YULIA

YULIA
MEMBONGKAR RAHASIA RAJA RAN .


__ADS_3

"Trimakasih Tuan...kalau Begitu Saya akan Kembali ketempat duduk saya..." Ucap Yulia.


"Pergilah... Karena tugasmu sudah selesai. " Jawab Pria di depan Yulia. Mendengar ucapan tabib kerja yang Ada di depannya, Yulia segera kembali ke tempat duduk nya yaitu di dekat Kaisar Kim .


Yulia menunggu peserta yang lain menyelesaikan pil milik mereka. Saat waktu yang di Tentu kan hampir berakhir, terlihat beberapa orang mulai menyelesaikan tugas nya. Namun banyak juga yang gagal. terdengar ledakan pelan dari tungku obat mereka . serta asap hitam dan bau godong dari tungku obat mereka yang mengalami kegagalan. terlihat wajah kecewa dan sedih di wajah mereka yang mengalami kegagalan.


dari Kelompok Yulia, Cuma Ada empat orang yang bisa masuk kedalam tahan delanjutnya.


Dan tahap terakhirpun telah di Tentu kan . Ada sembilan orang yang bisa masuk kedalam tahap terakhir tersebut . Tau tahap final. Dengan tenang Yulia melangkah kearah arena . Kali ini tempat urutan peserta di lihat dari kecepatan mereka memurnikan pil di tahap pertama tadi. Jadi sekarang Yulia berada di nomer satu , deret pertama . perlahan Yulia naik ke arena ujian . Tak lama setelah Yulia berada di atas arena ujian, seorang wanita cantik naik keatas arena . wanita itu memberikan sebuah lembaran kertas pada setiap peserta . Setelah di lihat ternyata lembaran kertas tersebut merupakan catatan pil yang harus mereka murnikan . Namun betapa kagetnya Yulia Karena yang tertera di dalam kertas itu adalah catatan untuk memurnikan pil ramuan level lima. Tentu saja Yulia kaget , bukankah seharusnya Dia memurnikan ramun Pil oada lebel tiga . Walaupun Sebenarnya itu sangat muda bagi Yulia . tapi bagaimana jika yang ada di posisinya bukan dia. Apakah mereka akan menyia- nyiakan bakat yang Ada. Atau mereka takut jika Ada pemenang yang sesungguhnya . Atau semua ini Hanya penipuan yang mereka lakukan. Lalu tahun- tahun kemarin bagaimana...?Yulia menghela nafas berat . tatapan Yulia mengarah kearah para Dewan Juri. Namun dia melihat kalau semua mata Juri terfokus padanya .


"Apa ini...apa memang mereka sengaja membuat ijian ini untuk dia...? baik akan Ku tunjukkan kemampuanku yang Sebenarnya..." batin Yulia .


Setela menghela nafas berat, Yulia berjalan dengan tenang kearah tumpukan bahan obat yang Ada di depan sana. Begitu juga dengan peserta yang lainnya . Setelah memilih tanaman obat dan rempah yang memang dia butuh kan , Yulia segera kembali ke tempat kuali obat , untuk segera memurnikan Ramuan yang kini Ada di tangannya. Perlahan dia mulai memanas kan api di tungku obat milik nya. Sedang kan peserta yang lain masih sibuk memilih bahan obat yang akan mereka suling . sambil menunggu tungku obat mulai memanas, Yulia mulai memilah tanaman dan rempah obat Sebagian bahan obat yang akan dia gunakan. Tak berapa lama terlihat Yulia mulai memasuk kan bahan- bahan obat tadi kedalam tungku obat . gerakannya sangat ringan , seperti sudah terbiasa dengan segala macam ramuan. Sambil menunggi obat mencair, Yuliaa mengontrol Panas pada tungku obat. hampir dua jam Yulia mulai melihat bahan obat mulai mencair .dan tak lama terlihat dia mulai memasukkan Kembali bahan yang lain. Dengan tenang dia melakukan semua itu hingga pada tahap ketika memasukkan bahan obat . Bahan terlihat mulai mencari kembali dan kini terlihat mulai mengental . Yulia memperbesar kekuatan api yang membakar tungku. Dan saat - saat seperti Inilah para tabib atau master pil sangat membutuhkan kosentrasi yang cukup tinggi. kegagalan akan terjadi jika kita terlena Sedikit . satu jam kemudian, obat mulai menggumpal sebesar telur ayam . Melina itu kosentrasi Yulia mulai lebih tinggi. Dia tak perduli dengan keadaan selitarnya. Semua perhatiannya terpusat di tungku obat . Yulia semakin mengontrol panas api yang membakar tungku obat . Api yang membungkus tungku obat terlihat Menyala Biru terang . Semua perbuatan yang di lakukan Yulia menjadi pusat perhatian semua orang. Sebab peserta yang lain masih dalam tahap memasukkan ramuan obat kedalam tungku obat . Tak berapa lama mereka mendengar


ding..ding...ding...


Semua orang mendengar suara itu. Dentingan pelan yang berasal dari tungku obat Yulia , terdengar dengan jelas. membuat semua orang kaget. Mereka semakin terfokus pada tungku obat milik Yulia. Dan evek dari Kejadian sangatlah besar , banyak tabib yang ikut kompetisi tergangu. Perasaan cemas, iri dan juga ingin melihat apa yang telah terjadi, membuat kosentrasi mereka terganggilu. Hingga Ada beberapa peserta yang akhirnya harus mengulang kembali Karena gagal. Sedang kan Yulia sendiri terlihat dengan tenang Membuka tungku obatnya. Dan saat tungku terbuka, maka tercium harum ramuan obat menguar di udara. Perasaan tenang, dan nyaman mereka rasakan. Tak berapa lama kemudian terlihat lima buah pil berwarna merah darah keluar dan melayang di atas tungku obat. Pil Yuyan Dan , pil menambah darah sekaligus pil menambah kekuatan. Pil Yang bisa menolong Jika seseorang mengalami kemacetan saat berlultivasi pada tahan Bumi level lima puncak dan ingin menembus level enam awal , Pil ini bisa di gunakan untuk menghilangkan kemacetan itu . Atau saat dalam keadaan darurat jika Ada seseorang yang terluka dan kehabusa darah, maka salah satu pil yang di hutuhkan Adalah pil ini. Namun Pil ini terhitung sangat langkah. Sulit sekali mendapatkan pil Yuyan Dan . Jangan kan toko obat biasa, atau Rumah pengobatan , di pelelangan pun mereka sangat sulit Menemukan pil ini. Karena para penyuling sangat enggan membuat pil Yuyan Dan . Selain bahan nya sulit di dapat, juga resiko kegagalan sangat besar. Tapi wanita itu... kenapa begitu Muda membuat nya. Bukan hanya para Juri , Raja maupun anggota istana pun sangat kaget. Kaisar Kim maupun Feng Lian juga kaget melihat pil itu. Hanya saja mereka tidak tahu. Kalau di dalam Ruang Dimensi Yulia, pil seperti itu sangatlah banyak. Yulia memang membuat Stok banyak untuk keadaan Darurat.


"Pil Yuyan Dan..." seru mereka bersamaan. Tabib kepala hingga berdiri melihat pil yang kini masih Melayang di depan Yulia. Perlahan Yulia mengambil pil itu lalu memasukkan kedalam botol giok yang sudah dia sediakan. Terlihat tabib kepala mendekati Yulia yang tempatnya memang dekat dengan tempat duduk para Juri.


"Nona...apakah itu pil Yuyan Dan...!" Seru tabib Kepala dengan binar gembira di wajah nya .


"Benar Tuan.. Ini pil Yuyan Dan..." jawab Yulia


Dengan wajah terlihat biasa dan tenang .


"Kau...Kau bisa memurnikan pil itu..." Ucap tabib kepala tak percaya.


"Tuan...apakah Ada orang lain di dekat Saya...?" Tanya Yulia kesal.


Mendengar ucapan Yulia yang Kasar tidak membuat tabib kepala marah. Andaikan dia bukan Yulia, mungkin orang itu sudah mendapat hukuman . Namun menghadapi seorang yang dia anggap master pil seperti Yulia, Siapa yang berani marah. Mereka semakin yakin kalau Yulia Adalah seorang Tabib Jenius.


"He he he... Maaf...aku Sedikit syok melihat pil yang Ada di tanganmu..." Ucap tabib kepala sambil terkeke Senang.


"Boleh aku melihat pil yang Kau pegang itu...?" Ucapnya lembut , yang membuat semua orang kaget bukan main, Sebab semua orang tahu Siapa tabib Yang Ada di depan mereka. Dia adalah tabib Gobi, Tabib Gobi Adalah kepala tabib di istana Condor ini. Tapi kemampuannya di akui di seluruh kota klan burung. Pria tinggi besar ini. Merupakan orang yang sangat sulit didekati. Tidak Ada satu orang pun Yang bisa membuat dia sabar apa lagi tertawa seperti sekarang ini.


"Tentu saja boleh... Bukankah aku harus membawa pil ini ketempat kalian untuk di lihat.." Ucap Yulia dengan Nada datar .

__ADS_1


"Ha ha ha... Baiklah, agar Kau tidak lelah, bagaimana kalau aku yang akan membawa benda itu kesana . Kau setuju kan...?" Ucapnya sambil tertawa bahagia.


"Tentu saja boleh.. Kalau begitu boleh aku kembali ke tempat dudukku...?" Kata Yulia dengan wajah tenang.


"Tentu, tentu saja boleh...Kau kembali saja ke tempatmu , biar aku yang membawa pil ini ketempat mereka." Ucapnya sambil mengambil botol yang Ada di tangan Yulia. Semua orang terpanah melihat Sikap tabib kepala terhadap Yulia. Wajah yang Biasanya dingin dan angkuh itu, terlihat penuh dengan tawa saat bersama Yulia. Seakan dia ingin merayu Yulia . Sedang kan Yulia , akhirnya kembali ke tempat duduk yang Ada di dekat sang Suami. Karena ini adalah tahap terakhir dari kompetisi tabib yang di selenggarakan istana Condor. Yulia memilih menunggu Dengan duduk di dekat keluarganya . Sedangkan tabib Kepala terlihat bahagia sambil berjalan kearah para Juri yang lain sambil membawa obat yang Yulia murnikan tadi. Ketika sampai di Sana, terlihat para tabib mendekati tabib kepala. Mereka mulai memeriksa pil ramuan yang di buat Yulia. Mereka sangat kaget dan tercengang, Karena pil berwarna merah terang , bagai Batu akik yang sudah mendapat kan polesan itu, terlihat dengan jelas tiga garis putih terang di atas permukaan pil itu .


"Ini ...benar- benar pil Yuyan Dan...dari mana Sebenarnya gadis ini...setahuku yang bisa membuat Pil seperti ini hanya guru dari KerajaanTaiyung ,teparnya perguruan Baiyun. Tapi kenapa gadis ini bisa melakukannya..." Ucap tabib ketua keheranan.


"Benar ketua... Aku fikir hanya mereka yang datang Dari Baiyun yang bisa menyuling pil seperti ini. Tapi yang aku dengar, gadis itu berasal dari Kota Dingin..." Ucap Salah Satu Juri.


" Kota dingin.." Kata tabib Ketua dengan wajah kaget.


"Benar tuan..." Jawab pria yang tahu identitas Yulia di pendaftaran.


"Apa benar wanita itu dari kota Dingin..." Ucapnya tak percaya.


" seperti itu di buku pendaftaran..." jawab orang tadi. Mereka melihat Yulia yang duduk dengan tenang di dekat Kaisar Kim.


"Aku seperti nya pernah melihat Pria yang berada di sebelah Kiri wanita itu..." Kata Salah Satu Juri. yang dia maksud Pangeran Feng Lian.


"Benarkah...? Kau Mengenal pria itu..?" Kata yang lain,


Mereka akhirnya focus kembali pada pil Yuyan Dan yang Ada di tangan sang Ketua. Namun akhirnya waktu berlalu dengan cepat. Dan ternyata dari sembilan peserta banyak yang mengalami kegagalan, hanya Ada empat Tabib saja yang bisa menyempurnakan pul ramuan yang harus mereka selesai kan , tapi pil yang mereka sempurnakan Adalah pil ramuan level tiga. Melihat itu Yulia jadi heran.


"Kenapa mereka membedakan pil yang harus di selesai kan...?" kata Yulia dengan wajah heran.


"Maksudmu....?" Tanya Kaisar Kim sambil menatap sang Istri. Begitu juga dengan Pangeran Feng Lian, dia juga menatap Yulia.


"Mereka meminta Yang aku sempurnakan mengapa harus pil ramuan level Lima... sedang kan pada mereka pil ramuan level tiga...Mengapa soal yang aku dapat tidak sama dengan yang lainnya...?" Kata Yulia sambil menatap kearah para Juri.


"Benarkah....Kok bisa...?" kata Pangeran Feng Lian dengan wajah heran .


"Kalau begitu kita harus hati- hati. Sepertinya akan Ada sesuatu yang akan terjadi. " kata Kausar Kim sambil menatap ke arah tempat duduk Raja Ran Ho Jin yang terlihat menatap kearah Yulia dengan tatapan terpesona. Dia merasa perasaan marah saat sang istri di tatap sampai seoerti itu olrh orang lain. Andai bukan karena Wangli . pasti Raja Ran Ho Jin sudah babak belur di hajar kausar Kim. Yang bucin pada sang Istri . Terlihat Raja Ran Ho Jin segera menhalihkan tatapan nya saat melihat Pria di sebelah wanita itu menatap ke arahnya. Dan tak lama terdengar tabib kepala mengumumkan pemenang, dari Kelompok perorangan Dan Kelompok per regu . Dan benar saja , Juara umum di menangkan oleh Yulia. Dan pengumuman itu membuat para peserta kaget. Setelah di jelaskan apa yang Terjadi, pil apa yang di buat Yulia, maka mereka sadar kalau kemenangan kompetisi itu memang untuk Yulia. Akhirnya Yulia di panggil untuk naik ke atas mimbar kehormatan untuk menerima langsung hadiah yang di berikan langsung oleh Raja Ran Ho Jin. Dengan tenang Yulia naik keatas Mimbar. Dan dia langsung berhadapan dengan Raja Ran Ho Jin.


"Selamat Nona Yulia... Kau yang mendapatkan seribu keeping emas hari ini. Sebelum Kau menerima hadiah mu, aku bertanya Padamu, apakah Kau mau bergabung dengan istana ini...?" Kata Raja Ran Ho Jin dengan percaya diri. Dan Dengan cepat Yulia berkata.


"Maaf yang Mulia... Hamba tidak bersediah. .." Tentu saja ucapan Yulia membuat semua orang yang Ada di sana kaget bukan main,

__ADS_1


"kenapa...?" Tanya Raja Ran dengan raut wajah dingin.


"Karena hamba tak berminat..."jawab Yulia datar.


"Lancang Mulut mu... Kau sadar sedang Berbicara dengan Siapa...! deharusnya Kau bangga terpilih Menjadi anggota Kerajaan ini.." Terdengar suara seorang wanita.


Dan tiba- tiba dua orang Wanita datang melayang dari udara ketempat itu . Dua wanita itu berpakaian Merah dan Kuning. sepertinya yang baju merahlah yang Berbicara tadi. Dia terlihat sombong dan congkak . wajah nya memang cantik, tapi ke angkuhan dan kesombongan nya mengurangi mecantikannya.


"Kak... jangan Karena dia cantik Kau memaafkan ke lancangannya...!" Serunya marah.


"apakah menyuarakan isi hati kita , Adalah sebuah kesalahan...?" Tanya Yulia dingin


" Dasar wanita rendahan...kau sangat sombong ******...aoa kau tak tahu tinggi nya langit..? Kakak...biarkan aku memberi Pelajaran pada dia... Dasar manusia tak tahu diri...!" Teriaknya marah.


"Dia adik dari Raja Ran Ho Jin Tuan.. Namanya Tailin. Dan wanita yang datang bersama nya itu, Mungkin sekarang sudah me jadi istri dari Raja Ran Ho Jin . Sebab dulu saat hanba kekuar dari temoat ini, mereka masih bertunangan..." kata Wangli di Fikiran Yulia. Terlihat senyuman sinis di bibir merah Yulia.


"Oo...begini kah sifat dari Klan Burung Condor yang terkenal itu..! Kasar , sombong, Semena- mena dan tak tahu diri...!" Seru Yulia dengan tenang. Dia yang tadinya akan menerima hadiah, kini harus beresiko harus menghadapi gadis gila ini .


"Brengsek...! Berani sekali Kau mengataiku... Kalau Kau tidak mati di tanganku, aku akan bersukud Padamu...!" Teriaknya semakin marah.


"He he he.... Ingat semua ucapanmu Putri Tailin..dan semua orang di sini sebagai


Saksi atas ucapan mu itu...!" Seru Yulia dengan dingin.Setelah berkata seperti itu, Yulia terkekeh. Dan tawanya membuat orang semakin terpesona. Wajah cantik itu semakin cantik saat teratawa sinis.


" Kau...kau mengenalku...?" Tanya Putri Tailin dengan wajah bodoh. Dan tertegun heran.


" He he he...Siapa yang tak Mengenal putri Tailin yang Bodoh, sombong, congkak namun tak bisa Apa - apa itu ha... Aku heran, istana Condor yang mega seperti ini , kenapa memiliki seorang Putri seperti dia...! Tapi tunggu...aku dulu punya sahabat yang Bernama Wangli, di mana Dia...!" Seru Yulia sengaja bertanya .


"Ha ha ha...Kau menanyakan penghianat itu... Jadi Kau teman dari penghianat bodoh itu ha..? Pria Yang telah membunuh Ayah dan kakaknya ...!" Teriak Putri sombong itu dengan wajah menghina .


"Cukup Tailin....!" Seru Sang Kakak. "


Aku rasa cukup dulu ya...aku lanjut besok lagi.


maaf jika agak Sedikit up date nya.


jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu selalu .

__ADS_1


maaf jika masih Ada typo atau salah ketik.


Bersambung .


__ADS_2