Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 59 Faith of Life


__ADS_3

Kembali lagi kepada 3 orang bawahan elit Kapten Galih dengan Penyihir Nana dan Dewi Rara yang sedang berbicara......


Sersan Mayor Wica : “Maksudnya adalah meminta kepada Kapten Galih untuk berpura-pura untuk menjadi entah itu pacarnya atau ayahnya.......” ....Melihat semua orang....


Sersan 1 Sultan : “Sepertinya akan sulit......” ....Memikirkannya sambil melihat semua orang....


Letnan 1 Andrian : “Aku juga merasakan hal yang sama karena beberapa hari ini sepertinya Kapten Galih dan Mayor Vipta sedang merencanakan sesuatu.....” ....Sambil melihat semua orang....


Dewi Rara : “Kenapa tidak kalian saja ?.....” ....Melihat Letnan 1 Andrian....


Letnan 1 Andrian : “Kalau kami sudah pasti akan membantu tapi tidak menutup kemungkinan bahwa dia akan membenci kami dibandingkan Kapten Galih yang sudah kenal dekat lalu pernah menyelamatkannya.....”


Penyihir Nana : “Seperti yang dibilang Letnan Andrian dan kami juga akan pergi selama beberapa waktu kedepan....”


Sersan Wica : “Siapa yang dimaksud “kami” itu ?....”


Penyihir Nana : “Yahhh.....Harusnya dengan kalian tidak apa-apa. Kami berdua termasuk Kapten Galih akan keluar dari markas ini selama beberapa hari karena alasan yang tidak bisa dijelaskan.....”


Letnan 1 Andrian : “Kapan kalian akan berangkat ?.....”


Dewi Rara : “Besok pagi dan setelah semua persiapan siap......”


Sersan 1 Sultan : “Jadi, tugas kami adalah mengawasi Lulala saja selama kalian pergi dan tidak memberitahukan bahwa kalian semua sedang keluar untuk beberapa hari......”


Penyihir Nana : “Kira-kira seperti itu.....”


Letnan 1 Andrian : “Baiklah, percayakan saja kepada kami.....”


Sedangkan di tempat Ksatria Ririn dan ksatria lainnya berada.....


Ksatria Ririn : “Apa kalian sudah cukup mendengarkan ceritanya ?......” ....Melihat seluruh Ksatrianya....


Ksatria 1 : “Tidak disangka kalau dia akan sekuat itu......”


Ksatria Boses : “Jadi, berhati-hati saja kalau sedang melawannya.....” ....Sambil melihat ksatria lainnya....


Ksatria Ririn : “Baiklah, istirahat kita sudah selesai. Kita lanjutkan kembali perjalanan......” ....Sambil berdiri....


Ksatria Boses : “Semuanya naik ke kuda !!!!!.......”


Seluruh Ksatria : “Baik !!!!!!......”


Kemudian kembali kepada Mayor Vipta dan Jenderal Isekawa yang akan membicarakan strategi lanjutan......


Mayor Vipta : “Permisi, Jenderal......” ....Sambil mengetuk pintu ruangannya....


Jenderal Isekawa : “Silakan masuk, Mayor.....”

__ADS_1


Mayor Vipta : “Baik, Jenderal......” ....Sambil masuk ke ruangannya....


Jenderal Isekawa : “Ada hal apa Mayor sampai ke ruanganku ?.....” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Ini tentang operasi malam ini tapi sebelum itu ada beberapa hal yang saya ingin bicarakan dengan anda.....” ....Melihat Jenderal Isekawa....


Jenderal Isekawa : “Silakan berbicara, Mayor.....”


Mayor Vipta : “Kami sudah berada di posisi semua untuk menyingkirkan pasukan pembunuh mahkota ele malam ini dan semua sudah siap lalu menunggu untuk perintah selanjutnya dan detail kerusakan lalu jumlah korban.......”


Jenderal Isekawa : “Baiklah, aku terima lalu ada hal lainnya ?......”


Mayor Vipta : “Ya, Jenderal mengenai “Wolf Brigade” bagaimana selanjutnya ?.....”


Jenderal Isekawa : “Pasti dia yang ingin mengajukan hal ini kan kepadamu maka jawabannya adalah aku setuju tapi dia sendiri yang bertanggung jawab penuh atas semua pekerjaannya juga kita hanya membantu dalam mengantarkan dan menjemput mereka, sisanya yang berada dilapangan adalah keputusan dia......”


Mayor Vipta : “Tapi apakah saya juga termasuk ?.....”


Jenderal Isekawa : “Harusnya kau juga termasuk tapi kau juga ingin membantuku bukan selama disini ?......”


Mayor Vipta : “Itu benar, Jenderal.....”


Jenderal Isekawa : “Haah......Itu adalah keputusanmu sendiri dan lagi hanya berkurang 1 anggotnya bukan berarti menurunkan keganasan “Wolf Brigade” lalu masih ada dia yang memimpin harusnya akan menjadi baik-baik saja......”


Mayor Vipta : “Harusnya seperti itu tidak akan jadi masalah......”


Mayor Vipta : “Mungkin setelah misi Kapten Galih beres secepatnya setelah itu baru memanggil semua anggota “Wolf Brigade” lalu diberi briefieng dan melanjutkan misi mereka semua.....”


Jenderal Isekawa : “Baiklah, aku juga setuju dan bilang segera padanya untuk membuat rencana.....”


Mayor Vipta : “Baik, Jenderal. Kalau begitu, saya permisi dulu.....” ....Sambil berjalan pergi dari ruangan Jenderal Isekawa....


Jenderal Isekawa : “Yaaa.....Silakan saja Mayor......” ....Melihat Mayor Vipta berjalan pergi....


Sedangkan di ruangan kantor Kapten Galih yang menjadi kembali berantakan akibat barang baru yang dipesan olehnya.....


Kapten Galih : “Wahhhh......Tidak kusangka aku harus merapihkannya kembali akibat aku sendiri....” ....Sambil melihat seluruh ruangannya....


Kapten Galih : “Kira-kira harus kumulai dari mana ?.......Dari sini saja, tunggu......Apa ini ?.....Hah.....Inikan adalah pakaianku dulu......”


Kapten Galih : “Tidak kusangka dia mengirimkan semuanya termasuk pedang ini......” ....Sambil membuka salah satu kotak....


Tiba-tiba, Mayor Vipta datang ke ruangan kantor milik Kapten Galih untuk melapor tentang yang terjadi pada laporan kepada Jenderal Isekawa.....


Mayor Vipta : “Kapten Galih.......” ....Sambil berlari dan masuk ke ruangannya....


Kapten Galih : “Apa ???!!!......Memangnya apa yang sedang terjadi ???......” ....Terkejut melihat Mayor Vipta....

__ADS_1


Mayor Vipta : “Semuanya telah disetujui oleh Jenderal......” ....Melihat Kapten Galih....


Kapten Galih : “Duduk dan ambil nafas dulu lalu ceritakan yang terjadi, aku akan membuatkan minuman dulu.....” ....Sambil membuat minuman....


Mayor Vipta : “Baiklah, jawaban Jenderal sudah lampu hijau katanya kau sendiri yang bertanggung jawab atas pasukan ini tapi kami tidak bertanggung jawab atas semua keputusan yang kau lakukan secara sepihak tapi kami juga akan mengantarkan dan menjemput kalian.....” ....Sambil duduk....


Kapten Galih : “Baiklah, aku terima itu.....”


Mayor Vipta : “Kapan akan memanggil semua anggota kesini ?......”


Kapten Galih : “Itu akan menjadi panggilanku tapi tidak sekarang, aku sendiri masih mengerjakan misi lain karena itu mungkin nanti tapi aku mau semua peralatan ini dikirim secepatnya.....” ....Sambil memberikan minuman dan duduk di hadapannya....


Mayor Vipta : “Peralatan macam apa ?......”


Kapten Galih : “Peralatan semua yang ada di daftar ini secara utuh dan lengkap tanpa ada yang tertinggal.....” ....Memberikan daftar jenis peralatan yang dibutuhkan....


Mayor Vipta : “Peralatan semacam ini semua ?.....” ....Melihat daftar peralatan yang dibutuhkan....


Kapten Galih : “5 buah Night Vision khusus, 5 senapan M4A1 lengkap dengan custom + silencer, 5 buah Handgun Wolf Brigade + silencer, 5 buah pisau Wolf Brigade, 1 senapan ringan M250, 2 tas full dengan C-4 dengan detonatornya, 2 Bazooka, 2 kotak granat, flasbang, smoke, fire grenade, grenade launcher + amunisi biasa juga HE dan peralatan taktis khusus lainnya lalu dengan amunisinya.....”


Mayor Vipta : “Kau ini mau menyingkirkan 1 orang atau mau mengajak berperang ?.....” ....Sambil minum....


Kapten Galih : “Apa salahnya untuk berjaga-jaga untuk semua kemungkinan yang terjadi dan kau sendiri alasan tidak ikut apa ?......” ....Sambil melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Kalau aku ikut juga disini ada banyak pekerjaan yang terlantar lalu jangan samakan aku denganmu yang suka menunda laporan pekerjaan....” ....Melihat Kapten Galih....


Kapten Galih : “Hahahahahaha.......Jadi kapan barangnya akan disiapkan ?......”


Mayor Vipta : “Kalau barangnya sebanyak ini, kira-kira perlu 3 minggu paling cepat untuk mengumpulkan dan mengirimnya kesini. Apa itu cukup ?.....”


Kapten Galih : “Kurasa juga begitu tapi kalau bisa kumpulkan semuanya secepatnya.....”


Mayor Vipta : “Aku mengerti tapi bisa jelaskan padaku, bagaimana cara kau sendiri dalam menyingkirkannya ?....”


Kapten Galih : “Sebenarnya ada 3 tapi 2 cara ini adalah lewat tanganku. Cara yang pertama, langsung saja mengirim rudal atau menjatuhkan bom dari pesawat ke lokasi dia tapi itu memancing orang-orang yang ingin berperang lalu cara yang kedua, memancing dia keluar dari ruangan tertutup atau memojokkan dia ke bagian jendela setelah itu akan kutembak menggunakan sniper lalu cara yang terakhir adalah aku yang membuat pengalih perhatian dulu baru menyusup ke lokasi dia setelah itu akan kugunakan pedang ini dalam jarak dekat agar terlihat seperti ada pengkhianat yang berada dalam sisinya atau aku sendiri yang menebak dia karena terkadang bagiku ini masih sifatnya personal......”


Mayor Vipta : “Berarti tandanya adalah masih melihat situasi dulu tanpa menyerang langsung menuju jantung musuh......”


Kapten Galih : “Ya, kira-kira seperti itu tapi masih perlu dibutuhkan informasi lanjutan dan pengintaian lalu menghitung semua kemungkinan kira-kira hal itu butuh 2-3 minggu kalau termasuk menyingkirkannya itupun kalau kondisi cuacanya sedang bagus semuanya hampir 1 bulan lebih.....”


Bagaimana kelanjutan Kapten Galih ?


Apa yang akan terjadi selanjutnya ?


Apa maksud Kapten Galih dan Mayor Vipta ?


Tunggu......Episode 60 ?????????

__ADS_1


__ADS_2