
"Yang Mulia..kau melakukan kesalahan... aku tidak yakin kalau Ratu akan mudah melupakan kejadian ini..." Batin Rong Han.
"Yang Mulia...kenapa kau mencari penyakit.." ucap Tan Liu dengan perasaan tertekan .
"Aku tidak punya pilihan Lain Paman...hanya ini jalan satu- satunya menunjukan kekuatan istriku...Dan jika mereka masih menghina istri dan anakku , masih ada Keluarga Wang di belakang mereka...." ucap Kaisar Kim dengan wajah sedih.
"Kenapa tidak langsung di perkenalan pada mereka Yang Mulia...." kata Rong Han pelan.
"Ingat...mereka akan bertindak agesif pada istri dan Kedua Putraku. kalau tidak menunjukkan kekuatan Yulia, mereka akan menghina istriku. seperti yang terjadi kemarin ..." ucap Kaisar pelan .
Kedua orang kepercayaan kaisar Kim terdiam mendengar ucapan dari Sang Junjungan. Memang terkadang tindakan Kaisar agak tak masuk akal. apalagi Demi melindungi ketiga orang yang dia sayangi itu .
Sedangkan di tempat Yulia, terlihat Yulia berusaha menutupi perasaan lukanya dengan diam setelah melihat Sang Suami berada di atas. Dia datang oada perayaan sang Suami yang akan memilih Ratu Kerajaan Taiyung . Melihat kejadian ini. Yulia baru sadar kalau ternyata dia telah jatuh Cinta pada sang Suami. Perasan ini sakit saat dia harus melihat kenyataan Sang Suami akan memilih seorang Ratu lagi. Tanpa di sadari, atau memang di sengaja oleh Kaisar Kim , baju yang mereka pakai terlihat berwarna sama . yaitu baju berwarna merah dengan sulaman bergambar kepala Naga . dan juga juba bergambar Naga . Pria itu memang terlihat gagah dan tampan. Tak lama Dia melihat Kaisar Kim berbicara dengan sang Kaisar. lalu dia berdiri dan turun Dari mimbar di ikuti oleh kedua pengawalnya. Melihat Kaisar turun dari mimbar dan berjalan kearah tamu undangan, Semua tamu terlihat kaget . apalagi Pria gagah dan tampan itu terlihat berjalan perlahan kearah para tamu.
Putri tuan Duan Hua yaitu Putri Cin Yilu terlihat salah tingkah. Dia yakin kalau Kaisar akan menghampiri Dia.
"Cih...tadi saja marah saat aku datang ke istananya. Tapi ternyata sekarang dia menghampiri diriku.. Ha ha ha.. Aku tahu, dia ingin memberi kejutan padaku.. Manisnya calon Suamiku..." ucap hati Nona Cin Yilu.
Namun tiba- tiba Dia terkejut. Saat Pria itu mendatangi arah yang Lain. Dia mendatangi tempat para guru .
"Salam Guru.. Apa kabar...?" ucap Putra Suci pada para guru .
Sedangkan Yulia fengan terpaksa duduk dengan tenang di kursinya . Sebenarnya Dia ingin menjauh dari Putra Suci yang berdiri persis di depannya . atau lebih bagus lagi keluar dari tempat ini. Dia tanpa berbicara hanya mengikuti Guru dan kelima temannya memberi hormat.
"Salam Putra Suci...kami baik - baik saja." ucap para guru setempak.
' Baguslah silahkan duduk guru.." ucap Putra Suci penuh hormat. Mereka segera duduk kembali. Kasar Kim mendekati Yulia.
"Apa kabar Nona Yulia...kau terlihat baik- baik saja..." ucap Kaisar Kim lembut. Nada itu tidak pernah orang lain mendengar kelembutan seperti itu.
"Hambakankah hamba terlihat lebih baik ..." ucap Yulia Dingin. Kedinginan itu Kaisar Kim rasakan . Dia tahu Istrinya terluka saat ini . terlihat sekali wajahnya kini semburat merah.
"Apakah kau baik- baik saja .." ucap Kaisar Kim semakin lembut.
"Maaf Yang Mulia Putra Suci.. Tidak baik anda terlalu lama di depan saya... Banyak calon Ratu anda menunggu anda memilih mereka..." ucap Yulia Kasar dan dingin. Sikap Yulia membuat orang lain kaget bukan main.
"Gila gadis ini...berani sekali dia berbicara Seperti itu pada putra Suci. Tapi kenapa Putra Suci terlibat sangat patuh. Suaranya sangat lembut. Dan itu tidak pernah dia lakukan pada siapapun.
"Baiklah aku pergi dulu..." ucap Putra Suci lembut. Tidak ada tanda kenaraham di wajahnya . Lalu dia berjalan kearah Sekte Keluarga Wang . Tentu saja Keluarga wang segera berdiri. Mereka segera mengucapkan selam pada Putra Suci. . Namun terlihat sebagian dari mereka berwajah merah . Terlihat ada kesedihan di wajah mereka. Dan Ke dua bocil terlihat terdiam di sebelah sang Kakek dan Nenek mereka.
" Salam Yang Mulia..." sapa mereka semua.
"Salam..silahkan duduk kembali..." ucap Kaisar Kim dengan sopan. Dia mendekati Si kembar. Namun kedua bocah itu cepat berada di belakang sang Kakek. Seolah takut di dekati Ayah mereka
Melihat itu terlihat Kaisar Kim tersenyum lembut. Laku dia segera berjalan kembali ke atas mimbar.
Tentu saja tingkah Pitra Suci mengherankan di mata para tamu lainnya . Namun mereka diam saja. Tak lama Acarapun di buka. Terlihat Dekan perguruan Baiyun duduk bersama tetua Kerajaan. Acara di buka dengan sambutan dari Kakek Kaisar . Lalu langsung di gantikan oleh Putra Cuci.
"Hari ini saya menyelenggarakan pemilihan Ratu atas permintaan para Tetua. Tapi dalam pemilihan ini, saya memiliki tiga syarat. Pertama, aku akan memberikan soal yang harus kalian jawab dengan benar, kedua Karena aku sangat senang dengan pedang, maka aku paling suka berlatih ilmu pedang, Karena itu aku Ingin istriku juga bisa bermain pedang. Karena itu calon istriku harus bisa bertanding denganku sampai di mana kekuatannya. Dan ketiga.. Aku punya hewan Kontrak. Jadi aku harap siapapun pemenangnya , secara langsung dia harus bisa menaklukkan hewan kontrakku. Dan Satu lagi...Aku tidak mau ada selir maupun Istri lain. Aku hanya mengambil satu wanita sebagai istriku. jadi Aku hanya Memiliki satu Ratu seumur hidupku. Jadi jangan pernah mengusulkan memberiku Istri samping atau selIr . sebelum aku menolak usul kalian, lebih baik jangan pernah mengajukan usulan memberikan putri kaliam menjadi selir untukku. ...Aku fikir sampai di sini saja pesan atau kata- kata untuk kalian, Dan mulai saat ini, pemilihan Ratu di buka..." ucap Putra Suci.
Terdengar kegaduham di antara tamu membahas apa yang di katakan Putra Suci , karena mereka sebenarnya berharap , Jika nanti Putri Mereka tidak terpilih menjadi Ratu, maka mereka bisa menjadi istri samping atau Selir . Namun tidak bagi Cin Yilu, Terlihat senyuman kenahagiaan di bibirnya.
"Ayah... lihatlah.. Putra Suci mengerti perasaanku. Dia tahu aku tidak suka ada orang lain di antara kami..Dia tahu kalau aku tidak ingin ada selir di istana kami..." ucap Cin Yilu dengan wajah gembira.
"Iya Nak... Kau memang harus bangga menjadi Ratu untuk Putra Suci. Ayah Yakin kalau Kaisar sangat mencintaimu..." ucap tuan Duan Huo .
Sedangkan di atas mimbar besar, Putra Suci terlihat sedang berbicara dengan Pengawalnya
"Paman Tan Lui, sebutkan orang yang telah mendaftar , agar para tamu tahu.." ucap Kaisar Kim dengan wajah tenang.
__ADS_1
"Baik yang Mulia..." ucap pengawal Tan Lui . Tak lama terlihat Pengawal Tan Lui segera menyebutkan nama para peserta. Namun Yulia kaget saat dia mendengar namanya di sebutkan.
"Tunggu...! Maaf Tuan Pengawal...aku rasa aku tidak pernah mendaftar, guru hamba tidak akan pernah mendaftarkan nama hamba ...jadi tolong di coret dari daftar peserta...." ucap Yulia dengan tegas . Terlihat pengawal Tan Lui menatap pada Kasar Kim. Dia merasakan keringat dingin membasahi punggungnya.
" Maaf Nona, Di sini memang ada nama anda, jadi kami juga tidak tahu Siapa yang mendaftarkan nama anda....Dan karena Anda sudah terdaftar , anda tidak bisa mencabut atau mencotet nama anda . mau tidak mau Anda harus ikut ..." ucap Pengawal Tan Lui dengan perasaan bersalah .
"Tapi Yang Mulia... Benar kata Nona ini. dia tidak mendaftar dan dia tidak ingin ikut, lalu kenapa Kaisar harus memaksa,...coret saja nama Dia di daftar peserta...." seru Nona Cin Yilu dengan wajah kesal .
"Aku rasa semua ini bukan wewenang anda untuk menentukannya Nona Cin Yilu... Jadi harap jangan ikut campur urusan Putra ini..." ucap Putra Suci dingin.
Mendengar ucapan dari putra Suci terlihat nona Cin Yilu terdiam . Dia teringat tadi pagi Dia sudah mendapatkan kemarahan Pria dingin itu. Saat itu dia yang selalu datang ke istana bersama sang Kakek. Sengaja memilih datang terlebih dahulu ke istana sebelum acara di mulai . Dia akan di sambut dengan ramah di tempat ini. Karena sudah terbiasa , maka kemanapun fia pergi tidak ada satu orangpun yang menghalanginya. Mungkin mereka ada rasa takut pada sang Kakek karena sang Kakek sahabat Kaisar Tua . Dan Satu lagi . Penasehat kerajaan juga menyetujui Dia menjadi Ratu Kerajaan ini . Karena itu dia tadi langsung datang ke istana Naga . Istana yang merupakan tempat sang Putra mahkota. Selain dia ingin menyapa pria dingin itu, sekaligus karena kerinduannya kepada Pria tampan itu. Namun pagi tadi , saat dia masuk kedalam ruangannya, tiba- tiba pria itu marah hingga penjaga yang membiarkan dia masuk kedalam ,mendapat hukuman dari dia. Tentu saja Dia kaget dan malu.. Dan sekarang dia kembali di permalukan oleh Pria itu. Kini dia bisa dengan jelas melihat kemarahan di mata pria itu. Tak lama pandangan putra Suci kembali pada Yulia yang duduk dengan tenang.
"Sekarang kau sudah mengerti Nona Yulia..." ucap Kaisar lagi.
"Tidak...hamba tidak mengerti . Mana mungkin hamba mengerti jika hamba harus mengikuti pemilihan Ratu sedangkan hamba sudah memiliki Suami yang sangat mencintai hamba..." ucap Yulia dengan dingin.
Tentu saja para tamu yang Mendengar ucapan Yulia menjadi sangat heboh. Mereka terkejut mendengar Yulia yang sudah memiliki Suami. Bukan hanya para tamu. Tapi guru dan murid perguruan juga kaget . mereka kaget kalau Yulia sudah memiliki Suami.
"Lia'er...apa benar yang kau ucapkan itu...?" tanya Guru Whan Ma.
"Maafkan Murid Guru...nanti murid akan menjelaskan Semuanya pada Guru.." ucap Yulia . Namun tiba- tiba terdengar suara tawa seorang wanita .
"Ha ha ha..Nyonya Yulia.. Ternyata kau seorang penipu. Bukan saja kami orang biasa yang telah kau tipu. Tapi Putra suci yang kami agungkan kau tipu juga Jika hanya kami , tidak masalah kau menipunya. Tapi ini Putra Suci.. Seseorang yang kami agungkan kau tipu juga... Kau harus mendapatkan hukuman untuk kelancangan dirimu ini..."ucap suara dari arah belakang Yulia. mendengar suara itu , tampa menatap pada orangnya Yulia sudah tahu siapa Dia. nyonya Hao..nyonya yang telah bermusuhan dengannya sejak pertama kali bertemu. Mendengar suara itu, semua orang mendukung kebenarannya. Dan nona Cin Yilu yang sejak tadi sudah ketakutan kalah oleh Yulia karena kejanggalan Sikap Putra Suci pada Yulia, merasa mempunyai kesempatan untuk menyingkirkan Yulia. Begitu juga sang Ayah.
"Ayah...Kita memiliki kesempatan untuk menyingkirkan dia..." ucap Cin Yilu pada sang Ayah pelan. Sang Ayah terdrnyum
"Benar kata Nyonya Hao...ini tidak bisa di biarkan saja.Dia telah berani menipu kita. Terutama putra suci. Hamba mohon putra Suci mau menindak tegas wanita itu. Wanita yang telah berani berbuat tercela..." ucap Tuan Duan Hao berapi api .
Namun Yulia yang mendengar ucapan dua kepala sekte itu bukannya takut, Dia malah tertawa pelan.
"He he he...hebat, hebat...dua tetua dekte birfikir Picik dan Culas...apakah kalian berdua menyadari kesalahan kalian. Aku beranggapan seorang tetua dari sebuah Sekte besar bisa bertindak bijak dan masuk akal . bukan lantaran dendam hingga melupakan kebenaran. Kalian berdia menganggap aku membohongi kalian semua ..? Yang mana.. ? Apakah aku memperkenalkan diriku pada kalian semua kalau aku ini masih gadis...? Atau aku mengatakan sendiri Pada Yang Mulia Putra mahkota kalau aku masih lajang dan mendaftarkan diriku untuk menjadi calon ratu..? Kapan itu...bukankah sejak awal aku sudah berkata kalau aku tidak mendapatkan diri. Putra suci sendiri kan yang memaksa...? Dan jika memang aku yang mendaftar dan ingin menjadi Ratu, mana mungkin aku mengaku sudah punya suami....dasar bodoh..! " ucap Yulia kesal . ucapan Yulia membuat kedua orang itu mati kutu. Memang benar apa yang di katakan Yulia. Sejak pertama namanya di ucapkan, Yulia selalu menyangkal dan menolak.
"Jaga ucapanmu nyonya....kami ini orang tua.. tapi kau tidak menghormati kami.... " ucap tuan Duan Hao marah.
mereka berdua terdiam saat Yulia menunjukkan kebenarannya .
"Benarkah kau sudah memiliki Suami... seperti apa dia...?" ucap Kaisar Kim sambil menahan senyum.
"Dia tampan fam baik hati...terutama dia sangat mencintai hamba,..tidak seperti Yang mulia..." kalimat terakhir Dia ucapkan pelan .
" Tapi namamu sudah terlanjur terdaftar di sini , karena itu mau tidakau kau harus tetap mengikuti pemilihan menjadi seorang Ratu. Apakah kau hanya beralasan karena sebenarnya kau takut..?" ucap Putra Suci. Sambil tersenyum .
Melihat kegigihan sang Suami dalam memasukan dia kedalam pemilihan seorang Ratu membuat Yulia curiga.
"Apa sebenarnya yang ingin Di lakukan pria ini.. Kalau memang Dia menginginkan seorang Ratu selain diriku , Mana mungkin dia meminta Perguruan untuk datang kemari . Dan dengan gigi dia memaksaku mengikuti pemilihan ini. Sepertinya ini memang Dia sengaja..." batin Yulia. Mendapatkan pemikiran itu, Yulia lalu menatap pada sang Guru yang duduk di dekatnya. .
"Guru...apakah guru datang kemari karena undangan dari Putra Suci sendiri...?" tanya Yulia pelan.
"Benar...Malah Dia meminta Murid untuk mendapingiku. Dan kau dan dia tahu sendiri kalau hanya kau murid pribadiku..." ucap guru Whan Ma. Mendengar ucapan sang guru, Yulia kembali menatap ke arah sang Putra Suci. Dia semakin yakin kalau sang Suami sedang merencanakan sesuatu .
"Bagaimana murid Yulia...?" tanya Putra Suci kembali .
"Baiklah hamba akan mengikuti semua ujian yang akan dilakukan..." ucap Yulia dengan tenang.
"Bagus..Baiklah sekarang kau baca lagi para pengikut pemilihan Ratu ini pengawal Tan.." ucap Putra Suci dengan wajah gembira sambil tetap menatap Yulia Yang terlihat tenang. Setelah di baca semua wanita yang mendaftarkan diri. Kaisar mulai menguji peserta. Dan saat ujian pertama, banyak peserta yang lolos dalam ujian. Dan saat ujian kedua mereka harus berhadapan langsung dengan Putra Suci sendiri. Namun mereka dengan berani menghadapi Putra Suci. Pertarungan pun terjadi. Namun mereka hanya mampu melawan dalam satu atau dua jurus saja.dengan mudah Kaisar Kim menjatuhkan mereka . Dan Kini giliran Nona Cin Yilu. Dia dengan bangga melangkah ke arena pertarunga. Pertarungan di lakukan di arena lapang di sebelah taman tempat di langsungkan pemilihan Calon Ratu. Dari aula pertemuan mereka bisa melihat pertarungan Dengan jelas , pertarungan antara para peserta yang melawan Putra Suci. Nona Cin Yilu merasa bahagia karena dia merupakan Murid yang perlu di perhitungkan .
Di perguruan Baiyun dia merupakan Murid kelas beladiri.dan Dia sangat bangga tentang itu. Sedangkan Dia tidak tahu tentang Yulia. Saat Yulia menyelamatkan Perguruan dulu , dari ledakan . dia sedang ijin pulang dari perguruan. Dan kini dia sangat percaya Diri karena dia merupakan Murid kesayangan Guru An Ping. Guru satu ini juga merupakan pengajar dari kelas beladiri. Namun Dia Can Ping merupakan murid Khusus guru An Ping .
Cin Yilu segera masuk ke arena ujian .
__ADS_1
"Yang Mulia...apa benar setelah hamba lolos di ujian kedua ini, hamba akan menjadi Pasangan Yang Mulia...?" tanya Cin Yilu saat dia sudah berhadapan dengan Kaisar Kim .
'Itu sudah janji yang ku ucapkan. Tapi masih ada satu lagi , Yaitu menghadapi Bombom... Kalau kau lolos dari Bombom otomatis Kau memenangkan ujian menjadi Seorang Ratu..." ucap Kaisar Kim .
"'Baik hamba akan melakukannya,.." ucap Nona Cin Yun dengan gembira.
Dalam hati Dia yakin kalau dia bisa menghadapi Putra Suci. Karena Dia merasa kalau sebenarnya ujian ini hanya formalitas saja. Sebab Dia yakin dengan kemampuan dirinya serta latar belakang keluarganya dan juga Kecantikannya, Dia merasa mampu membuat Putra Suci jatuh Cinta padanya.
"Baiklah Yang Mulia, Kita mulai sekarang..." ucapnya dengan perasaam yang Sangat yakin kalau dia pasti lolos dalam ujian ini. . Dia segera memasang Kuda- kuda. Sedangkan Kaisar Kim dengan tenang berdiri sambil memegang pedang. Tubuhnya yang tinggi dam gagah sangat Berwibawah . Tak lama terlihat Nona Cin Yilu mulai menyerang. Awal mula dia mengira Kaisar Kim memberi dia kelonggaran.Dia merasa akan mendapat perhatian dari Kaisar karena hubungan mereka yang Dia kira telah dekat. Apalagi hubungan sang Kakek dengan Kakek Kaisar yang sekarang masih memegang kekuasaannya. Namun perkiraannya salah. Saat Dia menyerang tidak sungguh -sungguh, pedang Kaisar mengenai lengannya hingga darah mengalir. Untung saka itu hanya tergores . sebenarnya putra Suci bisa saja memotong tangan itu. Mungkin Kaisar Kim hanya ingin memberi peringatan saja. Melihat kejadian itu, Nona Cin Yilu kaget bukan main , Dia sejenak tertegun.
"Jangan mengira ada keistimewaan di dalam ujian ini. Kalau kau masih menganggap ini cuma permainan lebih baik kau keluar dari ujian ini...sebelum kau terluka atau mati...." ucap putra Suci tajam dan Dingin .
Mendengar ucapan Putra Suci, Cin Yilu kaget dam Malu. Dia segera berdiri dan segera memasang Kuda- kuda . Tak lama Dia mulai sungguh - sungguh menyerang Putra Suci. Pertarungan pun terjadi lagi, namun karena ilmu pegang Cin Yilu tidak sekuat Kaisar Kim, Dia hampir terkena pedang sang Kaisar . untung saja Kaisar bukan Musuh yang sesungguhnya . Tapi dia masih mampu sampai tiga jurus. Akhirnya saat dia lengah, sebuah tendangan membuat Pedang Cin Yilu jatuh Dan badannya melayang jatuh Dengan pantat menghantam tanah. Melihat jatuhnya sedikit memalukan, wajah CinYilu memerah karena merasakan perasaan Malu.
"Kau sudah kalah..." ucap Putra Suci dingin .
"Tapi hamba lebih baik dari mereka kan..?." jawab Cin Yilu.
"Masih ada peserta lainnya, jangan terlalu berharap...." ucap Kaisar dingin.
Cin Yilu segera berdiri tanpa di bantu Kasar Kim. Terlihat Kaisar Kim tidak perduki pada Cin Yilu . dengan cuek dia berjalan kearah tempat dia berdiri tadi . Melihat semua itu, ada rasa sakit di hati Cin Yilu .Dia kembali ke tempat sang Ayah dan keluarganya . Terlihat wajahnya cemberut tak suka . Tak lama Yulia di panggil untuk mengikuti ujian . Mendengar namanya di panggil Yulia segera berjalan kearah sang Suami . Saat Melihat Yulia mulai berjalan Kearahnya , Kaisar Kim terlihat agak Ceriah. Tentu saja perubahan dirinya hanya orang- orang terdekatnya yang tahu itu .
"Kenapa kau lakukan ini Kim....?" kata Yulia pelan saat sudah berada di depan sang suami . " Maafkan aku Sayang... Semua imi aku lakukan Untuk mengumumkan dirimu sebagai Ratuku ..." ucap Kaisar Kim lembut.
"Kenapa harus seperti ini...?" tanya Yulia kesal .
"Aku terpaksa melakukannya , Akan aku ceritakan nanti. Sekarang bantu aku melengkapi pertunjukan ini..." ucap Kaisar Kim . Kaisar Kim sudah membuat Arai perlindungan saat Yulia mulai mendekatinya . Hingga suara percakapan mereka tidak terdengar orang lain.
"Kau tidak memperhatikan Perasaan Putra kita...?" kata Yulia marah .
"Aku akan bertanggung jawab menjelaskan pada mereka..." jawab Kaisar Kim lembut .
"Tentu saja kau yang harus membuat mereka mengerti. Dan jika mereka tidak memaafkan dirimu , itu resiko yang harus kau tanggung.." kata Yulia kesal.
"Tentu saja sayang... Apapun akan aku lakukan untuk kalian bertiga. .." ucapannya sambil tersenyum lembut.
"Kalau begitu aku akan melawanmu dengan sungguh - sungguh,..." jawab Yulia datar. Kemarahannya masih belum hilang, sebab Kim Thay Yung tidak memberikan penjelasan yang sebenarnya padanya .
"Tentu saja sayang...itu memang harus kau lakukan..." ucap Kaisar Gembira. Melihat sikap Yulia, seperti pintu maaf terbuka untukmu. Dan Dia memiliki tugas untuk menjelaskan pada sang Istri .
Setelah itu, terlihat Yulia dan Kasian Kim Mulai berhadapan. Mereka tidak mendengar apa yang di ucapkan Kaisar Kim dan Yulia. Terlihat Yulia mengeluarkan Pedang Phoenix nya. Dan saat pedang itu keluar dari sarungnya. Cahaya warna warni keluar dari pedang itu.
"Pedang Phoenix...!" seru para Guru dan tetua Sekte yang ada di sana.
"Ya Dewa...Pedang Phoenix di miliki gadis itu..!" Seru salah satu dari tetua di sana.
Mendengar seruan kagum dari beberapa Tetua, Cin Yilu terlihat kaget dan penasaran.
",Ayah...apa maksud mereka..Apakah pedang milik wanita itu sangat berharga...?" ucapnya pada sang Ayah.
"Tidak berharga lagi nak... Pedang itu sangat berharga...benda itu adalah salah satu artevak kuno yang di cari orang. Dia merupakan salah satu Artefak dari sepuluh artefak yang di cari kultifator di dunia ini..." ucap Tuan Duan Hao .
Mendengar ucapan Sang Ayah, terlihat keirian di mata Cin Yilu.
"Benda itu tidak mudah di curi setelah melakukan kontrak dengan si pemilik. Dan sepertinya pedang Phoenix memilih wanita itu sebagai tuannya. . Memang ada benda apa saja yang di sebut sepuluh artefak kuno itu Ayah...!" tanya Cin Yilu.
"Kita lihat dulu pertarungan Yulia dengan Putra Suci . Nanti akan aku ceritakan padamu. Sebab kau akan kalah Jika Yulia lebih lama bertarung dengan Putra Suci..." ucap tuan Duan Hao . Seketika Cin Yilu terdiam. Dan mereka fokus melihat Yulia dan Putra Suci yang malai bertarung.
Maaf sampai di sini dulu ceritanya , Aky lanjut besok lagi.
__ADS_1
Jangan lupa like. vote dan komennya aku tunggu .
Bersambung .