
Lima hari kemudian Yulia dan Kaisar Kim pergi ke rumah keluarga Wang . ketika sampai di sana keluarga Wang menyambut kedatangan Yulia dan sang Suami Dengan penuh kegembiraan. Bagaimana tidak gembira kalau Pria yang menjadi panutan alam Tianli berada di rumah mereka. Dan satu lagi Mereka bisa bertemu dengan. Putri Dari wang Yu Ran . apalagi kebetulan juga keluarga dari Nyonya Say Lin datang juga. Ketiga putranya ikut juga. akhirnya pertemuan itu jadi lebih mengenal keluarga. hanya saja mereka masih tidak berani berbicara dengan sang pengusaha yang hanya bisa manja dan lembut dengan sang Istri. salaupun tidak sedingin saat bertemu dengan orang luar. namun sikap posesifnya semakin bertambah. Berkumpul dengan keluarga saja, Dia tetap nempel di dekat Yulia. terkadang sikapnya membuat Sang Paman dan Bibi serta kedua orang tua Yulia hanya bisa geleng kepala dan menahan senyuman . Mana berani mereka menertawakan Calon Kaisar mereka .
"Kak...menantumu terlalu mencintai Putrimu..." ucap Bibi Say Lin.
"Benar...semoga selamanya seperti itu..." ucap Tuan Wang Yu Ran .
Sedangkan yang sedang mereka perbincangkan terlihat sedang duduk berdama dengan para Kakak dan sepupu Yulia .
"Kapan kalian berempat mulai masuk perguruan,..? bukankah kekuatan Kalian sudah semakin kuat...?" tanya Xiao Yu Qian putra pertama Paman Xiao.
"Kalau tidak ada halangan mungkin kami masuk bersama Lia'er kembali ke perguruan.." ucap Yuo Han .
"Kalian akan masuk cabang Apa...?" tanya Wei Zi. putra pertama paman kedua .
"Mungkin kami akan masuk cabang Beladiri.." jawab Yung Si.
"Semua....?' tanya Wei Zi lagi.
"Semua ...kami semua memilih satu cabang.."
jawab Cun Ma.
"Kalian tidak tahu. kalau sebenarnya mereka merupakan mantan Jendral perang di alam Dinasti ..." ucap Tan Lui sambil mengambil makanan ringan di meja.
"Benarkah.... ?Waa...kalau begitu kalian bisa menjadi prajurid bawahan yang Mulia Kim.." ucap Yu Qian.
"Mereka memang Pengawal Pribadi Kaisar dan Putri..." ucap Rong Han .
"Waah...ini kejutan buat kami...kalau begitu, apakah kami boleh juga bergabung dengan kalian....!" seru Wang Haito Putra paman kedua .
"Boleh saja kalau kalian berminat..." ucap Kaisar Kim. metekapun berbincang dengan. santai. walau Kaisar hanya sesekali berbicara dengan mereka. Dan keputusan besok pagi ke Tempat keluarga Lin, orang tua dari Nyonya Lin Sawly sudah di tetapkan. hanya saja Keluarga Nyonya Say Lin tidak bisa ikut karena ada masalah keluarga, sedangkan Keluarga paman kedua tidak bida ikut juga karena menjaga Sekte. bersama para tetua Sekte.
Keesokan harinya, Rombongan Yulia pergi ke kota tempat orang Tua nyonya Lin Sawly berada . menggunakan alat teleportasi, ternyata mereka memerlukan dua kali ganti teleportasi.
"Bun...apa masih jauh rumah Bunda...?" tanya Yulia yang berada di dekat sang Bunda. Mereka telah sampai di kota Hangleng , Kota Hangleng adalah kota kelas Dua di Alam Tianli. Namun kota Hangleng merupakan kota terbesar dan terindah di daerah itu . Apakah tempatnya masih jauh Bun...?" tanya Yulia.
"Tidak Nak... Kita hanya tinggal beberapa langkah lagi, di belokan sana, tempat Keluarga Lin berada . Kata Tuan Wang Yu Ran yang berjalan bersama kedua jagoannya serta Kakek Sang Jin Hu. Mereka yang sekarang berangkat ke rumah kakek lin adalah. Ke empat pria muda putra Tuan Wang Yu Ran , Kakel Wang Jin Hu , Yulia , Suami dan Si kembar, kedua orang tua Yulia serta si cantik Canlu. Kini terlihat, gadis itu selalu nempel Pada Yulia. Andai tidak ada Sang Kaisar, Mungkin lengan Yulia akan dia ikat di tangannya.
"Ada apa Lu'er...?" tanya Yulia .
"Yang Mulia semakin cantik..." ucap gadis polos itu lembut.
"Kau ini... Lama tidak bertemu kau sudah pandai merayu He.." ucap Yulia sambil mengacak rambut Canlu.
"Beneran Kok... Kalau tidak, mana mungkin Kaisar Akan nempel terus pada anda..." bisik gadis itu. Membuat Yulia tanpa sengaja tertawa . sedangkan Kaisar Kim berdehem di sebelah Yulia . membuat Canlu terdiam menyusutkan kepalanya.
"Oh ya...bagaimana Yura... Kenapa dia tidak ikut..?" tanya Yulia.
"Dia ingin memperkuat tubuhnya dulu , Setelah itu, baru Dia imgin menyusul kita kemari.." ucap Canlu .
"Yang Mulia jangan Khawatir, Ayah telah melindungi nyonya Chu dan Yura dengan beberapa Pengawal. Lagian nyonya Chu ingin tinggal Di desa agar bisa membantu mengelolah pertanian di desa.." ucap Canlu menjelaskan.
"Baguslah..tapi satu saat aku ingin membawa dia datang ke mari . Kasihan Dia .." ucap Yulia.
"Jangan khawatir sayang..jika dia sudah mampu tinggal di sini, Biar Paman Tan Lui yang mengaturnya..." ucap Kaisar Kim.
"Trimakasih Kim..." ucap Yulia lembut .
__ADS_1
Tak terasa mereka telah sampai di sebuah rumah yang memiliki pintu gerbang tinggi. Dan di atas gerbang tertulis sebuah nama di atas sebuah kayu ber ukir. Di sana tertulis Nama Lin dengan huruf besar.
"Ternyata rumah ini tidak berubah. Semoga saja penghuninya tidak berubah juga .." ucap Nyonya Lin Sawly.
Mereka segera mendekati pintu gerbang. Terlihat dua penjaga berada di sana. Terlihat Yao Han maju mendekati penjaga.
"Maaf apalah kami bisa bertemu dengan tuan Lin Bao..." ucap Yao Han Ramah. Melihat sikap mereka dan kekuatan yang mereka rasakan, kedua pengawal itu tidak berani bertindak sembromo. Merekapun mereka bertanya dengan sopan.
"Kalau boleh tahu, kami sedang berhadapan dengan siapa tuan...?" tanya salah satu penjaga.
"Katakan pada tuan kalian, kami dari keluarga Wang dari kerajaan Taiyung ingin bertemu dengan tuam Lim Bao..." ucap tuan Wang Yu Ram yang juga mendekat. Mendengar nama itu, penjaga segera berkata.
"Baik kami akan mengatakan pada Tuan kami, mohon tunggu sebentar. Tak lama salah satu penjaga segera berlari kedalam rumah. Tak berapa lama terdengar pintu gerbang tergeset. Saat pintu terbuka lebar, terlihat dua orang pria keluar dari sana, seorang Pria paruh baya dan lainnya pria muda yang umurnya mungkin sedikit di atas Yao Han. Pria paruh baya dayang menghampiri mereka . Dan saat nyonya Lin Sawly melihat salah satu dari mereka, terdengar seruan dari mulutnya
"Kakak tertua...!" seru nyonya Lin Sawly sambil berjalan mendekati pria itu . Terlihat wajah kaget orang yang di panggil oleh nyonya Lin Sawly .
"Kau.. Kau Ly'er.?" seru orang itu tak percaya .
nyonya Sawly segera memeluk Pria kekar itu. Wajah Yao Han memang mirip dengan nyonya Lin Sawly . malah hampir mirip dengan Yao Han. Terlihat mereka menangis bersama. Tak lama pria di sebelahnya berkata lembut.
"Ayah...kita bawa dulu mereka masuk... kasihan. mereka kelelahan..." ucap pria muda yang ada di sana. Mendengar ucapan Pria muda itu, Kakak tertua nyonya Lin Sawly terlihat tersadar, Dia segera berkata.
"Aah..maaf...aku terlalu larut . mari silahkan masuk... Ucap Paman lembut tadi. Merekapun segera masuk kedalam ruamga tinggal keluarga Lin . setelah masuk kedalam rumah yang cukup besar. tak berapa lama para tetua dari keluarga Lin datang. Termasuk ibu dan Ayah dari nyonya Lun Sawly . bisa kalian bayangkan berpuluh tahun mereka tidak bertemu dan akhirnya tiba- tina tiba yang mereka anggap sudah mati itu tiba- tiba berada di depan mereka . Tentu saja ayah dan ibu nyonya Lin Sawly syok berat sekaligus , saat melihat putri mereka masih hidup. Lin Sawly langsung memeluk sang Ibu .
"Ibu maafkan Lyli.. " ucap Lin Sawly sambil memeluk sang ibu Yang terlihat semakin tua.
"Nak..Ternyat kaui masih hidup, Ibu fikir kau telah tiada
"Apalagi aku mendengar Suamimu juga tidak ada di Kerajaan Taiyung..." ucap sang Ibu sambil menangis dalam pelukan sang anak.
"Maafkan Lyli Bu..." ucap nyonya Lim Sawly. Tuan Wang Yu Ran juga meminta maaf yelah pergi membawa Putri keluarga ini. Tapi untunglah mereka tidak marah padanya .
Tuan Wang Jin Hu juga meminta maaf pada keluarga itu. Dengan senang hati, tuan Lin Bao memaafkan kesalahan keluarga Wang. Nyonya Lin Sawly memperkenalkan putra putrinya menantu dan kedua cucunya. Tentu saja, Nyonya Mayra dan tuan Ling Bao sangat bahagia . Begitu juga semua keluarga yang langsung datang berkumpul di rumah itu. Namun kebahagiaan itu terganggu , saat dua orang wanita datang ke rumah mereka . seorang wanita muda dan seorang wanita paruh baya seumuran nyonya Lin Sawly.
"Waa..ternyata keluarga Lin sedang menerima tamu...aku fikir ada apa kok rame- rame.." ucap Wanita paruh baya yang berdandan tebal. Begitu juga dengan Wanita muda yang berjalan do sebelahnya . wanita itu tanpa sungkan dan malu masuk kedalam rumah besar keluarga Lin. Yulia dan Kaisar Kim yang duduk agak menjauh bersama si kembar. Melihat dengan heran tingkah wanita itu. Dan saat mereka melihat Ayah dan Sang Bunda. Tiba- tiba wanita itu tertegun.
"Lyli...kau kah itu...? Dan Kau...kau sepupu Wang Yu Ran kan..?" ucap wanita itu tak percaya.
"We Qui...ternyata kau..." ucap Nyonya Lin Sawly dingin .
" Ada apa dia kemari....?" ucap Kakek Wang Jin Hu dingin.
"Dia tetangga kami Besan..." ucap Kakek Lim Bao.
"Dia menikah dengan sepupuh jauh kami.." ucap Nenek Mayra.
"Kalian mengenal Dia..." tanya Kakek Lin Bao.
"Tentu saja Kakek...aku adalah sepupuh jauh wang Tu Ran. Apa kabar Kak..Paman..?" ucap wanita yang bernama Wen Qui . Namun Yulia mulai menangkap keganjilan daro pertemuan mereka itu. Terlihat wajah inu yang tidak pernah dingin pada orang lain, terlihat sekarang dangat dingin dam cuek. Dan sang Ayah terlihat menatap wanita itu penuh kebencian. Melihat itu. Yulia segera tahu Siapa wanita ini. Pasti Dia wanita yang mprovokasi Nenek . Dan yang membuat ibu dan Ayah pergi dari alam Tianli berpuluh tahun yang lalu . batin Yulia.
"Ayah kau tahu diapa Dia..?" tanya nyonya Lin dengan nada dingin.
"Tentu saja...dia istri dari sepupu jauhmu..." ucap sang Ayah.
"Dialah yang menyebabkan aku pergi dari alam Tianli Ini. Karena Dialah Ibu mertuaku ingin memisahkan Aku dengan suamiku..." ucap nyonya Lin Sawly dingin.
"Apaaa..!' seluruh keluarga Lim kaget bukan main. "Dia memprovokasi mertuaku agar membenciku, Semua itu agar aku di ceraikan oleh suamiku lalu dia yang akan mengga tikan kegudukanku sebagai istri Wang Yu Ran..." ucap Nyonya Lin Sawly sambil menatap jijik pada nyonya We Qui.
__ADS_1
"Bohong...! Kau bohong...kaulah yang merenuy calon suamiku. Kau merayi Dia , kau menjebak Wang Yu Ran agar mau menikah denganmu...!" serunya marah.
"Cukup... Siapa calon suamimu, aku tidak pernah menjadi calon suamimu. Jangankan calon istri. Aku tidak pernah mrngenalmu. Kita baru bertemu saat kau datang dalam pernikahan kami . Lalu dari mana istriku merebut diriku darimu..!." seru Tuan Wang Yu Ran dengan marah dan Kesal.
"Ran' ge...kau jangan melindungi dia... Dasar ******..Dia menggunakan ilmu hitam agar kau mau menikah dengannya apakah kau tidak sadar itu..." ucap Wanita itu tanpa merasa malu.' Cih..dasar wanita gila.. Kami mengenalmu saat kau datang fo pernikahan kami. Lalu kau mendekati mertuaku dan mulai mwrayu ibu. Sekarang kau malah menuduhku menggunakan ilmu hitam. Dasar wanita gila.." ucap Nyonya Lin Sawly dengan nada jijik.
"Jaga ucapan anda nyonya... Anda berbicara kasar pada ibuku.."ucap wanita yang datang bersama nyonya Wen Qui .tiba- tiba ada suara tawa merdu di tengah perdebatan itu. Seketika semua orang menatap pada asal suara. Terlihat wanita cantik Yang sedang duduk dengan tenang bersama pria tampan dan Dua kembar putra mereka. . Terlihat si Pria sedang melingkarkan tangannya di pinggang wanita itu, meskipun mereka duduknya bersebelahan
Melihat ketampanan Kaisar Kim, terlihat wajah wanita muda itu memerah, dia teroanah merasa wajah tampan nan dingin itu.
"Ya dewa...apaka dia manusia...tampan sekali pria itu... !" seru wanita itu dalam hati.
"Kalian itu mengatakan kalau ibuku memiki ilmu hitam untuk mendapatkan Ayahku..? Dan kau berkata kalau Ibuku merebut Ayah dari tanganmu
"..tunggu...apakah mata ayahku rabun..hingga mau dengan wanita seperti dirimu. Kau tidak pernah berkaca Ya.. Wajahmu itu dengan mantan ibuku masih cantikan ibuku, lalu apakah Ayahku yang tampan itu mau denganmu..? Kalau memang Ayah itu calon suamimu, tentu saja Ayah akan tertarik pada ibu yang sangat jauh perbedaan kecantikan wajahmu dengan. wajahnya . Coba kau berkaca di kaca yang besar..apakah kau layak bersaing dengan ibuku...Dasar ediot...!" seru Yulia marah. Dia paling bangga pada sang Ibu, dia boleh di hina orang. Dia boleh di caci orang, tapi jangan sampai ibu Di caci maki orang . Dia akan sangat marah kalau itu sampai terjadi. Dan sekarang , sang Ibu oyjaannya di hina dan di caci maki. Mana tahan dia melihat semua itu . Mendengar ucapan Yulia, semua orang ternganga. Yulia yang tak pernah menghina orang, Yulia yang tak pernah marah pada orang. tiba- tiba mengeluarkan kata - kata yang tak pernah di bayangkan oleh mereka.
" Kauuu...Siapa kau... Berani sekali kau berkata seperti itu padaku...!" sarunya marah. Dengan tenang Yulia bangun dari tempat duduknya.
"Aku...? Kau tanya aku siapa...?" kata Yulia menunjuk kedadanya sambil mendekati nyonya We Qui.
"Aku Putri dari wanita yang kau katakan ****** dan memiliki ilmu hitam untuk merayu Ayahku... Kau fikir aku tidak tahu, kau lah manusia yang memakai ilmu hitam untuk menjaga tubuhmu. Dasar wanita ganjen..." ucap Yulia sambil mendekat. Mendengar ucapan Yulia. Terlihat wajah wanita itu merah . namun terlihat kecemasan do sikapnya.
" Tutup mulutmu...dasar manusia ******... Kau berani memfitnahku ha...!" teriaknya marah dia mengayunkan tangannya ingin menampar Yulia . namu sebelum tangan itu sampai,tangan Yulia lebih cepat dari tangannya.
Plaaak. ....
" Ini untuk kelancangan mulutmu terhadap wanita yang aku banggakan.
Plaaak....
Ini untuk keberanianmu menngoda Ayahku..
Plaak, Plaak...
Ini untuk perbuatanmu hingga membuat Ayah dan bundaku tersiksa jauh dari orang - orang yang dia cintai..." ucap Yulia sambil memukul wajah wanita itu hingga merah membengkak dan ada darah di sudut mulutnya.
"Kauu..wanita gila...kau berani memukul ibuku.. Kau fikir hanya kau yang berani menganiaya orang Ha...!akan ku bunuh kau..!" seru wanita muda yang bersama Nyonya We Qui yang ternyata Putri Muonya We Qui . Dia lalu menyerang Yulia. Tentu saja Yulia yang memang waspada segera menghindar. Lalu dia melomoat keluar,
'Jangan lari kau pengecut...!" teriaknya marah.
"Dasar wanita bodoh... Aku tidak ingin barang milik Nenekku hancur gara- gara wanita bodoh sepertimu...!" seru Yulia.
Terlihat wanita itu sudah memegang sebuah pedang panjang . dan tak lama terjadilah pertarungan yang tentu saja terlibat siapa yang akan jatuh. Yulia lalu mengeluarkan cambuknya. Tak butuh waktu lama, gadis itupun jatuh dengan luka di Kakinya. serta tendangan Yulia yang mendarat di punggungnya hingga dia memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Wenwen....!" seru nyonya We Qui saat melihat putrinya jatuh dan memuntahkan darah segar.
"Itu belum seberapa dengan perbuatan Ibumu yang menyebabkan Ayah dan Bundaku sampai meninggalkan alam Tianli ini. .." ucap Yulia dengan wajah marah. Dia lalu memasukkan kembali cambuk petir miliknya lalu berjalan kearah sang Suami yang sudah menunggunya di depan rumah. Setelah Yulia dekat, dengan lembut Kaisar Kim memeluk tubuh ramping Itu dan mencium lembut keningnya.
"Sudah legah...?" tanya Kaisar Kim lembut .
"Sedikit....aku paling marah jika menyinggung Ayah dan Bunda..." ucap Yulia.
Kaisar Kim mempererat pelukannya sambil mengusap kepala Yulia . Sedangkan Wenwen yang melihat kemesraan Kaisar Kim dan Yulia, merasakan panas dan sesak di dadanya.
Udahan dulu ya...aku lanjut besok lagi.
Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.
__ADS_1
Bersambung .
"