
"Dan ingat...jangan lemah dan takut pada orang lain. agar kalian tidak di tindas lagi oleh siapapun . Harga diri kita adalah kekuatan yang haris delaku kita jaga. Jangan sampai harga diri trinjak oleh manusia sombong seperti mereka. Tunjukkan pada mereka kalau kita kuat . jadikan Pelajaran di perguruan Bayu sebagai pemicu semangat kalian berdua..." nasehat Yulia.
"Itu Pasti... kami tidak ingin lagi Menjadi bulan- bulanan kejahatan orang lain..kami akan kuat seperti yang Kau harapan... ."ucap Yu Lan.
"Tunggu...jangan perubahan kalian Karena aku..tapi Karena diri kalian sendiri, demi Kebaikan diri kaluan... Jika kalian berubah karena orang lain, saat kau kecewa pada orang itu, kaluan akan jatuh..ingat itu..." ucap Yulua dengan tegas.
"Benar katamu Yulia... Kami akan berubah karena kami ingin...trimakasih... Terimakasih atas semua nasehatmu..." ucap Linlin .
"Sama - sama...aku hanya ingin kalian berkepribadian lebih kuat, Tidak mudah jatuh Karena perbuatan orang lain...ya sudah , Ayo sekarang kita Istirahat. besok kita berangkat pagi sekali..." Ajak Yulia.
Akhirnya mereka naik keatas tempat tidur dan tidur dengan tenang .
Ke esokan harinya seperti biasa Yulia pergi keruang Dimensi untuk mandi dan berganti Baju.
"Yuyu...Aku tidak mau tinggal di Kerajaan ini. Aku tidak ingin berpisah dengan mu...?" Ucap Heizi yang sudah berada di pundak Yulia saat Yulia sudah rapi dan Ingin keluar dari Ruang Dimensi.
"Maksudmu...?" Tanya Yulia tak mengerti.
"Kau tinggal di sini fan ikut pemilihan murid baru Karena ucapanku kan...?" Ucap Heizi.
"Ucapanmu...? Ucapan yang mana...?" Tanya Yulia sambil memiringkan wajahnya menatap burung kuning Kemarahan di pundaknya. Walaupun agak sulit. 'Aku berkata kalau perasaanku agak femiliar dengan Tempat ini. Aku merasakan keakraban di sini , tapi Yuyu... Semua perasaan ini tidak akan pernah aku tukar dengan hidup jauh dengan mu. Apapun yang terjadi aku akan tetap bersama mu. Kau ibuku. Kakakku. Saudaraku dan juga sahabat ku. Walaupun Kau tuan bagiku. Tapi Kau menganggapku bagian dari hidup mu. Aku tak akan pernah mau menjauh darimu, aku tak ingin berpisah dengan mu. Walaupun itu Hanya sebentar saja..." Ucap Heizi dengan nada Yakin dan air mata menetes dari mata kecilnya .mendengar ucapan Heizi, Yulia tersenyum.
"Aku tahu...Apapun yang terjadi , Kau itu merupakan bagian dari hidupku . kadi jangan berfikir yang bukan- bukan...Aku Hanya ingin tahu Siapa dirimu, dan dimana keluaragamu. Lalu kenapa Kau sampai berada di goa tempat Ryu menyimpan senjata cambuk petir Tanpa di ketahui Ryu. Kita tahu kan Ryu Siapa dan kekuatan nya bagaimana . orang yang memiliki ilmu bagaimana yang mampu membuat Ryu tidak menyadari kedatangannya. Dan ada telur burung Phoenix di dekat benda yang dia jaga .Kalau Bukan orang yang berilmu tinggi, pasti dia memiliki ilmu menghilang . Kau tahu maksudku kan..?" Ucap Yulia lembut.
"Benarkah...?Jadi kau tidak Berniat ingin meninggalkan aku di sini walaupun Kau sudah tahu Siapa aku...? Aku akan tetap bersama dirimu walaupun Kau tahu aku rakyat Kerajaan ini...?" Ucap Heizi gembira.
"Tentu Saja ...tapi maaf..Aku tidak bisa tinggal di sini, kau harus ikut aku..." ucap Yulia .
"Tentu saja...aku juga tidak ingin tinggal di sini..." ucap Heizi .
"Ya sudah aku pergi dulu. Ingat jangan keluar dulu. Kita belum tahu keadaan kota ini. Teman dan lawan belum kita ketahui. aku takut malah Kau musuh yang di Cari mereka. Ucap Yulia .
"Iya...aku akan tetap di sini .." Ucap Heizi sambil terbang dari pundak Yulia. Yulia pun segera keluar dari ruang Dimensi bersama Ryu dan Zizu serta Wangli . Untunglah saat Yulia berada di kamar kembali tidak berbarengan dengan Linlin yang akan masuk kedalam ruangan, saat Yulia Bari saja duduk di atas panjang , tiba- tiba Linlin Membuka pintu kamar. Melihat Yulia berada di atas ranjang, Linlin berseru.
"Yulia... Kau dari Mana... ? Kami berdua mencari mu..' Ucap Linlin sambil mendekat .
"Maaf aku hanya ingin melihat keadaan di sini.." Ucap Yulia sambil memberikan empat buah apel pada Linlin.
"Bagi untuk kalian berdua..." Ucap Yulia . Dia lalu memakan bagian dia sendiri .
"Hey...Kau mencari buah lagi..?" Seru Linlin.
'Kebetulan aku keluar, jadi sekalian saja aku mencari makanan ..." Ucap Yulia di sela memakan apel milik nya.
"Yulia... Di mana Kau Cari apel ini...Sebab saat kemarin aku habis makan apel darimu ini , Kau tahu...Aku merasakan Aliran hangat masuk ke dalam tubuhku . Yu Lan juga merasakan nya...Jadi bagaimana kalau kita mencari buah ini dan kita bawa ke kota..." Ucap Linlin . Tentu Saja ucapan Linlin membuat Yulia kaget .
"aku sudah membawa Beberapa buah. Tapi kita tidak bisa membawa banyak, soalnya buah - buahan itu cepat rusak kalau do simpan..." Bohong Yulia.
"Benarkah...?apa Kau sudah mencoba nya..?" Ucap Linlin.
"Sudah... Aku kemarin menyimpan tiga agar bisa kita makan sore hari. Tapi buah itu ternyata sudah busuk ketika akan aku keluarkan Dari Cincin Ruang Ku.." Ucap Yulia meyakinkan..
" Aa...sayang sekali...Andai bisa kita Simpan. Pasti kita akan beruntung sekali..." Ucap Linlin. Untung lah Yu Lan masuk hingga menghentikan membahas soal buah. Sedangkan Ryu dam Zizu yang melingkar di leher dan Lengan Yulia hanya bisa tertawa di dalam hati mereka mendengar Yulia meyakinkan kebohongan nya.
"Kau mulai pandai berbohong Lia'er..." ucap Ryu di dalam fikirannya Yulia.
"He he he terpaksa kak... " jawab Yulia. Setelah itu mereka mulai keluar dari dalam kamar. Sambil memakan apel yang tinggal satu, ketiga nya keluar dari dalam kamar mereka bersama Beberapa orang yang baru keluar dari kamar mereka . tanpa sengaja mereka melihat murid perguruan Bayu sedang Berbicara . mereka sepertinya akan Kembali ke perguruan .
"Lia'er...gadis sombong itu Ada di sana.. apakah Kau tidak memberi hadiah padanya...?" Hanya Ryu.
"Tenang Saja kak... Aku akan memberikan hadiah pada Dia kalau dia masih mengusik kita. Tapi jika dia masih mencari masalah, jangan salah kan Yulia jika bertindak .." Ucap Yulia dengan tenang.
Namun ternyata kesialan Ada pada gadis itu. Saat dia melihat ketiga orang yang dia benci sedang berjalan dengan tenang sambil memakan sesuatu, membuat dia sangat marah. Mereka yang belum makan apapun sejak tadi malam Karena bekal mereka telah habis kemarin, membuat dia merasa marah saat mereka melihat ketiga orang yang dia benci makan dengan tenang. Apalagi setelah mereka dekat, dia bisa melihat kalau benda yang mereka makan merupakan buah kesayangannya.
"Brengsek...dari mana mereka mendapatkan buah apel itu... Bukankah mereka berdua tidak membawa bekal Sama sekali...apakah wanita gila itu yang membawa..." Ucap gadis yang bernama Mai Can tersebut. Dan saat Yulia dan rekannya melewati tempat itu, dia berseru.
"Cih dasar wanita brengsek...kalian wanita yang tidak tahu diri... Aku yakin kalian. telah mencuri , kenapa orang - orang seperti kalian bisa menjadi murid perguruan Surya ini. Seorang pencuri tidak pantas Menjadi murid perguruan Surya.." Ucapnya lantang .
__ADS_1
Tentu saja seruan gadis itu membuat mereka jadi pusat perhatian murid lainnya. Mereka akhirnya Menjadi tontonan gratis Para murid yang akan pergi ke lapangan dan para murid yang akan pulang dan keluar dari tempat itu. Seketika Yulia dan kedua temannya berhenti.
"Apa maksudmu Nona Mai Can...jangan sembarangan menuduh..." Seru Linlin marah.
"Memang kalian pencuri...kenapa aku tidak boleh mengatakan itu..." Ucapnya dengan menatap mereka bertiga dengan tatapan sinis dan menghina.
" Kau menyebut kami pencuri lalu apa bukti yang Kau dapatkan Kalau kami seorang penciri...?" Kata Yu Lan sambil menatap Mai Can dengan tatapan kesal dan marah. Sebab mereka telah menjadi tontonan murid yang lain.
"Masih mau mengelak...lihat di tangan kalian.. Di sini mana Ada buah apel seperti yang kalian makan . pasti kalian mencuri dari tempat para guru..Iya kan...? Ngaku saja..." Ucapnya dengan tatapan jijik menatap pada Yulia dam kedua teman barunya . mendengar ucapan itu , Yu Lan dan Linlin sangat marah mendengar tuduhan yang di tunjukkan pada mereka bertiga .
" Apel ini pemberian Nona Yulia. Dan dia tidak mencuri..." Ucap Linlin.
"Lalu dari Mana Kau dapatkan buah itu kalau Bukan mencuri..." Ucapnya dengan ejekan di wajahnya.
"Aku membawa buah itu , apakah aku salah...? atau Kau iri Karena kau ingin kan....?" Ucap Yulia dengan tenang.
"Mana mungkin... Buah itu masih Segar, mana Ada buah yang di disimpan akan tetap sesegar itu hingga berhati- hari..." Ucapnya dengan sinis.
"Tentu saja masih Segar kalau kita memiliki Cincin ruang Kusus..." ucap Yulia dingin . Seketika hadis itu terdiam, terlihat wajahnya memerah. Tapi dasar dia beritak bebal. Dia tak ingin di permalukan. jadi dia tetap menuduh.
"Kau jangan banyak Alasan, Kau mengelak Karena Kau ketahuan . Kalau sudah pencuri ya tetap saja pencuri..." ucapnya dengan wajah menyebalkan .
"Dasar otak bebal...Kalau memang aku mencuri buah itu, lalu aku bisa mencuri di mana... Apakah di sini Ada pasar atau toko buah yang bisa aku ciri..." Ucap Yulia dengan wajah tenang.
"Dasar pencuri... Tentu saja tidak Ada, tapi aku yakin Kau mencuri buah itu di ruang Guru...benar kan...?" Ucap Mai Can dengan wajah yakin.
"Benarkah... ? Lalu guru yang mana yang kamar nya bisa aku masuki...?" Tanya Yulia sambil tertawa .
"Jangan sok polos Kau... Yang tahu kamar guru mana yang Kau masuki, Tentu saja Kau sendiri yang tahu..." Teriak Mai Can dengan wajah menghina . Dam semua murid membenarkan ucapan Mai Can . Dan kebetulan di tempat itu Ada salah satu murid senior yang Ada di sana. Dia segera pergi ke tempat guru pengawas . dan dia melaporkan apa Yang Terjadi di tempat murid baru . Kebetan sekali saat dia melapor, kepala Sekolah atau Dekan Perguruan sedang lewat. Dan saat beliau mendengarkan apa yang di laporan anak itu. Akhirnya Dekan memutuskan untuk datang ke tempat kejadian. Dan saat mereka sampai di sana, terlihat pertengkaran masih berlangsung dan Dekan melihat kalau ternyata gadis Yulia yang sedang di tuduh sebagai pencuri. Dekan Merasa sangat marah. Karena dia yakin kalau Yulia tidak bersalah. Namun saat Dekan melihat gadis itu menghadapi dengan wajah tenang. Dia menjadi tenang juga .
Dan saat mereka para murid baru melihat kedatangan guru dan Dekan perguruan, Mereka jadi Khawatir akan keadaan Yulia . Mereka yakin Yulia pasti akan mendapat kan sangsi . malah mungkin di keluarkan dari perguruan. Namun tidak bagi Mai Can dia merasa perbuatannya akan membuat ketiga orang itu di keluarkan dari perguruan . Karena itu , Dia semakin agresif dalam menuduh Yulia .
"Ada apa ini....?" Tanya guru pengawas sambil mendekat bersama Dekan .
"Guru...Ada seseorang yang berani mencuri di tempat ini...!" Seru Mai Can dengan nyaring.
"Ini guru...wanita ini telah mencuti..." Seru Mai Can dengan yakin.
"Dia mencuti...? Bukankah Ini Nona Yulia...? Apa yang dia curi...?" Tanya guru pengawas dengan wajah heran .
"Dia telah mencari buah - buahan Guru. Dan aku yakin kalau benda itu dia curi dari tempat guru...!" ucap Mai Can dengan penuh kemenangan.
"Buah- buahan...? Tapi di tempat kami tidak Ada buah- buahan...Siapa yang bilang kalau tempat kami memiliki buah" Ucap guru pengawas dengan wajah semakin heran. Mendengar ucapan guru pengawas seketika Mai Can terdiam.
"Apa maksudmu dengan murid Yulia mencuri buah di tempat kami..? Siapa yang bilang di tempat kami Ada buahnya.. ?" Tanya Dekan dengan wajah terlihat marah. Kini Dekan semakin yakin kalau semua itu wanita ini ingin memfitnah Yulia.
"Di...dia tadi makan buah Segar guru... Ka..Karena di sini tidak Ada buah -buahan aku menyangka dia pasti mengambil buah itu dari tempat guru..." Ucap Mai Can dengan gemetar .
"Dan Kau memfitnah Murid Yulia mencuri...?" Tanya Dekan lagi. terlihat Mai Can tertunduk takut dan malu .
"Begini guru...saat itu kami bertiga sedang makan buah apel yang aku bawa Dari rumah , Dan Saat Dia tahu kami sedang makan , dia langsung menuduhku mencuri buah itu di tempat guru . Dia berkata mana mungkin buah yang di simpan di Cincin ruang akan tahan lama. Guru bisa mencoba nya..." Yulia mengambil lagi dua buah apel merah Dari dalam Cincin Ruangnya. Lalu mrmberikan pada Guru pengawas dan Kepala Sekolah. Buah Apel warna merah itu, terlihat sangat Segar . hingga membuat orang ingin juga memakannya. Melihat itu, guru dan Kepala Sekolah segera mengambil buah Dari tangan Yulia dan langsung memakannya . Dan saat merasakan apel yang terasa manis dan segat itu , tiba- tiba kedua guru merasakan Aliran hangat dari lambung langsung menyebar keseluruh tubuh mereka. Aliran hangat itu mengandung Qi yang sangat baik buat seorang kultivator. Dengan memakan buah ini , seseorang seperti meminum ramuan penyerap Qi level dua. Kedua guru segera diam memejamkan mata mereka, untuk menyerap Qi yang baru masuk ketubuh mereka. Tak berapa lama, Dekan membuka Matanya.
"Nona Yulia..Dari mana Kau mendapat kan buah ini...boleh aku meminta lagi..." Tanya Dekan dengan Wajah gembira. Dia tak akan merasa malu meminta lagi pada gadis ini. Karena dia merasakan pemyakit dingin di dalam tubuhnya Sedikit terpengaruh oleh kehangatan buah itu.
" Murid membawa Dari rumah guru... Kalau guru berkenan, masih Ada satu di Cincin ruangku..." Ucap Yulia.
"Boleh aku meminta nya..?" Ucap Dekan tanpa malu.
"Boleh guru." jawab Yulia yang langsung mengambil buah dan memberikan pada Dekan .
" Trimakasih Yulia..." Ucap Dekan.
"Aku juga mengucapkan Trimakasih Karena Kau juga memberikan buah itu padaku murid Yulia..." Ucap Guru pengawas.
Dia tahu kalau keistimewaan buah itu tidak sembarang orang yang bisa merasakannya
"Dari mana anak Ini mendapatkan buah sebaik ini... aku yakin bahwa hanya orang terdekat Dia yang bisa merasakan buah ini.." Ucapnya dalam hati.
__ADS_1
"Sama-sama guru...Lalu apakah murid akan di hukum Karena tuduhan yang tak berdasar..." Ucap Yulia sambil menatap pada Mai Can yang terlihat mulai ketakutan.
"Siapa gadis sombong ini...dari mana dia..?" Ucap Dekan Marah. Dia menatap Mai Can dengan tatapan dingin.
"Dia Putri kepala Sekolah perguruan Bayu Guru..." Ucap Linlin yang berdiri di sebelah Yulia.
"Putri seorang penguasa Perguruan..? Bagaimana seorang kepala Sekolah bisa memiliki Putri seperti ini... Kau masih Muda tapi sudah memiliki sifat tidak terpuji sombong , arogan dan berani memfitnah orang . apakah Kau merasa sombong Karena Kau putri Dari seorang kepala Sekolah..? Ternyata kepala Sekolah Bayu memiliki putri yang berfikiran jahat. Dengan kejadian seperti ini..apakah aku harus meluluskan murid dari perguruan Bayu...Murid Yulia..Kau yang di rugikan. lalu apa yang harus Guru lakukan...? apakah aku harus membatalkan murid yang sudah terpilih...." ucap Dekan dengan wajah terlihat marah. Mendengar ucapan Dekan, Kedua murid yang telah terpilih terlihat berwajah pucat . Mereka ketakutan mendengar ucapan Dekan . Semua murid perguruan Bayu cemas menatap Yulia. Terutama kedua orang yang sudah di terima.
Yulia menatap mereka yang terlihat ketakutan. Hatinya mana mungkin tega para mereka yang tak bersalah . walaupun kemarin sempat beradu mulut .
"Maaf guru... Murid fikir para murid Perguruan Bayu tidak Ada sangkut pautnya dengan nona putri Kepala Sekolah mereka. Gadis itu memang arogan , Sombong dan Semena- mena.. Kedua tamanku ini Sebenarnya juga Korban dari gadis itu. Dia mengusir kedua murid yang di pilih oleh Ayahnya untuk mengikuti ujian penerimaan murid baru perguruan Surya ini, Tapi dengan teganya dia mengusir mereka. hanya Karena dua teman dekarnya tidak terpilih . Bukannya dia marah pada sang Ayah . Tapi Dia Mengusir mereka berdua tanpa bergikir keselamatan dua gadis yang ditinggalkan di tengah hutan . Karena itu murid memohon, biarkan mereka tetap meneruskan menjadi murid perguruan Surya...." Ucap Yulia membela kedua murid yang telah terpilih . Mendengar ucapan Yulia, Semua orang tertegun . Tampa sadar mereka menatap Pada Mai Can dengan tatapan Sinis dan jijik .
"Ternyata kau wanita berhati hitam ... Bagaimana seorang gadis memiliki watak Seperti mu..." ucap Dekan.
Tak berapa lama Dekan menatap Yulia sambil tersenyum. Kemarahan yang dia rasakan tadi, seketika hilang. Dia merasa bangga memiliki murid yang baik hati seperti Yulia.
"Baiklah Karena Kau yang teraniaya tapi Kau yang meminta mereka tetap Belajar di perguruan Surya, aku akan mengabulkannya. Lalu hukuman apa yang pantas dia dapatkan..." Ucap Dekan.
"Kita serahkan pada jukuman takdir..Dia nanti akan merasakan sendiri apa yang telah dia perbuat guru... Dia menanam, dia akan menuai hasil nya . Biar Dewa yang menghukum dia..." Ucap Yulia.
"Baiklah kalau itu maumu..ayo sekarang kita berangkat.. Dan Kau anak Muda...jangan berbangga Karena Kau lepas dari hukuman kami, tapi lihat saja nanti apa yang di katakan Yulia , Kau akan merasakan hukuman itu sendiri...." Ucap Dekan.
Dan tanpa setahu siapapun Selain mahluk kontraknya , Yulia telah menaburkan bubur racun gatal yang akan menyiksa gadis itu. Namun bubuk itu tidak sampai membunuh wanita itu. Jika Nanti Ayahnya tahu, pasti dia akan meminta Yulia untuk menyembuhkan Sang Putri. Kedua murid yang selamat dari pemecatan, tidak di keluarkan dari perguruan Surya, meminta maaf dan mengucapkan trimakasih pada Yulia .
"Tidak masalah... Karena ini bukan salah kalian. Dan kita juga teman.." Ucap Yulia.
"Trimakasih teman...kami akan selalu mengingat ini..." ucap mereka sambil menatap Yulia haru dan bersyukur .
Akhirnya para murid baru , murid senior dan juga para guru , segera berangkat ke istana Dengan menggunakan kapal angkasa. Sedangkan bagi mereka yang tidak terpilih segera kembali ke perguruan atau Keluarga mereka . Kapal yang di tumpangi Murid baru perguruan Surya mulai meninggalkan pehunungan, begitu juga para murid yang gagal, mereka juga mulai meninggalkan tempat itu.
Namun Saat mereka semua sudah pergi, serombongan pria tampan berbaju putih mendatangi camp Perguruan Surya yang baru di tinggalkan .
"Yang Mulia...apakah benar ini tempatnya..." Ucap Pria Muda di sebelah Pria tampan dengan Mahkota kecil di kepala nya.
"Aku merasakan keberadaan dia di sini...?" Ucap Pria tampan itu. Pria itu benar- benar tampan. Mungkin ketampanan ya hanya bisa bersaing dengan ketampanan Kaisar Kim dan Ryu . hanya bedanya, Kaisar Kim dingin anggun dan berwibawa. Sedang kan Pria ini sabar lembut dan ber Wibawa. (Author juga bingung jika harus memilih. 🤭🤭) .
"Kak... Mungkin Kau salah tempat... Ini sepertinya Baru saja di tinggalankan , tapi banyak tapak kaki yang membekas. Aku fikir di Sini seperti baru saja Ada pemilihan murid baru. Mana mungkin Dia datang kemari...?" Ucap pria tampan yang lain.
" Kalau begitu dia sekarang Ada di sekitar Kerajaan ini..." Ucap si Pria tampan.
"Apakah kita harus mencari di Kerajaan ini kak..?" Ucap pria yang lain.
"Adik ketika memang benar...mungkin kita akan mencari di Kerajaan ini..." Ucap si tampan.
" Lalu apa yang harus hamba lakukan yang Mulia..." Ucap Pria di belakang si Pria tampan .
"Ini Kerajaan Apa..?" Ucapnya pelan.
"Kalau tidak salah, ini Kerajaan Phoenix yang Mulia..." Jawab sang Pengawal.
"Kerajaan Phoenix...? Tempat Paman Ang Suyan..?Jadi ini Kerajaan Paman Ang...kalau begitu kita akan datang berkunjung. Dan kita bisa mencari gadis itu.." Ucap sang Pria tampan.
"Bagaiaman kalau dia tidak Ada di sini...?" tanya sang adik .
"Aku sangat yakin dia Ada di sini...?" ucap Si Pria tampan .
"Kalau Begitu, Ayo kita pergi ke Kerajaan Paman Ang Suyan ..." ucap adik ketika . Merekapun segera pergi dari tempat itu. mereka Terbang menuju Kota Kerajaan Phoenix .
Begitu juga dengan kapal yang di tumoangi Murid baru perguruan Surya. dengan tenang mereka pergi menuju Perguruan Surya yang berdiri tidak jauh dado Kerajaan Phoenix.
Udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.
Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu .
Maaf jika masih Ada typo. 🙏🙏
Bersambung.
__ADS_1