YULIA

YULIA
PENOBATAN PUTRI MAHKOTA .1


__ADS_3

"Bersabarlah nak...walau bukan sebagai Ratu, Bukankah kau bisa menjadi Selir Kaisar ..." ucap sang Ibu.


"Tapi aku ingin menjadi ratu Bu...apa kekuranganku dari wanita desa itu...kenapa harus dia yang jadi Ratu...!" sarunya marah.


"Bersabarlah...jadilah Selir dahulu, perlahan- lahan kita bisa mengusir dia dari kedudukannya dan kau bisa menjadi Ratu.. Bersabarlah sedikit...biarkan dia menikmati kebahagiaan nya terlebih dahulu." ucap sang ibu menghibur Putri Nanggo. Mendengar ucapan sang Ibu, Terlihat wajah Putri Nanggo sedikit gembira .


"Ibu...aku yakin dia menggunakan ilmu hitam.. coba perhatikan saja Bu... Kaisar Kim sejak muda tidak pernah tertarik pada wanita, tapi tiba - tiba dia mau menikahi wanita bodoh seperti Dia, Dan kalau di lihat Dari soal kecantikan, aku lebih cantik dari dia di lihat dari manapun. Soal setatus...Dia jauh dariku, seorang wanita Desa , mana bisa di bandingkan dengan putri seorang mentri.. !" Serunya dengan marah .


"Benar katamu nak...kita akan membongkar kebusukannya pada saatnya nanti..." ucap sang Ibu .


"Pokoknya aku ingin kedudukan Ratu ada di tanganku Bu...!" deru Putri Nanggo kesal .


"Bersabarlah...kau harus bersabar menghadapi wanita itu...kita tidak boleh terburu- buru..." ucap sang Ibu.


"Baik Bu....Demi kedudukan Ratu aku akan mencoba bersabar..." ucap Putri Nanggo dengan wajah masih terlihat kesal .


"Lalu kenapa dengan badanmu ini...kenapa banyak ruam di wajahmu.. dan aku melihat sejak tadi kau menggaruk tubuhmu...?" ucap sang Ibu.


"Ya Dewa...aku hampir lupa. bu tolong aku... sekujur tubuhku selama beberapa hari ini mengalami gatal- gatal...tolong bu...di tubuhku sudah banyak yang terluka dan mulai ber nanah. selama ini aku tersiksa Bu... yang di wajah aku tidak berani menggaruknya.." ucap putri Nanggo.


mendengar ucapan Putri Nanggo, sang Ibu kaget bukan main . Dia segera memanggil dokter untuk datang kerumah mereka . dan saat melihat tubuh sang Anak, betapa kagetnya sang Ibu .di tubuh sang Putri terlihat bentol bernanah dan ada yang sudah membusuk. dan itu tidak hanya satu atau dua. Tapi hampir di seluruh tubuh yang tertutup baju . melihat semua itu, dia segera memanggil sang Suami. dan seperti juga Istrinya, Mentri Si sangat kaget. untungnya tak lama kemudian, Dokter atau tabib yang di panggil telah datang . Setelah di periksa, Dokter berkata Kalau sang Putri terkena racun dari tumbuhan bunga trakia merah...bunga ini selain gatal juga sangat mematikan. sebab sulit mendapatkan penawar racun yang terkenal dengan bunga iblis merah itu .


"Di mana anda menemukan bunga ini Putri...?" tanya Tabib Yu.


"Aku tidak pernah melihat atau Memegang bunga itu...aku tidak tahu dengan bunga yang kau maksud Itu..." ucap Putri Nanggo.


"Lalu kenapa anda bisa terkena racun bunga ini...? sebenarnya jarang tumbuhan ini hidup sembarangan... sebab dia tumbuh di pegunungan dalam. itupun pasti ada di dasar jurang yang dingin...sebab dia tumbuh di daerah yang lembab dan udara minus..." ucap tabib Yu dengan wajah heran. namun dalam hati Dia mulai menyadari ada yang tidak beres .


"Aku juga tidak tahu... saat kami hampir sampai di pinggir hutan, kami baru merasakan. rasa gatal itu..." ucap Putri Nanggo.


" Kami...maksud anda bukan hanya anda saja yang terkena racun ini. ?" tanya tabib.


"Benar... ada juga dua Putri dari keluarga bangsawan besar Tang..." ucap putri Nanggo.


Mendengar ucapan Putri Nanggo, tabib Yu terdiam tak bisa bicara . Dia pun mengatakan pada Mentri Si kalau dia tidak bisa menyembuhkan penyakit gatal itu.


"Mohon Maaf Mentri Si.....hamba tidak sanggup menyembuhkan penyakit Putri Nanggo. Saya hanya bisa mengurangi rasa gatalnya. tapi untuk penyembuhkannya , Maaf.. Saya tidak bisa..." ucap Tabib Yu dengan wajah sedih .


Setelah memberikan resep pada nyonya Si dan juga beberapa Pil, tabib Yu pamit pulang. Setelah tabib Yu keluar dari rumah Mentri Si, Dia bergumam.


"Ck..kasihan... ternyata gadis sombong itu sekarang terkena batunya. pada siapa gadis itu telah membuat masalah. hingga orang itu tega membuat dia menderita. Semoga saja dia beruntung. orang yang telah dia provokasi mau menolongnya..." ucap Tabib Yu pelan. Saat tabib Yu melihat luka di tubuh Putri Nanggo, Dia kaget melihat penyakit yang di derita putri Nanggo . Namun setelah mendengar Ucapan putri Nanggk Dia tahu kalau penyakit yang di derita Putri Nanggo bukan penyakit biasa. apalagi setelah memeriksa lebih teliti .


Sedangkan di tempat Yulia sendiri. Wanita itu segera masuk kedalam ruang Dimensi bersama sang Putra saat Kaisar Kim telah kembali ke istana. Sebenarnya pria dingin itu enggan untuk kembali. Hanya saja Pengawal Tan mengatakan kalau ada utusan dari istana yang mengatakan kalau Kaisar Tua sedang mencari yang Mulia. Dengan Terpaksa pria itu kembali pulang ke istana.


Setelah Siyue dan Si kembar telah masuk kedalam ruang Dimensi . Mereka langsung masuk kedalam menara lantai dua. Ketika sampai di menara lantai dua, Yulia melihat burung Condor yang masih dalam masa pemulihan itu sedang berdiri dengan kaki ditekuk di dalam ruangan itu.


Tubuhnya yang besar hampir memenuhi separu ruang pengobatan yang ada di lantai dua . Tapi di Kembar kaget bukan main, saay mereka melihat ada burung besar di ruang pengobatan . Mereka memang belum tahu tentang burung Condor itu .


"Bunda...kok ada burung di Ruangan ini...?" tanya Wang Hai kehetanan .


"Burung siapa Bunda...?" tanya Eang Hao.


"Teman Bunda...dia terluka..." jawab Yulia .


Melihat kehadiran Yulia bersama dua anak laki- laki tampan , burung Condor berdiri lalu dia berucap.


"Hamba Wangli bertemu tuanku, hidup dan mati bersama tuanku, setia pada tuanku..." ucapnya sambil menunduk memberi hormat. Setelah melakukan kontrak hidup mati. Yulia bisa berkomunikasi dengan binatang ini.


"Bangunlah..gimana keadaanmu sekarang...?apa masih ada yang terasa sakit...?" tanya Yulia lembut .

__ADS_1


"Tubuh burung ini sudah merasa semakin sehat tuan..." ucap burung yang mengaku bernama Wangli itu.


Yulia segera memeriksa tubuh burung Condor yang bernama Wangli . Dan benar saja. Tubuh burung itu sudah sangat baik. Hanya tinggal pemulihan kekuatannya saja.


"Siapa mereka berdua...putramu..?" tanya Yulia dengan lembut sambil mendekati anak burung yang di temukan bersama burung Condor . Dia memeriksa keadaan dua burung kecil itu. dan Si kembar terlihat senang pada kedua burung kecil itu .


"Bukan Tuan...mereka darah daging dari Kakakku..dan burung Pegar itu putra Sahabat Kakakku...?" ucap Burung Condor yang bernama Wangli dengan wajah sedih.


" Lalu kenapa bisa kau bawa. Dan apq yang terjadi dengan dirinya hingga kau hampir mati saat aku temukan ...?" tanya Yulia dengan nada heran.


"Ceritanya panjang Tuan...."namun ucapannya terpotong oleh pertanyaan Yulia selanjutnya.


"Tunggu dulu...maaf sebelumnya.. Saat kita baru bertemu , kau mengatakan kalau aku pernah menolong dirimu . Benarkah.?.tapi aku lupa kapan itu...?apakah kau bisa mengingat kan diriku...?" ucap Yulia.


Yulia memang benar- benar lupa kapan Dia menolong Burung besar ini..


"Dulu tuan... Dulu anda pernah menolongku saat hamba juga terluka Parah...Saat itu hamba di kepung oleh beberapa orang praktisi yang ingin menangkap hamba. Dan hamba pada saat itu terluka parah seperti saat ini . Di ujung kematian hamba, tuan juga menolong jiwa kecil ini... Merawat hamba hingga hamba sembuh. Namun tuan meninggalkan hamba saat hamba sedang berkultivasi untuk memulihkan kekuatan hamba. Saat itu hamba mencari tuanku, namun hamba tidak bisa menemukan tuanku. Hingga saat ini , di hutan huangye hamba bisa bertemu kembali dengan tuanku..." ucap burung Condor yang bernama Wangli . Mendengar ucapan Wangli , Yulia jadi heran, Jika sudah lama pertemuannya dengan burung ini, Lalu kenapa Dentiannya bisa memiliki reaksi sangatbakrab dan sedih saat burung ini terluka dan membutuhkan bantuannya .. ?aneh..." pikir Yulia sendiri .


"Jadi aku memolongmu selain saat ini , aku Juga pernah menolongmu ...? Maaf aku benar - benar lupa.." ucap Yulia.


"Tidak masalah tuan... Mungkin tuanku melupakan hamba karena saat itu tuanku sedang menghadapi peperangan Selain itu mungkin karena kejadian itu sudah lama sekali...tapi untung saja saat itu Tuan menolong hamba. Kalau tidak, hamba tidak akan pernah bertemu dengan Tuan..." ucap Burung Wangli dengan wajah gembira.


"Bunda...burung ini sangat cantik... Boleh Wang Hai memilikinya...!" seru Wang Hai yang sudah bermain dengan burung pegar ekor merah . Sedangkan Wang Hao juga sedang mengusap kepala burung Condor yang terlihat sangat suka di usap kepalanya oleh Wang Hao.


"Wang Hao. Wang Hai...dua burung itu bukan milik Bunda..." ucap Yulia lembut. terlihat wajah Wang Hai sedikit kecewa .


"Bunda...? siapa mereka tuan...?" ucap burung Condor mata tiga sambil menatap kedua bocah kembar itu.


"Mereka Putra kembarku..." ucap Yulia.


"Tuanku...jika burung ini noleh meminta, apakah boleh mereka berdua memiliki kontrak dengan kedua putra Tuanku..." ucap Wangli berharap.


"Kau tidak masalah mereka memiliki kontrak dengan manusia..? jangan hanya karena aku telah menolongmu" tanya Yulia dengan wajah heran.


"Tidak masalah tuan...hamba percaya mereka akan baik- baik saja miliki kontrak dengan putra tuanku. Kasihan mereka tuan.. Mereka berdua harus kehilangan kedua orang tua mereka karena keserakahan." ucap Wangli .


"maksudmu mereka sudah tidak memiliki orang tua lagi.? "tanya Yulia.


"Orang tua kedua bocah bayi itu telah mati Mereka mati dalam peperangan, aku terluka parah karena menyelamatkan mereka dari pembunuhan ." ucap Burung Condor bermata tiga itu.


"Peperangan...?" kata Yulia kaget.


"Benar.. Perebutan kekuasaan di klan kami. Dan saat itu orang tua burung Pegar ekor merah membantu kakak...mereka juga tewas di sana..." ucap Burung Condor lagi. wajahnya tidak bisa menyembunyikan kesedihannya


"Bukankah klan kalian selalu berselisih dengan Klan burung Pegar atau Phoenix..." tanya Ryu yang sudah sejak tadi berada di pintu masuk.


"Benar...tapi kakak dan orang tua burung itu bersahabat..." ucap burung Wangli kembali. Terlihat Yulia terdiam sejenak .


"Tuan....Apakah pria kecil itu satu klan denganku...?" tanya Heizi tiba- tiba .


"Benar...tapi klan luar..." ucap Ryu .


Saat itu Yulia melihat kedua putranya sedang bermain dengan kedua burung itu. mereka berdua terlihat sangat akrab dengan bayi burung Condor dan burung Pegar, akhirnya Yulia memutuskan menerima saran dari burung Condor dewasa.


"Baiklah kalau itu maumu..aku akan membuat mereka melakukan kontrak bersama..." ucap Yulia .


"Trimakasih tuanku...aku akan merasa tenang jika mereka sudah memiliki kontrak dengan putra anda sejak kecil..." ucap burung Condor .


Setelah beberapa hari merawat mereka. Yulia membuat kedua Putranya memiliki kontrak Tuan dan pelayan dengan kedua bayi burung itu .

__ADS_1


Sedangkan di Desa Fanrong Satu minggu kemudian, Keluarga Yulia yang betada di Desa mendapatkan undangan untuk datang ke Istana Dongyan untuk melaksanakan pengangkatan Yulia secara resmi menjadi Putri Mahkota. Dan mereka di harapkan segera berangkat , sebab satu minggu lagi acara akan di adakan di istana.


Melihat undangan itu, Tuan Wang Yu Ran segera berangkat ke Kerajaan Dongyan bersama istri , nyonya Chu , Canlu juga sepuluh orang anak buah Yulia yang dulu sebagai peajurit khusus milik Yulia . Juga prajurit pengawal yang dikirim Kaisar Untuk mengawal mereka. Memang Prajurit khusus Yulia dulu, kini beralih profesi sebagai pengawal bayaran. Yulia srngaja mendirikan kekuatan yang bekerja sebagai pengawal Bayaran ataupun pengawal khusus . Banyak jugah dari mereka yang bekerja pada orang - orang Khusus di dalam wilaya ibu kota, maupun di luar ibu kota. Namun masih dalam lingkup wilayah kerajaan Dongyan . Walaupun begitu , Yulia tidak sembarangan memperkerjakan mereka Pada sembarang orang. Yulia akan melihat dulu siapa mereka. Dia tidak ingin anak buahnya bekerja untuk kejahatan. Dan dia selalu memantau Siapa yang menyewa mereka dan untuk apa mereka di sewa. Jika demi kebaikan , mereka akan meluluskan permintaan mereka untuk menyewa pengawal dari sana. Dan jika pembesar atau orang yang ingin menjadikan meteka pengawal keluarga , Mereka akan menyetujui jika keluarga itu orang baik. Tapi jika mereka keluarga bermasalah. Atau orang kaya yang sombong . dengan serta merta mereka menolaknya. Dan Kini Tuan Wang Yun Ran segera membawa sepuluh pengawal khusus milik Yulia untuk pergi bersamanya .


Tiga hari kemudian, Tuan Wang Yu Ran sudah berada di ibukota kerajaan. Yulia dan Si kembar sengaja menanti kedatangan Mereka di kota Malada. Yulia membawa Ayah dan seluruh rombongan kerumah yang baru dia beli beberapa hari yang lalu. . Rumah yang begitu besat memang sengaja Yulia beli untuk tempat tinggal mereka. Saat sampai di rumah baru Yulia. Tuan Wang tertegun, Sebab rumah itu terlihat mega dari luar. Dan ada plakat dari kayu yang bertuliskan keluarga Wang yang tertulis besar dengan tinta emas. Terdengar decak kekaguman dari mulut tuan Wang Yu Ran.


"Kapan kau membelinya...?" Tanya sang Ayahm .


"Beberapa hari yang lalu Yah.. Ada seorang Saudagar yang menawarkan rumah ini padaku. Setelah aku melihatnya...aku jatuh cinta dengan rumah ini Yah...Ayo masuk dulu...kita mengobrol di dalam saja.." ucap Yulia .


Ternyata sang Kakak dan ketiga saudaranya juga sudah ada di sana . mereka segera membukakan pintu gerbang untuk mereka. Dengan wajah kagum sang Ayah masuk.


"Rumah ini lebih besar dan lebih indah dari rumah kita di Kerajaan Tanlua..." ucap sang Ayah.


"Benar Yah...rumah ini sangat indah... Lia'er.. kau pasti mengeluarkan banyak uang untuk membeli rumah ini kan...?" tanya sang Bunda .


"Lumayan Bunda...tapi untuk kebaikan kita, tidak masalah kan...?apalagi setelah ini kami pasti tinggal di ibukota. Bukanya lebih baik kita tinggal di sini. llagian mereka berempat akan bekerja di istana juga..." ucap Yulia.


"Lalu bagaimana dengan rumah dan kebun kita... ?" tanya sang Ayah.


"Ayah...bukankah kebun dan sawah bisa kita serahkan pada mereka yang kita percayai . Dan di sana juga masih banyak anggota Yulia yang sudah berkeluarga dan tinggal di sana brsama keluarganya... Kita akan melihat tempat itu sesekali. Atau untul berlibur si kembar jika mereka rindu desa .." ucap Yulia Sambil melangkah masuk kedalam rumah bersama keluarganya. Dan saat melihat keadan isi di dalam Rumah, baik Ayah maupun sang Bunda terlihat sangat kagum dengan tata letak barang atau perabotan runah.


"Siapa yang menata rumah ini Lia'er...?" tanya nyonya Chu Tianing .


"Aku srndiri Bibi...kenapa tidak bagus ya...?" ucap Yulia malu .


"Tidak Lia'er... bibi malah sangat kagum dengan kemampuanmu dalam menata perabotan dan letak barang ..." puji Nyonya Chu .


"He he he... Trimakasih Bi..." ucap Yulia.


Lalu Yulia menunjukkan tempat kamar yang akan mereka tempati .


Sore harinya, Kaisar datang dengan memakai baju samaran.


"Salam Yang Mulia... Wang Yu Ran sekeluarga bertemu yang Mulia..." ucap tuan Wang Yu Ran sambil memberi hormat di ikuti sang Istri , nyonya Chu dan para sahabat dan Kakak Yulia .


"Salam Ayah..Duduklah..Yang muda memberi salam.." ucap Kaisar lembut. Kaisar datang bersama kedua pengawalnya.


"Trimakasih Yang Mulia..." ucap tuan Wang Yu Ran. Mereka duduk di dalam ruang tamu rumah Yulia. . Yulia dan Si kembar juga segera duduk di kursi yang ada di seberang sang Ayah. Namun ternyata Kaisar memilih duduk di dekat Yulia. Sedangkan si kembar ada di pangkuan Ayah dan bundanya.


"Bagaimana kabarnya Ayah , sehat...?aman dalam perjalanan kan...?" ucap Kaisar dengan lembut .


"Tentu saja kami aman Yang Mulia..selain ada pengawal kami, Pengawal yang di kirim yang Mulia menjaga kami dengan baik. hingga kami selamat sampai di sini..."jawab tuan Wang Yu Ran dengan sopan. Walau bagaimana pun juga pria di depan mereka ini adalah penguasa kerajaan Nomer satu di wilaya Dinasti Joseon ini.


"Syukurlah... Maaf jika lamaran dan pengangkatan Lia'er sebagai Putri Mahkota terkesan terburu- buru. Sebab Kaisar ini tidak ingin kedua Putra terlalu lama tidak mengenal siapa mereka sebenarnya. Kasar ini tak ingin mereka berdua menjadi bahan perbincangan yang tak baik untuk pertumbuhan mereka..." ucap Kaisar .


"Semua terserah kebaikan Yang Mulia...dan apakah Lia'er sudah mengambil keputusan.?" ucap tuan Wang Yu Ran sambil memandang Putrinya dengan lembut.


"Kau juga harus memikirkan Putramu nak..." ucap sang Ibu. Bukannya dia menginginkan menantu seorang Kasar, Semua itu sudah pernah mereka dapatkan. Tapi ternyata hati sang Putri terluka.


" Ayah ,Bunda...semua sudah Yulia fikirkan. Demi kebahagiaan mereka berdua, apapun akan Yulia lakukan... Memang benar Kata Yang Mulia... Kita melakukannya lebih awal, akan membuat Kedua putra kami lebih cepat di kenal orang sebagai Putra yang Mulia..." ucap Yulia lembut.


"Baguslah kalau itu sudah menjadi keputusan yang kau ambil . dan Kapan hari penobatan Lia'er sebagai Putri Mahkota di lakukan...?" tanya Tuan Wang Yu Ran.


" Dua hari Lagi Ayah... " jawab Kaisar Kim . Dan merekapun membicarakan masalah penobatan dan segala kebutuhan untuk terlaksananya acara itu , sebelum akhirnya Kaisar undur diri kembali ke istana. Keesokan harinya Yura mendapatkan ijin dari Perguruan untuk pergi kerumah Yulia . Perguruan tahu kedekatan Yura dengan Yulia . Berita tentang pengangkatan Yulia menjadi Putri Mahkota menyebar dengan cepat senjak seminggu yang lalu. Para murid perguruan sudah mendengar semuanya. Dan menjadi pembicaraan hangat di antara para murid perguruan , Maupun rakyat kerajaan Dongyan. Apalagi mereka mendengar kalau yang datang ke desa tempat keluarga Yulia merupakan tiga guru besar perguruan Dongyan itu sendiri. Berita itu semakin membuat Nama Yulia menjadi pusat topik pembicaraan. Dan dua haripun berlalu dengan cepat. Dan acara penobatan itu akan di lajukan hari ini. Sejak pagi keadaan rumah Yulia sudah terlihat sibuk. Yulia sudah di rias oleh sang Bunda di kanarnya. Begitu juga dengan semua keluarga Wang Hai. Ternyata Kaisar memberi undangan juga untuk semua keluarga dan sahabat Yulia agar bisa masuk kedalam istana agar bisa menyaksikan penobatan Yulia . Setelah beberapa Waktu kemudian, terlihat Yulia sudah berpakaian indah berwarna merah bersulam hiasan bunga teratai keemasan di dadanya . Baju itu kemarin di ikirin oleh Kaisar . Pengawal Rong sendiri yang mengantarkan baju itu . Setelah semua Siap, mereka segera berangkat ke istana. terlihat kedua pangeran kecil masih memakai topeng di wajahnya. rencananya mereka akan membuka topeng itu setelah sang Ibu dan Ayah menikah. dan Status mereka sudah Menjadi seorang Pangeran .


Maaf udahan dulunya...aku akan lanjut besok lagi. jika masih ada typo maaf ya...🙏🙏


jangan lupa like, vote dan komennya author tunggu.

__ADS_1


Bersambung .


__ADS_2