YULIA

YULIA
KERUMAH LELUHUR TUA .


__ADS_3

Setelah memaksa bunga Neraka untuk pindah sendiri kedalam Ruang Dimensi bersama Lilian dan Dolly. Yulia segera memilih tanaman yang akan Dia pindahkam ke ruang Dimensi. Karena memang koleksi tanaman obat milik Ryu Memang sangat langkah, Terlihat dia menatap Kebun obat itu dengan wajah ke bingungan . Dan Saat Ryu bertanya kenapa tidak di bawa semua. Yulia berkata akan menyisahkan tanaman yang sudah banyak di Ruang Dimensi nya . Namun setelah di pindah, Ternyata hampir semua masuk ke ruang Dimensi ,🤭🤭.


Melihat tingkah Yulia , Ryu tertawa Kecil .


"Kak...kenapa teryawa...?" tanya Yulia Dengan kesal.


"Aku tadi mendengar kalau Ada yang ingin .memindahkan Sebagian saja dari Tanaman itu..." goda Ryu.


"Benar kak...tapi semua tanaman sangat baik, jadi aku Merasa sayang meninggalkan nya di sini..." ucapnya dengan wajah tenang.


Melihat timgkah Yulia, Ryu hanya bisa Tertawa.


"Tidak masalah..bukankah aku sudah menyuruh dirimu untuk membawa demuanya.." ucap Ryu lembut.


Yulia Hanya bisa tersipu malu mendengar omonga. Ryu.


Setelah selesai panen tanaman obat, Yulia dan Ryu kembali ke dalam istana. Ketika sampai di istana ternyata sang pembantu telah kembali Kerumahnya. Yulia dam Ryu memilih untuk masuk ke ruang Dimensi . sedampainya di ruang Dimensi Yulia mulai menata kembali Kebun herbalnya. Dia mulai memisah Kebun obat langkah dengan Kebun tanaman obat yang masih Ada di Alam Tianli. Walaupun bukan tanaman herbal yang murah. Sedang kan bunga Neraka mencari tempat sendiri . Dia menanam bunga yang dia bawa di dekat Sungai bersebelahan dengan tanaman pemangsa. Tak terasa saat Yulia selesai menanam dan Kembali ke Alam Nyata bersama Ryu. Hari ternyata telah pagi. Setelah hari itu. Yulia , Sambil menunggu hari pemilihan murid terbaik di laksanakan , Yulia melakukan Meditasi di kamar yang di diapkan Ryu untuk dia beristirahat bersa Beberapa mahluk kontrak nya, hanya saja mereka mahluk kontrak Yulia tidak berani terang- terangan menunjukkan keberadaan mereka.


Hingga Suatu hari Yulia harus keluar dari istana kediaman Ryu. Karena mendapat undangan Dari tetua Agung . Yulia kini terlihat segar dan cantik dengan memakai Pakaian Putih dan rambut di kuncir dengan ikatan pita putih yang menjuntai sepanjang rabutnya. Sedangkan Ryu terlihat melingkat di leher Yulia. Setelah Merasa Pempilannya rapi. Yulia keluar Dari Istana Sunyi. Sudah hampir satu Minggu sudah Yulia berada di Sekte Naga. Tapi Yulia tidak pernah keluar. Dia dan hewan Kontraknya memilih tinggal di Ruang Dimensi atau Di kanar tempat Yulia beristirahat . dari pada keluar hanya untuk bermain. Yulia lebih memilih ber meditasi bersama para sahabatnya. Dam kemarin Tuan Yuma mengirim pesan kalau mereka ingin bertemu dengan Yulia dam Ryu . Dan Pagi ini Yulia dan Ryu ingin menemui mereka. Yulia segera melangkah melewato jalan setapak yang Kiri - kanannya tumbuh Pohon sakura. Saat mereka telah sampai di luar pintu gerbang , seorang Pria Muda melangkah ingin masuk ke istana Sunyi


.Melihat Ada wanita yang keluar dari dalam Istana Sunyi, Pria muda dan tampan itu terkejut , Begitu melihat Ada wanita keluar dari istana Sunyi . Dia tertegun melihat wajah Yulia.


"Kauu..." Serinya dengan wajah kaget.


"Ya..aku..? kenapa dengan Ku..?" Tanya Yulia sambil menunjuk dirinya sendiri. Namun Yulia kaget melihat Pria Muda di depannya. Wajah Pria ini sangat persis dengan Ryu. Hanya saja dia lebih Muda Sedikit Dari Ryu .


"Apakah pria Muda ini adik Kak Ryu. Tapi bikannya Kak Ryu memiliki adik seorang Wanita... " ucap Yulia dalam hati.


Setelah dia kaget , tak lama wajahnya berubah gembira .


"Nona... Kalau noleh tahu Siapakah Noni . dan aku Merasa Kau seorang manusia..." Ucapnya lembut.


' Nach.. Ini lagi perbedaannya. Kak Ryu berwajah dingin, sedangkan Pria Ini berwajah ceriah.


"Benar... Aku seorang manusia... Namaku Yulia.." Ucap Yulia. Mendengar nama yang Di sebut Yulia. Pria Muda itu terlihat kaget '


'"Apa kah Kau manusia yang memiliki ikatan kontrak dengan Ayahku..." Ucapnya dengan wajah kaget . Tentu saja Ryu yang Ada do leher Yulia yang sejak tadi diam saja segera menjelma Menjadi manusia.


"Kau Zizu...?" kata Ryu dengan wajah kaget.


"Benar...hey... Apakah Kau Ayahku...?" Ucap pria Muda itu dengan wajah kaget. sedangkan Yulia sendiri ternganga melihat wajah mereka yang seperti pria kembar. Hanya saja Zizu terlihat sangat Muda. Setelah Sadar dan mendengar perkataan Mereka berdua, terlihat Yulia menggelengkan Kepala.


"Ck kalian ini.. Apakah kalian berdua belum pernah bertemu sebelum ini..." Kata Yulia kesal.


'Tidak Sama sekali..." Jawab mereka bersamaan.


"Jadi kalian bertemu Baru sekarang ini...?" Tanya Yulia lagi.


" iya..kami Baru ketemu sekarang.. jawab mereka lagi. "Ck.kenapa kalian seperti kembar ifentik saja...kalau seperti ini kalian berdua ini cocoknya menjadi Putra kembat Saja seperti Hao dan Hai . Dan kaliamnitu Tidak cocok menjadi ayah dan anak..." Ucap Yulia. Seketika ke duanya menatap Yulia bersamaam Lia'er...." Mereka kembali mengucapkan kalimat yang sama.


"Hey Kau anak muda... Kenapa Kau memanggil Ku dengan panggil yang sama seperti Ayahmu .. Tidak , itu tidak boleh...Kau itu keponakanku. Dan aku ini Bibimu..." Ucap Yulia mengoreksi panggilan Zizu Putra Ryu.


"Bibi...? Tidak. tidak...aku yakin umurmu di atas dua puluh tahun sedang kan aku sudah berumur ratusan tahun. Tidak, tidak mau, Kau Bukan bibiku..." Seru Zizu Rong .


" Tidak bisa Zizu...dia adik angkat Ayah, otomatis Bibi angkatmu..." Ucap Ryu.


"Tidak, tidak mau Ayah... Dia lebih Muda dariku, aku tidak mau jadi keponakannya. Terlihat pertengkaran diantar kedua Ayah dan anak itu Hanya karena setatus Yulia . Melihat itu, Yulia jadi pusing. Namun Karena takut pertengkaran itu di lihat orang lain, akhirnya Yulia melerai.


" Sudah- Sudah. Lebih naik kita masuk kedalam rumah. Atau pergi Kerumah Paman, Kak...bukankah aku belum pernah ke tempat Paman... Ayo kita pergi kesana. Lalu pergo ke adikmu . bukankah Aku belum berkenalan dengan adikmu juga ..." Ucap Yulia. Mendengar ucapan Yulia. Seketika Ke duanya terdiam Dan menatap Yulia .


"Baik kita pergi Kerumahnya Ayah, dan Kau anak kecil jangan membantah, Dia bibi kecilmu..." Ucap Ryu kesal.


"Tidak bisa... Melihat umurnya, Dia jauh lebih Muda dariku.mana mungkin Dia jadi bibiku..." Ucap Zizu .


"Kau.." Seru Ryu kesal.


"Kakak.. kenapa kalian ingin bertengkar lagi... Dan Kau Zizu....Aku Adalah Bibimu. Kau harus menghormati ku .jadi sekarang kita pergi Kerumah Paman , dan tidak Ada pertengkaran lagi..." Ucap Yulia tegas.


"Baik Lia'er...kita Kerumah Ayahku .." Ucap Ryu. Dia segera berubah menjadi kalung Yulia lagi. Melihat kedekatan Yulia dan sang Ayah, terlihat wajah Zizu cemberut .

__ADS_1


"Kenapa Kau cemberut... Ada apa...?" Tanya Yulia. Pria Muda itu terlihat menatap Yulia dan Ryu yang Ada di leher Yulia.


"Ada apa...?" Tanya Tia lagi.


"Ayah sangat dekat dengan mu, tapi denganku tidak..." Ucapnya pelan.


"Kau cemburu fenganku...?" Tanya Yulia kaget.


"Tidak. ...Tapi aku cemburu pada Ayah..." Ucapnya dengan wajah terlihat kesal .


"Lo...Kok bisa.. Kau tidak salah berucap kan...?" Tanya Yulia heran. "


"Tidak...aku cemburu pada ayah, Karena Dia bisa dekat denganmu. Aku tidak cembutu kalau aku tidak dekat dengan Ayah, tapi aku ingin Kau mengangap Aku seperti pada Ayah.." Ucap Pria Muda Nam tampan itu. Mendengar ucapan Zizu, Yulia Hanya bisa melotot tak percaya.


"Dasar anak Geblek.. Aku fikir Kau sedih Karena tidak bisa dekat denganku. Tapi Kau marah Karena ingin dekat dengan Lia'er..." Seru sang Ayah marah.


Mendengar ucapan Ryu, Yulia tertawa keras.


"Sudah, Sudah...aku yakin sebentar lagi kalian akan bertengkar lagi. Ya sudah Ayo kita pergi Kerumah kakekmu..." Ucap Yulia.


"Baik kita pergi sekarang.." Ucap Zizu dengan wajah ceriah. Anak ini.Cepat sekali wajahnya berubah. Atau tadi hanya Cara dia Bercanda.. Batin Yulia.


Zizu dan Yulia segera berjalan keluar dari Istana Sunyi . Namun sebelum mereka pergi ke tempat Kakek Zizu, Yulia datang dahulu ke istana pertemuan. Ternyata istana pertemuan Ada di dalam istana besar yang berada di sebelah Kuil Suci. Dengan Bantuan Zizu, Yulia menemui tetua Yuma. Ketika mereka pergi ke Istana pertemuan, mereka banyak berapapasan atau bertemu dengan rakyat sekte Naga. mereka mengenal pria yang berjalan dengan Yulia. Karena mereka tahu dan mengenal kalau Pria itu Adalah calon leluhur Muda yang akan datang. Terlihat wajah mereka kaget saat melihat keakranan antara Zizu dan Yulia.


"Lihat Siapa itu... Bukankah gadis itu Adalah manusia yang datang kemari .Karena satu minggu yang lalu Dia mendapat hukuman Dari Tetua..." Kata salah Satu wanita Muda yang kebetuman berpapasan dengan.Yulia dan Zizu .


"Ta..tapi kenapa dia berjalan dengan Yang Mulia Zizu..!" Kata Wanita di sebelahnya.


Benar sekali...kenapa dia bersama Yang Mulia Zizu..." sambung sang teman.


"Dan lihat lah bukankah mereka terlihat terlalu akrap..." Ucap sang teman lagi .


"Dasar wanita penggoda.. Pasti dia memakai Guna- guna ...Kalau tidak, kalian tahu Kan sifat Yang Mulia Zizu.. Dia dingin dan sombong..." Ucap gadis yang Beberapa hari yang lalu sangat marah dan benci pada Yulia tampa Sebab .


"Benar... Lalu mereka mau kemana...?" Kata yang lain.


"Kita lihat Saja, aku ingin sekali merobek wajahnya yang sok ke cantikan itu..." Ucap gadis tadi.


"Kakak cantik.. Selamat siang..." Ucapnya ramah.


"Siang sayang... Kau imut sekali..Siapa namamu...?" Tanya Yulia lembut.


"Aku Ang ang... Apa boleh aku mencium pipi kakak..?" Ucap si kecil berani.


"Hey...kau ingin menciumku... Baiklah sini..." Ucap Yulia sambil berlurut mensejajarkan tinggi anak itu dengannya.


" Ang ang...jangan nakal nak.. Maaf Nona... anakku sejak bertemu anda beberapa hari yang lalu, selalu ingin mencari anda. Dia menyukai anda..." Ucap seorang wanita paruh baya.


"Benarkah...kalau begitu kemarilah sayang..." Ucap Yulia lembut.


"Maaf Nona.. jika permintaan Putraku menyimggung anda ..." Ucap Sang Ibu agak takut .


"Tidak...tidak masalah... Dia anak kecil, jika dia sudah Dewasa , pasti aku akan marah. Sini sayang, Kau Ingin mencium kakak...?" Tanya Yulia lembut. Terlihat pria kecil itu mengangguk lucu .Yulia lalu memberikan Pipinya. Dan dengan berani anal kecil itu mencium pipinya. Terlihat wajahnya Merona merah. Yulia yang melihat tingkah anak kecil itu tertawa .


"Ya sudah Kakak pergi dulu ya..." Ucap Yulia sambil mengacak rambut anak kecil itu.


"Trimakasih Nona..." Ucap sang Ibu. "Sama- sama..." jawab Yulia. Yulia segera mengajak Zizu kembali berjalan ke istana pertuan, Zizu yang tertegun dengan Sikap Yulia masih tetap tercengang .


"Hey...Ada apa dengan mu...?" Tanya Yulia . Mendengar suara Yulia, Zizu Baru sadar. Ternyata bukan hanya Zizu saja yang tercengang dengan Sikap Yulia yang Ramah.


"Kau ramah sekali... Aku iri pada anal kecil itu..." Ucapnya .


"Ck.. Jangan mesum...ayo kita pergi ke istana tetua . ..." Merekapun segera melangkah meninggalkam temapat itu. Tak lama mereka telah berdiri di dalam istana pertemuan untuk menemui tetua Yuma. Dan ternyata Tetua Yuma hanya ingin membahas acara pemilihan dengan Ryu.


Namun Ryu tak menginjinkan Yulia keluar ruangan. Akhirnya goa ikut juga menghadiri pertemuan Ryu dengan para tetua. Sesekali terlihat Zizu yang tidal sengaja ikut dalam pertemua Itu. Dia juga mengusulkan saran . sedang kan Yulia hanya bisa menjadi pendengar. Dia tidak ingin ikut Serta dalam urusan Klan Naga . Setelah Beberapa waktu betada di Istana pertemuan, Yulia dan Zizu segera keluar dari ruangan itu. Zizu menatap sang Ayah yang dengan enaknya memeluk leher Yulia dengan wajah kesal. Namun dia tetap Diam saja . Dia segera membawa Yulia pergi ke rumah sang Kakek. Dengan ilmu meringankan tubuh, Yulia dam Zizu segera Terbang kearah perbukitan . ternyata Kakek Zizu tinggal di atas bukit. Tak berapa lama , mereka telah sampai di sebuah bangunan yang cukup besar dan mega. Bangunan itu berada di atas sebuah bukit . tempat ini di kelilingi oleh tembok Batu yang cukup tinggi. Namun tidak terkesam menakutkam Karena bangunan di dalam tembok.kota benar- benar Indah. Saat mereka mendarat do depan gerbang, Ryu segera metubah dirinya Menjadi manusia.


" Ck..aku filir Ayah akan tetap memeluk leher Lia'er..." Ucap Zizu. dengan nada kesal.


..

__ADS_1


"Dasar anak bandel...dia bibimu Zizu...!" Seru Ryu kesal . Namun sang Putra bertingkah seokah dia tak mendengar ucapan sang ayah. Yulia hanya bisa geleng kepala. Zizu segera membuka Aray yang mengelilingi tempat itu


Tak lama terlihat Beberapa pengawal mendatangi Mereka. Melihat Siapa yang datang, mereka segera memberi salam dan hormat,


"salam Leluhur Muda.. Salam tuan Muda Zizu..." Ucap Mereka sambil memberi hormat. pada krduanya .


Bamgumlah...Apakah ayahku Ada..?" Tanta Ryu dingin.


"Ada di dalam Yang Mulia .." jawab sang pengawal. . Ryu segera membawa Yulia masuk kedalam Istananya bersama Zizu. Tak lama mereka telah berada di jalan menuju istana . ketika mereka sampai di istana, Beberapa pengawal berseragam menyambut kedatangan meteka .


"Salam leluhur muda... Panjang umur, panjang umur....Salam Tuan muda." Ucap mereka bersamaan.


"Bangunlah Di mana Ayah...?" Kata Ryu.


"Beliau menunggu di ruang Baca.." ucap mereka sopan, Namun tak urung Mereka menatap Yulia yang terlihat berdiri do sebelah Ryu.


"Lia'er..Duduklah dulu, kami akan menemui Ayah terlebih dahulu..." Kata Ryu.


Yulia segera duduk di Kursi yang Ada di Ruang tamu .


" Dam Kau..Siapkam makanan dan minuman untuk tamuku..." Ucap Ryu .


"Baik Yang Mulia ..' jawab mereka Serempak


'"Ayah...biarkan aku bersama Lia'er fi sini..." ucap Zizu.


" tidak Kau ikut aku..." Kata Ryu dengan wajah tegas. Mendengar ucapan sang Ayah engan wajah kesal.


"Ck Ayah... Kasihan Lia'er tidak Ada temannya...." kata Yulia lagi .


"Tidak masalah bibimu tidak apa- apa senfirian..." Ucap Ryu.


"Pergilah...aku akan menunggu kalian dfi sini.Tapi tungguapakah aku boleh menunggu kalian di taman...?" Tanya Yulia. "Pergilah... " ucap Ryu. Dia segera pergi bersama Zizu. Melihat keduanya telah pergo, Yulia segera keluar dan pergi ke halaman . Sedangkan kedua orang ayah dan anak itu segera berjalan ke Ruang baca leluhur Tua. Ketika sampai di depan sebuah pintu besar, Ryu segera mengetuk pintu kamar .


"Masuk..." Terdengar suara Dari dalam kamar .


Ryu segera Membuka pintu kamar secara perlahan . ketika pintu terbuka . mereka berdua melihat pria Tua yang masih terlihat ketampanannya sedang membaca .


"Salam ayah..." Ucap Ryu.


"Salam Kakek." Sapa Zizu terlihat agak takut.


"Kau baru datang tadi malam, tapi saat mendengar Ayahmu datang, Kau langsung pergi dari rumah tanpa berpamitam, apakah itu Etika yang Kau dapat setelah berkelana.." Ucap pria Tua yang ternyata leluhur Tua ayah Ryu. Dia marah para sang Cucu. Dia datang baru tadi malam menjelang pagi . Saat mendengar dari pengawal kalau sang Ayah datang, Dia langsung pergi tampa pamit .


"Maaf Kakek... Aku telah lama tidak bertemu Ayah....jadi saat aku mendengar Ayah datang. aku segera ingin bertemu..." Ucap Zizu Rong dengan suara manja tapi Ada nada takut di Sana .


"Dan Kau anal tengik... Berani sekali Kau melakukan kontrak dengan manusia...!" Terdengar suara Pria Tua itu marah sambil menatap sang Putra.


'"Maaf Ayah...aku memang harus memiliki hubungan Kontrak dengan Dia karena dia pewaris benda itu Ayah..." Ucap Ryu pelan.


"Apa maksudmu....?'tanya pria itu sambil menatap sang Putra.


'Dia si pemilik cambuk petir. Dan dia juha pemilik Cincin Dimensi..." Ucap Ryu.mendengar ucapan Ryu, terlihat sang Ayah terlonjak kaget.


"Apa...di..dia si pemilik Cincin Dimensi...? Kau tidak berbohong...?" Ucap Sang Ayah.


"Tidak Ayah....Selama ini aku tinggal di ruang Dimensi sejak menjalin hubungan kontrak dengannya. ..." Mendengar ucapan Ryu, terlihat dang Ayah penuh emosi. Beliau segera berdiri dan berkata.


"Ayo antarkan aku menemui dia..." Ucap leluhur Tua. Terlihat kalau leluhur Tua bagai tak sabar untuk bertemu Yulia. Mereka segera keluar Dari kamar baca dan berjalan mencari Yulia.


"Ayah...Ada apa dengan Kakek...?" Tanya Zizu .


'"Kau akan tahu nanti...." Ucap Ryu dengan tenang. Dengan perasaan penasaran Zizu mengikuti Kakek dan Ayahnya. Namun ketika mereka sampai di ruang tamu, Yulia tidak Ada di sama.


"Kok Tidak ada..kemanaDia...?" Tanya leluhur Tua.


'Aah... hampir lupa Yah... Dia Ada di taman.. Karena kami akan menemui ayah. Dia meminta ijin untuk menunggu kami di Taman...?" Ucap Ryu lagi. Tanpa Berbicara lagi, leluhur Tua segera berjalan keluar istana .


Maaf sapai di sini dulu Ya... Aku lanjut besok lagi. Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2