
Jangan salahkan aku jika kau mati di tanganku...!" seru tuan Xiao Baki marah.
"Kita lihat saja nanti , siap yang akan mati lebih duluan...." ucap Yulia dingin.
"Kau terlalu sombong Nona....!" seru tuan Baki semakin marah.
"Sombong tidak sombong kita lihat Saja Tuan.." ucap Yulia dingin. akhirnya pertarungan semakin sengit. Yulia segera mengeluarkan pegangnya saat melihat tuan Baki mengekuarka. pedang nya. dan peryempuranpun semakin seru. keliatan yang mereka keluarkan membuat ledakan yang sangat keras, hingga banyak penghuni istana yang keluar melihat pertarungan itu. dan ternyata kekuatan Yulia merada di bawah Tuan Xiao Baki. terlihat Yulia semakin terdesak. beberapa kali Yulia terkena hantaman tuan Baiki. melihat itu terlihat senyuman di bibir tuan Baki.
"Gadis sombong...sekarang trimalah kematianmu...!" seru Tuan Baiki dengan aura membunuh. Dengan kekuatannya Dia menghantam Yulia, namun sebuah bayangan hitam berdiri di depan Yulia, dan kibasan sayap besat menghantam balik tenaga kuat yang akan menghantam Yulia. semua orang yang tegang melihat pertempuran Yulia dan Tuan Baki di udara terlihat menahan nafas.
"Yang Mulia...nyonya..." ucap Tan Lui dengan wajah takut.
"Dia akan baik- baik saja..." ucap Kaisar dengan wajah dingin.
Melihat wajah Kaisar, terlihat Tan Lui takut sendiri.
"Biarkan dia menyelesaikan orang itu... dia memintanya..jika aku turun tangan, Dia akan marah..." ucap Kaisar dengan wajah dingin. namun terlihat kelembutan di matanya saat melihat pada Yulia.
"Ya Dewa...baru sekarang aku melihat cinta Yang Mulia pada nyonya. bukan saja menjaga, namun dia memanjakan nyonya.." ucap Tan Lui bangga.
Kini terlihat Yulia mulai menyerang Tuan Xiao Baki bersama Wangli. pertarungan itu kini terlihat seimbang. serangan Yulia dan Wangli membuat tian Baki kewalahan . namun kecepatan Yulia masih kalah dengan kecepatan Tuan Baki.
"Tuan...naik ketubuhku....!" seru Wangli sambil terbang di depan Yulia. dengan Lincah Yulia melompat keatas tubuh Wangli .
Terdengar teriakan Nyaring Wangli sebelum terbang lebih keatas lagi. kini pertarungan mereka berada di atas istana kerajaan. hingga banyak para penduduk yang melihat pertarungan itu. untunglah Kaisar membuat pesona pada daerah pertarungan mereka. Sesekali terlihat Yulia menyerang dengan melompat dari tubuh Wangli, sedangkan Wangli akan menyerang dengan Cakar dan paruh nya . perpaduan penyerangan Yulia dan Wangli membuat kerelotan Tuan Baki. hingga akhirnya dia terkena tendangan atau sambaran pedang Yulia. atau terkena cakaran tajam Wangli.
"Kalian curang....!" seru tuan Baki marah. karena tubuhnya sekarang sudah penuh dengan luka.
"Ha ha ha...apakah pertarungan bersama hewan Kontrak menyalahi aturan...? kalau kau memiliki hewan kontrak juga, keluarkan saja..!" seru Yulia.
"Brengsek...!" teriaknya marah. karena kini dialah yang terdesak oleh Yulia dan hewan Kontraknya. Membuat Dia kewalahan .
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di kediaman Tuan Wang Yu Ran, tiba- tiba hadir tuju orang Dewasa dengan pakaian yang berbeda. empat Wajah gaga dan tampan dengan Memakai pakaian sederhana namun masih terlihat dari bahan mahal. dan satu wanita dengan wajah canti dan anggun dengan pakaian sederhana juga dan terlihat dari baham yang mahal juga. Dan dua orang pria sepertinya seorang pengawal. Mereka terlihat berdiri di depan gerbang Rumah tuan Wang Yu Ran yang terlihat Di jaga ketat.
"Apa benar ini rumah yang di maksud oleh orang suruhanmu Kang'er...?" tanya salah satu Pria yang terlihat tua namun ke gagahan dan ke tampanan tubuhnya masih terlihat dengan jelas.
"Pengawal Ban yang lebih jelas Ayah....Dan lihat ukiran di atas itu Ayah...Di sana ada plakat Nama...." ucap pria yang lebih muda dari Pria tua itu.
Mereka serempak melihat ke arah plakat kayu yang ada di atas pintu gerbang. Di sana terlibat palakat nama dengan tulisan tinta emas dengan huruf besar "WANG" .
" Benar ini rumah yang di katakan orang suruan Patrik Xiao Kang . dan mungkin sebentar lagi mereka juga datang..." ucap salah Satu Pengawal . Mereka memang keluarga Xiao Kang yang ingin melihat kebenaran berita yang di bawa orang suruh mereka. Tentang Kakak sang istri . Mereka sudah bertahun- tahun menunggu berita itu.namun baru sekarang mereka mendengar beritanya .
"Bagaimana kalau kita tanyakan saja pada penjaga itu...?" kata Xiao Jun sang adik.
"Biar hamba yang menanyakannya Tuan..." kata salah satu pengawal mereka.
Pengawal itu segera berjalan mendekati beberapa penjaga rumah yang berdiri di gerbang keluarga tuan Wang.
"Melihat ada rombongan orang berkuda berada di depan kediaman sang majikan, para penjaga yang sejak tadi memperhatikan terlihat waspada. Dan saat salah satu dari mereka mendekat, dua penjaga datang mendekati.
"Siapa kalian... Dan mau apa...?" tanya mereka dengan waspada.
"Maaf... Apakah di sini tinggal keluarga Wang....?" tanya Pengawal Keluarga Xiao.
Si penjaga gerbang menatap pria itu dengan penuh waspada.
"Siapa kalian... Untuk apa kalian mencari majikan Kami...?" ucap salah satu dari mereka dengan dingin .
Mendengar ucapan Pengawal atau penjaga rumah tuan Wang. Tuan Xiao yang mendengar ucapan dari si penjaga , segera membawa kudanya memdekati mereka .
"Kau katakan ini rumah keluarga Wang...?" tanya Tuan Xiao Kang dengan wajah gembira.
"Siapa Tuan...? Kenapa menanyakan tentang tuan kami...?" ucap Penjaga itu dengan wajah curiga. Melihat sikap mereka. tuan Xiao Kang terlihat sadar kalau mereka mencurigainya .
"Jangan curiga Kami bermaksud Baik... Apakah tuan Wang Ada di rumah...? Kami ingin bertemu dengan beliau..." ucap tuan Xiao Kang dengan wajah ramah.
Terlihat penjaga itu menatap tuan Wang dan kelompoknya dengan wajah mencurigai, namun saat melihat wajah ramah dari mereka, terlihat penjaga tadi bernafas lega.
"Kalau begitu tunggu dulu sebentar . Kami akan bertanya pada beliau.." ucap Penjaga dengan wajah sedikit tenang . walaupun begitu mereka masih terlihat waspada . Terlihat salah satu dari mereka pergi kearah Rumah besar di balik gebang yang tinggi itu. Tak berapa lama terlihat Pengawal tadi keluar bersama dua pria muda yang terlihat tampan dan gagah. Nyonya Say Lin melihat kedua pria itu. salah satunya memiliki bentuk tubuh seperti sang Kakak, walaupun wajah tidak terlalu mirip . Namun Wajah itu sangat femiliar sekali dengan Seseorang yang pernah dia temui namun entah di mana dia bertemu dengan wajah yang mirip dengan pria muda itu . Memang benar yang keluar bersama penjaga tadi adalah Cun Ma Dan Yao Han. Terlihat mereka berdua sedang berjalan kearah mereka yang sedang menunggu di pintu gerbang . Melihat Yao Han, terlihat Tuan Wang Jin Hu merasakan dadanya bergetar. Pria ini sangat femiliar di matanya. Perlahan ketiga pria itu mendekati gerbang dan para tetua sudah turun dari kuda mereka.
"Maaf...kalian ingin bertemu dengan Ayah kami...?" tanya Yao Han dengan Ramah.
"Ayah...?" ucap Tuan Wang Jin Hu.
"Benar....aku adalah Putra Pertama tuan Wang Yu Ran..." ucap Yao Han dengan wajah ramah . Mendengar ucapan Yao Han ingin rasanya saat itu juga tuan Wang Jin Hu memeluk pria tampan di depannya. Saat dia mengetahui kalau pria itu Cucunya.
"Nak...apakah Ayahmu ada...?" ucap Tuan Xiao Han Jong lembut .
" Ada...beliau ada di dalam , Silahkan tuan- tuan masuk dulu..maaf jika sikap kami kurang ramah...." ucap Yao Ham ramah. Dia mengijinkan mereka masuk saat merasakan aira yang bersahabat dari mereka. Yao Han dan Cun Ma segera membawa mereka masuk kedalam rumah besar itu. Saat mereka masuk, mereka merasakan ketenangan di dalam hati. Entah kenapa rumah ini sepertinya penuh dengan aura positif .
"Silahkan tuan- tuan tunggu sebentar saya akan memanggil Ayah.." ucap Yao Han dengan ramah. Yao Han Fikir mereka mungkin pejabat Yang ingin bertemu dengan sang Ayah . Mungkin mereka ingin meminta tolong pada sang Ayah. Yao Han segera masuk kedalam rumah , Sedangkan Cun Ma.dan beberapa pengawal masih berada di ruangan itu .
Semua pengawal merupakan anggota Pengawal Khusus yang di bawa Yulia dari Desa Fanrong . Dan mereka dengan Sengaja Yulia tempatkan di Rumah baru mereka. Namun setelah Yulia menjadi Ratu Kerajaan Dongyan, Yulia mulai kembali membuat pasukan Khusus dari mantan prajurit khususnya . Hanya Saja sekarang prajurit itu sepengetahuan Kaisar Kim. Malah Ke empat mantan Jendral bawahan Yulia dulu. Kini menjadi pengawal khusus Kaisar Kim . Namun keempatnya sering pergantian kembali ke Desa Fanrong untuk sekedar melatih prajurid mereka .
Tak lama mereka mendengar langkah kaki menuju kearah ruang tamu. Dan tak lama wajah Paruh baya yang masih terlihat tampan itu , terlihat keluar dari dalam rumah bersama Yao Han. Namun saat melihat siapa tamu yang ada di ruang tamu. Langkah Tuan Wang Yu Ran terhenti seketika . Meluhat sanga Ayah di depannya ,Serasa darahnya membeku seketika. Tanpa sadar dia berucap.
"Ayah... "Bisiknya Pelan.
Begitu juga dengan tuan Wang Jin Hu. Dia berdiri dari duduknya dan menatap kearah tuan Wang Yu Ran dengan derai air mata tak bisa di cegah.
"Ran'er.. Kau kah itu.. " ucapnya perlahan.
"Kakak...!" seru Nyonya Xiao dengan wajah penuh air mata.
"Adik..." ucap Tuan Wang Yu Ran . tanpa bisa di tahan lagi, nyonya Wang Say Lin berlari kearah tuan Wang Yu Ran dan memeluknya.
__ADS_1
"Kakak....!" serunya . mereka saling berpelukan.
Sedangkan Yao Han , Cun Ma hanya bisa menatap dengan penuh keheranan. Setelah agak lama tuan Wang Yu Ran melepas pelukannya pada sang Adik. Dia menatap wajah Tua yang terlihat penuh dengan air mata.
"Ayah.." ucapnya lagi.
"Apakah kau tidak merindukan Ayahmu ini anak bengal...!" seru tuan Wang Yu Ran dengan emosi.
Dengan segera tuan Wang Yu Ran mendekati Tuan Wang Jin Hu. Dengan perasaan Rindu dan merasa bersalah, tuan Wang Yu Ran memeluk pria tua yang masih terlihat kuat itu. Kini terlihat keduanya menangis. Walau setegar apapun, seorang Putra yang sudah berpuluh tahun tidak bertemu dengan orang tua, perasaan rindupun ada di dalam hatinya.
"Ayah... maafkan Yu Ran Ayah..." ucap Pria yang terlihat sabar, lembut dan tegar itu.
"Dasar anak bengal.. Begitu marahkah kau pada kami... Hingga bertahun bersembunyi dan meninggalkan kami .." ucap Tuan Wang Jin Hu sambil memukul pelan punggung sang Putra.
"Maaf..maafkan aku Ayah..." ucap Tuan Wang Yu Ran. Tanpa malu mereka menangis sambil berpelukan . Setelah puas melepas Rindu, Tuan Wang Yu Ran melepas pelukannya.
"Ayah... Bagaimana Bunda...?" tanya Tuan Wang Yu Ran .
"Bundamu telah tiada... Dia pergi membawa penyesalan yang besar . Dia merasa bersalah padamu, terutama pada istrimu... " ucap Tuan Wang Jin Hu lembut dan sedih . Terlihat tuan Wang Yu Ran kembali menangis.
"Mana istrimu...?" tanya tuan Wang Jin Hu.
"Iya, Mana Kakak ipar kak...?" tambah Nyonya Xiao .
Namun sebelum tuan Wang Yu Ran menjawab, seorang Wanita paruh baya yang masih terlihat sangat cantik masuk bersama Yao Han. Ternyata sang Putra telah memanggil sang Bunda .
"Salam Ayah..." ucap Nyonya Lin Sawly sambil menunduk memberi salam dan hormat.
"'Kakak Ipar...!" seru Nyonya Say Lin sambil mendekat dan memeluk Wanita itu.
"Say Lin...?" ucap Nyonya Lin Sawly .
Melihat nyonya Lin Sawly , terlihat wajah tua tuan Wang Jin Hu menatap dengan sedih dan penuh haru. Setelah puas memeluk sang Kakak Ipar, Nyonya Xiao melepas pelukannya.
"Kak...maafkan Kami..." ucap Nyonya Xiao.
"Benar menantuku... Maafkan kami yang telah membuat kalian menderita..." ucap Tuan Wang Jin Hu.
"Tidak Ayah...seharusnya kami yang meminta maaf pada Kalian, ..." ucap Nyonya Lin Sawly.
"Benar Ayah... Seharusnya kamilah yang minta maaf. namun jarak yang jauh dan Putra Putri kami masih tidak sanggup pergi kesana, kami memutuskan menunggu mereka lebih kuat dulu..." ucap Tuan Wang Yu Ran. Hanya itu yang bisa dia ucapkan. Walaupun kenyataan sebenarnya , dia masih takut sang Ibu masih tidak menyukai istrinya.
"Ayah...apakah dia Xiao Kang...? dan juga Paman Xiao Han Jong...?" ucap Tuan Wang Yu Ran sambil menatap tiga pria yang duduk bersama Ayah dan sang Adik.
"Kau masih mengingat kami...?" ucap tuan Xiao Kang dengan wajah tersenyum.
"Ternyata kau tetap mencintai adikku... hingga kau menikahinya... ucap tuan Wang Yu Ran sambil tertawa. "Kau fikir aku main- main..." jawab tuan Xiao Kang kesal. tuan Sang Yu Ran tertawa. Mereka memang sahabat sejak kecil. Lalu dia menatap pada tian Xiao Han Jong. "Salam Paman Xiao..." ucap tuan Wang Yu Ran di ikuti sang istri .
"Aku bahagia karena kami bisa menemukan dirimu nak . Kasian Ayahmu...beberapa tahun ini kesehatannya turun. ..." ucap tuan Xiao Han Jong . Mendengar ucapan Tuan Xiao Han Jong , Tuan Wang Yu Ran menatap kembali sang Ayah.
"Tidak masalah...kini aku sudah menemukan kalian . aku sudah merasa bahagia.." ucap Tuan Wang Jin Hu .
"Kau melupakan aku Kak...?" sebuah suara terdengar menegur tuan Wang Yu Ran.
Seketika tuan Wang Yu Ran menatap asal suara. Dia terlihat mengerutkan dahinya .
"Dia Xiao Jun ...kau sudah lupa Padanya...?" tanya Tuan Xiao Kang sambil tertawa .
"Aah...dia si jorok kecil itu...!" seru tuan Wang sambil tertawa . Mendengar ucapan tuan Wang YubRan, terlihat tuan Xiao Jun cemberut membuat orang ingin tertawa.
"Ran'er...di mana cucu- cicuku...." ucap tuan Wang jin Hu.
Mendengar pertanyaan sang Ayah, Tuan Wang Yu Ran memanggil Yao Han .
"Dia putra pertamaku namanya Wang Yao Han. .." ucap tuan Wang Yu Ran memperkenalkan Wang Yao Han.
"Salam Kakek, Salam Bibi ,salam semuanya." ucap Wang Yao Han dopan dan Ramah. Terlihat tuan Wang Jin Hu mendekati Wang Yao Ran.
"Cucuku...ternyata Gagah dan kuat... Dia sudah bisa kembali , Dan Dia bisa malai belajar di Perguruan Di Alam Tianli .." ucapnya sambil menepuk bahu Wang Yao Han. Tentu saja ucapan sang Kakek membuat Yao Han kaget.
'Dia tampan dan Gagah Kak...." kata sang Adik. Tuan Wang Yu Ran dan sang istri hanya bida bisa tersenyum.
"Apakah Putramu cuma satu...?" tanya tuan Wang Jin Hu.
"Tidak Ayah...ada dua, satu seorang wanita, dan dia menjadi Istri Kaisar Dongyan ini..." ucap Tuan Wang Yu Ran.
"Istri Kaisar...? Maksudmu Ratu kerajaan ini...?" tanya tuan Wang Jin Hu dengan wajah kaget. Begitu juga dengan orang yang ada di sana.
"Jadi keponakanku seorang Ratu...?" tanya Nyonya Say Lin.
"Iya.. Lia'er menjadi Ratu kerajaan ini... " ucap tuan Wang Yu Ran. Namun obrolan mereka terhenti saat seorang penjaga masuk kedalam dan mengatakan kalau ada dua orang pria paruh baya ingin bertemu dengan tuan Xiao .Tentu saja mereka kaget.
"Ingin bertemu denganku...? Siapa...?" tanya tuan Xiao Kang heran. sebab mereka baru datang ke kota ini .
"Kalian bawa saja mereka masuk ..." ucap Tuan Wang Yu Ran.
"Baik Guru...hamba undur diri..." ucap Penjaga itu. Dia segera pergi.
"Kak...mereka memanggilmu guru...?" tanya sang Adik pada tuan Wang Yu Ran.
"Sebenarnya mereka anak buah Yulia, sekaligus muridnya. Aku dan Han'er serta Kakak iparmu ,hanya membantu dia. Dan dia...( sambil menunjuk Cun Ma) dan dua temannya merupakan putra angkatku, mereka sahabat sekaligus saudara dekat Yulia dan Yao Han..." ucap Tuan Wang Yu Ran.
"Siapa ..? Yulia...? Kenapa namanya sama dengan nama Gadis itu...?" ucap tuan Wang Jin Hu.
"Salam tuan Wang , Salam Tuan Xiao..." ucap Cun Ma memberi salam
__ADS_1
"Sahabat Yulia pria yang Kuat..." ucap tuan Wang Jin Hu. Namun percakapan mereka terhenti saat dua pria paruh baya masuk kedalam ruangan.
"Salam tuan Xiao, salam Tuan Wang..." ucap ke dua Pria sambil memberi hormat .
"Ternyata Kalian...ada Apa tuan Yan...kenapa wajahmu seperti resah..." ucap tuan Xiao Kang dengan wajah heran.
"Maaf Tuan Xiao...ada masalah besar .." ucapnya dengan wajah cemas.
"Masalah besar...? masalah besar apa..." tanya tuan Xiao.
"Tuan Xiao Baksi dan Nona Lanlan membuat masalah...." ucap tuan Yan dengan nada gemetar.
"Apalagi yang di perbuat Ayah dan anak itu... mereka selalu membuat masalah...!" ucap Tuan Xiao Han Jong dengan nada kesal.
"Tapi kali ini sangat parah tuan...Dia membuat masalah di Kerajaan Dongyan ini... dan sepertinya tidak mudah di atasi.." ucap tuan Yan .
."Apaaa...!" seru mereka hampir bersamaan.
"Mereka membuat keributan di dalam istana Naga...mereka bertarung dengan Ratu Yulia..." ucap Tuan Yan dengan Wajah cemas .
"Apaaa..bertarung dengan Ratu Yulia...!" seru mereka kembali bersamaan.
"Ini masalah Ayah...ayo kita pergi..." ucap Tuan Xiao Kang dengan wajah ikut cemas.
Mereka segera pergi ke istana dengan cepat. Mereka pergi tanpa menunggang Kuda . beda dengan Yao Han dan Cun Ma, Mereka memanggil Yung Si dan Tanglu lalu segera memacu kuda mereka pergi ke istana.
Sedangkan Tuan Wang Yu Ran dan sang Istri serta rombongan keluarga Xiao dan sang Ayah telah sampai di pintu gerbang. Dan saat melihat kedatangan ayah sang Ratu, mereka para penjaga segera membukakan pintu gerbang. Dengan cepat mereka masuk dan menuju Istana Naga.
Ketika sampai di istana Naga, mereka melihat banyak Penjaga yang berada di sana. Dan saat mereka sampai di depan istana Naga. Mereka melihat Kaisar sedang berdiri dengan wajah dingin menakutkan . Dan di depan mereka terlihat Yulia berdiri bersama seekor burung hitam besar yang ada di sebelahnya. Ayah dan Bunda Yulia segera berjalan cepat mendekati Yulia.
Saat melihat wajah Yulia agak pucat dengan Sedikit darah di mulutnya, tuan Wang Yu Ran sangat marah. Apalagi melihat baju sang Putri terlihat sedikit berantakan.
"Lia'er...!" seru Tuan Wang Yu Ran dan Nyonya Lin Sawly hampir bersamaan. Mereka mendekati Yulia.
"Ayah..Bunda..kalian kemari...?" ucap Yulia kaget.
"Nak.. Kau tidak kenapa - napa kan...?" tanya Nyonya Lin dengan wajah Khawatir.
"Tidak Bunda.. hanya terluka sedikit.." ucap Yulia .
'Syukurlah...." ucap mereka sambil menghela nafas lega . lalu mereka melihat pada burung di sebelah Yulia .
"Bu.. burung ini..." ucap sang Ayah kaget. Saat melihat burung Condor bermata tiga di sebelah Yulia.
"Dia burung kontrakku Ayah..." ucap Yulia yang membuat sang Ayah dan Bundanya kaget bukan main. Sejak kapan sang Putri memiliki Kontrak dengan Burung kuno yang kuat ini.
Sedangkan di depan Yulia. terlibat seorang pria paruh baya terlihat terduduk dengan wajah pucat dan baju penuh darah. Dia tuan Xiao Baki yang sedang di bantu Duduk okeh Nona Lanlan . Melihat kedatangan tuan Xiao Kang dan istrinya , terlihat wajah bahagia di mata Nona Lanlan.
"Ayah , Ibu...tolong Kami..." ucap Nona Lanlan Dengan gembira.
"Kalian ini... Kenapa selalu membuat masalah dan keributan di negri orang... Apakah kalian tidak malu dan takut. Sudah berapa kalian kami harus menyelesaikan masalah yang kalian buat... Dan kau Lanlan.. Sudah berapa kali aku mengatakan padamu, jangan mrmanggil kami Ayah Dan Ibu... kami bukan orang tuamu, aku menyelesaikan masalah yang kau buat, karena kau selalu mengatakan pada orang kalau kau itu Putri kami.. Kau selalu memakai Nama sekte.. Lalu apalagi yang sekarang kalian lakukan di Kerajaan ini ha...!" ucao Nyonya Xiao dengan marah dan kesal .
"Dia yang membuat kami marah Ibu..." ucap Lanlan dengan wajah meminta di bela .
"Sudah ku katakan , jangam manggilku ibu...! Kau itu bukan Putriku...!" seru nyonya Say Lin semakin Kesal .
"Ma...maaf nyonya...Dia telah berani merebut Calon Suamiku nyonya...!" serunya sambil menunjuk Yulia.
"Aku merebut calon Suamimu,...? atau kau yang menginginkan Suamuku Nona Lanlan..?" ucap Yulia dengan Nada dingin.
Mendengar suara itu, baik nyonya Say Lin, Maupun Tuan Wang Yu Ran yang Fokus pada tuan Xiao Baksi dan Nona Lanlan terkejut mendengar suara itu. Mereka segera Menatap pada asal suara . Dan saat tuan Wang Jin Hu dan Nyonya Wang Say Lin menatap pada Yulia, Begitu juga dengan tuan Xiao Jun, tuan Xiao Kang dan Tuan Xiao Han Jong , mereka terkejut bukan main .
" Lia'er...!" seru Tuan Wang Jin Hu dan Nyonya Wang Say Lin bersamaan .
"Nona Yulia..." seru ketiga keluarga Xiao bersamaan.
"Paman..Bibi..Kakek..." ucap Yulia .
Yulia sempat kaget tadi , saat melihat kedatangan mereka .
"Kalian sudah saling mengenal..?" tanya sang Ayah dengan wajah kaget.
"Dia Putri Kakak...?!" seru nyonya Say Lin dengan wajah gembira.
"Benar...dialah Putriku. Dan Dia suami Putriku, Kaisar Kim..." Ucap tuan Wang dengan bahagia. Kasar Kim segera mendekati Yulia, sedangkan Burung Kondor segera hilang kembali ke ruang Dimensi.
"Salam Yang Mulia...!" ucap mereka bersamaan.
"Jangan terlalu formal, seharusnya yang muda yang memberi salam.." ucap Kaisar Kim sambil menangkupkan kepalan tangannya sambil menunduk sedikit di ikuti Yulia.
"Ayah.. mereka...?" tanya Yulia heran.
"Mereka Kakek dan Bibimu..." ucap Tuan Wang Yu Ran .
"Benar Nak...ternyata wanita kuat ini adalah keponakanku...Sayang...aku bibimu, adik Ayah mu..." ucap nyonya Say Lin sambil memeluk Yulia. Terlihat kebahagiaan di wajah wanita cantik itu.
"Bibi...maksud Ayah dia bibi kandungku..adik Ayah...?" tanya Yulia tak percaya.
"Iya...Dia adik Ayah dan Itu Kakek kandungmu.." ucap sang Ayah dengan wajah tersenyum.
Maaf aku akhiri dulu Ya...aku lanjut besok. Jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.
Maaf jika masih ada typo. 🙏🙏
Bersambung.
__ADS_1