YULIA

YULIA
MENOLONG WANG WEI ZI


__ADS_3

Melihat kedatangan Yulia yang menaiki burung Condor . Mereka bersyukur dan bahagia. sekaligus kagum pada Yulia . Yulia segera melihat keadaan murid yang terluka terlebih dahulu. Ternyata dua diantara mereka telah mati. Dan enam orang terluka parah . dan sebagian lainnya juga terluka. Walau tidak separah yang enam orang .


"Berapa orang jumlah kalian...?" tanya Yulia sambil memeriksa para murid yang terluka .


Dari kelompok Kami ada sepuluh orang. dan dari kelompok Tuan muda Wang Wei Zi , ada sembilan orang..." jawab Seorang murid pria.


Yulia terus memeriksa sambil memberi pertolongan. Dan ternyata luka mereka terlalu parah . Untungnya Yulia sebelum berangkat kesini sudah membekali beberapa pil ramuan tingkat Dewa. Dia segera memasukkan kedalam mulut setiap orang yang terluka dengan berbeda pil sesuai tingkat luka yang mereka derita. Dia lalu meminta Wangli untuk membawa mereka yang sudah dia obati dengan pil dan akupuntur . Selagi menyembuhkan yang terluka , Yulia meminta Wangli membawa yang terluka ringan terlebih dahulu. Dengan Patuh Wangli membawa metrka keluar Dari tempat itu . sambil madih mengobati Dia bertanya pada mereka yang masih belum terbawa .


"Kalian kelompok keluarga Xiao...?" tanya Yulia lembut.


" Benar ...Kami dari kelompok keluarga Xiao , tapi maaf Nona Yulia... kami tinggal berempat yang mati itu kelompok kami dan dua terluka parah. Sedangkan nona Yuntai dan tuan Muda Yu Qian ada di bawah sana..." ucap Salah satu murid wanita yang berdiri Di antara empat orang itu.


"Di bawah...? Di bawah sana..untuk apa...?" tanya Yulia. Dan langsung tegak berdiri .


"Menolong keluarga Wang yang jatuh..." jawab gadis itu lagi .


"Tunggu..tunggu...kok aku semakin bingung. Tolong ceritakan semuanya kenapa kalian Sampai jatuh di tempat ini ,dan kalian sampai terjebak tak bisa keluar. lalu untuk apa Saudara Xiao turun kebawa. memang kenapa dengan keluarga Wang..?" tanya Yulia dengan cemas. Tapi dia kembali melakukan pengobatan pada Mereka yang terluka , sebab jika terlambat sedikit lagi, nyawa mereka tidak tertolong lagi .


Akhirnya salah satu dari mereka bercerita masalah yang terjadi .


"Saat itu kelompok kami yang dinpimpin tuan Xiao Yu Qian bertemu dengan kelompok Tuan Wang Wei Zi dan Tuan Haitu serta kelompok mereka . Karena mereka sepupu akhirnya kami memilih berjalan bersama. Namun saat kami sampai di tempat ini, kami bertemu dengan Nona Cin Yilu dan dan Nona Yi Lan yang datang meminta tolong. Katanya Meteka terjebak di dasar jurang . Karena mereka masih satu perguruan dengan kami, akhirnya tuan Xiao Yu Qian memutuskan menolong mereka. Setelah kami ikuti, Ternyata kelompok mereka terjebak pertempuran dengan hewan Buas ditempat ini. Kami Segera turun dengan menggunakan tali yang tadinya memang mereka gunakan . Namun saat kami turun membantu mereka , Mereka malah melarikan diri di belakang kami . Tentu saja kami kesal. Meteka seperti sengaja memanfaatkan kami untuk melarikan diri dari Para hewan buas .dan saat tuan Wang Wei Zi mengetahui itu. Dia mengejar mereka. Entah dendam apa yang ada di dalam hati Nona Cin Yilu dan teman- temannya pada kami, saat tuan Wei Zi mengejar mereka menaiki tali yang mereka gunakan untuk naik . Dengan sengaja Mereka memotong tali dari atas. Akhirnya tuan Wai Zi jatuh ke jurang itu. Tuan muda Haitu kaget. Dia dengan cemas dan ketakutan menyusul tanpa berpikir panjang lagi .Dia turun dengan menggunakan tali...itu talinya..." ucap gadis itu sambil menunjuk ujung tali yang terlihat terikat di batu padas yang agak menonjol di dinding jurang.


"Lalu saudara Xiao...?" tanya Yulia lagi .


"Mereka berdua menyusul saudara Yuntai turun kebawa.. " jawab gadis itu lagi.


Yulia terlihat sangat marah. Yulia tahu kalau dialah yang menyebabkan Cin Yilu melakukan semua itu. pasti dia melakukan. itu karena dendam padanya. Harusnya bukan saudaranya yang Cin Yilu sakiti.. tapi dia..


Setelah memberi pertolongan pada mereka yang terluka para, Yulia menyuruh Wangli membawa mereka keluar dari jurang. Dengan bantuan mereka yang masih berada di sana , mereka mengangkat si sakit keatas tubuh Wangli untuk di bawa ke atas. Setelah tinggal tiga orang yang belum di bawa. Yulia berkata.


"Setelah burung kontrakku datang. Kalian ikut dia keatas. Dan katakan padanya aku berada di bawa..."ucap Yulia.


"Tapi Nona...." ucapan mereka terhenti saat mereka milihat burung Phoenix terlihat melayang di udara. Dan Yulia melompat keatas burung Itu. Mereka tak bisa berbicara. Baru saja mereka kaget melihat burung Condor mata tiga di depan mereka . kini ada burung Phoenix lagi yang jadi mahluk kontrak Murid Yulia .


"I..itu... Itu burung Phoenix kan..." ucap salah satu murid dengan Wajah kaget. Sang teman hanya bisa menganga sambil melihat kepergian Yulia dan Heizi.


Sedangkan Yulia sendiri kini terbang ke bawa bersa Heizi .


"Heizi...apakah kau melihat mereka...kabut terlalu tebal..."ucap Yulia. Heizi masih terbang di atas kabut.


"Tidak.. kabut terlalu tebal ...." ucap Heizi. Namun mata Ryu yang tajam melihat mereka.


"Mereka ada di bawah... Sepertinya mereka terluka..." ucap Ryu.


Yulia segera mengeluarkan Mutiara cahaya yang Dia miliki . Dengan bantuan mutiara cahaya, Heizi bisa membawa Yulia masuk ke dalam jurang. Tiba- tiba Yulia merasakan tekanan kekuatan yang sangat kuat.


"Apa ini.. Kenapa tekanan ini sangat kuat...." Seru Yulia dengan wajah kaget.


"Lia'er...sepertinya aku tidak bisa masuk kedalam.." ucap Ryu dengan cemas.


"Maksudmu...?" tanya Yulia heran.


"Tekanan ini menolak Darah hewan . walaupun kami mahluk kuno . kami tidak bisa menembus penolakan ini... Terang saja tidak ada mahluk buas yang menggamggu mereka. Karena mereka memang tidak bisa datang kamari..." ucap Ryu.


" Kalau begitu kau masuk saja keruang Dimensi Dan Kau juga Heizi ..kau juga masuk kedalam ruang Dimensi . Karena aku akan turun dengan caraku, sepertinya jaraknya dudah tidak terlalu jauh lagi dari dasar jurang..." ucap Yulia.


"Baiklah kami akan masuk...tapi kau harus hati- hati... " ucap Ryu.


"Baik..." jawab Yulia.


Ryu segera masuk kedalam ruang Dimensi Yulia. Begitu juga Dengan Heizi yang langsung masuk kedalam Ruang Dimensi setelah melihat Yulia melompat keatas. Dengan menggunakan tenaga dalamnya, Yulia turun kekedalaman jurang. Dan semakin dekat ke dasar jurang, Yulia bisa merasakan kekuatan tekanan itu demakin kuat, namun Dia juga bida melihat kalau Ke empat saudaranya ada di dasar jurang .Ada yang berbaring ada yang sedang duduk lotus dan ada juga yang duduk sambil bersandar pada dinding jurang . keadaan cahaya Samar karena kabut. Membuat mereka mendongak keatas saat melihat Cahaya terang masuk kedalam jurang. Mereka melihat cahaya dengan seseorang yang berpakaian putih terlihat melayang turun dari atas. Saat melihat wajah itu, mereka berseru seketika.

__ADS_1


"Yulia....!" Seru mereka bertiga.


Sedangkan Wang Wei Zi terlihat terluka parah. Matanya terlihat terkatup rapat. sedang berbaring di tanah .


"Kalian tidak apa- apa kan...?" tanya Yulia dengan wajah cemas. Melihat kepefuliam Yulia dan wajah cemas nya, membuat mereka terharu .


"Kami terluka ringan, tapi kakak terluka cukup parah..." jawab Xiao Yuntai.


Dengan cepat Yulia turun kebawa. Namun tekanan di dadanya semakin kuat. tapi dia berusaha menahan kekuatan itu.


"Kalian tidak apa- apa...apakah kalian tidak merasakan tekanan ini...?" tanya Yulia.


"Kami merasakannya Juga Yuyu. ..namun kami berusaha menahannya..." ucap Wang Heitu . Yulia segera mengeluarkan Pil ramuan dari ruang Dimensi nya .


"telan ini Dan segeralah bermiditasi..." ucap Yulia Sambil memberikan mereka dua pil setiap orang. Sedangkan pada Wang Wei Zi Yulia segera membrikan pil ramuan tingkat Dewa untuk menolong nyawanya. juga pil penawar racun . Dia merasakan kekuatan racun di dalam tubuh Yulia . Setelah itu Dia berusaha menyalur kan kekauatnnya untuk menyembuhkan Wang Wei Zi. Tak berapa lama terlihat Wai Zi memuntahkan darah hitam.


"'Ra..racun... Kak Wei Zi keracunan...!" seru Wang Haitu dengan wajah cemas.


"Tenanglah...aku akan nerusaha memyembuhkannya. Nanti setelah racun di dalam tubuhnya sepenuhnya hilang, Kita baru bisa naik keatas...." ucap Yulia.


"Kalian tetap lakukan meditasi untuk mengurangi tekanan ini..." lanjut Yulia.


Tanpa berbicara lagi, ke tiganya melakukan apa yang di katakan Yulia. Sedangkan Yulia sendiri segera mengeluarkan beberapa botol air jiwa. Dan dia segera meminum kan ke mulut Wei Zi. Setelah tiga botol kecil di minumkan ke pada Wei Zi. Yulia kembali menyalurkam tenaga dalamnya u tuk membetulkan airan darah yang terlihat sedikit kacau karena racun yang berada di dalam tibuhnya tadi. Yulia bernafas sedikit lega. setelah melihat denyut nadi Wei Zi kembali Normal. Dengan melihat denyut nadi dan Merasa racun di dalam tubuh sang sepupuh telah keluar semua atau telah di netralkan oleh pil racun dan air Jiwa, Terlihat mata Wei Zi mulai bergerak seolah akan terbuka. Dan tak lama kemudian, terlihat mata itu memang terbuka lebar. Saat Wei Zi melihat Yulia di depannya, dia kaget bukan main.


"Yulia...kau di sini..kau benar - benar Yulia kan..atau aku sedang bermimpi..?" ucapnya sambil berusaha bangun. Namun karena badannya masih lemah, diapun tertidur lagi.


"Kau harus bangun dengan perlahan.. Badan mu tadi terluka parah. Dan tulangmu yang patah masih rentan untuk bergerak. Untung masih bisa di sembuhkan...kau ingin bangun...?" tanya Yulia.


" Ini benar- benar kau...?" ucapnya tak percaya.


"Lalu kau fikir aku hantu...?' tanya Yulia menggoda. Mendengar suara Yulia dan Wei Zi , Ke tiga saudara sepupu Yulia membuka mata mereka.


"Kak..kau sudah sadar...!" Seru Heitu gembira.


"Kak...aku fikir kau Tidak bisa tertolomg lagi...." ucapnya sambil menangis .


'Kau ini..jangan menangis..wajah mu jelek..." kata Wai Zi. Terlihat sang adik hanya bisa mengusap air matanya .


"Maaf... lebih baik kalian berusaha memulihkan kekuatan kalian dulu, serta usahakan menahan kekuatan yang menekan kita ini. Dan Kau Kak Wei Zi...kalau kau mampu bangun, duduk Dan bermeditasi lah untuk memulihkan kekuatanmu. Kalau tidak berbaringlah...pulih kan kekuatanmu secara perlahan . Sepetinya kekuatan di sini malah akan membuat kalian berlatih dengan benar. Buatlah kekuatan tekanan di dalam sini menguntungkan bagi tubuh kita..." ucap Yulia.


Mendengar ucapan Yulia, ketiga saudaranya merasa tercetahkan . mereka segera kembali ke tempat mereka tadi. Dan duduk lotus kembali untuk bermeditasi. Karena Heitu sudah Mulai betmeditasi, akhirnya Yulia membantu Wei Zi untuk bangun dan duduk. Terlihat sekali pria tampan itu agak canggung saat memeluk pundak Yulia untuk dapat bangun dan Duduk dengan benar .


"Sudah enak duduk...?" tanya Yulia yang masih membantu membenarkan letak duduknya.


"Hmm..." gumam Wei Zi. Yulia heran dan ingin menatap pria yang ada di depannya. Saat Yulia membantu Wei Zi duduk, wajah mereka memang sangat dekat. Hingga wajah Wei Zi berada hanya beberapa inci dari pipi Yulia. Jika saja Yulia menengok kearah Wajah Wei Zi pasti mereka akan berciuman. Merasakan jawabam Wei Zi agak aneh. Yulia tampa sadar menarik wajahnya kebelakang. Dan dia melihat wajah Wei Zi. Terlibat wajah itu memerah sampai ketelinga.


"Ada apa...apakah ada yang sakit...? Atau patah tulangmu masih terasa sakit..?" Ucap Yulia dengan cemas.


"Tidak aku tidak apa- apa..." ucap Wei Zi gugup.


"Ooo..Syukur lah...Sebat aku tadi sudah memberimu tiga pil ramuan, mana.mungkin tulangmu masih patah..." ucap Yulia.


"Ya sudah ayo kita mulai bermeditasi..." ucap Yulia. Dia lalu duduk Lotus bermeditasi .


"kak... Apa benar tekanan ini tidak berbahaya bagi mereka. " Tanya Yulia. Dia memang tadi di beri tahu kalau tekanan.Itu malah akan memiliki keuntungan untuk mereka bermeditasi.


"Tidak... Lakukan itu beberapa waktu untuk menyembuhkan luka mereka. Kalau mereka beruntung, mereka bisa mengalami terobosan..." ucap Ryu dari dalam Ruang Dimensi nya. Untung mereka masih bisa berkomonikasi walaupun tidak bisa keluar.


Benar saja apa yang di katakan Ryu. Huitu dan Xiao Yu Qian mengalami terobosan dan Xiao Yuntai hanya mampu memperkuat kekuatan mentalnya. Walaupun begitu dia sangat bahagia.


"Kalian semua tolong jaga Kak Wei Zi dulu... aku akan melihat tekanan apa yang membuat kita merasakan sesak. Walaupun itu menguntungkan kita..." kata Yulia.

__ADS_1


"Aku akan menemanimu....!" seru Xiao Yu Qian .


"Tidak kak...aku akan pergi sendiri..kak Wang Wei Zi lebih membutuhkan dirimu..." ucap Yulia. Memang dari kelima orang ini, Yulia paling muda sendiri. Xiao Yuntai Yang paling muda saja, lebih tua dua tahun dari Yulia.


"Tapi Yulia... " ucap Xiao Yu Qian dengan cemas.


"Kak...lebih baik kau di sini sambil bermeditasi, lihat Kak Wei Zi, wajahnya mulai Tidak pucat lagi. Tapi dia masih lemah . Setelah aku menemukan sumber dari kekuatan ini, aku janji aka. cepat kembali..." ucap Yulia.


"Baiklah...kalau begitu berhati- harilah..." ucap Xiao Yu Qian.


"Baik.. Sekarang aku pergi ya...?" ucap Yulia.


"Hati- hati Lia'er... Kami akan menunggumu . cepatkah kebali agar kami tidak mencemas kan dirimu... Dan ingat kami menunggumu di sini..." ucap Wei Zi yang tiba- tiba berbicara panjang. Tentu saja ketiga saudaranya heran . pria yang biasanya dingin dan irit bicara. Kini bisa berbicara panjang . mereka menatap Wei Zi dengan wajah heran. Lalu saling berpandangan.


"Baik...sekarang aku pergi..." ucap Yulia. Dan Dalam sekejap dia hilang dari pandangan .


"Kenapa kalian menatapku seperti itu...?" kata Wei Zi yang melihat ketiga saudaranya menatapnya denganTatapan tak percaya.


"Kak..ini benar- benar kak Wei Zi kan....?" ucap Haitu.


"Dasar....kau fikir aku siapa.." ucap Wei Zi dengan wajah memerah.


"Kak...kau tidak mencintai saudara sepupu kita kan...?" ucap Heilu curiga.


"Aku tahu dia sepupu kita... Baru sekarang aku menyesal jadi sepupunya..." ucapnya pelan.


"Kak.. Kau membenci Yulia...tapi dia telah menyembuhkan nyawamu..." ucap Haitu sedih.


"Bukan aku membencinya...tapi baru sekarang aku merasa ketertarikan pada seorang wanita. Tapi kenapa mesti saudara sepupuku..." ucap Wei Zi dengan wajah sedih. Mendengar ucapan Wei Zi, ketiganya kaget. Ternyata saudara mereka mencintai sepupu cantik mereka .


"Kau bisa merubah rasa cintamu itu menjadi Cinta pada adik kandungmu kak... Bukanya kita tidak memiliki saudara wanita ...bisa kan perasaan Kakak menjadi cinta pada adik..." ucap Haitu pelan. Walaupun dalam hati , Dia merasa kasihan pada sang Kakak yang baru sekarang emiliki oerasaan mencintai seorang gadis .


"Itu memang yang harus aku lakukan, karena aku tahu Lia'er sangat mencintai Putra Suci. Dan aku akan selalu mendukung Dia. Dan jika Putra Suci membuat Dia kecewa, walaupun Dia lebih kuat dariku. Aku yang akan mengajar dia..." ucapannya dengan tegas .


"Benar... Aku juga akan membela dia kalau sampai Putra Suci menyakiti Dia..." ucap Xiao Yu Qian. Melihat saudara lelakimya semua menyayangi Yulia, Xiao Yuntai bukannya iri tapi malah bangga pada mereka. Dia juga mengagukunya Yulia yang bijak cerdas dan kuat, namun tidak ada ke sombongan di sifatnya.


Sedangkan Yulia terlihat berjalan menyusuri tempat itu dengan mengikuti kekuatan yang terasa semakin kuat. Dia berjalan semakin mendekati kekuatan itu. Semakin dekat, tekanan itu semakin kuat. Hingga untuk mengangkat Kakinya saja , Yulia serasa memiliki beban di kakinya. Namun tiba- tiba Dolly berseru dari dalam Ruang Dimensi nya.


"Tuan...ada apa dengan tungku obat Phoenix emas...!" seru Dolly dari dalam ruang Teratai.


"Ada apa Dolly...kenapa dengan tungku obat. Apa katamu...tungku obat Phoenix emas...? Maksudmu...?" ucap Yulia keheranan. Sebab Dia memang lupa dengan Nama tungku obat yang dia punya.


"Tunggu Tuan...sepertinya dia ingin keluar...!" seru Dolly dengan panik.


"Ya sudah...biarkan saja kalau itu maunya dia.." ucap Yulia.


Tak lama terlihat tungku obat yang dari emas yang ada di ruang obatnya keluar dan melayang di depannya. Dia Kini membentuk tubuhnya sebesar kepalan tangan orang dewasa. Setelah melayang di depan Yulia , tiba- tibadia berputar memgelilingi Yulia. Dan saat dia selesai mengelilingi Yulia, Yulia merasakan tubuhnya ringan. Tidak keberatan seperti tadi.


"Hey...apakah dia tadi mengurangi tekanan di Tubuh.. Ck...kau tadi mengurangi tekanan yang menembuat aku ke sulitam berjalan..." ucap Yulia.


Lalu tungku obat yang namanya Phoenix emas itu menjauh dari Yulia. Yulia diam saja hanya melihat kepergian benda itu. Namun saat Yulia diam, Tungku obat itu kembali terbang kearahnya.


"Ada apa...?kau ingin aku mengikutimu...?" tanya Yulia .


"kembali Tungku itu melayang pergi. Yulia akhirnya mengikuti benda itu dari belakang. Ternyata Dia mendekati tekanan kuat itu. Namun Yulia heran, tekanan itu sudah tidak mempengaruhi tubuhnya. Tidak ada rasa sesak. atau pun Rasa berat yang menekan dadanya .


udahan dulu ya...akan aku lanjut besok lagi.


Maaf kalau Typo masih bertebaran. ,🙏🙏


Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu . .

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2