
Saat matahari terbit, jemputan Letnan 1 Andrian tiba di lokasi yang sudah ditentukan sebelumnya bersama dengan Ksatria Khusus Boses dan Avi…….
“Itu dia, jemputan kita……..”....Ucap Letnan 1 Andrian dan melihat helikopter penjemput....
“Aku tidak menyangka akan pergi dengan itu lagi….” ....Ucap Ksatria Boses....
“Hahahaha……Biasakan dirimu…….”....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Pak, target ditemukan…..” ....Ucap pilot helikopter....
“Turunkan kita disana……”....Ucap komandan Bintara tim penjemput....
“Baik pak.….” ....Ucap pilot helikopter dan menurunkan helikoter di Landing Zone....
“Terima kasih telah repot – repot menjemput kami !!!!…..”....Ucap Letnan 1 Andrian sambil naik ke helikopter....
“Jangan berterima kasih kepada saya Letnan, terima kasih kepada Mayor Vipta di markas !!!!……”....Ucap komandan Bintara tim penjemput sambil membawa barang Letnan 1 Andrian dan Ksatria Khusus....
“Sepertinya pesan yang aku kirim sudah sampai ke markas !!!!……”....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Sepertinya begitu !!!!…..”....Ucap komandan Bintara tim penjemput....
“Pilot, kita berangkat ke Kota Venesia dulu sesuai rencana…..”....Ucap Letnan 1 Andrian kepada pilot helikopter....
“Roger, Letnan Andrian…..”....Ucap pilot helikopter dan segera menerbangkan helikopternya....
“Apa ada info dari markas sebelumnya ?....”....Ucap Letnan 1 Andrian sambil duduk di sebelah komandan tim penjemput....
“Kami diminta untuk mengawal anda beserta mereka untuk ke Kota Venesia dengan cepat dan aman setelah itu ke markas besar untuk menjelaskan laporan itu…..”....Ucap komandan Bintara tim penjemput yang duduk berseberangan dengan para ksatria khusus....
“Apa ada pesan lain ?.....”....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Apa anda yakin untuk mendengarkannya ?.....”....Ucap komandan Bintara tim penjemput....
“Tentang apa itu ?.....”....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Saya rasa Jenderal Isekawa sedikit kesal kepada kalian berdua itu yang diberitahukan oleh Mayor Vipta kepada kami….”....Ucap komandan Bintara tim penjemput....
“Itu sudah biasa……”....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Saya pikir tim saya akan menjemput Kapten Galih yang dikejar musuh……”....Ucap komandan Bintara tim penjemput....
“Tidak, Kapten Galih masih ada urusan di kediaman Putri Ririn dan aku yang dikirim untuk menggantikannya…..”....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Keadaan di rumah sedang tidak baik – baik saja, Letnan……”....Ucap komandan Bintara tim penjemput....
“Apa maksudmu ?....” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Saya tidak tahu ini rumor atau bukan tapi ada kabar yang mengatakan akan ada mobilisasi pasukan besar - besaran ke sini dan itu sudah menjadi berita yang sedang dibicarkan bahkan di kalangan prajurit baru pun tahu…..”....Ucap komandan Bintara tim penjemput....
“Dari pasukan mana mereka ?.......”....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Mereka dari pasukan Big Seven terutama dari pasukan Serigala Hitam…..”....Ucap komandan Bintara tim penjemput....
“Bukankah mereka masih melakukan misi di luar negeri ?......”....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Tidak, mereka sedang bersiap secara penuh jika kita kehilangan Kapten Galih itu sudah ada dalam syarat mereka bahkan mereka mengirim surat ke Presiden……”....Ucap komandan Bintara tim penjemput....
“Aku tidak terkejut lagi sekarang ini keadaan akan semakin memanas….”....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Sebaiknya anda peringatkan anggota pasukan anda yang lain…..”....Ucap komandan Bintara tim penjemput....
“Baik, terima kasih informasinya…..”....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Kita akan sampai di Kota Venesia dalam 3 jam lalu setelah itu kami akan membawa anda dan surat bersama dokumen lain ke markas utama, ini perintah dari Jenderal langsung dan Mayor Vipta yang memberikan informasi tadi……”....Ucap komandan Bintara tim penjemput....
“Apa yang kalian berdua bicarakan ?......” ....Ucap Ksatria Boses duduk di kursi helikopter....
“Kita akan sampai ke Kota Venesia dalam 3 jam selama disana kita akan membuat surat dan dokumen lain yang ditanda tangani oleh Bangsawan Airin dan dibantu oleh Penasihat Yuri kemudian kita akan ke markas utama untuk menjelaskan apa yang terjadi dengan pertemuan dengan raja……”....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Apa kami membuat masalah ?.....” ....Ucap Ksatria Boses....
“Tidak bukan kalian tapi kita sedang dikejar waktu dalam 2 hari kedepan tapi kalau dihitung dari sekarang kurang dari 1 hari ini……”....Ucap Letnan 1 Andrian....
__ADS_1
“Kita ke markas di Bukit Avatra untuk menjelaskan situasinya….”....Ucap Ksatria Boses....
“Ya setelah dari Kota Venesia…..”....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Apa kalian sudah makan dan minum sesuatu pagi ini ?....”....Ucap komandan Bintara tim penjemput....
“Belum…..”....Ucap Ksatria Boses....
“Ini untuk kalian berdua agar tidak pingsan dalam 1 hari ini…….”....Ucap komandan Bintara tim penjemput sambil memberikan makanan dan minuman....
“Terima kasih banyak….”....Ucap Ksatria Avi dan menerima pemberian makananan dan minuman....
“Sama – sama…...Apa anda juga mau Letnan ?.....”....Ucap komandan Bintara tim penjemput....
“Tentu dan berikan yang itu padaku…..” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Ada 1 hal lagi Letnan yang ingin aku bicarakan….”....Ucap komandan Bintara tim penjemput sambil memberikan makanan dan minuman....
“Apa ?.......” ....Ucap Letnan 1 Andrian sambil mngambil makanan dan minumannya....
“Berdasarkan intel yang kami dapat setidaknya masih ada sekitar 200.000 pasukan assassin musuh yang bekerja dibawah Putra Pertama itu belum termasuk dengan wilayah bangsawan lain yang Pro - perang…..”....Ucap komandan Bintara tim penjemput....
“Apa sudah dicek dengan informasi pasukan lain ?.....” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Sayangnya pasukan lain juga melaporkan hal yang sama dan lagi jumlah ini kemungkinan bisa bertambah seiring waktu…..” ....Ucap komandan Bintara tim penjemput....
“Bagaimana dengan target ?.....” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Sesuai yang Kapten Galih duga dari sebelum operasi ini dimulai bahkan pemikiran dia tentang rencana itu hampir tidak ada celahnya…..” ....Ucap komandan Bintara tim penjemput....
“Ahh….Memang benar dugaan dia tidak salah…” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
Sebelum itu kita kembali mundur jauh sebelum Operasi Pegasus dimulai bahkan sebelum upacara pemberangkatan……..
“Apa yang kita lakukan disini ?.....” ....Ucap salah satu Bintara....
“Kenapa kita dikumpulkan disini ?.....” ....Ucap salah satu Perwira....
“Perhatian semuanya !!!!!.........” ....Ucap Letnan 1 Andrian dengan tegas....
“Apa yang kita lakukan disini Kapten Galih ?.....” ....Ucap Perwira lainnya....
“Dengarkan baik – baik, kalian aku kumpulkan disini untuk aku jelaskan selama Operasi Pegasus dimulai…..Aku mengumpulkan kalian para Perwira dan Bintara disini karena aku ingin membuka komunikasi antar pasukan yang sedang bertugas disini dengan kita yang ada diluar sana dan benar itu artinya saluran terbuka…..” ....Ucap Kapten Galih yang berdiri di depan mereka semua....
“Bukankah kita akan melaporkan kembali ke markas ?.....” ....Ucap Perwira lain....
“Ini bukan demi kepentingan markas tapi ini demi anggota pasukan Pegasus yang lain karena menyangkut nyawa mereka semua jika gagal, kami semua termasuk Utusan Kekaisaran akan dibantai habis – habisan…..Ini adalah daftar orang – orang yang diincar oleh musuh dan kami mendapatkannya dari pasukan Intelijen dan Pengintai yang telah menyerang salah satu markas musuh belum lama ini…..” ....Ucap Kapten Galih sambil menunujukkan daftar target pembunuhan....
“Apa maksud anda ?......." ....Ucap Bintara lain...
“Selama mata – mata yang diluar sana belum ditemukan, kita akan mengganggap bahwa rencana kita yang sekarang sudah gagal total dan kita akan kembali ke titik awal tapi kita bisa mencegahnya jika kalian menjadi mata dan telinga kami lalu untuk pekerjaan lainnya serahkan saja padaku……” ....Ucap Kapten Galih....
“Apa anda berencana untuk melakukan bunuh diri dengan menukarkan nyawa anda dengan seluruh pasukan yang ditugaskan diluar sana ?.....” ....Ucap Bintara lain...
“Itu benar dan aku sudah membuat ini untuk disebar luaskan oleh kalian, kita akan membuat informasi palsu dengan aku yang akan diincar oleh musuh sebagai gantinya…..Kita akan membuat mereka ke permukaan untuk melihat pergerakkan musuh akan sampai dimana dan sudah sejauh apa……”....Ucap Kapten Galih....
“Tapi ini rencana yang gila dan berbahaya…….”....Ucap Bintara lain...
“Ini bukan demi hanya kalian saja tapi demi orang – orang yang ada di wilayah kekaisaran yang sudah tertindas selama ini lalu kita juga harus menemukan tawanan kita setidaknya beberapa orang yang ada di dalam ruangan ini bisa berkorban demi jutaan nyawa diluar sana……”....Ucap Kapten Galih....
“Saya setuju dan ikut dalam rencana ini tapi jika saya merasa ini sudah diluar batas atau terjadi kekacauan dalam rencana yang anda buat, saya akan melaporkan anda kepada atasan termasuk Jenderal sendiri……”....Ucap Perwira lain....
“Apa ??????!!!!!!!!.........” ....Ucap Perwira dan Bintara lain....
“Bagi kalian yang ingin keluar dari rencana ini, silakan keluar karena pintu itu selalu terbuka……”....Ucap Kapten Galih....
“Sepertinya tidak ada jalan lain……”....Ucap Perwira lain....
“Kapan lagi kita bisa bekerja sama dengan ACE pasukan kita lalu kapan lagi kita membayar hutang budi kita……”....Ucap Perwira lain....
“Hehh…..Kami serahkan seluruh pasukan kepada anda, Kapten Galih…..”....Ucap Perwira lain....
“Satu hal lagi, kalian dilarang membocorkan atau menceritakan ini kepada atasan dan bawahan kalian termasuk Mayor Vipta ke atas berikutnya……”....Ucap Kapten Galih....
__ADS_1
“Baik, Komando akan kami serahkan kepada anda……Komandan Galih…..” ....Ucap Letnan 1 Andrian....
“Yosh…….Bersiaplah bocah – bocah kita akan keluar jalur sedikit dan rantai komando……Jangan remehkan aku……”....Ucap Kapten Galih....
"Sir, yes sir !!!!!........” ....Ucap semua Perwira dan Bintara yang ada di dalam ruangan itu sambil memberikan hormat....
Kembali lagi ke waktu sekarang bahwa Jenderal Isekawa dan Mayor Vipta yang sedang berbicara secara empat mata di ruangan Jenderal Isekawa pagi – pagi sekali……
“Jenderal, ada banyak laporan dari berbagai pasukan tentang pasukan musuh……” ....Ucap Mayor Vipta yang berdiri di hadapan Jenderal Isekawa....
“Soal apa ?........” ....Ucap Jenderal Isekawa yang minum kopi....
“Ini tentang pasukan musuh yang sedang mengumpulkan kekuatan di berbagai wilayah termasuk sisa bekas bangsawan yang sudah kita kalahkan di Bukit ini tapi kekuatan terpusat ada di wilayah Putra Mahkota Pertama……” ....Ucap Mayor Vipta sambil membacakan laporan kepada Jenderal Isekawa....
“Apa dia sudah mencium pergerakkan di Kota Venesia ?.....” ....Ucap Jenderal Isekawa....
“Menurut intel, selama ini dia hanya berada di dalam kastil tanpa melakukan pergerakkan tapi kemungkinan besar dia akan menemui ayahnya dalam beberapa hari ini……”....Ucap Mayor Vipta....
“Berapa jumlah pasukan musuh ?......”....Ucap Jenderal Isekawa....
“1 wilayahnya terdiri dari setidaknya ada 20 Divisi dengan masing – masing kekuatan 200.000 orang dengan waktu berjalan kemungkinan bisa bertambah……..”....Ucap Mayor Vipta....
“Target mereka ?.....”....Ucap Jenderal Isekawa....
“Konfirmasi 100 % yaitu kekaisaran sendiri…..”....Ucap Mayor Vipta....
“Akhirnya dia akan melakukan kudeta ya……”....Ucap Jenderal Isekawa....
“Tapi kalau kita menarik mundur semua pasukan kita yang ada di kekaisaran selama ini maka hasil kerja kita selama ini akan sia – sia saja…..”....Ucap Mayor Vipta....
“Tidak, kurasa dia tidak akan menyerang dalam waktu dekat ini karena pasukan sebesar itu setidaknya membutuhkan perbekalan lebih tapi ada kemungkinan dia akan mengirim bantuan dari wilayah dekat dengan ibukota tidak harus mengirim semua pasukan dengan kekuatan 200.000 ribu orang sekali pun…..”....Ucap Jenderal Isekawa....
“Kita akan melanjutkan sesuai rencana beritahukan kepada setiap pasukan yang sedang bertugas lalu kita akan menyampaikan informasi yang penting hanya kepada beberapa perwira dan atasan setingkat atau lebih dari jabatanku……..”....Ucap Mayor Vipta....
“Apa ada kabar dari Letnan Andrian ?....”....Ucap Jenderal Isekawa....
“Mereka dalam perjalanan menuju Kota Venesia bersama tim penjemput dan dokumen penting lainnya perkiraan mereka akan sampai sekitar 2 jam lagi…..”....Ucap Mayor Vipta....
“Setidaknya agar kita bisa mengirim pasukan ke kekaisaran kita membutuhkan kota itu sebagai markas cabang dan mengamakan beberapa jalur perbekalan……Apa ada kabar lain ?.....”....Ucap Jenderal Isekawa....
“Ini dari pasukan Pegasus yang sedang bersembunyi di kekaisaran……”....Ucap Mayor Vipta....
“Apa isi laporannya ?.....”....Ucap Jenderal Isekawa....
“Kami menemukan banyak informasi tapi akan kami kirimkan secara bertahap dengan cepat lalu belum ada satupun kabar tentang hilangnyanya tawanan yang kita cari sedangkan disini keadannya sangat mengerikan karena sejak perang, kekairan memtong ekonomi mereka dan memutus jalus pasokan setelah dicari informasi lebih lanjut pelakunya adalah……”....Ucap Mayor Vipta....
“Adalah siapa Mayor ?.......”....Ucap Jenderal Isekawa....
“Calon Penerus Kekaisaran berikutnya Putra Mahkota Pertama…….”....Ucap Mayor Vipta....
“Sekarang sudah 100 % bahwa pelaku dari semua ini adalah dia…..”....Ucap Jenderal Isekawa....
“Bukan hanya itu saja, dia juga menyuap beberapa tokoh politik untuk mendapatkan suara terbanyak di gedung senat…..”....Ucap Mayor Vipta....
“Jadi akarnya disana rupanya ?......”....Ucap Jenderal Isekawa....
“Itu saja laporannya…..Apa yang kita lakukan ?.....”....Ucap Mayor Vipta....
“Untuk sementara ini kita tidak bisa melakukan apa – apa karena pasukan kita juga disana jika kita melakukan penyerangan bisa membongkar Operasi Pegasus tahap 1 ada kemungkinan mengganggu tahap 2 dan akhir……”....Ucap Jenderal Isekawa....
“Jadi kita serahkan kepada Kapten Galih seorang ?……”....Ucap Mayor Vipta....
“Harapan dan tanggung jawab atas keberhasilan semua operasi ini sekarang ada di tangannya lalu beban ia tanggung bukan hanya beban kita semua tapi seluruh pasukan kita dan seluruh wilayah kekaisaran……”....Ucap Jenderal Isekawa....
“Rasanya saya jadi sakit kepala setelah mendengar yang anda ucapkan……”....Ucap Mayor Vipta....
“Aku sendiri benci mengakui kenyataan ini tapi memang itu faktanya……..”....Ucap Jenderal Isekawa....
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?
Bagaimana dengan Kapten Galih dan Asisten Dimas yang berada di kediaman Putri Ririn ?
Apakah mereka semua dalam masalah ?
__ADS_1
Tunggu.........Episode 121 ??????????