YULIA

YULIA
KEBUN OBAT .


__ADS_3

Sedangkan Yulia sendiri dan Kawan- kawan dalam perjalanan menuju ke arah pintu luar.


Mereka juga sering bertemu dengan Praktisi yang juga berjalan kearah pintu keluar


terkadang Mereka Menyapa atau memberi salam... tapi yang keseringan mereka cuek dengan tatapan meremehkan . mereka seakan meremehkan kekuatan kelompok Yulia yang berjalan bersama dalam satu kelompok. Karena mereka tahu kalau mereka pasti terdiri dari tiga kelompok. mereka seperti tak berani jalan sendiri . namun mereka tak perduli .


Mereka tetap berjalan tenang melangkah menuju pintu keluar. Untunglah masih Ada Delapan hari lagi mereka harus sampai di pintu keluar. Jadi masih ada waktu bamyak untuk sampai di sana. Dan tak Sengaja mereka bertemu dengan kelompok dari perguruan Huidang . Seperti nya mereka terdiri dari dua kelompok. sebab ada sekitar dia puluhan orang yang berada di krlompok mereka .


"Hey...bukankah ini murid perguruan Baiyun... Kenapa kita bertemu dengan murid perguruan pecundang sich, membuat kita sial... " ucap salah satu dari mereka. sepertinya Dia pemimpin dari kelompok itu .


Mendengar ucapan itu Murid perguruan Baiyun diam menahan Kemarahan .


Melihat murid perguruan Baiyun Diam saja, meteka semakin marah. Seolah Murid Baiyun tak melihat dan tak Mendengar perkataan mereka.


"Hey pengecut berhenti... apakah kalian depengecut itu, hingga tidak berani melawan kami ha...!" teriakan salah satu dari mereka sambil menghadang perjalanan mereka. Kelompok mereka yang terdiri dari Dua puluh orang itu pun mengikuti jejak Murid yang menghadang perjalanan Kelompok Yulia. melihat itu , Yulia menatap mereka dingin.


"Apa mau kalian..." ucap Yulia dingin .


"Menghabisi kalian semua... " ucap pria itu dingin.


"Apa masalah kalian....?" tamya Yulia.


"Ha ha ha...apakah membunuh kalian semua harus ada masalahnya...?" ucap pria tadi.


"Tentu...aku takut jika kami membunuh kalian semua, kami akan mempertanggung jawab kan pada perguruan kalia ..." jasan Yulia dengan wajah tenang .


"Sombong...kau terlalu sombong Nona... Apakah kau fikir kami anak kemarin Sore yang mudah kau jatuhkan...!' teriak Pria itu marah. pada saat itu ternyata Ada murid Dari perguruan Zhibang dan perguruan Bigu San yang ternyata juga telah sampai di tempat itu.


"Tentu saja...melihat sikap kalian Seperti Pria berandalanembuat kami ragu akan kekuatan kalian..." ucap Yulia dengan tenang.


"Brengsek...kami murid perguruan Huidang tidak takut menghadapi kalian. apalagi murid perguruan Baiyin yang telah membunuh wakil kepala perguruan kami..Kami akan Membalas kematiannya....!" seru pria tadi.


"Oo..jado kalian mufid perguruan Huidang.. Pantas, pantas... Pemimpin tak tahu malu ingin merampok benda milik Perguruan lain, dan sekarang murid nya ingin membalas dendam ksmatiamnya. dasar murid dan pimpinan memiliki otak yang salah..." ucap Yulia datar. Mendengar ucapan Yulia, murid perguruan Huidang sangat marah.


"Dasar wanita Brengsek...teman- yan binuh mrteka semua...!" teriak Pria itu marah.


seketika mereka menyerbu kelompok Yulia.


Yulia yang merasa kelompok Dari saudaranya masih dalam keadaam lemah, Segera berseru


''Kak Wai Zi dan kau kak Xiao Yu Qian biarkan kelompokku yang menghadapi mereka. Bawa menjauh kelompok kalian...!" seru Yulia.


"Tapi Lia'er..." tidak ingin di bantah. menjauhlah dari pertempuran ..." seru Yulia tegas.endemgar uvapan Yulia, Dua lelompok dari sang Kakak segera menjauh dari perempuran . Namun bagi Dua keluarga Xiao Dan keluarga Wang tak ingin berdiam diri. mereka masuk dalam pertarungan . Hingga terjadilah pertarungan yang sengit. empat belas orang melawan Dua puluh orang. Terlihat Yulia menggunakan cambuk petirnya. Namun kekuatan Murid perguruan Huidang kalah jauh dari Murid Perguruan Baiyun . Walaupun mereka kalah jumlah dengan murid perguruan Huidang , Tapi dengan cepat mereka menyelesaikan pertarungan itu . banyak yang terluka Karena cambuk Yulia .


"Kalian sudah Puas...? Kalau belum, berlatihlah dengan benar dan cari kami kembali.. dan jangan berkata kalau kami yang mencari masalah....." ucap Yulia dingin.


"Jangan khawatir Sobat...kami akan menjadi saksi kalau kalian Tidak bersalah...." ucap murid Dari perguruam Zhibang . Yang menyaksikan kejadian sejak Awal .


"Kami Murid perguruan Bigu San juga akan menjadi saksi...kami sejak tadi melihat kejadiannya . Jadi jangan khawatir. Kami akan menjadi saksi kalau kalian tidak bersalah . Dan kami juga melihat kalau Hanya Sebagian saja dari murid perguruan Baiyun yang melawan perguruan Huidang..." ucap Murid Perguruan Bigu San dengan Yalin .


Mendengar ucapan mereka Yulia tersenyum.


"Trimakasih Sobat...kalian mau menjadi Saksinya..." ucap Yulia sambil tersenyum.


Setelah itu merekaeminggalkan Murid Huidang yang terluka.


"Yu'er...kenapa tidak kita bunuh saja mereka..?" kata Zhang Xio dengan wajah terlihat masih kesal .


"Kalau kita membunuh mereka, kita sama saja dengan mereka. sadis , kejam dan tidak berperi kemanusiaan..lagian aku yakin ini perintah dari guru mereka...biarkan mereka melapor kan semua yang terjadi pada kepalan perguruan mereka...aku Ingin tahu apa yang akan mereka perbuat pada kita . ...." ucap Yulia.


Merekapun melanjutkan perjalanan Mereka . saat ini mereka sampai di sebuah ngarai. Dan mereka harus melewati ngarai tersebut untuk sampai di sebrang. Sedang kan ngarai di depan mereka ternyata cukup lebar dan dalam .


"Yuyu... Bagaimana ini... Apakah kita bisa sampai di sebrang..." Ucap Dumai dengan cemas. Banyak juga Praktisi yang berada di sekitar ngarai tersebut.Yang membingungkan mereka, tidak Adanya jabatan yang bisa menyebrangkan mereka Ku ujung sebelah .


"Apa yang harus kita lakukan..." Kata mereka kebingungan.


"Kita lihat apa yang akan di lakukan mereka.." Kata Yulia.


Mereka akhirnya memilih mencari tempat lapang untuk beristirahat. Dan seperti nya mereka tidak ada yang menemukan solusinya. Hingga waktu menjelang sore, tidak Ada seorang pun yang dapat menemukan Cara menyebrangi ngarai itu . Memang ngarai di depan mereka agak dalam dam lebar.


"Kak...kalian tinggal di sini dulu , aku akan mencoba mencari jalan untuk sampai kesebrang..." Ucap Yulia pada Yao Han .


"Aku ikut..."ucap Zhang Xio yang mendengar ucapan Yulia.


"Aku Juga..." Ucap Haitu.


"Aku ikut ...." Ucapan Yao Han berhenti saat mendengar ucapan kembali Yulia .

__ADS_1


'Kalau Kakak ikut juga ,mereka pasti akan Ikut semua kak.. kasihan mereka masih tidak terlalu kuat...jika Ada apa- apa kita tidak tahu. Seperti kak Wang Wei Zi yang kesehatannya masih belum pulih benar . Dan Aku takut Kak Wei Zi bertemu dengan Cin Yilu..aku hanya sebentar Kak..." Kata Yulia membujuk .


"Baiklah..kami akan menunggu kalian di sini..." Ucap Yao Han.


Mereka bertiga segera menjauh Dari tempat Itu. Mereka berjalan kearah ngarai untuk mencari tempat yang membuat mereka bisa menyeberang ke sebrang ngarai . Dan benar Saja , Dua ratus meter Dari tempat tadi, mereka menemukam bening yang terlihat mudah di lewati. Ada jalan setapak yang mengalah ke dasar tebing . mereka segera berlompatan turun ke bawah menggunakan ilmu meringankan tubuh mereka . Setelah hampir kedasar tebing dan melihat keadaannya aman, Yulia terlihat gembira .


"Kak...Kau bisa membawa mereka kemari tanpa setahu banyak orang. Sementara aku akan mencoba melihat keadaan Daerah sini.." Kata Yulia.


"Baik aku akan kembali. Dan Saudara Zhang Xio bisa menemanimu..." Ucap Haitu .


Haiti segera kembali ketempat rombongan mereka lagi .Yulia Dan Zhang Xio segera berjalan mencoba memeriksa jalan setapak yang Ada di depan mereka. Sedang kan Haiti Sendiri segera menemui mereka semula , dan membawa mereka secara perlahan menjauh Dari tempat itu. Tak berapa lama mereka telah berada di tempat dan jalan yang mereka temukan. Terlihat Yulia sudah menunggu kedatangan mereka semua. Dengan beriringan mereka mulai turun kearah lemah di Dasar ngarai. Dari atas terlihat Sungai yang Berkelok. Tanpa banyak tanya mereka semua mengikuti langkah Yulia yang memang berada paling depan. Ketika mereka sampai di dasar Ngarai. Betapa Kaget nya mereka, Ternyata dasar ngarai terlihat sangat indah.


"Kak...kenapa tempat ini begitu indah...?" Tanya Yulia pada Ryu.


"Lia'er...hati- hati...ini jangan- jangan hanya ilusi. Terkadang apa yang kita lihat, belum tentu Suatu keindahan yang nyata . beri tahu mereka untuk hati- hati Dan waspada..." Ucap Ryu.


"Benar...aku juga Merasa Ada bahaya mengancam..." Ucap Yulia.


Dia segera membalikkan badan menatap pada rombongannya . dia melihat semula orang terlihat sedang mengagumi tempat itu yang memang terlihat sangat Indah .


"Aku harap kalian waspada , dan usahakan , jangan sampai mengbil apapun Dari tempat Ini. Dimi keselamatan kita semua, aku harap jangan Ada yang melanggar omonganku..." ucap Yulia. Terlihat semula orang mengiyakan ucapan Yulia. Mereka mulai berjalan kearah jalan yang memuju arah Sungai. Dan benar saja ketika mereka sampai di tepi Sungai, mereka bisa melihat kalau tempat itu tidak seindah seperti yang mereka lihat tadi.


"Lia'er...apakah kita menyembang dari sini..?" Tanta Xiao Yu Qian.


"Benar Kak... Kita akan melintasi Sungai ini menuju seberang. Lebih baik kita cepat pergi. Ayo kalian segera menyebrang..." Ucap Yulia.


"Kau sendiri..?" Tanya Haitu .


"Aku akan menyebrang terakhir sendiri. Pergilah kak..." Ucap Yulia.


Mereka pun berjalan dengan cepat menyebrangi Sungai. Dan Yulia terakahir sendiri untuk menyebarng. Namun saat tinggal Yulia Dan Dua murid dari perguruan Baiyun berada di tengah Sungai, tiba- tiba Ada kepiting besar yang sejak tadi diam di pinggiran Sungai . Hewan itu sebenarnya sejak tadi sudah ada di sana. Hanya saja Yulia dan Kawan- kawan mengira kalau benda besar hitam di Pinggiran Sungai yang mereka lalui Adalah sebuah bayi besar . Namun sekarang tiba- tiba bergerak dan berjalan cepat kearah mereka . Dan Batu itu berubah menjadi kepiting besar menyeramkan. Melihat semua itu , Yulia segera mencabut pedang Phoenix Dan berseru.


"Cepat kalian naik keatas, aku akan mencegah Mahluk ini mengejar kalian..." seru Yulia .


"Tidak Yu'er...kita bertarung bersama. Hanya saja kita pancing dia kedaratan...!" seru Zhang Xio yang sudah berada di sebrang.


"Benar Lia'er... Kau cepatlah berjalan kemari..!Seru Tanglu dengan cemas.


"Baik...!" Teriakan Yulia.


"Lebih baik kalian cepat naik keatas, hewan ini sangat beracun. Kalian akan sangat sulit untuk lari dari merek jangan kuatirkan aku...Ayo cepat...!" Seru Yulia.


"Tapi Lia'er...!" Teriakan Yao Han. "Ceparlah... Sebelum terlambat dan banyak korbam yang berjatuham...?." Teriakan Yulia kembali.


Akhirnya dengan terpaksa, mereka berlari menjauh dari pinggiran Sungai.Mereka mencari bebatuhan yang Muda mereka panjat. Dengan Susah payah mereka berusaha naik keatas tabing ngarai itu . Sedangkan Yulia sendiri segera mengeluarkan kekuatan api keemasan dari tubuhnya. Dengan kekuatan api itu Dia mulai membakar Berpuluh lipan Dan Kepiting yang datang mendekati mereka . Dan ternyata Zhang Xio dan Saudara- saudaranya tetap tidak mau meninggalkan Yulia. Mereka dengan gigih membantu Yulia membunuh berpuluh hewan beracun itu. Setelah Kepiting besar itu sampai di daratan, Dengan cepat Kepiting rakdasa itu Mulai Menyerang mereka yang Ada di depannya dengan racun yang dia keluarkan dari mulutnya. Serta japit yang Ada di Kiri jaman tubuhnya berusaha me.jabitkan kearah manusia yang Ada di depan nya . Melihat mahluk itu mengeluarkan gas Racun Yulia segera memberi mereka pil Penawar racun.


"Minum pil Penawar racun ini terlebih dahulu . Agar kalian tidak keracunan. ..gas yang dia semburkan sangat lah beracun. kalau bisa hindari...."!Seru Yulia. Setelah itu dia mulai Menyerang kembali mahluk raksasa itu. Ternyata Kulit kepiting raksasa itu sangatlah keras, di serang dengan pedang tidak terluka sama- sekali.


"Gila Kulit kepiting ini sangat keras.. pedangku sampai terpental...!" Seru Yung Si sambil masih menyerang.


"Hati-hati dengan jepitnya...!" Seru Yulia Kembali.


"Tuan... serang di mata nya...sepertinya tempat itu sejak tadi yang dia lindungi..." Ucap Dolly di dalam pikiram Yulia .


Mendengar ucapan Dolly, Yulia segera bergerak mendekati mata kepiting, dan saat Ada kesempatan, Dia menusukkan pedangmya di mata kepitimg Itu. Benar saja kata Dolly, terdengar Desi's panjang dari mulut kepitimg itu. Dan tak lama terlihat kepiting itu lari kearah Sungai kembali. Dan terlihat kepiting - kepiting kecil mengikuti langkah kepiting raksasa kembali ke dalam Sungai. Dengan sekejab, mereka hilang Dari pandangan. Hanya tinggal bangkai kepiting dan lipan yang berada di pinggiran Sungai. Mereka bernafas lega melihat semula itu. Dan akhirnya mereka segera naik ke atas tebing ngarai. Saat matahari hampir tenggelam, mereka telah berada di atas ngarai . Mereka melanjutkan perjalanan mereka. Namun ternyata mereka yang berada di ngarai semula melihat kelompok Yulia telah melanjutkan perjalanan mereka.


"Hey...lihat itu...bukankah mereka tadi berada di sini bersama kita, Dari mana mereka bisa menemukan jalan melintasi ngarai ini...!" Seru mereka yang sempat melihat keberadaan Yulia dam Teman- teman di seberang ngarai.


"Ternyata mereka bisa menemukan jalan melintasi ngarai ini...aah...Kenapa kita tadi tidak mengikuti mereka saja... " kata Mereka yang tadi duduk di dekat kelompok Yulia.


"Mereka itu dari kelompok mana.." tanya salah satu Dari mereka yang masih belum menyebrang.


"Aku tahu...mereka dari kelompok perguruan Baiyun... Kalau tidak salah, Salah satu Dari mereka, wanita yang menaiki atau memiliki burung Condor mata tiga..." Ucap Murid yang tadi Berbicara .


"Dari mana Kau tahu kalau salah satu dari mereka memiliki Hewan kontrak Condor mata Tiga..." Tanya salah Satu murid yang Ada di sana.


"Kami melihatmya saat Dia menolong teman - teman mereka..." Ucap salah Satu murid yang Ada di tempat itu. Mereka akhirnya mencari tempat Yulia dan Kawan- kawan menyebrangi ngaray . namun Karena hari telah mulai petang, mereka memutuskan untuk bermalam terlebih dahulu di tempat itu. Sedang kan Yulia dan Kawan- kawan mendirikan tenda di tempat yang tidak terlalu jauh dari ngarai. Mereka akan melanjutkan perjalanan besok pagi sekali. Malam harinya mereka semua memilih untuk bermeditasi. Dan keesokan harinya saat matahari belum muncul .mereka telah membongkar kema dan melanjutkam perjalanan mereka. Dan saat matahari sudah berada di tengah bumi, mereka telah sampai di sebuah Padang yang Luas. tanpa Ada satu pohonpun yang bisa mereka lihat.


"Kita harus berhati- hati... " ucap Yulia .


'Lia'er...apakah ini tempat pertama yang dulu kita datangi ..." Tanya Cun Ma.


"Entah kak... Tapi bukannya tempat yang kita datangi Dulu banyak Batu besarnya. sedangkan yang ini . tanah berpasir..." Ucap Yulia.


"Iya Sick... Tapi luasnya hampir sama dengan yang dulu...sejauh Mata memandang hanya hamparan tanah yang bisa kita lihat..." Ucap Cun Ma.


"'Iya Sich... Tapi coba kita lihat saja.mungkin kita menemukam suatu petunjuk" Kata Yulia lagi. Metekapun melanjutkan langkah mereka. Namun tiba- tiba mereka berhenti. Karena langkah mereka mengenai sebuah kekuatan yang Kasat mata.

__ADS_1


" Aku merasa ada tekanan yang menahan langkah kami..seperti nya di sini Ada persona . apakah persona ini Ada yang memasang ...?." ucap Yulia dalam hati .


"Hey....Kenapa aku merasa seperti Ada yang menekan kekuatan kita... hingga membuatku sangat lemah..." Ucap salah Satu murid .


"Benar...aku juga merasakannya..." Ucap Yang lain. Dan ternyata semula merasakannya. Mereka Merasa kelelahan.


"Kalau begitu kalian tunggu di Sini dulu... Akan aku coba melihat kekuatan itu...." ucap Yulia .


Akhirmya mereka memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu. Sedangkan Yulia segera mendekati tempat yang membuat mereka kelelahan. Ketika sampai di sana, Yulia meraba kearah adanya tekana tadi. Terlihat Seberkas sinar cahaya yang terlihat saat Yulia menyentuh tempat yang memiliki kekuatan yang bisa menekan kekuatan lawan.


"Oo...ternyata Ada persona... Hebat... Di sini ternyata Ada persona ...." Ucap Yulia.


Dia pun segera duduk bersila. duduk lotus dengan tenang. dia mulai berkosentrasi. akan membual Persona didepannya. Tak betapa lama Yulia menganhkat kedua tangamnya. Dan Meraba udara di depan nya . Dari tangannya terlihat cahaya membentul serpihan pita putih bercahaya. Lalu tangan Yulia bergerak dengan cepat. Hingga terlihat cahaya di tangannya seperti sebuah pita yang sedang di mainkan oleh Yulia. Cahaya milik Yulia bertemu dengan cahaya warna - warni di depan nya. Demikian teman Dan Saudara Yulia kaget dan tegang melihat apa yang di lakukan Yulia .


"Ternyata Ada Pesona di sini ..!" seru Yung Si.


"Gila...Nona Yulia bisa membuka persona juga...!" Ucap seorang murid.


"Dia memang wanita Jenius..".jawab yang lain .


Tak lama terdengar ledakan di udara . bersamaan dengan itu terlihat sinar cahaya dari tempat Yulia sedang duduk lotus. Setelah itu cahaya hilang tak berbekas.


"Selesai...Ayo kita pergi...."kata Yulia sambil berdiri.


"Apakah sudah bisa kita Lalui kak...!" Seru Yung Si gembira.


"Betul...Ayo kita lanjutan perjalanan kita. Kita hanya punya tiga hari sampai di pintu masuk..." Ucap Yulia. Mereka segera eneruskan perjalanan. Namun mereka sangat kaget saat melihat kejadiam di depan mereka. Setelah persona terbuka, dan mereka masuk ke tempat di balik pedona, mereka bukan lagi melihat Padang yang Luas. Tapi ternyata ini sebuah tempat yang subur . tanah penuh dengan pepohonan yang terlihat sangat subur.


"Ya Dewa..apa ini semua sebuah Kenyataan... atau hanya ilusi kita..." Kata Yao Han.


"Ini Kenyataan Lia'er... Ini meruoakan kenyataan...tempat ini memang tertutup oleh persona tadi...mungkin untuk menyembunyikan tempat ini...." Ucap Ryu.


"'Tidak kak..ini Kenyataan . Daerah ini sepertinya tertutup oleh persona tadi. Persona tadi di buat seseorang untuk menutupi tempat inib. Ya sudah Ayo kita masuk..mungkin kita bisa menemukam sesuatu di Sana..." Ucap Yulia.


Mereka pun segera melanjutkan perjalanan mereka. Mereka sangat kagum dan terpesona melihat Alam sekitar nya. Karena di sana mereka menemukam Beberapa Jenis tumbuhan langkah yang sangat sulit di temukam di Alam Nyata. melihat semua itu, murid Perguruan sangat gembira.


"Nona Yulia ini sepertinya Kebun tanaman obat...lihatlah, tempat ini penuh tanaman obat langkah ... apakah kita boleh mengambil tanaman obat ini...?" Tanya mereka.


"Tentu saja... Tapi jangan sampai merusak tempat nya. Ambil secara perlahan. Kalian bisa mengambil sesuka hati kalian ..." Ucap Yulia dengan wajah gembira . Mereka pun segera mengambil Pisau atau alat apapun untuk mengbil tanaman obat di sana. Begitu juga dengan Yulia. Dia akan mengambil Beberapa tanaman obat untuk menambah koleksi tanaman obat miliknya.. Setelah melalui Kebun obat, Yulia tiba- tiba menemukam mata air yang sangat aneh. Mata air itu sangat kecil tapi Air di dalamnya berwarna putih seputih susu.


"Ini... Ini air apa kak..." Seru Yulia keheranan .


"Ya Dewa...itu..itu..air kehidupan tuan ... Cepat Kau ambil... Masukkan ke dalam Ruang Dimensi...!" Seru Dolly.


"Benarkah...apa bisa...?" tanya Yulia semakin heran.


"Tentu saja bisa...!" seru Dolly dengan gembira .


"Lalu bagaiaman Caranya...? Mana Ada mata air di pindahkan. ?" kata Yulia keheranan.


"Dengan kekuatan yang Kau dapatkan di jurang . lakukan dengan cepat..." Ucap Dolly lagi .


Akhirnya Yulia menutup tempat itu dengan pesona agar tak terlihat apa yang dia lakukan. Setelah itu dia duduk lotus. Lalu Kosentrasi dengan kekuatan nya untuk berusaha masukkan sumber mata air kehidupan di depannya. yang dia rasa sangat mustahil . Pertama- Yulia tidak bisa. Kedua, ketiga. Dan pada percobaan Kelima, dia akhirnya bisa memasukkan mata air kehidupam kedalam ruang Dimensi. Terlihat wajah Yulia Sedikit pucat Karena mengerahkan kekuatannya. Untunglah kekuatan yang dia simpan di api emasnya sangat banyak. Dia bagai tak percaya dengan apa yang Sudah dia lakukan. Sedang kan sahabat, Kakak Dan Murid perguruan Baiyun yang lain, ada yang menemukan tanaman obat. Dan Ada juga yang menemukan Batu cahaya . setelah seharian penuh mereka mencari keberuntungan di tempat itu. akhirnya mereka berkumpul kembali di tempat yang memang sudah mereka tentukan.


"Lebih baik kita malam ini berada di sini untuk bermeditasi mengembalikan kekuatan kita. Aku rasa tempat ini baik untuk bermeditasi..." Ucap Yulia.


Mereka menyetujui usulan Yulia. Mereka segera mencari tempat untuk bermeditasi. Keesokam harinya mereka melanjutkan perjalanan mereka. Ketika malam hari, mereka bermalam di atas sebuah Pohon besar yang memang Ada banyak di sana. Dua hari kemudian , mereka sampai juga di pintu keluar . Saat sampai di pintu keluar, ternyata sudah banyak yang datang . terlihat di depan Pintu keluar, para Praktisi dari Beberapa perguruan dan sekte, terlihat sudah berada di sana. Dan salah satu Dari mereka Adalah kelompok Cin Yilu. Mereka terlihat sedang mengawasi para peserta yang datang.


"Apakah Kau melihat kedatangan mereka...?" Tanya Cin Yilu .


"Tidak...aku tidak menemukan mereka... apakah mereka tidak terselamatkan...?" Ucap teman yang Ada di debelahnya dengan wajah takut.


"He he he... Mana Ada yang bisa Selama dari tempat itu. Kau lihat sendiri , lembah itu penuh dengan binatang bias.. dan kita sudah memotong tali untuk mereka naik ..lagian tempat itu tersembunyi...." Ucap Cin Yilu .


"Apa yang terjadi jika mereka bisa selamat dan menceritakan pada Dekan tentang ulah kita." Ucap seorang wanita yang terlihat Berbicara dengan wajah takut.


"Sudahlah...apa yang Kau takut kan... mereka tidak akan bisa kembali...Aku yakin mereka sudah menjadi Santapan hewan buas penunggu lembah itu..." Ucap Cin Yilu dengan Yakin.


Sedang kan kelompok yang mereka bicarakan kini sudah berada di tempat itu . hanya Saja Karena mereka baru datang dan berjalan dari arah yang lain , mereka tidak melihat nya. Ternyata yang menemukan tempat penuh herbal itu hanyalah kelompok Yulia . Terbukti dengan terlihatnya keletihan di wajah mereka para Praktisi. Sedangkan kelompok Yulia terlihat ceriah Segar dan tenang. Saat hari menjelang Sore. Terdengar pintu keluar berderit . Bertanda pintu akan segera terbuka. Dan benar saja. Satu jam kemudian mereka melihat pintu keluar perlahan terbuka. Dan tak berapa lama terlihat pintu terbuka sepenuhnya. . Dengan cepat mereka segera keluar dari tempat itu. Seolah mereka takut di tinggalkan . Kelompok Yulia dengan tenang menunggu keluar paling akhir. Dan ternyata Ada juga kelompok yang baru datang . setelah keadaan agak sepi, kelompok Yulia baru bergerak pergi keluar Dari tempat itu. Guru dan Dekan yang sejak tadi mencari kebetadaan mereka, terlihat bernafas lega. Tapi tidak dengan Nona Cin Yilu Dan Kawan- kawannya. Mereka bagaiaman melihat hantu yang baru keluar Dari kuburan. Mereka tertegun dan gemetar.


Maaf udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.


maaf jika masih Ada typo nya. 🙏🙏


Jangan lupa like. vote dan komennya aku tunggu


Bersambung .

__ADS_1


__ADS_2