
Kemudian kembali kepada pasukan Kapten Galih yang sudah sampai di kota Venezia mengantarkan Ksatria Ririn dan Ksatria Boses.....
Letnan 1 Andrian : “Baik, kita sudah sampai di sini......” ....Turun dari mobil....
Ksatria Ririn : “Terima kasih sudah mengantarkan kami kembali kesini.....” ....Sambil turun dari mobil dan melihat mereka semua....
Sersan Mayor Wica : “Itu tidak masalah tapi maaf, kami tidak bisa disini berlama-lama karena masih situasi seperti sekarang....” ....Melihat Ksatria Ririn dan Ksatria Boses....
Ksatria Ririn : “Kami mengerti itu tapi suatu saat nanti dan aku ingin menitipkan salam pada Kapten Galih lalu rasa terima kasihku sebesar-besarnya......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Baiklah, kalau begitu kami pergi dulu......” ....Sambil naik ke mobil....
Sersan Mayor Wica : “Sampai jumpa lagi......” ....Sambil naik ke mobil....
Ksatria Ririn dan Ksatria Boses : “Sampai jumpa lagi....” ....Melihat pasukan Kapten Galih pergi....
Setelah pasukan Kapten Galih telah pergi, Ksatria Ririn dan ksatria lainnya mengadakan pertemuan dan membuat rencana......
Ksatria Boses : “Selanjutnya bagaimana komandan ?....Tidak....Maksud saya, Tuan Putri.......” ....Melihat Ksatria Ririn....
Ksatria Ririn : “Kumpulkan semua Ksatria kita dan kita akan membuat rencana perdamaian lalu kita akan kembali ke ibukota kekaisaran......” ....Melihat Ksatria Boses....
Ksatria Boses : “Baik, apapun perintahnya akan saya laksanakan.......”
Ksatria Ririn : “Baiklah, aku juga sepertinya harus bersiap untuk semuanya dan mengalami perubahan yang cukup besar......”
Sedangkan di kendaraan pasukan Kapten Galih, radio kendaraan pasukan terhubung dengan radio di ruangan Kapten Galih karena dilakukan oleh Letnan 1 Andrian dengan sengaja sejak pintu gerbang Selatan Venezia......
Sersan Mayor Wica : “Apa anda mendengar pesan itu, Kapten ?.....” ....Mengambil radio yang berada di mobil....
Kapten Galih : “Tentu saja tapi seharusnya tidak perlu terima kasih lagi karena sudah termasuk kewajiban kita lalu kupikir kalian menghubungiku karena ada masalah.....” ....Membalas radio....
Letnan 1 Andrian : “Itu menurut anda kan ?. Padahal di dalam hati anda sedang berbunga-bunga, bukan begitu, Kapten ?.....”
Kapten Galih : “Yaahhh.....Akan lebih baik aku anggap benar saja daripada menyembunyikan tentang perasaanku......” ....Sambil mengerjakan dokumen laporan yang menumpuk....
__ADS_1
Sersan 1 Sultan : “Apakah ada tugas baru lagi, Kapten ?......” ....Sambil menyetir mobil....
Kapten Galih : “Tentu saja, ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan bersama kalian setelah kalian pulang. Aku akan menunggu kalian di kantorku......”
Prajurit 1 Charen : “Tunggu sebentar, Kapten. Apa memangnya anda sudah pulih total ?.....Bukannya akan merepotkan kami juga....”....Dengan dinginnya....
Kapten Galih : “Ya, ampun. Mulutmu dingin seperti biasanya saja ya ?, tidak pernah berubah dari dulu. Tentu saja, aku sudah lebih baik. Saat ini aku sedang di kantor mengerjakan beberapa laporan yang belum dikerjakan maka dari itu, setelah kalian sampai di markas nanti segera ke kantorku.....”
Letnan 1 Andrian : “Sepertinya ada hal khusus yang ingin anda bicarakan ?.....”
Kapten Galih : “Tepat sekali, ini mengenai tentang misi berikutnya yang akan kita jalankan setelah cuti lalu ada beberapa hal lainnya yang ingin aku sampaikan pada kalian lalu aku tidak ingin membicarakan ini di radio.....”
Letnan 1 Andrian : “Baik, pak. Kami mengerti dan secepatnya kembali ke markas.....”
Kapten Galih : “Baiklah, sampai jumpa lagi nanti di kantorku. GSR55 over and out.......”....Menutup radio....
Sersan 1 Sultan : “Kira-Kira Kapten ingin menyampaikan sesuatu tentang apa, ya ?......”
Letnan 1 Andrian : “Aku tidak tahu hal itu sampai kita benar-benar kembali di tempat lalu mendengarkan Kapten langsung mengenai hal itu.....”
Sersan Mayor Wica : “Entah apapun itu membuat perasaanku tidak enak.....”
Letnan 1 Andrian : “Itu tepat sekali, kita harus cepat-cepat sampai di markas. Sersan Sultan tancap gas kita...." ....Melihat Sersan 1 Sultan....
Sersan 1 Sultan : “Baik, Letnan......”
Sedangkan di ruangan kantor Jenderal Isekawa, Mayor Vipta sedang membicarakan rencana dengan Jenderal Isekawa......
Jenderal Isekawa : “Ohhh.....Iya....Aku hampir lupa katakan pada Kolonel Fauzan untuk membawa senjata baru beserta amunisinya lalu logistik kita.....” ....Duduk dan sambil meminum tehnya....
Mayor Vipta : “Memangnya apakah sudah disetujui oleh panglima, Jenderal ?....”
Jenderal Isekawa : “Sudah dan sangat disetujui bahkan sanggup untuk membuat markas cabang dan untuk itu, aku sudah ingin mempunyai rencana itu......”
Mayor Vipta : “Membuka markas cabang, ya ?.......Tapi menurut saya, kita harus melihat situasi dan kondisi sekarang yang belum memungkinkan terlebih harus ada persetujuan pihak kekaisaran bahkan sampai saat ini masih belum ada titik terang.....”
__ADS_1
Jenderal Isekawa : “Benar tapi kita serahkan pada Kapten Galih beserta pasukannya lalu bagaimana dengan rencana kita ?...”
Mayor Vipta : “Untuk itu nama operasinya “Pegasus”, “Trisula”, dan “Red Dragon” lalu untuk keadaan darurat “Blue Protocol” untuk sekarang seperti itu, Jenderal......” ....Memperlihatkan nama operasi....
Jenderal Isekawa : “Baik, aku juga sangat setuju. Apakah sudah ada kabar pergerakan dari pasukan Putra Mahkota Ele ?.....”
Mayor Vipta : “Berdasarkan intel, sudah ada pergerakan tapi dengan skala kecil dan bergerak di malam hari tapi saya juga ikut bergerak untuk berjaga-jaga. Saya akan mengirimkan pasukan Pengintai ke-3 dan ke-6 lalu Unit Intel ke-4 yang akan bergabung dengan pasukan pengintai ke-1 dan Unit Intel ke-2.....” ....Sambil memberikan data dari intel....
Jenderal Isekawa : “Dibutuhkan pasukan sebanyak ini, berarti pasukan kecil itu sanggup menggulingkan kekaisaran lalu apakah tempat mereka sudah diketahui ?......” ....Mengambil dan melihat data....
Mayor Vipta : “Sudah, Jenderal. Markas mereka tidak jauh dari ibukota kekaisaran tepatnya 45 KM di sebelah Barat, sebuah desa dan 20 % adalah pro perang lalu sisanya adalah penduduk sipil. 20 % ini adalah pasukan yang kabur dari medan perang, bandit, pasukan bayaran, dan pasukan pembunuh. Semuanya dibawah perintah Putra Mahkota Ele.....”
Jenderal Isekawa : “Ini cukup merepotkan nantinya, segera buat rencana mengatasi masalah ini secepatnya lalu cari tahu mereka mempunyai markas lain selain itu. Aku beri izin penuh untuk bunuh di tempat dan segera bersihkan tempat itu agar tidak tercium oleh kekaisaran akan merepotkan nantinya.....Bagaimana dengan perkembangan laporan dari Unit Intel ke-1 mengenai jumlah pasukan kekaisaran seluruhnya ?.....” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Baik, Jenderal. Untuk itu total seluruh jumlah pasukan ada sekitar 1.350.000 pasukan secara keseluruhan, Jenderal......” ....Melihat Jenderal Isekawa....
Jenderal Isekawa : “Sesuai dugaanku, mereka unggul dalam hal jumlah tapi kalah dalam hal kekuatan sedangkan kita sebaliknya. Kita tidak boleh memandang rendah musuh....”
Mayor Vipta : “Benar, Jenderal. Apakah anda ingin melakukan sesuatu terhadap mereka ?.....”
Jenderal Isekawa : “Tidak, untuk sekarang kita fokus menghancurkan basis mereka dulu lalu yang lainnya akan jadi masalah baru kalau kita menyerang di saat-saat seperti ini tapi bisa saja aku lakukan terhadap senatnya.....”
Mayor Vipta : “Anda ingin mengebom gedung senat tanpa membunuh para senat pro-perang dan pro-perdamaian alih-alih daripada menghancurkan semua pasukan mereka akan menimbulkan masalah baru ?....”
Jenderal Isekawa : “Jalan yang terbaik hanya ini satu-satunya. Kita pelan-pelan secara halus menghancurkan moral mereka lalu itu semua akan berdampak pada hasil nanti sekalipun ada kudeta, kita juga tidak akan tinggal diam saja. Perintah Unit Intel ke-1 untuk mengawasi beberapa tempat penting dan mencatat semua waktunya lalu menandai masing-masing tempat itu karena kita akan mengebomnya dengan tidak menimbulkan korban jiwa sama sekali dan untuk pasukan yang ada disini “Siaga 2” sedangkan seluruh pasukan yang dikirim untuk menghancurkan musuh-musuh yang tadi “Merah 4” dan “Hitam” dan sisanya kita melihat nanti apa yang akan terjadi selanjutnya oleh Kapten Galih. Bilang pada mereka semua harus istirahat yang cukup dan tetap tidak terdeteksi.....”
Mayor Vipta : “Baik, Jenderal kalau begitu saya permisi dulu ke ruang komunikasi dan ruang intel untuk melaporkan hal yang tadi disebutkan dan catatan Kapten Galih.....” ....Sambil beranjak pergi dari ruangan itu....
Jenderal Isekawa : “Silakan kalau begitu.....”
Mayor Vipta : “Sir, yes sir.....” ....Pergi dari ruangan Jenderal....
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?
Hal apa yang ingin disampaikan kepada seluruh pasukannya ?
__ADS_1
Target apa yang harus di hancurkan untuk mengurangi moral musuh ?
Tunggu..........Episode 52 ???????........