
"Belum saatnya kita bertemu Sayang..." ucapnya dalam hati. Namun saat dia melihat Yulia sedang berbicara dengan dua orang murid perguruan, satu wanita muda dan satu Pria tampan yang terlihat berusaha bersikap akrap pada Yulia, terlihat wajahnya menegang dan menatap dengan sorot mata dingin. Ingin rasanya dia berlari membawa wanita itu pergi . tapi saat ini belum waktunya dia melakukan itu . Sesekali terlihat Yulia menatap kearahnya. Pada saat kemarahan ada di dalam hatinya menekan hatinya , tiba- tiba dia melihat pria tanpa dengan gaya sembrono mendekati Yulia, dan dia tahu siapa pria itu. Pria yang terkadang membuat Dia kesal. tapi sepertinya saat ini dia bisa di andalkan untuk melindungi Yulia. kemarahan di dalam hatinya seketika meredah . Dia percaya. pria yang sering membuat dia kesal itu. pasti bisa melindungi Yulia.
Sedangkan di temapat Yulia sendiri , Terlihat Yulia menatap pria di depannya dengan tatapan tak percaya.
"Zhang Xio...kau ada di sini...?" tanya Yulia dengan wajah kaget .
"Salam tuanku..." ucap Zhang Xio pelan . Namun ucapannya membuat orang sekitarnya menatap kearahnya dengan tatapan keheranan.
"Sejak kapan kau di sini...?" tanya Yulia. Namun sebelum Yulia menjawab, seseorang mendatangi Zhang Xio.
"Yang..." belum selesai dia berkata, Zhang Xio langsung memotong.
"Diam... Kerjakan apa yang aku perintahkan tadi....dan jangan banyak bertanya..." ucapnya Dingin.
"Baik... " ucap Pria itu dengan tatapan sedikit takut , Lalu murid tadi segera pergi.
"Siapa dia Zhang...?" tanya Yulia sambil menunjuk Murid tadi dengan dagunya .
"Teman tuanku..." ucapnya dengan Lembut. .
"Tuan.. Sejak kapan anda datang kemari, Zhang Xio sudah beberapa hari ini mencari tuanku..." tanya Zhang Xio dengan tatapan tanya dan heran .
"Satu minggu yang lalu, aku datang bersama Guru Whan Ma dan Guru Yan Di..." ucap Yulia pelan.
"Jadi tuanku ada di kelas Alkemia...?" tanya Zhang Xio.
"Hmm..." angguk Yulia.
"Kalau begitu Zhang akan masuk kelas alkemia juga..." ucapnya dengan ringan .
"Lo.. Apa bisa...?" tanya Yulia keheranan .
"Pasti bisa. Nanti Zhang akan melapor pada guru Whan Ma..." ucapnya dengan yakin .
"Terserah kau saja. Tapi ingat jangan memaksa..." ucap Yulia lagi .
"Baik tuan.." ucap Zhang Xio .
Mereka melihat kembali ujian sampai murid baru di uji semua . Namun Yulia dan Zhang Xio tidak menyadari kalau interaksi mereka menjadi tanda tanya Murid di sekitar mereka. Sebab Mereka heran, Zhang Xio yang merupakan murid lama, memanggil Yulia dengan panggilan Tuan. saat murid baru dari kelas Guru Yang mendalam mendapat ujian, dan kebetukan dia merupakan orang terakhir yang di uji dari kelompok murid baru, tiba- tiba seorang pria seumuran Zhang Xio yang memiliki tubuh kekar dan kuat , terlihat melompat ke tengah arena Pertarungan. dan Dia tiba- tiba berteriak .
"Saya Dan Yulo dari kelas Beladiri berharap bisa mengalahkan senior Zhang dari peringkat tiga ... Jadi senior Zhang saya minta naik keatas arena menerima tantangan saya..!." seru pria itu sambil mengacungkan pedangnya kearah Zhang Xio. Zhang Xio yang berada di dekat Yulia terlihat kesal.
"Dia memanggilmu Zhang...?" tanya Yulia sambil melihat kearah pria di sebelahnya .
"Dasar pecundang... Kenapa dia tidak pernah kapok... Apakah terlalu enak hajaranku... hingga membuat dia ketagihan..." ucap Zhang Xio dengan wajah kesal.
"Kau akan menghadapi Dia...?" tanya Yulia.
" Kalau tidak, Diq tak akan berhenti mencarikum...Tuan aku pergi dulu..." ucap Zhang Xio .
'Hati- hati ..." ucap Yulia.
"Trimakasih Tuan..." jawab Zhang Xio sambil berjalan kearah arena pertandingan. Dia merasa gembira mendengar ucapan Yulia. Dia segera melompat Keatas Arena.
"Apa setiap pukulan yang kuberikan padamu tidak membuatmu jerah...?kau ketagihan pukulanku Ya...?"" kata Zhang Xio dengan nada kesal.
"Belum tentu hari ini kau bisa mengalahkan diriku, jangan sombong Dulu..." seru pria itu dengan nada dingin .
Dia dua tahun yang lalu Sudah di kalahkan oleh Zhang Xio untuk ketiga kalinya.dan jika saat ini dia kalah lagi, maka itu merupakan keempat kalinya dia di kalahkan oleh Zhang Xio .
"Baik...buktikan perkataanmu..." ucap Zhang Xio dengan tenang .
Maka terlibat pria itu mulai menyerang Zhang Xio. Dia bernama Dan Yulo , Dia Merupakan peringkat ke Lima di perguruan Baiyun ini .
"Siapa Dia...?" tanya Yulia yang belum mengenal murid perguruan.
"Namanya Dan Yulo . Dia peringkat kelima di perguruan ini. Sudah empat kali ini dia menantang Zhang Xio. Bulan lalu dia datang dan mencari Zhang Xio. Tapi Zhang Xio tidak ada di perguruan. Sudah dua tahun ini Zhang Xio pergi dan baru kembali, maksudku baru kelihatan . "kata Yan Qing menjelaskan .
"Tunggu dulu...bukannya Zhang Xio selama ini menjadi pengawal Nona Yu Mai..." ucap Yulia dalam hati.
__ADS_1
"Apakah dia selalu berada di perguruan ini..?" tanya Yulia.
"Aku tidak tahu... Yang aku tahu, dia akan muncul setahun sekali. Tapi tahun kemarin dia tidak pernah datang..." ucap Yan Qing.
"Ooo..." hanya itu ucapan yang keluar dari mulut Yulia.
"Memangnya kenapa Saudara Yulia...? Apakah kau mengenal saudara Zhang Xio . melihat interaksi kalian berdua tadi, sepertinya dia sangat dekar denganmu...?" tanya Yan Qing.
"Dia sahabat yang sudah ku anggap sebagai saudaraku...?" ucap Yulia .
"Oo..begitu..." ucap Yan Qing lagi. Sebenarnya Yulia ingin bertanya siapa Zhang Xio sebenarnya. Tapi jika dia katakan itu, pasti ketahuan hubungan mereka. Dan bintut pertanyaannya pasti panjang. Mereka terdiam dan melihat kembali pertandingan di depan. Terlihat Dan Yulo mengeluarkan senjata yang berbentuk cakram. Benda itu terlihat mengeluarkan sinar perak .
"Itu benda kesayangan Dan Yulo. Di tahun yang lalu, Zhang Sempat terkena senjata Dan Yula tepat di lengan kananya . Untunglah Zhang Cio masih bisa mengelak..kalau tidak lengannya pasti sekarang sudah hilang.." ucap Yan Qing.
"Kau sudah lama tinggal di sini saudara Yan...?" tanya Yulia.
"Hampir tiga tahun... Saat itu kemampuanku masih ada di level tuju puncak.." ucap Yang Qing menjelaskan . Mereka fokus kembali ke pertarungan yang kini telah berada di udara. Pertarungan itu sangat sengit. Terlihat mereka sama- sama kuat. Namun beberapa saat kemudian, terlihat Senjata Dan Yula hampir mengenai dada Zhang Xio, jika saja dia terlambat mengelak, maka. Di pastikan dia akan terluka di dadanya. Melihat Zhang Xio Selamat, tanpa sadar Yulia bernafas lega. Setelah beberapa waktu kemudian, terlihat Dan Yula terkena pedang milik Zhang Xio. Teihat tangannya banyak mengeluarkan darah. Dan beberapa waktu kemudian, Kekuatan Zhang Xio menghantam dada Dan Yula , Dia Terlihat terlempar dengan keras mengganti tanah. Tak lama dia muntahkan darah segar. tubuhnya terlihat banyak mengalami luka .
"Kau masih mau meneruskan...!" seru Zhang Xio sabil melayang di udara.
"Jangan sombong...aku belum kalah...!" serunya marah.
"Baik...Kemarilah...kita lanjut pertandingan kita...!" seru Zhang Xio dingin .
"Sombong..." ucapnya denga. Marah. Tak lama dia terlihat terbang keatas dan langsung menyerang Zhang Xio. Pertarungan kembali Terjadi. Malah semakin sengit. Dan Kali ini Zhang Xio terkena senjata cakram milik pria itu di lengan Kirinya. Terlihat lengan bajunya berdarah. Melihat itu Dan Yula tertawa keras. Dia tertawa sambil menatap Zhang Xio Dingin . Namun dia tidak sadar kalau dirinya sudah Banyak mengalami luka melebihi luka Zhamg Xio .Dia terlihat sangat mengenaskan.
"Akhirnya aku juga bisa melukaimu...! Kau bukan yang terbaik lagi...." serunya gembira.
"Jangan gembira karena bisa melukaiku, lihat tubuhmu.. Kau sudah terluka sangat parah... dan kau lupa , Siapa murid terbaik fi Perguruan ini...?" ucap Zhang Xio dengan wajah dingin .
"Tidak masalah...karena sebentar lagi kita akan mati bersama. Lihat saja , Kita akan sama- sama menikmati kehidupan di dunia lain, dan aku ingin tahu, apa yang akan kau lakukan sekarang..." ucap Dan Yula dengan. Tatapan mata merah. Tiba- tiba wajahnya juga merah.dan terlihat aura kejahatan dan pembunuhan keluar dari tubuhnya. Melihat ini Ryu berseru pada Yulia .
"Lia'er... dia akan meledakkan tubuhnya... cepat buat Aray di dekitar tubuh Dan Yula untuk melindungi para murid .." seru Ryu di benak Yulia.
Tentu saja Yulia kaget Dia segera berdiri dan berseru dengan keras .
"Zhaaang..awas dia akan meledakkan dirinya. Cepat menjauh...." seru Yulia sambil memasang Arai perlindungan dengan kekuatannya di Sekitar tubuh Dan Yula untuk melindungi semua murid perguruan yang ada di alun- alun .
Kekuatan tirani keluar dari tubuh Dan Yula . kekuatan yang membawa nafas pembunuhan. Dia ingin meledakkan Diri dengan membawa murid perguruan Baiyun. Tentu saja semua itu tidak ada yang menduga. siapa yang akan menyangka kalau Dan Yula si murid perguruan akan membawa seluruh Murid dan guru dalam kematian. Tapi ternyata seseorang juga membatu Yulia dengan menembakkan aray melapisi aray milik Yulia . membuat aray milik Yulia semakin kuat . Yulia tahu itu. dan dia merasakan nafas yang sangat femiliar dari aray itu .
"Siapa yang telah membantuku melapisi aray yang kubuat...kenapa aku merasa femiliar dengan nafas ini.." batin Yulia . Mendengar teriakan Yulia, semua orang kaget.begitu juga Zhang Xio.. Namun terlambat, dia bagai di paku di udara. Dia tak bisa pergi dan Tidak bisa bergerak sama dekali dari tempat itu .Jangankan untuk bisa lari dari sana, menggerakan tangan saja dia tidak mampu . Melihat keadaan Zhang Xio , Yulia tahu kalau Zhang Xio sudah di kunci oleh kekuatan Dan Yula .
" Kak...bagaiaman ini...aku tidak bisa melindungi Zhang Xio...! dengan jarak sedekat itu, Dia pasti terluka parah..atau tak tertolong lagi...." seru Yulia cemas dalam hati.
"Tidak masalah dan jangan cemas.... aku sudah mengirimkan kekuatanku untuk melindungi dirinya..." ucap Ryu.
Baru saja Yulia berhenti berbicara, tiba tiba Dan Yola tubuhnya bengkak ,membesar seperti manusia balon. mrlihat kejadian itu Yulia memperkuat kekuatan Aray yang dia buat . terlihat Energi di sekitar mereka bersatu kearah Dan Yula. tubuh Dan Yula menyerap kekuatan gila- gilaan. tiba- tiba tubuh besar Dan Yula sudah tak mampu lagi menerima kekuatan yang mengalir ke tubuhnya dan akhirnya meledak di udara. Api terlihat berkobar membakar tubuh Dan Yola yang meledak menjadi serpihan halis. kekuatan Api dan kekuatan yang Di hasilkan oleh ledakan tubuh Dan Yula menekan kuat kesegala arah. Dan dalam sekejap saja Darah dan daging terbungkus api merah . tekanan kuat dari ledakan itu menghantam Aray yang di buat Yulia . untunglah ada lapisan aray lain yang ternyata sangat kuat, menahan goncangan kekuatan yang sangat kuat itu. Yulia dengan sekuat tenaga mempertahankan aray yang dia buat .Namun terlihat tubuhnya goyah, terllihat wajah Yulia semakin memucat dan dia memuntahkam beberala kali darah segar. Sepertinya luka dalam Yulia cukup parah. Cepat - cepat Yulia meminum pil ramuan. Untung Ryu dan Putra Suci membantu kekuatannya. Kalau tidak mungkin Yulia akan terluka lebih parah lagi.
"Yulia...!" seru Yan Qing.
"Yuyuuu....!" seru Dumai Dengan wajah cemas.
"Aku tidak apa- apa..." ucap Yulia sambil tetap menahan kekuatannya untuk menahan tekanan karena kekuatan yang di gunakan Dan Yola sangat besar untuk meledakan tubuhnya . Kembali Yulia memuntahkan farah degar .
'Yuyu....!" seru Dumai mulai menangis cemas .
kejadian itu berjalan dengan cepat.
Sedangkan Zhang Xio sudah pasrah dengan kematiannya. Namun saat dia memejamkan matanya menunggu kematian, hhantaman yang akan melanda tubuhnya tidak dia rasakan . Dia tidak merasakan Tubuhnya terluka Dia hanya merasakan goncangan dan tekanan yang menyesakkan dadanya ,namun dia merasakan ada kekuatan yang melindungi diri nya . Dari kekuatan yang besar itu , Dia merasakan nafas Yulia. Karena Ryu mahluk kontrak Yulia otomatis ada nafas Yulia di kekuatannya . Zhang Xio segera membuka matanya. Dan Dia melihat di depannya cahaya emas samar berada persis di depannya membungkus tubuhnya . Cahaya emas samar itulah yang menyelamatkan dia dari kematian . Dia segera melihat kebawa. dia melihat Yulia yang terlihat Pucat. Dan ada banyak darah di bibir dan bajunya. Melihat itu dia merasa bersalah. Dua kali sudah Yulia menyelamatkan hidupnya .
Sedangkan pria yang ada di atas menara terlihat serba salah. Putra Suci terlihat sangat cemas melihat keadaan Yulia . Dia ingin terbang kearah Yulia. tapi keadaan Istana yang belum stabil membuat dia tidak bisa mendekati Dia . Ketakutan Yulia tersakiti dan terbunuh membuat Dia Dengan susah payah menahan keinginananya. Hingga terlihat kepalan tangannya yang mengeras karena menahan kemarahan dan sakit hati. Hawa dingin terasa di sekitar Pria itu. Sampai Dekan menatap Pada Putra Suci Kaisar Agung. Namun tatapan Dekan kembali ke alun- alun perguruan. Dia menatap Yulia yang telah mengurai kembali Aray yang dia buat . Dia melihat wajah Pucat Yulia.
Dia tadi ingin membuat aray perlindungan, tapi keduluan Yulia dan Putra Suci. Dalqm kecemasan dia juga merasa heran pada Yulia. "Anak itu.... Ternyaya dia mampuh Membuat aray yang begitu kuat...." batin Dekan Wu Yao.
Ternyata bukan hanya Dekan yang sedang memperhatikan perbuatan Yulia. Tapi demua Guru dan murid perguruan . terutama sang Guru Whan Ma dan guru Master mendalam ( guru yang mendalam ) mereka kaget dengan perbuatan Yulia cepat tahu kalau Murid Dan Yula akan meledakkan tubuhnya .
Sedangkan di tempay Yulia, terlihat gadis itu sedang kembali meminum pil ramuannya. Terlihat Zhang Xio sudah turun dari udara dan mendekati Yulia yang sedang di papah Dumai . Dia berjalan cepat mendekati Yulia .
"Tuan... Kau tidak apa- apa...!" serunya Dengan cemas. dia sangat cemas melihat keadaan Yulia yang terlihat sangat Pucat dan darah di bajunya sangat banyak .
__ADS_1
'Aku tidak Apa- apa Zhang..." ucap Yulia lemah .
"Kau menolongku kembali.." ucap Zhang Xio dengan wajah Terlihat merah menahan. perasaannya atau tangisan . "Ck..kau ngomong apa...sudah jangan berbicara lagi.. kau jelek jika seperti itu..." ucap Yulia yang masih merasakan sesak di dadanya. Dia berusaha menutipi lukanya . Tak lama kedua guru pun datang. Yulia...kau tidak apa- apa...!" seru guru Whan Ma.
"Tidak guru...hanya tinggal sesak di dada..." ucap Yuliaencoba menutupi lukanya . .
Tapi kedua guru tahu Yulia terluka.
"Kau juga mempelajari guru yang mendalam?" tanya guru Shisan Yu sang guru Aray.
"Sedikit guru..." jawab Yulia.
"Tahap..." tanya Guru Shisan Yu lagi.
Yulia terdian. Tak lama Dia berkata.
"Delapan guru.. ." jawab Yulia.
"Apaaa...!" seru kedua guru bersamaan.
Melihat sang guru kaget, Yulia hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal .
"Dasar anak nakal...kau ini benar- benar membuat guru kesal.... sekarang kembalilah ke kediamanmu, guru tahu kau terluka..." ucap Guru Whan Ma.
"Tunggu guru Ma... Aku masih ingin berbicara dengan murid Yulia..." ucap Guru Shisan Yu. yang masih penasaran pada Yulia.
"Tidak , nanti saja..., apakah kau tak lihat muridku terluka..." ucap Guru Whan Ma tegas. Guru Shisan Yu menyadari itu.
"Baik. baik....tapi biarkan aku berbicara dengan dia ..."ucap huru Shisen Yu .
"Guru biarkan Murid Zhang Xio yang membawa dia pergi..." ucap Zhang Xio pada guru Whan Ma.
"Aku bisa sendiri Zhang ... Kau tetap saja di sini... "Ucap Yulia.
"Tidak ...aku akan tetap membawamu kembali ke Rumah tinggalmu... Dan maaf guru..aku akan kembali ke kelas Alkemia..." ucap Zhang Xio.
"Ck kau ini... Ya sudah pergilah..." kata guru Whan Ma .
"Guru..kalau di ijinkan Murid Dumai juga ingin menemani Yulia ,..." pamit Dumai.
"Pergilah... Kalian bawa Yulia kembali ke rumah tinggalnya, biar dia bisa istirahat . dan ini pula yang bisa kau gunakan." kata guru Whan Ma sambil memberikan botol giok kecil.
"Trimakasih Guru...kalau begitu Murid undur diri..." ucapYulia berpamitan,
"Kami juga akan pergi guru..." ucap Zhang Xio dan Dumai.
"Baik..tapi ingat , Jaga Yulia Dengan benar..." ucqp Guru Ma . Mereka segera kembali ke Rumah tinggal Yulia setelah pamit pada Kedua guru. Sedangkan di atas sana , terlihat Putra Suci Kasian Agung terlihat menghela nafas panjang. Bagaimanapun juga hatinya sangat sakit melihat Yulia terluka seperti itu. sedangkan dia tidak bisa menolongnya.
"Maafkan aku sayang.... sebentar lagi kita akan kumpul kembali . aku harap kau mulai mencintaiku..." ucap Putra Suci dengan wajah sedih . Namun saat mereka kembali menatap pertandingan, Tiba- tiba pengawal pribadinya
maju kedepan.
"Maaf Yang Mulia.." ucap pengawal setianya
dia memberikan amplop putih. dan dia segera membaca . Setelah itu dia berkata.
"Kita kembali... " ucapnya dingin.
"Baik yang Mulia putra suci..." ucap sang pengawal.
"Guru... Maaf Putra akan kembali dulu. kita lanjut lain hari. walaupun ini sangat penting.." ucap Putra Suci.
"Silahkan. yang Mulia...hamba akan menunggu kedatangan yang Mulia..." ucap dekan.
tak lama terlihat Putra Cuci dam pengawalnya segera pergi. dalam sekejap saja, Mereka bertiga hilang dari tempat itu.
Udahan dulu ya..aku lanjut besok lagi.
jangan lupa like. vote dan komennya aku tunggu. maaf jika masih ada typo dan salah ketik. 🙏🙏.
__ADS_1
Bersambung.