
Hai para reader sekalian, maaf ini bukan crazy up 😁
Hanya sekedar ingin berbagi cerita saja. Novel ini saya dedikasikan untuk keponakan saya yang pernah menjadi korban pelecehan. Sebut saja namanya Mawar 😬
Saat itu usia Mawar 14 tahun, mendekati 15. Tubuh puber yang sedang berkembang, dan maaf ponakan saya ini memiliki dada ukuran yang oversize. Saat itu Mawar tengah di mushola dekat rumah, setelah menjalankan ibadah tarawih. Menunggu adik sepupu yang sedang ada perlu di rumah temannya, yang rumahnya disekitar mushola. Sudah sepi, para jamaah sudah pada pulang hanya tersisa Mawar di mushola itu. Saat asyik menunggu, tiba-tiba seorang tak dikenal datang menghampiri dengan modus bertanya jalan.
"Dek, jalan MT. Haryono ke arah mana ya?”
"Oh, bapak lurus saja lewat jalan itu, belokan kedua nganan", kata Mawar sambil menoleh menunjuk jalan yang dimaksud.
Saat menoleh itulah Mawar lengah, dan si bapak yang cabul itu meremas salah satu dada Mawar lalu lari kabur secepat kilat. Mawar yang shock atas kejadian itu tercengang beberapa detik.
__ADS_1
Begitu menyadari apa yang menimpanya seketika Mawar teriak, "Intaaaaannn (nama adik sepupu Mawar)!!
Intan yang mendengar teriakan kakak sepupunya bergegas menghampiri. Dilihatnya Mbak Mawarnya sudah menangis, dengan panik bertanya "Lho, opo'o Mbak War?"
(Lho, ada apa Mbak War?)
"Ayo, Tan mulih! Muliiihhh!!" teriak Mawar histeris.
Kejadiannya seperti itu dan terjadi selama dua detik. Saya tidak mau mengatakan "Hanya seperti itu" atau "Hanya dua detik". Mungkin bagi kita itu sekedar "hanya" atau "cuma". Tapi tidak bagi Mawar. Kejadian itu membekas di memorinya selama waktu yang terbilang lama, sekitar dua tahun.
Saat Mawar mendengar Ibunya atau Intan atau Neneknya yang menceritakan kejadian itu pada keluarga yang lain, Mawar akan langsung histeris dan mengurung diri di kamar. Kejadian itu memberikan trauma dan dampak psikologis yang begitu besar untuk Mawar. Mawar merasa malu.
__ADS_1
Novel ini saya buat karena saya miris dengan semua novel tema perkosaan yang saya baca di platform ini. Semua korban perkosaan akan dinikahi atau menikahi atau dinikahkan dengan pelaku. Padahal pada kenyataannya, sekaya apapun, setampan apapun pelaku, bagi korban mereka adalah sosok yang menakutkan. Sosok yang membuatnya trauma. Jika korban dinikahkan dengan pelaku, tentu saja traumanya menjadi double. Study mengatakan korban pelecehan dapat mengalami dampak psikologi yang sangat besar seperti PTSD (Post Traumatic Syndrom Disorder), depresi, atau bahkan keinginan untuk bunuh diri. Dan saya sudah melihat dengan mata kepala saya sendiri, melihatnya pada diri Mawar, keponakan saya.
Dengan menikahkan korban dengan pelaku, sama saja dengan kita melegalkan tindakan pelecehan asalkan dinikahi. Saya menyadari bahwa psikologi setiap manusia berbeda-beda. Ada korban yang mau dinikahi pelaku, tapi pada kenyataannya lebih banyak yang memilih untuk tidak mau dinikahi oleh pelaku.
Sebagian besar korban merasa malu, dan menyalahkan diri sendiri karena lemah, karena tidak mampu menjaga diri, karena bodoh. Padahal tugas kita sebenarnya adalah mendukung korban pelecehahan. Men-support dia agar bersedia membawa kasusnya ke jalur hukum. Men-support dia agar korban tak seharusnya merasa malu, karena korban tidak bersalah. Justru yang seharusnya merasa malu adalah pelaku.
Disamping itu saya ingin menunjukkan makna perjuangan pada kawan semua. Menunjukkan bahwa apa yang menurut kita atau orang lain buruk, bisa jadi sebenarnya itu adalah yang terbaik di mata Tuhan. Menunjukkan bahwa kita harus senantiasa ikhlas dalam menjalankan ketetapan Tuhan, sekalipun kita merasa berat.
Akhir kata, saya minta maaf yang sebesar-besarnya jika ada yang merasa tersinggung dengan tulisan saya ini. Saya tidak bermaksud menyindir atau menyalahkan. Saya hanya sedikit berbeda pandangan dengan sebagian author yang mengusung tema pelecehan ******l.
Akhir kata (lagi), hehehe. Mohon dukungannya untuk novel saya ini agar kuat berjuang sampai akhir (udah kayak yang mau perang aja, batin para readernya 😆) dengan like dan komennya.
__ADS_1
Terima kasih. Xie xie. Thank You. Gamsa Hamibda. Arigato gozaimasu. Merci. Gracias. Syukron. MATUR NUWUN 😂