YULIA

YULIA
TURNAMEN 2


__ADS_3

Saat melihat Yura, Kaisar hanya melihat sekilas lalu menuntun kedua putranya. Dengan wajah dingin . Wajah kaisar hanya bisa teihat lembut, saat bersama Yulia dan si kembar saja . Setelah itu dia akan kembali bersikap dan berwajah dingin, saat berhadapan dengan orang lain. Mata dingin itu sempat membuat Yura kedinginan . dan tanpa sadar bulu kuduk nya merinding. .


Walau saat pertama kali dia melihat ada orang lain yang memakai topeng perak seperti dua anak kecil yang ada bersama merek. yang membuat wajah keheranan terlihat di mata Yura. Namun untuk bertanya Yura merasa tidak enak dan tidak sanggup . Akhirnya Dia hanya diam mengikuti Yulia dan kawan- kawannya berjalan keluar dari penginapan. mereka berjalan ke arah restoran yang masih ada di lingkungan penginapan itu juga. Terlihat sekali kalau kedua pria kecil bertopeng akrap sekali dengan orang yang baru datang. Hanya saja Yura melihat sikap keempat pria yang bersama Yulia sedikit canggung. Atau sangat menghornati pria bertopeng itu .Entah kenapa Yura agak heran juga . Dan saat mereka mau masuk kedalam restoran , dua pria lagi bergabung dengan Mereka . Dengan penuh tanda tanya dalam hati, Yura mengikuti mereka. Setelah mencari tempat duduk , mereka memesan makanan . Tak berapa lama makanan merekapun datang. Merekapun menikmati makanan yang sudah mereka pesan. Yura bisa melihat kalau pria bertopeng itu hanya peduli pada kedua anak kecil dan Yulia. Dan Yura bisa lihat kalau pria bertopeng itu , Sikapnya begitu lembut pada Yulia. Namun betapa kagetnya Yura saat salah satu dari si kecil berkata.


"Bunda... Boleh aku meminta lagi ikan Ayamnya..?" kata salahbsati Pria kecil itu.


"Boleh.. tapi tidak boleh banyak...kau masih harus berlatih malam ini..." jawab Yulia lembut .


"Kak Yulia... Ma.. maaf..mereka berdua...?" tanya Yura memberanikan diri .


" He he he...Maaf aku lupa memperkenalkan mereka ...Mereka putra kembarku. dan yang mereka semua saudaraku..." jawab Yulia .


"Kau.. kau sudah memiliki dua putra...?" tanya Yura kaget .


"He he he benar..." jawab Yulia kembali tertawa ..


"Dan aku Ayah mereka..." tiba- tiba sebuah suara membuat Yura kaget .Tapi bukan hanya Yura yang Kaget . Yulia pun ikut kaget juga .


"Ja..jadi kalian suami istri...?" ucap Yura tak percaya . Sebab Dia menyangkut Yulia masih gadis remaja. Wajahnya yqng Cantik dqn imut, amembuat orang menyangka dia masih remaja .


Namun saat Yulia akan menjawab kata bukan , Kasar Kim kembali berkata.


"Iya... " ucapnya lembut sambil menatap Yulia. Dan mata itu menatap Yulia sambil berkedip.


Yulia Menatap Kaisar Kim dengan mata melotot karena kesal. . Melihat kekesalan di wajah Yulia. Pria itu terlihat tersenyum bahagia .


Akhirnya Yulia hanya bisa diam dengan wajah Kesal. Sedangkan mereka yang melihat drama di depan mereka hanya bisa menahan tawa mereka. Yura yang semula kaget, akhirnya melanjutkan makan makanan miliknya . Setelah makanan hampir habis, Yulia berkata.


"Yura .. Boleh aku tahu ceritamu... Kenapa Saudaramu begitu benci dan menghinamu.?" tanya Yulia.


"Ceritanya panjang Kak..." ucapnya sambil menahan kesedihan . Dia menghabiskan makanan yang tinggal sesuap saja. Setelah meminum air putih miliknya diapun mulai bercerita.


" Sebenarnya Aku adalah putri dari keluarga Gan yang ada di kota San yang ada di kerajaan Tanzi ...." ucap Yura mengawali ceritanya .


"Keluarga Gan di kerajaan Tanzi.? Bukanya itu keluarga besar kedua setelah Keluarga Lian...?" ucap Pengawal Tan.


"Anda mengenal keluargaku...?" kata Yura heran.


"Tidak...hanya pernah mendengar ..." jawab pengawal Tan.


"Oo...benar...keluarga Gan adalah keluarga besar kedua di wikaya Kerajaan Tanzi. Dan aku salah satu putri tuan Gan Yo Jin kepala keluarga Gan sekarang . Anak dari istri pertamanya atau Istri Sah nya .." ucap Yura.


"Lo.. Kalau kau anak istri sah darinkeluarga Gan, lalu kenapa gadis yang bernama Yiyi berani padamu...?" tanya Yung Si yang memang selalu ingin tahu.


"Karena aku di anggap sampah oleh mereka.." jawab Yura.


"Sampah...?" kata pengawal Rong Han heran.


"Saat aku umur delapan tahun, tiba- tiba entah kenapa aku seperti kehilangan kekuatanku, aku mengalami kemacetan dalam berkultivasi. Karena itulah ayah yang semula sayang padaku Karena kemampuanku ,sedikit demi sedikit mengabaikan diriku. Dan aneh lagi, Ayah tiba- tiba membenci Ibu dan aku. Dan setahun kemudian, ibu mendapat fitnah dari bibi Yu ibu dari Yiyi , Selir Ayah . Dia memfitnah ibu mencuri perhiasannya . padahal ibu tidak pernah melakukannya. Akhirnya Ayah membuang kami keluar dari keluarga Gan. Saat kami terusir , Kami memilih tinggal di pinggiran kota.


Sejak saat itu kehidupan kami jauh dari keluarga Gan. Namun bibi Yu masih tidak puas juga. Mungkin dia menginginkan kami di hukum mati. Setiap ada kesempatan dia akan membuat kami menderita. Untunglah ibu memiliki sedikit ilmu bela diri. Selain untuk perlindungan kami, beliau tekun mengajariku . Namun sayang Ibu tidak bisa menghilangkan kemacetan yang ada di tubuhku ..." ucap Yura dengan wajah sedih.


"Apa Keluargamu tidak mencarikan tabib untukmu.?" tanya Tanglu.


"Sudah banyak tabib kami datangkan, tapi tetap saja jawabannya sama. Dentiqnku bermasalah. Tapi mereka tidak tahu apa masalahnya....hingga akhirnya kami mendengar turnamen ini . Ibu menyarankan aku untuk datang ke Kerajaan Dongyan ini. Mungkin aku bisa menemukan orang atau tabib yang bisa membuka kekuatanku.. Sampai akhirnya aku bertemu kalian tadi pagi saat Yiyi menyuruhku pulang .. Dan ternyata ucapan ibu benar, bertemu dengan kalian . ternyata sebuah berkah untukku ...Dan Kak Yulia telah membuatku sembuh..." jawab Yura dengan perasaan bahagia.


" Lalu apa yang akan kau lakukan jika kau diterima di perguruan Guang Dan, apakah kau akan meninggalkan ibumu...?" ucap Yulia.


"Itulah yang aku fikirkan, aku bingung harus memilih yang mana, andai aku bisa di terima di perguruan Guang Dan ,lalu bagaimana dengan ibuku...apakah dia terhindar dari ganguan dan Siksaan dari keluarga Gu. Tapi jika aku tidak pergi . Kami akan tetap menjadi orang yang tidak bisa berbuat apapun saat kami di tindas... "ucapnya sedih. Semua terdiam. namun tiba- tiba Yulia berkata.


"Jangan di fikirkan masalah itu dulu. Kita belum tahu kita bisa di trima di perguruan Guang Dan atau tidak. Begini saja, agar kau tidak cemas, bagaimana jika kau pindah saja ke desa kami... Kau dan ibumu bisa tinggal di sana..." ucap Yulia memberi solusi.


"Benarkah...? Apakah kami bisa tinggal di desamu kak...?" ucap Yura dengan wajah gembira.

__ADS_1


"Bida saja, kalau ibumu mau...?" ucap Yulia .


"Trimakasih kak... Aku akan bicara pada ibuku.Tapi di mana Desa kakak sebenarnya..?" "Tanya Yura.


"Desa Fanrong di kaki gunung awan..." jawab Yulia .


"Di mana itu...?" tanya Yura.


"Akan kutunjukan nanti. Yang penting sekarang kau harus berusaha untuk menang dan menjadi murid perguruan Guang Dan..." jawab Yulia. Tak terasa makan malam mereka sudah selesai sejak tadi.


"Baik kak...aku akan berusaha melakukan yang terbaik untuk bisa menjadi murid perguruan Guang Dan..." ucap gadis itu bertekat.


"Bagus... Itu tekad yang harus kau miliki . Baiklah sekarang kita kembali kekamar karena besok pagi kita harus sudah ada di area turnamen pagi hari.." ucap Yulia Sambil berdiri. Satu persatu mereka pun pergi setelah berpamitan pada Kaisar Kim dan Yulia . namun Yura tak tahu siapa Pria bertopeng di depannya. Yang Dia tahi kalau pria itu Suami Yulia.


Setelah mereka pergi , Yulia segera mengajak Si Kembar untuk masuk kedalam kamar.


"Bun kita jalan - jalan sebentar Yuk..." ajak Kasar Kim .


"Yang Mulia...mereka masih harus bertarung besok..karena itu mereka butuh istirahat... " jawab Yulia.


"Bun .. Sebentar saja kok, boleh Ya...?" ucap Wang Hai. Menatap wajah putranya , Terlihat Yulia berpikir sebentar. Tak lama Yulia menatap pada kedia Putranya .


"Bunda punya dua pilihan. Saat ini kalian boleh jalan- jalan tapi cuma sebentar, .. Pilihan kedua..jika kalian besok bermaun dengan baik dan menang hingga akhir, Bunda akan mengijinkan kalian Jalan- jalan sepuasnya, dan boleh menginap di istana Ayah ...nach sekarang kalian pilih mana...?" kata Yulia dengan wajah lebutnya.


Mendengar ucapan Yulia, terlibat Kaisar Kim tersenyum masam. Tentu saja Dia dan kedua putranya akan memilih pilihan yang kedua. Terlihat Si Kembar menatap pada Kaisar Kim


dengan wajah polos mereka .


"Baiklah Kami akan memilih pilihan yang Kedua . Sekarang kalian harus tidur dan istirahat denga. baik. ayo Ayah antar kalian masuk kamar . Setelah itu Ayah langsung pulang ke istana..." ucap Kaisar dengan lembut.


Akhirnya mereka pergi kembali ke kamar mereka. Setelah melihat Yulia menutup pintu kamarnya , Kaisar segera pulang ke istana.


Keesokan harinya, Yulia dan kawan - kawan segera berangkat ke tempat turnamen. Seperti biasa . Ketika mereka sampai di sana, keadaan tempat itu sudah di penuhi oleh para kultivator yang akan bertanding .


Sedangkan Yura sendiri setelah sekilas melihat Yiyi, Dia mengikuti Yulia dan kawan- kawan mencari tempat duduk . tak berapa lama rombongan Kaisar dan Para tetua datang . Setelah mendapatkan penghormatan dari para peserta dan tetua, Kaisar terlihat duduk dengan anggun di podium yang sudah di siapkan oleh panitia . Tak berapa lama acara di mulai. Dan saat para pemenang kemarin mengambil undian, ternyata Si kembar , keduanya mendapatkan Nomer muda. Sedangkan Yulia mendapatkan Nomer agak Tua . dan ke empat sahabatnya mendapatkan nomer hampir berurutan dengan si kembar.


Waktu berlalu dengan cepat. Satu persatu mereka telah melakukan pertarungan sengit. Dan akhirnya tiba saat Wang Hao harus berhadapan dengan. pria dewasa yang memiliki tubuh tinggi dan badan kurus. Namun matanya terlihat licik.


"Hey anak kecil...lebih baik kau menyerah daripada tubuhmu patah oleh tanganku, atau kau tidak akan dapat tertolong lagi..." ucap Pria itu angkuh.


"Maaf paman.. Sebelum aku mencoba, aku pantang untuk mengalah atau menyerah. Aku mohon bimbinganmu..." ucap Wang Hai dengan wajah dingin. Walau ucapannya sopan , namun tatapannya terlalu dingin untuk seorang anak kecil . Walaupun wajahnya tertutup oleh topeng sebatas mata dan hidung. Tapi wajah tampannya masih tetap terlihat dengan jelas. Meskipun umur si Kembar berusia 4 tahun lebih, tapi tubuh si kembar bagai berumur tuju tahun .


"Cih anak muda... Ternyata kau sombong sekali. Baik aku telah memperingatkan dirimu. Jadi jika nanti kau terluka, jangan salahkan aku. Salahkan orang tuamu yang mengikutkanmu pada pertarungan ini.." ucapnya dengan sombong.


"Maaf Paman...Jangan menyebut orang tuaku. Sekarang kau sedang berhadapan denganku. Kalah atau menang belum ada yang tahu. Mari segera kita mulai..." ucap Wang Hao yang merasa marah. Namun dia ingat perkataan sang bunda. Dia harus bisa membuang kemarahan di dadanya. Karena kesabaran akan membuat dia bisa menang.


Mengontrol emosi itu akan lebi baik.


"Brengsek besar juga nyalimu anak kecil . sekarang trimakasih kematianmu...!" teriak pria itu dengan sombong.


Maka Dia segera menyerang Wang Hao dengan cepat. Dan anak kecil itu dengan lincah menghindari serang dari pria itu. Melihat wang Hao mudah mengelak serangannya, pria itu merasa sangat marah. Dia mempercepat gerakan penyerangannya. Setelah menggunakan tangan kosong dia tidak bisa menyentuh Wang Hao. Pria itu segera mencabut pedangnya. Melihat lawan memegang Pedang, Wang Hao tak mau kalah. Dia mengbil pedang miliknya yang ada di punggungnya . Terlihat pedang yang tidak terlalu besar , Terlihat mengeluarkan cahaya putih telah tergenggam di tangan Wang Hao. Pertarungampun kembali terjadi. Kini suara pedang yang berada terdengar di arena pertarungan . Gerakan Wang Hao yang lincah, membuat semua orang kagum padanya . Sedangkan di mimbar kehormatan, terdengar suara guru besar Guang Yun memuji Wang Hao .


"Hebat - hebat...Aku semakin kagum dengan pria kecil ini... Dan aku menginginkan keduanya...' ucap sang guru dengan wajah gembira.


"Apa maksudmu..kau mengenal pria kecil itu...?" kata guru Guang Di yang duduk di sebelah Guru Guan Yun.


"Tidak...tapi aaku menginginkan sepasang malaikat kecil ini harus menjadi muridku...!" serunya dengan gembira. Tentu saja ucapannya membuat kaget orang yang ada di sekitar guru besar. Sebab sejak lama guru besat Yun tidak pernah mau memiliki seorang murid . Karena kekuatannya dalam ilmu beladiri dan ilmu kedokteran, banyak anak muda bertalenta ingin di angkat menjadi muridnya . Tapi guru satu ini tidak pernah sekalipun menginginkan mengangkat seorang murid. Alasannya tidak ada yang bisa memenuhi kreterianya.


"Kau.. Kau ingin mengangkat murid anak itu... dan kau berkata mereka sepasang malaikat..? Jadi masih ada anak kecil lagi...?" seru Guru Di dengan wajah kaget. Kemarin dia memang tidak datang. Karena dia fikir masih seleksi tahap pertama.


"Bukan hanya Dua, tapi aku menginginkan tiga orang yang akan menjadi muribku...." ucapnya dengan bangga.


"Apaa...tiga...kau menginginkan tiga murid...?" ucap guru Di ke heranan .

__ADS_1


"Ha ha ha...kau lihat saja nanti . dan kau tidak di perbolehkan merebut mereka dari tanganku...!" serunya gembira.


Kaisar Kim yang mendengar perdebatan mereka hanya tersenyum sekilas. Tanpa dia sadari seorang wanita yang sejak tadi memperhatikan Dirinya. terlihat bahagia melihat senyuman yang terlihat hanya sekilas tadi .


"ternyata dia bisa tersenyum juga... Dan itu membuatku semakin jatih cinta padanya .. Seprrtinya dia mengagumi orang yang memiliki kekuatan . aku harus membuat dia terpesona dengan kekuatanku..." ucapnya pelan dengan wajah gembira.


Ya... dia putri Nanggo .... Si Nanggo putri sulung Mentri Kerakyatan.


Putri Nanggo jatuh Cinta pada Kaisar Kim sejak dulu. dulu pernah Sang Ayah mencoba mencari makcomblang untuk mendekatkan atau mengajukan Putri Nanggo untuk menjadi Putri Mahkota saat Kaisar Kim masih menjadi Putra Mahkota. . namun secara tegas, Kaisar Kim yang masih menjadi Putra Mahkota menolak proposal itu. Tapi karena sampai sekarang Kaisar belum mendapatkan calon Ratu, maka Putri Namggo fikir kesempatan itu masih terbuka lebar. Dan Dia akan berusaha mendapatkan kesemoatan itu . Seperti saat ini , Saat dia melihat senyum yang tak pernah siapapun melihat srnyuman itu di wajah Kaisar Kim. membuat Cinta yang ada di hati Putri Nanggo semakin bermekaran . Sedangkan Di arena pertarungan terlihat Wang Hao sudah memenangkan pertarungan. terlihat musuh Wang Hao terluka parah di dadanya. Luka robek itu terlihat sangat menyakitkan


" Maaf Paman...aku tidak sengaja melukai... Ini minumlah untuk menghentikan pendarahanmu..." ucap Wang Hao sambil memberikan pil untuk menghentikan pendarahan . Pria itu kaget saat Wang Hao memberikan sebuah Pil dan saat dia melihat pil apa yang Wang Hao berikan , Pria itu berseru.


"Pil pembeku darah...!" serunya dengan wajah kaget. bukan hanya dia saja yang kaget . para penonton yang mendengar pil aoa yang di berikan pria kecil itu . membuat mereka kaget bukan main. sebab Pil pembeku darah sangatlah mahal.


"Iya itu pil pembeku darah.... minumlah paman.. agar darahmu tidak keluar lagi.... maaf aku telah melukaimu .." wang Hao lalu memberi hormat pada tempat podium utama, dan segera melompah turun dari arena. dan berjalan kearah kelompok nya . Dengan mendapatkan tatapan kagum dari para pembudidaya lainnya . Ketika sampai di tempatnya kelompoknya , terlihat dia beradu kepalan tangan dengan anak kecil lainnya . Serta memeluk seorang wanita cantik.. tak lama dia duduk di samping wanita itu.


Sedangkan Pria yang kalah terlihat sangat Syok dengan sikap Wang Hao. Dia merasa malu dengan kesombongamnya tadi . setelah meminum pil pemberian si kecil . Dia segera turun dari arena. Dan pertarunganpun di lanjutkan kembali.


Dan saat Wang Hai maju bertarung juga, semua orang mengira Wang Hao yang kembali bertarung, tapi setelah melihat pria kecil itu masih duduk di tempatnya ,mereka baru sadar. mungkin pria kecil ini anak kembar. Walaupun wajah mereka tertutup topeng, tapi postur tubuh dan perawakan mereka berdua sama. hanya baju mereka saja yang berbeda warna.


Dan pertarunga. pria kecil yang sekarang sedang bertanding , ternyata sama kuatnya dengan pria kecil pertama, hanya bedanya si kecil ini terlihat sedikit Riang dari yang pertama.


"Kakak...Ternyata mereka saudara kembar... kau curang Kak... seharusnya jangan kau ambil keduanya untukmu sendiri...!" seru Guru Di dengan wajah kecewa .


"Tidak bisa....mereka satu paket, Dan kau belum melihat yang satunya lagi... " ucap Guru besar Yun Sambil tertawa bahagia .


"Apaa...mereka kembar tiga...?" tanya Guru Di.


"Tidak...tapi kau lihat saja sebentar lagi..." ucap Guru Yun dengan wajah bahagia . Dan tak kama di arena Terlihat Wang Hai telah memenangkan pertandingan . Dan dengan Sopan Dia meminta maaf Pada Pria yang telah dia kalahkan. pertarungan pun berlanjut semakin seru. dan semua teman Yulia lolos dalam babak kedua ini. Dan kini giliran Yulia yang ternyata menghadapi seorang Pria besar dan garang, Namun saat melihat kecantikan Yunita ternyata Pria itu sangat cabul. Dengan menjilat lidahnya dengan gaya menjijikkan , Dia berkata denga. sembrono .


"Wanita Cantik...untuk apa kau bertarung denganku di dini...lebih baik kau ikut denganku, kita bertarung di tempat yang enak. aku akan dengan senang hati memuaskanmu... kau pasti akan terpuaskan sayang..." ucap pria itu dengan mesum.


Mendengar ucapan Pria itu, para penonton ada yang sebagian tertawa, tapi banyak juga yang merasa jijik pingin muntah. begitu juga denga. Kaisar Kim. Mendengar ucapan yang merendahkan Yulia, Rasanya dia ingin turun dan membunuh Pria itu. para tetua merasakan kekuatan membunuh terasa dari tempat Kaisar Kim. Pengawal Tan Lui yang merasakan perasaan dingin itu , segeta mendekat dan berbisik pelan mengingatkan Sang Kaisar. untunglah Kaisar Kim cepat sadar. dan segera menarik kekuatannya.


"Ternyata bukan saja tubuh dan wajahmu yang berbau busuk, tetapi ucapanmu bau busuk juga..." ucap Yulia dingin. Mendengar ucapan Yulia , bukannya marah pria itu malah tertawa.


"Ha ha ha bunga yang benar - benar langkah. kau semakin membuatku suka, baik akan aku buat kau dengan suka rela ikut denganku..." ucapnya sambil tertawa. mendengar ucapan Pria itu, tiba- tiba Yulia merasakan aura gelap pada pria itu. Dia segera mengambil pil penawar racun dari cincin ruangnya tanpa setau orang lain. dan Ryu yang ada di leher Yulia tertawa.


"Dia memiliki aura gelap Lia'er.. tapi jangan khawatir. Aku akan mengambil sampai habis aura itu..." ucap Ryu gembira .


" Apa tidak berbahaya buatmu kak...?" tanya Yulia.


"Jangan Khawatir ...ini makanan sehari- hari bagiku. aura ini sangat bermanfaat buatku...' ucapnya dengan bahagia. Sedangkan pria mesum itu menatap Yulia dengan penuh gairah.


" Sekarang kau pasti ingin ikut denganmu kan...?" ucap Pria itu dengan bahagia .


namun tawa kecil Yulia membuat Pria itu kaget bukan main .


"Mana mungkin aku mau ikut denganmu. Kau terlalu percaya diri brengsek... sekarang mari kita selesaikan masalah ini. kau telah sengaja ingin meracuniku kan ..?, maka lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu..." ucap Yulia sambil tertawa.


Tak lama Yulia segera menyerang pria itu. Walau dengan perasaan kaget karena Yulia tidak terpengaruh oleh ilmu hitamnys , Dia pun segera menerima serangan Yulia , Dia segera mencabut golok besar yang terselip di pinggangnya.


Sedangkan di podium uyama, Kaisar Kim dan ketiga guru besar terlihat kaget saat pria besar itu mengeluarkan aura hitam dari tubuhnya. Dan mereka tahu aura apa itu. Aura penakluk sukma... Aura yang bisa membuat Orang lupa akan dirinya dan secara otomatis akan mengikuti semua perintah orang yang mengeluarkan aura itu. Namun mereka melihat ketenangan di wajah Yulia.


"Apakah gadis itu tidak tahu apa yang terjadi..?" Batin mereka.


Tak lama Mereka melihat Yulia memasukkan sesuatu ke mulutnya . dan tak lama terlihat secara kasat mata saat aura gelap yang di keluarkan pria mesum itu menyebar menyerang Yulia, Namun tiba- tiba aura gelap itu secara perlahan hilang lenyap tanpa bekas. . Tapi anehnya kenapa Pria itu tidak menyadarinya. .Melihat kejadian itu Kaisar kim tersenyum, sedangkan ketiga guru besar menatap tak percaya .


maaf udahan dulu ya....,🙏🙏


Jangan lupa, like, vote dan komennya aku tunggu .


Bersambung .

__ADS_1


__ADS_2