YULIA

YULIA
HUKUMAN UNTUK YU MAI


__ADS_3

"Un...untuk apa..?" ucap Yu Mai berusaha menolak. Walaupun dia menyukai pria dingin ini karena ketamoanannya, tapi melihat matanya yang dingin, Dia tahu kalau itu bukan untuk kebaikan .


"BUKAAA....!" serunya Zhang Xio dengan marah. Untung dia sudah melapisi ruangan itu dengan pesona, kalau tidak teriakan dari dalam kamar itu akan terdengar keluar.


"Ba...baik...aku akan membukanya...!" ucap Yu Mai dengan tubuh gemetar .


Dengan perasan takut dan tubuh gemetar Yu Mai menarik lengan bajunya sebelah kiri. Saat lengan baju terangkat, Zhang Xio melihat kalau pergelangan tangan kiri Yu Mai dalam keadaan kosong tanpa tanda lahir sedikitpun. melihat kenyataan itu , dia semakin marah. Dia menatap Yu Mai dengan kemarahan yang memuncak. Dan sekali gerak dia sudah berada di depan Yu Mai. Yu mai merasakan tangan dingin berada di lehernya. Mencekik lehernya dengan kuat.


"Apa maksudmu melakukan semua ini ha...! mengaku sebagai penolongku dan menerintah diriku seenaknya...!" teriak nya marah.


"Ka... karena...karena aku menyukaimu.. saat bertemu denganmu pertama kali , a..aku tertarik padamu..." ucap Yu Mai tergagap. Apalagi dengan tangan yang menekan lehernya dengan kuat.


"Menyukai diriku, kau menyukaiku..ha ha ha..gadis murahan sepertimu menyukaiku.. Mimpi... Wanita murahan sepertimu jangan bermimpi menjadi kekasihku..." dia lalu menekan leher Yu Mai dan memasukkan sesuatu kedalam mulutnya. Setelah itu baru melepas tekanan di lehernya.


"Uhuk...uhuk...uhuk...a...apa yang kau masukkan ke mulutku.. !" seru Yu Mai panik. Dia berusaha memuntahkan benda yang masuk kedalam mulutnya. Namu benda itu tidak bisa keluar.


"Jangan lagi kau berusaha membuang pil itu dari dalam mulutmu, pil itu telah mencair dan masuk kedalam tenggorokanmu. Sekarang kau akan merasakan apa yang terjadi setelah minum pil itu... setiap hari kau harus melakukan berhubungan dengan seorang pria. Kalau tidak...kau akan merasaka. siksaan... itu hukuman untukmu yang telah membodohi diriku, membuatku menjadi pelayanmu..." ucap Zhang Xio dengan seringgi di wajah tampannya. Rasanya dia ingin membunuh wanita itu, tapi kematian terlalu enak untuk wanita sombong dan angkuh itu. Dia segera melesat keluar setelah membuka pesona di dalam kamar itu .


"Kau...kau...!" teriaknya ketakutan. Namun dia tidak bisa berbuat apapun itu. Dia merasa kalau tubuhnya sekarang bagai panas membara dengan nafsu ingin di sentuh seseorang. Dan kebetulan seorang pelayan paruh baya yang berwajah jelek datang kekamar itu. Entah kebetulan atau tidak, Yu Mai tak perduli . Dia segera menerkam pelayan itu bagai kucing menerkam tikus. Bagai hatimau melihat rusa . Dia tak perduli lagi, wajah pria di depannya tua ataupun muda, tampan ataupun jelek. Yang penting bisa mengobatinya. Dan diapun menyeret pria itu keatas ranjangnya . Dan dia melakukan apa yang seharusnya tidak dia lakukan. Sedangkan pelayan paruh baya yang semula ketakutan akhirnya malah tersenyum . dan malam itu Yu Mai melakukan itu berkali- kali. Dan saat dia tertidur di atas pembaringan , Pelayan itu perlahan keluar kamar. Sesampainya di luar penginapan seorang pria tampan mendekatinya dan memberinya dua keping koin emas. Serta berkata


"Jangan bekerja dan keluar dari rumahmu dulu selama satu minggu ini. Setelah itu lakukan pekerjaanmu seperti biasanya ..apa sudah kau lakukan semua tugasmu..." ucap pria tampan itu


"Sudah tuan...semua sudah hamba lakukan..." ucap pria paruh baya itu.


"Bagus...sekarang pergilah, akupun akan pergi ..." ucapnya lalu melesat hilang dari tempat itu. Dia Zhang Xio . yang memang menyuruh pria itu masuk kekamar Yu Mai . Dia marah karena selama dia salah paham tentang si penolong, sudah puluhan kali selama hampir delapan tahun ini, wanita itu menjadikan dia pelayan yang di suruh membunuh orang yang menyinggung atau bersalah padanya. Dan demi balas budi, Dia Melakukan semua itu walau menentang hati nuraninya . hanya satu yang tidak dia lakukan yaitu . Saat Yu Mai menyuruh dia tidur bersamanya . Dan ini ternyata Yu Mai bukan penolongnya . Dan kini dia bisa membalas dendam. racun di dalam tubuh gadis itu tak bisa do netralkan. Wanita itu akan selalu mencari kepuasan agar diksaan tidak terjadi . tapi akhirnya lambat laun dia akan mati juga. Sedangkan Pria paruh baya. Tertawa gembira.


"Mimpi apa aku tadi malam, sudah mendapatkan kenikmatan dari wanita cantik itu, dan ternyata aku juga mendapatkan koin emas ini. koin emas ini bisa untuk biaya membawa si kecil ke rumah sakit. dan membelikan bahan makanan untuk keluargaku . Dan sisahnya untuk membayar hutang . tapi Lebih baik aku pergi dari tempat ini terlebih dahulu..." ucapnya sambil bergegas pergi dari penginapan itu.


Keesokan harinya saat Yu Mai bangun dari tidurnya. Dia kaget saat merasakan tubuhnya sakit semua. Dan saat dia bangun, tiba- tiba dia terkejut, hingga tanpa sadar dia menjerit dengan keras. hingga jeritannya terdengar sampai keluar ruangan . hingga membuat temannya yang kamarnya bersebelahan dengannya , kaget dan segera berlari kearah kamarnya . Saat Yu Mai kesal dan marah , Dia mendengar ketukan di daun pintu kamarnya. Dia merasa marah dan kedal karena Dia bangun dalam keadaan tanpa busana.


"Mai...mai... Ada apa...!" seru sang teman dari luar. Mendengar ketukan di daun pintu, dia kaget dan tersadar dengan jeritan yang dia buat tadi .


"Tidak, tidak ada apa- apa... Aku hanya kaget melihat kecoak..." ucap Yu Mai beralasan .


Dia segera memakai bajunya. Dan saat dia melihat tubuhnya di depan cermin perunggu yang ada di kamar itu. Dia sangat terkejut, sebab leher dan tubuhnya penuh dengan tanda merah . hasil perbuatan mereka tadi malam. Melihat itu dia bingung untuk menutupinya.


"Sialan pria bagaimana yang telah tidur dengan ku tadi malam. ..." umpatnya marah


Namun samar- samar dia mengingat wajah yang telah tidur bersama dengannya dan melakukan perbuatan itu . mengingat kejadian itu dan wakah si pelaku, tanpa sadar dia hampir kembali berteriak. Dia segera menutup mulut nya.


"Sialan..dasar breksek....aku...aku telah tidur dengan pria tua dan jelek..darimana pria itu datang..!" serunya dengan marah.


Dia teringat dengan semua yang telah mereka perbuat tadi malam . Mengingat itu, Dia jadi frustasi...Dia merasa malu dan Jijik . Sejetika Dia kembali ingat kemarahan Pria dingin itu. Dan juga Ucapannya .. Dan dia merasakan perasaan dingin saat dia ingat kalau tangan putih kekar itu mencekik lehernya.

__ADS_1


"Dari mana dia tahu kalau aku berbohong.. apa benar dengan segala ucapannya tadi... tidak itu tidak mungkin...Aku harus meminta ayah mencarikan tabib buatku..." ucapnya dengan wajah ketakutan . Makin akhirnya dia berusaha menutupi lehernya agar tidak terlihat tanda merah yang memenuhi lehernya.


"Sialan...semua ini gara- gara wanita brengsek itu. Apakah wanita itu sudah mati, benarkah pria itu telah membunuhnya ..." ucapnya dengan penuh kemarahan.


Setelah selesai berdandan, dia segera keluar dari kamarnya. Dan dia melihat teman- temannya telah kumpul bersama . mereka akan pergi mencari makan , lalu pergi ke alun- alun kota . Saat mereka melihat kedatangan Yu Mai, terlihat teman- temannya heran. Karena dia memakai baju tertutup dari mulai leher sampai kaki. Sedangkan hari ini matahari bersinar cerah.


"Mai...kenapa kau memakai baju setebal itu... Apakah kau tidak gerah..." tanya seorang teman wanita.


"Tidak...aku merasa kedinginan. .." ucap Yu Mai.


"Kau sakit... ?" tanya sang teman.


"Entahlah...aku hanya merasa badanku dingin .."jawab Yu Mai.


"Sudahlah...kita harus cepat mengisi perut dan segera pergi ke alun- alun kota, karena hari sudah semakin siang. Takutnya kita akan terlambat dan acara sudah di mulai..." ucap seorang guru yang sejak tadi memperhatikan tingkah Yu Mai.


Mereka segera pergi ke restoran yang ada di sebrang penginapan mereka. Setelah makan mereka pun segera pergi ke alun- alun yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Restoran tempat mereka makan .


Sedangkan di tempat lain, Yulia dan kawan- kawan sedang bersiap untuk pergi ke alun- alun. Sebenarnya tadi pagi Yulia dan guru Yun akan pergi ke Perguruan Cakram emas terlebih dahulu untuk merawat penyakit Tuan Muda yang tinggal sekali lagi . Namun saat mereka akan pergi , seorang murid Cakram emas memberikan surat pada guru Yun .dan isinya mengatakan lebih baik mengobatan tuan muda di tunda setelah acara pertemuan berakhir. Karena tuan muda ingin menghadiri pertemuan itu .


"Tuan muda fikir dia tidak bisa menghadiri pertemuan itu jika dia Harus bermeditasi . bukankah setelah pengobatan, Dia harus melakukan meditasi . Karena itu Tuan Muda Yang Zi menyarankan pengobatan di tunda setelah selesai pertemuan..." ucap Guru Yun menjelaskan isi surat .


"Baik...semuanya terserah tuan muda Guru..." jawab Yulia.


Karena itu Yulia dan Guru Yun bisa makan bersama dengan teman dan kedua guru.


Dalam kompetisi ini mereka harus memurnikan ramuan pil level lima. Terlihat mereka mulai fokus memurnikan bahan ramuan yang sudah mereka ambil dan mereka tata dengan baik di meja sebelah tungku obat. Dan kini terlihat mereka Sudah mulai menyalakan tungku obat .


Sedangkan Yulia sendiri memilih duduk di bawah pohon yang ada di alun- alun kota. Dia berdiskusi dengan para temannya yang satu perguruan sambil menunggu anak Alkemia menyelesaikan tugas mereka. Namun mata Yulia tak lepas menatap panggung tempat para peserta memurnikan ramuan. Tanpa Yulia sadari, sepasang mata milik Tuan muda Yang Zi sering menatap kearahnya. Sejak tadi pria muda itu mencari keberadaan Yulia. Dan saat ketemu, terlihat gadis itu sedang duduk dengan teman di bawah pohon bersama teman- temannya . Ingin rasanya dia turun dan membawa Yulia untuk naik ketempatnya dan duduk bersamanya . Tapi mana mungkin semua itu dia lakukan . Sedangkan orang yang di perhatikan dengan cuek masih menatap pada arah panggung . Tapi ternyata Yulia sadar. Dia sadar kalau sedang di perhatikan Tuan Muda Yang Zi . Hanya saja dia tak memperdulikan dia . Dan saat dia menatap ke arah kirinya , dia kaget. Ternyata pria yang tadi malam ingin membunuhnya, berada beberapa langkah dari tempatnya duduk. Dia terlihat sedang menatap padanya.


"Kamu..!" serunYulia pelan dengan wajah kaget.


Mengetahui Yulia kaget melihat keberadaannya, pria itu berdiri dan berjalan kearahnya.


"Apa kabar putri..." ucapnya lembut. Tentu saja orang di sekitar Yulia menatap kearah mereka. Bagaimana tidak. Pria yang menyapa Yulia sangatlah tampan.


"Untuk apa kau kemari...?" ucap Yulia datar.


"Tentu saja menyapa tuanku..." ucapnya lembut.


"Tuanmu...aku bukan tuanmu Zhang Xio..." ucap Yulia.


"Tapi sejak saat ini Putri Adalah tuanku. Sampai kapanpun putri adalah tuan pria ini..." ucapnya lembut namun bernada tak ingin di bantah .

__ADS_1


"Lia'er.. Siapa dia...?" tanya Guru Di.


"Dia..." sebelum Yulia menjawab , Zhang Xio berkata.


"Pria ini pelayan Putri Yulia..." jawabnya .


"Kauuu..." Yulia tak bisa berbicara.


"Kalau begitu jangan berisik lagi. Jangan mengganggu pemurnian.pil ramuan. ..." ucap guru Di .


"Maaf guru..." ucap Yulia. Akhirnya Yulia membiarkan Zhang Xio yang duduk di dekatnya . mereka kembali melihat kearah mimbar tempat kompetisi. Dan benar saja, beberapa waktu kemudian, tercium bau gosong dari arah mimbar. Dam ternyata Dua peserta gagal. Mereka terlihat sangat kecewa namun tak lama terlihat mereka ingin memurnikan kembali. Namun Waktu hampir habis , akhirnya mereka turun dari tempat pemurnian. Kini tinggal delapan orang . dan baru saja mereka melangkah terdengar dua ledakan pelan dari tungku obat. Dan terlihat dua orang murid pemurnian memiliki luka hitam. Ternyata pil yang mereka murnikan mengalami kegagalan. Akhirnya mereka ikut turun juga. Kini tinggal enam orang lagi. Namun satu lagi mengalami kegagalan . untunglah dari perguruan Guang Dan masih tetap dua orang . Dan akhirnya satu persatu mereka bisa menyelesaikan pil mereka. Dan dari lima orang tersebut. Pil dari perguruan Cakram Mas pil hasil pemurnian nya 85% dari perguruan Guang Dan 80% dan 60 persen dan dari perguruan Pedang perak 70 persen dan terakhir dari perguruan Awan putih 59% . jadi peringkat pertama adalah perguruan Cakram emas . sedangkan perguruan bintang gagal menjadi lima besar. Dan saat pemberian hadiah. Yulia menerima apa yang telah di janjikan oleh tetua asosiasi Kedokteran . Yaitu lencana khusus masuk alam Tianli dan juga masuk perguruan termama di sana. Serta menjadikan Yulia juara utama. Karena pil yang dia buat merupakan pil level sembilan puncak . Berita itu sangat mengagetkan semua orang . baik guru maupun murid. Dan yang lebih kaget adalah Yu Mai. Dia kaget saat melihat Yulia masih hidup.


"Tidak...itu tidak mungkin... Apakah pria itu tidak membunuh wanita brengsek itu... "Ucapnya perlahan. Dia mengepalka. tangannya dengan erat. Hingga terlihat kuku tajamnya menusuk telapak tangannya.


"Aku Menderita seperti ini , dan dia masih bisa hidup. brengsek..." ucapnya dalam hati.


"Mai...ada apa denganmu...apa yang terjadi, sepertinya kau sangat marah... apakah karena perguruan kita tidak mendapatkan penghatgaan..?" tanya dang teman yang berada di dekatnya.


"Benar... Kenapa kita tidak mendapatkan peringkat dari kedua kompetisi ini..." ucapnya berbohong.


"Itu tandanya kita kurang berlatih kita akan berlatih lebih giat lagi. Dan semoga tiga tahun mendatang kita bisa merebut salah satu peringkat. Sukur- sukur peringkat pertama..." ucap sang teman bijak. Setelah selesai acara, mereka segera kembali ke penginapan. Tapi tidak bagi Yulia dan Guru Yun. Mereka harus pergi ke perguruan Cakram Emas untuk pengobatan terakhir Tuan Muda Yang Zi. Saat mereka mau pergi, Zhang Xio ingin ikut. Namun saat mata Yulia melotot . dia hanya bisa tersenyum dan berkata akan menunggunya di penginapan Yulia bersama murid perguruan Guang Dan . Mendengar ucapan pria itu, Yulia hanya bisa kesal dan tak dapat Berbicara lagi. Dia hanya bisa mengikuti Guru Yun yang berjalan ke perguruan Cakram emas yang tidak terlaku jauh dari alun- alum kota.


"Siapa Dia nak...?" tanya Guru Yan .


"Maksud Guru Pria tadi...?" tanya balik Yulia.


"Hmm.." angguk guru Yun .


Lalu Yulia menceritakan semua kejadian tadi malam. Dan juga keinginan pria itu untuk menjadi pengawalnya.


"Aku sudah mengatakan kalau aku tidak mau guru...tapi dia memaksa. Katanya karena Yulia telah menolong dia dari kematian.." ucap Yulia kesal .


"kalau memang seperti itu, kau tidak bisa menolaknya nak... Bukan kau yang menjadikan dia pengawalmu, atau memaksa dia. Tapi dia sendiri yang ingin mengabaikan kehidupan dia untukmu..." kata Guru Yun dengan bijak.


"Tapi Yulia merasa tidak pantas Guru...ilmu beladirinya lebih tinggi dari Yulia..." jawab Yulia.


"Apa salahnya. Seorang pengawal memang harus lebih tinggi dari orang yang dia jaga. Dan dia juga bisa memicu dirimu untuk lebih baik lagi... Apalagi kau merupakan seorang Ratu, dan mantan Jendral perang. Dari sanapula kau sudah pantas memiliki pengawal seperti dia..." ucap Guru Yun . Mendengar ucapan dang Guru, Yulia terdiam. Dia juga merasa kalau omongan sang guru memang benar.


Tapi gimana menjelaskan semuanya pada Kaisar Kim , Guru... Murid takut dia salah paham..." ucap Yulia.


"Katakan saja sejujurnya pada Kaisar, aku yakin Kaisar tahu yang terbaik untukmu..." ucap Guru Yun lagi . tanpa terasa mereka telah sampai di pintu gerbang perguruan. Dan di dana mereka telah di sambul oleh seorang guru muda. Ternyata gitu itu seorang guru Alkrmia. Setelah mengetahui diapa Yulia. Guru tersebut mengajukan diri untuk menjemput Yulia di pintu gerbang perguruan. Dan dia membawa Yulia dan Guru Yun masuk kedalam rumah perintirahatan ketua asosiasi Dokter dan sekaligus kepala sekte perguruan Cakram emas. Ketika sampai di rumah tinggal guru Yang Hu, mereka segera di persilahkan masuk. Dan tanpa basa basi lagi, Yulia segera memeriksa keadaan Tuan Muda Yang Zi. Dan kembali melakukan pengobatan akupuntur . tabib Nan Bo Tan kembali menemani Yulia dalam penghianat itu. Setelah darah bercampur racun keluar semua, Yulia memberi kembali satu botol air jiwa. Setelah minum obat dan air jiwa. Seperti biasa tanpa di suruh tuan Muda Yang Zi segera bermeditasi. Sedangkan Yulia Sendiri keluar dari ruangan itu.


udahan du ya..aku lanjut bedol lago

__ADS_1


ljangamluoa like.vote dan komemnya aku tunggu .


Bersambung .


__ADS_2