
Gema Adzan berkumandang menandakan sudah memasuki waktu magrib untuk daerah Bandung dan sekitarnya.
Aku bergegas memberikan aba-aba kepada anak sulungku untuk segera berwudhu dan sholat berjamaah.
Setelah usai solat berjamaah, aku berusaha untuk membiasakan diri membaca Al Qur'an walau hanya satu surat sekalipun. Memiliki niat seperti ini memang mudah tapi banyak rintangannya, tapi itu hanya awalan saja. Karena selepas beberapa Minggu berlalu maka akan terbiasa dengan sendirinya.
Tetapi, anehnya jika sedang semangat-semangatnya untuk memperbaiki kuantitas ibadah, ekh malah besoknya datang tamu yang tak di undang. Akhirnya libur untuk membaca Al Qur'an nya. Banyak godaan jika kita ingin Istiqomah dalam kebaikan. MasyaAllah...
Selepas itu, ku buka media social ku yang berlambang huruf F berlatar biru itu. Tiba-tiba mataku tertuju pada menu paling atas yang menandakan ada pesan baru yang belum aku buka.
Aku membukanya dan memang benar ada pesan yang masuk. Ku baca perlahan, "Hmm.. inikan suaminya kak Meyda, lha kok minta nomor ponsel aku? Untuk apa?" Aku mengerutkan keningku seraya berceloteh sendiri.
Ku balas pesannya "Wa'alaikummussalam,.. Maaf untuk apa ya dan ada keperluan apa?"
Setelah itu aku lepaskan ponsel ku, karena biasanya orang akan lama dalam membalas pesan inbox di laman ini. Gak semuanya online sepanjang waktu. Iya kan?
Dan ternyata inbox aku di balas saat itu juga, "Iya, ada hal yang mau saya tanyakan. Maaf sebelumnya jika saya lancang ya. Antum tahu saya kan?"
Ku baca pesannya dan membalas dengan singkat. Mengingat hal ini bisa menjadi fitnah.
__ADS_1
"Maaf, apa yang mau di tanyakan. Dan saya hanya sebatas tahu aja, jika antum adalah suami dari Almarhumah kak Meyda."
Pesanku langsung di balasnya dengan cepat.
"Antum ada rencana mau nikah tidak? Jika mau, saya mau mengajukan diri untuk menjadi suami antum."
Deg...
Deg...
Deg...
"Niatan ada, insyaallah tapi saya ragu untuk menuju ke arah pernikahan. Ada sebab yang gak bisa saya sampaikan. Jadi, silahkan cari yang lain saja ya. Terimakasih."
Ku balas pesannya, yah kejadian beberapa waktu silam terulang lagi. Lagi dan lagi, mereka berdatangan namun aku masih enggan untuk menuju ke arah pernikahan.
Menikah menjadi sesuatu Keajaiban untuk ku saat ini, karena itu mustahil. Mengingat kondisiku yang saat ini.
Aku bukan tak ingin menikah, hanya saja aku masih berpikir berulang kali untuk menuju kearah sana.
__ADS_1
Bukan karena siapa yang datang tapi ini karena diriku yang memiliki banyak kekurangan disana-sini. Dan kebanyakan mereka ketika mengetahui alasan sebenarnya lambat laun mereka tak memberi kepastian, hingga akhirnya aku yang harus mengambil keputusan untuk mengakhirinya sendiri.
Dan untuk yang ini pun sepertinya akan sama pula demikian, jadi jangan berharap lebih.
Denting ponsel terdengar, menandakan ada inbox yang masuk.
"Apa alasannya, aku serius ingin menjadi suami untuk mu. Beri aku alasannya, aku baru melangkah selangkah, antum sudah menolak ku."
Membaca isi pesannya, menambah kebingunganku.
Ku tarik nafasku dalam-dalam dan ku sandarkan kepala ke atas bantal. Aku duduk termangu memikirkan apa yang harus aku jelaskan.
Bayangan kala itu kembali hadir, bayangan akan kenyataan yang membuat aku seperti ini.
...
Apa yang terjadi pada masa itu? Hingga Yulia enggan untuk kembali memulai kehidupan berumah tangga. Penasaran? Nantikan episode berikutnya.
Dukung terus ya, lanjutan kisahnya akan di update setiap hari di jam 16.00 wib. Terimakasih atas apresiasinya. 💕
__ADS_1