YULIA

YULIA
KOTA YAMAN.


__ADS_3

Wanita itu sangatlah cantik. lembut dan anggun. tubuh yang semampai dengan tinggi sesuai dengan tinggi ideal seorang wanita serta kulit putih bening sebening Giok. terlalu sempurna fidik wanita itu untuk seorang gadis . wanita itu memang teramat cantik, dia saja yang seorang wanita mengakui kalau dia cantik . tapi keegoisan seorang wanita, yang tak mau kalah dari wanita lain, membuat dia sangat marah. Apalagi melihat banyak pasang mata Menatap pada gadis itu . Sedangkan yang menjadi pusat perhatian semua pria terlihat Cuek dan acuh. Dia tetap tenang membayar makanan yang mereka makan tadi. Dan sepertinya pria yang mengaku Pemilik Restoran ini terlihat bersikap sangat sopan dan hormat pada gadis itu . Dengan wajah kesal dan marah gadis itu menatap pada Yulia yang sedang berjalan kearah kelompoknya . Ketika Sampai di kelompok nya , Dia di sambut oleh kelompok itu dengan sikap menghormati dia . Melihat semua yang terjadi, Wanita itu menatap dengan tatapan kebencian pada Yulia . Dia merasa tersaingi dengan wajah cantik Yulia. Dia yang selalu di puji , di sanjung sebagai gadis paling cantik di perguruannya, kini di bandingkan dengan kecantikan gadis itu, Dia merasa di jatuhkan. Kekalahan mutlak dia dapatkan.


"Sialan...kenapa wanita itu begitu cantik. Aku berfikir akulah paling cantik di Perguruan... tapi di sini aku bertemu dengan gadis seperti dia...Brengsek..tidak, itu tidak bisa di biarkan, aku akan membuat dia malu..." serunya dalam hati.


Sedanfkan di temoat Yulia, terlihat kelompoknya segera keluar dari rumah makan itu setelah Yulia selesai membayar makanannya . Ketika melihat kelompok Yulia keluar, wanita yang bernama Yu Mai ,yang sejak tadi sudah sangat benci pada Yulia segede membuat ulah. Dia berdiri dan menghadang jalan Yulia.


"Yu Mai...mau kemana...?" seru salah satu murid .


"Sebentar....aku akan memberi pelajaran pada seseorang . seseorang yang membisakwn dan sangat sombong..." ucap wanita yang bernama Yu Mai . Dia segera mengadang langkah Yulia .


"Hey...Dasar gadis Murahan...kau sangat tenang sekali setelah kelompokmu membuat masalah dengan kita ya..." ucap wanita itu sambil menghentikan langkah Yulia . tentu saja ulahnya membuat kaget Yulia dan kelompok nya. Yulia menatap pada Wanita itu dengan kening berkerut.


"Nona...masalah apa yang telah kami perbuat...?" ucap Yulia dingin.


"Cih sok tenang , Dasar ganjen... Kau fikir dengan sikap polosmu itu membuat kami diam.. Jangan berlagak sok polos dan tak tahu apa-apa Nona..., dan sekarang malah ingin pergi dengan tenang tanpa merasa bersalah ..kau telah membuat kami marah dan malu, sekarang ganti kerugian pada kami...!" serunya dengan wajah sinis dan menghina. Dia melihat kalau wanita di depannya terlihat lemah.


Dasar wanita hina...hanya dengan kecantikannya dia berani mengikuti kelompok ini. Pasti dia merayu pemimpin dari kelompok ini...atau dia hanya sebagai penghibur oara pria di kelompok ini , dasar wanita murahan...ucapnya dalam hati.


Dia memang tidak bisa melihat kekuatan Yulia yang sebenarnya , karena kekuatan Yulia tersembunyi oleh ruang Dimensinya.


"Nona...perbuatan yang kalian terima tadi karena kesalahan kalian sendiri, lalu kenapa malah menyalahkan kami... Kau yang ingin merebut tempat kami, Sepantasnya pemilik membela kami . lalu kenapa kau menuduh kami...kau tahu tidak, perbuatanmu ini membuat orang lain tanpa sadar melihat kebodohammu..." ucap Yulia dingin .


"Kauu..!" serunya marah.


"Kenapa...? Apakah ucaoanku salah, atau apakah kau baru sadar kalau kau bodoh...?" ucap Yulia dengan tenang.


"Dasar pe****r brengsek..kau berani mengataiku..!"serunya marah.


"Kenapa tidak...aku mengatakam yang sebenarnya ,banyak orang yang menyaksikan perbuatanmu dan kelompokmu, dan sekarang kau menyalahkan semua itu padaku,..." ucap Yulia dengan nada sinis .


"Kauuu...." Dia mengangkat tangannya dan ingin menampar Yulia, Namun tiba- tiba dia merasakan kekuatan menahan , menghalangi tangannya yang ingin menampar Yulia. Tangan itu tertahan di depan muka Yulia. tidak bisa di tarik, tapi juga tidak bisa menampar Yulia .


"Tidak semudah itu kau ingin menparku,...aku nasehati, berhati- harilah dalam setiap ucapan , sikap dan perbuatanmu . Tidak semua orang akan mudah kau tindas..tidak demua orang akan berbaik hati untuk mwnasehatimu . aku harap kau mengerta dan bisa merubah sikapmu..." ucap Yulia sambil berjalan keluar dari Restoran itu bersama teman- temannya. Menyusul kefua guru yang sudah berjalan keluar terlebih dahulu . Sedangkan wanita Mai terlihat mematung dengan tangan masih berada di udara. Setelah Yulia menjauh, dia baru bisa menggerakkan tangannya . terlihat wajahnya berkeringat dan wajahnya memucat . Dan dia terduduk lemas di kursiinya kembali. Dia tak menyangka wanita yang terlihat lemah tadi ternyata memiliki kekuatan sangat tinggi. Dia masih merasakan kekuatan sangat besar yang menghalangi tangannya. Sedangkan di sudut ruangan tuan Wangcai terlihat tersenyum gembira melihat perbuatan Yulia.


"Ternyata pilihan Li Wang sangat tepat. Tak menyangka kalau Wang Hao memiliki kekuatan tinggi...wanita seperti itulah yang cocok dengan Li Wang ..." Ucapnya dalam hati. Dia lalu melangkah kembali ke arah ruangamnya . Sedangkan Yulia sendiri kini sudah berada di halaman dan sedang mengambil kudanya dari penitipan kuda.


Dia segera melompat ke atas kudanya . "Lia'er.. Tindakanmu tepat sekali . dengan cara seperti itu, kita tidak merusak restoran orang ..." ucap guru Di yang juga sudah berada di atas kudanya .


"Tunggu ..maksud guru gadis tadi berhenti ingin menampar Nona Yulia karena di tahan Nona Yulia sendiri...?" ucap Cungyan salah satu murid beladiri dengan wajah keheranan.


"Melihat sifat dan watak wanita itu , Kau fikir dia mau melakukan itu sendiri...?" ucap sang teman yang mulai mengenal Yulia.


Dia bernama Sidan pria tampan yang memiliki kekuatan yang kini berada di level warna putih awal. Dia tadi yang memang dekat dengan Yulia merasakan kekuatan besar yang Yulia keluarkan dari tubuhnya. Mendengar ucapan Sidan, para murid perguruan Guang Dan yang lain tercengang. Mereka sejak awal Yulia ikut rombongan ini memang tidak bisa merasakan Dan tidak bisa melihat kekuatan Yulia. Wanita istri orang nomer satu di kerajaan Dongyan itu terlihat biasa saja Seperti wanita lemah . Mereka fikir Yulia hanya pandai dalam Alkemia saja. Mereka tidak tahu kalau Yulia akan mengikuti juga seleksi dalam bidang beladiri.


"Ya Sudah ayo kita pergi... Lebih awal tiba di Kota Yaman, lebih baik untuk kita. Guru yakin kita akan kesulitan mencari penginapan kalau kita datang di waktu hari pertemuan..." ucap Guru Wen.


Mendengar ucapan guru Wen yang sudah berada di atas kuda bersama Guru Di dan Yulia , membuat mereka segera naik keatas kuda mereka masing- masing. Mereka segera meninggalkan rumah makan itu dengan Cepat . Namun tanpa mereka sadari, di antara orang yang makan di lobi. Salah satu pria paruh baya melihat Yulia dengan tatapan tenang. Terlihat wajahnya cemberut .


"Dasar gadis bodoh...untung saja yang dia hadapi wanita seperti dia. Kalau tidak, pasti aku yang harus kerepotan mengurusnya..." ucap pria itu dalam hati sambil mengalihkan tatapannya pada gadis Mai. Dan dia melihat wajah gadis Mai yang pucat.


"Kau harus mendidiknya dengan keras untuk menghilangkan sikap sombong dan angkuhnya . jika tidak, Dia akan membuatkan masalah untuk mu..." ucapnya pada Pria fi sebelahnya. Dan pria itu hanya mengangguk kan kepalanya .


Kini rombongan Yulia memacu kuda mereka dengan cepat kearah kota Yaman. Mereka hanya berhenti sekali di sebuah kota untuk mengisi perut lalu kembali melanjutkan perjalanan mereka . Dan saat mata hari mulai bersinar di pagi hari, mereka telah sampai di kota Yaman . Benar saja, kota Yaman terlihat telah penuh dengan para praktisi yang sudah datang lebih dahulu. Terlihat mereka berjalan dalam kelompok .


"Guru...ternyata kota Yaman sangat ramai... Kota Dongyan sudah seramai itu, ternyata kota Yaman lebih ramai lagi..." ucap Rangchu salah satu murid dari Guru Wen yang tidak terlalu banyak bicara.


"Benar katamu...karena di sini merupakan perbatasan Dunia Dinasti Jodeon dengan Alam Tianli..." ucap Guru Di.


"Alam Tianli...? alam apa itu guru..?" tanya Rangchu lagi .


Namun pertanyaan itu bukan hanya ada di fikiran Rangchu sendiri. Tapi juga ada di fikiran murid lainnya.


"Alam Tianli adalah Alam para kultivator tingkat Dewa. Manusia yang bisa hidup di sana adalah manusia yang mampuh harus berada di Rana Bumi tingkat enam. Itu pun rana yang Paling rendah . Kalau tidak, mereka akan sengsara..." ucap Guru Di.


Mereka semua tercengang mendengar ucapan dari guru Di. Namun Percakapan mereka tiba- tiba terhenti saat mendengar seruan dari orang - orang sekitar mereka. Dan secara naluri mereka menatap kearah jalan. Di sana Mereka melihat ada Seorang anak laki- laki yang gemuk dan lucu sedang berjalan dengan tenang di jalanan . pria kecil itu berumur antara tiga atau empat tahun. Tapi tubuhnya terlihat seperti kue bakpao. Puyih Lembut dan kenyal. Terlihat kue bakpao berjalan dengan tenang di jalanan. Namun dari arah berlawanan terlihat seekor kuda di pacu dengan kencang menuju kearah di kue Bakpao . Semua orang tertegun tak berdaya .


untuk menolong si Kue Bakpao sepertinya tidak ada waktu lagi. karena jarak mereka sudah semakin dekat. hanya Teriakan terdengar dari beberapa orang wanita . dan teriakan ibu- ibu tadi yang memucu Kelompok Yulia melihat kearah jalan. Mereka segera melihat peristiwa yang menegangkan . Dan saat tubuh kecil itu hampir terinjak kaki depan kuda. Sebuah bayangan putih berkelebat dengan cepat menyabar pria kecil itu. Dan kuda yang kaget meringkik dengan keras sambil mengangkat kaki depannya . otomatis pria yang ada di atas punggungnya terlempar dengan kerasa jatuh ke tanah. Sedangkan si Kecil terlihat berada di dalam gendong seorang wanita berbaju putih . Suasana menjadi hening sesaat.


"Kakak...kau telah menyelamatkan Cencen dari kaki kuda nakal itu..." ucap pria kecil di dalam gendongan wanita itu. Pria kecil itu mengalungkan kedua tangan kecilnya di leher si wanita yang ternyata Yulia.


"Namamu Cencen...?" tanya Yulia.

__ADS_1


Pria kecil itu terlihat menganggukan kepalanya .


"Lain kali kalau berjalan hati- hati ya sayang... jalanan ramai seperti ini sangat berbahaya untuk anak sekecil dirimu... Tapi kenapa kau jalan sendiri...di mana orang tuamu...?" ucap Yulia lembut.


"Ayah dan Bunda..." Namun jawaban Cencen terhenti saat terdengar hardikan dari samping mereka.


"Hey anak bodoh... Kau berani mengganggu perhalananku....! kau juga membuatku jatuh..!" seru Pria yang hampir menabrak anak kecil yang kini masih di dalam gendongan Yulia.


"Dasar pria Brengsek... Sudah salah masih menyalahkan orang lain..." ucap Yulia dengan nada marah .


"Kau yang Brengsek...kau mengganggu perjalananku...!" teriaknya dengan nada lebih marah.


"Kau itu dungu atau bodoh sich... apakah pantas mengendarai kuda dengan kecepatan tinggi seperti tadi di tengah kota yang ramai seperti ini...kau hampir membunuh anak ini..!" seru Yulia dengan marah .


"Masa bodoh dengan anak itu ...aku sedang terburu- buru, dan kau menunda perjalanan ku , persetan dengan anak kecil itu. urusanku lebih penting dari nyawa anak kecil itu tahu...!" serunya dengan kesal.


"Siapa yang bilang nyawa putraku lebih penting dari urusanmu...!" seru suara lembut dengan nada marah .


Terlihat seorang wanita cantik dan anggun mendatangi tempat dengan wajah cemas .


"Nyonya Xiao....!" seru beberapa orang di sekitar setempak . begitu juga dengan pria yang ada di depan Yulia. Terlihat wajahnya kaget dan pucat saat melihat wanita itu datang serta menghampiri Yulia dan anak kecil yang hampir dia bunuh tadi .


"Bunda....!" seru si kecil dengan riang .


"Cencen...kau tidak apa - apa nak...?" tanya wanita itu lembut. Ada kecemasan di dalam suaranya.


"Aku tidak Apa- apa bunda...tapi semua itu karena Kakak cantik ini. Kalau tidak pasti kuda nakal milik kakak jahat itu membunuhku..." ucap anak lelaki kecil itu sambil menunjuk pria di depan mereka. Wanita itu menatap pada anak muda yang ada di depannya. Dan dia melihat tanda gunung di dada kiri pria itu.


"Murid perguruan Shanlong ...ternyata kau yang akan membunuh Putraku.. Dan kau juga berani berkata kalau urusanmu lebih penting dari Nyawa putraku ..?kau bukannya meminta maaf, tapi malah menyalahkan orang lain..." ucap Wanita itu dengan nada dingin.


"Tapi..tapi putramu yang salah nyonya . Dia bermain di jalanan dan aku terburu - buru...." ucapnya dengan nada gemetar.


"Ck, ck , ck..Dasar manusia tak berhati, kau tahu tempat ini sangat padat dan ramai dengan manusia, tapi kau dengan sombong memacu kudamu dengan kecepatan tinggi . Apakah kau tidak berfikir kalau perbuatanmu membahayakan nyawa manusia lainnya..." ucap wanita itu dengan nada marah.


"Tugasku sangat penting nyonya..." ucapnya lagi .


"Ck dasar perguruan yang selalu bersikap semena- mena , Dan untuk pelajaran dan peringatan untukmu, trimakasih ini. " ucap wanita itu sambil mengibaskan tangannya kearah pria sombong di depan mereka. Terlihat pria itu melayang dan jatuh dengan keras di jalan. Dan seteguk darah keluar dari mulutnya.


"Jangan kau bandingkan nyawa putraku dengan kepentinganmu... " ucapnya dingin. Lalu dia menatap pada Yulia.


"Semua telah berlalu, Sepertinya Nyonya harus menjaga pria tampan ini lebih ketat lagi..." ucap Yulia sambil mencubit anak laki- laki Yang masih berada di gendongannya .


"Benar katamu nak...ngomong- ngomong siapa namamu gadis Cantik...kenalkan Aku Wang Say Lin dari rumah keluarga Xiao..." ucapnya lembut.


"Saya Yulia dari kerajaan Dongyan nyonya..." jawab Yulia dengan hormat.


"Kakak Cantik kau sudah punya pacar...!" seru pria kecil itu tiba- tiba dengan wajah polosnya .


"Cencen... Kenapa kau bertanya seperti itu... " ucap Sang Ibu sambil mengambil pria kecil itu dari gondongan Yulia .


"Bunda....aku ingin dia jadi Kakak Cencen...." jawab Cencen dengan wajah polos nya .


"Lalu kenapa kau tanyakan Kakak Yulia punya pacar atau tidak..." tanya nyonya Xiao sambil tersenyum .


"Apakah Kak Yulia bisa menikah dengan salah satu Kakak Cencen..." ucapnya polos. Tentu saja perkataan Itu membuat Yulia tersenyum.


"Adik kecil...tidak selamanya kaakak Yulia menjadi kakakmu dengan cara menikah dengan saudaramu, kakak bisa jadi Kakak untuk pria tampan sepertimu tanpa harus menikah dengan Kakakmu..." ucap Yulia sambil mencubit pipi gemuk itu.


"Benarkah... Dengan cara bagaimana...?" ucapnya dengan Wajah tanya .


"Cukup dengan mengakui aku sebagai kakakmu, kita akan menjadi saudara... bagaiaman ...kau setuju...?" ucap Yulia sambil mencubit hidung mancung ptia kecil yamh berwajah imut dan Tampan itu .


"Cuma seperti itu kak...?" ucapnya tak percaya.


"Hmm..." angguk Yulia sambil tersenyum lembut .


" Tapi... apakah Kakak sudah memiliki Seorang kekasih...?" ucapnya lagi.


"Aku sudah memiliki suami sayang..." jawab Yulia lembut .


"Kau sudah miliki suami...?" kata nyonya Xiao dengan nada tak percaya. Bukannya Cencen yang Kaget, tapi Nyonya Xiao lah yang kaget . Namun pertanyaan nyonya Xiao tidak terjawab karena Suara seorang gadis terdengar memanggil nama Yulia.

__ADS_1


"Yulia...kau tidak Apa- apa kan..?!" seru Yulan yang datang bersama rombongan. Mereka mengawatirkan keadaan Yulia.


Sejak mereka ingin mendekat, tapi ada beberapa orang menghalangi langkah mereka.


" Yulia...Kau baik- baik saja kan...?" kata Guru Di. sambil meneliti Yulia dari atas sampai bawah .


"Murid baik- baik saja guru..." jawab Yulia.


"Syukurlah...Kami tadi ingin cepat kemari, tapi terhalang oleh beberapa orang...." ucap guru Di dengan wajah kesal . Yulia tidak tahu siapa yang menghalangi mereka.


"Maaf nak...pasti itu pengawalku..." ucap Nyonya Xiao.


"Dia siapa Lia'er...?" tanya guru Di .


" Maaf Guru....perkenalkan ini nyonya Xiao Bunda dari di kecil yang tadi hampir di tabrak kuda ... dan Ini Guru dan Teman Yulia satu perguruan , nyonya...." ucap Yulia memperkenalkan Nyonya Xiao Pada guru dan teman- temannya.


"Salam Nyonya Xiao..." sapa guru Di di ikuti mereka semua.


"Salam juga Guru...wah ternyata Yulia murid perguruan Guang Dan . Bukankah perguruan ini ada di sebelah barat Benua ini ..?'ucap nyonya dengan wajah kaget .


"Bebar Nyonya...kami berada di sebelah barat Benua ini. tepatnya di Kerajaan. Dongyan...." Ucap Guru Di sambil tersenyum. ramah .


" Benar...saya mendengar kalau Perguruan Guang Dan yang terkenal itu berada di kerajaan Dongyan . sebenarnya Saya dan Suami ingin kesana, hanya saja belum terlaksana...." ucap wanita itu dengan ramah .


"Silahkan mampir diperguruan kami jika anda datang ke Kerajaan Dongyan..." ucap Guru Di Sopan.


"Semoga ada waktu untuk kesana ...Ya Sudah Bagaimana kalau hari ini anda semua datang berkunjung ke rumah kami...?" ucap Nyonya Xiao dengan wajah gembira.


"Maaf Nyonya... Kami harus mencari penginapan dulu. Lain kali saya jika ada waktu , kami akan bermain kerumah anda... " jawab guru Di dengan sopan.


"Apakah kalian akan menghadiri pertemuan alkemia dua hari lagi..?" ucapnya nyonya Xiao menanyakan pada Guru Di. .


"Benar nyonya.." jawab Guru Di.


"Baguslah, kita akan bertemu lagi di sana, kalau begitu saya mohon diri...Lia'er...sekali lagi trimakasih atas pertolonganmu pada Putraku... Aku pergi dulu..." ucapannya sambil memberi hormat dan berjalan Meninggalkan. Tempat itu.


"Kak Yuyu...kita pergi mainlah kerumahku... " ucalnya sambil ...!" ucap Cencen sebelum melangkah pergi mengimuti sang Ibu.


"Akan Kakak usahakan sayang...." jawab Yulia.


Terlihat wajahnya sedih seakan tak rela meninggalkan Yulia.


Setelah melihat kepergian Mereka bersama para pengawalnya, Yulia dan rombongan segera pergi dari tempat itu. Meninggalkan Pria muda yang terluka di dekat kudanya. Tak lama terlihat pria itu dengan susah payah naik ke kudanya dan pergi melanjutkan perjalanan pergi dari tempat itu . tempat yang membuat dia terluka . Sedangkan Yulia dan Rombongan mencari penginapan di kota Yaman selama pertemuan itu . Dan untunglah mereka masih mendapatkan penginapan di pusat kota. Walaupun harganya agak mahal dan berada di lantai tiga. Tapi tak masalah , yang penting ada tempat untuk beristirahat. Setelah membagi tempat kamar untuk mereka, mereka pun segera masuk kedalam kamar masing- masing. Malam harinya mereka makan di restoran yang ada di tempat itu juga. Yang berada di lantai dasar penginapan itu .


Sedangkan di rumah keluarga Xiao , terlihat tiga pria dan satu wanita sedang berbicara dengan serius.


"Kenapa kau tidak membunuh dia sekalian ..." ucap Pria paruh baya yang terlihat masih sangat tampan. dengan wajah terlihat merah karena menahan kemarahan .


"Kita masih harus mempersiapkan pertemuan kultivator dan Alkemia , tidak baik ada masalah . Lagi pula anak kita dalam keadaan baik- baik saja. Jadi tidak baik bagi kita untuk membuat masalah ..." ucap Nyonya Say Lin bijak .


" Benar kata istrimu Kang...tidak baik untuk nama keluarga Xiao jika sampai istrimu membunuh murid perguruan Bintang. Takutnya itu di sengaja . Kita bisa memberi pelajaran pada dia setelah pertemuan Para kultivator dan Ahli Kimia berakhir.." ucap pria tua yang duduk dengan tenang sambil meminum teh yang dia tuang sendiri di cangkir miliknya.


"Dia sudah kuberi sedikit pelajaran. Jika dia salah satu kandidat yang di persiapkan untuk acara dua hari lagi, dia tidak akan bisa ikut berpartisipasi..." ucap sang istri dengan senyum llicik di wajah cantiknya.


"Bagus...lalu siapa wanita yang telah menolong Cen'er... Sepertinya Cen'er menyukai wanita itu..." ucap Xiao Kang suami Wang Say Lin juga merupakan Patrik Klan keluarga Xiao.


"Dia Murid perguruan Guang Dan dari kerajaan Dongyan.." ucap sang istri.


"Kerajaan Dongyan..?kerajaan itu cukup besar dan terkenal di Benua barat. Dan aku mendengar Kaisar kerajaan itu sangat misterius dan berilmu sangat tinggi...." ucap sang Suami.


"Dia wanita yang sangat baik dan cantik. Tapi entah kenapa aku merasa memiliki perasaan yang akrap denga nya. Dan wajah itu sangat femiliar sekali . sepertinya aku pernah bertemu dengannya..." ucap sang Istri.


"Kita akan bertemu dengannya dua hari lagi Kak... Untuk apa kau penasaran..." ucap pria yang lebih muda dari tuan Xiao Kang.


"Apakah dia akan ikut dalam turnamen...?" tanya pria yang lebih tua.


"Sepertinya Dia ikut Ayah...aku sempat merasakan kekuatannya walaupun aku tahu dia memiliki Benda yang dapat menyembunyikan aura kekuatan miliknya." ucap nyonya Xiao .


Udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.


Jangan lupa like. vote dan komennya author tunggu .

__ADS_1


Maaf kalau masih banyak typo nya 🙏🙏


Bersambung .


__ADS_2