
Tak berapa lama, Mereka sampai di Perguruan. ternyata mereka sudah di tunggu beberapa orang yang memang di tugaskan oleh Guru Yun.
Mereka segera dengan hormat menyambut sang Kaisar dan Ratu. dengan Sigap mereka membawa kuda Kaisar dan Ratu untuk di bawa ke instal Kuda. Sedangkan Yulia dan Kaisar Kim beserta para pengawalnya segera berjalan ke arah Kantor kepala Sekolah. Yaitu Kantor Guru Guang Yun . Di dalam perjalanan mereka menuju Kantor kepala sekolah, terlihat para murid yang tahu siapa mereka segera menyingkir dan melihat mereka dari jauh . Mereka menatap dengan penuh kagum pada kedua sosok penguasa Kerajaan Dongyan itu.
Sedangkan Yulia dan Kasar Kim sendiri dengan tenang berjalan kearah kantor Kepala Sekolah.
Ketika mereka hampir sampai di kantor kepala sekolah, mereka berjumpa dengan Guru Di.
"Salam Yang Mulia Kaisar Kim, Salam Ratu Yulia..." ucap Guru Di dengan lembut.
Yulia hanya bisa tersenyum dan mengangguk. Sedangkan Kasar Segera menjawab.
"Salam guru...maaf apakah Guru tahu siapa yang mencari istriku...?" tanya Kaisar dengan. Wajah ramah.
"Sepertinya utusan dari Perguruan Baiyun (awan putih) hamba dengar mereka ingin membawa Ratu secepatnya masuk kedalam perguruan. " Ucap Guru Di dengan sopan. Bagaiamanpun juga , kedua murid di depannya adalah sang penguasa Kerajaan Dongyan. Bagaiama pun juga, Mereka harus di hormati.
"Kalau begitu kita ketemu mereka. ..." ucap Kaisar Kim .
"Baik mari yang Mulia ... " jawab Guri Di namun sebelum langkah mereka bergerak, tiba- tiba pengawal khusus Kaisar datang. Dan dia langsung menghadap Kaisar.
"Salam sejahtera Yang Mulia, ampun hamba Yang Mulia... Seseorang memberikan ini pada hamba..." ucap pengawal itu. Kasar segera mengambil kertas pitih dari tangan pengawal. Ternyata sebuah surat. Dan saat Kaisar membaca , Terlihat kerutan di dahinya. Tak lama dia berkata.
"Sayang...aku tidak bisa ikut menemui mereka, tidak apa- apa kan kalau aku tinggal...?" ucapnya lembut.
"Tidak masalah yang mulia...Yulia bisa menemui mereka bersama Guru Di dam Guru Yun..." jawab Yulia dengan lembut.
"Trimakasih sayang... Peman, Rong ayo kita pergi. Dan kalian berdua Zhang dan Tanglu, Jaga Ratu..." ucap Kaisar dengan tegas.
"Kami siap Yang Mulia..." ucap mereka serempak.
Dan tak lama terlihat Kaisar pergi dengan kedua pengawalnya. Setelah melihat kepergian Kaisar Kim, Yulia , Guru Di dan Kedua pengawal Yulia melangkah kearah ruang Kantor Kepala sekolah. Ketika sampai di sana , Yulia dan Guru Di segera masuk kedalam kantor, sedangkan kedua pengawalnya menunggu di depan kantor yang memang ada bangku panjangnya. Ternyata di dalam kantor , terlihat dua pria paruh baya yang sedang berbicara dengan Guru Yun.
"Salam Gitu..." ucap Yulia sambil memberi salam dam hormat pada guru dan dua tumu .
"Kau sudah datang Lia'er...? Kau sudah di tunggu sejak tadi oleh mereka.." Ucap sang Guru.
"Maaf...Yulia berada di tempat ayah..." jawab Yulia.
"Lia'er.. duduklah disini..."ucap Guru Yun sambil menepuk kursi di sebelahnya . Yulia segera duduk di tempat yang di tunjuk Guru Yun. Sedangkan Guru Di sudah sekak tadi duduk di kursi lain yang ada di ruangan itu.
"Tuan- tuan .. perkenalkan ,dialah Yulia murid kami . Dia yang mendapatkan Lencana khusus dari Tabib Yang Hu..." ucap Guru Yun .terlihat mereka menatap Yulia dengan tatapan tak percaya.
"Kau yang mendapatkan lencana itu..?" tanya salah satu dari mereka.
"Benar tuan..." jawab Mereka.
"Panggil aku guru... Kalau kau lolos uji coba di perguruan, kau akan menjadi murid kami. Jadi jangan memanggilku Tuan...." ucap salah satu dari mereka.
"Kalau boleh aku ingin tahu lencana yang kau bawa..." ucap yang lain, Yulia segera menunjukkan lencana pemberian Tabib Yang Hu . Terlihat ada sedikit keterkejutan di mata mereka. Namun itu hanya sebentar, terlibat mereka kembali biasa saja.
"Kalau begitu kita akan pergi sekarang juga..." ucap sang utusan. Tentu saja Yulia dan kedua Guru kaget.
"Tuan...apakah anda tidak bida memberi kami waktu walaupun hanya sebentar...sebab masih ada masalah yang harus aku selesaikan.?" kata Yulia dengan suara berharap. Terlihat mereka saling berpamdamgan. kemudian mereka berbicara betdua sebentar. Tak lama salah satu dari mereka berkata.
"Baiklah kami akan memberimu waktu selama tuju hari untuk menyelesaikan semua masalah kamu . tapi setelah itu tidak ada lagi toleransi. Kita akan segera berangkat . mendengar ucapan itu, terlihat sinar kebahagiaan di wajah Yulia
" Baik...Yulia akan menyelesaikan semua masalah . Satu minggu sudah cukup. Terimakasih Guru..." ucap Yulia yang belum tahu nama mereka. Ternyata salah satu dari mereka sadar kalau belum memperkenalkan diri.
"Namaku Yan Di dan itu guru Whan Ma.." ucap guru yang memiliki badan lebih tinggi dan lebih muda. yang ternyata bernama Guru Yang Di.
"Trimakasih Guru Yan.. Murid Yulia akan mrngingatnya . Kalau tidak ada lagi pertanyaan, murid mohon diri..." ucap Yulia.
"Baik pergilah....selesaikan masalahnya secepatnya..." ucap Guru Yan.
setelah Berpamitan pada kedua gurunya dan kedua tamu, Yulia degera pergi meninggalkan tempat itu bersama kedua Pengawalnya. Mereka segera kembali ke rumah keluarga Wang untuk segera memberitahukan masalah itu pada sang Ayah. Setelah memberitahukan masalah itu dan hari semakin sore, Yulia segera kembali keistana. Sesampainya di istana, ternyata sang Kaisar belum datang. Sedikit ada kecemasan di hatinya. Dan saat malam harinya, Kasar Kim barulah datang di saat malam telah larut. Saat itu Yulia sedang tidur , tiba- tiba dia terbangun di kala sebuah tangan melingkari perutnya. perlahan dia membuka matanya . terlihat Sosok wajah tampan itu telah berbaring di dekatnya .
"Kau barui datang Kim...?" tanya Yulia berbalik menatap wajah itu.
"Hmm...." angguk Kaisar Manja. Dia mencium lembut kapala Yulia .
"Apa begitu sulit di selesaikan..? hingga kaubpulang larut.." tanya Yulia dengan suara lembut .
__ADS_1
"Sedikit." jawabnya sambil mencium kening Yulia.
"Apakah perlu aku membantumu..?" tanya Yulia lagi.
"Tidak. Hanya saja aku mungkin tidak bisa mengantar kepergian dirimu . Besok pagi aku harus pergi. Dan entah kapan kembali..." ucap Kasar Kim lagi.
'Begitu berbahayakah tempat yang kau datangi...?" ucapannya lembut .
"Tidak terlalu...tenanglah apakah istri menghawatirkan suami...?" tanya Kaisar Kim lembut menggoda . Melihat tatapan menggoda itu Yulia hanya bisa menatap pria di sampingnya dengan tatapan cemas.
"Aku mencemaskan dirimu Kim ...apakah aku harus menunda perjalananku dan ikut denganmu...?" tanya Yulia lagi.
"Tidak. Tidak...kau harus tetap pergi.. " ucap Kaisar lagi.
"Baiklah... Lalu anak - anak biar bersama Ayah dan Bunda. Sepertinya Ayah akan memutuskan untuk kembali ke keluarganya. Jadi boleh si kembar ikut bersama mereka...?" tanya Yulia. Bagaiamapun juga, urusan Si kembar sekarang bukan hanya ada di tangannya.
"Itu lebih baik. Sebab mereka akan dekat denganmu jika mereka akan kembali ke Alam Tianli . Dan Mereka akan cepat beradaptasi dengan lingkungan Alam Tianli. Saat mereka sudah bisa masuk ke Perguruan bergabung bersama dengan dirimu, mereka akan cepat menyesuaikan . Diri...." ucap Kaisar.
"Sekarang kita tidur, Pagi Nanti aku akan pergi..." ucap Kaisar Lagi.
"Bangunkan aku saat kau pergi. Aku tidak mau saat aku bangun kau telah pergi..." ucap Yulia.
"Baik Ratuku. " ucap Kaisar lembut. Yulia mendongakan kepalanya dan mencium lembut bibir Kaisar Kim. Tentu saja perbuatan Yulia membuat Kasian Kim terkejut. Bagaiaman tidak. Kini sang Istri berinisiatif mencium dirinya terlebih dahulu. Sedangkan Yulia melihat sang Suami bengong, cepat- cepat menelusupkan kepalanya di dada sang Suami. Kaisar Kim merasakan darahnya memanas . Namun saat sang Istri tak bertanggung jawab dengan perbuatannya, dia hanya tertawa lalu memeluk tubuh ramping itu dengan erat.
"Dasar Wanita nakal..." ucapnya sambil mencium kepala Yulia . Mendengar ucapan itu, Yulia hanya bisa tersenyum . dan memeluk pinggang kekar itu. Dia sadar... Dia salah. Sebab Dia belum bisa memberikan. hak sang Suami. Trauma masa lalu saat terbunuh di tangan sang Suami membuat dia masih ragu . Namun keyakinan dalam hatinya semakin kuat kalau dia mulai mencintai sang Suami. Perlahan mereka tidur dengan tubuh saling berpelukan.
Keesokan Harinya Kaisar pergi setelah berpamitan Pada Yulia, Si Kembar dan Sang Kaisar Tua. Dan kekuasaan Kerajaan kembali di pegang Panglima tertinggi Kim Linwang. Setelah itu Kaisar Pergi bersama Rong Han dan Tan Lui. Siang harinya Yulia pergi ke rumah sang Ayah bersama kedua buah hatinya. Dan sang Ayah memang telah memutuskan untuk kembali ke Alam Tianli . Tiga hari kemudian, Keluarga Xiao dan tuan Wang Jin Hu kembali ke Kota Yaman. Sebab sang Ayah , tuan Wang Jin Hu harus segera kembali ke Alam Tianli . Sedangkan Tuan Wang Yu Ran Harus menyelesaikan masalah di tempat itu. Dia harus menyerahkan semua kekuatan prajurit Milik Yulia ke Kerajaan Dongyan. Namun Yulia juga memilihkan beberapa prajurit terkuatnya untuk di bawa sang Ayah pergi ke Alam Tianli . Dan selama menunggu mereka pergi, Yulia membawa mereka kerumah besarnya untuk Di latih oleh sahabat dan Sang Kakak. Dalam Satu minggu itu, Yulia menyelesaikan masalahnya dengan cepat.Dia di batu tiga sahabat. kakak dan Zhang Xio. Karena takut Yulia tidak bisa membawa Zhang Xio dalam perjalanannya, Zhang memilih pergi dahulu Ke akan Tianli gua hari kemudian. Dia bertekat masuk perguruan Baiyun untuk bisa bersama Yulia. Satu Minggupun berlalu dengan cepat. Kini Yulia sedang bersiap untuk segera pergi ke Perguruan untuk menemui utusan Perguruan Baiyun yang akan membawa dia pergi ke Alam Tianli. Sudah mulai dua hari yang Lalu Yulia berada di rumah keluarga Wang bersama kedua putranya. Dia sudah berpamitan pada Kaisar Tua Dan sang Panglima.
"Bun... Apakah kita akan bertemu di Alam Tianli..." ucap Wang Hai sambil meneteskan air mata di pipinya .
"Hai..jagoan Bunda..kenapa menangis...? Tentu saja kita akan bertemu di sana. kau akan bersama kakek di kediaman Kakek Buyut. Dan ingat kau tidak boleh nakal , ikut semua ucapan Kakek dan Nenek. Nanti setelah kalian berada di level Warna Putih. Kalian akan Bunda masukkan ke Perguruan Baiyun. Kita akan kembali satu perguruan. Karena itu, Kalian harus beelatih dengan tekun..." ucap Yulia sambil mengusap kepala pria tampan kecil itu .
"Baik Bun... Wang Hai akan tekun Berlatih." Ucap Wang Hai.
"Bagus ...itu baru putra Bunda. Ah ya... bagaimana kedua burung kontrak kalian, apakah mereka semakin kuat.?" kata Yulia sambil tersenyum mengalihkan perhatian mereka.
"Mereka baik- baik saja Bun.. Mereka sangat Lucu..." ucap Wang Hai sambil tersenyum gembira. Yulia lalu mengambil empat botol giok.
"Ini pil untuk hewan kontrak kalian. Minumkan tiap Hari. Dan salurkan sedikit kekuatan pada tubuh mereka . agar mereka kuat dan cepat besar..'" ucap Yulia.
"Trimakasih Bun.. Kami akan memyimpannya dengan Baik. "Ucap Wang Hao.
Lalu mereka segera memasukka. ke empat botol itu kedalam Cincin Ruang Mereka. Tak lama tuan Wang Yu Ran datang. Mereka segera mengantar Yulia ke Perguruan. Begitu juga dengan ketiga sahabat dan Sang Kakak . Ketiga sahabat dan Sang Kakak Terlihat sedih menatap Yulia .
"Jangan sedih. Berlatihlah dengan. benar, aku menunggu kalian masuk kedalam perguruan Binyun .." ucap Yulia.
"Itu pasti Lia'er...kami akan menyusulmu menjadi murid perguruan Baiyun..." ucap Yao Han.
"Kak...kalau bisa saat kami telah sampai di rumah Ayah angkat, kau harus datang..." ucap Yung Si.
"Hey Yung...umur kita itu sama. Tapi kenapa kau lebih cengeng dariku..." olok Yulia pada Yung Si.
"Karena kita tidak pernah berpisah.. dan aku yakin kali ini pasti akan lama..." ucapnya dengan wajah sedih.
"Ck dasar cengeng..." ucap Cun Ma Dengan mulut mengejek. Namun Yung Si diam saja. Wajahnya terlihat sangat sedih.
Ketika sampai Di perguruan, teryata utusan telah menunggu .. Setelah melihat kedatangan Yulia, mereka segera berangkat. Mereka ternyata menggunakan Alat teleportasi. Dan ternyata tempatnya di dalam gunung Huangye. Sedangkan untuk ke gunung Huangye. mereka menggunakan kekuatan Teleportasi mereka sendiri. Guru Yan Di segera memegang pergelangan tangan Yulia. Tak lama cahata putih terang Menyelimuti mereka bertiga. Dan tak kama mereka lentap dari tempat itu. Melihat itu Si kembar segera memeluk sang Kakek.
"Jangan Sedih dan cemas...kita akan segera bertemu kembali dengan Bunda kalian..." ucap Tuan Wang Yu Ran. Keduanya hanya menganggukkan kepala mereka. Karena mereka berusaha menahan tangisan yang akan keluar jika mereka berbicara . Setelah itu mereka segera kembali ke Rumah keluarga Wang . Selama kepergian Kedua orang Tua mereka. Si kembar akan berada di rumah tuan Wang Yu Ran. namun mereka tetap belajar di Perguruan Guang Dan.
Sedangkan Yulia yang pergi bersama dua utusan Perguruan Baiyun kini sampai di atas gunung Huangye. Berdiri di atas gunung, Yulia bisa melihat kota Dongyan yang terlihat sangat indah. Namun dia hanya bisa menikmati sebentar. Sebab mereka harus segera berangkat . terlihat Tuan Yan Di mengibaskan tangannya. Dan saat itu juga berdiri melayang di depan mereka ,sebuah alat teleportasi setinggi lebih Dari orang dewasa berdiri. ternyata di atas gunung yang di takuti banyak praktisi , berdiri dengan kuat sebuah alat teleportasi . Alat itu walaupun terlihat berumur tua namun terlihat sangat kuat . Yulia tak menyangka kalau di atas gunung Huangye, yang merupakan hutan yang menakutkan berdiri alat teleportasi . Ketiganya segera masuk kedalam alat teleportasi itu . Dari dalam sini, Yulia masih bisa melihat awan yang menggantung di langit. Namun tak lama cahaya terang menyelimuti benda yang hanya bisa di isi paling banyak empat orang itu. Tak berapa lama getaran kuat bisa Yulia rasakan .dan ke gelapan menyelimuti tempat itu. Tuan When Ma segera mengeluarkan Mutiara cahaya dari Cincin ruangnya . Saat melihat mutiara cahaya, Yulia kaget . Ternyata mutiara cahaya lebih terang dari batu cahaya. Segera cahaya dari Mutiara menerangi tempat itu. Cukup lama mereka berada di tempat itu. Hingga akhirnya Yulia merasakan getaran sedikit keras dari alat teleportasi kembali dia rasakan . Setelah itu Yulia melihat cahaya masuk kedalam alat teleportasi. Dan saat pintu terbuka. Kedua guru Dari Perguruan Baiyun keluar. Yulia juga ikut keluar.
Kini mereka berada di sebuah hamparan padang tandus yang sangat Luas.
"Guru..apalah ini Alam Tianli..?" tanya Yulia.
"Bukan ini masih perbatasan ..." ucap Guru Yan Di.
"Kita masih akan menaiki alat teleportasi lagi. Lihat itu...kita akan kesana..." ucap Guru Yan Di. Dia menunjuk ke udara. Dan di sana Yulia melihat ada sebuah pintu yang di jaga oleh beberapa prajurit yang terlihat sangat garang . Dan Di sebelah kiri pintu yang Di jaga, juga ada pintu lain. Namun penjagaan di sana tidak terlalu banyak . penjaganyapun terlihat tidak segarang penjaga di pintu sebelah kanan , Yulia heran mrlihat itu .
"Guru kenapa ada dua pintu.dan di sebelah sana kenapa terlihat ramai , sedangkan Di pintu sebelah kanan terlibat sepi dan di jaga ketat . apa bedanya Guru...?" tanya Yulia heran.
__ADS_1
"Sebelah kanan menuju langsung pada dua tempat. Istana dan Kota perguruan sedangkan di sebelah kiri langsung menuju pusat Kota Tianli. Dari sana baru menuju kota lain yang di harapkan... " ucap Guru Whan Ma. Yulia hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Walaupun di dalam hati masih ingin bertanya. Tapi akhirnya mulutnya tertutup rapat.
"Ayo kita segera pergi.." ucap Guru Yan Di. Mereka segera terbang kearah gerbang sebelah kanan.
"Kau bisa kan....?" Tanya GurubYan Di saat mereka akan pergi melayang di udara.
"Bisa Guru..." jawab Yulia.
"Bagus ..Ayo..." ucap sang Guru.
Mereka segera terbang bersama.
Ketika sampai Di depan Pintu gerbang, terlihat dua orang prajurit berbaju hitam dengan pedang di tangan dan wajah tegas datang mendekat Mereka. Dan saat mereka semakin dekat, Tekanan kekuatan menekan kearah mereka. Namun dengan tenang Yulia menekan balik kekuatan yang ingin menekan dirinya . hingga dia merasakan tekanan di tubuhnya menghilang . Terlihat kedua guru menatap kearahnya. Dan saat Yulia berdiri dengan tenang, terlihat senyuman di bibir Gitu Yan Di. Sedangkan Guru Whan Ma terlihat menghela nafas .
"Siapa kalian...dan mau pergi kemana...?" ucap Salah satu prajurit.
"Kami guru dan Murid perguruan Binyun dan kami akan kembali ke perguruan..." jawab Guru Yan Di. Mendengar ucapan guru Yan Di. Para prajurit itu terlihat sopan.
"maaf Guru.. Silahkan ..." ucap mereka. Kedua guru segera membawa Yulia masuk melalui pintu gerbang yang melayang di udara. Dan saat mereka masuk, Yulia melihat dua alat teleportasi berada di depan mereka.
"Naik yang sebelah Kiri Yulia..." ucap Guru Whang Ma sambil melangkah . mereka kembali masuk kedalam alat Teleportasi. Dan alat ini lebih besar dari alat teleportasi yang mereka gunakan dari Kerajaan Dongyan. Dan keheningan dan kegelapan terjadi kembali . Dan Kini Guru Yan Di yang mengeluarkan Mutiara cahaya. Kembali cahaya mutiara cahaya mulai meberangi tempat itu. dan Waktu tempuh sekarang terlihat agak lama dari waktu tempuh teleportasi yang pertama. Hingga akhirnya guncangan terjadi kembali. Dan saat cahaya mulia masuk kedalam alat Teleportasi, guru Yan segera memasukkan kembali mutiara cahaya kedalam cincin ruangnya . Saat mereka keluar dari dalam alat itu. Yulia melihat mereka berada di tengah kota, keramaian menyambut kedatangan mereka . banyak orang yang menatap kearah mereka. Ternyata ada tiga alat teleportasi di tengah kita itu . Satu menuju kota, satu menuju istana, dan Satu menuju Luar Alam Tianli. Mereka menjadi pusat perhatian karena Yulia dan kedua guru keluar dari alat yang datang dari luar Alam Tianli. Terlihat mereka menatap Yulia dengan tatapan mengejek.
Melihat tatapan mengejek dan menghina, dengan tenang Yulia berjalan di belakang kedua Guru perguruan Bingyun itu. wajahnya yang cantik dan Anggun membuat pandangan mata beberapa pria menatap Yulia dengan lapar. . namun karena Yulia berasal dari luar alam Tianli, tatapan mereka merendahkan .
'Cantik sekali orangnya, aku tidak pernah melihat kecantikan seperti itu, tapi sayang sekali...dia berasal dari luar Alam Tianli..." ucap Salah satu Pria yang berada di sana.
"Wanita seperti itu hanya intuk penghangat tubuh kita di atas ranjang saja ..tak ada guna..." ucap Pria yang Lain.
"Cih...hanya bermodal wajah cantik... paling- paling dia bisa datang kemari karena naik ranjang seorang penguasa atau seorang Guru...." ucap seorang Wanita.
"Di sinipun pasti Dia akan merusak suami orang dengan wajahnya itu...." ucap Wanita yang Lain.
mendengar semua ucapan mereka, walaupun terdengar menyakitkan Yulia tetap tenang. Dia tak perduli dengan omongan orang Sekitarnya. Dia tetap berjalan dengan tenang. Tapi tidak dengan kedua guru. ..mereka berhenti berjalan. lalu menatap pada mereka, debelum kefua guru bertindak , Yulia segera berkata.
"Guru...biarkan saja...lama--lama akan berhenti juga...asalkan mereka tidak melakukan kekerasan, ..." ucap Yulia sambil tersenyum.
"Tapi Nak..." ucap Guru Whan Ma merasa tak enak dengan hinaan mereka.
"Tidak masalah guru...biarkan Murid mengatasi sendiri. tidak mungkin Yulia akan selalu meminta pertolongan guru. jadi biarkan Yulia menghadapi mereka..." ucap Yulia dengan wajah tenang. Mendengar ucapan Yulia. kedua guru terlihat menatap Yulia dengan kagum.
"Baiklah...tapi sekarang kau masih dalam perlindungan kami..jadi kalau kau sudah tidak mampu lagi, katakan pada Kami..." ucap Guru Yan Di.
"Baik Guru...Yulia aka. mengatakannya pada guru nanti...." jawab Yulia.
Merekapun kembali melanjutkan perjalanan mereka. jarak Perguruan yang memang sedikit jauh. dan Banyaknya Praktisi yang datang di kota ini , karena akan adanya penerimaan murid baru perguruan Baiyun. membuat Yulia dan dua guru tidak bisa mempercepat perjalanan mereka. Dan Saat mereka sedang berjalan, tiba- tibaYulia yang berjalan di belakang dua guru. Tiba- tiba di hadang seseorang.
"Berhenti..." ucap Seorang Pria yang berpakaia seorang Praktisi . Yuliapun berhenti berjalan dan menatap Pria itu.
"Ada apa...kenapa kau menghadang jalanku...?' ucap Yulia dengan tenang.
"Hey wanita lemah...jangan karena kau Cantik, kau ingin merayu Kedua guru itu... lihat saja dirimu...kau sangat lemah. kekuatanmu di bandingkan anak umur lima tahun saja tak akan bisa menang sekarang pergilah sebelum aku kehilangan kesabaran. .." ucap Pria sangar itu. Yulia bisa melihat kalau dia masih berada do level tanpa warna alam tengah .
"Tapi bisa saja si kau tetap berada di sini. asal kau bayar upeti padaku..."ucqp Pria Kasar itu .
"Kau meminta aku membayar upeti...?" tanya Yulia .
"Jangan banyak omong....serahkan. semua kristal cahaya milikmu padaku. kalau tidak, kau akan hilang Dari Alam Tianli imi..." ucap pria itu.
"Kalau aku tidak mau...?" kata Yulia memprovokasi.
"Kau akan mati...." ucap pria itu.
"Apakah kau bisa mengalahkan diriku..." tanya Yulia sbol menatap dingin pada Pria itu .
Udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.
Jangan lupa like, vote dam nomernya aku tunggu.
Maaf jika masih ada salah ketik dan Typo.🙏
Bersambung .
__ADS_1