
"Kok Tidak ada..kemana Dia...?" Tanya leluhur Tua. sbil menatap ruang tamu yang kosong.
"Ayah...bukankah Lia'er tadi pamit pada kita kalau mau menunggu kita di taman...?" ucap Zizu sambil menatap Sang Ayah .
'Aah... benar Katamu Zu'er... Maaf ayah aku lupa .. Dia Ada di taman.. Karena kami akan menemui ayah. Dia meminta ijin padaku untuk menunggu kami di Taman...?" Ucap Ryu sambil menggaruk kepala yang tak gatal . Tanpa Berbicara lagi, leluhur Tua segera berjalan keluar istana . Dia mencari keberadaan Yulia di taman yang terlihat cukup Luas itu. taman ini Adalah hadiah dari sang Putri sebelum dia pergi untuk selamanya . Dan saat mereka sampai di tengah taman , Mereka melihat seorang wanita yang sedang melihat dan mencium bunga- bunga yang sedang mekar. Terlihat wanita itu bagai malaikat atau bidadari yang sedang bermain di antara bunga yang sedang memar. Ketiga orang itu menikmati keindahan ciptaan Dewa.
Sedangkan orang yang menjadi focus perhatian mereka, terlihat Yulia sedang melihat bunga- bunga yang Beraneka ragam. Dia mencium bunga yang Satu, lalu berganti pada bunga yang lain . di dalam fikirannya sudah tergambar berpuluh wewangian yang akan membuat tubuh Menjadi harum.
"Andai bunga- bunga ini ada di kebinku. Pasti sudah Menjadi wewangian yang sangat harum . yang memanjakan tubuh seorang wanita..." ucap Yulia dengan wajah gembira.
Memang sejak dia keluar dari dalam istana tadi , dia berjalan kearah taman yang penuh dengan beranika ragam bunga.
"Apakah taman di istana kak Ryu mendapatkam bibit bunganya dari sini Ya... Atau bunga di sini bibitnya Dari sana..." gumam Yulia sambil melihat Dari satu bunga ke bunga yang lain. tingkah lakunya bagai Peri bunga yang sedang melihat bunga kesayangannya. Terkadang Yulia akan me metik bunga Dan memakannya bagai cemilan yang paling enak . Perasaan Segar dam bahagia membuat dia tak sadar kalau Ada tiga pasang mata sedang menatap kearah nya dengan tatapan yang berbeda.
"Long Bay Ran ...Diakah orangnya...?" Ucap leluhur Tua setelah menatap Yulia lama .
"Benar Ayah...itu Dia.." Jawab Ryu.
"Ran...dia memang Mirip adikmu..hanya bedanya dia lebih kecil...." Ucap leluhur Tua sambil meneteskan air mata.
"Ayah...dia memanggilku Ryu..." Ucap Ryu.
"Apa...Ryu...? Dia tanpa sadar masih memanggil nama kesayangannya Padamu Ran'er.." Ucap sang Ayah yang membuat air matanya semakin deras jatuh.
"Saat pertama Kali aku bertemu dia, aku sangat marah padanya . Karena wajahnya yang mirip Yueyue membuatku ingin membunuhnya. Dia yang memiliki ilmu tak seberapa, akan mudah bagiku membunuh gadis itu. Namun kecerdikannya membuatku menyerah. Kegesitannya kecepatan dalam gerakannya membuatku Kalah . akhirnya aku mulai sadar kalau dia pasti Yueyue adikku. Dan saat kami mulai memiliki hubungan kontrak, membuatku semakin yakin pada dia. Saat Dia membawaku masuk ke Cincin Ruang Dimensinya..." Ucap Ryu.
"Apakah Dolly berada di dalam sana...?" Tanya sang Ayah.
"Ada...tapi ingatannya hilang. Dia hanya ingat pada pria yang terakhir memiliki Cincin itu.
"Pria...?" Terlihat kerutan di Alis mata Pria Tua itu.
"Benar Ayah.. sebelum Lia'er memiliki kembali Cincin itu, Ada seorang pria yang menjadi pemilik Cincin itu. Namun kata Dolly Cincin itu hanya beberapa waktu saja . Sebab Sahabat Pria itu berhianat dan membunuh Pria itu. hanya untuk merebut Cincin itu Dari sang teman . akhirnya Cincin itu jatuh pada si pembunuh. Namun entah kenapa kata Dolly Pria itu tidak bisa memakai Cincin itu. Akhirnya Dolly berada di dalam ruang Dimensi itu beratus tahun. Hingga akhirnya ruang Dimensi kembali hidup di tangan Lia'er .." Ucap Ryu menjelas kan .
"Ayo kita kesana..." Ucap Ayah Ryu.
"Maag Yang Mulia Long Acun...tolong air mata Yang Mulia di bersihkan terlebih dulu..." Ucap Ryu menggoda.
Buk...
"Dasar anak durhaka. Kau berani menggodaku ha...!" Seru leluhur Tua yang bernama Long Acun sambil memukul kepala Ryu. Ternyata wajah dingin dan sombong Ryu luntur saat dia bersama sang Ayah.
"Auu Ayah...aku ini anak Ayah yang tampan , Kenapa Kau memukulku...!" Seru Ryu sambil mengusap kepakanya yang terkena Hantaman tangan sang Ayah.
"Ayah.. Ternyata Kau lebih narsis dariku..." Ucap sang Putra Zizu Rong dengan. wajah mengejek .
"Hey... Kau lihat sendiri aku memang tampan kan..." Ucapnya dengan wajah bangga.
"Cih..tak tahu malu.. tapi tunggu Ayah... Kalau ku dengar pembucaraan Kalian sejak tadi tentang gadis itu.. Apakah benar gadis cantik itu Bibi Ku...?" Tanya Zizu menegaskan.
"Kau salah....dia Yulia seorang manusia...tapi depertinya dia Reinkarnasi dari adik kembar ayah yang mati di Medan pertempuran .." Ucap Ryu.
"Aah...Malangnya nadipku...kenapa aku jatuh cinta pada bibiku...tapi tidak masalah, bukankah dia sekarang manusia..." Ucap Zizu hembira sambil menjawab ucapannya sendiri.
"Bodoh.. mana bisa Kau mencintai dia , dia sudah memiliki Suami dan sepasang Putra kembar.." Ucap Ryu sambil memukul Kepala sang Putra. Tentu saja ucapan Ryu membuat kedua orang yang berada bersamanya kaget Bukan main
"Apaa...dia...Dia mempunyai Putra lembar..?" Seru tuan Long Acun menatap Ryu dengan wajah kaget.
"Benar Ayah...dia telah menikah dengan Putra Suci dari Kerajaan Taiyung. Dan memiliki Putra kembar...yang pintar seperti Ibunya .." Ucap Ryu bangga.
"Putra Suci...bukan kah dia calon Kaisar Kerajaan besar itu.." Seru tuan Long Acun dengan wajah kaget .
"Benar Kek...Kerajaan itu merupakan Kerajaan nommer satu di Alam Tianli ini ...." kata Zizu menbakan pujian .
"Ya Dewa Kenapa Kau tidak membawanya kemari Ryu.." Seru sang Ayah kesal.
"Mereka sedang Belajar di perguruan Baiyun Yah... " ucap Ryu menjelaskan .
"Ayah...umur berapa Dia sekarang, mana mungkin Lia'er yang masih Muda bisa memiliki Putra yang sudah berguru di sebuah perguruan ..?" Tanya Zizu tak yakin Yulia memiliki Putra yang sudah Dewasa . .
"Mereka masih kecil. umur mereka masih enam tahun tapi kekuatan mereka sudah berada di Alam Bumi awal, tapi entah sekarang..." Ucap Ryu . membuat Kakek dan Cucu di depannya terlihat melongo tak percaya .
"Ayah jangan suka membual...mana Ada anak umur enam tahun sudah berada di Alam Bumi Awal..." Ucap Sang Anak tak percaya.
Buk...
"Kau fikir ayah berbohong... Itu Kenyataan nya . semua itu Karena Kecerdasan Bibi mu. Sejak masih bayi, mereka berdua selalu di mandi kan dengan Air ramuan, sampai sekarang pun mereka masih sering di mandi kan air ramuan oleh bibimu itu..." Ucap Ryu menjelaskan para .
"Ayah.. Kenapa aku bukan Putra Bibi, kenapa aku mesti jadi Putramu..." Ucap Zizu sambil berwakah cemberut.
__ADS_1
Buuuk...
Sebuah pukulan Kembali mengenai kepala Zizu.
"Kau menyesal menjadi Putraku. ..!" Seru Ryu kesal.
"Iya..Sejak kecil Kau pergi dariku , untung ada Kakek yang merawatku , ..." Ucap Zizu dengan wajah sedih . melihat kesedihan di wajah sang Putra, Ryu menjadi sedih.
"Maafkan Ayah Nak.. Ayah pasrah meninggal kan Kau pada Kakek, Karena Ayah tahu kalau Kakek akan merawatmu dengan baik. Andai ini Bukan tugas dari Dewa, ayah tidak akan pergi meninggalkan dirimu nak..." Ucap Ryu lembut. Mendengar sang Ayah berubah sedih , Zizu segera tertawa.
"Ck Ayah... Aku hanya menggodamu. Aku bahagia Kok hidup bersama Kakek. Walaupun tidal Ada Kasih sayang Dari Ayah dan Ibu, tapi kasih sayang Kakek padaku sudah barlimpah. Jadi jangan sedih lagi. Dan sekarang Ada Bibi ah bukan, Lia'er...aku akan mendapatkan kasih sayang pengganti ibu..." Ucapnya dengan bangga.
"Aauuu ..ayah...kenapa Kau memukulku Lagi..!"seru Zizu.
"Dasar anal bandel...dia Bibi mu.."Seru Ryu marah.
"Iya, Iya Bibi..." Ucapnya sambil mengusap kepala yang sudah dua Kali mendapatkam pukulam Dari Ayah. Namun....
"Lia'er...!" Serunya berlari kearah Yulia. Yulia yang sedang mengamati bunga di depannya segera menatap pada suara yang memanggik Namanya. Terlihat Putra sang Kakak yang bernama Zizu Sedang berlari mendekatiya sambil memegang kepalanya.
"Ada apa Zizu....?" Tanya Yulia dengan menatap Zizu yang mendekat sambil memegang kepalaynya .
"Tolong Aku..ayah telah menindas diriku..." Ucapnya manja. Melihat timgkah Zizu, Yulia ingin tertawa.
" Kenapa aku merasa anak ini semakin manja...tapi mungkin dia merindukan kasih sayang sang Ibu. Baiklah Karena Dia Putra Kak Ryu, aku juga akan mengamggap dia putraku" Batin Yulia.
"Kau berdebat lagi dengan Ayahmu...?" Tanya Yulia lembut.
"Tidak... Lia'er...boleh aku memelukmu...?" Tanya Zizu dengan tatapan memohon .
"Tentu saja Boleh... kemarilah..." Ucap Yulia lembut. Yulia merentangkan kedua tangannya. Dan dengan cepat Zizu segera memeluk Yulia. Tanpa terasa air mata jatuh di pipi Zizu . Sedangkan sang Kakek ikut meneteskan air mata. Tuan Long Acun dan Ryu mendekati Yulia.
"Ck.. Ternyata Putraku yang Gagah cengeng juga.. "ucapan Ryu membuat Zizu melepas pelukannya dan menatap sang Ayah dengan wajah kesal.
"Siapa yang cengeng..." Ucap Zizu dengan wajah kesal dan mengusap air mata di pipinya . Melihat itu Yulia tersenyum dan terharu sekaligus .
"Tidak masalah menangis Karena bahagia, Asal jangan berlarut - larut . " ucap Yulia sambil mengusap punggung Zizu perlahan.
Yulia lalu menatap dua orang yang mendatangi mereka. Seorang Pria Tua mendekat bersama Ryu. Wajah itu terlihat tampan walaupun kerut Tua di wajahnya semakin banyak.
"Apakah Ini Ayah kak Ryu... Tapi kenapa dadaku berdebar. Perasaan apa ini... Kenapa aku merasa bahagia bertemu dengan orang Tua Kak Ryu...aneh , apakah Dia yang di katakan Leluhur Tua ..." Ucap Yulia dalam hati.
"Salam Paman, aku Yulia ..." Ucap Yulia lembut.
"Apakah Kau Manusia yang melakukan hubungan kontrak dengan Putraku..?" Kata Tuan Long Acun dengan lembut ..
"Benar Paman... Maaf kan aku..." Ucap Yulia lembut.
"Jangan sungkan...tidak masalah Kau melakukan hubungan itu. Itu sudah semestimya . Apakah aku boleh meminta sesuatu Padamu, anggap saja seorang Ayah meminta pada Putrinya, apakah boleh...?" Tanya Paman Tua. mendengar ucapan Pria Tua itu, Yulia terkejut.
"Apakah Dia memintaku melepas hubungan kontrak kami...? Tak jadi masalah.. Bukankah aku sudah memberi tahu kak Ryu kalau Dia bisa meninggalkan aku. Baiklah akan kusanggupi...." ucap Yulia dalam hati.
"Boleh Paman,.. asalkan Yulia sanggup dan bisa melakukannya.." Ucap Yulia.
"Bolehkah Paman memelukmu..? Dan maukah Kau memanggilku Ayah bukan Paman...?" Ucap Paman Tua dengan wajah penuh harap . Tentu Saja permintaan Tuan Long Acun membuat Yulia kaget.
"Ma..maksudmu Paman...?" Tanya Yulia lagi. Dia takut telinganya bermasalah.
'"Panggilah Aku Ayah...bukankah Kau Adik angkat Putraku, dan itu berarti Kau Putri angkatku juga Kan...?" kata Paman Tua lembut . Yulia tertegun mendengar ucapan Paman Tua. Dia menatap Ryu dengan Wajah heran. Terlihat Ryu tersenyum dan mengangguk pelan. Melihat itu, Yulia tersenyum lebar dan berkata.
"Tentu saja Ayah... kalau Kau mau. aku juga mau Kok menjadi Putri Ayah..." Ucap Yulia sambil mendekati tuan Long Acun lalu memeluknya . tuan Long Acun terlihat meneteskan air mata kembali . Dia menangis bahagia. Merasakan Ada air yang jatuh di pundak nya Yulia heran ,
'"Apakah pria ini menangis.."seru Yulia dalam hati. Namun dia membiarkam pria Tua ini menangis walaupun dia tidak tahu penyebabnya.
Setelah puas memeluk Yulia, perlahan tuan Long Acun melepas pelukannya.
"Kau masih ingin melihat bunga lagi...?" Tanya Tuan Long Acun.
"Tidak Yah...Ada apa..?" Tanya Yulia lembut. Mendengar ucapan Yulia, tuan Long Acun bahagia.
"Kita masuk kedalam yuk..." Ajak tuan Long Acun .
"Iya ayah, kita masuk.." Ucap Yulia. Mereka masuk ke dalam istana dengan. Zizu menggandenga tangan Yulia.
Melihat kedekatannya dengan Zizu , tanpa di sadari Yulia terlihat senyuman tipis dibibir Ryu . Sesapainya di dalam rumah. Tuan Long Acun segera menyuruh para membantu untuk membuatkan makan siang yang enak untuk mereka . dan Ryu yang dingin dan acuh kini sedang menjahili sang anak yang Baru mendapatkan perhatian dari Yulia. Zizu yang ingin selalu dekat Yulia akan kesal saat harus berebut dengan sang ayah untuk duduk di dekat Yulia, atau pun memperlihatkan kasih sayang mereka.
"Nak...Ayah boleh tanya...?" Tanya tuan Acun.
"Boleh ya... Ada apa ...?" Tanya Yulia.
__ADS_1
"Kata kakakmu Ryu Kau memiliki Cincin Dimensi , Apa benar...?" Tanya tuan Long Acun . Mendengar pertanyaan tuan Long Acun. Yulia sempat kaget. Namun dia akhirnya safar kalau pasti Ryu yang memberi tahu .
" Benar Ayah...ini Cincin nya ." jawab Yulia sambil menunjukkan Cincin sederhana yang Ada di jari telunjuk kanannya. Cincin Batu giok putih yang melingkar di telunjuk kanan Yulia terlihat sangat sederhana sekali . Namun jika di perhatikan dengan lebih teliti, Sebenarnya benda itu sangat Indah. putih bagai Susu. Sama dengan Kulit Yulia yang Putih bersih . Hingga Cincin itu tidak terlihat kalau Yulia sedang memakai Cincin . Baru jika kita memperhatikan dengan seksama. Kita akan melihat Kalau Yulia memakai Cincin .. Melihat Cincin itu, terlihat wajah tuan Long Acun meneteskam air mata.
"Ayah...Ada apa...?" Tanya Yulia keheranan dan juga Khawatir .
"Dari mana benda ini Kau dapatka nak....?" Tanya Tuan Long Acun. Leluhur Yang terkenal Dingin namun bijak itu sejak tadi meneteskan air mata .
"Seorang sahabat memberikannya padaku Yah.. Tapi dia telah pergi untuk selamanya ..., Dia teman satu pasukan sebagai prajurid Kerajaan.. " Ucap Yulia.
"Prajurit Kerajaan...?" Ucap mereka bersama.
Ryu memang tahu kalau Yulia mempunyai prakurid Khusus . Tapi Dia tidak tahu kalau Yulia pernah menjadi prajurid juga .
" Kau pernah Menjadi prajurit...?" Tanya Ryu kaget. Sebab Dia belum pernah mengikuti Yulia dalam pertempuram .
"Ceritanta panjang kak... Apakah kakak ingat aku pernah berkata pada Kakak kalau aku memiliki suatu rahasia..." kata Yulia dengan wajah tenang .
"Benar...aku masih ingat itu.." Kata Ryu.
"Baiklah akan aku cerita kan masalah atau kejadiam yang pernah aku alami di masa lalu. tapi setelah Aku bercerita, terserah pada kalian percaya atau tidak..." Ucap Yulia lagi .
Namun sebelum Yulia bercerita, Zizu mendapatkan tamu Beberapa temannya. Mereka datang mengunkungi Zizu. Akhirnya dengan terpaksa Dia keluar dari ruang makan untuk bertemu dan menemani mereka . Setelah keoergian Zizu , Akhirnya Yulia menceritakan semua yang Terjadi di masa lalunya. Tentang pernikahan dia dengan raja Tanlua. Dari mulai Dia menikah sampai pembunuhan dan akhirnya rohnya kembali di tubuhnya dia enam tahun sebelum pembunuhan . Hingga dia harus pergi bersama sang Ayah untuk mencari tempat tinggal yang baru .Dan akhirnya memutuskan Intuk menatap di pinggir hutan Kematian. Dan akhirnya bertemu dengan Ryu.
"Dasar brengsek...keterlaluan pria Bodoh itu....Kenapa kau Tidak menceritakan dejak Aral Lia'er..." seru Ryu Dengan wajah marah .
"Aku takut kau akan mengatakan kalau aku gila..." jawab Yulia . Ryu terfiam mendengar jawaban samg Adik .
"Tapi untunglah Kau kembali hidup . malah sekarang Kau tahu kalau Putra kembarmu Bukan keturunan Pria brengsek itu...!" Seru Ryu marah.
"Sebenarnya saat aku terlahir kembali enam tahun setelah kejadian terbunuhnya kami, aku merasa semua yang Terjadi Adalah sebuah mimpi belaka . Tapi setelah semua apa yang Terjadi dalam mimpiku menjadi Kenyataan ,apa yang do ucapankan , Siapa yang Ada di mimpiku. Semua nya persis seperti yang Terjadi , akhirnya aku yakin kalau semua itu Bukan hanya mimpiku, tapi Kehidupan sebelum aku mati dan di hidup kan kembali . Akhirnya aku mencoba nenghindari kejadiannya yang akan merenggut Nyawa Ayah , Bunda , kakak dan sahabatku. Aku pun memutuskan untuk menghindari semua masalah yang membuat Kami celaka. Dan pergi menjauh dari Kerajaan Tianlu bersama sahabat dan Dan semua keluargaku . Dan kami memilih tanah tak bertuan Yang Kau jaga. Begitulah sampai aku bertemu dengan mu..." Ucap Yulia mengakhiri ceritanya .
"Lalu apakah di dalam Kehidupan sebelum kematianmu , apakah Cincin Dimensi ini sudah kau miliki..?" Tanya Tuan Long Acun.
"Sudah Yah...Aku sudah memiliki nya , hanya saja aku tidak memakai nya hingga tidak tahu keistimewaan dari Cincin ini .. Saat sahabatku memberikan Cincin ini padaku, benda ini sangat besar dan tidak lumrah. Saat itu sahabatku memberikan benda ini debelum dia meninggal , Dia berpesan agar aku menjaganya. Katanya Benda ini tidak dapat di gunakan. Katanya terlalu besar. Di katakan Cincin, lingkar Cincin besar sekali. Tapi jika di pakai intuk gelang, mana mungkun cukup fi Lengan, untuk anak bayi saja tidak cukup , terlalu kecil. Pada saat itu, dia memberikan padaku sebagai ucapan trimakasih Karena aku telah menyelamatkam dia dari kematian, walaupun akhirnya dia Mari juga..." Ucap Yulia dengan nada sedih . "Lalu bagaimana Kau tahu kalau itu Ruang Dimensi . "tanya Tuan Long Acun . "Saat aku pindah dari Kerajaan Tanlua ALU butuh Cincin Ruang lagi. late na Cincin Ruangku yang biasa Ku pakai tidak cukup membawa semua benda milikku . Dam aku tahu kalau Cincin itu Cincin ruang . Dan aku coba memakai Cincin itu. Tiba- Tiba pas di tanganku seakan menyatu dengan tubuhku ...dam saat itupun aku belum tahu kalau ini Cincin Ruang Dimensi.." akhirnya Yulia menceritakan awal dia tahu Kalau Cincin itu , Cincin Ruang Dimensi .
"Apakah Ayah boleh melihat kedalam Cincin Ruang Dimensi mu...?" Tanya Tuan Long Acun lembut .
"Baik...kita pergi bersama.." ucap Yulia . lalu dia memegang Lengan tuan Ling Acun . Sedamgkan Ryu sudah bisa masuk sendiri.
Tak berapa lama , mereka telah hilang dari tempat itu. Ketika mereka sudah berada di ruang Dimensi tepatnya di depan menara, Terlihat Tuan Long Acun seketika menangis. Tentu Saja Yulia kaget dan Khawatir. Namun Ryu membiarkam orang Tua itu memuaskan tangisan nya.
Tak berapa lama , terlihat Tuan Long Acun menatap seluruh tempat di dalam Ruang Dimensi .
"Ayah...kenapa menangis..." Tanya Yulia.
"Karena Ruang Dimensi ini dulu pernah di meliki Adik kembar Ryu..." Ucap Tuan Long Acun lembut.
"Adik kembar...? Kak Ryu memiliki adik kembar...?" Tanya Yulia tak percaya.
" Benar...dia wanita yang baik hati, ceriah dan lucu. namun sayang sekali. Dia mati di Medan perang. Saat kami harus mempertahankan Wilayah ini Dari serangan musuh . Namun sebelum Dia mati, dia berjanji pada Ayah dan Kakakmu Kalau Suatu saat nanti Dia Akan kembali dengan membawa Cincin itu . Dengan gugur nya Yueyue, Cincin itu juga hilang . Dan kini kau memakainya kembali. dia telah membuktikannya. Ayah Yakin kalau Kau ini Adalah Reinkarnadi Yueyue.. " ucap Tuam Long Acun dengan yakin sekali .
"Tapi kalau aku benar- benar Reinkarnasi Putri Yueyue ,kenapa aku tidak bisa mengingat sama sekali ingatan Putri Yueyue..?"Kata Yulia .
"Mungkin Karena Kau lahir kembali dalam jalan Reinkarnasi. Katanya kalau kita memilih kembali melalui jalan itu, maka semua memori Kehidupan kita , akan hilang semua. Beda dengan orang yang di kembalikan ketubuh semula seperti kau sekarang, Kau masih ingat semua yang Terjadi pada kehidupanmu yang dulu.." Ucap Ryu.
"Kalau begitu maafkan Yueyue Ayah.." Ucap Yulia.
"Tidak , tidak apa- apa nak.. Ayah bahagia melihat Kau hidup kembali dalam tubuh manusia ini . tapi kenapa wajahmu hampir sama dengan wajahmu yang dulu.. ?" Kata Tuan Long Acun.
"Dia mirip dengan Ayahnya Yah...tuan Wang Yu Ran berwajah seperti Lia'er... Dalam wajah seorang laki- laki..." Ucap Ryu.
"Benarkah...kalau begitu kapan- kapan aku ingin bertemu dengan dia.." Ucap tuan Long Acun antusias .
"Pasti Ayah akan bertemu dengan Ayah Wang ." ucap Yulia.
Mereka melanjutkan berjalan masuk ke dalam menara .Dan di Dana mereka bertemu dengan para mahluk kontrak Yulia. Melihat semua itu, Tuan Long Acun sangat bangga pada Yulia. Sebab saat Yueyue hidup dia hanya memiliki Dolly sebagai mahluk kontrak. Dan Sekarang Dolly mengalami lupa ingatan .
Setelah melihat semua yang Ada di dalam ruang Dimensi. Serta tanaman herbal yang Ada di sana, tuan Long Acun semakin kagum pada Yulia . Setelah cukup lama berada di ruang Dimensi , tuan Long Acun Mengajak mereka kembali.
"Ya sudah ayo kita kembali. Jangan sampai keponakanmu akan ketakutan kehilangan kamu. .." Ucap leluhur Tua Klain Naga tersebut sambil tertawa bahagia . Yulia pun ikut tersenyum mendengar kelakar sang Ayah .
"Baik Ayah...." Jawab Yulia. Mereka segera kembali ke Alam nyata.
Udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.
Jangan lupa like. vote dan komennya aku tunggu . Maaf kalau masih Ada Typo nya 🙏🙏
Bersambung .
__ADS_1