Wulan Di Malam Luka

Wulan Di Malam Luka
Bab 5 Rahasia Ryo


__ADS_3

Lisa memacu motornya lumayan kencang, mengingat hanya tersisa 15 menit sebelum bel tanda masuk berbunyi. Sampai sekolah Lisa langsung memarkir motornya, dan aku menunggu Lisa di depan gerbang area parkir untuk bersama-sama menuju kelas kami masing-masing. Tak sampai semenit setelah Lisa memarkirkan motornya bel tanda masuk menggema. Aku dan Lisa saling tatap dengan ekspresi yang sama jika diartikan "Aduh telat nih!", kemudian bergegas lari agar guru tak mendahului masuk kelas.


Aku sudah mencapai pintu kelasku, begitu pula Lisa. Terlihat guru masing-masing mata pelajaran keluar dari ruang guru untuk menuju kelasnya masing-masing. Sambil terengah aku menuju bangku tempatku duduk. Teman sebangkuku Neta berkomentar, "Tumben telat". Aku hanya nyengir kuda menanggapi komentarnya.


Pelajaran pertama adalah Bimbingan Konseling (BK) selama satu jam mata pelajaran. Bu Evi menjelaskan bahaya **** bebas dan akibat yang harus ditanggung jika berani bersinggungan dengan hal tersebut. Aku yang selama ini sering membayangkan untuk bisa melakukan hal tersebut dengan Ryo hanya bisa menelan ludah kasar karena merasa tersindir. Pelajaran BK berakhir dilanjutkan pelajaran Sejarah Nasional selama dua jam mata pelajaran, kemudian dilanjutkan istirahat.


Seperti biasa, Lisa menyambangi kelasku di jam istirahat. Aku yang membawa bekal ayam rica dari rumah menawari Lisa untuk makan bersama.


"With my pleasure, my friend" kata Lisa sambil terkekeh. Kami menghabiskan bekal makan siangku bersama. Ryo tak tampak batang hidungnya, mungkin dia sibuk. Masih terlalu pagi sebenarnya untuk makan siang, karena waktu masih menunjukkan pukul sepuluh. Tapi setelah pulang sekolah aku dan Ryo akan langsung menuju pusat perbelanjaan satu-satunya di kotaku.


"Mau ngedate kemana nanti?" tanya Lisa padaku setelah meneguk air dari botol minumku.


"Mau nonton, tapi masih belum tahu nonton apaan. Paling Harry Potter, kan lagi booming", jawabku.


"Wah, kebetulan. Aku juga mau nonton..." kata-kata Lisa menggantung karena aku memotongnya.


"No. Jangan ganggu kencanku sama Ryo deh. Masa' kamu mau jadi obat nyamuk sih?", potongku cepat pada perkataan Lisa.


"Ah ilah, Lan. Main potong aja sih kamu! Aku juga sadar diri kali. Ga mungkin aku gangguin acara kencan sahabat aku. Aku tuh mau bilang, kalau aku juga mau nonton tapi bukan Harpot. Aku mau nonton Eclipse", terang Lisa padaku.

__ADS_1


"Hehehe. Sorry sorry, kirain. Kalau gitu berangkat ke mall-nya sama pulangnya barengan aja. Sebagai permintaan maaf aku traktir minuman enak deh disana" aku merasa bersalah karena sempat berburuk sangka pada Lisa.


"Kirain mau ditraktir nontonnya", Lisa mencebikkan bibirnya padaku.


"Aku ga ada duit kalau nraktir nonton, sayang", ujarku memelas.


"Hahaha. Iya iya, aku bercanda doang. Kamu orangnya apa-apa dibawa serius Lan, makanya cocok sama Ryo", Lisa tergelak melihat ekspresi memelasku.


Teeeettt Teeeeeettt. Bel tanda istirahat berakhir berbunyi. Lisa segera pamit dan bergegas kembali ke kelasnya.


"Nanti tunggu depan gerbang aja Lis!" seruku pada Lisa yang telah mencapai pintu ruang kelasku. Lisa hanya mengacungkan jempolnya sebagai tanda oke.


Setelah jam pelajaran berakhir aku segera mengemas buku-bukuku, lalu langsung melesat menuju kelas Ryo. Disana Ryo tampak sudah menunggu dengan senyum super sumringah. Aku bertanya-tanya ada apa gerangan hingga dia tersenyum selebar itu.


"Tadi ga ke kelasku yank, lagi sibuk ta?" tanyaku begitu aku tiba dihadapannya.


"Iya, aku sibuk tadi. Sibuk berbahagia. Nanti aja aku ceritain sambil makan. Aku traktir semuanya. Nonton sama makannya. Aku happy banget hari ini yank. Aku punya surprise buat kamu", Ryo nyerocos mengungkapkan kebahagiannya.


"Eh, tapi Lisa mau barengan ke mall. Dia mau nonton Eclipse. Kita nonton Harpot aja ya biar ga keganggu", aku menutup mulut menahan senyum.

__ADS_1


"Lisa? Boleh. Nanti aku traktir dia juga. Tenang aja, aku ada duit kok. Aku kan ga pernah jajan selama ini. Sama kayak kamu, tabunganku bertahun-tahun udah banyak pake banget. Cukup untuk biaya kuliah aku sampe lulus. Ups!" Dia memotong penjelasannya karena merasa nyaris keceplosan membeberkan surprisenya sendiri.


Aku mengerutkan kening menanggapi penjelasan Ryo. "Ada apa sih? Kok aku jadi penasaran. Ya udah, yuk jalan biar cepet nyampe. Kelamaan bisa mati penasaran aku".


"Jangan dong, yank. Kalau kamu mati aku sama siapa?" kata Ryo merajuk.


"Makanya ayo!" aku menggandeng Ryo agar bergegas.


Didepan gerbang Lisa sudah menunggu di atas motornya. "Yuk Lis, langsung. Kata Ryo kita ditraktir semua-semuanya. Dia lagi happy pake banget".Kataku pada Lisa dari atas motor Ryo.


"Eh, serius? Ada apaan nih? Ya udah ayok deh buruan!" kata Lisa yang kaget dengan apa yang aku sampaikan barusan.


Kami melajukan motor beriringan menuju mall tempat kami akan menghabiskan weekend. Aku memeluk pinggang Ryo dari belakang. Dalam hati bertanya-tanya, ada apakah gerangan yang membuat Ryo begitu bahagia?


****************


Reader sekalian ada yang bisa menebak? Yuk main tebak-tebakkan dulu 🤭


Jangan lupa jejak like dan komennya ya para reader kesayangan 🤗

__ADS_1


__ADS_2