YULIA

YULIA
DUAN HUO .


__ADS_3

Namun tanpa setahu Yulia ataupun orang lain, Wang Yu Ran menaburkan bubuk racun di tubuh Cin Yilu . Bubuk Racun tak berwarna dan tak berujud jika terkena kulit manusia . Dan benda itu Sekarang telah menempel di tubuh Cin Yilu yang sekarat . Setelah sampai di tempat diduknya kembali, terlihat senyum misterius diwajah si kembar . Terlihat mereka melakukan gerakan seperti tos di jaman modern tanpa setahu orang lain . Sikap Wang Hao yang tenang dam Dingin, mengingatkan para penonton pada Sikap si Putra Suci. banyak penonton yang kagum pada Wang Hao. mereka tak percaya Pria kecil itu kini sudah berada di Alam Bumi dasar . Apalagi mereka mendengar kalau si kembar adalah murid utama Dekan perguruan Baiyun . Dengan berakhirnya pertarungan Wang Hao dengan Cin Yilu, Dan Di menangkan oleh Wang Hao . Maka perakhir Sudah tanggung jawab Yulia menjelaskan benda apa yang mereka dapatkan dari Dunia ilusi . para tetua Dari Beberapa perguruan maupun Sekte segera meminta maaf pada Yulia. mereka tak tahu kalau semua itu merupakan perbuatan Adu domba tuan Duan Huo. Satu persatu mereka kembali setelah meminta maaf. sedang kan Mayat Tuan Duan Huo dan tubuh Cin Yilu yang terluka parah , akhirnya di bawa kembali ke kediaman keluarga Duan . Sedangkan murid Yang telah kembali dari Dunia Ilusi mendapatkan libur selama dua minggu . Para guru Sendiri segera kembali ke perguruan. Yulia bersama kakak dan sahabat kembali Kerumah Keluarga Wang dan Keluarga Xiao.


Begitu juga dengan Zhang Xio. dia kembali ke istana.


Saat Kaisar membawa Yulia keluar bersama Keluarga Wang dan Keluarga Xiao, mereka berpapasan dengan Keluarga Penasehat Yu.


Terlihat penasehat Yu mendekati tuan Wang Jin Hu .


"Wang...maafkan aku , Karena keegoisanku aku hampir mencelakai cucumu. Ternyata yang telah aku anggap Keponakanku, malah Musuh Dari adikku..." Ucap tuan penasehat Yi demgan penuh penyesalan.


"Tida masalah bukankah sejak dulu Kau memang seperti itu, menerima sesuatu tanpa menyelidiki kebenarannya..." Ucap tuan Wang Jin Hu sambil tertawa. Dan Tuan Penasehat Yu ternyata tidak marah mendengar kelakar dari sang sahabat. Mereka memang bersahabat sejak Muda. Yaitu Kaisar Tua Zhang , Wang Jin Hu dan Yu Han Ma Tiga Pria ini satu perguruan dan Mereka bersahabat dejak remaja kecil , Hingga Dewasa Dan sampai sekarang pun mereka tetap bersahabat. Apa lagi Yu Han Ma masih merupakan Saudara Sepupu dari Kaisar Zhang .


"Kau memang benar, jika saja aku dulu menyelidiki terlebih dahulu kebenaran dari omongan Pria brengsek itu , mana mungkin aku akan tertipu. Sial...benar- benar sial.." Ucapnya kesal.


"Itu pelajaran berharga buatmu..." ucap Tuan Wang Jin Hu sambil tertawa. Sefangkan penasehat Yu hanya nisa cemberut . Sedangkan yang lain tidak berani tertawa. Bagaimanapun kuga brliau adalah Penadehat kerajaan Yaiyung.


'Kalau begitu bagaimana kalau Kita pergi Kerumahnya tuan Wang Yu Ran Paman... kita bisa bercerita dan saling mengenal satu sama lainnya..." Ajak tuan Yu Wei Dan di Putra Tuan Yu San Kun.


'Boleh juga...Ayo kita pergi Kerumah Tuan Wang Yu Ran...." ucap Tuan penasehat Yu.


Akhirnya metekapun pergi ke rumah tinggal keluarga Wang Yu Ran semua . Ternyata usulan dari Putra tuan Yu San Kun Di setujui semua orang. Mereka akhirnya kembali Kerumah Tuan Wang. Dan Keluarga Xiao juga ikut kesana. Saat sampai di kediaman Keluarha Wang hari sudah menjelang siang .ereka langsung menuju ke rumah tinggal Tuan Wang Jin Hu. Melihat Beberapa orang bertubuh kekar dan berkekuatan tinggi menjaga kediaman keluarha Wang, tuan Yu Sam Kun berkata.


"Mereka murid Sekte Wang...?" tanya tuan Yu San Kun dengan tatapan kagum .


"Sebagian Iya, tapi Sebagian lagi pengawal Putriku . Putriku membawa mereka dari Alam Dinasti ..." ucap Tuan Wang Yu Ran.


"Pengawal Putri tuan...dan mereka dari Alam Dinasti...hebat...ternyata Rakyat Dinasti bisa memiliki kekuatan sehebat ini...benar- bebar hebat. Muridku saja tidak ada yang bisa dekuat ini karena todak ada darah Alam Tianli..." ucap tuan Yu San Kun .


"Merela semua mendapat latihan keras dari Yulia. Masih ada beratus orang yang masih ada di alam Dinasti menunggu jemputan dari sang pemimpin...." ucap tuan Wang Yu Ran.


Mendengar ucapan tuan Wang Yu Ran, tuan Yu San Kun terlihat kagum dan heran. tiba- tiba di dalam hatinya timbul keinginan suatu saat ingin menanyakan Cara Yulia melatih mereka. Akhirnya mereka masuk kedalam rumah tinggal tuam Wang Yu Ran. Mereka malah di minta menginap di kediaman keluarga Wang . Keluarga Xiao Pun ikut menginap di sana., . setelah Istirahat sebentar, mereka makan siang bersama. Pada saat makan mereka terliahat tenang menikmati makanan yang di sajikan. Setelah selesai makan. Mereka bercengkrama di halaman samping , yang merupakan taman yang di buat Yulia saat dia pulang ke rumah keluarga Wang Beberapa waktu lalu . Yulia sengaja menanam Beberapa bunga koleksi Ruang Dimensi nya. Taman itu persis di depan Ruang kamar Yulia yang memang di buat khusus untuk nya. (Maklum Kamar sang Ratu dam Kaisar 🤭) .


"Kak...sepertinya taman ini banyak berubah Ya...terakhir aku kesini , bunga- bunga ini belum Ada...?" Tanya Nyonya Say Lin sambil menatap bunga yang di tanam Yulia. Dia sengaja mengajak sang Kakak keliling taman. Dia heran melihat taman di rumah orang tuanya terlihat sangat Indah .


"Semua yang menanam bunga itu Yulia, dia memang paling suka bercocok tanam ..dan lihat di sana....Dia juga membuat Kebun Tanaman obat ..." Ucap Nyonya Lin Sawli sambil menunjukkan sepetak Kebun tanaman obat yang berdampingan dengan taman bunga.


"Kak... Bunga- bunga ini sangat sulit Kita dapatkan, dari mana Lia'er Menemukan bibitnya..?" Seru Nyonya Say Lin dengan takjub.


"Aku juga tidak tahu, dan Kau bisa melihat Beberapa tanaman obat di sana juga sangat langkah. Karena itu Dia melindungi Kebun tanaman obat yang dia buat, dengan pesona yang dia buat. Yang bisa masuk kesana hanya Ayahnya saja untuk merawat Kebun obat itu. Tentu saja Kakakmu sangat Senang menerima kebum itu Dari Yulia . Kau tahu kan kesukaan Kakak pertamamu...." Ucap Nyonya Lin Sawly dengan wajah bahagia.


"Ya ampuuuun...aku iri pada Kakak pertama, aku juga mau mendapatkan hadia seperti itu. Lihatlah, tanam - tanam itu sangat langkah. Sangat sulit di dapat di toko obat maupun pelelangan..." Seru nyonya Wang Say Lin dengan Wajah terlihat kesal .


"Kau ini.. Kenapa hobi adik dan Kakak serta keponakan Sama . selalu suka berkebun..." Ucap nyonya Lin Sawli sambil tertawa.


"Ya sudah ayo kita kembali ke mereka..." Ucap Nyonya Lin Sawli mengajak adik iparnya berkumpul bersama seluruh keluarga .


"Kak...tolong bilang pada Yulia untuk memberiku bibit bunga dan tanaman obat Seperti milik Kakak pertama..." ucap Nyonya Say Lin.


"Kenapa tidak ngomong sendiri..." ucap Nyonya Lin Sawly sambil tertawa .


"Aku malu kak..." ucap nyonya Day Lin . membuat sang Kakak ipar tertawa kembali .


"Baik...nanti akan Aku katakan pada Lia'er..." jawab sang Kakak.


Ketika mereka doai di tempat para tamu berbincang, Terlihat Yulia sedang duduk bersama Putra dan Suaminya. Terlihat sekali Sikap Kaisar Kim yang enggan jauh dari sang Istri. Sedang kan kedua Putra kembarnya terlihat duduk dengan tenang di sebelah mereka.. Kedua wanita kuat Kakak dan adik ipar itu , segera duduk bersama bergabung dengan mereka.


"Sebenarnya apa yang Terjadi pada kalian... Kenapa pria brengsek itu sampai bisa mengatakan kalau kalian sudah tiada. Dan dia mengaku Putra tunggal mu...?" Ucap Penasehat Yu dengan nada kesal.


"Cerita nya panjang kak.." Lalu tuan Yu San Kun mulai bercetita .


Saat Dia pergi meninggalkan Alam Tianli ini Dia berkelana hingga turun kealam Dinasti. Dan di Sana dia bertemu dengan wanita yang merupakan putri seorang pendiri sebuah perguruan besar Di ujung Timur Alam Dinasti. Beberapa tahun kemudian mereka akhirnya menikah Tampa memberi tahu pada sang Kakak maklum mereka tinggal berdua saja . Mereka hidup bahagia hingga lahirlah Putra tungal mereka yaitu Yu Wai Dan. Dan saat Yu Wai Dan Dewasa, Dia sering berkelana bersama para sahabatnya. Hingga Bertahun tahun tidak kembali. Suatu hari. Murid perguruan Tuan Yu San Kun Menemukan seseorang yang terluka cukup parah . Saat itu Dia sudah Menjadi kepala Perguruan .


Karena Kebaikan hatinya, mereka merawat dan menampung Pria itu Hingga sembuh. Serta menjadikan Dia Murid perguruan nya. Namun sayang sekali, setelah dua tahun Dia tinggal di perguruan, Tiba- tiba dia berhianat pada perguruan bukan itu Saja, harta dan beberapa buku penting Dia curi. Kami di derang dengan kekuatan besar . Kami bertarung dengan sengit berusahaempertahankan perguruan kami . Untung Saja saat keadaam kami hampir Hancur, Yu Wai Dan datang. Namun sayang, banyak murit yang mati jadi Korban . Begitu juga dengan ibu Yu Wei Dan..." Ucap Tuan Yu San Kun mengakhiri ceritanya.


"Dasar bajingan... Mungkin saat itu Dia memyangka Kau sudah tiada. Apakah Dia tidak mengenal Yu Wei Dan..?" Tanya Penasehat Yu.


"Dia memang tidak tahu dan tidak pernah bertemu dengan Yu Wai Dan,..namun. Yang aku herankan, kenapa dia tahu kalau aku Adikmu Kak...?sebab Aku tidak pernah berkata pada siapapun kalau aku berasal Dari Alam Tianli. " Tanya Tuan Yu San Kun dengan wajah heran .

__ADS_1


" Jadi Kau tidak pernah memberi tahu Dia kalau Kau Penduduk Alam tianli .." Tanya Penasehat Yi juga ke heranan. "Tidak kak... Jangankan Dia..Yu Wei Dan tidak tahu kalau aku berasal dari Alam Tianli ini...Tidak seorangpun Selain istriku yang tahu Siapa aku ..." Ucap Tuan Yu San Kun lagi. Mereka semua terdiam.


"Kakek Kun...apakah Kakek tidak memiliki lambang keluarga kalian..." Tanya Yulai tiba- riba .


"Tentu saja aku punya...." jawab tuam Yu San Kun lagi. Namun terlihat tuan Yu San Kun terdiam. Tak lama Dia berseri


"Ya Dewa....apakah Dia pernah masuk keruang khususku...mungkinkah Dia yang mencuri lambang itu...?" Seru tuan Yu San Kun tak percaya.


"Hey...aku inhat... Saay Dia mengatakan kalau dia putramu , Dia menunjukkan lencana itu ...jadi lambang itu bukan Kau yang memberi...?aku mau mengakui dia keponakanku Karena Dia membawa lencana milikmu...!" Seru sang Kakak sang Penasehat Yu. Kini mereka baru sadar kalau Duan Huo telah merencanakan semua itu.


"Lalu bagaimana dengan keluarganya..? Aku lihat keluarga Duan semakin kuat...?" Kata tuan Yu San Kun pada sang Kakak.


"Semua itu Karena campur tangan kakak tersayangmu itu. Jika tidak mana mungkin keluarga Duan sekuat itu . dulu sudah aku peringati Dia... Tapi Kau tahu Siapa kakakmu itu . Si pemarah yang selalu mudah percaya pada orang lain. Namun Sekarang aku ingin tahu, sekuat apa keluarga Duan tanpa dukungan Yu Han Ma..." Tiba- tiba tuan Wang Jin Hu Berbicara.


"Maaf... Aku memang salah... Terutama pada Putra Suci dan Putri Yulia Aku hampir memisahkan kalian berdua..." Ucap Tuan Penasehat Yu.


"Tidak masalah Kek... Aku memakluminya.." Ucap Kaisar Kim dengan tenang.


"Maaf Yang Mulia...kalau boleh aku tahu... Siapakah kedua Pria Muda tampan di sebelah anda itu.." Tanya Tuan Wei Dan Menyela pembicaraan mereka .


"Mereka Putra kembarku..." jawab Kaisar Kim.


"Putra kembar ...?maksud yang Mulia., yang Mulia sudah mempuntai Istri dan Putra Selain Putri Yulia...?" Tanya Penasehat Ma dengan wajah kaget .


"Kami sudah menikah Di Alam Dinasti. Bukan kah istriku saat pertarungan sudah berkata pada Tuan Duan Huo kalau kami sudah menjadi Suami istri sebelum Dia datang di Alam ini..." jelas Kaisar Kim.


"Oo..jadi kalian sudah menikah dan memiliki anak kembar ini..." Ucap Penasehat Yu meperjelas.


"Benar Kek... Kami sudah menikah dan memiliki Putra. " ucap Kaisar Kim .


"Kalau boleh tahu berapa umur mereka Yang Mulia...aku Merasa kekuatan mereka sangat besar. Apalagi salah Satu Dari mereka mampuh mengalah kan Cin Yilu Putra Duan Huo dengan muda. ' tanya tuan Yu San Ma.


"Mereka Baru berumur enam tahun Kakek Yu..." Ucap Kaisar Kim.


"Apaa...enam tahun....!" Seru keluarga penasehat Yu bersamaan.


"Mana mungkin salah Kek... Kami Adalah orang Tua mereka. Dan Ayah Wang Yu Ran sebagai saksi nya..." Ucap Kaisar Kim sambil tersenyum bangga.


"Semua ini Karena kepandaian Istriku dalam mendidik dan membuat mereka seperti ini..." Ucap Kaisar Bangga sambil menggenggam jemari Yulia.


"Semua Karena keinginan mereka juga yang ingin Kuat..." Ucap Yulia merendah sabil mengusap kepala Wang Hai yang Ada di sampingnya.


"Ya ampun..benar- benar hebat. Yang Mulia putri mampu membuat mereka seperti ini...tapi apakah hamba boleh bertanya..?" Kata tuan Yu Wei Dan sambil menatap Kaisar dan Yulia.


"Silahkan Paman.. " Ucap Kaisar Kim.


"Maaf boleh hamba melihat Cincin di tangan si kembar..?" ucap tuan Yu Wei Dan .


"Tentu saja paman... Tapi maaf , Cincin ini sudah menyatu dengan mereka..." Ucap Kaisar Kim.


"'Tidak masalah..nak..kemarilah, ulurkan tangan mu saja nak...." Ucap tuan Yu Wei Dan . Wang Hao yang duduk lebih dekat segera mendekati tuan Yu Wei Dan, serta mengulurkan Tangannya.


"Maaf..kalau boleh tahu dari mana kalian mendapatkan Cincin yang sekarang di pakai si kembar ini..." tanya Yu Wei Dan sabil melihat Cincin ruang di jemari tangan Wang Hao.


"Kakek Kaisar yang memberikan benda ini pada kami..." Ucap Wang Hao pelan.


"Apa...Kakek...?" Seru Tuan Yu Wei Dan dengan wajah kaget.


"Kalian Cucu Kim Saong GI...!" serunya fengan wajah kaget.


"Benar...Dia ayahku..." Ucap Kaisar Kim menegaskan .


"Kau..Kau Putra Yi Ling..?" Serunya dengan wajah kaget.


"Benar...Ayahku Kaisar Kerajaan Dongyan Kim Saung GI. Dan Ibuku Putri Kaisar Zhang San Mo ...apakah anda mengenal mereka.?" Ucap Kaisar Kim dengan wajah tanya.


"Tentu saja...aku mengenal mereka, karena aku adalah sahabat mereka. Aku ikut merawat mu saat Kau masih kecil...." Ucap tuan Yu Wei Dan dengan wajah gembira .

__ADS_1


"Ternyata Paman sahabat Ayah dan Bunda.." ucap Kaisar Kim Dengan. wajah kaget.


"Ya Dewa...ternyata Kau Putra dari kedua sahabatku...aku bahagia sekali...maaf yang Mulia..boleh hamba memeluk anda..." Ucap Tuan Yu Wei Dan dengan wajah haru. Beliau berdiri dan melangkah kearah Kaisar Kim . Begitu juga dengan Kaisar Kim, Dia segera berdiri dan melangkah kearah tuan Yu Wei Dan .


"Tentu saja Paman... " ucap Kaisar Kim sambil memeluk tuan Yu Wei Dan. Terlihat tuan Yu Wei Dan berusaha menahan tangisan nya. Walaupun masih Ada air mata yang lolos Dari Matanya.


"Ternyata Kau sudah Besar Kim... Paman bahagia bisa melihat mu kembali..." Ucap Tuan Yu Wei Dan Dengan haru. Setelah puas memeluk, Tuan Yu Wei Dan melepas pelukannya.


"Bagaimana keadaan Ayahmu sekarang.?" Tanya Tuan Yu Wei Dan.


"Ayah baik- baik saja Paman...beberapa bulan lagi, mungkin aku akan menjemput dia dari Alam Dinasti..." Ucap Kaisar Kim.


"Ternyata si kembar yang kuat ini Cucu Saung GI..benar- benar Suatu kebetuntungan aku Iri padanya..." ucap tuan Yu Wei Dan sambil mengusap kepala Wang Hao.


Tuan Yu Wai Dan juga mengenalkan ketiga Putranya pada Keluarga Wang , Keluarga Xiao dan Kaisar Kim. Dan ternyata Putri Bungsu Tuan Yu Wei Dan sangat menyukai Yulia. Gadis yang Tidak memiliki kakak perempuan itu, segera menempel pada Yulia. Membuat Kaisar Kim terlihat kesal. Untung saja tuan Yu Wei Dan segera mengajak Kaisar Kim berbincang menanyakan tentang Kaisar Saung Gi . hinggah mengalihkan perhatiannya pada sang Istri. Sedang kan kedua Putra Tuan Yu Wei Dan telah berbaur dengan kakak dan Sahabat Yulia. Ke esokan harinya, Penasehat Yu segera membawa keluarganya Kembali ke rumah nya. Begitu juga dengan Yulia. Setelah tinggal tiga hati di rumah sang Ayah, mereka segera pergi ke istana. Sampai Di istana, ternyata Zhang Xio juga sudah Berada di istana Menunggu kedatangan Yulia. seperti biasa Zhang Xio dan sang adik akan bermain dan berlatih bersama si kembar . Merela menunggu hingga berakhirnya masa liburan mereka . Karena Mereka mendapatkan liburan dua minggu Dari Perguruan walaupun mendapatkan liburan, rutinitas mereka dalam berlatih tetap di lakukan. Si kembar sesekali akan berlatih di ruang Dimensi bersama sang Bunda. Tapi lebih sering berlatih dengan sang Ayah di ruang pelatihan Kaisar Kim. Atau bersama adik Zhang Xio .


Dua minggu kemudian mereka Kembali ke perguruan bersama Kakak dan sahabat serta Zhang Xio . Kaisar tidak bisa ikut karena Kerajaan membutuhkan Dia . ketika sampai di perguruan mereka di Sambut oleh guru Yan Di dan membawa Yulia untuk menghadap Pada Dekan. Dengan penuh tanda tanya Yulia mengikuti guru Yan Di . Ternyata guru Yan Di membawa Yulia ke rumah tinggal Dekan Wu You. Ketika mereka sampai di rumah Dekan, mereka melihat Kalau Guru Cen Yi dan guru Whan Ma Juga Ada di sana. Melihat mereka kuga ada di Rumah tinggal Dekan , Yulia keheranan.


"Salam Guru ...." Ucap Yulia memberi salam pada ketika guru yang Ada di dalam ruang kerja Guru Wu Yao.


"Yulia...Kau sudah datang...? Diduklah..." Ucap Dekan dengan lembut. Yulia segera duduk di Kursi yang di tunjuk Dekan.


"Untung Kau sudah datang nak... kami sempat bingung , apa yang harus kami lakukan saat menerima undangan ini..." Ucap Dekan dengan wajah Sedikit cemas .


'Undangan Guru...? Undangan untuk Siapa dan dari mana...?" Tanya Yulia dengan wajah heran.


"Undangan dari Klan Naga .. Sepertimya mereka sudah mendengar kalau Kau memiliki Kontrak dengan Salah satu anggota Klan mereka. Tentu saja ini undangan untukmu..." Ucap Dekan dengan wajah terlihat cemas .


"Lo..kenapa mesti bingung Guru..Tentu saja Yulia akan datang..." Ucap Yulia dengan tenang.


"Yang kami takutkan mereka akan enghukum dirimu... Karena Kau telah berani melakukan kontrak dengan Anggota Klan mereka. Kita tidak tahu, sepenting apa kedudukan Naga yang Kau kontral untuk mereka ..." Ucap Dekan dengan wajah bersedih.


"Biar Yulia datang ke sana Guru...bagai manapun juga, Yulia pasti akan kesana juga.." Ucap Yulia dengan tenang.


"Nak...Kau belum tahu kekejaman mereka terhadap manusia. Kami takut Kau akan terluka nanti nya..Kau tahu..mereka sangat sombong dan tidak Ada satupun manusia yang berani memiliki hubungan kontrak dengan anggota Klan Naga...." Jawab Dekan Dengan wajah cemas.


"Tidak masalah guru...bagaimana pun juga, Murid sudah melakukan kontrak hidup dengan salah satu anggota mereka.jadi sewajarnya kalau Murid harus bertemu dengan mereka..." Ucap Yulia dengan tenang.


"Kau yakin akan pergi kesana...?" Tanya


Dekan dengan wajah cemas.


"Yakin sekali guru... Dan murid akan segera pergi kesana..?" Ucap Yulia dengan wajah santai . Dia tidak cemas Karena ada Ryu.


"Kalau begitu, Kau bisa berangkat kesana.... Sebenarnya Guru ingin mrngantar kalian, tapi ke adaan Perguruan tidak bisa guru tinggal kan, bagaiaman kalau Kau pergi bersama guru Yan Di dan Guru Can Yi..." Ucap Dekan dengan wajah terlihat masih mencemaskan Yulia .


"Tidak guru...Kali ini Murid akan berangkat sendiri . apalagi Guru Yan Di dan Guru Cen Yi Sangat di butuh kan keberadaan mereka di perguruan . untuk itu lebih baik Murid beramgkat Sendiri..." Ucap Yulia dengan tenang .


"Tapi nak..." Ucap Dekan ragu- ragu .


"Maaf guru...Kali ini Yulia akan pergi sendiri , Murid Hanya bisa menitipkam si Kembar pada guru. Jika guru tak Ada waktu, anda bisa mengirimkan mereka ke keluarga Wang atau pada Istana..." Ucap Yulia.


"Biar aku yang akan bertanggung jawab jika Dekan tidak Ada ..." Ucap guru Can Yi.


"Benar...akupun juga bisa membantu mereka di perguruan..." Ucap Guru Yan Di menyela .


'Trimakasih guru..Kalau Begitu besok pagi sekali Murid akan langsung berangkat kesana. Jadi murid sekaliam akan pamit pada guru..." Ucap Yulia.


'Apakah Kau sudah tahu tempat tinggal Klan Naga..." Tanya Dekan.


"Ada kak Ryu yang akan menuntunku kesana Guru. Jadi Yulia harap Guru tidak mencemaskan keadaan Yulia. Seban Yulia akan baik - baik saja..." Ucap Yulia .


Maaf spai di sini dulu cetitanya ya...aku lanjut besok lagi .


jangan lupa like Vote dan Komennya aku tunggu.


Bersambung .

__ADS_1


.


__ADS_2