YULIA

YULIA
SI KEMBAR MARAH.


__ADS_3

Kembali kegaduan terjadi di antara para tamu undangan . Mendengar ucapan tuan Wang Yu Ran tadi . seketika tuan Duan Hao Dan putrinya lemas. Mereka tak dapat berbicara lagi . Kalau memang Yulia adalah Putri Kandung Wang Yu Ran , Mereka tak bisa protes lagi. Apalagi jika Wang Yu Ran telah menjadi Patrik Keluarga Wang . Kekuatan perguruan Pedang Biru. masih berada di bawah Sekte Keluarga Wang . Mereka tak pernah menyangka kalau wanita yang telah mereka ejek itu adalah putra seorang patrik dari sebuah keluarga yang merupakan sentral kekuatan Alam Tianli ini . Selain keluarga tuan Duan Hao, wanita dari keluarga Hao juga kaget bukan main. dia bagai di sampbat halilintar yang membuat Dia ketakutan. Dia merasakam ketakutan Di dalam hatinya. apa jadinya kalau sampai Yulia melakukan Balas dendam pada mereka.


"Kak..gimana ini...Ternyata wanita tanganku provokasi adalah istri dari Putra Suci... bagimana kalau dia membalas perbuatan kiya.."kata Tuan Hao.


"Diam...kau fikir aku tifak takut juga...!" seru nyonya Hao.


Sang Ayah Yang sejak tadi sudah gemas pada perguruan pedang Biru ingin rasanya merobek mulut pria penguasa pedang biru jika saja tidak di depan Kaisar Zhang . akhirnya dia hanya bisa berjalan kedepan dan menghadap pada Kaisar Zhang yang sedang tersenyum ramah padanya. Kaisar Zhang sudah tahu kalau Tuan Wang Yu Ran adalah besannya.


Ayah dari wanita yang di cintai sang Cucu .


"Salam yang Mulia ...mohon ampun kalau Putri hamba telah membuat ke onaran . Hamba Wang Yu Ran Sebagai Kepala Keluarga Sekte Wang memohon maaf pada Yang Mulia atas kejadian ini..." ucap tuan Wang Yu Ran Sambil mengepalkan Tangan di depan dada dan menunduk memberi hormat .


"Sudaj jangan terlaku formal. Kau itu Ayah dari Cucu menantuku. Tidak- tidak masalah. Aku malah Bangga punya cucu menantu yang cantik dan baik seperti Yulia. Dia baik dan Kuat.. Oo ya ..aku dengar Aku sudah memiliki Cicit,, apakah dua pria tampan di bawah itu Cicitku...?" ucap Kaisar sambil menunjukkan pada Wang Hao dan Wang Hai yang sedang Duduk di dekat sang Nenek .Mendengar ucapan Kaisar, Semua tamu terlihat sangat kaget. Mereka segera menatap pada arah tangan Kaisar Zhang yang menunjuk pada si kembar yang duduk dengan tenang sambil menatap kearah Yulia .


"Benar Yang Mulia mereka berdua Putra dari putra Suci.. Wang Hao , Wang Hai..Kemarilah , beri salam pada Kakek buyut...." ucap tuan Wang Yu Ran pada kedua bocil yang terlihat enggan untuk berdiri. Melihat itu. Yulia berjalan mendekati mereka.


"Kenapa...?kalian masih marah pada Ayah...? tapi kakek tidak salah pada kalian kan...? ayo beri salam pada beliau..." kata Yulia sambil mengajak mereka bangun . Kaisar Kim berjalan dan berhenti di belakang Yulia.


Melihat sang Ayah mendekat, Wang Hao berkata pada Sang Bunda. "Ibu... Bawa kami pulang setelah menyapa Kakek buyut..." ucap Fang Hao dingin. Dia memegang tangan Sang Bunda. Begitu juga Wang Hai. Melihat sikap mereka, Yulia menatap sang Suami. Dia lalu membawa keduanya menuju Kaisar Zhang. Sedangkan Kaisar Kim hanya bisa diam melihat keacuhan kedua Bocilnya . Ketika mereka sampai di depan sang Kaisar, mereka segera memberi salam dan hormat.


"Salam Kakek Buyut. Semoga keberkahan selalu bersama kakek..." ucap mereka serempak. Melihat Walah mereka yang sangat mirip dengan Putra Suci, semua orang ternganga tak percaya. Apalagi tuan Wang Day San .


"Ya Dewa...ternyata mereka mirip dengan Putra Suci...terang saja saat aku pertama kali bertemu mereka, aku merasa femiliar sekali dengan sajah mereka. ..." ucap tuan Wang Day San . sedangkan kedua putranya terlihat menatap Yulia dengan seksama.


"Ayah..dia putri Paman Wang Yu Ran...?" tanya Wang Wai Zi .


"Iya ...dia Putri Paman Wang Yu Ran. Dia Murid perguruan Baiyun juga Zi'er..." ucap sang Ayah.


"Benar...aku baru ingat, beberapa bulan yang lalu, Dia telah meyelamatkan Perguruan dari ledakan bunuh diri Murid beladiri...Saat itu beritanya ramai kak... Dan dia murid dari guru Whan Ma . Murid Alkemia...banyak guru yang ingin menjadikan dia murid nya. Lihat saja, dari ke enam murid senior yang di bawa kemari , Dia salah murid wanita sendiri yang di bawa Guru . Aku dengar Dia sangat di sukai semua guru..." ucap Wang Haitu putra ke dua tuan Wang Day San.


"Jadi kau sudah tahu Dia ..." kata sang Ayah.


"Aku tahu dia tapi aku tidak tahu kalau Dia


saudaraku.. Andai aku tahu, aku pasti sudah menyapanya dari dulu Yah...." ucap Haitu.


Ayah juga baru tahu dia sekarang..." ucap sang Ayah. Sedangkan Wai Zi terlihat menatap Yulia lekat. Ada perasaan bangga tiba tiba dia rasakan saat melihat wanita cantik yang kini terlihat sedang membantu ke dua putranya memberi salam Pada Kaisar ternyata saudaranya. .


Sedangkan di atas mimbar, terlihat Sikembar sedang berbicara dengan Kaisar Zhang. Beberapa saat kemudian, Pengawal Putra Suci mengumumkan kalau pencarian Calon Ratu sudah di tetapkan, Yaitu nyonya Yulia yang merupakan Istri Putra suci sendiri yang berasal dari Dinasti Jaseon. Dan juga Putfi dari Kepala sekte keluarga Wang. Yang merupakan keluarga tiga besar. Pengawal Tan Mempersilahkan mereka untuk beristirahat kembali ke penginapan mereka. Dan nanti malam adalah acara pesta makan bersama . Di harapkan semua orang bisa datang di perjamua nanti . Yulia segera menemui Para guru yang sudah bergabung dengan Keluarga Wang. Di sana mereka Di pertemukan dengan tiga sahabat Yulia juga Kakak kandungan nya . Saat melihat kekuatan mereka, Guru Yan Di menyarankan mereka untuk bergabung di Perguruan Baiyun . Mendengar ucapam Guru Yan Di, Mereka sangat gembira dan Berjanji akan melakukan nya . Dan saat Dekan melihat Si kembar dia bertanya pada Putra mahkota.


"Umur berapa mereka sekarang.." tanya Dekan.


"Hampir enam tahun guru..." jawab Kaisar penuh bangga.


"Apaa...enam tahun...!" seru mereka hampir bersamaan . Deban tubuh di kembar seperti anak berumur sembilan tahun. Apalagi Dekan melihat kekuatan Si kembar. Akhirnya Dekan ingin mengambil mereka berdua sebagai murid pribadinya. Tentu saja ucapan Dekan membuat semua orang Kaget. Begitu juga dengan Yulia. tapi kedua Putranya hanya cuek saja. melihat itu, Yulia berdiri mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan kedua pria kecil itu .


"Sayang...ini kebaikan untukmu, ...Bunda harap kau mau menjadi murid Dekan..." ucap Sang Ibu .


"Kami ingin tinggal bersama Bunda . Apakah kalau Kami menjadi Murid di perguruan , Kami bisa tinggal bersama Bunda ..." ucap Wang Hai.


"Tentu saka Kai bisa tinggal brsama Bundamu. ..." ucap Dekan yang ingin merayu mereka agar mau menjadi muridnya.


"Baiklah kalau begitu kami mau..." jawab Wang Hao.


"Kalau begitu beri hormat pada Guru kalian..." ucap Yulia pelan. Keduanya segera menghadap Dekan dam berkata.


"Salam Guru ..murid Wang Hao memberi salam pada Guru ..." ucap wang Hao smbil mengepalkan Tangannya dan Memberi hormat.


"Salam Guru Murid Wang Hai memberi salam pada Guru..." ucap Wang Hai melakukan seperti apa yang di lakukan Wang Hao .


"Sudah , Sudah...kalian memang anak baik. dan mulai sekarang kalian merupakan murid orang tua ini.." ucap Dekan sambil mengusap kepala si kembar.


"Tapi guru apa boleh kami ijin tidak kembali dulu ke Perguruan.. Murid ingin menemui kedia orang tua..." kata Yulia.


"Tentu saja nak.. Tapi lebih baik kau sebagai murid Dari Whan ma . harus bertanya pada gurumu . ..." ucap Dekan lembut .


"Tentu saja guru , Murid pasti minta ijin pada Guru Ma.." ucap Yulia.

__ADS_1


"Tentu saja guru akan mengijinkan dirimu Lia'er... apalagi kau baru bertemu dengan kedua Putramu... aku akan memberimu waktu satu bulan.... terdengar Suara Guru Whan Ma sambil berjalan kearah kedua Bocil yang berada di dekat sang Bunda .


"Trimakasih guru...murid akan kembali bersama kedia Putra Murid.. ucap Yulia .


"Lia'er... aku tak menyangka , kau sudah begitu jenius tapi kedua Putramu tidak mau kalah denganmu dan Ayahnya. tapi apakah mereka juga tahu Alkemia...?" ucap Guru Whan Ma.


"Guru terlalu memuji kami... Mereka juga sudah mengenal Alkemia sejak Dini..." ucap Yulia yang membuat semua orang tercengang tak percaya .


"Kalau brgitu biarkan meteka belajar Alkemia juga ..." ucap Guru Ma.


"Kau ingin merebut muridku...!" seru Dekan marah .


"He he ...maaf Dekan..." ucap Guru Ma membuat demua tertawa .


Setelah Selesai beramah tamah, Mereka di jamuh di istana. Mereka para guru dan Murid Perhuruqn Baiyun serta keluarga Wang segera berpindah ke istana .mereka di jamu oleh istana. Dan beberapa putri serta Pangeran berkenalan dengan Yulia dan si Kembar . Sedangkan Kaisar Kim melihat kedua putranya masih marah padanya. Mereka Mendiamkan Dan tidak mau berbicara dengan sang Ayah . Melihat sikap si kembar, membuat Kaisar Kim ketakutan .


Perlahan Kaisar Kim mendekati sang Istri Yang sedang berbicara dengan sang Bunda .


"Sayang...ikut aku sebentar..."ucapnya berbisik .


"Ada apa Kim...?" tanya Yulia heran


."Bun.. Kami pergi dulu.." ucap Kaisar Kim pada nyonya Lin Sawly.


"Pergilah...." ucap wanita paruh baya yang masih terlibat cantik itu. Mereka segera pergi menjau dari ruangan itu . Kaisar Kim membawa Yulia pergi ke taman Istana.


"Ada apa Kim..." kata Yulia saat mereka telah berada di taman dan saling berhadapan.


"Sayang tolong aku..Putraku sepertinya sangat marah padaku...?" ucap Kaisar Kim Ketakutan..


"itu Resiko anda Yang Mulia...Siapa yang menyuruh membuat kami kaget.." ucap Yulia tenang.


"Ayolah sayang...tolong aku, mereka tidak akan mau memaafkan aku kalau tanpa bantuanmu..." ucap Kaisar merayu.


"Siapa yang bertindak keyerlaluan tanpa memberi tahu kami.." kata Yulia datar.


"Iya, iya aku salah... Ya ..bantu aku ..." kata Kaisar Kim sambil memeluk pinggang rumping Yulia . Tentu saja Yulia kaget Dia memelototi sang Suami karena kaget .


"Berjanjilah untuk membantuku..." ucao Kaisar dengan tenang. Yulia merasa malu. Dia Melihat sekelling merek. untunglah keadaan taman sepi.


"Kau harus memenangkan hati mereka sendiri Kim... kalian akan semakin dekat jika kau melakukannya sendiri . " ucap Yulia yang akhirnya tidak berontak lagi .


"Kalau begitu kalian bertiga tinggal di istana ini.." ucap Kaisar Kim lagi.


"Iya...tapi di rumah tempat keluargaku tinggal...." jawab Yulia.


"Sayang ayolah ...tolong aku..kalian tinggal di istana ini Ya..."ucap Kaisar memohon . Yulia menatap pria tampan di depannya yang terlihat menatapnya dengan wajah memohon.


Diapus tak tega melihatnya.


"Baiklah ...tapi kau sendiri yang menjelaskan pada mereka..." ucap Yulia.


"Baik..tapi kau harus menemaniku jawab Kaisar Kim .


"Baiklah sekarang Lepaskan tangan anda yang Mulia..." ucap Yulia dengan wajah kesal.


Melihat sang istri kesal, Kaisar tersenyum manis. Dia segera melepas pelukannya setelah mencium sekilas pipi sang istri. untung saja mereka berada di taman . Hingga tingkah mereka luput dari pandangan orang lain, atau memang tempat itu sudah di siapkan oleh Kaisar Kim.


Melihat tingkah sang Suami, Yulia hanya bisa geleng kepala. Dia maklum karena mereka sudah lama tidak bertemu .


Kita masuk..." ucap Kaisar Kim sambil menggandeng tangan Yulia.


Saat mereka masuk Terlihat para guru bersiap akan pergi kembali ke penginapan mereka. begitu juga dengan keluarga Wang. mereka kembali ke rumah inap mereka. Setelah mengantar mereka keluar istana, Yulia menggiring kedua Putranya masuk kembali ke istana bersama sang Suami. Kaisar Kim segera membawa kedua putranya dan sang istri ke istana tempat tinggalnya. istana milik sang Putra suci berada di sebuah bukit kecil yang di lingkari oleh sebuah sungai kecil. yang airnya sangat jernih. hingga ikan di dalamnya terlihat jelas. untuk sampai ke istana di puncak bukit. mereka harus melewati sungai melalui jembatan melengkung yang berada di atas sungai .


"Kim ...apakah Istana itu kau yang membangun...?" tanya Yulia saat mereka melintasi jembatan. si kembar terlihat berada di sebelah sang ibu. mereka mesih mendiamkan. sang Ayah. .


 "Tidak...dulu memang sudah ada istana di atas bukit itu. Aku hanya merombak sedikit dan menambah danau dan taman itu..." ucap ucap Kaisar Kim.

__ADS_1


"Apakah kau memang berasal dari Alam Tianli ini...?" tanya Yulia lagi.


"Ibuku adalah Putri satu- satunya Ratu kerajaan ini...."jawabnya.


'"Satu- satunya...?lalu Putri dan Pangeran pangeran tadi...?" tanya Yulia.


"Mereka anak dari pangeran atau Putri selir Kakek..." jawab Kaisar Kim .


Tanpa terasa mereka telah sampai di depan Istana di atas bukit. di depan gerbang terlihat prajurit berbaju hitam yang berdiri dengan gagah di depan pintu gerbang. dan saat mereka melihat kedatangan Kaisar Kim, dengan serentak memberi salam dengan tubuh jongkok dengan satu lutut di tanah .


"Salam Putra Suci, Salam Putri Suci , Salam Dua pangeran Muda..." ucap mereka serempak .


Ada lima atau enam orang yang berjaga di sana . Kasar Kim mengibaskan tangannya. mereka segera membuka pintu gerbang. Mereka berempat segera masuk kedalam istana yangbtrrlihat mega dan Indah. ornamen dalam istana penuh dengan ukiran yang terbuat dari emas . Kaisar Kim segera menempatkam si kembar di sebelah kamar mereka. umtuk menemani mereka, Yulia mengeluarkan Bai Feng dan Bai Fan.


Dan saat itu juga Kaisar Kim menjelaskan pada sang Putra masalah kenapa Dia tidak bisa menemui sang Putra. Dia menceritakan masalah pemberontakan pamannya .


"Saat itu musuh Ayah mencari cela untuk mencelakai Ayah. dan Ayah tidak bisa menemui kalian karena Ayah takut mereka akan mencelakai kalian bertiga. Ayah sudah pernah bertemu Bunda, tapi Ayah tidak berani menemui Bunda. sebab setiap gerakan Ayah , Selalu mereka awasi. karena itu Ayah tidak berani menemui Kalian, karena Kalian adalah kelemahan Ayah... Dan Tentang Ayah mengadakan pemilihan Ratu, Karena Desakan para tetua Di kerajaan ini. Ayah tahu maksud mereka. terutama keluarga dari perguruan pedang Biru. Sejak dulu Putrinya sangat tergila- gila pada Ayah. tapi hati Ayah hanya untuk Bunda... dan Juga, Ayah tidak ingin Bunda di hina mereka saat Ayah memberitahukan pada mereka siapa Bunda sebenarnya. sebab saat Ayah menyetujui masalah pengambilan Ratu pada mereka, Ayah tidak tahu kalau kalian Akan segera datang...." ucap Kaisar Kim setelah menceritakan Apa yang terjadi di kerajaan ini.


terlihat kedua Putranya terdiam menatap sang Ayah. Walaupun mereka masih kecil, namun kecerdasan otak mereka bisa mencerna apa yang di ucapkan Sang Ayah.


"Apa benar semua yang ayah katakan itu...?" tanya Wang Hai sambil menatap sang Ayah .


"Tentu saja....mana mungkin Ayah akan berbohong pada Kalian....kalau kau masih tidak percaya pada Ayah...kalian bisa tanyakan itu pada Kakek buyut maupun Nenek buyut. mereka tahu semua yang Ayah lakukan disini..." " ucap Kaisat Kim lembut . mendengar ucapan sang Ayah Wang Hai langsung berlari kearah sang Ayah dan memeluknya. Begitu juga dengan wang Hao, Dia juga berlari dan memeluk pria kekar yang merupakan Ayah kandungnya . sebenarnya sejak radi mereka sudah yakin kalau cerita sang Atau merupakan sebuah kebenaran, Haya saja mereka ingin lebih memastikan kebenarannya.


"Maafkan Wang Hao Yah...wang Hao tadi hanya marah sama Ayah karena Ayah berani ingin memiliki Istri lagi. Kami marah karena Ayah melukai hati Bunda...karena kami Fikir Ayah mau mencari Ratu selain Bunda kami..." ucap Wang Hao sambil menangis di pundak sang Ayah.


"Benar Ayah...kami marah pada Ayah karena pemilihan Ratu ini... " tambah Wang Hai .


"Ayah tahu nak... karena itu Ayah meminta maaf pada kalian bertiga...Mana mungkin Ayan mau memiliki Istri lagi, Karena Cinta Ayah sudah di ambil Bunda kalian semua." ucap Kaisar Kim sambil menatap sang Istri . Melihat tingkah Sang Suami. Yulia terlihat cemberut walupun ada rona merah di pipinya.


"Sekarang kalian tidak marah lagi pada Ayah Kan...?" tanya Kasar Kim lembut .


"Tidak Ayah..." jawab Mereka serempak.


"Sebenarnya kami sangat merindukan Ayah..." ucap Wang Hai.


"Benar Ayah...Kami sangat merindukan Ayah dan Bunda...." ucap Wang Hao.


"Ayah juga sangat merindukan kalian bertiga..'"ucap Kaisar Kim. setelah cukup lama berpelukan mereka melepas pelukan mereka pada Sang Ayah.


"Ternyata putra- putra Ayah semakin tampan dan Kuat...Ayah bangga pada kalian..." ucap Kaisar Kim pada keduanya .


"Karena kami takut kalian kecewa, kami berlatih dengan. keras Yah... kami ingin menyusul ibu ke Perguruan Baiyun..." ucap Wang Hao.


"Dan sekarang kainginan kalian akan terwujud. Dekan sendiri yang Akan menjadi guru kalian.... nach sekarang kalian tidur di sini dulu . setelah Istana kalian selesai di perbaiki, kalian akan pindah kesana..." ucap Kasar Kim sambil berdiri dari duduknya .


"Baik Yah...." ucap mereka serempak .


"Ya sudah kalian bisa beristirahat, besok pagi kalian akan Ayah ajak menemui Nenek buyut kalian ..." ucap Kaisar Kim.


"Baik Ayah..." jawab mereka serempak. Yulia dan Kaisar Kim segera keluar dari kamar si kembar setelah mencium pipi keduanya. dan saat mereka keluar, ternyata di depan pintu sudah ada beberapa pelayan yang membawa air dan peralatana mandi untuk memandikan mereka berdua. mereka adalah para pelayan yang akan menjadi pelayan si kembar. Setelah dari kamar sang Putra, Kasar Kim membawa sang Istri masuk ke kamar istirahat mereka. di depan kamar mereka sudah ada beberapa pelayan yang menunggu kedatangan mereka.


"Apakah mereka pelayanmu Kim..." tanya Yulia .


"Tidak... aku tidak menyukai pelayan wanita, aku hanya memiliki Tiga pelayan yang membantuku ..." ucap Kaisar Kim


"Lalu mereka....?" tanya Yulia.


"Mereka pelayan untukmu..." ucap kaisar Kim.


'Kim...bukanya aku tidak menyukai banyak pelayan...aku sudah memiliki pelayan pribadi. pasti Ayah telah membawa Canlu dari alam Dinasti...lagian sekarang aku masih tidak membutuhkan mereka....biarkan mereka istirahat. nanti - nanti aku memilih sendiri pelayanku..." ucap Yulia.


"Baiklah ...aku akan menyuruh Paman Tan Lui menyuruh mereka pergi..." ucap kaisar yang langsung memanggil pengawal Tan Lui. sedangkan Yulia langsung masuk kedalam kamar . sesampainya di dalam kamar, Yulia kaget dengan kamar yang ada di depannya. kamar itu sangat indah dan mega. Tatanan barang dan hiasan Dinding semua dati bahan emas. tak lama terlihat Kaisar Kim masuk kedalam kamar itu.


maaf betsambung dulu ya...dam maaf kemarin tidak bisa up date.


Jangan lupa like, vote dan kimennya author tunggu.

__ADS_1


Bersambung.


.


__ADS_2