
Saat hari mulai terang walaupun matahari belum muncul. Yulia dan Kelompoknya mampuh membunuh semua Kelompok pasukan dari Sekte Iblis. Perkiraan mereka, mungkin mereka ingin menyerang Kerajaan Phoenix dan ingin membebaskam teman - taman mereka yang di penjara . Setelah hari mulai terang dan semua prajurit maupun pemimpin nya telah di musnahkan , Yulia dan kawan - kawan kembali ke istana . Sesampainya mereka di Istana kembali . Mereka langsung masuk kedalam kamar mereka masing - masing . Karena mereka akan segera keluar dari Kerajaan itu. Mereka akan segera jembali ke Kerajaan Taiyung. Sedangkan Heizi yang ikut berperang , merasakan bahafia juga bersyukur . Karena para penjahat yang akan menyerang Kerajaan Phoenix telah di hancurkan . Dia tak segqn mengucapkan Terimakasi pada Semua yang telah menolong Istana milik sang Ayah .
Sesampainya di kamar mereka, Yulia segera masuk bersama suami dan semua hewan kontrak nya. mereka segera mandi dan berganti Baju. Karena baju mereka telah bau dengan darah .
Setelah berbena mereka segera keluar ruang Dimensi. Dan saat cahaya matahari mulai terang, Yulia dan Kaisar Kim Serta Oangeran Feng Lian bersiap untuk menghadap Kaisar dan Ratu . Meteka akaan berpamitan . Saat Yulia dan Kaisar Kim serta Heizi keluar dari kamar mereka, terlihat Pangeran Feng Lian sudah menunggu mereka di depan pintu.
"Kak...Kau tetap akan ikut denganku...?" Tanya Yulia .
"Tentu saja..walau pun suamimu bersama dengan mu, aku akan tetap Ikut. " ucapnya dengan yakin.
"Lian...bagaimana dengan kerajaanmu , Kerajaan Feng Masih menjadi tanggung jawabmu Sobat.. " ucap Kaisar Kim.
"Kim.. Biarkan aku menepati janjiku....jangan jadikan aku lelaki plin plan yang tidak menepati dan mengingkari janji nya. " ucap Pangeran Feng Lian.
"Baiklah kalau itu maumu...Istriku...biarkan Dia ikut bersama kita. lagian kami sudah lama tidak bertemu. Anggap saja kami sedang mengenang masa Lalu kami.. " ucap Kaisar Kim.
"Baiklah kalau itu mau kalian, Ayo kita pamit para Kaisar Ang Suyan dan Ratu An Chi. Dan Kau Putra Mahkota Heizi.., apakah Kau sudah siap berpisah dengan kedua orang tuamu. ?" Ucap Yulia sambil mengusap kepala Heizi yang Ada di sampingnya.
"Aku selalu siap Yuyu.." Ucap Heizi.
"Putra Mahkota...apakah anda tidak sedih jauh dari ayah Bunda mu..?" Tanya Pangeran Feng Lian.
"Aku akan sedih dan tak ingin hidup jika aku harus berpisah dengan Yuyu.." Ucapnya sambil menatap Yulia dengan tatapan Sayangnya.
"Ck...Mulut mu Manis sekali Zi'er..." Ucap Yulia sambil mengusap kepala anak kecil itu.
Mereka pun segera berjalan ke Istana. Ketika sampai di sana, ternyata Kaisar , Ratu dan para anggota Kerajaan telah berada di dalam aula istana. Bersama semua pembesar Kerajaan tak ketinggalan Para guru dan Dekan. Saat melihat mereka datang, Terlihat senyuman di wajah Kaisar Ang Suyan dan Ratu An Chi
"Salam Yang Mulia..." Ucap Kaisar Kim dan Yulia serta Pangeran Feng Lian.
Kaisar dan para pembesar Kerajaan Phoenix sadar Siapa tamu mereka.
"Silahkan duduk jangan terlalu formal..." Ucap Kaisar Ang Suyan lembut.
Mereka segera duduk do Kursi yang memang sudah tersedia. Namun Yulia maju kedepan.
"Maaf Yang Mulia...Ada sesuatu yang ingin hamba berikan pada Putri Rinrin. "Ucap Yuliam
"Putri Rinrin...? Apa itu...?" tanya Kaisar Ang Suyan sambil menatap Yulia .
"Maaf...Sesuatu milik Putri Rinrin..." Yulia lalu berjalan kearah Putri Rinrin.
"Maaf Putri..hamba akan mengembali kan aura anda yang telah di ambil putri Palsu.." ucap Yulia . lalu Yulia menaruh telunjuk tangan kanannya di kening Putri Rinrin.
Seberkas Sinar putih keluar dari tangan Yulia Lalu masuk kedalam kening Putri Rinrin. Tak lama cahaya memudar. Yulia segera menarik tangan kanannya . terlihat wajah Putri Rinrin cerah dan terlihat Segar. Wajahnya kini terlihat kembali bahagia. Kaisar Kim memang sengaja memberikan aura milik Putri Rinrin pada Yulia agar tidak Menjadi masalah. Karena baik Yulia maupun Kaisar Kim sadar kalau Putri Rinrin menyukai Kaisar Kim. dan mereka takut Ada masalah jika Kaisar Kim yang memberikan langsung pada gadis itu .
"Trimakasih yang Mulia...Bagaimana hamba harus membalas budi yang Mulia. Anda telah menyelamatkan hamba dari penjahat itu, dan kini anda juga yang telah mengembalikan aura hamba yang telah dia serap. Hamba. Berfikir kalau hamba tidak akan bisa mendapat kan lagi aura hamba, namun anda telah menolong hamba kembali..." Ucap Putri Rinrin dengan penuh kegembiraan .
" Jangan sungkan.. Kau Kakak Heizi dan Dia adik kami. Tentu saja Kau juga Saudaraku. Tapi baiklah kalau Kau mau membalas kebaikanku ini, bagaiaman kalau Kau menolong menjaga Ayah dan Bundamu dari segala Mara bahaya, dan untuk itu Kau harus lebih giat lagi Belajar dan berlatih..." Ucap Yulia lembut. Terlihat wajah penuh ke bahagiaan dan ketulusan di wajah Putri Rinrin.
"Baik..hamba akan lebih giat berlatih lagi. Dan hamba berjanji akan menjaga Ayah Dan Bunda lebih baik lagi..." Ucap Putri Rinrin berjanji. Semua orang menatap Yulia dengan tatapan yang bermacam makana . Namun Yulia tak perdulu.
"Baiklah kalau begitu, Kim Kita pergi sekarang..." Ucap Yulia sambil menatap sang Suami .
__ADS_1
"Baik ...Ayo kita pergi.." Jawab Kaisar Kim They Yung.
"Apakah kalianakan berangkat sekarang ..?" Tanya Kaisar Ang Suyan saat mendengar ucapan Yulia.
"Benar yang Mulia. Kami harus berangkat sekarang.." Jawab Yulia.
"Baiklah kalau memang kalian harus berangkat sekarang ..." Ucap Kaisar lembut. Kaisar Ang Suyan menatap pria kecil yang berdiri di depan Yulia. Perlahan dia berjalan kearah Heizi, lalu menunduk dan mengangkat pria Kecil itu untuk di gendong . dan Ratu terlihat berdiri di sebelah Kaisar dengan air mata mulai jatuh.
"Nak... Jadikan kepergianmu sekarang ini sebagai pelatihanmu juga Pelajaran untuk masa depanmu. Belajarlah dengan giat pada Kakak Yulia mu...?" Ucap Kaisar sambil mengudap kepala Heizi yang Ada di pelukannya.
"Baik Ayah aku pasti melakukan itu. Ayah jangan Khawatir kan itu. Yuyu pasti akan melindungi dan membimbingku..."ucap pria kecil itu dengan wajah menggemaskan.
"Sayang kenarilah...ibu ingin menggendongmu.." Ucap Ratu An Chi yang masih berurai air mata. Perlahan Heizi berpinda pada sang Bunda.
"Sayang... Ingat, patuhi selalu ucapan Kakakmu, dan jangan membuat Dia marah. Walaupun Putri Yulia, menganggapmu sahabat, dan Saudara, tapi Kau tidak boleh semaumu sendiri. Ingat , Kau harus mematuhi dia..." Ucap sang Ibu .
"Baik Ibu..." ucap Heizi.
Tak lama Kaisar Ang Suyan memberikan sebuah plakat emas pada Heizi . Ternyata plakat itu hampir sama dengan plakat yang di berikan pada Yulia. Hanya Saja Ada gambarkan naga di plakat itu.
"Pegang dan simpanlah benda ini. Benda ini akan melindungi mu...." ucap Kaisar sambil memberikan benda tampa di ketahui orang lain . Namun tanpa di sadari semua orang, Kaisar Ang Suyan mengirimkan suara pada Yulia. Karena Ada ikatan kontrak antara Yulia dan Heizi maka Kaisar Ang Suyan bisa berhubungan dengan Yulia.
"Putri...ini Kaisar Ang Suyan. Aku bisa berbicara dengan mu, Karena Kau Ada ikatan dengan keturunanku. Aku titipkam Putraku Padamu. Dan tolong jaga Putraku, plakat yang Ku berikan para Putraku Adalah lambang penguasa Kerajaan ini. Jadi tolong Bantu aku untuk menyimpannya. Dan tolong lindungi Putraku , aku percaya Padamu...dan satu lagi. Teteskan darahmu pada plakat Emas yang Kau pegang , Kau akan terhubung dengan Kerajaan ini. Andai Ada apa- apa Padamu atau Putraku, aku akan mengetahuinya..." Ucap suara di dalam Fikirannya Yulia.
"Baik yang Mulia..." Ucap Yulia tanpa menatap pada Kaisar Ang Suyan. Dia tahu kalau Kaisar menyenbunyikan masalah ini dari orang lain .
"Ayah..Ada hadia dari kami untukmu . lihatlah di tengah hutan Kerajaan Ayah. Ayah Kaisar akan mendapatkan hadiah nya..." Ucap Heizi sambil tersenyum misterius.
"Hadia...? hadia apa itu nak...?" Tanya Kaisar Ang Suyan penasaran.
"Benarkah...baiklah ayah akan kesana dan melihat hadiah apa yang Kau berikan pada Ayah nanti..." Ucap Kaisar Ang Suyan dengan senyu di bibirnya .
Setelah itu mereka segera pergi dari Kerajaan Phoenix. Saat keluar dari istana, Heizi langsung berubah Menjadi burung kecil yang berada di pundak Yulia. Mereka mulai melakukan perjalanan menuju kota Taiyung. Ketika mereka baru Saja keluar dari pintu gerbang Kerajaan Phoenix, sekitar luma kilo dari pintu perbatasan tersebut. Terlihat Ada dua Pria yang sedang di Hajar oleh seseorang yang berpakaian mewah bersama empat pengawal nya. . Namun entah mengapa tiba- tiba Wangli yang berujud manusia, mendatangi kedua pria yang sedang di Hajar. Tak lama terlihat Ada pertengkaran di tempat mereka . Melihat itu, Yulia segera mendatangi Wangli . Namun Terlambat, ternyata saat Yulia datang, percekcokan menjadi sebuah pertarungan. Pria dengan pakaian mewah itu di Bantu oleh empat pengawalnya melawan Wangli. Mereka bertarung menggunakan senjata. Namun tak butuh waktu lama, Wangli bisa menjatuhkan ke lima orang itu. Tiga mati, Sedang kan Pria berpakaian mewah itu terluka sangat parah . dan satu pengawal dalam keadaan terluka dan pingsan. Melihat itu Yulia berkata.
"Siapa mereka...? Dan kenapa tidak kau bunuh sekalian mereka itu...? " Tanya Yulia.
" Mereka rakyat Klan Istana Condor tuan.." Ucap Wangli.
"Istana Condor...?" kata Yulia kaget.
"Benar Tuan...." jawab Wangli.
"Mereka mengenal dirimu..?" Tanya Yulia lagi.
"Tidak...seperti nya mereka melupakan hamba. Atau mungkin mereka menganggap hamba Sudah mati ..." kanjut Wangli .
"Lalu mereka Siapa...?" Tanya Yulia sambil menunjukkan kedua Oria Muda yang terlihat terluka. .
"Mereka...."Namun ucapan Wangli belum sekesai saat salah satu dari orang yang Wangli bantu berkata.
"Tuan...lebih baik kita pergi dari sini dulu. Hamba yakin bantuan pada mereka akan segera datang. Lebih baik kita menjauh terlebih dahulu.." Ucap salah satu dari mereka. Yulia dan Wangli saling berpandangan. tak lama Yulia berkata .
"Baik... kita pergi terlebih dahulu. Lalu Kita akan mendengarkan cerita mereka. Dan kau harus menjelaskam apa yang terjadi sampai kau bertarung dengan mereka tadi..." Kata Yulia datar.
__ADS_1
"Baik Tuan..." Jawab Wangli.
Mereka segera pergi secepatnya dari tempat itu setelah Yulia memberi pil terlebih dahulu pada mereka berdua . Mereka mencari penginapan di kota yang paling dekat. Karena mereka akan mongobati luka mereka berdua . Dan setelah melintasi hutan, mereka Menemukan sebuah Desa. Tapi ternyata mereka tidak bisa Menemukan penginapan . akhirnya mereka terpaksa melanjutkan perjalanan kekota terdekat. Dan benar saja, mereka sampai di kota terdekat dan ternyata kota tersebut cukup ramai. Untungnya lagi, kota itu searah jalan menuju ke kota Yang dekat dengan Klan kekuasaan istana burung Condor. Setelah memesan kamar untuk mereka yang ternyata hanya Ada tersisa lima kamar, mereka pun segera membagi kamar untuk mereka. Dua Pria tadi memiliki satu kamar, Kedua pengawal Kaisar Kim mendapat satu kamar, Pangeran Feng kamar sendiri dan ke dua pengawal nya dalam satu kamar. Sedangkan kamar yang Satu untuk Yulia dan Kaisar Kim. Setelah mendapatkan kamar yang telah di tentukan, Mereka segera masuk ke kamar masing- masing. Sedangkan Yulia segera mengobati Kedua orang yang terluka tadi. Saat baru selesai mengobati ternyata Kaisar Kim masuk kedalam kamar kedua pria yang terluka itu . Dan ternyata mereka penduduk kota istana burung Condor. Atau tempatnya rakyat Wangli . Saat mereka tahu Siapa Wangli . mereka langsung bersujud sambil menangis. Akhirnya mereka menceritakan keadaan Kekaisaran istana milik Wangli . Saat Kerajaan Jatuh ke tangan sepupu Wangli, yang juga orang yang telah membunuh Kakak Wangli, keadaan istana itu sekarang sangat memprihatinkan . banyak pemerasan dan perbudakan di sana . Penjahat meraja lela, Banyak rakyat yang mengalami kelaparan Karena perbuatan perbuatan Raja yang baru . Raja yang baru mementingkan diri sendiri .Sedangkan Keluarga Wangli di penjara
"Tapi kami tidak tahu di mana tempat penjara mereka Yang Mulia. Mereka mengatakan kalau Kematian Kakak anda, Andalah Yang telah membunuh Kakak anda . Karena itu Raja Ran berkata telah mengejar anda dan telah membunuh anda. Sedangkan Putra Kakak Anda katanya telah terbunuh juga di tangan anda . Banyak penduduk yang tidak percaya dengan Perkataan Raja Ran. Namun Raja Ran menunjukkan mayat salah satu Klan burung pegar ekor merah yang terbunuh di tangan Raja Ran. Raja Ran mengatakan kalau anda bersekongkol dengan Klan burung Pegar ekor merah untuk membunuh Kakak yang Mulia..." Ucap salah satu Pria itu .
."Lalu Kenapa kau tadi di siksa oleh pria - pria tadi..?" Tanya Yulia.
"Kami yang masih Setia pada Raja Wang , di jadikan budak oleh mereka yang medukung Raja Ran..."jawab salah satu daribkeduaboria tadi .
" Lalu kenapa kalian tidak keluar saja Dari tempat itu..?" Tanya Rong Han.
"Kami tidak bisa keluar senbarangan . saat aku lolos dan bertemu dengan tuanku waktu di hutan itu, aku memiliki Lencana Lambang Kekuasaan Istana Condor. Jadi aku bisa lolos. Sedanfkan para penduduk harus seijin penguasa atau mereka akan terbang selamanya dari Klan kami ..." ucap Wangli .
"Yang Mulia...apakah lambang itu masih Ada pada anda...?" Tanya salah satu Rakyat Wangli .
"Masih Ada di tanganku..." Jawab Wangli.
"Oo...Syukurlah ... Raja Ran berkata kalau benda itu Ada di tangannya . namun kami tidak pernah melihat benda itu...Karena ucapannya kini Dia menjadi Raja yang menguasai Klan kita..." Ucap salah satu dari mereka.
"Lebih baik kita selesaikan masalah Wangli sebelum kita kembali. Semoga kita bisa menyelesaikannya sebelum enam bulan lagi..." ucap Kaisar Kim.
"Memang Ada apa dalam enam bukan mendatang Kim...?" Tanya Yulia heran .
"Enam bulan lagi Kita akan menikah ulang di Taiyung , dan Pengangkatanku sebagai Kaisar Kerajaan Taiyung dalam dua bulan setelah pernikahan kita..." Jawab Kaisar Kim.
Mendengar kata pernikahan, Terlihat wajah Yulia memerah. Walaupun Mereka sudah menikah, namun wajah Yulia masih Saja memerah saat mendengar mereka akan menikah lagi . Membuat Kaisar Kim tertawa .
"Kenapa harus menikah lagi Kim...?" tanya Yulia .
"Harus sayang....agar Rakyat Kerajaan Taiyung tahu Ratu mereka..." jawab Kaisar Kim.
Setelah di putus kan untuk menyelesaikan persoalan Istana Condor, Mereka segera kembali ke kamar mereka masing- masing. Saat sampai di kamar mereka, Yulia dan Kaisar kembali ke ruang Dimensi bersama Wangli.
Sedang kan Di Kerajaan Phoenix sendiri, setelah keberangkatan Heizi sang Putra Mahkota, Kaisar Merasa penasaran dengan ucapan dari Heizi tadi soal Hadiah. Beliau segera membawa pasukan kecil bersama Dekan Pergi kedalam hutan yang masih Wilayah Kerajaan Phoenix. Ketika mereka sampai di tengah hutan, mereka sangat kaget, Karena terlihat berpuluh mayat tergeletak di sana. Setelah di selidiki, ternyata mereka merupakan pasukan Dari Sekte Iblis yang terkenal sangat jahat. Dan pada puluhan tahun yang lalu , telah banyak menelan korba
Rakyat dan prajurit Kerajaan Phoenix. Dan terlihat kalau mereka tidak terlalu lama di bunuh.
"Yang Mulia... Kenapa banyak mayat pasukan Sekte Iblis di sini...Seperti nya mereka tidak terlalu lama di bantai... " ucap salah Satu Jendral pasukan Kerajaan Phoenix.
"Benar Yang Mulia...dan seperti nya mereka ingin menyerang Kerajaan kita. Lihatlah.. Banyak sekali mereka..." Ucap Dekan dengan wajah terlihat cemas dan marah.
"Lalu dari mana yang Mulia tahu semua ini...dan Siapa yang telah membantu kita membunuh mereka...?" Kata Jendral lagi.
"Ini hadiah yang di katakan Putra Mahkota. Merekalah yang telah membunuh pasukan Sekte Iblis ini..." Ucap Kaisar Ang Suyan sambil meneteskan air mata haru.
Sedang kan mereka yang mendengar ucapan Kaisar Ang Suyan terkejut bukan main, Mereka tak pernah menyangka, kalau Putri Yulia masih memberikan kebahagiaan dan keselamatan bagi Rakyat Kerajaan Phoenix .
Sedang kan untuk Penduduk kota Istana Condror yang Di tinggalkan oleh Wangli tadi, kini sedang di Bantu oleh berapa orang yang datang setelah Beberapa saat Kelompok Yulia pergi.
"Kejar pembunuh itu... Kita harus bisa menangkap mereka hidup- hidup . aku yakin mereka tidak terlalu jauh dari tempat ini ... dan Sebagian bawa mereka yang masih hidup kembali ke Kerajaan..."ucap salah satu Dari mereka . Sepertinya dia ketua dari para pendatang itu.
Maaf aku lanjut besok lagi ya...
__ADS_1
Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.
Bersambung.