
Yulia seger memasukkan seluruh tubuhnya kedalam air yang ada didalam bak mandi dan bertahan sebentar di sana.. Dan Saat dia keluar dari bak mandi. perasaan segar kuat terasa di dalam tubuhnya . Yulia segera keluar dari kamar mandi setelah selesai berganti pakaian . Ketika ada di dalam perpustakaan kembali, Terlihat para sahabat hewan kontraknya sudah menunggu dengan wajah gembira.
"Kalian sudah ada di sini...?" ucap Yulia sambil berjalan kearah ranjang miliknya. tak lama para sahabatnya mengikuti dirinya dan duduk di sekitar Yulia.
"Ternyata ada manfaatnya juga kau mengobati tuan Muda Yang Zi. dalam satu langkah , kau naik dua macam level kekuatan , hey.. tidak aku melihat kekuatan jiwa dan mentalmu semakin kuat. selain Level mu naik ketahap bumi level tiga, kekuatan Alkemiamu naik Level sembilan puncak.. ternyata tidak sia- sia melakukan pengobatan ini Lia'er..." ucap Ryu gembira.
"Selamat tuan...tuan memang memiliki kekuatan dan otak cemerlang...." puji Dolly .
"Selamat Yuyu...dengan. kau bertambah kuat, aku juga merasakan kekuatan ku juga semakin bertambah..." ucap Heizi gembira.
"Bukan hanya Kau Heizi...tapi kami juga..." ucap Si kembar Bai .
"Tuan...tapi aku merasa tuan Muda keluarga Yang menyukaimu..." ucap Wangli .
"Aku juga merasa... semoga dia tidak bertindak keterlaluan... tapi sepertinya dia pria baik- baik..." ucap Yulia .
"Kau tetap harus berhati- hati Lia'er..." ucap Ryu.
"kita hanya tinggal dia hari lagi...lusa kita sudah kembali..." ucap Yulia.
"Syukurlah...." ucap Wangli.
"Ibu...aku ingin ikut keluar..." ucap si kembar Bai Fan . Mendengar ucapan Bai Fan Yulia terdiam.
"Biarkan dia ikut Ibu...beberapa hari ini dia selalu merindukan ibu..." ucap Bai Feng.
Yulia menatap pada Bai Fan yang terlihat murung. akhirnya Yulia mengijinkan dia keluar asal berubah menjadi kecil. Mendengar ucapan Yulia , terlihat mata berbinar Bai Fan .
"Tapi setelah ibu kembali ke penginapan. sebab ibu masih harus mengobati tuan Muda Yang Zi..." ucap Yulia.
"Baik ibu..." jawab Singa yang kini sudah terlihat besar tubuhnya .
Setelah berbicara dengan sahabat hewan kontraknya, Yulia mengambil pedang dan berlatih bersama Ryu dan Wangli. Mereka berlatih di tanah lapang di belakang menara. Setelah di rasa cukup lelah , Yulia kembali mandi dan keluar dari dalam ruang Dimensi nya. Seperti biasa , Ryu berada di leher Yulia . Saat berada kembali di dalam ruang pengobatan, ternyata matahari telah bersinar terang . Yulia segera keluar ruangan , dan ternyata sang Guru dan tabib Nan Bo Tan masih berada di ruang yang ada di depan ruang pengobatan.
"Salam Guru salam tabib Nan..." sapa Yulia dengan ramah sambil mengepalkan tangannya di depan dada untuk memberi salam dan hormat. .
"Salam Lia'er...kau sudah bangun...?" Tanya sang guru.
"Salam Nona Yulia..." sapa tabib Nan Bo Tan .
"Guru tidak istirahat...?" tanya Yulia sambil berjalan kearah sang guru.
"Sudah...duduklah Di dekat guru.." ucap Guru Yun.
"Trimakasih guru...tapi Yulia harus mengobati Tuan Muda Yang Zi terlebih dahulu guru... " ucap Yulia.
"Kalau begitu lakukanlah..." kata Sang guru. Yulia segera menatap pada Tabib Nan Bo Tan yang berada di dekat sang guru.
"Tabib Nan.. Apakah tuan muda sudah siap...?" tanya Yulia.
Namun sebelum tabib Nan menjawab, terdengar suara dari arah kamar sebelah ruang pengobatan.
"Aku sudah siap Nona Yulia..." ucap sebuah suara. Mereka bertiga segera menatap kearah kamar yang ada di belakang Yulia . terlihat seorang pria tampan dengan tatapan lembut berdiri di depan pintu kamar . di sebelah pria itu berdiri pria paruh baya yang berdiri dengan penuh wibawa. Terlihat senyum di wajah tua nya. Mereka berdua terlihat menatap kearah Yulia. Melihat kedatangan kedua pria itu, Yulia dan kedua orang yang bersamanya segera memberi salam. Yulia baru tahu kalau pria yang bersama tuan Muda Yang Zi adalah kepala serikat kedokteran yang bernama tuan Yang Hu Ran yang juga Ayah dari tuan Muda Yang Zi.
"Anak muda.. Aku dengar kau sudah memurnikan obat untuk Putraku. Apakah pil itu sudah jadi...?" tanya Tuan Yang Hu dengan wajah terlihat gembira.
"Sudah tuan..ini..dan kebetulan hari ini saya akan memulai perawatan pada tuan Muda..." ucap Yulia. Dia memberikan botol obat yang berisi tiga obat di dalamnya. Saat tuan Yang Hu membuka tutup botol itu, seketika tercium harum ramuan obat dari dalam botol itu. Dan harum ramuan itu membuat orang yang menciumnya merasakan kesegaran di dalam tubuhnya . namun wajah tuan Yang Hu terlihat sangat Kaget.
"Pil Lilian Dan...!" Seru pria tua itu kaget. mendengar ucapan tuan Yang Hu. Baik guru Yun maupun Tabib atau Dokter Nan Bo Tan kaget bukan main.
"Pil Lilian Dan ..!" seru mereka hampir bersamaan. Melihat keterkejutan kedua orang di depannya , tuan Yang Hu kaget.
"Kalian juga belum tahu obat ini...?" ucapnya.
"Belum tuan..Nona Yulia baru keluar . dan kami tidak tahu pil apa yang dia sempurna kan ..." ucap tua. Nan Bo Tan .
"Kalau begitu lihat Ini..." ucap tuan Yang Hu sambil memberikan botol berisi pil Lilian Dan . mereka bergantian melihat pil Yang ada di dalam botol. Tak lama terdengar seruan mereka.
"Lilian Dan...pil level sembilan puncak...!" seru mereka hampir bersamaan. Mendengar mereka kaget melihat pil yang dia murnikan, Yulia hanya bisa menundukkan kepala.
"Tapi kenapa warna pil Lilian Dan berwarna merah..." tanya guru Yun .
"Maaf guru...Yulia memasukkan buah Naga agar kekuatan tuan Muda Yang Zi lebih cepat .. " jawab Yulia .
__ADS_1
"Kau memiliki buah Naga...?" tanya Tuan Yang Hu.
"Kebetulan Yulia punya tuan..." jawab Yulia.
"Lia'er...peringkat pengobatanmu sudah berada di level sembilan puncak..?" tanya Guru Yun dengan wajah kaget.
"Tadi malam Yulia baru bisa menyempurnakan pil Lilian Dan itu guru ...." jawab Yulia. Mendengar jawaban Yulia, Guru Yun hanya bisa menatap Muridnya dengan tatapan rumit.
"Tuan Muda ..bagaimana kalau sekarang kita mulai pengobatannya..?" Kata Yulia mengalihkan pembicaraan.
"Baik.. Apakah aku harus meminum pil ramuan yang kau buat..." ucapnya.
"Tidak...anda harus mendapatkan pengobatan dengan cara akupuntur terlebih dahulu..." jawab Yulia.
"Akupuntur...!" seru mereka berempat hampir bersamaan.
"Kenapa..? Ada yang salah..? " tanya Yulia tak mengerti .
"Nak... Di sini tidak ada dokter atau tabib yang bisa melakukannya..." ucap Tabib Nan Bo Tan .
"Maksud tabib pengobatan akupuntur.,...?" tanya Yulia heran . Ada anggukan dari kepala tabib Nan Bo Tan .
"Oo...Apakah saya mencari tabib untuk melakukan itu...?" tanya Yulia dengan nada heran .
"Maksudmu...?" tanya Tabib Nan Bo Tan keheranan. Bukankah ucapan Yulia tadi Menunjukkan kalau mereka harus mencari Dokter Ahli akupuntur. Yulia menatap mereka dengan kening berkerut. Tak lama baru dia sadar kalau mereka belum tahu kalau dia bisa melakukan menyembuhkan dengan teknik akupuntur.
Berdehem...
"Maksud Yulia...Yulia akan melakukan pengobatan dengan cara tehnik akupuntur , bukan tabib lain..." jawab Yulia sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Apaaa..! Seru mereka bertiga hampir bersamaan.hanya tuan muda Yang Zi yang diam sambil menatap Yulia dengan tatapan semakin dalam .
" Kau...kau bisa melakukannya... !" seru tabib Nan dengan Wajah kaget.
"Sedikit..." ucap Yulia dengan wajah tenang.
Mendengar ucapan Yulia terlihat tabib Nan Bo Tan terdiam . tak lama dia berkata .
"Tapi..." terlihat tabib Nan Bo Tan agak ragu.
"Apakah aku boleh masuk kedalam juga...?" tanya tabib Nan Bo Tan .
"Boleh...." jawab Yulia dengan wajah tenang.
"Ya Sudah ayo kita lakukan..." ucap Tuan Muda Yang Zi.
Mereka segera masuk kekamar Tuan Yang Zi. Dan dengan bantuan tabib Nan Bo Tan, baju bagian atas tuan Yang Zi di buka. Setelah itu Yulia mulai duduk lotus di belakang tuan Muda Yang Si yang duduk lotus juga membelakangi Yulia. Melihat tubuh tuan Muda Yang Zi. Yulia tidak terpengaruh sama sekali.
"Pria tampan ini memang badannya bagus, memang layak kalau banyak gadis yang akan jatuh Cinta padanya. Tapi maaf he he he.. wajah dan Tubuh mu masih bagusan Suamiku. Apalagi hatinya. Dia adalah pria yang harus aku cintai sepenuh hatiku..." ucap Yulia dalam hati.
Dia tadi melihat kecanggungan tuan Muda Yang Zi saat mengekspos tubuh bagusnya. Walaupun Yulia sempat melihat wajah bangga di mata pria ini
"Tabib Nan... apakah anda bisa menyediakan wadah kecil...." kata Yulia pelan.
"Bisa..tapi untuk apa...?." tanya Tabib Nan dengan cepat.
"Darah beracun yang akan di keluarkan tuan Muda takutnya banyak dan berbau . Kalau tidak kita tempatkan pada wadah, tempat ini akan tercemari darah beracun..." jawab Yulia.
"Baik..aku akan menyuruh orang untuk mengambil ." ucap Tabib Nan Bo Tan. Tak lama dia segera menyuruh pelayan mengambilkan benda yang di minta Yulia.
Sedangkan Yulia sendiri mulai konsentrasi mengobati Tuan Muda. Perlahan tangan seputih giok dan lentik itu mulai nenusukkan jarum akupunturnya ke titik akupuntur di tubuh belakan tuan Muda Yang Zi. Juga di sebagian kepalanya. Melihat itu terlihat Tabib Nan Bo Tan kaget. Karena gerakan Yulia terlihat sangat tenang dan cekatan.
Gerakan Itu bukan gerakan orang Yang baru belajar atau orang yang memiliki ilmu akupuntur sedikit. Tapi merupakan seorang Ahli pengobatan akupuntur.
"Wanita ini... Ternyata terlalu merendah...di mana ilmu yang sedikit. Dari gerakannya saja dapat dilihat kalau dia memang ahli dalam bidang ini..." ucap tabib Nan dengan Perasaan kagum.
"Yang Mulia tolong jangan menolak kekuatan saya saat masuk kedalam tubuh anda. Hamba seorang tabib tidak akan menyakiti anda..." Terdengar ucap Yulia yang lembut . Mendengar suara lembut di belakangnya , perasaan Tuan Muda sangat nyaman .
"Lakukan saja..." ucapannya dengan tenang .
"Yulia pun lalu mulai menyuntikkan tenaganya dari punggung tuan muda. Terlihat cahaya putih mulai keluar dari tangan Yulia. Dan cahaya Putih menyebar keseluruhan tubuh Tuan Muda. Secara perlahan, Yulia membimbing racun yang ada di dalam tubuh Tuan Muda Yang Zi untuk di Keluarkan . Terlihat wajah Yulia mulai memucat dan bintik- bintik keringat terlibat penuh di wajah nya. Namun dia tetap menekan kekuatannya kedalam tubuh Tuan Muda. Dan hampir tiga jam kemudian, terlihat tuan Mudah seperti mau muntah. Melihat itu, dengan cepat tabib Nan Bo Tan membawa wadah kedepan tuan Muda Yang Zi. Benar saja , tak berapa lama tuan Muda Yang Zi memuntahkan Dua kali darah hitam kental kedalam wadah itu. Darah hitam yang berbau amis menyengat . Namun terlihat Yulia masih memejamkan matanya , dengan tangan masih di belakang punggung Tuan muda. Baru setelah tuan muda kembali memuntahkan dua kali darah hitam. Terlihat Yulia mulai membuka matanya. Dan dengan cepat dia mulai mencabuti jarum peraknya. Setelah itu dia turun dari atas ranjang tuan Muda Yang. Melihat Yulia turun dari pembaringan, tuan muda bergeser serta menurunkan kaki panjangnya dari ranjang . Kini dia duduk di pembaringan . Dan Tabib Nang Bo membantu membersihkan badannya. Serta memakai kembali pakaiannya. Setelah melihat Pria itu selesai memakai baju , Yulia mengulurkan botol berisi air kehidupan .
"Tuan...silahkan di minum pil dan air yang ada di dalam botol ini, dan tolong habiskan..." ucap Yulia. Tuan Muda Yu melihat botol Di tangan Yulia. Dan bertanya.
__ADS_1
"Air apa ini...?" ucapnya pelan.
"Air yang akan membuat pil ramuan Saya semakin evektif bekerja..." jawab Yulia.
Tanpa ragu sedikitpun, tuan muda Yang Zi meminum pil dan air dalam sekali minum.
"Sekarang tolong anda bermeditasi untuk melancarkan pil dan aliran darah di dalam tubuh anda..." ucap Yulia. Pria itu terlibat kembali duduk dan mulai fokus bermeditasi.
"Tabib Nan...saya akan keluar dulu. Tugas saya sudah selesai. tinggal besok pagi saya akan kembali lagi kemari . setelah itu selesai sudah tugas saya..." ucap Yulia pelan. Takut orang yang sedang bermeditasi terganggu .
"Baik Nona silahkan" ucap Tabib Nan Bo Tan . Yulia segera keluar , sedangkan tabib Nan Bo Tan tetap berada di kamar itu. Ketika Yulia keluar terlihat di ruangan yang ada di depan kamar tuan muda , terlihat Guru Yun sedang duduk bersama tuan Yang Hu . Namun terlihat ada beberapa tamu berada di sana juga . dan mereka terlihat sedang berbicara santai. Dan saat mereka melihat Yulia keluar dari kamar tuan Muda Yang Zi . mereka segera mengalihkan tatapannya kearah Yulia .
"Yulia..bagaimana pengobatannya...?" tanya Tua. Yang Hu dengan wajah khawatir.
"Selam semuanya...." ucap Yulia memberi salam dan hormat pada semua tamu terlebih dahulu. dan di antara tamu itu, terlihat ada nyonya Xiao. Yulia yakin orang yang ada di sebelahnya adalah suaminya. Mereka membalas sapaan Yulia dengan anggukan dan senyuman. Namun di wajah mereka terlihat kekawatiran. Seperti yang ada di wajah tuan Yang Hu.
"Semua baik- baik saja tuan... Saya membiarkan tuan Muda untuk bermeditasi menstabilkan peredaran darahnya yang sempat terganggu..." ucap Yulia dengan wajah tenang .
"Apakah itu tandanya Putraku akan Sembuh...?" tanya Tuan Yang Hu dengan wajah sedikit cemas .
"Semoga saja... Kita lihat nanti setelah tuan Muda selesai berkultivasi. Namun besok saya masih harus datang sekali lagi, karena masih ada sedikit racun yang ada di dalan tubuh tuan muda..." ucap Yulia.
"Semoga Yang Zi benar- benar sembuh..." ucap Tuan Yang Hu.
"Yulia...perkenalkan ini keluarga Xiao. Ini patrik Xiao Kang (Menunjuk pada tuan Kak) Nyonya Xiao, dan itu tuan Xiao Han Jon dan tuan Wang Jin Hu. Mereka ingin tahu keadaan Putraku, tapi juga ingin menemui dirimu..." ucap tuan Yang Hu.
Mendengar ucapan tuan Yang Hu. , Yulia memberi salam pada mereka. Namun saat matanya menatap pada tuan Wang Jin Hu, tiba- tiba dia sedikit kaget. Sebab wajah itu mirip sekali dengan sang Ayah. Setelah tertegun sejenak, dia segera tersenyum dan berkata.
"Yulia bertemu dengan keluarga besar Xiao..salam semuanya..." ucap Yulia sambil memberi hormat dengan berdiri dan mengepalkan tangan di depan dada sedikit membungkuk. Melihat sikap Yulia terlihat senyum lebar di bibir tuan Xiao Han Jon .
"Ternyata selain seorang Murid yang jenius, ternyata Nona Yulia juga seorang yang Sopan dan ramah..." ucapnya dengan nada kagum.
"Tetua terlalu memuji...." ucap Yulia.
Tiba- Tiba tuan Wang Jin Hu berdiri lalu mendekati Yulia.
"Gadis muda...aju kagum padamu, boleh orang tua ini memelukmu sebentar..." ucap Tuan Wang Jin Hu sambil menatap Yulia penuh harap. Melihat tatapan itu, Yulia merasa bagai di tatap sang Ayah.
"Ada apa ini...kenapa aku merasa seperti sangat mengenal kakek ini..."batin Yulia.
"Boleh.. Tapi apakah Yulia boleh memanggil tuan dengan panggikan Kakek...?" tanya Yulia. Mendengar ucapan Yulia terlihat senyum gembira di wajah tua tuan Wang Jin Hu.
"Dengan senang hati nak..." ucapnya. Tanpa terasa air mata jatuh di pipi tuanya. Tuan Wang Jin Hu merasakan getaran aneh di dalam hatinya. Getar bahagia, Rindu. Dan ingin menyayangi wanita di depannya. Perlahan Yulia mendekati tuan Wang Jin Hu. Dan tak lama dia berada di dalam pelukan kekar pria tua itu. Terlihat ada genangan air mata yang jatuh di pipi tua itu. Setelah cukup lama, tuan Wang Jin Hu melepas pelukannya.
"Kau mau menjadi Cucuku...?" ucapnya lembut.
"Tentu saja Yulia mau Kek...Sebab Yulia tidak memiliki Kakek..." ucap Yulia bahagia .
"Ha ha ha...mungkin ini takdir kita, tapi kenapa kau tidak memiliki kakek...apakah Kakekmu telah tiada...?" tanya Tuan Wang Jin Hu lagi .
"Yulia juga tidak tahu Kek... Yulia hanya tahu kalau kami tidak memiliki Kakek atau keluarga lain... Tapi maaf Kek... Dua hari lagi Yulia harus kembali ke Kerajaan Kami. Sebab besok aadalah hari terakhir buat kami Di kota sini...Bukankah begitu guru...?" ucap Yulia sambil menatap pada Guru Guang Yun.
"Benar... " jawab GurunYun.
"Tidak masalah nak... Kakek bangga memiliki Cucu yang pintar Sepertimu walau itu hanya sesaat..." namun percakapan mereka terhenti saat pintu kamar tuan muda Yang Zi terbuka. Akhirnya Yulia dan Tuan Wang segera kembali ketempat duduknya.
"Nak kau keluar...? Katanya kau sedang bermeditasi...?" ucap Tuan Yang Hu.
"Kesehatanku sudah lebih baik Yah..... Trimakasih Nona Yulia..." ucap tuan Muda Yang Zi. Terlihat wajah pucatnya memiliki warnah cerah. Tidak pucat lagi . Kini dia terlihat lebih baik .
"Sudah kewajiban seorang Dokter untuk menyembuhkan orang Yang sakit tuan Muda..." jawab Yulia tenang. Sikapnya yang tenang membuat Tuan Muda Yang Zi semakin penasaran pada wanita ini. Tidak ada wanita di alam Tianli Yang tidak akan tersipu saat bertemu dengannya. Tatapan mendamba sudah menjadi hari- hari yang dia temukan saat wanita bertemu dengan dia. Tapi tidak dengan wanita satu ini. Sikapnya dingin cuek dan tak perduli . hanya saat penyembuhan penyakitnya saja Yulia terlihat memperhatikan dirinya.
"Karena tuan Muda sudah semakin sehat, maaf tuan Yang...kami berdua ingim mohom diri lenih dulu , Kami akan ke penginapan, Sepertinya Murid Yulia harus istirahat terlebih dahulu... " ucap Guru Yun.
"Benar sekali...Nona Yulia hampir dua hari dua malam tidak beristirahat , Demi untuk memurnikan pil milik tuan muda. Lebih baik sekarang kembali dulu ke Penginapan..." ucap tabib Nan Bo Tan . namu setelah selesai berbicara , Dia merasakan tatapan dingin di belang tubuhnya. Dan Dia melihat wajah dingin sang Tuan Muda menatap padanya. Seketika dia terdiam. Sedangkan Guru Yun dan Yulia telah berdiri .
"Apakah Nona Yulia tidak istirahat di sini saja...Di sini juga masih banyak kamar kosong..." ucap Tuan Muda Yang Zi.
"Maaf Tuan Muda... Ada yang harus saya lakukan dengan teman- teman. Jadi mohon maaf kami pergi dulu .." ucap Yulia lalu memberi salam Dan hormat pada semuanya lalu keluar bersama sang Guru. Melihat sikap Yulia, terlibat sekali kekecewaan di wajah tuan Muda Yang Zi . Namun Dia tidak bisa memaksa wanita itu. bagaiama pun juga wanita itu adalah penolongnya .
Udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.
Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu
__ADS_1
Jika masih ada kesalahan maaf..🙏🙏
Bersambung