YULIA

YULIA
KEMBALI KE DESA FANRONG


__ADS_3

"Putrimu cantik...Ya sudah ayo kita masuk kedalam dulu..." ajak Nyonya Lin Sanly.


Merekapun segera masuk kedalam rumah. Yulia sempat mencari Kaisar dan keduan Putranya yang ternyata sudah pergi entah kemana bersama kedua pengawalnya.


Yulia sendiri segera mengikuti kedua orang tuanya masuk kedalam rumah. bersama Nyonya Chu Tianing dan Yulia. dan di sebelah Yulia terlihat Cunli berjalan mengikutinya .


Sedangkan di luar rumah, terlihat Kasar dan si kembar sedang berjalan kearah kebun buah- buahan. sesampainya di kebun buah, Kaisar sangat kagum melihat buah Plum yang mulai memerah, pohon apel yang mulai berbuah lebat, buah Pir yang mulai bergantungan di cabang pohon. dan banyak lagi tanaman buah- buahan di kebun luas milik Yulia. sebagian ada yang sudah mulai berbuah, dan sebagian mulai muncul bunga .


"Paman...aku tidak menyangaka tanah tandus dahulu bisa sesubur ini...." ucap Kaisar dengan bangga.


"Benar yang Mulia.... tapi setahu hamba, tidak ada seorangpun yang bisa membuat daerah ini sesubur ini tampa ijin dari Naga Sisik emas..." ucap Pengawal Tan Lui.


"Memang benar...Siapa yang berani mengusik tempat ini..." jawab Kaisar


"Tunggu ...apakah nyonya Yulia telah mampu menaklukkan Naga itu...?!"seru Pengawal Tan tak percaya.


"Kau fikir tanpa Seijin Dia ,apa bisa Nyonyamu mendirikan sebuah perkampungan.." ucap Kaisar Kim lembut. Pengawal Tan dan Pengawal Rong Han seketika terdiam . Mereka bagai tak percaya dengan apa yang barusan mereka dengar.


"Maaf Ayah....apakah kalian sedang membicarakan Paman Ryu..." ucap Wang Hai pada sang Ayah.


"Paman Ryu...? siapa itu...?" kata Kaisar Heran. ada rasa tak enak di dalam harinya.


"Naga yang melingkar di leher Bunda..." ucap Wang Hai lagi . Dia tidak tahu kalau itu tidak boleh dia bicarakan. tapi doa hanya ingin memberitahukan kalau Naga yang ada di leher sang Ibu itu merupakan mahluk baik teman sekaligus guru mereka.


"Apaaa....di leher Bunda ...!" seru Kedua pengawal bersamaan.


"Ma..maksud kalian yang ada di leher Bunda kalian itu Naga sisik emas....?" seru Pengawal Tan Kaget dan tak percaya .


"I..itu bukan sebuah kalung biasa...." seru Rong Han juga tak percaya.


"Benar paman...itu bukan kalung biasa, tapi sahabat Bunda....namanya Paman Ryu...." ucap Wang Hai lagi. Kedua pengawal Syok mendengar ucapan Wang Hai . Mereka bagai ingin pingsan saat mereka sadar kalau Mereka dekat dengan naga yang di takuti banyak orang . Namun tiba- tiba-tiba Kausar Kim menghentikan langkahnya . Dia terdiam dan tak lama dia berkata.


"Pangan. Rong...jaga sebentar Si kembar..." dia lalu melesat pergi kearah hutan lebat.


"Ayah....!" seru si Kembar bersamaan .


"Biarkan Ayah pergi dulu sayang... kita memetik buah dulu yok..!" ucap Paman Tan dan Rong Han bersamaan. Si kecil pun menurut. mereka mengambil buah - buahan terlebih dahulu . .


hampir satu jam kemudian, Kaisar Datang dengan wajah kesal. Namun segera senyumnya terlihat saat melihat si Kembar menatapnya dengan tatapan tanya .


"Tidak ada masalah...ayo kita memetik buah..." ajak Kisar mengalihkan perhatian di kecil. Mereka melanjutkan memetik buah .


Sedangkan di tempat Yulia terlijat mereka masuk kedalam rumah keluarga tuan Wang Yu Ran yang merupakan kepala Desa Di desa Fanrong. Setelah sampai di dalam ruang keluarga , Mereka segera duduk di kursi yang ada di ruang Keluarga yang memiliki ruang agak luas itu. , Yulia segera menceritakan semua yang terjadi pada Nyonya Chu Tianing. Setelah mendaoat ijin dari Nyonya Chu Tianing . Betapa kagetnya nyonya Lin Saoly dan tuan Wang Yu Ran mendengar kisah hidup sahabat mereka. Ternyata nyonya Chu Tianing dan nyonya Lin Saoly bersahabat sejak lama . Karena persahabatan mereka akhirnya tuan Wang Yu Ran yang mencintai nyonya Lin Saoly berteman baik juga dengan nyonya Chu Tianing. Malah pertemuan Nyonya Chu Tianing dengan. Tuan Gan Yo Jin mereka berdua juga tahu . Pernikahan mereka malah kedua orang tua Yulia juga menghadiri di kota San .


"Kenapa cinta kalian berdua mudah goyang Tian...?" ucap nyonya Lin Saoly dengan nada sedih .


"Entahlah Lin...aku juga tidak tahu... Setelah melihat Yura mengalami kemacetan dalam berkultivasi, Gan Yo Jin mulai berubah pada kami. Dan puncaknya saat aku di tuduh mencuri Gelang Giok milik Yu Tan Ma..." ucap nyonya Chu dengan wajah tenang.


'Diapa Yu Tan Ma...?" tanya Nyong Lin .


"Selow Gan Yo Jin...." jawab Nyonya Chu dingin .


"Gan Yo Jin mengambil selir....?" tanya Nyonya Lin dengan wajah kaget .


"Benar...dan dia percaya omongan selirnya...." ucap nyonya Chu dengan wajah tenang .


"Bodoh ... Apa si bodoh Gan tidak ingat siapa dirimu...?" kata nyonya Lin dengan marah .


"Entahlah...tapi dengan kejadian itu, aku tahu watak sesungguhnya si Gan Yo Jin. Aku memang sudah muak hidup bersama dia setelah dia mengambil selir. Lebih baik kami pergi dari rumah itu , dari pada aku harus melihat perbedaan kasih sayang yang di tunjukkan Gan Yo Jin pada Yura dan Putri dari Yu Tan Ma..." ucap nyonya .


"Lalu kenapa kau tidak membawa Putrimu kembali ke rumah paman Chu...?" Tanya Nyonya Lin. Paman Chu adalah Ayah dari nyonya Chu Tianing.


"Aku tidak ingin Ayah dan Ibu sakit hati melihat keadaan kami. Biarlah mereka menyangka kehidupan kami bahagia..." jawab Nyonya Chu.

__ADS_1


"Ibu... Jadi aku masih punya Kakek dari pihak ibu...?" tanya Yura dengan wajah kaget.


Mendengar ucapan Yura, Nonya Lin dan Tuan Wang Yu Ran kaget.


"Tian... Kau tidak pernah membawa putrimu pulang ke rumah Paman Chu...?!" seru nyonya Lin keheranan.


" Belum pernah ..." jawab Nyonya Chu pelan .


"Kenapa...?" tanya Nyonya Lin dengan wajah kaget.


"Ada perselisihan antara Ayah dan Suamiku. Dan dia melarang aku pergi kerumah Ayah dan Ibu..." ucap nyonya Chu dengan wajah sedih.


"Ya Dewa...Kalau begitu kamu tidak tahu kalau Ayahmu pindah dari kerajaan Tanlua...?"ucap Nyonya Lin lagi .


"Apaa.. Ayah dan ibu pindah... Lalu kemana mereka pindah...?" seru nyonya Chu kaget.


" Aku tidak tahu... Ayahmu hanya berkata kalau dia pindah ke rumah keluarga besar Ayahmu..." ucap nyonya Lin.


"Oo..syukurlah...aku masih bisa menemukan mereka..." ucap Nyonya Chu lega .


"Apakah saat kalian pergi suamimu tahu kepergian kalian...?" tanya Nyonya Lin.


"Entah.. Dia tidak pernah melihat keadaan kami... tapi apa purduliku Lin... tahu ataupun tidak, bukan lagi masalah buatku. mungkin setelah Yura betah di perguruan, aku akan mencari Ayah ...." jawab Nyonya Chu Tianing.


"Ayah tidak pernah melihat keadaan kami Bi... Hanya nyonya Yu saja yang selalu datang menghina ibu... Untung saja setiap orang suruhan keluarga Gan atau nyonya Yu datang ingin mengganggu kami, ibu dan aku bisa mengatasinya..." ucap Yura.


"Keterlaluan pria itu... Berapa tahun kalian pergi dari rumahnya...?" tanya nyonya Lin dengan marah.


"Hampir delapan tahun Lin..." ucap Nyonya Chu.


"Dasar pria tidak bertanggung jawab...!" seru nyonya Lin kesal .


" Sudahlah jangan di bahas lagi manusia seperti dia. Sekarang lebih baik kau tinggal di desa ini selama putrimu belajar di perguruan Guang Dan... Kebetulan ada rumah kosong tidak jauh dari rumah ini. Kau bisa tinggal di sana. Biar Canlu menemanimu..." ucap tuan Wang Yu Ran yang sejak tadi mendengarkan percakapan mereka .


"Canlu...siapa Canlu kak...?" tanya nyonya Chu sopan.


"Tidak bik...dia adik angkatku, dia memang seperti itu..." ucap Yulia sambil tersenyum.


"Aah...tentu saja aku mau kak...dia bisa menemaniku saat Yura pergi..." ucap nyonya Chu .


"Dia juga bisa menjadi teman berlatihmu Tian... dia ada di level Hijau puncak..." ucap nyonya Lin Sanly.


"Apaa...hijau Puncak...?kenapa tidak ikut turnamen kak..?" seru Yura dengan wajah kaget .


"Dia tidak mau walaupun Yulia memaksa. Dia hanya ingin menjagaku..." jawab nyonya Lin bangga. Melihat sikap Yulia dan keluarganya yang terlihat sangat hangat pada Canlu, membuat nyonya Chu tahu kalau Canlu bukanlah pelayan biasa buat Yulia.


Setelah menemani mereka sebentar, Yulia ingin melihat keadaan perkebunan dan sawahnya. Dan saat itulah dia melihat Kaisar dan kedua Putranya sedang memetik buah Plum yang mulai terlihat merah keunguan. Saat Kaisar melihat kehadiran Yulia.


" Bun... Kemarilah...!" serunya dengan semangat. Mendengar panggilan pria itu, tanpa terasa Yulia merasakan kehangatan di dalam hatinya. Perlahan dia melangkah kearah mereka. Saat Yulia sudah datang, Kaisar mengulurkan buah Plum yang baru dia petik.


"Rasanya manis Bun....beda dengan bua Plum yang biasa Ayah makan di Istana..." ucap Kaisar santai.


"Setiap hari aku akan memberi sedikit air Dimensi kedalam aliran air sungai yang mengalir ke arah perkebunan ucap Yulia perlahan.


" Oo...terang saja buah yang di hasilkan beda dengan hasil dari perkebunan biasa...Apakah kalian juga menjual ke kota hasil dari perkebunan dan sawah kalian...?" tanya Kaisar .


"Tentu saja...terlalu banyak jika untuk di kosumsi sendiri..." ucap Yulia.


Memang tanah tandus tak bertuan dulu , kini sudah menjadi tanah perkebunan dan Sawah yang sangat luas. Bermacam buah sudah mereka hasilkan dari perkebunan mereka . Dan kini sudah banyak pedagang yang tahu dan datang dari kota untuk membeli hasil sawah atau kebun mereka. Keuntungan dari Desa Fanrong adalah , Karena tanah tak bertuan ini di kelilingi oleh pegunungan dan Hutan yang sangat luas dan tak mudah di jamah manusia . Dan Pintu masuk ke tempat ini hanyalah jalan yang menuju arah desa Tulila yang berada di wilaya kerajaan Dongyan.


Semakin lama, Desa Farong mulai di kenal penduduk kota atau desa di sekitar Desa Tulila . Namun akhir- akhir ini , banyak pedagang yang datang dari jauh .


Setelah cukup lama bermain dan bercanda dengan Si kembar , dan Yulia terpaksa menemani karena permintaan Kaisar Kim, Kaisar Kim pun segera pamit pulang. setelah berpamitan pada kedua orang Tua Yulia, Yuliapun mengantar Kaisar Kim keluar bersama si kembar .

__ADS_1


"Mungkin aku agak lama meninggalkan Kalian, ada sedikit urusan yang harus aku selesaikan. Semoga saat kalian pergi ke perguruan, Aku bisa menemani kalian..." ucap Kaisar dengan nada sendih.


"Pergilah...jangan khawatirkan mereka. Mereka akan berlatih bersamaku..." ucap Yulia.


"Jangan menyusahkan Bunda... Ayah janji akan cepat menyelesaikan urusan Ayah. Tapi jika saat kalian masuk ke perguruan Ayah belum datang, Maafkan Ayah ya.?" ucap Kasar lembut ada kesedihan di ucapannya.


"Jangan bersedih Yah...kami akan baik- baik saja. Dan jika Ayah belum selesai urusannya, tidak perlu terburu- buru , Kami akan memakluminya..." jawab Wang Hao sambil memeluk sang Ayam .


"Benar kata Wang Hao Yah...pergilah dengan tenang. Kami akan baik- baik saja bersama Bunda..." ucap Wang Hai.


"Baik...Anak ayahbmemang bijak...Ayah sekarang tenang . sekarang Cium Ayah..." ucap Kaisar dengan sayang . Si kembar segera memeluk dan mencium Kaisar Kim bergantian.


"Trimakasih sayang..." Kaisar Lalu menurunkan mereka berdua. Lalu dia berjalan kearah Yulia .


"Jaga diri baik- baik... Mungkin aku agak lama tidak bertemu dengan kalian.. Saat sampai di Perguruan, tempat kalian bertiga sudah aku persiapkan di sana ..." ucap Kaisar Kim lembut .


"Trimakasih...Terlalu merepotkan....jangan cemaskan mereka ...masih ada aku bersama mereka ..." ucap Yulia lembut.


"Trimakasih....sekarang aku pergi..Kau tidak memberiku ciuman seperti mereka...?" goda Kaisar dengan senyum di bibirnya , Membuat wajah Yulia memerah seketika.


"Yang Mulia..." ucap Yulia sambil melotot kesal . Dan terdengar tawa bahagia Kaisar Kim . Terlihat Kaisar mulai menaiki kudanya.


"Jaga diri baik- baik...!" ucap Yulia lembut saat Kaisar mulai menggerakkan kaki kuda nya . Mendengar ucapan Yulia, hati kaisar merasa di aliri Rasa hangat .


"Baik...Trimakasih Bun..." ucap Kasian dengan wajah bahagia . Dia segera pergi bersama kedua Pengawalnya.


Sedangkan di ruang Keluarga, nyonya Chu berkata dengan heran.


"Lo mau kemana Menantumu itu Kak...?" ucapnya saat melihat Kaisar pergi bersama kedua pengawalnya. Mendengar pertanyaan Nyonya Kim, terlibat wajah tuan Dan Nyonya Wang memerah.


"Dia akan kembali ke istana...dia bekerja di istana..." ucap tuan Wang Yu Ran.


"Aku sudah menebak kalau dia pasti bekerja di istana . Aku merasakan Aura Menantu kalian sangat mulia..." ucap Nyonya Chu.


"Benar... Dia memang seperti itu..." ucap tuan Wang kembali.


Ucapan mereka terputus saat Yulia masuk. Nyonya Chu Tianing dan Yura segera di bawa ke rumah kosong yang sebenarnya akan di jadikan gudang kecil untuk menyimpan peralatan pertanian yang semakin banyak.


Yura dan Canlu membantu mereka untuk mbersihkan dan menata rumah.


Hari- hari pun berlalu dengan cepat . Setelah memasak atau pagi hari sebelum memasak mereka akan berlatih bersama di tempat latihan para prajurit milik Yulia . Kekuatan Yura yang masih di bawa Cunli malah membuat dia semakin bersemangat untuk berlatih. dan terkadang mereka akan berlatih bersama para Prajurit Yulia . dan sesekali mereka akan berlatih brrsama si kembar. Sedangkan Yulia sendiri kini sedang sibuk melatih dirinya di ruang Dimensi. Selain melati tubuh dan kekuatan Yulia juga melatih ilmu pengobatannya. Dan Saat dia mencari buku untuk di baca. Dia melihat sebuah buku yang mendalami tentang Aray dan formasi guru mendalam. Dan juga cara untuk memperkuat mentalnya. Hanya saja cara memperkuat mental selain berlati dalam kultivasi , Yulia harus juga kembali merendam dirinya dengan air ramuan . Setelah melihat bahan obat yang akan dia pakai, Yulia merasa senang, karena di kebun obat yang dia miliki. Mempunyai semua yang Dia butuhkan. Setelah mengumpulkan semua bahan , Yulia mulai merebus semua tanam obat itu. Dan Saat semua telah masuk kedalam bak mandi. Yulia segera masuk kedalam bak mandi yang memiliki air ramuan yang sangat panas untuk berendam . Dia segera duduk lotus di dalam bak mandi. dan maduk kedalam alam Meditasinya, Yulia mulai menyerap energi langit dan bumi yang memang sangat banyak di ruang Dimensi nya. Dan saat melihat meridian di dalam tubuhnya, Yulia merasa bahagia . Karena dia bisa melihat kekuatan energi Qi langit dan bumi mulai berputar dan masuk secara bertahap kedalam dentiannya. Dan kini dia merasakan aliran Qi mengalir dengan cepat di dalam dentiannya masuk dan memenuhi Dentiannya dengan cepat . Namun tiba- tiba Yulia melihat kelip cahaya kecil di atas dentian miliknya. Benda itu melayang dengan tenang di atas Dentiannya . Namun secara perlahan cahaya mulai retak. Dan tak lama terlihat api merah ke emasan mulai menyala dengan terang . tak terasa Qi di dalam dentiannya meloncak penuh mengalirkan tenaga keseluruh tubuhnya . dan Retak...


Dia mengalami terobosan kembali. Yulia merasakan bahagia . Dan tak terasa Kini dia telah berada di alam putih puncak. Sebentar lagi Dia bisa membuka penghalang menuju alam Bumi awal tingkat pertama .


Namun yang Yulia herankan , Mengapa baru sekarang dia melihat api merah berada melayang di atas Dentiannya. Yulia merasa bahwa itu bukan api biru kemerahan yang merupakan kekuatan miliknya . Api merah itu terlihat merah keemasan. Dia terlihat seperti setitik api kecil tapi sangat terang . Dan Dia tahu ledakan kekuatannya Telah di serap dengan lembut oleh api itu. Setelah melihat dan mengenal kalau api itu tidak berbahaya padanya, Yulia segera mengakhiri Kultivasinya. Yulia segera membuka matanya. Terlihat wajahnya penuh fengan Peluh. Tanpa Yulia sadari , Air ramuan untuk merendam tubuhnya kini mulai dingin .


Dan terlihat kalau warna air rendaman yang tadinya coklat kehitaman telah berubah menjadi jernih. Sepertinya seluruh ramuan terserap kedalam tubuhnya. Tanpa Yulia sadari, kalau kulitnya semakin halus dan kencang . putih dan halus bagai giok . wajahnya semakin terlihat cantik dan segar . Perlahan Yulia bangun dari bak mandi. Setelah berganti baju, Yulia segera keluar dari kamar mandi .Ketika sampai di ruang perpustakaan Yulia melihat Ryu dan Dolly telah menunggunya.


"Lia'er...kau telah mengalami terobosan...?" tanya Ryu dengan kagum menatap Yulia.


"Iya Kak... Sebentar lagi aku sudah di alam Bumi Awal.." ucap Yulia dengan wajah senang.


"Selamat ya..." ucap Ryu bangga .


"Selamat tuan....!" seru Dolly dengaam bangga .


"Trimakasih...dan aku sekarang akan mencoba mempelajari master yang mendalam ..." ucap Yulia dengan wajah tenang .


"Apa...kau ingi mempelajari Guru yang mendalam...?" seru Ryu dan Dolly hampir bersamamu.


"Akan aku coba...bukanya aku sudah memiliki dasar dari ilmu itu..." jawab Yulia. Mereka segera keluar dari ruang perpustakaan.


Udahan dulu ya....aku lanjut besok.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu . Maaf kalau masih ada Typo nya ,🙏


Bersambung


__ADS_2