
"Bangun sayang..." Ucap Ratu sambil membungkuk dan mengambil Heizi lalu memeluk tubuh gembul itu. Terlihat Ratu menangis sambil memeluk Heizi. Sang Kaisar pun segera berjalan juga mendekati mereka , lalu memeluk mereka berdua . Keharuan terasa di tempat itu. Yulia kembali merasakan kerinduan dia pada kedua Putranya . Namun Dia sadar Kalau dia harus memendam perasaan itu untuk sementara.
"Kau merindukan mereka..." bisik Ryu.
"Benar Kak...Setelah ini kita segera kembali ke Baiyun ...." ucap Yulia.
"Benar....kita selesaikan ini lalu kita pergi..." kata Ryu kembali .
Tak lama terlihat Kaisar telah melepas pelukannya . Yulia dam Pangeran Feng Lian segera dinpersilahkan duduk di Kursi yang tidak terlalu jauh dari Singgasana Kaisar dan Ratu. Ratu An Chi terlihat enggam melepas Heizi . Dengan lembut dia menaruh Heizi di atas oangkuannya.
"Trimakasih Nona Yulia...Kau telah berubah Putraku menjadi manusia..." ucap Kaisar Ang Suyan .
"Sama- sama Yang Mulia..." ucap Yulia .
"Maaf Murid Yulia...apakah kami noleh menandakan sesuatu pada dirimu...?" tanya Dekan .
'Tentu saja boleh guru...silahkan..." jawab Yulia.
"Murid Yulia ...kalau kami boleh tahu, yang tadi membantu Pangeran kecil menerima petir kesengsaraan itu Siapa...?" Tanya Dekan setelah menatap Kaisar Ang Siyun dan Kausar Feng Lian. Belum ada yang tahu kalau Kaisar Feng Lian telah menyerahkan jabatannya Para sang ayah .
"Oo mereka....mereka sahabat atau saudara murid , guru...?" Jawab Yulia.
"
"Maksud Nona Yulia...?" Tanya salah satu mentri.
"Mereka para mahluk kontrak Yulia.. Tetapi Ada juga yang bukan. Maksud Yulia dia sahabat Yulia.." Jawab Yulia.
"Apaa.. Mahluk kontrak...?" Seru mereka bersamaan.
Yulia hanya mengangguk mengiyakan. Semua orang menatap Yulia dengan tatapan ngeri dan tak percaya .Hingga tanpa sadar mulut mereka terbuka lebar .
"Semua mahluk Kontrak Nona Yulia..?" Tanya salah Satu mentri dengan wajah tak percaya.
"Benar.. Hanya satu yang Bukan. Dia sahabat yang sudah hamba anggap sebagai saudara hamba sendiri..." Jawab Yulia. Mendengar ucapan Yulia dua orang menatap Yulia dengan tatapan Beraneka ragam . tatapan tak percaya, tatapan aneh , tatapan kagum dan Ada juga tatapan ketakutan . Semua terlihat di mata mereka. Sedangkan Pangeran Feng Lian terlihat menatap Yulia dengan perasaan semakin kagum. sejak tadi pagi dia sudah mengira kalau mereka yang menerima petir kesengsaraan pasti Ada hubungan nya dengan wanita ini .
"Mana mungkun seorang manusia bisa mengontrak hewan lebih dari satu. Siapapun tidak akan percaya. Jangan terlalu sombong Nona..." Ucap salah Satu mentri yang terlihat sombong tiba- tiba berbicara dengan Nada sinis . Dia tadi pagi juga melihat Kejadian itu. tapi Karena rasa ini dan tak percaya kalau Ada manusia yang sekuat itu, hingga memiliki lebih dari Satu mahluk kontrak, tiba- tiba perasaan nya sangat marah .
"Percaya atau tidak, Saya tidak perduli.. Kalian bertanya dan saya telah menjawab pertanyaan Dari kalian .." Jawab Yulia dingin. Andai bukan Karena menolong Heizi mana mungkin Yulia Mengeluarkan semua mahluk kontraknya.
"Selama hidupku. Manusia hanya bisa mengontrak satu mahluk hidup, dan itupun tidak mudah. Kami akan membeli atau mencari mahluk kontrak dengan susah payah terkadang sampai nyawa taruhannya. Dan itupun mahluk kontrak biasa. Sedang kan kami melihat tadi. Banyak dari mereka berubah manusia... Lalu sekarang Nona berkata kalau mereka mahluk kontrak anda. Maaf...jika anda menyebut teman manusia yang telah menolong anda sebagai mahluk kontrak , apakah anda tidak Merasa betsalah , apakah hati nurani anda tidak Merasa berdosa .." Ucap Pria itu dengan tatapan menghina Yulia .
"Karena anda berkata Kalau mengontrak mahluk kontrak sangat sulit. Itu memang benar. Tapi kenyataannya memang seperti itu...' Ucap Yulia.
"Cih anda terlalu sombong Nona...jangan Karena anda telah menolong Pangeran kecil lalu anda Menjadi sombong seperti Itu. Mahluk yang bisa berubah menjadi manusia Adalah mahluk Kuno. dan tadi kami melihat mereka yang membantu anda tidak hanya satu . tapi lebih dari enam orang. malah aku fikir semua telah menjadi manusia, lalu apakah semua itu mahluk Kontrak anda ...? jangan terlalu mengamggap anda Dewa . Yang bisa mengontrak mahluk Mitos atau mahluk Kuno lebih dari satu... Hanya untuk mengontrak mahluk Kuno Satu saja itu sudah menjadi hayalan semua orang. Dan ini lebih Dari Satu...Ck Ck Ck...anda benar - benar sombong..dan penghayal Nona Yulia...." Ucap Pria itu sinis. Sebenarnya yang dibicarakan orang itu Suatu kebenaran. Namun Kaisar tidak enak juga atas sikap Mentrinya. Tapi kalau mereka benar mahluk Kontrak Yulia ,bisa gawat. Bagaimana jika mereka marah .. Lalu apa yang akan terjadi Pada Kerajaan ini ...Kaisar tidak bisa membayangkan nya .
"Hey kau...Dasar pria tua bodoh..kau fikir Yuyu berbohong...jangan membuat kami marah karena ucapanmu yang jahat itu...Kak Ryu kak Zizu berubahlah ... Tampar mulut pria Tua itu...enak saja mengatakan Yuyu ku berbohong.. !" Seru Heizi yang turun dari pangkuan Ratu dan berlari kearah Yulia hingga hampir jatuh .
" Heizi...awas jatuh...!" Seru Yulia dan Ratu hampir bersamaan karena Khawatir .
"Lia'er...biarkan aku dan Zizu berubah...!" Sebuah suara besar terdengar . di depan mereka tiba- tiba kalung yang Ada di leher Yulia bergerak . perlahan kalung itu berjalan di tangan Yulia yang sudah terangkat sejajar pundak Yulia. Begitu juga dengan gelang di tangan Yulia. Mereka semua terpanah. Ternyata gelang dan kalung Yulia Adalah seekor Naga berwarna kuning. Dan mereka sadar Naga apa itu. Naga kecil berubah Menjadi manusia tampan berpakaian kuning ke emasan dan yang Satu seorang Pria tampan yang berwajah lebih Muda dengan pamaian kuning bercorak putih berdiri di sebelah Yulia yang duduk dengan tenang , dengan Tatapan dingin menatap pada Pria yang sejak tadi menghina Yulia.
"Apakah Kau masih tidak percaya...? atau kami harus keluar semua..?" Ucap Ryu dingin. Dan tiba- tiba satu lagi seorang Pria berbaju hitam dengan wajah tampan berdiri di belakang Yulia. Semua orang tercengang melihat tiga Pria tampan berdiri dengan gagah di depan mereka. Dan tiba- tiba Heizi melesat kearah orang itu. Dan
__ADS_1
Plaak...
plaak..
Dua tamparan mengenai pipi orang itu.
"Ini hukuman untuk orang yang lancang pada Yuyu kami...untung Bukan nyawamu yang kami ambil..." Ucap Heizi yang kembali dan duduk dengan tenang di pangkuan Yulia. Terlihat darah mengalir dari sudut mulut Pria itu. Semua orang baru tersadar saat Heizi Berbicara. seketika pria itu sujud meminta Ampun . dia tak perduli dengan darah yang keluar dari Mulut nya.
"Ampun...ampunkan hamba...ampunkan hamba Putri...!Ampun kan hamba Pangeran.." Ucap sang Mentri ketakutan
"Itu Pelajaran bagi anda. Jagalah mulut dan Sikap anda. Jika bukan kami, mungkin nyawa anda sekarang sudah lepas dari raga anda.. untung Pangeran kecil yang memberi hukuman pada anda...jika itu Kakak Saya , mungkin kepala anda yang lepas dari badan anda..." Ucap Yulia dingin.
"Ampun kan hamba Putri.. Tolong ampunkan hamba..." Ucapnya ber ulang - ulang. Semua orang menatap dengan ngeri pada Yulia. Untung mereka tadi tidak ikutan berbicara. Namun sebelum Yulia menyuruh Mentri itu pergi. Tiba- tiba di depan Yulia telah berdiri seorang wanita cantik yang masih Muda dengan pakaian merah berdiri dengan genit lalu dengan Manja dia berjongkok di depan Yulia.
"Yuyu...aku mendengar Ada yang sedang menindasmu...Siapa , Siapa yang berani menindasmu ..apakah aku harus memberi racun padanya...!" Seru wanita itu lalu berdiri kembali dan menghadap pada semua orang . Dia menatap Satu- persatu pada mereka. Tatapannya tajam menakutkan. Dan berakhir pada pria yang sedang bersujud. di depan mereka .
"Oo..apakah pria Tua ini..!.Dia berani menindasmu Serunya marah.
"Lilian Jangan.. dia pendududuk Kerajaan ini. Dia sudah menerima hukuman Dari Heizi..." Ucap Yulia lembut. Semua orang semakin ketakutan. . mereka tak bisa membayangkan jika semua mahluk Kontrak Yulia keluar.
"Cih...Dasar tak tahu diri...untung adik Heizi sudah menghukum dirimu dan Yuyu mencegah diriku menghukum mu. Kalau tidak...jangan harap Kau bisa menghirup nafas esok hari...." Lilian menatap Pria yang sedang sujud di depannya dengan wajah marah.
"Demi melihat Kausar Ang Suyan, Kami akan memaafkan anda . Kembalilah ketempat duduk anda tuan..ini Pelajaran Untuk anda . jangan hanya Karena anda seorang pejabat, anda akan mudah menghina dan merendah kan orang lain. ... Jabatam anda hanya untuk sementara saat anda hidup dan berkelakuan baik. saya memaafkan anda...'"ucap Yulia dingin.
"Trimakasih...trimakasih Putri..." Ucap Sang Mentri Lalu segera kembali ketempat duduknya. Terlihat wajah dan tubuhnya basah dengan keringat. wajahnya terlihat pucat .
"Nona Yulia Apakah di depan kami Adalah yang Mulia leluhur Muda Long Bay Ran...?" Tanya Kaisar Dengan sopan.
"Benar Yang Mulia...Dia penguasa Klan Naga Long Bay Ran..dan di sebelah hamba Putra tunggalnya Long Zizu Rong..sedangkan di belakang hamba..Wangli Burung Condor mata tiga dan di depan Saya ini Lilian... bunga pemangsa yang sangat beracun. anda mengenal bunga itu kan...?" JawabYulia lembut. Seketika ruangan menjadi sunyi saat Yulia selesai memberitahukan Siapa mereka . Mereka tak dapat Berbicara mendengar Siapa meteka . Jangankan Mereka yang hanya mentri ataupun bangsawan, sedang kan Dekan , Guru dan Kaisar saja terdiam tak bisa bicara.
"Tunggu Nona Yulia... Bagaimana kalau anda menjadi tamu Kerajaan kami Beberapa hari lagi . Rasanya aku dan istriku masih ingin berkumpul dengan Putra kami..." Ucap Kaisar Panik. Melihat wajah kepamikan Kaisar dan Ratu, Yulia terdiam.
"Benar Murid Yulia...apakah penyakitku benar- benar sudah sembuh..." kata Dekan Yan So.
Mendengar ucapan mereka, Yulia terdiam . Dia memang belum melihat keadaan kesehatan Dekan lagi . Setelah diam sesaat, Akhirnya Yulia berkata.
"Baiklah kami akan menunggu Beberapa hari lagi. Namun jangan Khawatir yang Mulia... walaupun Heizi bersamaku saat ini. Saat nanti Dia telah Dewasa, Dan kalau memang Dia Menjadi Putra Mahkota Kerajaan ini . pada saatnya nanti Dia harus kembali, aku sendiri yang akan mengantar Dia kembali kemari..." Ucap Yulia di depan semua orang . Mendengar ucapan Yulia, terlihat Kaisar dan Ratu sangatlah kaget mereka bagai tak percaya mendengar ucapan Yulia.
"Nona...apa benar ucapanmu itu...?" Tanya Kaisar.
"Ucapan Tuan Kami bukan sembarangan di ucapkan. Tuan kami bukan manusia plinplan..." Ucap Wangli kesal.
"Maaf...bukan maksudku seperti itu.. baiklah kalau begitu aku Mengeluarkan Dikrit kekaisaran ...mulai hari ini aku Kaisar Ang Suyan menobatkan Putraku Ang Ji Hu sebagai Putra Mahkota Kerajaan. Phoenix. . Dan peresmiannya akan kita lakukan besok .." Ucap Kaisar Ang Suyan dengan yakin . Ternyata para Mentri dan Sesepu Kerajaan setuju semua. Karena Heizi Adalah Putra Dari Ratu An Chi sendiri. Walaupun Kaisar mempunyai Putra lain , namun mereka merupaka Putra dari para selir . Yang otomatis tidak memiliki hak sebagai Putra Mahkota yang kelak akan menggantikan sang Kaisar . Apa lagi mereka tahu di tangan Siapa Putra Mahkota berada .
"Tunggu Ayah....!" terdengar Seru seorang gadis dari luar ruangan.
Tak lama terlihat wanita muda yang berumur Sekitar 17 atau 18 tahun yang langsung masuk kedalam Ruang pertemuan tanpa pemberitahuan . Dia Putri Ang Rinrin. Putri pertama Kaisar dan Ratu Ang Chi. Kakak kandung Heizi .
"Rin'er...jaga sikapmu..Kenapa Kau masuk tanpa permisi. Di mana sopan santunmu...!" Hardik Ratu dengan wajah kesal.
"Apa yang Kau lakukan di sini Putri..." ucap Kaisar dingin.
"Maaf Ayah, Ibu... Tadi Putri hanya ingin melihat dan mengenal adik Putri. Namun saat Putri mau masuk Putri mendengar Dikrit yang di ucapkan Ayah..." ucap Putri Rinrin. Terlihat wajah nya sangat kesal .
__ADS_1
"Lalu..." Tanya Kaisar yang Mulia mengerti maksuf Putri Rinrin .
" Ayah.. Kenapa harus Adik Ang Ji Hu yang harus menjadi Putra Mahkota . Apakah hamba sebagai anak pertama tidak mempunyai hak sebagai pengganti Ayahanda..." Ucap Putri Ang Rinrin dengan wajah kesal .
Mendengar ucapan sang Putri , Terlihat wajah Kaisar Ang Suyan tertegun. Dia tidak pernah menyangka kalau Putrinya memiliki sifat ambisius seperti ini . tadi dia mengira sang Putri merajuk Karena dia di abaikan. Kaisat Ang Suyan dan Ratu Am Chi kaget mendengar Putri Rinrin berani berkata seperti itu. Sebab sudah menjadi tradisi di Setiap Kerajaan . kalau pewaris Kerajaan merupakan seorang Putra Bukan Putri. Bisa juga Putri jika memang Tidak lagi memiliki Putra. Dan Kini Putrinya mempertanyakan masalah ini.
"Putri Ang Rinrin... Kau sadar Dengan ucapanmu..? Apakah Kau masih mempertanyakan itu, bukankah seorang Putri sudah tahu kedudukannya..lalu kenapa Kau masih menayakan itu...?" Ucap Kaisar dingin.
"Ayah...Putri tahu...fi Kerajaan Hanya Ada Putra Mahkota yang pantas menduduki tahtah..tapi Dia anak yang batu datang, lagi pula dia juga sudah melakukan kontrak bersa manusia. Bukankah itu aib bagi keluarga kita. aib Kerajaan ini , Kenapa Ayah malah menjadikan Dia Putra Mahkota...!" Seru Putri Ang Rinrin berteriak marah.
"CUKUP PUTRI... Sebagai seorang Putri Kau harus tahu tempatmu . kenapa Kau bisa bersikap demikian, Dia Putra kami. Dia adikmu .. kau Bukan nya bangga dia bisa berubah Karena manusia itu tapi Kau malah menghina Dia..!" Seru Kaisar marah.
"Tapi Ayah...ayah tidak adil ,dia Baru datang, aku lah yang selalu Ada di dekat Ayah...! Akulah yang selalu bersama ayah..." Teriakan sang Putri marah ta terkendali .Dia marah sambil menunjuk- nunjuk Heizi dan Yulia . Yulia tetap tenang melihat Sikap Putri Ang Rinrin .
"Bagus... Kau mempertanyakan keadilan...? Baik akan aku jelas kan Padamu.(Terlijat kemarahan di mata Kaisar Ang Suyan ) Dengarkan dengan baik...Saat Kau lahir sampai sekarang Kau tidak pernah merasakan kesepian, Kau selalu bersama Ayah dan Ibu... Waktu Ada pembetontakan, Kau tidak akan tahu hal itu, Karena Kau selalu berada di samping Ayah dan Ibu. Kau selalu menerima kasih sayang yang pennuh dari kami. Kau tidak pernah tahu keadaan Kerajaan Ini Karena Kau selalu kami lindungi. Tapi tidak bagi adikmu Putra Mahkota Kerajaan ini. Sebelum dia terlahir kedunia ini, Ayah dan ibu sudah menaruh dia di Alam bawah sendirian..Kau dengar , Sendirian....Dia kesepian tanpa kami tanpa siapapun . sampai dia lahirpun Kami tidak berada di sampingnya Akhirnya dia terlahir Karena darah Wanita manusia yang memang di takdirkan Menjadi tuan Lontraknya. Setelah lahirpun kami tidak tahu bagaimana keadaannya Karena dia Tidak berada di sisi kami. , Dia tidak menerima kasih sayang kami. Untung Tuanya bukan orang jahat. Andai dia mendapat tuan yang jahat, apa yang akan terjadi padanya... Dan sekarang Kau menanyakan keadilan...? Siapa di sini yang seharusnya minta keadilan ha..!" Seru Kaisar dengan wajah sangat marah. Semua orang yang mendengar ucapan Kaisar Ang Suyan tertegun . Mereka tak menyangka kalau Putra Mahkota Menderita seperti itu . Tapi saat mereka melihat prilaku dan Sikap Yulia dan Putra Mahkota, mereka tahu kalau Yulia mendidik Putra Mahkota dengan benar. apalagi melihat kekuatan Heizi .
"Tapi Ayah...dia sendiri yang memilih seperti itu...!" Teriak Putri Rinrin masih dengan nada marah Kesal dan tak rela .
PLAAAK...
"Lancang... Kau sudah salah tapi tidak mau mengakui kesalahanmu. Kau masih menyalahkan Adikmu...bukankah sudah ayah mu katakan kalau yang membawa Adikmu ke Alam Dinasti Adalah Ayah dan Ibu..Dia tidak tahu apa- apa...Sifat iri yang Ada di dalam hatimu ini yang akanmembuat dirimu celaka..." Ucap Ratu setelah menampar keras Putri Rinrin . Ratu memang tahu tabiat jekek sang Putri . tapi dia tidak menyangkat sampai sejauh ini .
"Keterlaluan...jika aku bisa memilih...lebih baik aku menjadi Putra dari Ratu Yulia yang tidak akan pernah membuang Putranya .." Ucap Heizi dengan kesal.
"Ratu Yulia.." Ucap Mereka dengan penuh tanya .
"Heizi...ngomong apa kau..' Ucap Yulia.
"Maaf yang Mulia...seperti nya ini masalah keluarga, bolehkah kami undur diri dulu.. kami masih harus beristirahat Karena kami baru mendapatkan bencana Petir kesengsaraan..." ucap Yulia sambil berdiri.
"Baiklah Nona Yulia...maafkam kami. Biar anda di antar pengawal untuk pergi ke istana tempat tamu tinggal..." Ucap Kaisar yang merasa malu melihat tingkah Dari Putrinya .
"Trimakasih yang Mulia... Kami mohon diri..." Ucap Yulia. Dia lalu memberi hormat pada Kaisar dan pergi bersama Para sahabatnya. Ternyata Heizi dan Pangeran Feng Lian ikut pergi bersama Yulia. Namun saat Putri Rinrin melihat para Pria yang bersama Yulia, Dia terpaku di tempat. Empat Pria sangat tampan terlihat berjalan bersama Yulia seakan sangat melindungi Yulia. Tiba- tiba Dia merasa iri dan marah. Mengapa Bukan Dia yang di kelilingi Pria tampan seperti wanita itu. Tanpa sadar dia mengepalkam jemari tangannya hingga menusuk telapak tangannya.
"Siapa mereka...mengapa mereka berjalan bersama gadis itu..." Serunya marah dalam hati.
"Lihat lah Ayah... apakah Ayah membiarkan Kerajaan ini di pinpin oleh Putra Ayah yang dididik dan di besarkan oleh wanita ****** dan Brengsek seperti Dia...!" Serunya marah.
Mendengar ucapan Putri Rinrin Heizi yang hampir keluar dari ruangan itu berhenti melangkah. Begitu juga dengan yang lain, namun langkah mereka yang berhenti. Membuat Yulia berkata.
"Biarkan saja.. Kaisar Ang Suyan yang akan membereskan dia..." Ucap Yulia menahan mahluk kontraknya yang akan menghukum putri Rinrin .
Plaaak...
plaaaak...
Terdengar suara tamparan keras terdengar di belakan mereka .
"Kau seorang Putri...tapi mulutmu tidak bisa mengucapkan ucapan yang baik. Apakah Kau mendapat kan didikan seperti itu di istana ini ha...!" terdengar teriakan marah Kaisar Ang Suyan pada Putri Ang Rinrin .
Udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.
Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.
__ADS_1
Maaf kalau masih Ada Typo atau pun salah ketik 🙏🙏
Bersambung