
Setelah 1 bulan lamanya, akhirnya markas pasukan siap digunakan dan Mayor Vipta sudah mengumpulkan banyak intel dengan segera Jenderal Isekawa memanggil Letnan Galih dan Mayor Vipta ke ruangannya untuk laporan juga strategi selanjutnya.....Mayor Vipta dan Letnan Galih masuk ke ruangan Jenderal yang baru....
Mayor Vipta dan Letnan 1 Galih : “Salam kesatuan...!!!”...Sambil hormat....
Jenderal Isekawa : “Salam Kesatuan....Silakan duduk...”....Hormat balik....Kemudian duduk...
Mayor Vipta dan Letnan 1 Galih : “Terima kasih, pak....” .....Sambil duduk...
Jenderal Isekawa : “Mayor, silakan laporanmu...” ....Sambil membuka dan menunjukkan berkas.....
Mayor Vipta : “Baik, Jenderal. Saya dan Unit Intel berhasil menyusup ke ibukota kerajaan dan sudah memetakkan seluruh wilayah juga saya sudah mempelajari bahasa mereka...”
Jenderal Isekawa : “Lanjutkan....”
Mayor Vipta : “Saya juga sudah membentuk rencana untuk membuat 7 Unit Pengintai dari Divisi Pengintai ditambah dengan Unit Intel yang saat ini berada di ibukota dengan jumlah 4 orang. Lalu Letnan Galih sebagai “Special Task Alpha One” akan menjadi “Unit Pengintai ke-5” dengan sandi “Cormorant One”. Kemudian kita memulai pencarian kemana hilangnya 5.000 warga sipil dan untuk makhluk yang ada disini berupa goblin, orc, elf, manusia, ogre, darkelf, manusia campuran bahkan naga lalu untuk bahasa mereka sendiri. Saya sedang mencoba membuat kamus agar dimengerti dan dipahami oleh seluruh pasukan, untuk sistem pemerintahan sendiri dipimpin oleh Kaisar Malto dengan mempunyai 3 anak lalu ke ibukota dengan para senat kemudian ke kota-kota yang dipimpin oleh bangsawan setelah itu ke desa-desa yang dipimpin kepala desa...”
Letnan 1 Galih : “Bagaimana dengan pasukan musuh ?”
Mayor Vipta : “Untuk saat ini pasukan musuh tidak bergerak tapi sedang membuat pertahanan dan jumlahnya tidak bisa diprediksi karena bertambah juga tidak menutup kemungkinan sebagian dari mereka sudah menjadi bandit....”
Jenderal Isekawa : “Ini tentang misimu dan pasukanmu, Letnan adalah dua hal yang berbeda...”
Letnan 1 Galih : “Siap, pak !!”
Jenderal Isekawa : “Misimu adalah mencari tahu siapa pemimpin dan dalang saat kejadian kemarin bila ada yang menghambatmu jangan segan-segan untuk membunuhnya dan buat mereka membayar sedangkan misi pasukanmu adalah mencari tahu keberadaan 5.000 warga sipil kita dan segera bawa mereka kembali ke rumah...”
Letnan 1 Galih : “Dengan senang hati, pak...”
Jenderal Isekawa : “Mayor, segera kirimkan seluruh unit pengintai secepat mungkin dan suruh Unit Intel selalu memberikan laporan setiap harinya. Kemudian Letnan, sudah saatnya menjemput pasukanmu yang ada diseberang gerbang......lalu keluar dari ruangan ini dan tunggu diluar menunggu Mayor. Saya ingin berbicara 4 mata dengan Mayor....”
Letnan 1 Galih : “Sir, yes sir...”
......Berdiri dan meninggalkan ruangan.....
Setelah itu Jenderal Isekawa dan Mayor Vipta berbicara secara 4 mata......
Jenderal Isekawa : “Silakan, Mayor. Apa yang ingin kau sampaikan ?”
__ADS_1
Mayor Vipta : “Ini adalah peta seluruh wilayah dan kamus yang saya bicarakan tadi...” ....Memberikan kepada Jenderal....
Jenderal Isekawa : “Kerja bagus, Mayor. Kurasa bukan hal itu saja uang ingin kau sampaikan ?”
Mayor Vipta : “Benar. Apakah anda yakin untuk mengirim Letnan Galih untuk misi ini....”
Jenderal Isekawa : “Tenang saja, Mayor. Baginya, misi ini adalah masalah kecil.....”
Mayor Vipta : “Baiklah kalau begitu, Jenderal dan saya harap juga anda untuk berhati-hati karena saya mendengar bahwa pasukan musuh mempunyai tim assassin seperti Letnan Galih dan saya sedang mencari tahu orangnya, pak...”
Jenderal Isekawa : “Baiklah kuterima saranmu, Mayor.”
Mayor Vipta : “Baiklah kalau begitu, saya permisi dahulu...” .....Berdiri dan keluar ruangan.....
Kemudian, Mayor Vipta segera memerintahkan Letnan Galih yang ada di luar ruangan Jenderal untuk pergi menjemput pasukannya yang berada diseberang gerbang menggunakan truk pengangkut pasukan lalu Mayor Vipta segera mengirimkan seluruh unit pengintai kecuali unit pengintai ke-5 dan memerintahkan unit intel untuk berbaur dan mengamati kerajaan yang berada di ibukota lalu mengirimkan laporan setiap harinya tentang pergerakan yang telah dilakukan oleh pasukan musuh.....Sementara itu di tempat lain....Ksatria Ririn bertemu dengan seluruh anggota “Ksatria Mawar Putih” yang berjumlah 32 orang....
Ksatria Ririn : “Wahai seluruh......Ksatria Mawar Putih, kita ditugaskan untuk melindungi dan mempertahankan Kota Venezia!!!...” .....Dikuda dengan mengangkat pedang.....
Para ksatria mawar putih : “Yeah.....!!!”
Setelah itu, Ksatria Mawar Putih berangkat ke Kota Venezia dan pasukannya dibagi 2 dengan ksatria Ririn yang akan memimpin 12 orang ksatria lainnya juga beberapa diantaranya adalah teman-teman Ririn dari kecil dengan menyusul kerena untuk menemui bangsawan Lugia yang ternyata masih hidup.....
Ksatria Avi : “Siapa komandan ?” .....Sambil duduk diatas kuda....
Ksatria Ririn : “Bangsawan Lugia....”
Ksatria Boses : “Jadi Bangsawan Lugia berhasil selamat....” .....Sambil duduk diatas kuda.....
Ksatria Ririn : “Benar, lokasinya disembunyikan dan tidak banya orang tahu......Maka dari itu kita harus berangkat menemuinya lalu menanyakan apa yang terjadi....”
Ksatria Avi dan Ksatria Boses : “Baik, komandan.....”
Ksatria Ririn : “Berangkat....!!!!” ....Memacu kuda....
Sementara itu ditempat lain...Seluruh anggota Pasukan “Special Task Alpha One” menunggu Letnan Galih yang akan menjemput dari balik gerbang....
Kapten Richard : “Apa benar tempatnya disini ?”
__ADS_1
Letnan 2 Andrian : “Benar dan itu gerbangnya yang akan kita kunjungi....”
Sersan 2 Kazumayaki : “Apa kalian juga termasuk anggota pasukan Letnan Galih ?”
Sersan 1 Wica : “Itu benar...”
Letnan 2 Seohyun : “Senang, berkenalan dengan kalian.....”
Prajurit 2 Charen : “Kami juga....”
Sersan Kepala Hank : “Tidak sabar bertemu dengan kawan lama...”
Tidak lama kemudian Letnan Galih muncul dari balik gerbang dengan mengendarai truk pengangkut pasukan.....Turun dari truk.....Lalu pasukan Letnan Galih memberikan hormat dan Letnan Galih membalas kembali.....
Letnan 1 Galih : “Misi kita adalah mencari tahu hilangnya 5.000 warga sipil dan 4 orang baru ini adalah dari Dewan Keamanan PBB yang akan mengawasi kita dan kita akan berbagi informasi lalu saya berharap kalian semua sudah berkenalan. Baiklah akan aku perkenalkan, ini adalah Kapten Richard lalu yang disebelahnya adalah Sersan Kepala Hank lalu itu adalah Sersan 2 Kazumayaki dan selanjutnya adalah itu adalah Letnan 2 Seohyun....Saya harap kalian bisa berteman...!!!!”
Seluruh anggota pasukan : “Sir, yes sir..”
Letnan 1 Galih : “Angkat senjata & perlengkapan lainnya dan naik ke kendaraan.....!!! dan Kopral Sultan, kau yang menyetir truknya" .....Naik ke truk....
Kopral 1 Sultan : “Ayeee....Sir....” ....Naik ke truk....
Kemudian setelah itu, “Special Task Alpha One” pun berangkat ke seberang dunia itu. Dunia yang tidak bisa dipahami oleh manusia awam dari dunia lain, tentunya.....
Letnan 1 Galih : “Turun dari kendaraan.....” ....Turun dari truk...
Seluruh anggota pasukan : “Sir, yes sir....” ....Masih didalam truk....
Letnan 1 Galih : “Disana adalah barak kalian dan terpisah. Kalian bisa meletakkan barang kalian disana dan kalian diberi waktu 30 menit untuk merapihkan senjata dan perlengkapan kalian lalu bertemu dengan saya lagi disini dan kita akan menaiki kendaraan lapis baja 3 diantaranya dilengkapi senapan berat....Bisa dimengerti ?!!!”
Seluruh anggota pasukan : “Sir, yes sir.....”
Kemudian “Spesial Task Alpa One” diberikan waktu 30 menit untuk bersiap dan sebelum berangkat Letnan Galih akan briefing dahulu....
Bagaimana kisah petualangan Letnan Galih & Unit Pengintai Ke-5 ?
Akankah Letnan Galih menemukan obat untuk hatinya ?
__ADS_1
Tunggu Episode 10 Petualangan Baru