YULIA

YULIA
KLAN NAGA.


__ADS_3

"Tapi jika itu hanya rumor yang tidak benar, lalu kenapa Dia bisa sampai di sini. Dan dia bisa naik serta dia juga bisa Membuka pintu kedua dengan mudah . Dia tahu di mana letak pintu kedua. Seolah Ada seseorang yang membimbing dan menunjukkan tempat itu dengan benar.." kata salah satu Pria yang memakai baju hitam. Mereka berempat pun terdiam mendengar ucapan sang rekan .


" Cukup...Kenapa kita mesti berdebat sendiri. Apa yang kita dapatkan dengan berdebat Sendiri. bukankah kita bisa menanyakan pada dia sendiri.., atau menyuruhnya Mengeluarkan Siapa Yang sudah mau menjadi mahluk kontrak gadis itu . bukankah lebih baik kau suruh orang menjemput dia dan membawanya kemari..." ucap Tetua Klan Naga dengan wajah kesal mendengar percakapan mereka.


"Maaf Kami Kak...baiklah akan aku suruh orang menjemput dia...kalau Begitu aku pergi dulu..." ucap salah Satu Dari mereka. dan Pria itu segera keluar Dari ruangan. Pria paruh baya yang keluar Dari ruangan itu segera memanggil dua Murid senior untuk segera menjemput manusia yang berada di pintu masuk tempat mereka.


"Jangan ceroboh. dan jangan membuat masalah dengan manusia yang menjadi tamu kita..." ucap Tetua itu.


"Baik Tetua Kay....kalau begitu kami mohon diri...." ucap mereka berdua.


"Pergilah...ingat jangan membuat masalah..." ucap Tetua Kay mengingat kan kembali pada sang Murid . Setelah melihat kedua murid pergi dari hadapan nya. Tetua Kay segera kembali ke ruangan tadi. Sedangkan kedua murid tadi segera pergi ke pintu masuk sekte mereka.


Di tempat Yulia sendiri terlihat Wanita tangguh itu mengerjapkan matanya tak percaya. Dengan mengucak matanya Yulia menatap jalan di depan nya . Kini di depan Yulia terbentang jalan setapak yang Kanan dan kirimya penuh dengan bermacam bunga. jika Yulia berjalan, Dia bagai berjalan menuju sebuah taman .


"Kak...I...ini...ini tempat klan Naga berada..? Atau aku sedang berjalan kearah taman surga...?" Ucap Yulia tak percaya.


"Kau akan lebih terkejut lagi saat Kau sampai Di dalam Lia'er..." Ucap Ryu dengan lembut


. "Maksudmu di dalam sana masih ada tempat yang lebih Indah lagi...?" Tanya Yulia tak percaya.


"Hmm ..." Jawab Ryu.


"Lalu Kenapa Kau meninggalkan tempat se Indah ini , malah tinggal di Hutan ke Kematian yang seram...? Bukan kah di sini lebih indah dari hutan kematian yang seram kak..." Ucap Yulia yang masih terpaku menatap Alam yang indah di depannya.


"Tugas lebih penting dari semua ini. Kakak juga sedang menunggu kedatanganmu itu lebih utama.." Ucap Ryu menerangkan .


"Kau menungguku...? mana mungkin kak.... Kau telah hidup beratus tahun, dan aku Baru lahir dua puluh dua tahun yang lalu ..." Ucap Yulia dengan heran.


"Itu sudah menjadi takdir. Dewa mengatakan kalau takdirku bersama mu, Dan juga menyerahkan buku dan cambuk petir kepadamu..." Ucap Ryu.


"Dari mana Kau tahu kalau aku takdirmu...?" tanya Yulia.


"Dewa menunjukkan dirimu..." ucap Ryu.


"Ee..tunggu...jadi saat kita bertarung dulu, Kau Sebenarnya sudah tahu Siapa aku...?" tanya Yulia curiga.


"Belum...tapi setelah aku Kau bawa ke dalam Ruang teratai, aku mulai sadar kalau Kau lah yang aku tunggu . untunglah aku tidak salah orang..." ucap Ryu .


"Tapi melihat saat Kau berubah wujud menjadi manusia. Kenapa wajahmu masih sangat Muda. Melihat umurmu seharusnya aku memanggil Dirimu kakek , tapi itu tak mungkin , Karena wajahmu yang terlihat masih muda malah masih seperti adik Dari Kak Yao Han mana mungkin aku memanggil dirimu Kakek...." Ucap Yulia yang mengingat wajah Ryu saat menjadi manusia .


"Itu Hadia dari Dewa ... Dewa memberiku hadiah wajah awet Muda..." Ucap Ryu bangga.


"Benarkah...Kalau begitu Kau bisa mengajariku agar aku awet Muda kak..." Goda Yulia.


"Ha ha ha...dasar anak nakal... Tampa Kau sadari , Kau akan awet muda seperti ku . Karena kita Ada hubungan kontrak. Darahmu sama dengan darahku...otomatis Kau akan awet Muda juga.." Ucap Ryu membuat Yulia kaget.


" Hey kak.. Jangan menggodaku...Aku tadi Cuma bertanda.... mana mungkin aku memiliki kekuatan seperti dirimu yang akan selalu awet Muda..." Ucap Yulia tak percaya.


Namun percakapan mereka berhenti saat Ryu berkata .


"Yang menjemputmu telah ddatang.. Bersiaplah...." ucapnya .


"Benarkah...mana...?" tanya Yulia.


"Sebentar lagi mereka datang...." ucap Ryu. Setelah Ryu selesai bicara. barulah Yulia merasakan kedatangan seseorang . Benar saja , tak lama terlihat Dua orang Pria datang melayang menghampiri Yulia.


"Mereka datang Lia'er... Berhati- hatilah . jangan katakan apapun pada mereka...." ucap Ryu.


"Apakah mereka salah Satu Dari tetua Klan Naga..." tanya Yulia .


"Bukan ...Sepertinya mereka murid senior di Klan naga ..." jawab Ryu dengan tenang.


"Sambutan yang sopan..." ucap Julia .


"Bagaiaman jika mereka memaksa melihat keberadaan mu...?" Tanya Yulia.


"Akan kita bicarakan nanti, sekarang ikuti saja mereka berdua. ..." ucap Ryu .


Kedua pria Dewasa itu. Kini sudah berada do depan Tia.


"Kau manusia... Ikutlah bersama kami. Tetua Agung sudah menunggu mu..." Ucap salah Satu pria di depan Yulia dengan dingin.


"Baik... Antarkan aku..." Jawab Yulia .


Mereka membawa Yulia kearah mereka datang tadi. Dengan patuh Yulia mengikuti di belakang mereka . jalan yang mereka lewati semakin lama semaki indah. Yulia bagai di bawa kesebuah taman yang Indah. Tak betapa lama mereka sampai juga di sebuah tempat yang terlihat sebuah perkampungan yang hampir seperti sebuah Kerajaan yang di bangun dengan indah. Bangunan - bangunan yang berdiri di sana terlihat sangat tinggi dan mega .


"Kak ..Ini tempat kalan Naga....?mengapa betuknya hampir meyerupai sebuah Kerajaan kecil.. " Ucap Yulia .


"Tentu saja...Apa yang di katakan para manusia terhadap kami itu memang Suatu kebenaran , kami merupakan Klan dari mahluk yang paling sombong, Karena kami merasa derajat kami lebih tinggi Dari manusia. Kami menganggap Hanya Dewa yang berada do atas kami.Karena istilah kami membuat perkampungan kami seperti sebuah Istana. Karena kami memang mampu....." Ucap Ryu bangga. Mendemgar ucapan Ryu, Yulia merasa bersalah telah memjadikan Ryu debagao mahluk kontraknya .


"Kalau begitu maafkam aku kak...aku terlalu berani menjadikanmu mahluk kontrakku... kalau Kau mau melepas kontrak kita, aku mau Kok..." Ucap Yulia dengan perasaan bersalah. . Dia merasa menyesal saat tahu Siapa Ryu.


"Hey...semua yang Terjadi memang sudah takdirku. Kau memang sudah di tandirkan harus menjadi bagian hidupku. Kau Adalah adikku . Kita menjalin Kontrak bukan lagi sebagai tuan dan pelayan. Bukankah Kau sudah mengamggapku Kakakmu...?" ucap Ryu.


"Benar...Tapi Kak..." ucapan Yulia segera di potong oleh Ryu .


"Sudah tidak ada tapi- tapian, Tidak usah Merasa bersalah. Semua memang harus do jalani...." ucap Ryu .


"Jadi itu tidak masalah bagimu..?" Ucap Yulia dengan perasaan lega.


"Tentu saja...." Namun percakapan mereka berhenti saat Yulia dan kedua orang itu telah sampai di depan sebuah istana yang terlihat sangat mega. namun agak kecil di banding Istana di sebelahnya . Yulia segera di bawa masuk kesebuah Istana di depannya . yang di bangun lebih tinggi Dari bangunan yang lain .


"I.. Ini istana Apa Kak...?" Tanya Yulia.


"Ha ha ha Kau di bawa ke kuil suci. Mereka ingin mengetahui Siapa Dirimu. Dan mungkin mereka ingin Kau melepas hubungan kontrak Kita..." Ucap Ryu menjelaskan.

__ADS_1


."Lalu apa yang harus aku lakukan...?" Tanya Yulia sambil melangkah di atas undakan jalan menuju pintu masuk kuil Suci.


" Tolak saja.. Aku ingin tahu apa yang akan mereka lakukan Padamu ..."ucap Ryu dengan tenang.


"Baiklah..." Jawab Yulia.


Tak lama mereka mulai masuk kedalam istana kecil yang di katakan oleh Ryu Kuil Suci tadi.


"Silahkan masuk Nona..." Ucap salah Satu dari mereka saat mereka telah sampai di dalam kuil . mereka mempersilahkan Yulia meneruskan langkahnya masuk ke dalam. Sedangkan Mereka berdua segera keluar.


Ketika sampai di dalam ruang tengah, Yulia melihat lima orang paruh baya berada di tempat itu . Ke lima Orang itu terlihat sedang menatap ke arahnya dengan tatapan Tajam . Melihat mereka berdiri menatap padanya, Yulia segera memberi salam.


"Salam Para tetua, aku Yulia dari perguruan Baiyun menghadap Para tetua Klan Naga...." Ucap Yulia sambil mengepalkan tangan dan menyatukan ke dua tangan di depan Dada serta membungkuk Sedikit memberi hormat .


"Bangunlah...Kau manusia yang memiliki kontrak dengan bangsaku...?' Tanya pria yang paling Tua di antara ke lima orang itu .


"Benar sekali Tetua... " ucap Yulia dengan wajah tenang. Melihat ketenangan Yulia , mereka sangat heran. Biasanya manusia yang bertemu dengan mereka akan gemetar dan tertunduk takut. Tapi kenapa gadis ini begitu tenang dan percaya diri...batin mereka dalam hati .


"Keluarkan dia .." ucap pria itu memerintah ..


"Maaf... Apa makdud anda tuan...?" tanya Yulia dengan wajah seolah tak mengerti .


'Jangan berlagak tak tahu nak... Kau pasti tahu apa maksudmu..." ucap pria Tua itu dingin .


"Ooo...Maksud anda Naga yang aku kontrak..?" tanya Yulia dengan tenang .


"Jangan berlagak Bodoh manusia... jangan membuat kami semakin marah .


"Kenapa mesti marah.... ?saya memang tidak tahu apa yang kalian inginkan...?" ucap Yulia demgan wajah dan dikapnya yang temang.


"Sudah cukup...nak..lebih baik cepat kau suruh dia muncul di Sini ..." ucap Ptia tua .


'Dia tak mau dan tak ingin keluar...Dia berkata akan keluar kalau dia mau...." Jawab Yulia dengan tenang.


"Brengsek...Jangan mempermainkam kami.. Kau berani berkata Begitu pada kami..." Ucap Tetua yang agak Muda.


"Bukan saya yang berkata seperti itu, tapi Dia sendiri yang berucap seperti itu..Dia yak suka di perintah ...." Ucap Yulia dengan Tenang.


'Kauu....." teriak tetua yang lebih muda marah.


"Diamlah Minggo.." ucap Pria yang lebih Tua .


" Kau tahu bukan apa yang kami ingin kan...?" Ucap Pria Tua lagi .


"Aku bukan ahli nujun yang bisa menebak atau tahu ke inginan ataupun fikiran orang lain Tampa orang itu mengatakan padaku..." Ucap Yulia masih dengan Wajah tenangnya .


"Anak Muda... Jangan membuat kami semakin marah...!" Seru Pria paruh baya yang lain .


"Agar aku tidak salah menebak, lebih baik anda memberi tahukan padaku, apa yang kalian ingin kan.." Ucap Yulia.


"Kami minta Kau melepas hubungan kontrakmu dengan bangsa kami...!" ucap pria paling Tua.


"Kak... Apakah Dia tetua Klan Naga...?" Tanya Yulia dalam hati.


"Benar... Dia tetua Yumo. Dia yang memimpin Klan Ini dalam Beberapa ratus tahun ini, setelah Ku tinggal pergi. .." Ucap Ryu.


" Maaf Tetua Yumo... Saya tidak bisa menuruti permintaan anda.." ucap Yulia . mendengar Ucapan Yulia yang memanggil nama tetua Yumo dengan benar . Terlihat mereka saling tatapan dengan wajah kaget. Bagaimana wanita ini bisa tahu nama Tetua Yumo . Sedang kan mereka belum memperkenalkan Nama mereka pada Yulia.


"Kau.m Kau tahu namaku...?" Ucap tetua Yumo dengan wakah kaget .


"Kalau hanya nama , saya tahu nama kalian berlima . Tuan Baju hijau . Tetua Lin . Tuan Baju Putih Selain tetua Yuma Adalah Tetua Bingo. dan dua terakhir Adalah tetua Syahda dan Tetua Kay..apakah aku salah...?" Tanya Yulia dengan santai. Terlihat keterkejutam di wajah mereka. Namun tak lama tetua Kay berkata.


"Jangan Karena Kau bisa mengenal nama kami, lalu Kau kami bebaskan, tidak... Kau tetap harus melepas kontrakmu dengan bangsa kami..." Ucapnya dengan wajah kesal.


'Maaf...kalau saya tidak mau...?" Tanya Yulia dengan wajah tenang.


"Kami akan memaksa.." Ucap tetua Kai.


" Bagaimana jika Naga yang aku Kontrak tidak mau meninggalkan diriku, apakah kalian akan tetap memaksa kami ..?" Tanya Yulia.


"Benar... Karena kami tidak Suka Menjadi budak manusia. .." Ucap tetua Syahda.


" Lo.. Kan Bukan kalian yang Menjadi Mahluk kontralku. Kenapa kalian yang ribut dan tidak terima. ...?" Ucap Yulia dengan nada kesal. Namun Ryu yang Ada di ruang Dimensi Tertawa Senang melihat tingkah Yulia.


"Tentu saja kami tidak terima , Karena itu menyangkut bamgsa kami klan Naga..." Ucap tetua Lin sepertimya memiliki Karakter pemarah .


"Lalu mau kalian apa...? Kalau kalian mamintaku melepas kontrak kami, itu tidak mungkin..." Ucap Yulia dengan nada dingin.


"Kalau Begitu terpaksa kami akan memaksamu untuk melepas Kontrak itu..." UcapTetuaYama.


"Dengan Cara membunuhku Kalian juga tahu kalau bangsa kalian yang aku kontrak akan terbunuh juga . apakah itu mau kalian..." Ucap Yulia tenang . namun dadanya sangat dingin.


" Kami terpaksa melakukan itu , Karena kami tidak ingin berhubungan dengan manusia. .." Ucap Tetua Yama.


"Jadi Kalian tega mengorbankan bangsa kalian demi ego kalian ..?" ucap Yulia dengan wajah kaget


'Benar...kami terpaksa harus melakukan itu.." Ucap Tetua Yama.


" Ha ha ha...kak...ternyata Kau juga akan di korbankan ..apakah Kau mau Kak..." Ucap Yulia sambil terkekeh pelan.


"Jadi Demi ego kalian. Kalian berani menentangku...? Ingin membunuh Diriku Apakah kalian sudah sanggup dan bisa membunuhku..." terdengar suara dingin sebelum Sosok pria tampan dengan baju warna Kuning ke emasan dengan rambut di ikat dan ada mahkota kecil di kepala . berdiri dengan gagah di depan Yulia. Melihat pria Muda di depan Mereka, membuat mereka kaget bukan main . Dan tanpa Yulia sadari di belakang Yulia Ada dua lukisan pria. Satu pria Tua dengan wajah tampan dan senyum ramah. Dedangkan yang satu lagi. Pria Muda dengan wajah sangat tampan dan tatapan. dingin terlihat menempel di dinding Kuil Suci. Dan Kini Kelima orang di depan Yulia bisa melihat Kalau wajah Pria di depan mereka sangat mirip dengan wajah di dinding


Mereka ternganga tak bisa bicara. .


"Jadi kalian juga ingin membunuhku...apakah kalian sudah sanggup melakukan nya...?" Ucap Pria Muda itu lagi . Mendengar suara dari Pria di depan Yulia, Kelima orang itu bagai tak percaya dengan mata mereka.

__ADS_1


"I...ini...Le...leluhur Muda...!" Seru Tetua Yuma dengan wajah Pucat .


"Le...leluhur Muda ..." Seru keempatnya bersamaan .


"Apakah kalian sanggup melakukan pembunuhan padaku...?" Ucap Pria yang Memang Ryu .


"Salam...Yang Mulia..ma..maafkan kami..kami tidak tahu kalau leluhur Muda yang Ada do depan kami.." Ucap Paman Tua Yuma ketakutan.


'Benar yang Mulia...maaf..maafkan kami.. mana mungkin kami berani membunuh anda...." Ucap Tetua Lin dengan. tubuh gemetar.


"Aku mendengar semua yang kalian katakan tadi. Kau fikir aku tuli...!" Seru Ryu marah.


"Ampun, Ampun lelujur Muda... Kami salah, kami tidak tahu kalau Adalah yang bersama wanita itu ...." Ucap Tetua Yama.


"Jadi seandaianya Bukan aku, kalian akan membunuh dia...?" Seru Ryu marah.


"Bukan..bukan begitu Yang Mulia... Kami hanya mempertahankan prinsip Kita . "ucap Tetua Yama lagi.


"Prinsip yang mana yang Kau maksud ...Aku dan Kakek serta Kakek Buyut tidak memberi hak pada kalian untuk membunuh manusia yang tidak ber salah. Bukankah kalian bisa membunuh mereka jika bangsa kita di paksa melakukan Kontrak atau hidup mereka tertindas ..!" Seru Ryu marah. Yulia yang melihat Ryu Marah segera mengusap punggungnya perlahan.


"Ampunkan Kami Leluhur Muda..." Ucap Mereka serempak. Mereka sangat takut dengan aura membunuh dari Ryu.


"Dan harus kalian ketahui , Wanita yang Ada di hadapan kalian ini, Adalah adik angkatku... Apakah kalian masih ingin membunuh dia...?!" Ucap Ryu dengan nada kesal . Bagaimana Ryu tidak marah. Yulia yang sudah Dia anggap adik kesayangan akan di bunuh klannya sendiri .


" Ampun Kami Yang Mulia... Kami tidak tahu maafkan kami..." Ucap Tetua Yuman ketakutan . Begitu juga dengan ke empat tetua lainnya . .


"Kak..sudah lah.. Kau baru kembali di tengah bangsa mu, jangan membuat mereka ketakutan.." ucap Yulia sambil memegang tangan Ryu . Tanpa di sadari Yulia, tingkahnya bagai seorang adik yang bersikap manja pada sang Kakak.


" Baiklah.. Kalau Lia'er maunya begitu..."ucap Ryu sambil mengusap kepala Yulia.


"Ya sudah, apakah kalian masih menginginkan aku agar memutus hubungan dengan. Adikku sendiri...?" Tanya Ryu dingin.


Ke lima orang itu bisa melihat hubungan Manusia itu Dengan leluhut mereka sangatkah dekat . Malah mereka bisa melihat perbedaan Sikap Leluhur saat Berbicara dengan Yulia atau dengan Mereka . Jika dengan Yulia terlihat sangat lembut dan penuh rasa ingin memanjakan . terapi jika Berbicara dengan mereka, terlihat dingin sekali. .


"Tidak tidak Leluhur...kami tidak berani, mana mungkin kami berani memutuskan hubungan persaudaraan Leluhur dengan adik leluhur. " Ucap mereka serempak.


"Bagus.. Dan jika Ada di antara kalian yang madih Ada yang ingin menyakiti dia, maka kalian seperti menyakiti ku..kalian mengerti...!" Seru Ryu dengan tegas.


"Baik kami mengerti leluhur. "Ucap mereka lagi. Bagaimana mungkin mereka berani menyinggung Pria legendaris yang terkenal sangat Kuat dan tidal dapat di Kalah kan saat Muda dulu . Apalagi sekarang


" Bagus...sekarang kami akan tinggal di sini Beberapa hari. Kalian bisa menyiapkan kamar untuk adikku...Dia akan tinggal di Paveliun Teratai ..." ucap Ryu lagi . "Baik leluhur... " jawan tetua Lai .


"Leluhur Muda... Kalau boleh kami meminta, apakah anda bisa menghadir pertemuan pemilihan anak Muda berbakat dua Minggu lagi . Mungkin kehadiram yang Mulia bisa memberi semangat pada mereka para anak Muda..." Ucap tetua Yuma dengan perasaan takut . mendengar tetua Yama Berbicara, terlihat Ryu menatap Yulia. Melihat itu Yulia menganggukkan kepalanya .


"Baiklah Karena adikku juga ingin melihat, aku akan hadir ... Tapi tunggu... Apakah semua murid yang Ada di luar Klan kalian datang kan..." Tanya Ryu yang tak pernah melepas wajah dingin nya. "TrimakadihbYang Mulia...Tentu saja mereka di panggil Pulang untuk melaksanakan pemilihan ini .. Mereka semua sudah pada datang . walaupun masih Ada beberapa yang belum datang .." Ucap Tetua Yuma lagi .


"Benar Yang Mulia... Ada Sebagian kecil belum datang . mungkin Lusa semua sadah Ada di Klan Kita..." Ucap tetua Kai .


"Baik...aku akan menghadiri pertemuan itu ..." Ucap Ryu.


'Trimakasi Yang Mulia..." Ucap Mereka serempak .


"Kak...apa maksudmu mereka ada di luar Klan...?apakah mereka juga belajar di Perguruan lain ...?" tanya Yulia.


'Benar...Mereka yang Sudah lulus pendidikan akan mencari pengalaman selama dua Tahun di luar Namun saat pemiliham ini, Mereka harus kembali..." jawab Ryu.


"Apakah mereka tidak di kenali sebagai Naga...?" tanya Yulia lagi.


"Tidak...karena kami memiliki cara menyanarkan diri..." ucap Ryu.


"Kak...apakah Kau tidak memiliki seorang penerus...?" tanya Yulia pelan. Dia takut Ryu tersinggung .


"Ada...Dia bersama Ayahku...." ucap Ryu.


"Putramu sendiri....? Lalu ibunya...?" Tanya Yulia pelan.


"Sudah tiada... Dia tiada saat melahirkan Putraku . Saat Putraku berumur Seratus tahun, aku mendapatkan tugas dari Dewa kealam Dinasti .." jawab Ryu.


Sedangkan di luar kuil banyak para rakyat Naga yang menunggu keluarnya para tetua yang mereka dengar sedang menyidang manusia yang berani memiliki hubungan kontrak dengan bangsa mereka. Mereka sangat tahu kalau sedang itu akam membuat di manusia dalam bahaya .


"Kenapa lama sekali pertemuan mereka. Aku tak sabar melihat manusia mana yang berani melakukan hubungan Kontrak dengan. Rakyat kita..." Ucap salah Satu Dari anak muda yang ikut melihat apa yang Terjadi dikuil Suci.


"Benar sekali..aku juga penasaran apa yang terjadi" ucap yang lain.


"Aku dengar yang mengontrak bangsa kita seorang wanita..." Kata salah satu pemuda yang Ada di depan Kuil Suci .


"Apaa...wanita..?" Seru mereka hampir bersaan .


" Gila... berani sekali wanita itu...apakah dia sangat kuat, hingga keluarga kita bisa Dia kontrak... Seru yang lain.


"Tapi kenapa sampai sekarang mereka belum keluar, atau..jangan - jangan mereka sudah menetapkan hukuman mati...." Ucap yang lain.


Dan banyak lagi perkataan - perkataan Dan perkiraan mereka tentang manusia yang Ada di dalam Kuil. Setelah menunggu cukup lama, mereka di kejutkan dengan derit suara dari pintu yang di Bukan . dan mereka secara serempak melihat kearah pintu Kuil. Mereka semakin penasaran dengan orang yang akan keluar dari pintu itu. Mereka berfikir, apakah yang keluar nanti hanyalah para tetua saja. atau mereka masih dapat melihat manusia yang mendapat hukuman dari para Tetua Klan Naga tersebut. Tak lama terlihat Tetua Kay keluar terlebih dahulu. Tapi aneh..tetua Kay keluar dengan wajah gembira. melihat wajah sang tetua yang gembira dam Sedikit Ada senyuman di bibirnya membuat mereka semakin heran. Kenapa wajah itu Bukan nya marah atau pun kesal, tapi tetlihat Ada kegbiraan di wajah pria paruh baya itu . Tak berapa lama ketiga tetua yang lain juga keluar. Wakah merekapun terlihat tidak ada kemarahan sama Sekali. Setelah keempatnya sudah berada di depan Kuil Suci , hanya tinggal Tetua Agung yang belum keluar. Mereka semua mengerutkan dahi mereka dengan wajah penuh penasaran . Dan tak lama kemudian ,mereka melihat Tetua Agung keluar bersama seorang gadis Muda yang terlihat sangat cantik. Gadis itu memakai baju putih dengan sulaman bordiran burung Poenik di Dada sebelah Kiri dengan ekor menjuntai kebawah . serta rambut di ikat ekor kuda dengan sisa rambut di atas telinganya dengan menggunakan ikat kepala berwarna putih juga. Terlihat sekali wanita itu sangat anggun, cantik dam elegan .


"Ya Dewa...siapakah gadis itu...apakah Dia manusia yang memiliki Kontrak hidup dengan Rakyat Naga..." ucap seorang Pria Muda yang Ada di halaman Kuil.


"Waah...kalau manusianya deperti Dia, Andai aku yang Menjadi mahluk kontraknya, akupun juga mau meninggalkan wanita itu... Wanita itu sangat,... sangat cantik sekali. Seumur hidupku baru sekarang melihat gadis secantik Dia..." Ucap Pria yang lain.


"Benar sekali... Andai aku yang Menjadi mahluk kontrak seperti Dia jika tetua ingin memisahkan aku dengannya, aku Rela di keluarkan dari Klan Asal bersama gadis itu... Seru yang lain. Dan banyak lagi komentar dari para rakyat Naga. Tapi Ada juga yang kesal saat melihat Yulia. Terutama para Wanitanya. Mereka merasa iri dan kesal melihat kecantikan Yulia. apalagi melihat kekaguman para Pria Muda di dekat mereka pada Yulia.


Maaf udahan dulu Ya...aku lanjut besok lagi.


maaf jika masih Ada Typo atau kesalahan dalam penulisannya 🙏🙏


Jangan lupa like, vote dan Komennya author tunggu.

__ADS_1


Bersambung .


__ADS_2