YULIA

YULIA
BUNGA NERAKA.


__ADS_3

"Benar sekali... Andai aku yang Menjadi mahluk kontrak seperti Dia jika tetua ingin memisahkan aku dengannya, aku Rela di keluarkan dari Klan Asal bersama gadis itu... Seru yang lain. Dan banyak lagi komentar dari para rakyat Naga.


"Ibu...Kakak itu cantik Sekali..aku ingin Menyapa dia boleh tidak bu...' ucap seorang anak kecil gendut menggemaskan .


"Tidak bisa nak... Lihatlah ada Tetua agung bersama kakak Cantik..." ucap ibu di sebelahnya .


Tapi Ada juga yang kesal saat melihat Yulia. Terutama para Wanitanya. Mereka merasa iri dan kesal melihat kecantikan Yulia. apalagi melihat kekaguman para Pria Muda di dekat mereka pada Yulia.


Apalagi mendengar percakapan mereka yang Begitu berharap Menjadi mahluk kontrak Yulia.


"Cih...dia fikir Siapa dia...Berani sekali Dia menjadikan rakyat Klan Naga menjadi mahluk kontraknya. Dan sekarang rasakan hukuman dari Tetua. Aku yakin tetua akan menghukum dia dengan berat..." Ucap seorang Wanita dengan. Wajah penuh kedengkian.


"Tapi tunggu dulu Siangsi.. Kenapa aku Merasa Ada yang aneh Ya...Lihat lah para tetua , kenapa mereka begitu menghormati gadis itu. Coba Kau lihat sekarang . Tetua Yuma sangat baik padanya apakah itu yang di namakan akan mendapat hukuman..?." ucap seorang gadis yang berada di antara para rakyat Klam Naga yang sedang berada di depan Kuil Suci. Mendengar ucapan sang teman . gadis itupun menatap kearah Yulia yang sedang berjalan dengan Tetua Yuma, Dan di belakang mereka Ada dua tetua mengiringi jalan mereka. Yulia terlihat sedang Berbicara dengan tetua Yuma dan kedua Tetua di belakang mereka. Dan terlihat mereka sedang membawa Yulia ke Suatu tempat entah mau ke Mana . Tapi setelah di perhatikan, ternyata Mereka melankah ke istana Sunyi. Istana tempat sesepuh yang tidak pernah siapapun berani menginjakkan Kaki mereka di sana.


"Lihat itu.. Bukankah mereka menuju istana Sunyi... Dan kita tahu tidak Ada seorang pun yang berani datang kesana . Karena tempat itu sangat di sakral kan. lalu untuk apa Tetua Agung membawa gadis itu kesana... Apakah Dia akan di hukum di Istana Sunyi...? kalau benar betapa beruntumgnya Dia. Kita Saja tidak boleh menginjakan Kaki di tempat itu. Karena Istana Sunyi milik Leluhur Muda yang entah di mana beliau sekarang..." Ucap Gadis yang betada di sebelah gadis Siangsi.


"Benar sekali... Akupun mau mendapat hukuman kalau kita di hukum di sana. Katanya di sana Kekuatan Qi nya sangatlah Kuat . Dan Ada banyak buku Pelajaran dan senjata milik leluhur muda. Lalu kenapa dia di bawa ke sana..." Ucap wanita itu.


Tidak hanya gadis itu yang heran, tapi semua orang yang Ada di sana. Mereka heran ketoga Tetua membawa Yulia kearah Istana Sunyi .


Sedang kan Yulia sendiri kini fengan tenang sedang berjalan ke istana yang akan dia tinggali . Setelah berjalan melewati sebuah tamah lapang yang seting di gunakan oleh para anak Muda berhati, Akhirnya Mereka sampai di sebuah taman yang sangat Indah. Benar- benar indah. Di awali dengan pintu gerbang yang di hiasi dengan bunga. Namun saat sampai di pintu gerbang ternyata pintu gerbang telah di pasang Aray pembatas yang tidak sembarang orang bisa masuk. Tidak terkecuali para tetua. Ryu yang berada di leher Yulia degera Membuka agar bisa masuk ke dalam istana . Kini terlinat pintu gerbang yang berwarna hitam itu terbuka . Perlahan Merekapun masuk kedalam taman itu. Sesampainya di halaman , Yulia melinat keindahan sebuah taman. Sejauh matanmemandamg hanya ada bermacam bunga yang sedang mekar . juga terlihat sebuah jalan yang kanan kirinya di apit bunga sakura. Dan ternyata para tetua segera undur diri setelah Yulia sampai di dalam .


"Putri , Leluhur muda...Karena anda berdua sudah sampai di Istana Sunyi , jadi silahkan anda berdua masuk kedalam,..." Ucap tetua Yuma.


"Lo apakah kalian bertiga tidak masuk juga...?" tanya Yulia dengan wajah heran.


"Maaf Putri kami tidak bisa mengantar anda masuk kedalam, maafkam kami..." Ucap Tetua Yuma kembali.


"Oo..baiklah,...Kalau begitu saya ucapkan banyak trimakasih pada Para Tetua...." Ucap Yulia walaupun dia merasa heran dengan mereka.


"Kalau begitu kami undur diri Putri..." Ucap tetua Yuma sambil memberi hormat di ikuti tetua lainnya. Dan Yulia tahu Siapa yang di hormati mereka. Mereka segera meninggalkan tempat itu. Yulia melihat kepergiam mereka sampai tidak terlihat lagi. Setelah mereka pergi Yulia perlahan melangkahkan kakinya berjalan di jalan yang kanan kirinya tumbuh bunga sakura. Hingga cabangnya menitupi jalan. Memberikan keteduhan di jalan itu.


"Kak...kenapa mereka tidak masuk..?" Tanya Yulia pada Ryu yang kini sudah menjelma menjadi manusia.


"Larangan dariku...tidak Ada seorangpun yang boleh masuk ke tempat ini..." Jawab Ryu dengan wajah tenang .


"Kau tinggal sendiri di sini Kak..?" Tanya Yulia.


"Tidak...Ada sepasang Suami istri yang menemaniku... " ucap Ryu.


"Lalu Siapa yang merawat taman bungamu ini..lihatlah taman Ini Tertata rapi seperti selalu di rawat dengan benar. Dan apakah mereka masih hidup..Bukankah Kau sudah pergi beratus tahun yang lalu..." tanya Yulia sambil menatap Ryu sekilas lalu kembali lagi menatap taman di depan nya .


"Kalau taman Ini masih terawat rapi, Tentu saja mereka masih Ada di sini..." Ucap Ryu dengan tenang.


"Apakah mereka tidak memiliki keluarga...?" Tanya Yulia.


"Ada..tapi keluarga mereka tidak akan berani masuk. Maksudku tidak dapat masuk . Aku hanya menginjinkan mereka berdua yang bisa masuk kedalam sini..." Jawab Yulia.


"Apakah Kau yakin Putra Putri mereka tidak akan masuk juga. ...?" tanya Yulia.


"Tidak akan.. Sebab kunci masuk kedalam sini hanya Ada pada tubuh mereka berdua saja . Jadi siapapun yang bukan kedua orang itu, mereka tidak akan bisa masuk...?" Ucap Ryu.


"Biarpun Itu Putra mereka sendiri...?"Tanya Yulia tak Yakin .


"Biarpun itu Putra mereka sendiri...mereka memiliki rumah di luar yang memang sudah aku buatkan ..." Ucap kembali Ryu.


"Oo...maksudmu mereka Hanya datang untuk membersihkan dan merawat istanamu ini..? "Tanya Yulia.


"Benar mereka hanya merawat dan membersihkan Istanaku . Tapi saat aku masih tinggal di sini, sang Istri akan membuatkan aku makanan . Hanya saja saat aku sudah merasakan masakanmu, ternyata makanan yang kau buat masih jauh lebih enak.." Ucap Ryu sambil mengusap kepala Yulia. Melihat tingkah Ryu yang menganggap dia seperti anak Kecil membuat Yulia kesal .


"Kak..aku bukan anak kecil.. Kau selalu menganggaapku anak kecil.." sungut Yulia. namun dia tidak menepis tangan Ryu yang mengusap kepalaya. Sebab Kasih sayang Ryu lebih terlihat dari pada Yao Han yang masih memiliki keseganan padanya.


"Kau memang masih kecil..." Ucap Ryu kembali mengusap kepala Yulia dengan Sayang.


"Hey mana bisa kak...aku sudah punya Suami dan Dua Putra...!" Seru Yulia sambil menatap Ryu dengan wajah cemberut.


"Benarkah...? kok aku lupa ya..." Goda Ryu sambil pura-pura berfikir serius .


"Kakak...!Kau keterlaluan...!" Seru Yulia marah. Dam Ryu pun tertawa . melihat Ryu tertawa, Yulia jadi tertegun. Baru sekarang Yulia melihat Ryu tertawa lepas. Biasanya Dia Hanya tersenyum dengan lembut. Malah sekarang terlihat Dia tertawa sambil memegang perutnya. Tapi bukan Yulia saja yang Kaget, dua Sosok laki- laki dan perempuan tua yang berdiri di depan istana kecil tapi Indah milik Ryu . Terlihat mereka tertegun menatap Ryu yang tertawa lepas. Baru sekarang ke dua orang itu yang telah megikuti Ryu sejak Ryu remaja , melihat sang Junjungan tertawa begitu lepas. Mereka tidak pernah melihat Ryu Tertawa sampai seperti itu. Paling - paling Ryu tersenyum Sedikit. Yang Ada hanya wajah dingin dan angkuh. Walaupun Dulu pria tampan itu memiliki Istri. Namun mereka jarang melihat senyuman di bibir pria itu. Apalagi Tertawa sampai seperti itu. Sedangkan Ryu sendiri menatap Yulia yang masih bengong.


"Hey...kenapa Kau malah bengong...?" Ucap Ryu sambil menatap gadis semampai yang sedang menatap wajahnya dengan Mulut melongo.


"Lia'er...kenapa Kau malah bengong.." ulang Ryu sambil tersenyum menggoda .


"Ternyata Kau juga bisa Tertawa kak...dan Kau tahu, Kau terlihat Tampan Saat tertawa seperti itu..." Ucap Yulia black-blakan.


Terlihat wajah Ryu memerah Karena malu mendengar pujian Yulia.


" Dasar wanita nakal jangan Kau bilang Kau jatuh cinta pada Kakakmu sendiri..' Ucap Ryu sambil menatap Yulia dengan tatapan gemas.


"Ck..kau terlalu Percaya diri sekali..aku Cuma memujimu kak... Aku suka wajahmu yang seperti ini..ceriah dengan senyuman selalu dibibir kakak.Bukan Pria dingin menakutkan.." Ucap Yulia.


"Hey...apakah Kakak selalu menatap mu seperti itu...?" Kata Ryu sambil mencubit pipi Yulia.

__ADS_1


"Tidak pernah...Kau selalu terlihat manis di di depanku dan Si kembar . Maksudku itu,.. jika kakak juga menatap orang seperti menatap kami..." Ucap Yulia.


"Itu tidak mungkin Sayang... Wajah seperti ini hanya Ada saat bersama adik kesayangan kakak dam keponakan Kakak , tidak untuk orang lain...." Ucap Ryu sambil mencubit kedua pipi Yulia.


Yulia Hanya bisa melotot kesal membuat Ryu kembali tertawa. Namun salam Dari kedua orang yang berada di depan istana membuat tawa Ryu berhenti.


"Salam sejahtera dan panjang umur yang Mulia..." Ucap kedua suami istri lanjut usia itu. Terlihat wajah Ryu kembali dingin .


"Salam Kalian kuterima, bangunlah.." Ucap Ryu dingin.


"Trimakasih yang Mulia.. " ucap keduanya .


"Apakah istana baik- baik saja...?" Tanya Ryu sambil melanglah masuk kedalam halaman istana, tak.lupa Dia menarik Lengan Yulia untuk masuk kedalam Istana.


"Semua baik- baik saja Yang Mulia.." Ucap Pria Tua. Seperti nya kedua orang ini Adalah Orang yang di maksud Ryu tadi.


"Bagus... Dan apakah Putraku pernah datang kemari...?" Tanya Ryu lagi.


"Tidak ...hamba dengan Tuan Muda Zizu Rong pergi keluar sekte. Dan sekarang masih belum kembali.." Ucap si Pria Tua.


"Ya Sudah Tolong Kau siapkam kamar untuk adikku..." Ucap Ryu.


"Adik...?" Ucap mereka hampir bersamaan .


"Iya...dia adik angkatku..." Ucap Ryu sambil menunjuk Yulia yang sedang berjalan melihat ruang tamu Istana Ryu.


"Baik Yang Mulia.." Merekapun segera pergi dari hadapan Ryu.


Setelah kepergian mereka, Ryu mendekati Yulia yang masih melihat benda- benda kesayangan Ryu.


"Kak.. Dari mana Kau dapatkan benda- benda ini.. " tanya Yulia.


"Aku pergi keberbagai negara saat aku Muda dulu....dam aku pulang membawa mereka.." Ucap Ryu.


"Benda- benda ini sangat bagus kak.. Apakah Kau juga mendapatkan bermacam bibit bunga di tamanmu itu .dari berbagai Kerajaan...." tanta Yulia lagi .


"Benar.. Aku mendapatkan benda- benda ini dan bermacam bunga dari banyak Kerajaan atau Kehidupan di lain Alam..." Dan Ada satu bunga yang Kau akan terkejut melihatmya.." Kata Ryu lembut.


"Beneran kak...bunga apa..?" Tanya Yulia antusias.


"Nanti malam kita kesana. sekarang Kau Istirahat dulu. masih banyak waktu untuk kesana.... " ucap Ryu lembut .


"maaf Yang mulia... Kamar sudah rapi, kalau adik yang Mulia mau beristirahat, Silahkan..." Terdengar suara serak seorang wanita Tua memutus pembicaraan Ryu dan Yulia.


"Trimakasih bibi Sun , Ayo Lia'er...akan aku tunjukkan kamar mu..." Ucap Ryu sambil membawa Yulia pergi ke kamar yang sudah di siapkam Bibi Sun. Sedangkam Bibi Sun sendiri tercengang saat Ryu mengucapkan trimakasih. Bibi Sun heran Karena Kalimat seperti itu baru sekarang Bibi Sun mendengar dari mulut Ryu . sebab kalimat seperti seperti itu belum pernah Ryu ucapankan . Seumur- umur sang Junjungan tidak pernah mengucapkan trimakasih pada siapapun . Jangan kan pada orang lain, pada istrinya dulu. Tuan tidak pernah mengucapkan banyak kata. Apa lagi ucapan terimakasih . Saat Ryu dan Yulia tak Ada di sana lagi, Bibi Sun baru tersadar .


"Masuklah dan beristirahatlah.. kau bisa bermeditasi dengan baik di sini. Suruh semua keluar dan bermeditasi di kamar ini . Di sini kekuatan Qi sangat banyak, kalian akan merasakannya.." ucap Ryu.


"Baik Nanti akan aku Ajak mereka keluar..." Jawab Yulia .


"Ya sudah aku pergi dulu. Ada yang harus aku lakukan. Nanti malam kita bertemu saat makan malam.." Ucap Ryu lembut .


"Pergilah...hati- hati.." Ucap Yulia.


Mendengar ucapan Yulia, Ada kehangatan yang memgalir di dalam hatinya. Ryu segera pergi setelah memgacak lembut rambut Yulia. Yulia hanya bisa cemberut kesal . Setelah melihat keperhian Ryu. Yulia segera masuk ke dalam kamar yang di sediakan untuk nya. Benar kata Ryu , saat langkah kaki Yulia masuk, Tiba- Tiba Dia merasakan kekuatan Qi yang sangat besar menyelimuti dirinya. Melihat Itu, Yulia segera menutup pintu dan Dia segera naik ke atas tempat tidur. Namun sebelum Dia melakukan meditasi, Dia Mengeluarkan semua hewan kontraknya. Setelah mendengar penjelasan yang di katakan Yulia, mereka segera mengikuti apa yang di lakukan Yulia. Saat hari berganti malam, pelayan tadi siang telah datang untuk memberitahukan kalau Ryu telah menunggu kedatangan Yulia di meja makan. Dengan tenang Yulia dan kawan- kawan keluar dan berjalan kemeja makan. Ternyata Ryu telah Ada di sana. sedang kan kedua orang Tua tadi telah kembali ke dapur. Setelah selesai makan, Ryu mengajak Yulia ke Suatu tempat. Karena ini di Tempat Sekte Naga, Yulia meminta hewan kontrak yang lain kembali ke ruang Dimensi . Ternyata Dia di bawa Ryu ke belakang istana Sunyi . Sampai do sana ternyata tempat itu tertutup Kabut. Walaupun sudah memegang mutiara cahaya . Karena Kabut terlalu tebal, maka malam semakin gelap. tapi akhirnya Ryu Berkata Kalau ternyata Kabut tersebut merupakan pengalihan Aray yang di pasang Ryu. Dengan pelan Ryu mengibaskan Lengan bajunya. secara perlahan, Kabut pun menghilang. Dan ternyata di balik Kabut Ada sebuah Kebun tanaman obat.


"Kak... Ini Kebun obatmu...?" Seru Yulia kagum . betapa tidak dapat di percaya. Kebun milik Ryu penuh dengan tanaman obat langkah. Dan Ada beberapa yang Yulia tahu tidak Ada di kebun obat koleksinya.


"'Benar..kenapa.?apakah Kau ingin mindahkan Kebun ini ke dalam Ruang Dimensi..?" Kata Ryu.


"Aku Tidak serakah Kak... Mana mungkin kebun tanaman obat yang Kau miliki akan aku ambil...Kalau boleh sich...aku mau meminta bibir tanaman yang aku tidak punya he he..." Ucap Yulia tau diri sambil terkekeh malu .


"Kenapa tidak...?bukankah aku juga akan selalu tinggal di ruang Dimensi dan tak akan ada di sini..." Ucap Ryu.


Mendengar ucapan Ryu mata Yulia membola dengan kerlip kebahagiaan di mata indahnya. .


"Kak... beneran semua ini Kau berikan padaku Kau tidak sedang bercanda kan...!" Seru Yulia tak percaya.


" Apakah kakak sedang Bercanda .." Ucap Ryu Lembut.


Mendengar ucapan Ryu tampa sadar Yulia langsung memeluk Ryu sambil berkata.


"Trimakasih kak...!" Seru nya bahagia.


Melihat tingkah Yulia, Ryu tertawa.


"Kenapa harus berterimakasih . Bukankah aku juga tinggal di sana..." ucap Ryu.


"Tapi aku haris berterimakasih padamu..."


ucap Yulia sambil melepas pelukannya . Ryu hanya tersenyum dan mengusap kepala Yulia . Lalu Yulia kembali menatap dan Berjalan mendekati Beberapa tanaman yang memang sangat langkah. Namun tiba- tiba dia tersentak kaget . Beberapa saat , Yulia baru menyadari sesuatu.


"Kak...bukankah tadi saat kita kemari hari sudah malam dan gelap. Kita saja kemari dengan menggunakan Mutiara cahaya. Lalu kenapa saat kita masuk kemari ,hari Menjadi terang.." Tanya Yulia bingung.

__ADS_1


"Karena di tempat ini. Tempat khusus milikku . di sini tidak Ada malam hari. Tempat ini akan selalu terang bagai siang hari..." ucap Ryu sambil mendekati Yulia .


" Ya Ampun ...jadi begitu.. Benar Katamu kak.. Walaupun seperti siang hari, tapi cahaya di sini tidak panas. Maksudku terang nya bukan Karena cahaya matahari. " ucap Yulia sambil melihat sekelilingnya.


" Ya sudahlah...aku akan memilih tanaman yang akan ku pindahkan ke ruang Dimensiku. tapi apakah ini yang akan kakak tunjukkan padaku....?" Kata Yulia.


"'Bukan...Ayo ikut aku.." Ajak Ryu .


"Kemana ...?" tanya Yulia heran .


"Ikut Saja...." ucap Ryu sambil menggandeng tangan Yulia melintasi kebun tanaman obat.


Yulia mengikuti langkah Ryu sambil melihat kebun Tanaman obat Milik Ryu yang membuat Yulia berdecak kagum .


Namun Tiba- tiba Yulia melihat cahaya merah di tengah Kebun obat itu. Dan saat mereka semakin dekat. Yulia bisa melihat Ada Beberapa bunga berwarna merah terang seperti bara api. Bunga itu sebesar kepalan tangan orang Dewasa. Semakin dekat, bentuk bunga itu semakin Nyata. bunga itu berbentuk seperti terompet . warnanya merah terang bagai bara api. dan daunnya berwarna hitam.


Ada Beberapa bunga di sana. walaupun terlihat cantik. numun terlihat Sedikit menakutkan.


"Kak bunga Apa ini...?" tanya Yulia sambil menatap bunga di depannya.


"Namun tiba- tiba terdengar suara genit berseru dengan gembira.


"Tuan....aku ingin keluar...." seru bunga pemangsa.


"Hey..Ada apa...?" tanya Yulia.


"Dia mengenal bunga ini Lia'er...bunga ini yang di makan bunga neraka..." ucap Ryu.


"Bunga neraka...? apakah bunga ini berasal Dari Neraka...?" tanya Yulia heran. Dia Mengeluarkan Bunga pemangsa dari dalam Ruang Dimensi .


"Bukan Karena dia berasal dari Neraka. tapi bunga ini sangat beracun. Siapapun yang memegang Bunga ini. jangankan sampai memakan bunganya ,hanya tersentuh bunga ini saja, manusia bisa mati. bayangkan saja kalau kita sampai memakannya..." ucap Ryu.


"Tapi Dia sahabatku... Dan Kau tuanku... Racun nya tak akan bermasalah Padamu.." ucap Bunga pemangsa yang di beri nama


Lilian oleh Yulia.


"Benarkah...? kalau begitu aku memegang bunga ini tidak masalah kan...?" tanya Yulia.


"Tidak...tuanku tidak akan apa- apa ,coba saja" kata Lilian.


Yulia mendekat dan memegang bunga yang paling besar. namun saat Yulia memegang kelopak bunga , terdengar suara berseru .


"Aauuu...." seru mengadu.


"Ha ha ha....kenapa Kau teriak... jangan bersembunyi lagi, Ayo cepat keluar...!" seru Lilian sambil tertawa.


"Baik- baik...Aku akan keluar... " seruan itu terdengar kesakitan . dan tak lama terlihat seorang anak kecil dengan memakai baju merah Menyala terlihat sedang memegang telinga nya Karena sang telinga di pegang Yulia.


"Aauuu...lepas kan, ini...ini sakit...!" Seru anak Kecil yang terlihat imut .


"Ha ha ha Kau kesakitan.... Racun mu tidak akan mempan padanya. Karena dia tuanku.." ucap Lilian sambil tertawa.


"Dasar Kau teman penghianat pasti Kau tadi memberi tahu dia kalau di mana aku berada.." ucap anak Kecil itu marah .


"Tanpa Lilian memberi tahu, aku juga tahu do mana Kau berada..." ucap Yulia tenang . Dia melepaskan cubitan di telinga anak kecil itu.


"Tidak mungkin...pasti Kau Bohong...!" seru nya marah.


"Kau fikit aku bodoh dan tak bisa melihat keberadaanmu...?" ucap Yulia kesal sambil ingin mencubit anak kecil itu. .


"Tunggu...jangan Kau cubit lagi...baik- bail aku percaya Padamu. lalu apa yang akan Kau lakukan padaku...?" serunya terlihat agak marah.


"Kau pindah ke ruang Dimensi ...aku pindahkan atau Kau pindah sendiri..." ucap Yulia.


"Mana bisa...aku sudah berada di sini beberapa ratus tahun . mana mungkin kami pindah..." ucapnya menolak.


"Kau boleh memilih , Kau pergi sendiri atau aku yang akan memindahkan dirimu..." ucap Yulia dingin


"Baik- baik aku akan pergi sendiri..." ucapnya ketakutan.


"Bagus...jadi aku tidak repot memaksa mu.." ucap Yulia dingin.


"Lilian bawa dia..." seru Yulia.


"Baik tuan..." ucap Yulia.


anak kecil itu terlihat mulai mencabut dengan lembut. Beberapa bunga yang sejenis dengannya . Sedang kan Ryu yang melihat Interaksi Yulia dengan kedua tanaman beracun itu terlihat Hanya bisa tersenyum bangga .


Dia semakin bangga pada Yulia. andaikan semua manusia berfikir dan berbudi baik seperti Yulia, maka Alam Dunia ini tidak akan mengalami Bencana .


Setelah memaksa bunga Neraka pindah sendiri kedalam Ruang Dimensi bersama Lilian dan Dolly. Yulia segera memilih tanaman yang akan Dia pindahkam ke ruang Dimensi. Saat Ryu bertanya kenapa tidak di bawa semua. Yulia berkata akan menyisahkan tanaman yang sudah banyak di Ruang Dimensi nya . Namun setelah di pindah, Ternyata hampir semua masuk ke ruang Dimensi ,🤭🤭.


Maaf sekian dulu ya...aku lanjut besok lagi.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan Komennya aku tunggu .


Bersambung .


__ADS_2