Travel Into New World

Travel Into New World
Episode 56 Rencana Kapten Galih part 2


__ADS_3

Sedangkan pada saat itu juga dan di hari yang sama, Mayor Vipta kembali melapor kepada Jenderal Isekawa untuk melaporkan tentang laporan Mayor Vipta.....


Mayor Vipta : “Permisi, Jenderal.......” ....Sambil mengetuk pintu....


Jenderal Isekawa : “Ya, Silakan masuk......” ....Duduk di kursi kantornya....


Mayor Vipta : “Baik, Jenderal......” ....Sambil masuk kedalam ruangan....


Jenderal Isekawa : “Ada apa Mayor Vipta, sampai-sampai larut malam ke sini ?.......” ....Melihat Mayor Vipta....


Mayor Vipta : “Saya ingin melapor, Jenderal......” ....Melihat Jenderal Isekawa....


Jenderal Isekawa : “Silakan Mayor......”


Mayor Vipta : “Pertama, senjata baru yang akan dikirim kesini berupa senapan baru, peluru baru, dan beberapa persenjataan lain lalu dengan kendaraan lapis baja baru dan tank medium beserta pesawat pengintai, pesawat komando termasuk helikopter kelas berat lainnya. Kedua, Persyaratan dari Kapten Galih akan dilakukan paling cepat besok dan akan kembali berlatih dalam seminggu penuh ini. Ketiga, laporan tentang pasukan putra mahkota Ele dari pasukan pengintai dan pasukan patroli yang ada di sekitar markas.......” ....Memberikan dokumen dan menjelaskannya....


Jenderal Isekawa : “Baiklah, aku terima laporannya. Saya rasa, kau juga tidak datang untuk memberikan laporan ini bukan ?.......Katakan saja.....” ....Membaca laporannya sekilas....


Mayor Vipta : “Apa anda mengizinkan operasi “Head**Snake**” untuk menghapus keberadaan pasukan pembunuh putra mahkota Ele ?.......”


Jenderal Isekawa : “Ya, saya memberi izin penuh dan tingkat keberhasilan misi ini harus 100 % diselesaikan dengan cepat tanpa harus diketahui orang-orang yang berada di sekitar.....”


Mayor Vipta : “Baik, Jenderal......”


Jenderal Isekawa : “Apa yang kamu tunggu ??.....Cepat pergilah dari ruanganku dan beristirahat yang cukup, saya juga ingin istirahat......”


Mayor Vipta : “Baik, Jenderal. Kalau begitu saya permisi dulu.......” ....Sambil berjalan pergi dari ruangan itu....


Keesokkan harinya, pedang Kapten Galih diantar secara khusus dengan pengawalan ketat dan membuat pangkalan menjadi heboh karena itu. Bukan karena keindahannya melainkan kengeriannya.......


Prajurit 1 : “Itu adalah pedang jepang kematian milik Kapten Galih........” ....Sambil melihat pedang Kapten Galih....


Prajurit 2 : “Apa yang sebenarnya terjadi disini ?......”....Sambil melihat pedang Kapten Galih....


Prajurit 3 : “Warna yang gelap dilapisi dengan warna merah seperti darah dan gagangnya beralulir seperti hewan buas atau seperti malaikat pencabut nyawa........”....Sambil melihat pedang Kapten Galih....


Mayor Vipta : “Minggir......Minggir........Minggir, kalian semua. Aku ingin melihatnya.....” ....Sambil berlari menuju tempat pedang Kapten Galih....


Dewi Rara : “Ada apa ini ?, pagi-pagi sudah ramai sekali.....” .....Sambil melihat keramaian.....


Penyihir Nana : “Katanya di sana ada senjata milik Kapten Galih......” ....Sambil melihat keramaian....


Dewi Rara : “Begitu, tampaknya ada sesuatu yang kuat disana......” ....Merasakan hawa kematian....


Penyihir Nana : “Kau juga bahkan merasakannya juga ya ?.......”


Dewi Rara : “Sangat berat, hitam, darah, dan teriakan lalu sisanya adalah kematian sepertinya pedang terkutuk.....”

__ADS_1


Kapten Galih : “Penilaian mata kalian berdua memang benar tapi itu bukan hal salah, pedang itu sudah sejak lama aku pakai untuk membunuh musuh-musuhku jadi wajar aja kalau aura yang keluar dari pedang itu adalah sebuah kematian yang menunggu di seberang sana....” ....Melihat penyihir Nana dan Dewi Rara....


Mayor Vipta : “Dimana dia, sebenarnya ?........Itu dia, Kapten Galih. Cepatlah kesini !!!! ......” ....Sambil mencari keberadaan Kapten Galih....


Kapten Galih : “Baiklah, aku segera kesana !!!!..........” ....Sambil berjalan pergi....


Setalah itu, semua orang yang melihat pedang itu terkejut dan melihat Kapten Galih yang datang untuk mengambil pedang itu lalu seketika semuanya diam.....


Prajurit 1 : “Lihat itu, Sang Pahlawan kita sekaligus Raja Iblis kita.....”


Prajurit 2 : “Kira-kira sudah berapa banyak yang menjadi korbannya ?.....”


Prajurit 3 : “500......1.000.....2.000.....Itu saja masih belum cukup......”


Mayor Vipta : “Kalian semua diam !!!!........” ....Melihat seluruh pasukan....


Seluruh pasukan : “Sir, yes sir.....” ....Melihat Mayor Vipta dan Kapten Galih tempat itu....


Kapten Galih : “Sudah hampir lebih dari 10 tahun yang lalu sejak pedang ini kusegel dan tidak pernah kugunakan lagi sampai sekarang akan hidup kembali. Siapapun yang macam-macam denganku akan aku bunuh tanpa terkecuali baik itu lawan atau kalian sendiri sebaiknya berhati-hatilah kalian semua.......” ....Sambil melihat seluruh pasukan yang melihatnya....


Mayor Vipta : "Baik, kalian semua !!!!.......Bubar dari sini dan lakukan pekerjaan kalian masing !!!!......" ....Melihat seluruh pasukan....


Seluruh pasukan : "Ayyee....Ayyyeee Sir !!!!....." .... Segera membubarkan keramaian....


Kapten Galih : “Haahhhaahhh.......Sungguh merepotkan saja.....”


Mayor Vipta : “Jadi, apakah ini akan berhasil ???.....”


Mayor Vipta : “Tentu saja. Itu kan termasuk persyaratan lainnya yang kau sebut itu, kuharap aku bisa melihat kau lagi menggunakan jurus itu......”


Kapten Galih : “Mungkin saja akan terjadi lagi tapi saat menarik pedang ini dari sarungnya, aku bukan lagi menjadi manusia......”


Dewi Rara : “Jadi hawa yang kurasakan sebelumnya berasal dari pedang itu......”


Penyihir Nana : “Sepertinya anda sudah siap untuk berlatih besok, jadi bagaimana dengan tempat latihannya ?......”


Kapten Galih : “Aku lupa, aku belum menyiapkannya.....”


Mayor Vipta : “Aku tahu tempatnya, itu 40 KM dari Utara bukit ini. Ada tempat lapangan luas dengan di sekelilingnya hutan lebat lalu kurasa itu cukup tersembunyi dan belum ada yang mencoba pergi kesana tapi yang kudengar disana ada banyak hewan buas......”


Penyihir Nana : “Saya rasa itu cukup untuk latihan selama seminggu ini dan lagi saya pikir kita perlu mengajak 1 orang lagi sebagai latih tanding......”


Kapten Galih : “Memangnya mau siapa yang diajak ?......”


Penyihir Nana : “Tentu saja, orang yang berada disebelah saya.....”


Dewi Rara : “Aku ????......Baiklah, aku juga ikut karena aku juga penasaran dengan kekuatanmu......”

__ADS_1


Kapten Galih : “Lalu bagaimana dengan Lulala ?......”


Mayor Vipta : “Urusan itu, serahkan saja padaku dan untuk perbekalan kalian. Aku juga yang akan mengurusnya besok pagi.....”


Kapten Galih : “Baiklah, catat ini. Ransum 24 jam untuk 3 orang selama seminggu, tangki air tambahan, mobil lapis baja dengan tangki bahan bakar penuh, peledak C-4 termasuk detonatornya, papan target, 2 tenda terpisah. Kurasa itu cukup......”


Mayor Vipta : “Baik, sudah aku catat. Besok pagi jam 4, kita bertemu disini kembali......”


Kapten Galih : “Tentu. Bagaimana dengan kalian ?”


Penyihir Nana dan Dewi Rara : “Kami setuju.....”


Mayor Vipta : “Berarti kalian bertiga, tidak akan disini selama beberapa hari kedepan. Kurasa aku bisa menyembunyikan keberadaan kalian selama beberapa waktu kedepan asal, kalian bertiga tidak membuat keributan......”


Kapten Galih : “Baiklah, kalau begitu sudah diputuskan.....”


Sedangkan di tempat lain dengan jarak yang jauh sekali, Ksatria Ririn dan ksatria mawar biru-putih beristirahat sejenak.....


Ksatria Ririn : “Berhenti !!!!!.......Kita beristirahat disini.......” ....Sambil memberhentikan laju kuda....


Seluruh ksatria : “Baik, komandan !!!!......” ....Melihat komandan ksatria berhenti....


Ksatria Ririn : “Lelahnya setelah berkuda sepanjang 1 hari menuju kerajaan tanpa berhenti dengan jarak seperti ini harusnya akan tiba besok......” ....Berbicara sendiri sambil mengikat kuda dan menemui ksatria lain....


Ksatria 1 : “Komandan, ceritakan kepada kami tentang orang-orang yang berada di Bukit Avatra....”....Melihat komandan ksatria....


Ksatria 2 : “Benar komandan, bagaimana orangnya ?.....” ....Melihat komandan ksatria....


Ksatria Ririn : “Baik, akan aku ceritakan. Seperti yang kalian tahu, mereka telah membantu kita di Kota Venezia tanpa mengharapkan imbalan sepeserpun lalu saat disana. Mereka melebihi dari kita dari segi militer, ekonomi, dan hal-hal lainnya seperti berbeda dunia tapi salah satu dari mereka ada yang paling terkuat mungkin setara dengan Pahlawan yang melawan Raja Iblis dahulu kala. Tidak hanya kekuatannya saja melainkan fisik, jiwa, dan perasaannya seperti memang dialah yang pantas disebut sebagai seorang Pahlawan.....” ....Sambil duduk di depan ksatria khusus lainnya....


Ksatria 3 : “Apakah anda menyukainya ?.....”....Melihat komandan ksatria....


Ksatria Ririn : “Setelah apa yang dia lakukan kepada kita. Aku juga menyukainya.....” ....Melihat ksatria khususnya....


Ksatria Boses : “Tentu saja, komandan kita ini menyukai dia lalu kekuatan dan kecerdasan dia lebih jauh dari pada kita semua....”....Melihat ksatria khusus lainnya....


Ksatria 1 : “Seberapa jauh komandan ?......”....Melihat komandan ksatria....


Ksatria Ririn : “Sebaiknya kalian jangan macam-macam dengan dia, perbandingan kalian dengan dia sangat jauh bahkan tidak bisa dicapai oleh aku sekalipun. Dia sangat menakutkan dan mengerikan juga kata ksatria yang bersamanya juga bilang bahwa dia sanggup melawan 2.000 sampai 10.000 orang musuhnya. Aku juga pernah melihatnya......”


Ksatria 2 : “Sangat berbahaya sekali kalau begitu cerita dia seperti iblis......” ....Melihat semua ksatria khusus....


Ksatria Boses : “Kalian semua, benar. Kekaisaran telah salah memilih musuh dan lagi, dia tidak segan-segan dalam membunuh artinya tidak ada kata pengampunan.......”


Bagaimana kisah kelanjutannya ?


Apakah Kapten Galih akan berhasil dalam mengendalikan kekuatannya ?

__ADS_1


Apakah Ksatria Ririn berhasil membujuk Raja Kekaisaran ?


Tunggu...........Episode 57 ?????????


__ADS_2