
Letnan 2 Andrian :
“Yaaahhh......Anu.....Bagaimana ya ?.....Mereka sedang membaca itu tentang BL......” ....Ragu-ragu mengatakannya....
Letnan 1 Galih : “Haahh......Apa ?......” ....Wajah serius....
Letnan 2 Andrian : “Mereka sedang membaca Boys Love, pak......” ....Sambil tersipu malu....
Letnan 1 Galih : “Begitu.....Yaaa.....Aku mengerti. Baiklah kalau begitu ceritanya.....” ....Sambil berjalan dan mengikuti seseorang....
Letnan 2 Andrian : “Ada apa Letnan ?.....” ....Sambil melihat ksatria Ririn dan Boses....
Letnan 1 Galih : “Tidak. Hanya saja aku sedang mengejar seseorang....”
Letnan 2 Andrian : “Apakah anda butuh bantuan ?.....”
Letnan 1 Galih : “Tidak, ini urusan pribadi. Prajurit Charen dan Letnan Andrian, Apakah kalian berdua mendengarkan aku ?.....”
Letnan 2 Andrian dan Prajurit 1 Charen : “Sir, yes sir !!!......”
Letnan 1 Galih : “Awasi mereka dan pergerakkan di sekitar mereka karena musuh sudah ada disekitar kita dan kita akan bertemu di tempat yang Letnan Andrian tentukan.....Tetap siaga apapun yang terjadi, selama aku tidak ada yang mengambil alih sementara adslah Letnan Andrian....GSR55....Out......” ....Sambil melihat orang itu masuk ke gang yang sepi....
Letnan 2 Andrian dan Prajurit 1 Charen : “Sir, yes sir....”
Kemudian Letnan Galih memergoki orang yang membuntutinya di gang sepi.......
Letnan 1 Galih : “Siapa kalian semua ?????!!!!!......” ....Melihat orang tak dikenal yang membuntuti Letnan Galih....
Orang tak dikenal : “Cihhhh......Sudah ketahuan.....” ....Melihat Letnan Galih....
Orang tak dikenal 2 : “Benar, ayo habisi.....Maju...... ” ....Berlari ke arah Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Kurasa hal itu percuma saja......Haaiiiiih......Yaaahhh, kurasa percuma juga menggunakan cara halus......Maju kalian !!!!!...." ....Berlari untuk melawan....
Setelah itu Letnan Galih melawan orang yang tak dikenal itu tanpa bantuan......
Letnan 2 Andrian : “Sudah hampir 1 jam.....Prajurit Charen, kita bertemu di terowongan bawah tanah......” ....Menghubungi lewat radio....
Prajurit 1 Charen : “Baiklah, Letnan. Aku segera bergerak.....” ....Membalas lewat radio....
Letnan 2 Andrian : “Baik dan berhati-hati saat perjalanan. Sampai jumpa lagi saat disana......”
Prajurit 1 Charen : “Sampai jumpa juga Letnan....” ....Menutup radio....
Letnan 2 Andrian : “Baik.....” ....Menutup radio....
Jam 18.25, setelah itu Prajurit 1 Charen sudah sampai di terowongan dan bertemu dengan Letnan 2 Andrian.....
Letnan 2 Andrian : “Bagaimana kabarmu ?......” ....Melihat Prajurit Charen dan rombongannya....
Prajurit 1 Charen : “Kami baik-baik saja.....” ....Melihat Letnan Andrian dan rombongannya....
Letnan 2 Andrian : “Syukurlah.....Lalu apa itu ??.....” ....Sambil melihat barang-barang yang dibawa masing-masing oleh Prajurit Charen dan rombongannya....
Prajurit 1 Charen : “Tentu saja, barang-barang kami dengan memakai kartu ATM Letnan.....” ....Menunjukkan kartu ATM Letnan Galih....
__ADS_1
Letnan 2 Andrian : “Berbicara tentang Letnan, dimana dia ?......”
Ksatria Ririn : “Dimana Letnan Galih ?......” ....Melihat Prajurit Charen yang menggelengkan kepalanya dan Letnan Andrian.....
Letnan 2 Andrian : “Mengenai itu, Letnan Galih ada urusan sedikit dan segera kembali berkumpul dengan kita....” ....Sambil melihat Ksatria Ririn....
Ksatria Ririn : "Baiklah......." ....Sambil berharap kedatangan Letnan Galih segera....
Prajurit 1 Charen : “Memangnya urusan seperti apa dengan orang macam dia....." ....Kesal menunggu Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Hanya urusan kecil dan aku sudah membereskannya sendiri lalu apa yang Letnan Andrian bilang itu benar.....Aku hanya ada urusan sedikit. Apa kita sudah berkumpul semua ?....” ....Melihat bawahan dan rombongannya....
Letnan 2 Andrian : “Semuanya hadir dan lengkap, Letnan.....” ....Terkejut melihat Letnan Galih....
Elf Lulala : “Sayang.....” ....Melihat Letnan Galih....
Para rombongan : “Apa......!!!!.......Sayang.......!!!!!” ....Semuanya terkejut....
Letnan 1 Galih : “Reaksi yang bagus. Kalian baik-baik saja ?.....”
Letnan 2 Andrian : “Ya, Letnan. Kami sangat baik sekali.....” ....Melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Bagus, untuk selanjutnya kurasa tidak punya pilihan selain ke Villa pribadi milik Jenderal.....” ....Menunjukkan lokasi villa Jenderal Isekawa....
Letnan 2 Andrian : “Saya setuju dengan anda.....”
Prajurit 1 Charen : “Yaahhh.....Apa boleh buat ?.....Aku hanya ikut dengan kalian semua.....” ....Melihat Letnan Galih dan Letnan Andrian dengan tatapan pasrah....
Letnan 1 Galih : “Suka tidak suka.....Kita hanya bisa menerimanya, kan ?”
Prajurit 1 Charen : “Yahhh.......Iya......”
Letnan 1 Galih : “Sebenarnya aku hanya melumpuhkan 2 orang yang membuntuti kita sejak kita berpisah lalu aku menangani mereka dengan hati-hati, tindakan yang bagus bukan ?.....” ....Menjelaskan dengan singkat....
Letnan 2 Andrian : “Benar tapi bagaimana cara kita ke Villa milik Jenderal ?” ....Sambil bingung....
Tiba-tiba Inspektur Lee datang ke terowongan dan mengejutkan Letnan Galih beserta rombongannya....
Inspektur Lee : “Hahahaha.....Itu bisa diserahkan saja kepadaku dan anak buahku sudah menunggu diatas.....” ....Melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Seperti biasanya menyembunyikan keberadaan agar tak terlihat.....” ....Melihat Inspektur Lee....
Prajurit 1 Charen : “Membuat terkejut saja.....” ....Terkejut melihat Inspektur Lee....
Inspektur Lee : “Tenang saja, beberapa anak buah elitku sedang mengurusnya dan lagi seharusnya kalian juga bersiap untuk pertunjukkan kecil-kecilan, gadis manis....”
Prajurit 1 Charen : “Apa maksudnya pertunjukkan kecil-kecilan ?....” ....Bertanya sambil kesal....
Inspektur Lee : “Pertunjukkan seperti ini.....” ....Melihat orang yang tiba-tiba berlari ke arahnya....
Kemudian ada orang yang tidak dikenal mengambil senjata Dewi Rara tapi baru jalan sedikit saja, orang tidak dikenal itu langsung jatuh dan senjata itu menimpa tubuhnya hingga pingsan juga tidak bisa berdiri lagi.....
Inspektur Lee : “Yahh.....Kira-kira pertunjukkan seperti itu.....” ....Sambil berjalan ke orang yang tidak dikenal itu....
Letnan 1 Galih : “Siapa targetnya ?” ....Sambil melihat Inspektur Lee....
__ADS_1
Inspektur Lee : “Terlalu banyak variasi di kelompok kalian....” ....Sambil memborgol tangan orang yang tidak dikenal itu....
Letnan 2 Andrian : “Apa anda akan mengurusnya ?.....” ....Melihat Inspektur Lee....
Inspektur Lee : “Tentu saja.....Tapi kenapa senjata ini ringan sekali ?.....” ....Sambil mengangkat senjata Rara....
Letnan 1 Galih : “Jatuhkan senjata itu sekarang !!!!......” ....Melihat Inspektur Lee yang mengangkat senjatanya....
Setelah itu, Letnan Galih segera memanggil ambulan untuk mengantarkan Inspektur Lee ke Rumah Sakit karena pinggang Inspektur Lee bergeser.....
Letnan 1 Galih : “Cihhh, merepotkan saja.....Senjata itu memang terlihat ringan tapi aslinya sangat berat karena itu senjata dewa.....” ....Sambil berlari menuju ambulan....
Inspektur Lee : “Baik, semuanya sudah terlambat lalu anak buahku yang akan mengantarkan kalian dan sisanya kuserahkan padamu......” ....Melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Aku mengerti karena sudah menjadi tugasku.....” ....Sambil melihat Inspektur Lee dimasukkan kedalam ambulan
Kemudian Letnan Andrian memasukkan Inspektur Lee dan menutup pintu ambulan......
Letnan 1 Galih : “Tidak ada pilihan lain, ya ?......” ....Melihat Letnan Andrian....
Letnan 2 Andrian : “Terpaksa karena kita sudah mencolok disini.......” ....Melihat Letnan Galih....
Letnan 1 Galih : “Semuanya naik ke kendaraan !!!!.....”
Para rombongan : “Baik.....” ....Naik ke mobil....
Letnan 1 Galih : “Supir, antar kami ke tempat ini.” ....Sambil duduk di mobil dan menunjukkan lokasi....
Supir mobil : “Baik, Letnan....” ....Melihat Letnan Galih dan lokasinya....
Setelah itu, Letnan Galih dan rombongannya pergi ke Villa pribadi milik Jenderal yang sudah diberitahu sesuai rencana. Sementara itu di ruang markas komando dan strategi......
Jenderal Isekawa : “Apa mereka sedang menuju titik yang sudah kita tentukan ?” ....Melihat pergerakkan Letnan Galih dari layar monitor via drone....
Mayor Vipta : “Sepertinya begitu, Jenderal dan tolong anda lihat rekaman kamera pengawas ini....” ....Melihat pergerakkan Letnan Galih dan menunjukkan kamera pengawas yang berada di gang sepi....
Jenderal Isekawa : “Ini bukankah Letnan Galih ?. Tapi siapa 2 orang yang ditemuinya.....” ....Sambil melihat rekaman kamera pengawas....
Mayor Vipta : “Benar, Jenderal dan Letnan Galih sudah menjatuhkannya lalu saya juga sudah mengirim orang untuk menangkapnya lalu mengintrogasi mereka......” ....Melihat Jenderal Isekawa....
Jenderal Isekawa : “Baiklah, aku mengerti.....” ....Melihat Mayor Vipta....
Tiba-tiba Kolonel Fauzan memanggil ruang markas strategi melalui radio.....
Kolonel Fauzan : “Markas.....Markas....Apa kalian mendengarkanku ?.....Over....” ....Menghubungi lewat radio....
Jenderal Isekawa : “Kami mendengarkanmu, Kolonel Fauzan. Jelas dan keras.......Over.....” ....Membalas radio....
Kolonel Fauzan : “Musuh sedang bergerak.....Musuh sedang bergerak.....Over....”
Jenderal Isekawa : “Berapa jumlah musuh ?.....Over.....”
Bagaimana kelanjutan kisah Letnan Galih dan rombongan di dunia yang berbeda ?
Apakah yang akan terjadi berikutnya ?
__ADS_1
Apa tindakan Letnan Galih selanjutnya dalam melindungi bawahan dan rombongannya ?
Tunggu........Episode 35 Ancaman Liburan part 4