YULIA

YULIA
KEMBALI KE SEKTE .


__ADS_3

"Ini pemberian dari Bos Kami tuan . kue ini untuk Tuan kecil.." ucap Pelayan tadi ramah


" Oo.. Ternyata tuanmu sangat baik, tolong katakan trimakasih pada beliau.." ucap tuan Wang Yu Ran ramah.


"Baik Tuan..." ucap pelayan tadi dan langsung keluar dari ruangan itu.


"Ayah...apa benar kau tidak pernah mengenal tuan pemilik Restoran ini...atau mungkin Bunda...?" tanya Yao Han pada kedua orang tuanya. Sebab sikap mereka sangat menghormati kedua orang tuanya .


"Benar kata Yao Han Yah... mereka sangat menghormati Ayah dan Bunda..." ucap Yung Si membenarkan ucapan Yao Han .


"Tapi memang Ayah benar- benar tidak mengenal mereka... " ucap Tuan Wang Yu Ran.


Akhirnya mereka mengabaikan masalah tuan pemilik Restoran. mereka segera menyelesaikan makan mereka. lalu segera meneruskan perjalanan mereka.


Setelah selesai makan dan membayar semua makanan yang mereka makan, namun mereka sedikit kaget. karena harga makanan yang mereka makan sangatlah murah. Mereka segera melanjutkan perjalanan mereka. Ternyata Si kecil menerima makanan kecil dari si pemilik Restoran . kue dan buah- buahan yang di kemas dalam sebuah kotak makanan . mereka malah sampai mengantar kepergian tuan Wang Yu Ran saat mereka pergi meninggalkan restoran itu .


"Li Wang memang hebat . Memiliki Wang Hao( Ratu ) yang cantik dan ke jeniusannya tidak ada bandingannya. Jangankan di alam Dinasti Jaseon ini. Di Alam Tianli saja tidak ada yang bisa menandinginya. Dan sekarang aku bisa melihat dua Pangeran Kerajaan Tianli. Tampan imut dan aku melihat mereka sudah berada di Rana warna putih. Benar- benar hebat. Sekecil itu mereka sudah memiliki kekuatan setinggi orang dewasa . Aku tak bisa membayangkan saat mereka besar nanti. Setinggi apa kekuatan mereka. Apakah mereka bisa melebihi sang Ayah.." ucap Pemilik Restoran dengan penuh kekaguman.


"Tuan...mereka hebat dan tampan... saya saja bangga mempunyai Dua Pangeran seperti mereka..." ucap salah satu pelayan yang ikut mengantar mereka.


"Siapa pun yang tahu mereka, aku yakin mereka akan bangga melihat dua pangeran kecil itu... apakah kau mau jadi pelayan mereka...?" goda sang majikan .


"Mau...tentu saja mau tuan... " ucap mereka Dengan cepat .


"Ha h ha...jangan berharap...pasti banyak yang ingin mengabdi pada mereka..." ucap sang Majikan.


"Tapi jika tuanku mengatakan pada Yang Mulia, mungkin yang mulia mau mempertimbangkan Udhlah tuan...." ucap salah satu dari mereka .


'Kalau begitu belajarlah lebih yekum lagi membuat masakan yang mungkin di sukai Pangeran Kecil ...' ucap sang majikan . "Baik...kami akan berusaha menjadi yang terbaik. Agar pangeran kecil mau mengambil kami sebagai pelayannya...." ucap salah satu dari meteka. Dam yang lain mengiyakan.


Sedangkan rombongan dari tuan Wang Yu Ran, terlibat sedang berjalan menuju ibu Kota Yaman. Saat sore hari menjelang malam , mereka sampai juga di pintu gerbang Kota Yaman.untunglah ada perwakilan dari keluarga Xiao. Mereka dengan aman masuk kedalam kota Yaman. Saat mereka masuk ke kota Yaman , banyak penduduk yang memperhatikan kedatangan mereka. Bagaimana tidak karena mereka datang dengan membawa rombongan besat ke kota mereka. Namu mereka segera terdiam saat diantara mereka ada tuan Xiao Jun si adik ketua sekte Xiao . Tak berapa lama, mereka sampai juga di Kekuarga Xiao . Ketika mereka masuk kedalam rumah keluarga Xiao, ternyata mereka di sambut dengan gembira . Dan saat Cancan melihat kedatangan Dua bocah yang berwajah tampan. Dia menatap dan menyapa dengan sopan.


"Hai..siapa namamu..." ucapnya tanpa malu.


"Kami Wang Hao dam Wang Hai. Namaku Wang Hai dan Dia saudara kembarku Wanh Hao . Jangan kaget kalau kau lihat dia tak banyak bicara..." ucap Wang Hai ramah. Sedangkan Wamg Hao hanya tersenyum tipis . (mahal sekali senyum wang Hao) . Melihat interaksi ketiga bocah itu, para orang tua tertawa.


"Sayang dia putra dari Kak Yulia. Kau ingat kak Yulia kan...?" tanya nyonya Say Lin pada Cencen.


"Tentu saja Bun...bukanya Dia kakak cantik yang menolongku kan...?" ucapnya dengan wajah gembira.


"Betul dan kedua bocah tampan ini Putra dari Kak Yulia.." ucap sang Ibu.


Merekapun saling menyapa dan di jamu di rumah keluarga Xiao. Mereka berada di rumah keluarga Xiao selama Dua hari , Sebab mereka akan berangkat juga ke Alam Tianli .


Dua hari kemudian Keluarga Wang dan Keluarga Xiao segera berangkat ke Alam Tianli mereka menggunakan alat teleportasi. Bukan lagi menaiki kuda atau kereta.Tetapi menggunakan alat teleportasi . (soal barang- barang mereka , sudah ada di cincin ruang milik mereka sendiri ) Namun karena mereka memang terlalu banyak, mereka tidak bisa berangkat sekaligus. Mereka melakukan perjalanan dua gelombang. Saat mereka sampai di padang yang Luas, mereka para Prajurit Yulia dan Sahabat serta Kakak Yulia kaget bukan main, mereka tidak pernah datang kedaerah ini.


"Ayah...ini di mana ...? Apakah ini Alam Tianli....?'tanya Yao Han sambil melihat sekitarnya .


"Bukan...ini perbatasan Alam Tianli dan Dinasti Jaseon. ..."Jawab Tuan Wang Yu Ran.


"Lalu Di mana Alam Tianli. " tanya Yao Han kembali .


"Kau lihat pintu di angkasa itu..." tanya tuan Wang Yu Ram sambil menunjuk ke langit biru . Terlihat diantara Awan Putih tebal terlihat Dua pintu berwarna hitam tertutup rapa . namun karena terlalu tinggi, pintu itu hanya terlihat seperti kotak obat .


"kotak hitam..sepertinya itu sebuah pintu... Apakah itu pintu menuju alam Tianli Yah...?" tanya Yao Ham lagi. Matanya memang mulai menajam setelah kekuatannya meningkat .


" Benar itu memang sebuah pintu .. Kita akan melewati pintu itu untuk masuk ke alam Tianli. Dan kita akan masuk ke pintu yang ada di sebelah Kanan.." ucap tuan Wang Yu Ran menjelaskan .


"Lalu yang di sebelah kiri...?" ucap Yao Han tak mengerti.


" Yang sebelah kiri menuju perguruan Baiyun. Dan Kerajaan Taiyung..Saat adikmu pergi ke Perguruan Baiyun, Doa lewat sana. hanya saja tidak sembarang orang yang bisa lewat tempat itu. hanya para guru dari Perguruan Baiyun dan Kaisar yang bisa lewat sana ..." ucap sang Ayah menjelaskan .


' Kerajaan Taiyung... ?" kata Yao Han dengan wajah heran ..


"Kerajaan Taiyung adalah kerajaan yang menguasai Alam Tianli. Kerajaa. Yang menjadi poros kekuasaan Alam Tianli. Walaupun masih banyak Sekte yang ada Di sana.. tapi kekuasaan tertinggi adalah Kerajaan Taiyung ...." ucap nyonya Say Lin yang mendengar pertanyaan sang keponakan pada sang Kakak.


"Lalu kita naik apa kesana...?" tanya Cun Ma yang juga penasaran.


"Ayah angkatmu memiliki benda yang bisa membawa kita naik kesana.." ucap nyonya Say Lin dengan wajah bangga pada sang Kakak.


"Benda Apa itu Kek...?" tanya Wang Hao yang ada di dalam gemdongan sang Kakek. Sedangkan Wang Hai berada di Gemdongan Tanglu.


"Kau akan melihatnya..." ucap Tuan Wang Yu Ran lembur. Lalu dia mengeluarkan sesuatu dari cincin ruangnya . dan saat benda itu di lemparkan ke atas, benda itu berubah menjadi sebuah kapal yang sangat besar. kapal itu melayang di udara .


"Kapal...Ayah punya artevak seperti ini sejak dulu...?" tanya Wang Yao Han dengan wajah kaget.


"Hmm... "Angguk Tuan Wang Yu Ran pelan.


"Kenapa tidak pernah memberi tahu kami..." ucap Yao Han.


"Belum Saatnya kau tahu itu. Karena kalian masih memiliki kekuatan sangat rendah. Kalian tahu... Kekuatan seperti kalian itu, Di sana termasuk level yang paling rendah. Jika saat kalian masih di rana ungu atau coklat, apakah kalian mampu menghadapi mereka.." kata tuan Wang Yu Ran dengan sabar .


"Benar juga kata Ayah... Kita akam Menjadi comohan dan ejekan orang di sana..." ucap Yung Si.


" Ya sudah ayo kita naik..." ucap tuan Xiao Kang. Saat ini keluarga Xiao juga akan kembali ke sekte mereka. Kekuasaan Sekte Xiao di kota Yaman di serahkan pada wakil tuan Xiao Kang. Yang juga merupakan salah satu Tetua. Sedangkan keluarga inti semua berangkat kembali ke Alam Tianli.

__ADS_1


"Kalian bisa naik sendiri Kan...?" ucap Tuan Wang Yu Ran pada prajurit milik Yulia.


"Akan kami coba Guru..." ucap salah satu dari mereka.


"Baik...kalau begitu pergilah..." kata tuan Wang Yu Ran. Satu persatu mereka mencoba melompah masuk kedalam kapal dengan. Ilmu meringankan tubuh mereka . Dan jika mereka merasa tidak mampu sampai di atas kapan, mereka akan melemparkan batu atau kayu untuk menjadi tumpuhan kaki mereka. Melihat itu tuan Wang Yu Ran merasa senang dengan Kecerdikan mereka. Dan saat mereka sudah masuk semua, tuan Wang Yu Ran Memakai kekuatannya untuk membawa Kapal artefakmya menuju ke pintu yang Ada di awan. Sesampainya di sana. Mereka segera mendarat di depan pintu. Ternyata Di depan pintu ada beberapa petugas, yang menghadang mereka.


"Kalian Siapa dam mau kemana ..?* tanya salah satu pengawal yang terlihat sangat kejam.


"Kami keluarga daro Klan Wang , akan kembali pulang...." ucap Tuan Wang Yu Ran sambil memperlihatkan token keluarga Klan Wang.


"Mereka...?" ucap penjaga tadi sambil menunjuk sekelompok orang di belakang tuan Wang Yu Ran .


"Keluarga dan Pengawal kami..." ucap Tuan Wang Yu Ran dengan wajah tenang .


Melihat tuan wang Yuran melaporkan, Tuan Xiao Kang segera maju dan menunjukkan token milik keluarganya .


"Kami dari keluarga Xiao. meteka Keluarga dan pengawal kami juga..." ucap Tuan Xiao Kang dengan wajah tenang. Tuan Xiao menujukkan token keluarga Xiao. Mendengar ucapan mereka dan melihat token yang mereka bawa, para penjaga segera memberi jalan pada mereka. Merekapun segera masuk melalui pintu yang telah terbuka. Sedangkan artefak Kapal telah kembali ke cimcin ruang tuan Wang Yu Ran . Dan saat sampai di balik pintu hitam , Mereka menemukan dua ruang teleportasi. Akhirnya mereka masuk kedalam dua ruang itu. Yang ternyata tujuannya sama menuju kota Sangyang . Tak berapa lama cahaya membawa mereka menuju kota Sangyang . Ketika mereka sampai di kota Sangyang dan keluar dari ruang Teleportasi, mereka menjadi pusat perhatian orang. Sebab mereka datang dengan banyak orang.


Setelah keluar semua. Mereka melanjutkan perjalanan pergi menuju ke Kota Tutian. Kota pusat kerajaan Taiyung. Kerajaan Taiyung memang satu kota atau satu lokasi dengan beberapa sekte termasuk Sekte Xiao dan Sekte Wang. Ketika sampai di kota Tutian, nyonya Say Lin dan Tuan Xiao Kang mengantar sang Kakak kembali ke Sekte Wang. Sedangkan keluarga Xiao Yang lain, kembali ke sekte. Ternyata sampai di kota Tutian para penduduk cuek saja saat melihat kedatangan mereka. Mereka sudah terbiasa dengan rombongan keluarga besar yang membawa pengawal berlebihan. Mereka segera menuju ke Sekte Wang dengan langkah tenang . dan Saat sampai di depan Gerbang Sekte. Yao Han dan kawan- kawan melihat gerbang yang tinggi berdiri dengan kokoh di depan mereka. Terlihat sangat kagum, Namun mereka Diam saja .Ada beberapa penjaga yang berdiri dengan gagah di depan mereka. Saat penjaga melihat rombongan tuan Wang, mereka kaget . Dengan waspada mereka mendekati para tamu.


"Maaf... Kalau boleh tahu siapa anda dan ingin bertemu siapa..." ucap penjaga itu dengan wajah dingin.


Melihat itu Nyonya Wang berjalan kedepan menghampiri penjaga itu.


"Kau penjaga baru..?" ucapnya dingin.


"Benar nyonya.. Saya baru tiga bulan ini masuk sekte Wang .. Memang kenapa...?" ucapnya dingin.


"Bagus...sekarang kau masuk dan katakan pada majikamu kalau Nyonya Lin ingin bertemu dengannya..." ucap nyonya Say Lin dengan perasaan gemas. Dia beberapa tahun ini memang tidak pulang , tapi kenapa saat mau masuk di halangi.


" Tidak sembarangan orang yang bisa masuk kedalam rumah ini nyonya.." ucap pria itu sombong .


". Kau ...pergi atau kubunuh kau...!' seru nyonya Say Lin marah.


Mendengar keributan di luar, tentu saja membuat beberapa orang datang.


"Ada apa ini...'tanya salah satu penjaga senior sepertinya kepala penjaga .


"itu senior...perempuan itu ingin masuk kedalam, saat kuhalangi dia marah..." ucapnya mengadu.


"Siapa...?" pria itu segera melihat pada orang yang di tunjuk, namun seketika dia ketakutan .


"Bodoh...dia putri Say Lin Putri Patrik Wang .." ucap pria itu ketakutan . mendengar ucapan dari sang Senior, pria itu ketakutan dan dia segera bersujud minta ampun.


"Mana kesombonganmu tadi...apakah kepala petugas mengajarimu bertindak sombong dan congkak Seperti tadi...saat berhadapan dengan tamu..?" ucap Nyonya Say Lin marah .


"Ampun Nyonya...hamba tidak mengajari dia bersikap Seperti tadi ..." ucap kepala pengawal atau penjaga .


"Kalian bisa menemuiku Besok...aku tunggu di ruanganku..." ucap nyonya Say Lin dingin .


"Baik nyonya...." ucap si Kepala pengawal.


Setelah itu mereka buru - buru membuka pintu.


Mendemgar keramaian di depan gerbang Tuan Wang Day San , Putra kedua tuan Wang Jin Hu berjalan ke luar rumah. Dan dia kaget melihat sang adik datang bersama beberapa orang . Adik perempuan Satu- satunya ini hampir dua tahun tidak berkunjung Dan sekarang dia bersama sekelompok orang datang kemari.


"Ada apa ini...batinnya. Walaupun dia merindukan wanita ini. Tapi dia juga heran dengan Keatanganya bersama sekelompok orang .


"Afik ipar...kalian berkunjung..." ucqpnya ramah.


"Salam Kakak ipar...." Ucap tuan Xiao Kang .


" Lin'er...apa kabarmu...?" ucapnya sambil berjalan kearah sang adik. Dia lalu memeluk tubuh cantik itu.


"Baik Kak..." jawab nyonya Wang membalas pelukan sang Kakak.


"Ada apa kau datang bersama beberapa pengawal ,setelah dua tahun tidak kembali.?" tanya sang Kakak. Tuan Wang...menatap sang adik dengan wajah heran .


"Mereka bukan pengawalku , Dia yang punya..." ucap Nyonya Say Lin sambil menunjuk pada pria paruh baya yang terlihat masih tampan yang sedang berdiri brsama seorang wanita dan dua pria kecil yang terlihat sangat tampan sekali.


Melihat pria paruh baya itu terlihat wajah tuan Wang Day San kaget dan tak lama dia berlari menghampiri sambil menangis. Dia tak perduli kalau di sana banyak orang. Dan mereka masih di halaman rumahnya.


"Kakak..kau kembali...!" serunya sambil berlari dalam pelukan. Pria gagah itu. Mereka berpelukan cukup lama. dan akhirnya tuan Wang Berkata.


"Hey...kau itu sudah tua...tapi kau masih saja Cengeng..." ucap tuan Wang pada Tuan Day San Putra kedua keluarga Wang.


" Kakak...kau lama tidak pulang, apa kau begitu marahnya pada kami hingga kau tidak ingin pulang..." bisik pria paruh baya yang kini masih memeluk tuan Wang Yu Ran sambil masih tetap menangis.


"Cucuku akan menertawakanmu.." goda tuan Wang Yu Ran sambil mengisap punggung sang Adik. Sejak muda tuan Wang Day San sangat manja pada kakak tertuanya. Dan saat sang Kakak pergi. Hingga beberapa Bulan doa sakit.


"Biar saja dia tertawa...apaa....! Cu.. cucu...? Kau punya cucu...!" serunya dengan wajah kaget. Dia menjauh dari tubuh sang Kakak dan menatap Dengan wajah kaget.


"Kau ..kau sudah punya cucu...?" tanya Tuan dengan wajah kaget .


"Benar...aku sudah punya dua cucu..itu mereka , Mereka anak kembar dari Putriku..." ucap tuan Wang Yu Ran sambil menunjuk pada Kedua bocil yang berdiri di sebelah sang Nenek.

__ADS_1


"Mereka Anak kembar....? Tunggu....kenapa aku biar dengan wajah mereka...aku merasa pernah bertemu dengan wajah mereka...?" ucap Tuan Day San Sambil menatap Si Kembar.


"Itu tidak mungkin...mereka belum pernah keluar lebih jauh dari kekaisaran Kerajaan Dongyan. Namun saat dia mendekat, dia melihat sajah nyonya Lin Sawly .


" Kakak Ipar apa kabar..." ucapnya sambil memberi salam.


"Salam adik ipar...kami baik baik saja. " ucap nyonya Lin Sawly.


"Salam Kake...." ucap Si Kembar sambil menangkupkan kepala tangan di dada.


"Salam Paman.." ucap Yao Han dan ketiga temannya.


"Salam Semuanya..Mereka ini.?" tanya Tuan Day San dengan wajah bertanya.


."Si kembar. Namanya Wang Hai dan Wang Hao. Dan itu putra pertamaku namanya Wang Yao Han. Dan ketiga pria di sebelahnya Putra angkatku namanya, Cun Ma, Tanglu dan Yung Si.." ucap tuan Wang Yu Ran memperkenalkan keluarganya.


"Si kembar ini Cucumu...? Lalu di mana kedua orang tuanya..atau Dia anak dari putra pertamamu kak...lalu di mana ibunya...?" tanya Tuan Day San beruntun .


"Tunggu.. apakah kau tidak berniat membawa kami masuk...? dan di mana Ayah...?" ucap Tuan Wang Yu Ran sambil menatap sang Adik dengan wajah kesal.


"Maaf ,maaf..aku sampai lupa, ayo masuk.. aku akan memanggil Ayah.." ucapnya dengan gembira. Mereka segera masuk kedalam rumah .


Tuan Day San segera masuk kedalam rumahnya . Tak berapa lama terlihat semua keluarga masuk ingin bertemu dengan putra Pertama yang merupakan Calon Patrik Keluarga Wang. Begitu juga dengan sang Ayah. Dengan bahagia pria tua itu menyambut kedatangan tuan Wang Yu Ran.


"Kau membawa prajurit Milik Yulia ...?" tanya sang Kakek saat melihat perpuluh orang sedang beristirahat di pendapa keluarga . Dia tahu Cucu wanitanya memang memiliki beratus pasukan khusus.


"Lia'er menyuruhku membawa mereka. Dan merekapun ingin berkumpul dengan sang Pimpinan ..." ucap tuan Wang Yu Ran.


"Tunggu Ayah , kakak... Siapa Yulia itu...?" tanya Tuan Day San dengan wajah heran.


"Aah aku lupa...Yulia putri keduaku. Dia ibu dari si kembar...." ucap Tuan Wang Yu Ran.


"Jadi kau punya seorang Putri.. Lalu Sekarang dia di mana..?" tanya tuan Day San lagi.


"Dia ada di perguruan Baiyun.. Dia seorang Alkemia juga seorang Kultivator..." ucap nyonya Say Lin dengan bangga.


"Apaa.. Di perguruan Baiyun...? Lalu kenapa kau tidak memberitahukan pada kami kakak... sebab kedua putraku juga ada di sana , Wang Haitu dan Wang Wei Zi..tapi Wei Zi belum kembali . Dia masih menjalankan tugas dari perguruan..." ucap tuan Wang Day San.


"Dia baru masuk beberapa bulan ini... Dia mendapatkan sendiri lencana perguruan .." ucap tuan Wang Jin Hu .


"Lencana perguruan.. ? maksud Ayah...?" tanya tuan Wang Day San dengan Wajah tanya.


"Dia yang bisa menyembuhkan tuan Muda Yang Zi. Dan dia mendapatkan lencana masuk perguruan itu dari tuan Muda . Ya Dewa... kenapa aku semakin penasaran pada keponakanku..." ucap Tuan Day San .


"Tapi tunggu....berapa umur cucumu kak... Semakin aku melihat mereka, semakin aku mengingat wajah seseorang ...." ucap Tuan Day San dengan menatap wajah tampan Si kembar.


"Umur mereka lima tahun lebih... Masih beberapa bulan lagi , mereka baru berumur enam tahun..." ucap tuan Wang Yu Ran dengan tatapan bangga pada kedua putra Yulia.


"A..apa...lima tahun..? Kau tak salah hitung kak...?" tanya tuan Day San tak percaya.


"Kau ini...aku ini Kakek mereka, mereka belajar dan berlatih denganku selain dengan ibu mereka . jadi aku tahu tubuh dan umur mereka..." ucap Tuan Wang Yu Ran kesal.


"Ta..tapi mereka ...nak Kemarilah..." ucap tuan Wang Day San pada kedua putra Yulia. Dengan patuh mereka mendekat.


"Apa benar perkataan Kakekmu..." tanya Tuan wang Day San dengan wajah tak percaya.


"Benar Kek.. Umur kami enam tahun tapi baru lima bulan lagi..." ucap Wang Hai dengan wajah ceriah .


"I..ini tidak mungkin...tubuh kalian tingginya mengalahkan anak umur delapan tahun . setidaknya tubuh seperti ini berumur sembilan atau sepuluh tahun , Dan ini...Lihat ini ....Kekuatan mereka ada di rana warna putih ....!" seru tuan Wang Day San dengan wajah bagai orang linglung .


"Semua itu karena pelatihan mereka dengan sang Bunda. Sejak berumur satu tahun , setelah mereka sudah bisa berjalan dengan lancar . Yulia melatih mereka dengan keras. ...dan hasilnya seperti ini ...aku hanya melatih mereka sesekali saat sang Bunda sedang berlatih sendiri dan tak bisa di ganggu..." ucap Tuan Wang Yu Ran .


"Lalu Ayahnya...?" tanya Tuan Wang Day San Lagi.


"Ayahnya Kaisar Kerajaan Dongyan..." jawab Tuan Wang Yu Ran lagi .


"Ka..Kaisar...? Kalau begitu mereka Pangeran kerajaan Dongyan..?"tanya tuan Day San dengan wajah semakin kaget.


"Hmm..." angguk Tuan Wang Yu Ran. Mereka berbincang- bincang sambil menunggu masakan yang di buat pelayan rumah tangga keluarga Wang selesai. Tak berapa lama, Kakek Wang Jin Hu memanggil pelayan.


"Kau bawa mereka ke Rumah tinggal Putra pertamaku. yang sudah aku suruh kalian bersihkan. Biarkan mereka memilih kamar mereka masing - masing ... Dan untuk pajurid milik Yulia, biar Tuan pertama mengurusnya sendiri , untuk sekarang biarkan mereka istirahat di sana saja.." perintah Kakek Wang Jin Hu.


"Baik tuan Tua..." jawab sang pelayan .


"Nak...pergilah bersa putra- putramu kerumahmu dulu. Dan nanti saat masakan sudah masak, kalian akan kami panggil..." ucap kembali tuan Wang Jin Hu dengan lembut .


"Trimakasih Ayah... Kalau begitu Sawly undur diri..." ucap sang menantu.


"Pergilah..." jawab tuan Wang Jin Hu .


Nyonya Sawly dan ke empat putranya serta kedua cucunya segera berpamitan dengan semua sesepuh yang juga datang bersama untuk bertemu dengan tuan Wang Yu Ran. Setelah itu mereka pergi bersama pelayan yang di tugasku oleh sesepuh keluarga Wang untuk mengantarkan mereka pergi kerumah tinggal yang sudah di bersihkan beberapa hari yang Lalu. Tuan tua sejak kembali dari bepergian menyuruh membersihkan rumah tinggal tuan Pertama . Mereka sempat heran, karena tuan pertama sudah berpuluh tahun pergi dan tak kembali.


usahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.


Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu . Jika masih ada typo maaf ya.. Dan Satu lagi . jika komen kalian belum aku balas Maaf Ya... tapi aku demoatin baca Kok..🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2