YULIA

YULIA
MERAWAT KAISAR KIM .


__ADS_3

"Anda bisa membersihkan darah di tubuh dan wajah Tuan anda, lalu memakaikan bajunya kembali . dan ini ada selimut yang bisa anda pakaiankan untuk menutup tubuhnya dari hawa dingin ..." ucap Yulia sambil memberikan kain Selimut pada Paman Tan.


"Trimakasih nyonya... " ucap Paman Tan.


"Sama- sama...." jawab Yulia dan langsung keluar .


Setelah kepergian Yulia , Paman Tan dan Pengawal Rong Han juga sekaligus keponakannya . segera membersihkan tubuh Kaisar Kim, serta mengganti baju sang Kaisar. untung saja Paman Kim selalu membawakan baju ganti untuk Sang Junjungan . Setelah selesai Dia menyelimuti tubuh sang Kaisar dengan selimut yang di berikan Siyue padanya.


"Yang Mulia ini selimut pemberian wanita yang anda cintai..." gimana pelan.


Mendengar ucapan sang Paman, Pengawal Rong Han kaget.


"Paman...apa Dia Ratu Yulia...?" ucap Rong Han dengan wajah tak percaya.


"Apakah kau melupakan wajah Ratu Tanlua tang cantik itu...?" ucap Paman Tan kesal.


"Aku tidak memperhatikan dengan jelas..." ucap Pengawal Rong Han.


"Kalau begitu kau lihat lebih jelas besok pagi..." ucap sang Paman kesal. Setelah itu Paman Tan berdiri dan menatap Kasar Kim yang terlihat tidur dengan tenang.


Dia melihat wajah Kaisar Kim tidak sepucat tadi. biasanya Kaisar tidak akan bisa tidur lagi. biasanya dia akan terbangun dan berseru kesakitan dan kembali pingsan. dan kejadian itu akan berlangsung sampai keesokan harinya . Dan di bukan- bukqn belajangan ini, Rasq salit itu samoai hampir dua hari. Tapi sekarang ini Paman Tan bisa melihat wajah tenang Kaisar Kim saat tertidur . Setelah puas mebatap Kaisar Kim, Paman Tan dan Rong Han segera keluar . Ketika sampai di luar tenda, mereka berdua melihat Yulia sedang membakar seekor burung pegar di atas perapian yang tadi di buat Rong Han . dan di sebelahnya terlihat bertumpuk tulang , mungkin tulang burung pegar . .


Mereka segera mendekat dan duduk di dekat perapian . Yulia mengulurkan burung pegar yang sudah dia bakar.


"Makanlah...pasti kalian sudah lapar..." ucap Yulia sambil mengulurkan burung pegar yang telah dia panggang.


"Tidak usah Nyonya...kami tidak lapar..." ucap mereka. namun ternyata perut mereka tidak bisa diajak kompromi.


Kruuk...


kruuuk...


Suara itu terdengar dari perut pengawal Rong Han. terlihat Pengawal Rong Han tertunduk malu.


"Sudah...jangan malu.. aku dan kedua putraku sudah makan banyak..." ucap Yulia sambil menahan senyumannya . Dengan terpaksa mereka menerima burung panggang Yulia . Namun mereka baru sadar, kalau si kembar tidak berada di sekitar mereka .


"Lalu di mana kedua putra anda...?" tanya Paman Tan.


"Ituu...." ucap Yulia sambil menunjuk ke atas pohon. dan mereka melihat kedua anak itu sedang tidur dengan tenang di cabang besar pohon di atas mereka. mereka terkejut melihat kejadian itu.


"Nyonya...apa mereka tidak jatuh...?" tanya Paman Tan.


"Tidak...mereka sudah biasa..." kata Yulia lembut.


" Sudah biasa..? Maksud nyonya...?" tanya Paman Tan lagi.


"Sudah biasa tidur di atas pohon...kami sering masuk ke hutan Kematian ini. Tempat ini seperti tempat bermain mereka...?" ucap Yulia .


"Haaa...." ucap mereka bersamaan.


"Jangan kaget... Aku mengatakan itu karena hutam kematian dekat tempat tinggal kami.." ucap Yulia lagi . Mendengar itu, mereka berdua kaget .


"Tempat tinggal nyonya dekat hutan ini...? Maksud anda kota di bawah hutan Salm...?" tanya Pengawal Rong Han.


"Hutan Salm...di mana itu...? Ah...aku tahu..hutan di belik hutan Kematian Kan...?" kata Yulia sambil tertawa .


"Benar nyonya... Apa nyonya tinggal di sana...?" tanya Paman Tan.


"Aah...bukan...kami tidak tinggal di sana, tapi di pinggir hutan Kematian, tepatnya Tanah tak bertuan..." ucap Yulia tenang.


"Apaaa...tanah tak bertuan...?" seru mereka bersamaan.


"Iya..memang kenapa...?" tanya Yulia . Dia tahu maksud mereka.


"Bukankah tempat itu tak berpenghuni..?" tanya Paman Tan lagi.


"Itu dulu tuan...tapi sekarang sudah menjadi sebuah desa..." jawab Yulia.


"Benarkah...?" ucap Pengawal Rong Han tak percaya.


"Benar...kapan- kapan kalian mampir saja kesana...ah iya..sebenarnya kalian kemari untuk apa..?" tanya Yulia.


"Kami kemari sedang mencari bunga panjang umur untuk mendapatkan buahnya.." ucap Paman Tan.


"Memang untuk apa kalian mencari buah itu...?" tanya Yulia. Mereka terdiam mendengar pertanyaan Yulia. Akhirnya Yulia berkata.


"Sudahlah kalau itu sangat rahasia buat kalian, aku akan melihat keadaan tuan kalian dulu sebelum aku tinggal tidur..." ucap Yulia.


"Silahkan nyonya.." ucap Paman Tan. Yulia segera masuk kedalam tenda. Namun Yulia kaget melihat keadaan Kaisar Kim . wajah Kaisar Kim terlihat sangat pucat. Malah terlihat agak kebiruan . Dan nafasnya memburu. Melihat keadaan Kaisar Kim, Yulia segera memanggil paman Tan .


"Tolong bantu saya untuk membuat tuan Anda duduk lotus. Sepertinya penyakit tuan Anda sangat serius...Kalau tidak segera di lakukan perawatan lagi, takutnya racun dingin menyerang jantung tuan Anda. Saya tahu siapa tuan Anda. Jadi tolong buat dia duduk lotus. ..." ucap Yulia dengan serius. Diabtidak menyangka kalau Darah racun yang keluar tadi , Malah memicu Racun bekerja lebih cepat . Walau Dia tahu kalau racun do tubuh Kaisar memang sangat parah, tapi Dia merasa bersalah telah menyepelekan Racun yang ada di tubuh Sang Kaisar .

__ADS_1


Dengan cepat Paman Tan dan Pengawal Rong Han mendudukkan Kaisar Kim. Sedang Yulia segera duduk lotus di belakan Kaisar Kim. Setelah kaisar duduk di depannya, Yulia menusuk sepuluh ujung jari tangan Kaisar Kim . Seyelah itu dia mukai fokus bersiap mengeluarkan tenaga dalamnya. Dan terlihat Yulia menaruh kedua telapak tangannya di punggung Kaisar Kim. Secara perlahan dia mulai menyalurkan tenaga dalamnya. Dia mengalirkan kekuatannya masuk kedalam tubuh Kaisar Kim . lalu mencari dan mendorong racun yang telah menyebar di seluruh tubuh Dan aliran darahnya. Untung saja belum sampai ke jantung. Perlahan dengan pasti dia mendorong racun menuju tangan lalu kejemari tangan Kaisar Kim They Yung. Terlihat wajah Yulia kembali mengeluarkan keringat banyak. Sekarang bukan hanya di muka, tetapi di seluruh tubuhnya. Melihat usaha pengobatan Yulia pada sang Kaisar, Paman Tan Dan Pengawal Rong Han merasa beruntung bertemu dengan wanita ini . Walaupun tujuan kedatangan mereka tidak mendapatkan hasil . Dan akhirnya terlihat kesepuluh jari tangan Kaisar mengeluarkan darah hitam. Bukan itu saja , Kaisar juga memuntahkan dua kalia darah hitam dari mulutnya. Setelah hampir satu jam merawat Kasar Kim, terlihat Yulia menyudahi pengobatannya setelah kaisar kim muntah sekali lagi . Yulia memberi Kaisar Kim , pil penawar racun dan pil kesehatan. Juga beberapa botol air jiwa.


" Yang Mulia sudah terlepas dari koma, Sekarang tolong bersihkan badan Yang Mulia. Sebenarnya, masih ada perawatan lain, tapi sekarang keadaan Kaisar tuan sudah tidak berbahaya lagi. Walaupun masih ada sedikit racun di tubuh Kaisar. Dan Karena sekarang sudah malam, maaf saya akan istirahat terlebih dahulu...selamat makam tuan Tan, selamat malam tuan Han..." ucap Yulia lalu sambil melangjah keluar dari tenda itu tanpa menunggu jawaban mereka berdua . Dia segera naik ke atas pohon dan tidur di cabang yqng berada bawah cabang temoat kedua putranya berada . Setelah lebih dulu menabur bubuk putih di sekitar tempat kedua putranya agar tidak di gangu oleh binatang. Barulah dia berbaring untuk istirahat. Sedangkan kedua pengawal kaisar bergantian menjaga kasar mereka. Namun tak urung mereka menatap kagum pada ketiga orang yang sedang tidur nyenyak di atas pohon.


Keesokan harinya Yulia bangun pagi sekali. Ternyata bukan hanya dia yang sudah bangun, tapi paman Tan yang bergantian menjaga Kasar Kim juga sudah bangun sejak tadi. Melihat Yulia yang turun dari pohon, Diapun menyapa dengan ramah.


"Selamat pagi Nyonya..." ucapnya ramah.


"Pagi tuan Tan... Gimana keadaan Yang Mulia..apakah beliau sudah sadar...?" ucap Yulia ramah.


"Belum Nyonya... Tadi malem beliau tidur dengan nyenyak... Trimakasih atas bantuannya..." ucapPaman Tan .


"Baiklah kalau begitu saya tinggal dulu tuan..." pamit Yulia.


"Silahkan nyonya..." ucap paman Tan.


Yulia segera mengambil peralatan masak di ruang Dimensi. Dan beberapa bahan makanan. Ryu yang sejak tadi malam telah tahu siapa yang mereka tolong, tanpa setahu paman Tan , membantu Yulia menangkap beberapa ayam hutan . melihat hasil tanggapan Ryu , Yulia berkata perlahan.


"Banyak sekali tangkapanmu Kak. .?" kata Yulia.


"Bukankah banyak yang akan makan...dan aku juga ingin makan masakanmu Lia'er..." ucap Ryu.


Akhirnya Yulia memasak makanan itu . dia juga membuat bubur untuk Kaisar Kim. Saat mencium harum masakan, kedua putranya terbangun. Mereka langsung melompat dengan ringan. Melihat tingkah mereka , paman Tan yang berada di luar tenda terkejut. apalagi melihat kekuatan mereka.


"Ya Dewa...ternyata mereka berdua telah berada di rana Hijau awal. Terang saja sang Bunda tenang dalam menjaga kedua putranya. Aa..aku tak bisa membayangkan betapa bahagianya Kaisar Kim nanti saat melihat ketiga orang yang telah menolongnya adalah orang yang dia cari..."Ucap paman Tan dalam hati.


Saat melihat Paman tan yang sedang berdiri, Wang Hao dan Wang Hai menyapa.


"Pagi Paman..." ucap mereka bersamaan .


"Pagi anak- anak..." jawab Paman Tan. Setelah menyapa paman Tan, mereka berdua segera berjalan kearah sang bunda yang sibuk memanggang Ayam .


" Kak... perasaan kita pernah ketemu dengan Paman itu ya...?" ucap Wang Hai pada sang Kakak kembarnya.


"Iya tapi di mana Ya..." ucap Wang Hao. Mereka berjalan mendekati Yulia.


"Pagi Bun...?" sapa mereka dan langsung mencium pipi Kanan dan kiri Yulia.


"Pagi Sanyang...ayo mandi lalu kita akan makan bersama , hari ini kita akan pulang..." ucap Yulia dengan tangan masih sibuk dengan makanan yang ada di depannya.


"Apakah paman yang sakit tadi malam sudah sembuh...?" tanya Wang Hai.


"Belum...tapi mereka sudah bisa pulang..." jawab Yulia.


"Sepertinya belum... Ya sudah sana cepat mandi...hari ini kalian mandi di danau saja bersama Paman Ryu ya..." ucap Yulia.


" Baik Bun..." ucap mereka bersamaan kembali .


Mereka segera membuka baju dan berlari kearah Danau. Setelah cukup puas bermain, mereka memakai baju ganti yang sudah di siapkan oleh sang Bunda. Setelah itu Mereka berlari kearah tenda. melihat arah yang di tuju mereka berdua , Yulia berseru.


"Hao, Hai...kalian mau kemana..?" tanya Yulia membuat kedua bocil itu menghentikan langkah mereka dan menatap kearah sang Bunda .


" Ke tenda paman Bun...kami ingin menyapa...!" seru Wang Hai.


"Jangan ganggu paman dahulu kalau beliau belum bangun...!" ucap Yulia .


"Tidak Bu...kami hanya ingin melihat dan menyapa Paman..." ucap Wang Hao lagi.


"Ya Sudah pergilah..." ucap Yulia . Mereka segera melanjutkan langkah mereka.


Sedangkan di dalam tenda , Ternyata Kaisar Kim baru sadar. Saat matanya terbuka. Dia heran dengan Keadaan ruangan yang dia tempati. Dan saat Dia melihat Paman Tan berada di dekatnya dengan Wajah terlihat bahagia, Diapun bertanya.


"Paman...di mana ini...? Sepertinya ini sebuah tenda...apakah kau membuat tenda...?" tanya Kaisar Kim dengan wajah heran. Bagaimana tidak heran , mereka tidak pernah membawa tenda dalam perjalanan. Sedangkan tadi malam saat Dia sakit, Dia merasa mereka masih berada di hutan Kematian .


"Kita memang berada di dalam tenda Yang Mulia...tapi ini tenda milik sang penolong Yang Mulia ...." ucap Paman Tan .


"Penolong...maksudmu...?" tanya Kaisar Kim dengan wajah heran.


"Saat racun menyerang anda tadi malam, untunglah ada seorang tabib yang berada di hutan kematian, dan anda terselamatkan..." ucap Paman Tan.


"Tadi malam... Maksudmu aku sudah siuman haya dalam setengah malam...bukan seperti biasa hingga dua hari...?" tanya Kaisar Kim dengan wajah tak percaya.


"Benar yang Mulia...anda bangun setelah semalam tabib mengobati racun yang hampir merenggut nyawa yang Mulia..." ucap Paman Tan dengan wajah sungguh - Sungguh .


"Hampir merenggut nyawaku...?apa maksudmu...?" tanya Kaisar lagi.


"Tadi malam Racun dingin yang Mulia sudah hampir menyerang jantung anda. Wajah anda sudah membiru . melihat itu tabib, mengeluarkan racun dari tubuh anda dengan kekuatannya.." ucap Paman Tan menjelaskan. Paman Tan lalu menceritakan semua yang terjadi saat kaisar pingsan . Mendengar penjelasan Paman Tan, terlihat Kasar Kim terkejut. Lalu dia berkata.


"Lalu di mana tabib itu...?" ucapnya.


Namun sebelum paman Tan menjawab , Terlihat dua kepala kecil melihat mereka dari pintu tenda .

__ADS_1


"Apakah Paman sakit sudah bangun..?" ucap salah satu dari mereka. Melihat siapa yang datang, wajah Kaisar Kim kaget.


"Kalian..!" serunya dengan Wajah kaget sekali.


"Ternyata paman sudah bangun...hey.


Ternyata yang sakit Paman Tampan...apa kabar paman..." seru Wang Hao setelah melihat siapa orang yang telah do rawat sang Bunda . Dia langsung mendekati Kaisar Kim bersama wang Hai.


"Ka...kalian ada di sini.. ? " kata Kaisar Kim dengan wajah kaget juga gembira.


"Tentu saja paman...karena Bundakulah yang telah menolongmu..." ucap Wang Hai sambil mendekat dan duduk didekat Kaisar Kim di ikuti sang Kakak .


"Bundamu...? Jadi Bundamu seorang tabib...? Dan dia yang telah menolongku...?" tanya Kaisar dengan wajah kaget .


"Hmm..." angguk mereka bersamaan.


Kasar Kim menatap Paman Tan. Dan Paman Tan mengiyakan dengan anggukkan kepalanya . Terlihat wajah Kaisar Tan kaget bukan main, tapi dia terlihat juga tegang. Saat itulah suara seorang wanita terdengar .


"Hao, Hai...ayo keluar...jangan mengganggu paman sakit..."ucap Yulia yang baru masuk dengan membawa bubur untuk Kaisar Kim. Sedangkan Paman Tan segera keluar saat melihat Yulia masuk dengan membawa mangkok makanan. Yulia segera menaruh mangkok di atas meja kecil yang memang Yulia taruh untuk tempat obat dan botol minum Kaisar Kim. Dia takut tadi malam Kaisar Kim terbangun dan meminta minum. Dan air minum di dalam botol tanggung yang dia taruh berisi air Dimensi.


Sedangkan Kaisar Kim yang melihat kedatangan Yulia sangat kaget . Dia sampai tak dapat bicara dan tak bisa mengalihkan tatapan matanya dari wajah Yulia. Dia bagai tak percaya kalau wanita yang dia rindukan dan dia cari beberapa tahun ini sekarang berada di depannya.


"Bunda...kami tidak mengganggu Paman tampan kok...saat kami masuk Dia sudah bangun...." ucap Wang Hao tak terima.


"Paman tampan...?" tanya Yulia dengan heran. Dia menatap pada kedua anaknya dan pada Kasar Kim. Namun betapa terkejutnya saat Yulia menatap wajah sang Putra dengan Wajah Kaisar Kim. Hampir saja dia terjengkang kebelakang . Dia kaget melihat wajah Kaisar Kim yang begitu mirip dengan kedua putranya. Sedangkan Kasar Kim tersenyum senang saat Kedua bocah kembar di depannya memanggil Yulia Bunda. Itu berarti Yulia adalah ibu dari Putranya. Betapa bahagia hatinya melihat kenyataan itu.


"Ya Dewa...Putraku adalah anak dari Wanita yang aku cintai....!" teriak hati Kaisar Kim. Terlihat senyum kebahagiaan di bibir sexy nya. Sedangkan Yulia merasa kalau sikapnya tidak baik di depan Penguasa yang dingin ini .


"Ah.. Maaf yang Mulia...hamba sedikit kaget..." ucap Yulia dengan wajah merona merah.


"Kenapa kau kaget.?"tanya Kaisar menggoda sebab dia tahu kalau Yulia pasti kaget melihat wajah kedua putranya mirip dengan dirinya.


"Aku tidak boleh mengongkapkan semua itu sebelum dia menjadi milikku..." ucap Kaisar dalam hati .


"Maaf Yang Mulia.. Jika kedua putra hamba lancang memanggil yang Mulia Paman tampan...' ucap Yulia dengan wajah merona. Melihat wajah dan sikap Yulia, perasaan Kaisar gemas sekali. Sebab saat wajah Yulia tersipu malu, wanita itu sangat terlihat imut menggoda .


"Hemm...tidak masalah...aku juga suka kok, mendengar panggilan putramu...karena panggilan itu membuktikan kalau aku memang tampan...?" ucap Kaisar tak tahu malu. Kedua pengawalnya yang mendengar ucapan Kaisar yang tak pernah Mereka dengar itu, hampir saja muntah darah.


"Apakah yang ada di dalam tenda itu kasar mereka...?" batin mereka berdua.


Yulia yang mendengar ucapan Kasar hanya tersenyum kikuk. Untuk menghilangkan kecanggungan yang dia rasakan, Yulia berkata.


"Yang Mulia....Ini ada bubur yang baru hamba buat.. Maaf jika tidak sesuai dengan selera yang mulia..." ucap Yulia sambil menggeser mangkuk kedekat Kasar Kim.


"Tolong bantu aku bangun..." ucap Kaisar Kim . Tentu saja Yulia kaget dan bingung. Dia segera mencari bantuan dari kedua pengawal Kaisar Kim. Namun saat mendengar ucapan Kaisar Kim. Kedua pengawalnya segera melesat pergi. Yulia segera meminta salah satu putranya memanggil pengawal Kaisar,


"Hao...tolong panggil tuan Tan agar membantu Kaisar duduk..."kata Yulia. Mendengar ucapan Yulia terlihat ada kekecewaan di mata kaisar Kim.


"Baik Bunda..." ucap Wang Hao. Pria kecil itu segera melesat keluar, namun dia tidak menemukan kedua pengawal di luar tenda. Diapun kembali masuk.


"Mereka tidak ada Bun..." ucap Wang Hao . mendengar ucapan Wang Hao, terlihat Kaisar Kim gembira. Tapi wajahnya dia buat datar saja. Kaisar melihat Yulia bingung. Melihat itu hatinya sangat gembira.


"Apakah kau tidak bisa membatuku bangun.?" ucapnya dengan wajah memelas. Melihat itu rasanya Yulia ingin menonjok wajah tampan di hadapannya. Bagaiaman mungkin wajah yang selalu terlihat dingin dan acuh itu. kini bisa terlihat menyedihkan. Akhirnya dia berkata.


"Baiklah hamba akan membantu yang Mulia..." ucap Yulia sambil mendekat dan perlahan mengangkat tangannya. Untuk membantu Kaisar Kim bangun . dengan tubuh sedikit membungkuk, Yulia menarik tubuh Kaisar Kim tentu saja semua itu membuat wajah Yulia dekat dengan wajah Kasar Kim. Dan itu membuat Kasar Kim bisa mencium aroma tubuh Yulia . dari tubuh Yulia tercium harum bunga Gardenia. Membuat Kaisar Kim merasakan ketenangan saat mencium harum bunga itu. Dan dia juga mengingat bau harum itu juga sama dengan wanita yang telah tidur bersamanya. Kaisar Kim semakin yakin kalau Yulia lah wanita yang telah tidur bersamanya malam itu .


Yulia memang sejak kecil sudah di perkenalkan dengan bunga Gardenia itu oleh sang Ibu yang memang sangat suka dengan jenis bunga yang satu ini. Hingga akhirnya saat remaja, saat Dia mulai belajar menjadi seorang tabib Yulia mulai membuat minyak pewangi (parfum), Menyuling Bunga Gardenia menjadi Pewangi tubuh . yang dia buat sendiri dari bunga itu . karena itulah tubuhnya selalu wangi bunga Gardenia . Banyak para pedangang yang menjual minyak pengharum tubuh. Tapi Yulia membuatmu sendiri.


"Yang Mulia..." ucap Yulia yang melihat Kasar masih memejamkan matanya. Mendengar teguran Yulia, Kaisar kaget. Dia segera membuka matanya.


"Ada apa Ratu Yulia...?" tanya Kaisar Kim.


"Maaf hamba bukan Ratu Yulia yang Mulia... hamba rakyat jelata penduduk desa Fanrong di pinggir hutan Kematian ini.." ucap Yulia dengan wajah dingin .


"Desa Fanrong..?di mana itu...?" tanya Kaisar Kim.


"Tanah tak bertuan...ya sudah, silahkan anda menikmati bubur buatan hamba yang Mulia..." ucap Yulia lalu menggeser meja kecil kedekat kaisar Kim.


"Kau tahu aku masih lemas...mana mungkin aku bisa makan dengan benar..." ucap Kaisar dengan wajah sedih.


"Yang Mulia bisa memanggil pengawal anda..." ucap Yulia sambil ingin beranjak pergi.


"Bunda..Mereka tidak ada.. Tolong suapi Paman tampan...kasihan dia.." pinta Wang Hai yang memang berhati lembut.


"Hmm..." angguk Wang Hao.


Melihat kedua putranya membantunya , walaupun mereka belum tahu kalau dia Ayahnya. Kaisar Kim merasakan perasaan hangat mengalir di dadanya . Akhirnya mau tak mau Yulia duduk di dekat Kaisar Kim dan menyuapi pria itu dengan telaten. Saat Kasar Kim merasakan bubur yang di buat Yulia, dia tidak pernah merasakan masakan bubur yang selezat ini . apakah ini pengaruh dari perasaan cintanya pada wanita ini , atau memang masakan Yulia benar- benar lezat . Kaisar Kim benar- benar bahagia saat Yulia mau menyuapinya dengan lembut . Walaupun wajah wanita itu terlihat kesal.


"Lihat saja sayang....aku akan membuatmu jatuh cinta padaku...Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan kalian berdua..." janji Kaisar Kim dalam hati.


Maaf author lanjut besok lagi ya...🙏

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu. Maaf jika masih ada typo...🙏🙏


Bersambung .


__ADS_2