
"Jangan banyak omong....serahkan. semua kristal cahaya milikmu padaku. kalau tidak, kau akan hilang Dari Alam Tianli imi..." ucap pria itu.
"Kalau aku tidak mau...?" kata Yulia memprovokasi.
"Kau akan mati...." ucap pria itu.
"Apa semudah itu kau membunuh orang lain..?" tanya Yulia dingin .
"manusia lemah , tidak berguna sepertimu, tidak perlu ada di Alam tianli ini..." ucap Pria itu .
"Benarkah...jadi hanya orang sepertimu uang bisa hidup di alam Tianli ini...?" kata Yulia sinis.
"Tentu saja...? sekarang berikan 800 kristal cahaya padaku. kalau tidak ..." ucap pria itu dengan nada mengancam .
"Kenapa...?Apakah kau bisa mengalahkan diriku..." tanya Yulia sambil menatap dingin pada Pria itu .
"Kau sombong wanita bodoh...berani sekali kau meremehkan aku ...!" serunya marah .
Yulia tenang menghadapi Pria yang terlihat sangat marah padanya . Kedua Guru yang sejak tadi melihat pertengkaran itu ingin membantu Yulia, namun mereka ingat perkataan Yulia . Mreka melihat Pria bertubuh kekar berada di depan Yulia dengan tatapan meremehkan malah kesannya menghina Yulia. Namun terlihat Yulia menatap pria itu dengan wajah tenang.
"Kau ingin merampokku...?" ucap Yulia dengan wajah acuh.
"Terserah apa yang akan kau katakan, aku memintamu untuk memberikan 800 kristak cahaya padaku . kalau tidak jangan salahkan aku kalau aku akan merebutnya dari tanganmu, dan kau tahukan akibat yang akan kau terima. ..?" ucapnya sombong.
"Ambil saja kalau Kau bisa..." ucap Yulia tenang.
Melihat ketenangan Yulia, Kedua guru tidak cemas lagi. Karena orang yang mendapatkan lencana Giok itu, pasti bukan sembarang orang. Dan Kedua guru tahu, ada artevak pada Tubuh Yulia yanh bisa menyembunyikan kekuatannya.
" Sombong.. Jangan salahkan aku kalau kau mati di tanganku hari ini..." ucap Pria itu.
"Baik... Kita lihat siapa yang akan kalah nanti.." jawab Yulia sambil tersenyum dingin . Melihat Senyum Yulia, Pria di depan Yulia merasakan hatinya kedinginan.
" 'Aku Lanju tidak pernah takut pada siapapun, apalagi manusia rendah sepertimu..." ucapnya angkuh.
"Baiklah kita bertaruh saja.. Kau berani...?" ucap Yulia sambil tersenyum licik
"Bertaruh...? ha ha ha kau gila Nona... Kau sudah di ujung kematian, namun kau masih mau mengajakku bertaruh..." ejeknya .
"Berani Tidak...!" tantang Yulia.
Tanpa Mereka sadari ,pertengkaran Yulia membuat orang sekitar mereka menjadi penasaran . Melihat banyak orang di dekitar mereka, Lanju menjadi malu. Akhirnya dia berkata .
"Siapa takut....Lalu apa yang akan kau pertaruhkan...?" ucap Pria yang bernama Lanju Itu .
"Kalau aku kalah, aku akan memberimu Kristal cahaya yang kau minta. Tapi jika kau kalah... Maka kau akan melakukan sebaliknya Padaku.... Kau berikan kristal cahaya sebanyak 800 buah , Bagaimana kau berani.?" Tanya Yulia dengan wajah tenang.
" Kau terlalu sombong Nona... Kau berani meremehkan Lanju. Baik...tapi ingat, jika kau kalah, kau harus pergi dari Alam Tianli ini..." ucap Pria itu.
"Baik...akan ku lakukan ...." jawab Yulia.
Mendengar ucapan Yulia, Pria itu sangat gembira. Tanpa basa basi lagi, Dia langsung Menyerang Yulia dengan pedangnya. Melihat serangan datang, Yulia segera menghindar. Terjadi pertarungan di tengah kota itu. Membuat banyak orang segera pergi menghindar. Pertarunganpun terjadi fengan Seru. Namun pertarungan tak butuh waktu lama. Saat pria itu menghantamkan pedangnya kearah Yulia, Yulia mengelak dan Tiba- tiba dia memegang tangam Pria itu yang sedang Memegang pedang dan
Kreeek...
Terdengar suara patahan Tulang danTeriakan kuat dari mulut pria itu. Terlihat lengan tangan pria itu terpelintir kebelakang Tubuhnya. Dan Kaki Yulia menendang Kaki si Pria, hingga tertekuk jatuh ketanah.
"Apakah kekuatanmu hanya sebatas ini...?" tanya Yulia dingin .
Semua orang tertegun, karena level pria itu ada di rana Bumi Level 2 awal. Sedangkan Yulia terlihat memiliki level lemah. Sepertinya masih di bawa Rana Bumi . mereka tertegun saat pria yang bernama Lanju berteriak kesakitan .
"Cukup, cukup, lepaskan tanganku...!". Seru Pria itu kesakitan.
"Apakah ini bertanda kau sudah kalah..." kata Yulia ringan. Dia kembali menekan tangan pria itu . hingga terdengar kembali bunyi tangan yang Patah .
"Aaaa..iya, iya aku kalah.?" serunya tak tahan merasakan. sakit di tangannya.
"Jadi aku yang menang...?" tanya Yulia kembali.
"Iya, iya kau yang menang..!" serunya sambil.menahan rasa sakit .
"Kalau begitu kau harus memberikan kristal taruhan itu padaku. ." kata Yulia kembali.
"Baik..akan aku berikan.." ucapnya .
Akhirnya Yulia melepas tangannya. Dan pria itu segera berdiri lalu memberikan Kristal cahaya pada Yulia.
"Trimakasih....sering - seringlah memberi kristal cahaya padaku...'" ucap Yulia sambil berlalu meninggalkan pria itu. Melihat tingkah Yulia, kedua guru hanya bisa geleng kepala sambil berbalik dan tersenyum. sedangkan para penonton yang tadinya meremehkan Yulia, malah menghina dia, Kini menatap Yulia yang berlalu dengan Wajah bengong. Sedangkan Yulia Sendiri segera mengikuti kedua guru yang sudah pergi berjalan kearah Perguruan. Dan akhirnya semua orang terdiam kaku melihat kekuatan Yulia . berita tentang Yulia yang telah mengalahkan seorang pria dari level Bumi dua awal membuat heboh kota . Kota Tutian tempat beradanya Perguruan Baiyun. Tak berapa lama Mereka bertiga sampai juga di perguruan Baiyun . dan kedatangan mereka
__ADS_1
di sana ternyata bersamaan dengan pendaftaran Murid baru fibpetguruan Baiyun . Guru Yan Di dan Guri Whan ma membawa Yulia masuk kedalam perguruan . Namun sebelum masuk kedalam wilaya perguruan dalam , Yulia mendapat uji kekuatan terlebih dahulu.
"Pergilah ke guru penjaga , Kau harus menguji kekuatanmu agar kami tahu di mana kau harus belajar..." ucap Guru Yan Di.
"Baik Guru..." ucap Yulia.
Yulia segera berjalan kearah guru yang Di tunjuk guru Yan Di. Dia ikut antri untuk menguji kekuatannya . untung saja Baru ada empat orang yang masuk uji kekuatan, lima dengan Yulia. sedang yang lain masih melakukan pendaftaran.
"Nama dan umur serta cabang yang di pilih...?" terdengar sang Guru bertanya pada murid yang ada di depannya .
."Cangli.. umur 24 tahun, bidang Formasi yang mendalam... " ucap seorang calon Murid Pria pada urutan pertama.
"Sutikkan kekuatanmu ke batu ini..." ucap sang Guru . Dengan patuh pria itu menaruh tangannya di atas batu dan menyuntikkan kekuatannya. Terlihat lampu menyala dan menunjukkan tabel kekuatan pada level delapan .
"Bagus.kau bisa masuk ucap sang Guru. Dia memberikan sebuah lencana giok seperti milik Yulia namun berwarna Putih .
"Suntikan kekuatanmu kembali , di sana akan tertulis namamu. Dan ada jumlah batu Kristal yang Kau punya dari Perguruan yang bisa kau pakai untuk membeli keperluanmu .. Dan sekarang kau bisa menunggu di sana terlebih dahulu. Nanti ada guru yang akan
Membawa kalian masuk ke Perguruan...." ucap Sang Guru.
Pria itu menerima lencan, lalu menyuntikkan kekuatannya kedalam lencana. Tak lama terlihat nama , kekuatan serta kelas yang akan dia ikuti . serta sederet angka di bawa nama.
"Selanjutnya..." ucap Sang Guru .
Murid yang ada di belakang pria tadi segera berjalan Kedepan guru penjaga . Dia bernama Fanyan . Seperti murid di Dia melakukan pengujian . dan Dia di terima dengan kekuatan rana Bumi level tiga Awal , Umur 25 tahun dalam bidang Beladiri . dan Ada wanita muda bernama An Ping, umur 24 tahun juga dalam bidang Beladiri . dia ada di Rana Bumi level dua tengah. Satu orang tidak di lolos ujian . Seorang gadis yang ingin masuk dalam bidang Medis. Wanita itu masih ada di level tuju. Dengan perasaan kecewa dia menerima kegagalan itu. Dan saat dia mau keluar , Doa menatap pada Yulia dengan tatapan Sinis. Yulia hanya cuek saja. Dan saat ini Yulia sudah berada di depan guru yang akan mengujinya
" Nama...umur dan kelas yang di pilih...!" kata Sang Guru.
"Yulia umur 23 tahun. Kelas Medis..." jawab Yulia tenang.
"Suntikkan kekuatanmu..." kata Sang Guru.
Yulia segera melakukannya. Namun Dia menaham kekuatannya sedikit. Pada pertemuan alkemia kemarin, Yulia berada di Level sembilan Puncak. Namun sekarang fengan menekan krkuatannya, terlihat batu menunjukan angka delapan tengah.
"Delapan tengah...Selamat kau di terima.. " ucap sang Guru. Dia lalu memberi Yulia lencana batu giok Putih. Dan Yulia segera menyuntikkan Kekuatannya pada batu Giok. Dan terlihat di sana nama Yulia , umur dan kelas yang di ikuti. Serta batu kristal yang dia dapatkan 200 batu Kristal. Dan di belakang Yulia sudah ada beberapa murid lagi . ada dua murid lagi yang yang kelompok dengan Yulia . Tak berapa lama seorang Guru membawa mereka masuk kedalam perguruan. Ternyata untuk masuk kedalam, mereka akan melewati aray penghalang yang di pasang di dalam perguruan. Dengan adanya aray itu, tidak sembarangan orang keluar masuk perguruan tanpa Sijin guru penjaga .
"Setelah melewati aray penghalang ini... kalian sudah bisa masuk kedalam perguruan, namun setelah mengikuti tes ujian kekuatan kalian . Dan kalian lolos, maka kalian resmi menjadi Murid perguruan Baiyun.dan setelah masuk kedalam Perguruan, Kalian. tidak bisa sembarangan keluar dari perguruan, Kalian akan mendapatkan libur tahunan selama satu bulan . Di sini Kalian bisa membeli barang atau ramuan dari uang yang telah kalian terima dari perguruan. Yang belajar di bidang Medis. kau bisa membeli bahan ramuan atau tumbuhan obat di ladang obat dengan kristal yang kalian dapatkan dari perguruan..." ucap Sang guru yang mengantarkan mereka masuk keperguruan
"Guru...bagaiaman kalau kristal yang kami punya sudah habis...!" tanya Yulia memberanikan diri.
Terlihat ada cahaya di mata mereka. hanya Yulia saja yang terlihat selalu tenang .
"Apakah kalian sudah jelas semua yang guru terangkan..?" kara sang Guru yang ternyata bernama guru Cen Yi. Dia Guru di cabang Beladiri.
"Mengerti Guru..." ucap mereka serempak. Akhirnya mereka masuk kedalam alat teleportasi milik perguruan. Tak lama kesunyian dan Ke gelapan melinglupi mereka . tak berapa lama, mereka kembali melihat cahaya. dan di minta keluar dari alat teleportasi. Dan ternyata mereka berada di sebuah lapangan yang Luas. letak lapangan itu ada ternyata ada di tengah beberapa bangunan perguruan . di depan sana terlihat bangunan bertingkat. Bagian teratas sepertinya tempat para guru melihat para murid yang sedang melaksanakan kegiatan di bagian bawah bangunan atau di tengah lapangan. Dan di bawa bangunan itu terlihat sebuah arena yang cukup luas. Mungkin itu tempat uji coba kekuatan para murid dalam segala bidang. Saat mereka keluar dari alat teleportasi, banyak mata melihat kearah mereka. Sepertinya hari ini para murid sedang memiliki kegiatan di tempat itu.
"Kalian akan aku antar dampak ke tempat tinggal kalian.. atau kelas jurusan. yang kalian ambil... ucap Guru Cen Yu .
Terlihat guru Can Yi mulai membawa mereka berjalan ke tempat seni beladiri yang letaknya memang paling dekat dengan lapangan alun- alun perguruan. Saat mereka sampai di sana . ternyata para murid sedang berlatih. Melihat kedatangan guru Can Yi bersama lima murid baru. Seorang Pria muda segera mendekat .
"Salam Guru..." ucap pria muda itu.
"Wei cun.. Bawa dua murid baru ini...mereka berdua akan bergabung di kelas kita..." ucap sang Guru.
"Baik guru... " jawab Murid itu .
Sebelum membawa murid beladiri. Dia menatap kearah murid Bari satu- persatu. Saat melihat Yulia, dia terdiam sejenak. Tak lama dia segera membawa An Ping dan Fangyan serta satu lagi murid baru , masuk kedalam kelompok kelasnya. Lalu guru Can Yi kembali membawa mereka , para murid baru ke kelas mereka masing- masing.Setelah mengantar dua murid di kelas farmasi, barulah guru Can Yi membawa Yulia ke tempat kelas Medis. Tempat kelas medis ternyata berada paling jauh dari gedung utama. Butuh waktu untuk sampai ke tempat itu. Tempatnya Sunyi dan menyendiri. Dan saat masuk bisa kita rasakan kalau tempat itu tempat kelas Medis atau Alkemia. Saat kita masuk kedaerah itu, tercium harus obat atau ramuan. Membuat orang akan cepat menebak kalau tempat itu tempat para tabib tinggal. Guru Membawa Yulia sampai di halaman kelas. Saat sampai di sana, seorang guru wanita datang menghampiri.
"Can Yi...siapa Dia..?apakah murid baru untukku...? tanya guru wanita itu .
"Benar...dia murud barumu...dia berada di level Delapan tengah..." ucap guru Can Yi.
"Benarkah... ? bagus sekali...baru sekarang aku mendapat murid baru langsung pada kevel tinggi...biasanya oada level bumi awal.. Oh ya guru hampir lupa, namaku An Niang.. Kau bisa memanggilku guru An...lalu siapa namamu ...? "Tanya sang Guru ramah .
"Yulia guru..." jawab Yulia .
"Kalau begitu ayo ikut guru kekelas..." ucap Guru An. Yulia menatap Guru Can Yi.
"Pergilah..Dia akan menempatkan dirimu di kelas sesuai kepandaianmu, ." ucap guru Can Yi.
"Baik Guru..Murid mengucapkan trimakasih atas bantuan Guru mengantar murid sampai di sini..." ucap Yulia sambil memberi hormat.
"Itu sudah tugas guru. Sekarang pergi lah bersa Guru An...aku akan kembali. An...aku serahkan Murid Yulia padamu.." ucap Guru Can Yi.
"Baik, trimakasih Can Yi..Kau telah mengantarkan muridku..." ucap Guru An. Guru An guru perempuan yang terlihat sangat sabar. Tak lama Can Yi pergi dari tempat itu. setelah itu Yulia dan Guru An segera masuk kearea gedung sekolah.
"Ayo aku perkenalkan pada teman- temanmu..." ucap guru An ramah. Lalu dia membawa Yulia masuk kedalam salah satu kelas. Namun Ternyata Yulia langsung masuk ke kelas dua bukan kelas dasar lagi.
__ADS_1
"Maaf guru...kenapa Yulia langsung masuk kekelas ini...bukankah Yulia masih menjadi murid baru...?" tanya Yulia keheranan .
"Kau tidak bisa bersama murid kelas dasar... Level yang kau miliki terlalu tinggi untuk mereka..." ucap sang Guru.
Yulia hanya bisa mengangguk .Dan saat Yulia di perkenalkan di depan kekas, banyak murid yang kaget. Sebab Yulia merupakan murid baru, tapi kenapa langsung ke kelas mereka .
"Guru...bukankah dia murid baru...?" tanya salah satu murid .
"level dia ada di delapan tengah. Apakah dia tidak pantas berada di kelas ini...?" tanya sang guru lembut.
"Walau begitu, dia masih murid baru Guru... rasanya tidak baik jika dia langsung di masukkan kedalam kelas kita..." ucap seorang murid wanita yang sejak Yulia masuk sudah memandang dengan tatapan sinis . Dia merasa tak pantas jika Yulia merada di kelasnya .
Sebab baju dan dandanan Yulia memang sangat sederhana, dia terlihat seperti dari keluarga miskin atau Susah. Tidak seperti dia yang berpakaiam agak mewah. Andai tidak ada larangan, mungkin dia akan membawa semua baju mewah ke perguruan. Karena itu, saat Yulia masuk tadi, Dia merasa gerah dan tak suka .
"Sudah jangan banyak berdebat... Ini sudah menjadi ketentuan sekolah . jika Yulia di taruh di kelas dasar, murid di kelas dasar tidak sepadan dengan level Yulia..Sudah sekarang Kerjakan saja Semua tugas guru. Dan besok, guru akan mulai menguji kemampuan kalian dalam meramu pil yang baru kalian pelajari itu. Ingat..jika kalian gagal dalam ujian besok, kalian akan kembali ke kelas dasar ..." ucap Sang Guru tegas. Ternyata walaupun terlibat sabar, guru An ternyata cukup tegas juga .
"Apakah itu berlaku juga buat Yulia , Guru..?" ucap wanita itu masih tak mau melepas Yulia .
"Tidak..dia batu masuk, namun jika dia mau mencoba tak masalah...dan dalam evaluasi bulanan nanti kalian harus bersiap- siap . jangan sampai melakukan kesalahan dan membuat kelas Alkemia malu.." ucap Guru An.
"Baik Guru...!" seru mereka bersamaan.
"Dan Kau murid Yulia... Kau bisa menanyakan pelajaran pada teman- teman barumu Silahkan cari bangku untukmu sendiri. Ada satu di pojok sana. Ada juga di dekat murid Dumai..dan ada satu lagi di dekat Yan Qing..kau bisa memilih di mana kau mau duduk. .." ucap guru An dengan menunjuk kearah bangku yang dia sebutkan .
Namun suara gadis yang sejak tadi ingin mengusir Yulia terdengar lagi .
" Hey gadis murahan jangan sampai kau duduk di dekat Yan Qing...." seru wanita yang sejak tadi sudah mengajak bermusuhan dengan Yulia. Dia berani mengancam saat guru nasih berada di depan mereka. "Shu Cin Yu... Guru ini tidak pernah mrngajari Murid bertindak menekan murid lain . apakah kau todak melihat wajah guru ini...!?" ucap Guru An dengan nada marah. Mendengar ucapan sang Guru, terlihat Shu Cin Yu terdiam.
"Silahkan nona Yulia...cari tepat duduk yang kau sukai..." ucap guru An .
"Trimakasih Guru... " jawab Yulia .
Yulia menatap pria yang bernama Yan Qing. Pria itu memang cukup tampan. Dengan badan yang tinggi tegap dengan dada lebar memang akan Membuat orang sangat muda jatuh cinta. Selain bangku dibdekat Yan Qing, Ada dua bangku lagi yang kosong. Satu Di pojokan kelas, satu lagi berada di sebelah seorang gadis yang berbadan agak gemuk dan berjerawat. Sepertinya gadis itu di jauhi teman- temannya. Dia duduk menyendiri di bangku kedua paling belakang. Wajahnya terlihat agak sedih. Perlahan. Yulia melangkah kearah gadis yang bernama Dumai . Sedangkan Yan Qing menatap Yulia yang berjalan menjauh dari mejanya. Dia melihat Yulia berjalan kearah meja Dumai. Melihat itu, ada kemarahan dan kekecewaan sekilas di matanya. Sikapnya yqng sejak tadi cuek ternyata berharap Yulia duduk di dekatnya . Dia menatap kearah Gadis Dhu Can yang sejak tadi sengaja mengajak bermusuhan Yulia Dengan tatapan tajam. Sedangkan Yulia sendiri dengan tenang berjalan kearah meja Dumai.
"Boleh aku duduk Di sini..?" tanya Yulia lembut.
Melihat Yulia berada di deoannya , Dumai kaget dan tertegun. Dia tidak menyangka kalau murid baru yang sangat cantik ini mau duduk dekat dengannya.
"Bo..boleh...silahkan..." ucapnya tergagap .
Sambil tersenyum Yulia duduk di bangku kosong dekat murid Dumai. Setelah itu dengan tenang Yulia mengikuti pelajaran guru An . Setelah selesai pelajaran, Yulia mengajak Dunia berbicara.
"Kenapa kau duduk sendirian...?apakah kau tidak suka duduk bersama teman yang lain..?" tanya Yulia lembut.
"Bu..bukan begitu...mereka yang tidak mau duduk denganku..." ucap Dumai pelan. Ada kesedihan di matanya.
"Mereka tidak mau duduk denganmu...? Kenapa...?" tanya Yulia leheranan.
"Karena aku gendut, dan keluargaku jauh dari kota ini..." ucapnya lagi.
"Cuma karena itu...?" tanya Yulia keheranan.. sebab walaupun Dumai Gendut, sebenarnya wajahnya cantik. Hanya karena jerawat dan pipinya yang gembul cubi . Membuat penampilannya berkurang. Dan cara berpakaian yang sangat sederhana membuat dia terlihat sedikit aneh . Walaupun Yulia berpakaian sederhana jiga , tapi terlibat sangat sesuai dengan watak dan gaya hidup wanita muda.
"Kalau begitu, maukah kau berteman denganku...?" ucap Yulia lembut.
Mendengar ucapan Yulia, terlihat binar kebahagiaan di mata Dumai.
"Ten..tentu saja. a...aku mau..." ucapnya gembira. Dia terlihat tertawa bahagia. Dan saat tertawa terlihat lesung pipit di pipinya membuat dia terlihat sangat manis.
"Baik kalau begitu mulai sekarang kita berteman..." ucap Yulia hangat.
"Trimakasih teman baru..." ucapnya gembira. Ketika mereka selesai pelajaran, Yulia di bawa ke tempat tinggal dia saat berada di perguruan itu. Ternyata tempatnya hampir bersebelahan dengan tempat tinggal Dumai. Hanya berjarak beberapa langkah saja. Tempat mereka agak berjauhan dengan murid lainnya. Tepatnya ada di sebelah kebun sayuran. Namun kesunyian itu membuat Yulia akan tenang melakukan semua kegiatannya . tak akan terganggu oleh keramaian murid lainnya .
Ketika sampai di tempat tinggal Dumai, gadis itu mengajak Yulia singga. namun Yulia menolak,
"Masih banyak waktu untuk aku bermain ke mari Mai..." ucap Yulia.
"Baiklah kalau begitu sampai jumpa besok pagi di kelas..." ucap Dumai.
"Baik selamat tinggal...." ucap Yulia. lalu dia segera melangkah pergi ke tempat tinggalnya .
Sekian dulu ceritanya ya... Aku lanjut besok lago.
Maaf jika ada salah ketik dam Typo.
Jangan lupa like. Vote dan komennya aku tunggu.
Bersambung
__ADS_1