
Sedangkan itu disaat yang bersaamaan 10 menit sebelum Letnan Galih jatuh pingsan. Letnan Andrian dan Mayor Vipta pergi ke ruangan Jenderal Isekawa......
Jenderal Isekawa : “Jadi apa yang terjadi terhadap Letnan Galih. Maksudku Kapten Galih......” ....Sambil duduk....
Mayor Vipta : “Silakan, Letnan Andrian laporanmu......” ....Sambil duduk....
Letnan 1 Andrian : “Kapten Galih dan Ksatria Ririn telah saling jatuh cinta lalu saya menyaksikannya dengan Prajurit 1 Charen saat kami semua sedang berlindung di rumah Kapten Galih....” ....Duduk....
Jenderal Isekawa : “Pantas saja kalian semua tidak terdeteksi oleh radar kami dan radar musuh.....” ....Melihat Letnan 1 Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Benar, Jenderal....” ....Melihat Jenderal Isekawa....
Mayor Vipta : “Berarti dia sudah menemukan obat hatinya ?....” ....Melihat Jenderal Isekawa....
Jenderal Isekawa : “Tunggu sebentar, Mayor Vipta. Ini tidak semudah yang kau pikirkan karena kita sedang di dunia lain dan lagi kita masih belum tahu tentang kedepannya seperti apa. Menurutku, ini adalah ujian untuk hubungan mereka berdua dan ini akan menentukan kedepannya bagi kita juga dia....” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Berarti ini adalah permulaan untuk mereka ?.....”
Jenderal Isekawa : “Sangat jelas tapi aku tidak akan bilang semua itu mudah, intinya kita hanya bisa membantu mereka berdua.....”
Letnan 1 Andrian : “Tapi aku mendengar sesuatu yang menarik....”
Mayor Vipta : “Apa itu Letnan ?.....”
Letnan 1 Andrian : “Saat malam itu, Kapten Galih bertanya kepada Ksatria Ririn. Pertanyaannya adalah “Apa kamu siap ditinggal olehku ?” dan aku tidak tahu apa maksudnya....”.
Jenderal Isekawa : “Kurasa aku tahu apa maksudnya. Maksudnya adalah seandaikan Kapten Galih tidak pernah pulang kembali ke rumahnya atau bahkan di hadapan kita semua.....”
Mayor Vipta : “Apa dia masih trauma dengan kejadian dulu ?....”
Letnan 1 Andrian : “Saya rasa Kapten Galih masih mengingatnya.....”
Jenderal Isekawa : “Kurasa juga begitu......”
Sementara itu, kembali kepada Kapten Galih yang jatuh pingsan dan Ksatria Ririn melihat itu. Lalu pasukan Kapten Galih mendengarnya dan menuju tempat sumber suara berada....
Sersan Mayor Wica : “Ada apa ??!!!....” ....Berlari dan melihat Ksatria Ririn....
Sersan 1 Sultan : “Itu Kapten Galih !!!!!.....” ....Berlari dan melihat Kapten Galih yang jatuh pingsan....
Sersan Mayor Wica : “Ambilkan kotak medisku dan angkat Kapten Galih kembali ke baraknya lalu seseorang beritahukan Jenderal Isekawa.....” ....Sambil memeriksa denyut nadi Kapten Galih....
Prajurit 1 Charen : “Aku yang akan memberitahu !!!......” ....Berlari....
Sersan 2 Wahyu : “Aku akan ambil kotak medis !!!....” ....Berlari....
Letnan 2 Irhamna : “Baik, sisanya gendong Kapten Galih ke baraknya !!!!.....”
Pasukan Kapten Galih : “Baik, pak!!!.....”
Setelah itu, Sersan Mayor Wica sedang mengecek kondisi Kapten Galih ditemani Ksatria Ririn dan yang lainnya menunggu diluar barak......
__ADS_1
Sersan Mayor Wica : “Apa yang terjadi diantara kalian berdua ?” ....Sambil memeriksa Kapten Galih....
Ksatria Ririn : “Dia menyukaiku dan memberikan aku kalung ini.....” ....Melihat Kapten Galih dan menunjukkan kalung liontin yang diberikan....
Sersan Mayor Wica : “Ahhhh.....Kalung itu....Kapten Galih ternyata masih menyimpannya, ya ?.....” ....Melihat kalung liontin yang dipakai Ksatria Ririn....
Ksatria Ririn : “Apa ada yang spesial dari kalung ini ?” ....Sambil melihat kalungnya....
Sersan Mayor Wica : “Ya, di dunia kami sebagai jimat keberuntungan dan bagi siapa yang menerimanya akan menerima cinta sejati tapi itu menurut legenda. Di kalung itu sebenarnya sudah terpasang alat yang dapat mengetahui lokasimu dari jarak jauh sekalipun lalu dapat mendeteksi tanda-tanda kehidupan yang memakainya dan Kapten Galih yang memasangkan sendiri ke kalung itu untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu terhadap dirimu dan sudah jelas sekali Kapten Galih mencintaimu lalu sembunyikan liontin itu dari siapa pun itu. Bila ada orang yang tahu kalung itu, mereka akan mengambilnya. Harga kalung liontin ini sangat mahal kalau di dunia ini sekitar 500 koin Platinum.....”
Ksatria Ririn : “Begitu rupanya.....” ....Duduk disebelah tempat tidur Kapten Galih....
Sersan Mayor Wica : “Tenang saja, Kapten Galih ingin kamu selamat....” ....Melihat Kapten Galih yang terbaring di tempat tidur....
Ksatria Ririn : “Bagaimana anda tahu ?....” ....Melihat Sersan Mayor Wica....
Sersan Mayor Wica : “Kapten Galih memberikan kalung itu kepada orang yang sangat istimewa bagi dirinya.....” ....Sambil membereskan kotak medisnya....
Ksatria Ririn : “Bagaimana tentang keadaannya ?....”
Sersan Mayor Wica : “Dia hanya kelelahan pasti saat itu demi melindungi kalian semua......”
Ksatria Ririn : “Itu benar....”
Sersan Mayor Wica : “Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu....” ....Sambil berjalan menuju pintu keluar....
Ksatria Ririn : “Terima kasih banyak....”
Sementara itu, keadaan di luar barak Kapten Galih dengan seluruh pasukannya beserta Jenderal Isekawa dan Mayor Vipta....
Prajurit 1 Charen : “Apa Kapten baik-baik saja ??!!!...” ....Sambil berlari menuju barak Kapten Galih....
Jenderal Isekawa : “Apa yang sebenarnya terjadi ???!!!...” ....Sambil berlari menuju barak Kapten Galih....
Mayor Vipta : “Apa yang kalian lakukan sebenarnya ??!!!....”....Sambil berlari menuju barak Kapten Galih....
Letnan 2 Irhamna : “Kami sedang menunggu kabar dari Sersan Wica yang ada di dalam untuk memeriksanya.....Kami juga berharap semoga tidak terjadi apa-apa terhadap Kapten Galih.....” ....Melihat Jenderal Isekawa dan Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Baik, aku mengerti.....” ....Melihat Letnan 2 Irhamna....
Letnan 1 Andrian : “Semua ini adalah salahku kalau saja aku tidak pergi masuk ke terowongan itu, aku masih bisa bertempur.....”
Jenderal Isekawa : "Hentikan....Ini bukan salahmu ataupun salah siapapun....Ini karena takdir...."....Melihat Letnan 1 Andrian....
Sersan 1 Sultan : “Tapi apa yang sebenarnya terjadi ???.....” ....Melihat Letnan 1 Andrian....
Kemudian Sersan Mayor Wica keluar dari barak Kapten Galih......
Sersan Mayor Wica : “Ahhhaaahh.....Kalian ini masih sama saja.....Suara kalian terdengar sampai kedalam barak.....” ....Sambil keluar dari barak dan menutup pintu barak Kapten Galih kembali....
Jenderal Isekawa : “Bagaimana keadaannya ?.....” ....Melihat Sersan Mayor Wica....
__ADS_1
Sersan Mayor Wica : “Ada Jenderal, maafkan saya. Jenderal.....” ....Melihat Jenderal Isekawa....
Jenderal Isekawa : “Ti
dak apa-apa, bagaimana kondisinya ?.....”
Sersan Mayor Wica : “Saya sudah mengganti perban yang ada di pundaknya seperti terserempet peluru beberapa milimeter dan Kapten Galih pingsan karena kelelahan.....”
Jenderal Isekawa : “Aku mengerti.....”
Mayor Vipta : “Baiklah, kalian sudah kuberikan liburan selama 1 minggu manfaatkan sebaik-baiknya setelah itu kalian memiliki misi.....Silakan Jenderal.... ” ....Melihat seluruh pasukan Kapten Galih....
Jenderal Isekawa : “Seperti yang dikatakan Mayor Vipta, misi kalian yang pertama adalah pergi langsung menuju jantung Ibukota Mizucia sebagai Unit pengintai ke-5 untuk menjalin hubungan dengan warga lokal setempat dengan berbaur di daerah miskinnya lalu membantu Unit Pengintai ke-1 yang telah mengamati wilayah itu. Yang memimpin Unit Pengintai ke-5 adalah Letnan 1 Andrian karena Kapten Galih akan diberi misi khusus untuk detailnya akan disampaikan oleh Mayor Vipta nanti.....Jelas ? .....” ....Melihat seluruh pasukan Kapten Galih....
Seluruh pasukan Kapten Galih : “Sir, Yes sir.....”
Jenderal Isekawa : “Baiklah, kalau begitu aku kembali ke kantorku dulu. Silakan lanjutkan Mayor Vipta....”
Mayor Vipta : “Baik, Jenderal....”
Letnan 1 Andrian : “Tunggu Jenderal.....Ada hal yang aku ingin tanyakan....” ....Melihat Jenderal Isekawa....
Jenderal Isekawa : “Tanyakan saja kepada Mayor Vipta....” ....Sambil berjalan pergi....
Letnan 1 Andrian : “Baik, Jenderal.....”
Setelah itu Jenderal Isekawa pergi kembali ke kantornya.....
Mayor Vipta : “Ingin bertanya tentang apa ?.......” ....Melihat Letnan 1 Andrian....
Letnan 1 Andrian : “Apa benar Kapten Galih menyelesaikan 2.000 misi ?.....” ....Melihat Mayor Vipta....
Seluruh pasukan Kapten Galih : “Apa ????!!!!!.....” ....Terkejut kecuali Letnan 1 Andrian dan Prajurit 1 Charen.....
Mayor Vipta : “Itu benar. Lebih tepatnya 3.585 misi, 3.000 diantaranya adalah misi khusus dan diselesaikan berturut-turut sebelum bertemu dengan kalian lalu Kapten Galih menyelesaikan semua misinya dengan sangat baik dan profesional tinggi karena dia menjalankan misi sendirian alias solo.....”
Prajurit 1 Charen : “Bagaimana dengan semua penghargaan di rumah Kapten Galih ?....”
Mayor Vipta : “Semua penghargaan itu diberikan kepada Kapten Galih secara khusus dan rahasia demi menjaga identitas sebenarnya kartu AS kita....”
Sersan 1 Sultan : “Apa yang dimaksud dengan misi khusus, Mayor ?.....” ....Melihat Mayor Vipta....
Mayor Vipta : “Misi yang tidak mungkin dikerjakan oleh kalian maka sebagai gantinya Kapten Galih menawarkan diri sebagai tumbal untuk menggantikan kalian di misi tersebut bahkan tingkat misi tersebut adalah tingkat S dan SS+. Tingkatan jauh lebih tinggi dari misi yang selama ini kalian jalani semua hanya misi tingkat A dan itu juga dikerjakan sebagai tim.....”
Apa yang terjadi terhadap Kapten Galih ?
Apa rahasia Kapten Galih ?
Bagaimana Kelanjutan kisah Kapten Galih ?
Tunggu......Episode 44 Keteguhan Hati part 2.....
__ADS_1