Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 70 Teman lama


__ADS_3

Setelah itu, Mayor Vipta mengantar Duta Besar Rachel keliling markas dan kota lalu ke tempat tinggal penduduk sedangkan Letnan 1 Andrian mengantarkan Asisten Dimas untuk bertemu dengan seluruh pasukan Kapten Galih.......


Mayor Vipta : “Kami, permisi dulu Jenderal.....” ....Sambil berjalan pergi....


Jenderal Isekawa : “Baiklah, hati-hati dijalan......” ....Melihat Mayor Vipta....


Letnan 1 Andrian : “Baik......” ....Ikut Mayor Vipta dari belakang....


Mayor Vipta : “Silakan ikuti saya, Nona Rachel.......” ....Melihat Duta Besar Rachel....


Duta Besar Rachel : “Baik.......” ....Melihat Mayor Vipta....


Letnan 1 Andrian : “Begitu juga dengan saya, Asisten Dimas......”


Asisten Dimas : “Tolong, Dimas saja.....”


Letnan 1 Andrian : “Baik, Dimas......”


Setelah itu, mereka sampai di luar kantor utama dan berpisah saat itu juga tapi nanti bertemu lagi di kota......


Mayor Vipta : “Sampai jumpa lagi nanti.......”


Letnan 1 Andrian : “Baiklah, Mayor......”


Kemudian Mayor Vipta dan Letnan 1 Andrian berpisah sedangkan di barak militer pasukan Kapten Galih......


Sersan Mayor Wica : “Bagaimana dengan meminta pada Kapten Galih saja ?.......”


Sersan 1 Sultan : “Kurasa memang tak ada pilihan lain........”


Letnan 2 Irhamna : “Saya mendengar bahwa Kapten akan melaksanakan misi tunggal selama beberapa waktu kedepan, apa itu benar ?.....”


Sersan Mayor Wica : “Dengarkan aku, sesuai yang instruksi Mayor Vipta sepertinya tidak diragukan lagi dan kedepannya akan menjadi sulit. Karena Kapten Galih sendiri yang mau mengambil seluruh resikonya demi kita apapun yang terjadi.......”


Tidak lama kemudian, Letnan 1 Andrian datang membawa Asisten Dimas bertemu dengan pasukan Kapten Galih......

__ADS_1


Letnan 1 Andrian : “Anak-anak berkumpul !!!!!.......” ....Melihat seluruh pasukannya....


Seluruh pasukan Kapten Galih : “Sir, yes sir.....” ....Melihat Letnan 1 Andrian datang bersama Asisten Dimas....


Letnan 1 Andrian : “Hari ini dan termasuk kemarin juga, kita kedatangan tamu VIP dan mereka adalah prioritas tertinggi kita setelah utusan kekaisaran datang baru kita semua bergerak lalu apapun yang terjadi. Silakan Asisten Dimas.....” ....Menjelaskan misinya....


Asisten Dimas : “Perkenalkan saya adalah Asisten Duta Besar Rachel, Asisten Dimas. Kalian bisa memanggil saya, Dimas karena umur kita yang masih sepantaran jadi tidak perlu normal. Mungkin masih ada yang bingung kenapa kami bisa lebih cepat dari yang dijadwalkan karena kami memaksa dan segera ingin melihat dunia ini dengan mata kami sendiri.....” ....Melihat ke arah pasukan Kapten Galih....


Letnan 1 Andrian : “Karena Kapten Galih sedang tidak berada disini. Singkat rencananya adalah Asisten Dimas dan Kapten Galih adalah misi utama kita dan ini adalah misi perlindungan VIP sebagai utusan perwakilan dari kita dan apapun konsekuensi lalu resikonya apapun yang terjadi, mereka tidak boleh lecet sekalipun ditambah kita berjaga-jaga sebagai unit darurat di ibukota kekaisaran bila skenario terburuk terjadi.....”


Prajurit 1 Charen : “Jadi tidak bisa apa-apa ya ?......” ....Melihat Asisten Dimas....


Letnan 2 Irhamna : “Jaga ucapanmu, Prajurit Charen !!!!.....” ....Mendengar ucapan Prajurit 1 Charen....


Prajurit 1 Charen : “Maafkan saya.....Sir !!!!!!.....” ....Hormat....


Asisten Dimas : “Tidak masalah, tidak perlu kaku seperti itu. Aku mengerti dengan maksud kalian sebenarnya dan aku berhubungan baik langsung dengan Kapten Galih sendiri ada baiknya aku ceritakan kepada kalian juga, silakan duduk kalian semua.......” ....Sambil duduk....


Letnan 1 Andrian : “Baik, sesuai permintaan Asisten Dimas.....”


Asisten Dimas : “Dimas saja. Dari mana ya aku mulai ?......Waktu itu saya adalah agen mata-mata yang ditugaskan untuk melindungi 3 orang penting untuk kemanusiaan dan mereka membawa bukti-bukti penting yang untuk memberatkan tokoh-tokoh penting di negara tersebut sebagai penjahat perang tapi kami dikejar sampai ke hutan karena safehouse kami sudah terbongkar bersama 6 agen lainnya. Akhirnya, kami terpojok dikepung oleh tentara bayaran lalu amunisi kami tinggal sedikit dan senjata yang kami gunakan adalah senjata dibawah kelas 4, secara tiba-tiba ada yang menyerang mereka entah darimana dan dia berhasil membunuh lebih dari 40 orang di hari itu termasuk komandan tentara bayaran. Saat penjemputan, aku bertemu dengan Kapten Galih sambil memegang senapan snipernya berjalan menuju ke helikopter tapi dia tidak ikut karena ada misi lain setelah itu aku diangkat menjadi asisten Duta Besar Rachel sekaligus ajudannya. Setelah sekian waktu yang lama, kami tidak bertemu lagi sampai di memimpin pasukan kesini.......”


Asisten Dimas : “Di hari itu juga, aku kehilangan teman lama dari yang kudengar adalah setelah diturunkan pangkat dari militer akibat melanggar perintah dari atasan ditambah dia tidak memiliki keluarga lagi dan menghilang kemudian dia bergabung dengan tentara bayaran selanjutnya pasukan pembunuh sampai dia dipanggil aktif kembali ke dalam militer akibat kejadian pada saat itu......”


Letnan 2 Irhamna : “Apa kekuatan tempur anda cukup mampu bisa mengatasi tentara kekaisaran ?.....” ....Melihat Asisten Dimas....


Asisten Dimas : “Jangan remehkan kemampuan saya karena saya masih lebih baik daripada mereka tapi jika dibandingkan dengan Kapten kalian sudah berbeda level, kira-kira aku seperti di bumi sedangkan di seperti di neraka yang sesungguhnya yang sudah pernah merasakan berbagai peluru di medan perang. Dia bukanlah orang biasa yang bisa dianggap remeh baik lawan atau kawan bahkan kalian sendiri.......”


Sersan Mayor Wica : “Kami mengerti, Dimas. Tolong, lanjutkan ceritanya......”


Asisten Dimas : “Setelah dia pergi, kepergiannya hanya meninggalkan sebuah lubang. Lubang yang sangat besar bagi kami.....Keluarga terdekatnya. Dia pergi tanpa mengucapkan salam perpisahan dan bergerak seperti hantu, Mayor Vipta dan saya mencarinya kemana-mana sampai keluar negeri seperti orang bodoh yang mencari seseorang yang tidak pernah ditemukan setelah sekian lama hampir 3 tahun yang berlalu, kami mendapatkan informasi dari orang yang diselamatkan olehnya lalu melihat wajahnya dan kami memanggil ahli untuk menggambar sketsa lalu memang 100 % itu adalah Kapten kalian.....”


Letnan 1 Andrian : “Saya baru mendengar hal tentang ini......”


Asisten Dimas : “Selanjutnya adalah bagian yang menariknya. Dia meninggalkan teka-teki untuk cara menemukan dia dan kami menemukan dia lalu membawanya pulang kembali ke rumahnya......”

__ADS_1


Prajurit 1 Charen : “Kembali ke rumah maksudnya adalah rumah yang itu ?......”


Asisten Dimas : “Jika diantara kalian pernah kerumahnya ada 1 ruangan khusus yang berisi tentang semua penghargaan yang dia dapatkan selama ini meskipun dia masih muda tapi dia adalah sosok seorang ayah, suami, pacar bahkan tidak bisa disebutkan lagi. Rumah tersebut memang meninggalkan banyak kenangan bagi dirinya......"


Sersan 1 Sultan : “Apa yang spesial dari rumah itu ?.....”


Asisten Dimas : “Rumah beserta isinya adalah kenangan dari orang-orang keluarga Kapten kalian bahkan yang membuat Kapten kalian merasa trauma adalah mengingat kenangan-kenangan manis yang sudah dilupakan. Itu juga salah satu alasannya kenapa dia menghilang tanpa jejak......”


Sersan Mayor Wica : “Lalu bagaimana dengan sosoknya, Dimas ?.....”


Asisten Dimas : “Akan aku sebutkan dalam beberapa kata dan ini rahasia kecil kita antara aku dengan kalian. Sosok dia adalah misterius, loyal, setia, cerdas, dingin dan beberapa hal lainnya menurut kalian, sekarang yang jadi biang masalahnya.......”


Letnan 1 Andrian : “Masalah ?......”


Asisten Dimas : “Di dalam hati kalian masing-masing secara pribadi, ketika dia bertugas seorang diri tapi suatu hari kemudian dia pergi untuk selama-lamanya dan tak pernah kembali disaat itulah kalian harus bertanya-tanya pada diri kalian sendiri.......Apakah dia masih hidup atau mati ?......Atau bisa jadi lainnya.......Dia adalah tipe orang yang menyimpan rahasianya sendiri dan terbuka hanya kepada 1 orang......”


Letnan 1 Andrian : “Biar saya tebak, almarhumah tunangannya bukan ?......”


Asisten Dimas : “Salah. Lebih tepatnya, almarhumah istrinya.....” .....Sambil mengingat kenangan lama....


Seluruh pasukan Kapten Galih : “Apa ???!!!......”


Asisten Dimas : “Melihat reaksi kalian pasti memang belum melihat, kalian semua belum mendengar cerita aslinya karena pernikahan mereka berdua yang tahu hanya Jenderal Isekawa, Mayor Vipta, dan khusus para keluarga tanpa ada pesta termasuk aku sendiri dan demi melindungi informasi yang berharga itu maka setelah pengeboman keluarga dan istrinya dibuat informasi palsu bahwa yang tewas saat itu adalah seluruh keluarganya termasuk yang harusnya istri tapi dibilang tunangan maka saat itu menjadi alasan kedua dia pergi karena membenci informasi tersebut dan membenci Jenderal kalian......”


Sersan Kepala Hikmal : “Kapten Galih pernah membenci seseorang ?......”


Asisten Dimas : “Dulu, ya kalau sekarang sudah tidak......”


Sersan Mayor Wica : “Kemana Kapten Galih bisa hidup seperti itu ?........”


Asisten Dimas : “Dia bisa hidup dimana-mana karena di juga memiliki julukan itu.....Serigala Penyediri alias Lone Wolf atau Arcana si bodoh......” ....Berdiri dan sambil melihat ke arah langit........


Apa yang akan terjadi berikutnya ?


Apa hubungan Asisten Dimas dengan Kapten Galih ?

__ADS_1


Apakah Kapten Galih mempunyai kenangan indah terhadap orang yang sudah tiada ?


Tunggu.........Episode 71 ??????????


__ADS_2