
Kembali lagi kepada Asisten Dimas yang berbicara kepada semua anggota pasukan Kapten Galih....
Prajurit 1 Charen : “Rumah itu, apakah benar milik Kapten Galih ?......” ....Melihat Asisten Dimas....
Asisten Dimas : “Setelah istrinya wafat, ada surat wasiat kalau semua harta yang dimiliki salah satu pasangan jika terjadi sesuatu maka harta itu jatuh ke tangan salah satu pasangan yang masih hidup dan rumah itu dirancang sendiri oleh Kapten kalian bahkan memiliki pintu kabur terowongan, bunker, dan ruang persenjataan. Pada saat kejadian itu, keluarga dan istrinya sedang di rumah satunya yang tidak di desain seperti rancangan Kapten Galih lalu aku juga yang bertanggung jawab atas pada cetak birunya pada 2 rumah tersebut, sejak saat itu aku menyesal karena tidak bisa melindungi keluarga dia dan sisanya seperti yang kalian tahu sendiri. Di sisi lain, aku seperti membunuh semua keluarga dia......”
Sersan Mayor Wica : “Setelah itu ?......”
Asisten Dimas : “Bagian anehnya adalah rumah yang kusebutkan dengan rancangan Kapten Galih tetap bersih bahkan tidak ada debu sama sekali sejak dia menghilang seperti ada yang menjaga dan merawat rumah tersebut bahkan sejak itu juga, aku memasang banyak jebakan seandaikan ada yang ingin berbuat macam-macam dengan rumahnya tapi entah kenapa dia bisa melewati semua jebakan dan semua kamera pengawas berhasil dihancurkan dan sudah lebih dari 10 kali......”
Letnan 1 Andrian : “Waktu kami saat mengantarkan tamu dari sini saat itu kami diajak pergi ke rumah itu dan sepertinya Kapten hafal dengan seluk beluknya.......”
Asisten Dimas : “Ohhhh......Jadi kalian pergi kesana rupanya setelah meledakkan Villa Jenderal kalian ?......”
Letnan 1 Andrian : “Kira-kira begitu......”
Asisten Dimas : “Yah......Seperti yang kubilang bahwa rumah itu adalah murni 90 % buatan Kapten kalian lalu mungkin saja kalau dia yang merawat dan menjaga rumah itu. Dia sebenarnya ingin kembali ke tempat itu tapi dia tidak bisa jujur dengan perasaannya sendiri.....”
Sersan 1 Sultan : “Kalau yang melewati jebakan anda adalah Kapten, hal itu bisa dilakukan karena Kapten sudah ahli bahkan levelnya diatas kita semua.......”
Asisten Dimas : “Hal itu juga tidak bisa dibilang tidak mungkin, pasti jika dia kembali ke rumah itu tapi dengan perasaan yang berat dan satu hal lagi yang menjadi aneh, bila kalian menemukan jalan setapak dekat rumah itu. Kalian dibawa ke tempat suci mungkin karena aku tidak tahu bagaimana bilangnya, tempat itu seperti kuil kecil diatasnya lagi dari rumah itu, tentu saja yang membuat kami para agen terkejut adalah disitu ada nama dan foto keluarganya beserta lilin yang masih hidup. Entah apapun itu membuat kami merinding tapi setelah dilihat lagi mungkin Kapten kalian juga yang membuat itu agar dekat dengan rumahnya........”
Letnan 2 Irhamna : “Apa tidak ada saksi mata ?......”
Asisten Dimas : “Ada. Sedikit dari mereka yang lewat rumah itu melihat sosok penampakan dan mendengar seseorang seperti sedang membangun rumah makanya jarang sekali yang tahu rumah itu bahkan dianggap berhantu tapi hantu itu mungkin Kapten kalian saat sedang membangun kuilnya sebagai gantinya terpaksa kami menutup jalan menuju rumah itu dan membuat peraturan yang ketat sampai tanahnya dikuasai militer oleh Jenderal kalian bilangnya sebagai tempat latihan tapi itu sekedar formalitas saja untuk melindungi rumah beserta isinya........”
__ADS_1
Sersan Mayor Wica : “Berarti kalau seseorang masuk ke rumah itu tanpa izin berarti ?.......”
Asisten Dimas : “Hukumannya adalah hukuman penjara seumur hidup atau tembak mati makanya jarang orang yang tahu lokasi rumah itu bahkan termasuk mengambil barang-barang yang di dalamnya juga......”
Letnan 1 Andrian : “Pantas saja, saya merasa ada yang janggal dengan rumah itu saat kami pergi ke sana pertama kali......”
Asisten Dimas : “Memang termasuk sistem keamanan, kebersihan, sanitasi, air, dan listrik adalah suplai sendiri bahkan orang gila itu mengubah rumahnya menjadi benteng tidak tertembus bila ada yang menyerang rumah itu ada yang disebut sistem darurat sebagai mengaktifkan sistem keamanan secara otomatis. Kaca anti peluru dan bom lalu setiap sisinya dilapisi lagi dengan pelat baja tebal jika sistem itu aktif, rumahnya akan dilindungi oleh lapisan pelat baja lagi yang lebih tebal jika mereka memaksa untuk masuk masih ada sistem laser yang memotong kalian menjadi beberapa bagian.....”
Prajurit 1 Charen : “Mengerikan.......”
Asisten Dimas : “Yang mengerikan bahkan bukan itu saja, bunkernya juga didesain anti serangan apapun bahkan standar anti nuklir dan ruang persenjataannya terdiri dari senjata kelas 2 sampai kelas 5 dan sistemnya mempunyai pintu baja setebal tank dan seberat 2,5 ton jika memaksa masuk ke bunker atau ruang senjata karena terkunci dengan dna milik Kapten kalian bahkan jika musuh terlalu banyak masuk di rumah itu akan ada penghancuran otomatis tanpa diberitahu dan meledak seketika dalam 10 detik......”
Letnan 2 Irhamna : “Itu gila......”
Letnan 1 Andrian : “Aku mengerti sekarang, jika rumah bisa dihancurkan tapi tidak dengan semua memori dan kenangan yang dia buat dalam rumah itu......”
Asisten Dimas : “Inti yang kuambil saat pembangunan rumahnya adalah seperti itu dan tidak seperti rumah lainnya sebagai tempat berlindung. Kurasa saatnya aku pergi ke kota.......”
Letnan 1 Andrian : “Sial.......Aku hampir lupa, kita sudah terlalu lama disini......” ....Melihat jam....
Asisten Dimas : “Baik, kalau begitu kita pergi menemui Duta Besar Rachel yang sudah menunggu dari tadi......”
Sersan Mayor Wica : “Terima kasih atas informasinya, Dimas......” ....Melihat Asisten Dimas....
Asisten Dimas : “Sama-sama tapi ini rahasia dariku dan Kapten kalian tidak boleh tahu tentang ini lalu orang itu masih menyimpan banyak rahasia lainnya harusnya itu yang kalian takutkan seperti aku yang bilang tadi.......” ....Sambil berdiri....
__ADS_1
Letnan 2 Irhamna : “Baik.....”
Letnan 1 Andrian : “Ayo pergi, Dimas.....” ....Sambil menyalakan mobil....
Asisten Dimas : “Baiklah, tunggu sebentar Letnan......” ....Melihat Letnan 1 Andrian dan Sersan Mayor Wica....
Sersan Mayor Wica : “Ada apa, Dimas ?......”
Asisten Dimas : “Ada satu hal lagi, aku jadi tahu mengapa dia memilih anggota pasukan seperti ini dan dia juga tahu semuanya tentang segala hal mengenai kalian ditambah dia adalah juga orang yang suka menghilang tanpa kembali pulang dan tidak mendengar kabarnya lagi hal itu juga kalian patut waspadai......”
Sersan Mayor Wica : “Saya mengerti......”
Asisten Dimas : “Baiklah kalau begitu sampai jumpa lagi nanti di dalam misi......” ....Sambil naik ke mobil....
Sersan 1 Sultan : “Hati-hati dijalan, Dimas.....” ....Melihat Asisten Dimas....
Asisten Dimas : “Baik.......Kita pergi, Letnan.....”
Letnan 1 Andrian : “Siap......” ....Pergi dari barak pasukan Kapten Galih....
Apakah yang akan terjadi selanjutnya ?
Apakah akan ada masalah ?
Bagaimana dengan Duta Besar Rachel ?
__ADS_1