
Kembali lagi kepada masa sekarang, setelah pasukan Kapten Galih pergi dari barak itu diajak Letnan 1 Andrian. Sersan Mayor Wica melihat dan akhirnya menemui Penyihir Nana, Dewi Rara, Elf Lulala, dan Ksatria Boses yang ikut dan mendengarkan apa yang terjadi terhadap Kapten Galih.....
Sersan Mayor Wica : “Begitu juga dengan kalian.....” .....Melihat Penyihir Nana, Dewi Rara, Elf Lulala, dan Ksatria Boses.....
Elf Lulala : “Bagaimana kondisi dia ?.....” .....Melihat Sersan Mayor Wica....
Sersan Mayor Wica : “Dia hanya butuh istirahat selama 3 hari. Setelah itu dia akan kembali normal....” ....Melihat Lulala....
Ksatria Boses : “Lalu dimana Komandan ?.....”
Sersan Mayor Wica : “Dia ada di dalam bersama Kapten Galih.....”
Ksatria Boses : “Kalau begitu, aku mau masuk.....” ....Berjalan ke arah barak....
Sersan Mayor Wica : “Sayangnya, aku tidak mengizinkanmu atau siapapun masuk lagi bila kamu terus memaksa untuk masuk maka kamu harus menghadapi aku terlebih dahulu.....” ....Menghadang jalan Ksatria Boses.....
Ksatria Boses : “Kenapa ?....” ....Melihat Sersan Mayor Wica....
Sersan Mayor Wica : “Saat ini mereka ada di dunia yang berbeda dari kits sebaiknya kita semua tidak ikut campur......” ....Melihat ksatria Boses....
Dewi Rara : “Kalau kau tetap memaksa juga bukan hanya dia yang kau hadapi tapi juga aku....” ....Melihat dan membantu Sersan Mayor Wica....
Sersan Mayor Wica : “Jadi bagaimana ?.....”
Ksatria Boses : “Cihh....”
Sersan Mayor Wica : “Pilihan yang tepat, Baiklah. Bagaimana kalau dengan keliling kota ?....”
Ksatria Boses : “Apa ada kota disini ?....”
Sersan Mayor Wica : “Tentu saja, para pengungsi yang mendirikannya dan pelanggan tetapnya adalah komunitas di daerah sekitar sini, kami sendiri, dan para pedagang yang menjual barang di sini....”
Dewi Rara : “Kebetulan sekali, sekalian aku berpatroli.....”
Penyihir Nana : “Baik, aku juga ikut untuk mengawasimu.....”
Sersan Mayor Wica : “Bagaimana denganmu Lulala ?.....”
Elf Lulala : “Aaahhahaa....Aku menyusul kalian nanti, aku ingin membereskan barang-barangku dulu yang ada di kamar.....”
Sersan Mayor Wica : “Ada apa dengannya ?....”
Dewi Rara : “Entah, aku juga tidak tahu.....”
Penyihir Nana : “Kalau begitu kami permisi dulu.....” .....Sambil berjalan pergi dengan Ksatria Boses....
__ADS_1
Sersan Mayor Wica : “Baiklah, aku menyusul kalian secepatnya....”
Ksatria Boses : “Baik....”
Sersan Mayor Wica : “Kuharap kamu mengerti apa yang sedang kamu lakukan, Kapten Galih.....” ....Sambil melihat ke arah barak Kapten Galih....
Sedangkan di dalam barak Kapten Galih sedang berbicara dengan Ksatria Ririn.....
Kapten Galih : “Jadi itulah kurasakan selama ini.....” ....Melihat Ksatria Ririn....
Ksatria Ririn : “Apa kamu tidak mau membaginya denganku ?....” ....Melihat Kapten Galih....
Kapten Galih : “Tidak, ini adalah tanggung jawabku dan bukankah ada hal yang perlu kamu urus sekarang ini ?....”
Ksatria Ririn : “Benar, aku harus menyiapkan pihak yang ingin berdamai dengan kalian, bukan ?....”
Kapten Galih : “Ya lalu aku juga mempunyai permintaan kepadamu, apa kamu tidak masalah ?....”
Ksatria Ririn : “Apa permintaan kamu ?....”
Kapten Galih : “Pertemukan aku dengan ayahmu....Aahhh....Maksudku dengan rajamu.....”
Ksatria Ririn : “Baiklah, aku akan mempertemukan kalian berdua....”
Kapten Galih : “Tapi apakah kamu punya dukungan suara di politik ?.....”
Kapten Galih : “Begitu, ya.....Sepertinya kami juga akan mengirim utusan untuk membantumu secara diam-diam tapi apa rencana yang akan kamu lakukan kedepannya ?.....”
Ksatria Ririn : “Pertama, aku akan kembali dulu ke Venezia untuk mengumpulkan pasukan Mawar Biru dahulu dan menaikkan moral terhadap kalian lalu mengirim beberapa utusan dari pasukanku ke sini bergantian melapor setelah itu aku akan kembali ke ibukota untuk menemui senat yang masuk Pro-Kedamaian kemudian kurasa aku akan mengundang kalian ke ibukota untuk menemui raja....”
Kapten Galih : “Kamu masih ingat barang-barang yang kuberikan ketika kita di seberang sana ?”
Ksatria Ririn : “Maksudmu, benda ini ?....” ....Mengeluarkan lipstik setrum....
Kapten Galih : “Itu adalah lipstik setrum....Aaahhh....Bagaimana ya bilangnya....Itu adalah alat yang mengeluarkan sihir petir, caranya buka penutupnya dahulu lalu putar bagian belakangnya dan tarik besi kecilnya lalu arahkan ke orangnya dan tekan besi yang kamu tarik.....Gunakan alat ini ketika kamu tidak memiliki pedang dan di saat-saat sedang darurat mengancam nyawamu.....” ....Menuntun cara menggunakannya....
Ksatria Ririn : “Aku mengerti.....”
Kapten Galih : “Butuh berapa lama untuk prosesnya ?.....”
Ksatria Ririn : “Kira-kira paling cepat butuh waktu 8 hari dari sekarang.....”
Kapten Galih : “Baiklah, aku akan minta seseorang untuk mengantarkan kembali ke Venezia....”
Ksatria Ririn : “Terima kasih.....”
__ADS_1
Kapten Galih : “Ada hal lain yang ingin kubicarakan. Pertama, Hati-hati terhadap orang-orang yang mengintaimu lalu mencoba membunuhmu. Kedua, tolong ambil tas itu dan bawa kesini.....”
Ksatria Ririn : “Baik.....” ....Mengambil tas hitam....
Kapten Galih : “Terima kasih. Ini ambil pakaian ini......” ....Mengambil pakaian dari tas hitam itu dan memberikan kepada Ksatria Ririn....
Ksatria Ririn : “Apa ini ?.....” ....Melihat pakaian itu....
Kapten Galih : “Itu adalah seperti pakaian zirah yang aku pakai hanya lebih ringan dan tipis tapi sekuat sisik naga, dulunya itu milik Rianai sekarang itu menjadi milikmu. Aku mengambilnya saat kita sedang berada di rumahku.....Kuharap ukurannya pas dan pakai dibalik pakaianmu atau baju zirahmu....”
Ksatria Ririn : “Terima kasih, banyak....”
Kapten Galih : “Tidak masalah dan jangan ragu meminta bantuanku.....”
Ksatria Ririn : “Baik....”
Kembali lagi kepada Jenderal Isekawa yang menunggu Mayor Vipta di ruangannya.....
Jenderal Isekawa : “Silakan duduk, Mayor.....” ....Sambil duduk....
Mayor Vipta : “Terima kasih, Jenderal.....” ....Sambil duduk....
Jenderal Isekawa : “Bagaimana rencana selanjutnya, Mayor ?.....” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Untuk itu, Unit Pengintai ke-1 dan Unit Intel ke-4 sedang berada di ibukota sedang mengawasi seluruh pergerakkan yang ada disana tapi belum menemukan orang-orang kita yang hilang....” ....Menunjukkan kepada Jenderal Isekawa....
Jenderal Isekawa : “Perintahkan mereka untuk menyamar dan membaur lebih dalam lagi, kita harus tahu siapa saja orang-orang yang mendukung pro-kedamaian dan yang tidak. Kapan pasukan fauzan datang kesini ?....”
Mayor Vipta : “Kolonel Fauzan dan pasukannya akan datang seminggu lagi lalu Kota Venezia cocok sebagai basis markas sementara, alih-alih berada disini yang membutuhkan waktu yang lebih lama sedangkan disana ada pasukan kita siaga yang menunggu nantinya ditambah untuk mengamankan semua jalur yang menuju ke Ibukota Mizucia, Jenderal....”
Jenderal Isekawa : “Baik, kapan Kapten Galih pergi berangkat untuk menjalankan misi tunggal ?.....”
Mayor Vipta : “Setelah Kapten Galih kembali seperti semula dan segala semuanya siap, Jenderal.....”
Jenderal Isekawa : “Aku mempunyai ide untuk mulai menargetkan siapa saja yang terlibat, sudah sejauh apa, bagaimana perkembangannya.....”
Mayor Vipta : “Baik, Jenderal. Ini adalah bagian-bagian kerajaan Mizucia dari informasi ini dari Unit Intel ke 3......
Jenderal Isekawa : “Jelaskan kepadaku tentang kenapa mereka bisa memiliki 3 tembok pertahanan.....”
Apa yang akan terjadi selanjutnya ?
Apakah akan ada hal menarik yang baru ?
Siapakah anggota-anggota senat pro-kedamaian ?
__ADS_1
Tunggu............Episode 46 ????.....