak lagi rahasia yang disimpan olehnya.....”....Duduk dan melihat semua orang yang ada di meja itu....
Letnan 1 Andrian : “Itu aaa......”
Sersan 1 Sultan : “Kira-kira siapa, ya ?......” ....Sambil berpikir.....
Sersan Mayor Wica : “Ada apa, Letnan ?.....” ....Melihat wajah Letnan Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Apa kalian bisa diam semua ????!!!!!......” ....Sambil berdiri dan kesal....
Prajurit 1 Charen : “Memangnya ada apa Letnan....” ....Melihat Letnan Andrian marah....
Letnan 1 Andrian : “Maaf.....Maaf.....Kalian lanjutkan saja......” ....Melihat seluruh tempat minum itu dan kembali duduk....
__ADS_1
Dewi Rara : “Ada apa ?......”
Letnan 1 Andrian : “Aku hanya ingin bilang bahwa Kapten Galih masih merindukan mendiang calon istrinya, yaitu Rianai.....”
Prajurit 1 Charen : “Siapa itu Rianai ??......”
Sersan Mayor Wica : “Jangan-jangan dia orangnya.....”
Sersan 1 Sultan : “Memang siapa, Sersan Mayor ?????.....”
Letnan 1 Andrian : “Saat perang besar waktu itu terjadi, garis depan menjadi medan paling berbahaya tapi ada 1 orang dari medis pusat yang berani maju ke garis depan, yaitu Rianai von Astra......”
Sersan 1 Sultan dan Prajurit 1 Charen : “Apa ?????!!!!!......”
Penyihir Nana : “Siapa dia ?....”
Letnan 1 Andrian : “Rianai von Astra adalah anak dari 2 orang kalangan elit, orang tuanya adalah seorang tentara dan seorang dokter. Setelah orang tua dia meninggal, ia bertekad menjadi tenaga medis pusat dan sebelum dia meninggal jabatan terakhirnya adalah ketua dokter medis pusat yang membantu kita di garis belakang. Tanpa dia juga kita akan mengalami kekalahan dalam perang itu lalu kekayaan dia mencapai jutaan triliyunan rupiah juga yang terpenting Kapten Galih diberikan hak untuk mempunyai seluruh atas kekayaannya......” ....Kemudian minum minumannya....
Prajurit 1 Charen : “Berita dari siapa itu, Letnan ?.....”
Letnan 1 Andrian : “Urusan itu, aku bertanya kepada Mayor Vipta sebelum kita pergi menuju ke sini.....”
Ksatria Boses : “Kenapa dia bisa ditempatkan di garis depan ?.....”
Letnan 1 Andrian : “Aku tidak tahu detailnya seperti apa......”
Sersan Mayor Wica : “Kurasa aku tahu, dia rela pergi demi Kapten Galih. Dia selalu di garis depan karena mengkhawatirkan hanya 1 orang dan terlihat jelas di kedua wajah mereka saling mencintai dan saling khawatir tapi di suatu ketika Kapten Galih membuat surat untuk dia pergi ke garis belakang dan ditanda tangani oleh Kapten Galih, Jenderal Isekawa, dan kedua orang tuanya, hal itu membuat dia akhirnya pergi ke garis belakang lalu untuk akhirnya......Kalian tahu sendiri akhirnya.....” ....Kemudian minum minumannya....
Letnan 1 Andrian : “Pengeboman di garis belakang, ya ?......Saat itu kita kehilangan 10.000 tentara dan 7.500 tenaga medis.......Hampir setengah dari mereka hanya tinggal bagian potongan tubuh saja lalu setengah pasukan di garis depan ditarik mundur untuk membantu sampai garis depan hampir tidak sanggup lagi menahan serangan musuh.....”
Sersan Mayor Wica : “Kemudian sampai dimana Kapten Galih harus mengamuk di garis depan lalu orang yang memimpin setengah pasukan mundur dan menginjakkan kaki di garis belakang untuk pertama kali adalah Kapten Galih....”
Ksatria Boses : “Perang tidak mengenal siapa yang harus menjadi korbannya......” ....Kemudian minum minumannya....
Letnan 1 Andrian : “Itu setengahnya benar dan setengah lagi salah, kita berperang demi orang-orang yang kita cintai....Perintah Kapten Galih adalah mempertahankan garis depan tapi dia membangkang perintah dan jabatannya diturunkan yang tadinya Kolonel menjadi Sersan lalu sekarang ini menjadi seorang Kapten.....”
Apakah yang akan terjadi selanjutnya ?
Apa rencana selanjutnya ?
Apakah yang harus dilakukan Kapten Galih sekarang ini ?
__ADS_1
Tunggu..........Episode 47 ????????.......