
Letnan Galih bersama pasukannya kembali ke markas di Bukit Avatra juga memiliki tamu spesial (VVIP) dari dunia ini. Sementara itu Mayor Vipta dan Kolonel Denis yang sudah sampai di markas bersama Unit Penyerang ke-4......
Mayor Vipta : “Aku pergi dulu melapor ke Jenderal....” .....Turun dari helikopter.....
Kolonel Denis : “Baiklah......”
Kemudian Mayor Vipta bergegas ke ruangan jenderal untuk memberikan laporan sedangkan 2 pilot jet tempur F-16 type terbaru masih mencari keberadaan naga dan menguji kekuatan, keterampilan, kepintaran tempur......
Pilot 1 : “Bagaimana ini ????.....Kita sudah mencari selama 1 minggu lebih tapi masih belum ada hasil.....” ....Sambil mengendalikan jet tempur F-16 dan sambil berbicara lewat radio....
Pilot 2 : “Dalam mencari binatang buas harus bersabar apalagi binatang buas kelas-S......” ....Sambil mengendalikan jet tempur F-16 dan membalas radio.....
Pilot 1 : “Kudengar sisiknya sangat tebal bahkan tidak dapat ditembus senapan mesin berat....”
Pilot 2 : “Benar. Menurutmu, bagaimana cara mengalahkannya ?....”
Pilot 1 : “Aahhh.....Aku akan minta tolong pamanku untuk membawa dan memasang SAM tapi harus minta persetujuan dulu.....”
Pilot 2 : “Haaahhh......Sangat merepotkan sekali saat sampai disini sudah ditugaskan untuk mencari binatang buas tingkat S.....”
Pilot 1 : “Baru saja dibicarakan, makhluk buas sudah terlihat.....” .....Melihat naga.....
Pilot 2 : “Baiklah, ini giliranmu. Mari kita lihat seberapa hebat naga ini.....” ......Melihat naga.....
Pilot 1 : “Akan aku tambah kecepatan untuk membuat naga itu marah......Kemarilah naga !!!!.......” ....Menambah kecepatan penuh jet tempurnya dan membuat naga marah.....
Pilot 2 : “Hmmmm.....Jadi rupanya begitu.....Naga itu bisa mendekat ke jarak kita dan kita tidak dapat melakukan dogfight lalu naga itu bisa terbang vertikal seperti helikopter lalu kepintarannya akan menjadi pengalaman juga dia sangat pintar.....” .....Menganalisa naga.....
Pilot 1 : “Apa kau sudah selesai menganalisanya ?......”
Pilot 2 : “Sudah.....Sisanya terserah padamu.....”
Pilot 1 : “Yosh.....Kekuatan penuh, mari kita duel.....” .....Duel dengan naga.....
Pilot 2 : “RTB heading now.....”
Setelah itu pilot 1 F-16 melakukan duel dengan naga dan kembali menuju pangkalan. Sesampainya di pangkalan melakukan pemadaman darurat....
Kepala teknisi : “Jadi, apa yang terjadi ?.....” .....Melihat jet tempur F-16 yang gosong.....
Pilot 1 : “Itu semua salah naga itu.....”
Kepala teknisi : “Dasar bodoh !!!!.......Suku cadang kita belum datang semua.....Jadi kita harus mulai berhemat !!!!....” .....Sambil marah.....
Pilot 1 : “Itu naga laki-laki bodoh itu.....”
Kepala teknisi : “Mana ada yang tahu naga itu laki-laki atau perempuan !!!!......Kalian ini !!!!.....”
Pilot 1 & Pilot 2 : “Kami minta maaf !!!!.....”
Sementara itu, Letnan Galih yang berbicara dengan Kopral Sultan di Unit 1 dan yang lainnya hanya mendengarkan saja....
Kopral 1 Sultan : “Sudah berapa lama anda tidak pulang ke rumah ?.....” ......Sambil mengemudi......
Letnan 1 Galih : “Sudah lama sekali, kira-kira sudah bertahun-tahun. Aku hanya tinggal di barak militer.....” .....Melihat ke jendela.....
__ADS_1
Kopral 1 Sultan : “Apa rumah anda sekarang tidak diurus ?.....”
Letnan 1 Galih : “Itu rahasia dan lagi bukankah kau harus mencari pasangan hidup ?”
Kopral 1 Sultan : “Benar tapi hanya saja belum ada yang sesuai.....”
Letnan 1 Galih : “Berjuanglah.....”
Kopral 1 Sultan : “Lalu bagaimana dengan anda sendiri ?.....”
Letnan 1 Galih : “..............” .....Bengong dan mengingat kenangan bahagia.....
Kopral 1 Sultan : “Letnan......Letnan.....Letnan.....Apa anda tidak apa-apa ?......”
Letnan 1 Galih : “Aku baik-baik saja.......”
Sersan 1 Wica : “Kemari, biar saya lihat luka anda....”
Letnan 1 Galih : “Baik......” .....Memberikan lengan kirinya.....
Sersan 1 Wica : “Kenapa anda nekat sekali ?.....”
Letnan 1 Galih : “Itu karena......haaahhhh........Lebih baik kuceritakan Rianai yang sebenarnya.....”
Ksatria Ririn : “Berapa banyak rahasia yang anda punya ?......” ......Terkejut.....
Letnan 1 Galih : “Entahlah......Sebenarnya dia dan aku adalah teman saat satu sekolah dulu tapi kami berpisah, dia berprofesi di bidang medis sedangkan aku di bidang militer. Kami sudah tidak bertemu 5 tahun kemudian lama-kelamaan kami berdua jatuh cinta hingga datangnya perang besar tersebut dan merenggut nyawa dia ketika aku tidak berada disampingnya. Banyak kenangan indah yang kami lalui susah-senang lalu perasaan yang campur aduk tapi sekarang tinggal kenangan.....”
Ksatria Ririn : “Apa anda selalu merindukannya ?......”
Sersan 1 Wica : “Baik, lukanya sudah tertutup dan sebaiknya anda tidak berbuat yang macam-macam lagi. Anda mengerti kan ?.....”
Letnan 1 Galih : “Tentu dan terima kasih.....”
Kopral 1 Sultan : “Pak, kita hampir sampai di markas.....”
Ksatria Boses : “Cepatnya......Setidaknya kalau memaki kuda butuh setengah hari.....”
Kemudian tank dan helikopter penyerang sedang berlatih menembak target bersama pasukan lainnya......
Ksatria Ririn : “Apa itu ?.....”
Ksatria Boses : “Apa-apaan mereka ?.....”
Ksatria Ririn : “Gajah besi.......Kuda terbang besi.....Dan apa itu ?.....Apa seluruh pasukan adalah penyihir semua ?......” .....Melihat kendaraan tempur....
Penyihir Nana : “Itu yang disebut senapan. Sebuah benda perak yang dikeluarkan dari mulutnya dengan api yang membantu mendorongnya, kekaisaran telah salah memilih musuh dan bersiap untuk berperang dengan pasukan ini atau sebaliknya.”
Ksatria Ririn : “Tidak mungkin, pantas saja pasukan kekaisaran kalah akibat dari pasukan ini. Aku tidak bisa membayangkan ini terjadi bila kami diserang secara langsung. “
Letnan 1 Galih : “Semuanya, tidak ada yang tidak mungkin.....Itulah sebuah takdir....”
Kopral 1 Sultan : “Kita turun disini.....”
Setelah itu semua pasukan Letnan Galih turun bersama tamu VVIP dari kendaraan dan Mayor Vipta datang menemui Letnan Galih....
__ADS_1
Letnan 1 Galih : “Semua anggota pasukan berkumpul !!!!.....”
Seluruh anggota pasukan : “Sir, yes sir......”
Mayor Vipta : “Bagaimana kabar kalian ?.....”
Letnan 1 Galih : “Selama aku masih ada, mereka tidak tergores sekalipun....”
Mayor Vipta : “Baik lalu ini untuk kalian semua.....” .....Memberikan surat kepada anggota pasukan Letnan Galih.....
Letnan 1 Galih : “Surat apa itu ?.....”
Mayor Vipta : “Dengarkan aku, boys and girls. Surat jalan dan surat cuti itu untuk selama Letnan Galih melapor kecuali Letnan Galih yang memerintahkan untuk ikut bersama dia, kalian tidak mendapatkannya.....” ......Melihat seluruh anggota pasukan Letnan Galih.....
Letnan 1 Galih : “Kebetulan sekali........Letnan Andrian, Prajurit Charen tetap di tempat. Kalian berdua ikut bersamaku dan sisanya silakan ambil cuti kalian dan Kopral Sultan yang mengantarkanku ke seberang sana !!!.....” .....Melihat pasukannya.....
Seluruh anggota pasukan : “Sir, yes sir !!!!.....”
Letnan 1 Galih : “Rapihkan perlengkapan kalian berdua dan siapkan baju dinas kalian untuk besok, kita berangkat pagi-pagi....” .....Melihat mereka berdua.....
Letnan 2 Andrian dan Prajurit 2 Charen : “Sir, yes sir.....” .....Meninggalkan Letnan Galih....
Mayor Vipta : “Saat sampai diseberang sana akan ada orang yang mengawal kalian dan ini....” .....Melihat Letnan Galih dan memberikan surat.....
Letnan 1 Galih : “Lalu apa ini ?....”
Mayor Vipta : “Ini adalah surat jalan, surat izin gerbang, surat perintah untukmu, dan beserta uang. Ini semua dari Jenderal dan apa kau masih ingat yang kukatakan di Venezia ?....”
Letnan 1 Galih : “Tentu, aku ingat.....”
Mayor Vipta : “Baguslah kalau begitu.....Aku pergi dulu melapor....” .....Pergi ke ruangan Jenderal....
Letnan 1 Galih : “Titipkan salamku kepada Jenderal !!!......”
Mayor Vipta : “Tentu saja !!!!....”
Letnan 1 Galih : “Lalu untuk kalian semua silakan beristirahat dan Lulala tunjukkan kamar mereka juga bila ada yang ingin ditanyakan tanya saja pada Nana sambil berkeliling disini...”
Elf Lulala : “Saya mengerti....”
Penyihir Nana : “Serahkan semua padaku.....”
Letnan 1 Galih : “Baiklah kalau begitu, sampai jumpa besok disini.....”
Kemudian Ksatria Ririn memegang lengan kanan Letnan Galih.....
Letnan 1 Galih : “Ada apa ?......”
Ksatria Ririn : “Apa kita akan bertemu lagi ?.....”
Letnan 1 Galih : “Tentu saja karena aku adalah sayap pelindungmu......Jadi tenang saja....” .....Mengelus kepala Ksatria Ririn.....
Akankah Letnan Galih menemui ancaman di dunianya ?
Bagaimana mereka melihat dunia diseberang sana ?
__ADS_1
Tunggu.......Episode 24 Sebuah Rumah......