YULIA

YULIA
PENOBATAN PUTRI MAHKOTA 3


__ADS_3

"Nanti kita coba berbicara pada Putri... apakah kau bisa belajar padanya. ... " jawab sang Ayah lembut .


"Bebarkah Ayah....ayah harus janji Padaku akan menanyakannya pada Pitri Yulia.." ucap gadis itu .


"Ayah janji Sayang...." jawab pria gagah itu sambil tertawa. Terlihat sang Putri ikut tertawa senang.


"Kau terlalu memanjakan dia Yah...apakah Putri mau..." kata srorang Wanita paruh bayah yang berwajah Cantik yang ada di sebelahnya.


"Aku yakin putri mau mengajari Ci'er..." ucap Pria tadi sambil mengisap kepala gadis muda itu dengan penuh kasih sayang . dan banyak lagi komentar atau diskusi dari orang lain. Dan semua itu sampai di telingaPutri Nanggo dan kedua orang tuanya.


Membuat putri Nanggo semakin marah dan benci pada Yulia . Dia tak pernah menyangka kalau usahanya yang ingin menjatuhkan Yulia malah membuat wanita itu malah di kagumi semua orang . Sedangkan Yulia sendiri terlihat mendekati Putri Nanggo yang sedang menatapnya dengan tatapan penuh kebencian .


"Bagaimana Putri Nanggo... apakah yang aku lakukan berkenan di hati Putri Nanggo..." ucap Yulia lembut. Namun dalam kelembutan Nada ucapan Yulia Semua orang tahu , kalau di dalam suara itu ada ejekan yang sangat tajam . Mendengar kata-kata yang di ucapkan Yulia , Putri Nanggo terlihat berwajah merah.


"Semua terserah apa kata mereka yang juga melihat tarianmu. Tapi masih ada satu lagi yang harus kau lakukan..." ucap Putri Nanggo dengan Wajah Sinis . Terlihat di matanya Tatapan kebencian semakin terlihat jelas. Namun tiba- tiba Ryu berkata pada Yulia.


"Lia'er...aku merasa nafas pembunuhan yang sangat pekat di sekitar kita....." ucap Ryu.


"Apakah nafas dari Putri Nanggo...?" tanya Yulia.


"Tidak... Nafas ini sangat kuat, tapi sepertinya buka satu orang...ada beberapa orang di dalam kegelapan..Mereka berada di rana Coklat dan Putih...sepertinya bukan dari Benua ini..." ucap Ryu yang membuat Yulia waspada .


"Maksud Ryu...? Tanya Yulia tak mengerti .


"Ada beberapa orang yang berada di balik bayang-bayang . melihat Sikap Putri Nanggo, aku takut ini rencana Dia. Dan aku mencium nafas mereka di tubuh Gadis ini....sepertinya mereka pernah bertemu dengan Putri Nanggo sebelum dia datang kemari..." Ucap Ryu lagi.


Tanpa sadar Yulia menatap Kaisar Kim. Dan terlihat Kasar Kim menatap sekilas keatas. Melihat itu, Yulia tahu kalau Kaisar juga merasakan Nafas sang pembunuh yang ada di sekitar mereka .


"Kalau begitu aku harus membuat mereka keluar dari bayang - bayang Kak... Kita tidak tahu siapa mereka dan apa mau mereka...." ucap Yulia.


"Benar...hanya itu yang bisa kita lakukan ... tapi kau harus hati- hati...mereka sangat kuat


dan mereka bukan hanya satu orang saja...." ucap Ryu prihatin .


"Jangan kkhawatir Kak...bukankan kau akan Menolongku jika aku dalan bahaya..." ucap Yulia sambil tertawa . untung saja Yulia tertawa dalam hati. kalau tidak.🤭🤭 .


Setelah Melakukan percakapan secara singkat dengan Ryu , Terlihat senyum di bibir Yulia.


"Baiklah Putri aku akan melakukan apa yang bisa membuat Rakyat percaya padaku .tapi satu pesanku padamu. Kau telah membuatku sedikit marah. Ternyata Kau egois, aku tahu kau melakukan ini semua karena kau ingin menjadi Ratu kerajaan ini. perbuatan yang kau lakukan padaku , itu karena kau sangat menginginkan Kaisar Kim menjadi milikmu. Kau terobsesi padanya Entah karena cinta atau kedudukan Ratu, tapi sekarang yang kau lakukan sangat salah karena kau melakukan semua ini tampa memperhitungkan baik buruknya perbuatanmu ini. Keegoisan dan obsesimu akan merugikan dirimu juga orang terdekarmu...." ucap Yulia sambil menatap Putri Nanggo .


"Tutup Mulutmu... Jangan sembarangan berucap . apakah sekarang kau ingin memfitnah diriku..? Dasar manusia rendah...kau fikir orang akan percaya dengan ucapanmu..? Kau bukan siapa - siapa Nona...!" seru Putri Nanggo marah.


"Ck...semua yang ku katakan , kau yang tahu kebenarannya ..." ucap Yulia sambil tersenyum dingin. Dia lalu berjalan mendekati para pemusik yang ada di sana. Sebenarnya di lantai tiga menara Dinensi. Tepatnya di ruang peralatan, ada beberapa alat musik Kuno . Seperti Guqin, Erhu , Guzheng , dan suling . Dan dia tahu kekuatan alat- alat itu jika di gunakan. Yulia yakin kalau peralatan musik di sana bukan sembarang peralatan musik . karena itu Yulia tak ingin membuat masalah jika dia harus mengeluarkan barang -barang sekarang . Dia berjalan mendekati alat musik Guqin..


"Maaf...boleh saya meminjam Guqin ini..?" tanya Yulia pada wanita yang ada di depan alat itu.


"Silahkan Putri..." ucap Wanita itu dengan lembut. Perlahan Yulia melihat kekuatan Guqin yang ada di depannya . lalu dia duduk di depan alat musik petik itu. Tak berapa lama terlihat jemari tangannya mulai berada di atas alat musik Guqin. tak lama kemudian , terdengar suara pelan dari Guqin yang di mainkan Yulia. Alunan metdu terdengar mendayu di udara. Semakin lama, suara itu semakin nyaring namun terdengar sangat merdu . dari petikan Guqin yang di mainkan Yulia , menghadilkan perasaan tenang lembut menghanyutkan . membuat orang yang mendengarkan merasakan kedamaian abadi.


"Nyanyian dari Surga...!" seru Guru Yang dengan wajah kaget dan tak percaya .


Guru Yang datang bersama guru Yun. Sedangkan Guru Di tidak bisa hadir karena ada yang harus dia kerjakan .


"Kak...Darimana gadis ini tahu nyanyian dari Surga...?apakah kau sudah mengajari dia sampai di tahap ini.. ?!" seru Guru Yang dengan wajah yang masih Syok.


Sebab lagu nyanyian dari surga Selain membuat orang damai tapi bisa juga di gunakan sebagai alat pembunuhan . Namun di sini Si pengguna sudah harus memiliki kekuatan mental tinggi. paling tidak sudah berada pada tahap kelima kekuatan mentalnya. Tapi banyak praktisi yang sulit melakukannya karena nyanyian dari Surga sangat sulit di mainkan .


"Tidak....aku belum mengajari dia Sampai ketahap ini...?" ucap guru Yun dengan wajah kaget dan sekaligus kagum .


"Dari mana gadis ini mempelajari Lagu Yanyian dari surga ..." ucap guru Yun dalam hati.


"Tapi dia bisa melakukannya dengan baik. Lihatlah apa yang terjadi. Kita merasakan kehangatan dan kekuatan yang lembut masuk ketubuh kita, tapi..tungu.. lihat Putri Nanggo... ada apa dengan gadis itu..dia terlihat kesakitan..." ucap Guru Yang dengan wajah kaget. Guru Yun juga menatap Putri Nanggo yang memang berada di tengah aula. Terlihat dia memegang dadanya , seolah dia merasakan sakit di dadanya


"Mungkin hatinya terlalu jahat... Lagu ini akan mengungkapkan kekuatan yang baik bagi manusia baik, tapi akan mengngkapkan niat jahat orang lain terhadap si pemain musik. Lihat juga istri Mentri Si. Ibu darinPitri Nanggo...wajahnya pucat pasih seolah kekuatan menyedot darahnya.." ucap guru Yun lagi.

__ADS_1


Namun di tengah alunan merdu suara musik Yulia , tiba- tiba berpuluh anak panah meluncur kearah Keluarga Kerajaan terutama Kaisar dan juga Yulia yang asik memainkan Guqin. Semua orang masih tenggelam dalam suara musik Yulia hingga tak menyadari bahaya datang . Namun tiba- tiba cahaya keperakan keluar dari alat musik yang di pegang Yulia. dan itu sebenarnya cahaya itu keluar dari jemari tangan Yulia yang memainkan Guqin . Yulia mengeluarkan kekuatannya dalam dawai Guqin .Cahaya- cahaya itu langsung menyebar dan menyerang kearah anak panah yang datang. Dan segera memotong anak panah menjadi dua. Dan bukan itu saja, Tiba - tiba Yulia melayang ke atas sambil mengeluarkan cambuk perutnya. . Dan ternyata Kaisar juga sudah menyadari serangan itu. Dia juga melayang keatas menyusul Yulia . Terlihat cambuk petir Yulia mulai menari di udara. bersamaan dengan Sinar merah keluar dari tangan Kasar Kim melayang keberapa arah atap ruangan . Gerakan mereka berdua terlihat sangat cepat . Tak Berapa lama terdengar suara teriakan beberapa orang menggema di tempat itu . Yulia terbang keluar dari ruang aula. mereka sekarang terlihat bertarung di halaman istana. Terdengar suara pedang yang beradu di udara . Namun akhirnya terlihat beberapa orang berpakaian serba hitam berjatuhan dari atas atap bangunan istana balai pertemuan. Membuat semua orang terkejut dan tersadar apa yang terjadi. Mereka masih melihat gerakan Yulia dan Kaisar Kim di udara melawan beberapa orang berpakaian hitam . Melihat Kejadian itu, Jendral Rong Han dan Jendral Tan Lui yang sadar apa yang terjadi. Segera membantu. Pertarunganpun terjadi dengan sengit. Tak berapa lama Kaisar dan Yulia bisa Menyelesaikan pertarungan itu .Kedua pengawal Kaisar dan beberapa perwira serta prajurit dengan cepat membersihkan dan menangkap mereka yang jatuh . ada yang mati tapi juga ada yang masih hidup namun dalam keadaan pingsan dan terluka.. Sedangkan Yulia dan Kaisar Kim segera turun dengan tenan .


. "Lia''er kau tidak Apa- apa...?" tanya Kasar dengan wajah cemas.


"Jangan khawatir, tidak terjadi apapun pada hamba Yang Mulia..." ucap Yulia lembut . Melihat sikap Kaisar Kim ,Ada perasaan hangat di hati manusia.


Sedangkan Kedua guru besar Perguruan Guang Dan terlihat bangga pada sang Murid. Mereka tadi juga telah melihat gerakan itu, tapi mereka belum melakukan apapun . saat Lagu mulai mengalun, mereka sempat berdebat. Namun mereka segera sadar kalau ada kejanggalan dengan lagu yang di mainkan Yulia. Melihat dan merasakan perasaan itu, mereka penelitian keadaan istana. Betapa kagetnya mereka, mereka merasakan nafas pembunuh di dalan bayang- bayang kegelapan. Namun saat melihat kewaspadaan pada Yulia dan Kaisar, mereka merasa lega . Dan perasaan bangga Pada Yulia menenuhi hati mereka . Ternyata sang Murid semakin jeli dan kuat .


"Kak.. ternyata lagu tadi memang di sengaja oleh muridmu...?" kata guru Yang dengan wajah rumit.


"Tadi aku Merasa semakin lama aku mendengar lagunya, aku merasa ada yang salah. Dan tiba- tiba aku merasakan nafas pembunuh di sekitar kita...dan aku yakin Yulia memang sengaja melakukannya agar mereka menunjukkan diri mereka..." ucap sang Guru.


"Gadis itu..." ucap guru Yang dengan nada bangga.


Sedangkan Kaisar Kim dan Yulia segera melangkah Masuk kedalam aula pertemuan kembali. Mereka Menatap pada Putri Nanggo dan Ibunya yang terlihat berwajah sangat pucat .


Perlahan Yulia mendekati Putri Nanggo yang berdiri bersama sang ibu . Melihat Yulia mendekat, Putri Nanggo ketakutan, Tanpa sadar dia melangkah kebelakang.


"A..apa yang akan kau lakukan...?" ucapnya panik.


"Kenapa Putri takut..? Apa masalah ini ada hubungannya denganmu...?" tanya Yulia dingin.


"Ma..mana mungkin..ja...jangan sembarangan menuduh kau...!" serunya marah . namun ada ketakutan di sorot matanya .


"Sembarangan menuduh...?Ck, Ck Putri... Demi keinginanmu, dan keegoisan sifatmu. Kau tega mengorbankan banyak nyawa. Saat Di Hutan Huangye, Demi ingin membunuhku, Kau tega memberikan bubuk Racun Ranggi pada kedua anak kembar yang ada di kelompokku . tampa memperhitungkan apa yang akan terjadi jika aku tidak menyadari Racun itu . Dan Kini kau juga melakukan kesalahan . Demi untuk membunuhku dan menggagalkan penobatan ini kau menyuruh seseorang untuk melakukan pembunuhan . Dan Kau tahu siapa mereka kan..?" ucap Yulia dengan wajah kesal dan marah.


"A..apa maksudmu... Ja..jangan sembarangan kau ngomong.. Aku, aku tidak ada hubungannya dengan mereka...!" serunya dengan Panik. "


Baik...kita lihat saja..." ucap Yulia.


"Paman Tan...bisa minta tolong...?" kata Yulia .


"Bisa Putri....." jawab pria gagah itu .


"Baik Putri...." ucap Jendral Tan Lui .


Dia segera berjalan keluar aula pertemuan untuk melaksanakan perintah Yulia . Sedangkan Kaisar Kim menatap Yulia dengan tenang . Dan benar saja, di bawa pohon sakura Pengawal Tan melihat seorang pria dengan tangan terikat oleh sinar perak dalam keadaan tak sadarkan diri . Dengan Cepat paman Tan membawa dan melempar pria itu ke depan Yulia. .


"Trimakasih Paman...." ucap Yulia .


"Sama-sama putri...." jawab Paman Tan lalu undur diri .


" Nach Dia ada di depanmu, kau masih tidak mau mengaku..?" tanya Yulia datar.


"Bodoh...apakah aku harus mengakui mengenal orang yang tidak ku kenal..atau ini jebakan yang sengaja kau lakukan untukku...!" ucapannya dengan marah.


"Ck dasar wanita jahat. Dengan cepat dia sudah bisa membuat sikapnya tenang kembali . Sayang dia memakai topeng.. Kalau tidak pasti aku bisa melihat wajahnya yang pucat. ." batin Yulia.


Suatu ke untungan buat Putri Nanggo yang memakai topeng. Hingga Wajah pucatnya tertutupi oleh topeng .


"Baik...akan ku bantu kau mengingatnya. Perlahan Yulia melangkah mendekati Pria yang berada di depannya.


"Tunggu...." terdengar suara Kaisar Kim. Membuat Yulia segera menghentikan langkahnya.


"Sayang...jangan kau kotori tanganmu dengan memegang tutup kepala penjahat itu. Paman Tan...bantu Lia'er membuka penutup kepalanya..." ucap Kaisar Kim dengan tenang. Mendengar ucapan Kasar Kim pada Yulia dengan suara lembut, membuktikan pada semua orang kalau sang Kaisar benar- benar mencintai Putri Yulia. Melihat semua itu, Putri Monggo yang masih ketakutan dan cemas walau dia tutupi. Terlihat iri dan marah. Dia semakin membenci Yulia .


"Baik Yang Mulia..." ucap Paman Tan.


Paman Tan segera berjalan kearah oria yang masih pingsan itu dan Segera membuka penutup kepalanya . Dan ternyata di balik penutup kepala terlihat seorang pria dengan wajah sedikit tua, dan memiliki codet di mukanya . melihat wajah pria itu, terlihat keterkejutan yang segera di tutupi di wajah Putri Nanggo .


"Kau sudah mengenal pria ini...?" tanya Yulia dingin.


"Tidak...mana mungkin aku mengenal Pria itu . Melihatpun aku belum pernah..." ucapnya dengan suara meyakinkan. Namun untuk telinga mereka yang kuat, masih terlihat getar ketakutan di suara itu.

__ADS_1


"Benarkah.. ?Lalu kau harus menjelaskan pada kami, kenapa benda yang sebentar lagi akan ku perlihatkan padamu, bisa berada di tangan pria yang kau katakan tidak kau kenal dan tak pernah bertemu dengannya ..." ucap Yulia sambil menunjuk ke arah dada pria itu. Terlihat cahaya putih keluar dari telunjuk Yulia dan langsung mengarah pada dada pria itu. Tak lama terlihat ada benda keluar dari balik baju pria itu. benda itu ternyata merupakan Giok dengan tulisan Si di atasnya . dan Semua orang tahu kalau benda itu milik putri Nanggo. Sebab benda itu drlaku tergantung di pinggang Putri Nanggo dengan penuj kesombongan .Melihat benda itu. Putri Nanggo Terlihat kaget , namun wajah cenasnya bisa tersembunyi di balik topeng Tipisnya.


"I...itu...aah...aku lupa, beberapa hari yang lalu aku kehilangan benda itu. Dan mungkin saja pria ini menemukan atau mencuri dariku...!" serunya meyakinkan. Mendengar ucapan Putri Nanggo, Yulia hanya bisa geleng kepala.


"Dasar wanita licik penuh drama..." batin Yulia. Dia lalu mengambil pil kejujuran dari dalam cincin ruangnya.


"Jika tahu dia serumit ini untuk meminta jawaban jujur dari Putri Nanggo, lebih baik sejak tadi ku berikan pil kejujuran saja pada wanita ini. " batin Yulia. Dia lalu menaruh pil di tangan kanannya.


"Baiklah semua jawaban sudah kau jawab. Tapi satu pertanyaanku..."Yulia menjedah ucapannya.


"Apa..uhuk, uhuk , uhuk..." dia batuk - batuk seperti tersendak sesuatu. Namun mata Kaisar Kim dan dua guru Besar perguruan Guang Dan melihat sekelebat cahaya samar melesat kemulut Putri Nanggo . dan itu berasal dari tangan Yulia.


"Aoa yang do berikan pada Putri Yulia oleh gadis nakal dan cerdik itu..." ucap Guru Yang pelan .


"Kita tanyakan nanti. dan aku ingin tahu apa yang terjadi selanjutnya pada Putri Nanggo .." ucap Guru Yun pelan .


"Ada apa Putri...?" tanya Yulia sok perhatian .


."Tidak, tidak ada apa- apa...lalu apa yang akan. Kau tanyakan lagi padaku...?" ucapnya dengan nada menghina.


"Kau barusan sepertinya tersedak , apakah tidak perlu minum terlebih dahulu..." kata Yulia datar. Namun sebenarnya Yulia sengaja agar pil kejujuran yang telah meleleh di mulut Putri Nanggo segera bereaksi. Cukup menunggu dua menit, reaksi pil itu akan mulai bekerja.


"Tidak- tidak perlu... Cepat katakan saja... Aku sudah tidak tahan melihat tingkahmu yang memuakkan itu. Jangan mentang - mentang kau akan di nobatkan menjadi Putri Mahkota, lalu aku akan takut padamu..." ucapnya beruntun.


Dan Yulia sadar kalau pil kejujuran mulai beraksi.


"Baik aku hanya ingin bertanya padamu. Benarkan saat di hutan Huangye kau menyuruh Nona Mayli mengoleskan bubuk Ranggi pada baju si Kembar...?" ucap Yulia dingin.


"Ha ha ha..Benar sekali... Ternyata kau tahu itu...Memangnya kenapa...?" ucapnya lantang. Namun terlihat dia terkejut dengan ucapan dia sendiri . Hingga Dia mendekap mulutnya sendiri .


"Tidak ...aku hanya bertanya. ..." jawab Yulia . Namun reaksi semua orang yang mendengar sangat kaget. Begitu juga dengan Mentri Si. Tapi tidak dengan sang istri. Dia berseru nyaring.


"PUTRI....apa yang kau katakan...Maaf yang Mulia putriku sedang tidak enak badan, hingga ucapannya ngawur..." ucapnya buru- buru. Mendengar seruan sang Ibu, Putri Nanggo sadar akan ucapannya tadi. tapi entah mengapa mulutnya seakan berucap sendiri.


"Ibu...aku mau pulang..." ucap Putri Nanggo pelan. Mendengar ucapan Putri Nanggo, sang Ibu segera meminta ijin untuk membawa pulang sang Putri . Namun Kaisar berkata dengan dingin .


"Tidak ada yang bisa keluar dari tempat ini sebelum introgasi selesai...lanjutkan Lia'er..." ucap Kaisar dengan wajah semakin memerah karena marah .


"Baik yang Mulia...Putri...lalu kenapa kau lakukan itu pada Kelompok Kami, terutama si kembar yang aku yakin tidak memiliki masalah denganmu...? Aku rasa mereka tidak pernah menyakiti dirimu ...aah aku tahu pasti kau marah karena kegagalanmu yang ingin membunuh kami saat ada di pusat kota itu kan...?" ucap Yulia dengan wajah sinis .


"Tutup mulutmu wanita ******... Semua itu salah mereka yang mau berteman denganmu...gara-gara kehadiranmu kesempatan diriku menjadi Ratu kerajaan ini musnah. Kau telah merebut Kaisar dariku...!" seru Putri Nanggo dengan wajah marah.


"Jadi sekarang kau mengakui kalau mereka itu benar- benar pembunuh bayaran yang kau sewa untuk membunuhku...?" tanya Yulia lagi.


"Benar akulah yang membayar mereka untuk membunuhmu, tapi aku tidak menyuruh mereka menyerang Keluarga kerajaan. Aku hanya ingin membunuhmu yang merusak segala rencanaku...!" serunya marah. Terlihat putri Nanggo berusaha menahan ucapannya, tapi mulutnya mengeluarkan segala yang ada di dalam otaknya. Yang merupakan rahasia pribadinya. Dia sudah menahan mulutnya dengan kekuatannya. Tapi semua sia- sia . Malah karena kekuatan yang dia tekan agar mulutnya tidak berbicara, membuat darahnya melonjak. Dan akhirnya dia memuntahlan darah segar dari mulutnya.


"Putri...!" seru sang ibu.nyonya Si dan Mentri Di berlari Mendekati sang Putri . Dia berharap ada yang menolong putri ya


Tapi tidak ada seorangpun yang mau menolong mereka. mereka takut akan menjadi masalah pada mereka.


"Yang Mulia...semua telah terjawab.siapa dalang kejadian ini...." ucap Yulia. Terlihat wajah Kasar Kim merah karena menahan kemarahan .


"PENGAWAL....Tangkap kedua wanita itu dan juga Mentri Si. Penjarakan mereka. Setelah selesai penobatan aku akan menemui mereka dan menyelesaikan masalah ini ..." ucap Kaisar Kim dengan wajah terlihat menakutkan . Perwira bawahan Jendral Rong segera datang dengan membawa beberapa prajurit untuk menangkap Putri Nanggo dan kedua orang tuanya.


" Baik Yang Mulia... " ucap seorang perwira. Mereka segera membawa Putri Nanggo dan kedua orang tuanya pergi dari Tempat itu .Setelah membersikan tempat itu dari kekacauan , acara pengangkatan Yulia menjadi Putri mahkota dan peresmian Yulia sebagai tunangan Kaisar Kim berjalan dengan lancar. Dan semua orang tidak bisa membantah kalau Yulia merupakan calon yang terbaik untuk Kaisar mereka. Pada saat itulah, Kaisar Tua terkejut saat melihat kehadiran tuan Wang Yu Ran.


"Wang Yu Ran kau kah itu...!" seru Kaisar Saong Gi dengan. Wajah tak percaya.


" Salam sejahtera dan panjang umur Yang Mulia Saong Gi..."sapa tuan Wang Yu Ran sambil menunduk memberi hornat .


"Hey...kenapa kau memanggilku Yang Mulia....aku bukan lagi Kaisar kerajaan Ini. panggil saja aku seperti yang seting kau ucapkan. itu... aah...aku merindukanmu pahlawan terbaikku. Pria mulia yang menolong kerajaanku ..." Ucap Kaisar Saong Gi gembira. Mereka bercakap- cakap dengan gembira. dan saat hari menjelang sore, Acarapun berakhir.


Udahan dulu ya...aku lanjut Besok

__ADS_1


maaf kalau ada kata salah. jangan lupa like vote dan Komenya aku tunggu


__ADS_2